Anda di halaman 1dari 2

Social Mapping

Apa itu Social Mapping ?

Social Mapping adalah suatu proses mengenali masyarakat melalui beberapa metode yang
melibatkan pengumpulan data dan informasi mengenai masyarakat , dengan tujuan bisa membangun atau menyelesaikan masalah di masyarakat itu sendiri. Apa kegunaan Social Mapping? Melalui social mapping, kita bisa mengetahui apa saja potensi-potensi serta masalah-masalah yang ada di masyarakat sehingga kita bisa mengetahui apa yang masyarakat itu butuhkan. Mengapa Social Mapping itu penting? Tanpa kita melakukan social mapping, kita tidak akan tahu metode yang tepat untuk menyelesaikan masalah di masyarakat. Ingat,

kita harus membangun masyarakat

melalui apa yang mereka miliki bukan apa yang kita inginkan. Oleh sebab itu,
kita harus turun langsung ke masyarakat untuk bisa mengetahui dan mengerti apa yang masyarakat itu butuhkan.
Metode apa saja yang dilakukan saat Social Mapping? Ada tiga tahapan yang harus dilalui apabila kita ingin melakukan social mapping, yaitu :

1. Ethnography
Layaknya pepatah Tak kenal maka tak sayang, jika kita ingin menyelesaikan masalah di masyarakat tentunya kita harus mengenal masyarakatnya itu sendiri. Memahami kebiasaan mereka untuk dapat mengerti apa yang mereka hadapi dan rasakan. Ethnography adalah tahapan pertama dari Social Mapping. Tahap Ethnography dimaksudkan agar kita bisa mengetahui dan memahami kebiasaan sehari-hari masyarakat. Untuk mengetahui kebiasaan masyarakat, tentunya kita harus turun

langsung ke masyarakat dan bersosialisasi dengan masyrakat itu sendiri, merasakan jadi bagian dari mereka. Dalam tahap ini ada tiga elemen yang harus kita perhatikan yaitu tempat, orang, dan aktivitas.

2. Social Network Analysis


Dalam tahap ini kita harus menganalisis tokoh-tokoh yang mendominasi di masyarakat. Kita petakan tokoh-tokoh tersebut dalam diagram power dan kepentingan. Sehingga kita bisa tahu, tokoh mana yang bisa digabungkan untuk bekerjasama. (Orang berpower dan tidak punya kepentingan akan cocok dengan orang yang tidak berpower tapi punya kepentingan). Tujuan dari dilakukannya pemetaan tokoh ini adalah untuk menentukan

agent of change. Kita butuh agent of change yang akan merubah kebiasaan
masyarakat itu sendiri, karena masyarakat akan lebih percaya kepada tokoh yang selama ini mereka segani dan bukan orang yang baru mereka kenal.

3. Focus Group Discussion (FGD)


Setelah mengetahui kebiasaan masyarakat dan menentukan agent of change, tahap terakhir yang harus dilakukan adalah Focus Group Discussion. Tahap ini adalah tahap dimana kita beserta orang-orang yang ahli dan berkepentingan menentukan metode penyelesaian masalah di masyarakat. Pertanyaan yang menjadi titik berat dari Focus

Group Duscussion adalah

Mau mengobati masalah itu sebentar atau

selamanya?