Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM MANAJEMEN SUMBER DAYA MENUSIA BIDANG KAJIAN PEMBERIAN KOMPENSASI SDM DI PT.

NISSIN BISCUIT KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH

Disusun oleh : Kelompok 7 Adi Kurnia Ayu Putri M Danang Tri W Roni Faturohman Tria Hapsari Tri Meika Sari (H3410002) (H3510002) (H3310007) (H3310020) (H3410018) (H3310022)

PROGRAM DIPLOMA III FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan praktikum Manajemen Sumber Daya Manusia Teknologi disusun guna melengkapi tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia dan telah diketahui serta disahkan oleh Dosen Pembimbing dan Co-Assisten pada tanggal 30 mei 2011. Disusun Oleh : Adi Kurnia Ayu Putri M Danang Tri W Roni Faturohman Tria Hapsari Tri Meika Sari (H3410002) (H3510002) (H3310007) (H3310020) (H3410018) (H3310022)

Mengetahui :

Dosen Pengampu MSDM

Koordinator praktikum MSDM

Mei Tri Sundari, SP, MSi NIP. 197805032005012002

Widya

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil praktikum Manajemen Sumber Daya Manusia ini. Penulisan laporan hasil praktikum ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia. Dalam pelaksanaan praktikum dan penulisan hasil praktikum, penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Maka penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada : 1. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2. Tim Dosen Pengampu mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia. 3. Kakak-kakak Co-Ass MSDM atas semua pengarahannya. 4. Teman-teman serta semua pihak yang telah membantu, baik dalam pelaksanaan maupun penulisan laporan praktikum MSDM. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.

Surakarta, Penulis

Mei 2011

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR .................................................................................... iii DAFTAR ISI ................................................................................................... iv DAFTAR LAMPIRAN... I. PENDAHULUAN ..................................... .................. .............................. A. Latar Belakang ...................................... .................. .............................. B. Maksud dan Tujuan ................................................................................. II. TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................. III. METODOLOGI .. ....................................................................................... IV. HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................................. A. Karakteristik Usaha ................................................................................. B. Pengelolaan SDM ................................................................................... C. Analisis Hasil dan Bembahasan V. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................... A. Kesimpulan ............................................................................................. B. Saran ........................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ LAMPIRAN....

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan serangkaian tugas yang terkait dengan upaya-upaya memperoleh karyawan, melatih, mengembangkan, memotivasi, mengorganisasikan dan memelihara karyawan sebuah perusahaan sampai suatu ketika terjadi pemutusan hubungan kerja. Dunia bisnis sekarang dituntut menciptakan kinerja karyawan yang tinggi untuk pengembangan perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan kinerja di dalam lingkungannya. Keberhasilan perusahaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktor penting adalah sumber daya manusia, karena sumber daya manusia merupakan pelaku dari keseluruhan tingkat perencanaan sampai dengan evaluasi yang mampu memanfaatkan sumberdaya-sumberdaya lainnya yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Keberadaan sumber daya manusia di dalam suatu perusahaan memegang peranan sangat penting. Tenaga kerja memiliki potensi yang besar untuk menjalankan aktivitas perusahaan. Potensi setiap sumber daya manusia yang ada

dalam perusahaan harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan output optimal. Tercapainya tujuan perusahaan tidak hanya tergantung pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja individu karyawannya. Setiap organisasi maupun perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan akan tercapai. Kompensasi meliputi imbalan financial dan jasa berwujud serta tunjangan yang diterima oleh para karyawan sebagai bagian dari hubungan kepegawaian. Singkatnya, kompensasi merupakan apa yang diterima oleh karyawan sebagai ganti kontribusi mereka kepada perusahaan. Manakala dikelola dengan benar, kompensasi membantu organisasi mencapai tujuannya dan memperoleh, memelihara, dan mempertahankan tenaga kerja yang produktif. Kompensasi merupakan terminologi yang luas yang berhubungan dengan imbalan financial yang diterima oleh orang-orang yang telah bekerja dalam sebuah organisasi atau perusahaan (Handoko, 2000). Pada praktikum Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) ini mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan mengerti tentang pemberian kompensasi pada perusahaan yang telah dipilih. Praktikum Manajemen Sumber Daya Manusia dilaksanakan di PT. Nissin pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2011 di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

B.

Tujuan dan Kegunaan Maksud dan tujuan dari praktikum Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) ini pada dasarnya adalah : 1. Mengenalkan dan membekali kepada mahasiswa bagaimana pengelolaan SDM dari organisasi atau perusahaan. 2. Membekali mahasiswa bagaimana menganalisis situasi dan mencoba memberikan alternatif strategi pemecahannya. 3. Mengetahui tentang pemberian kompensasi dalam suatu perusahaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan Suatu manajemen yang terdiri dari manajemen Personalia, yang meliputi perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan (Flippo, 2004). Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan sebuah bentuk interaksi atau pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia dan teknologi informasi. Sistem ini menggabungkan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasi bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-aktivitas MSDM seperti dalam hal perencanaan (Simamora, 2007). Sumber daya manusia adalah penduduk yang mau, siap, dan memberi sumbangan terhadap usaha pencapaian tujuan organisasional. Dalam ilmu kependudukan, konsep ini dapat disejajarkan dengan konsep tenaga kerja yang meliputi angkatan kerja (Ndraha, 2004).

B.

Kompensasi Sumber Daya Manusia Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Masalah Kompensasi merupakan masalah utama dalam manajemen personalia yang paling sulit dan membingungkan. Pemberian Kompensasi merupakan salah satu tugas yang paling kompleks (Handoko, 2007). Kompensasi juga merupakan penghargaan yang diberikan karyawan baik langsung maupun tidak langsung, financial maupun non financial yang adil kepada karyawan atas sumbangan mereka dalam mencapai tujuan organisasi, sehingga pemberian kompensasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan manapun guna meningkatkan kinerja karyawannya. Adapun bentuk kompensasi financial adalah gaji, tunjangan, bonus,dan komisi. Sedangkan untuk kompensasi non-financial diantaranya pelatihan, wewenang dan tanggung jawab, penghargaan atas kinerja serta lingkungan kerja yang mendukung (Jurnal SDM, 2009). Kompensasi meliputi imbalan financial dan jasa berwujud serta tunjangan yang diterima oleh para karyawan sebagai bagian dari hubungan kepegawaian. Singkatnya, kompensasi merupakan apa yang diterima oleh karyawan sebagai ganti kontribusi mereka kepada perusahaan. Manakala dikelola dengan benar, kompensasi membantu organisasi mencapai tujuannya dan memperoleh, memelihara, dan mempertahankan tenaga kerja yang produktif. Kompensasi merupakan terminologi yang luas yang

berhubungan dengan imbalan financial yang diterima oleh orang-orang yang telah bekerja dalam sebuah organisasi atau perusahaan (Handoko, 2000).

BAB III METODE PENGUMPULAN DATA A. Metode Penentuan Daerah Kunjungan Penelitian ini dilakukan di PT Nissin. Penentuan perusahaan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu cara pengambilan sampel dengan sengaja karena pertimbangan- pertimbangan tertentu yang didasarkan pada tujuan penelitian (Singarimbun dan Effendi, 1995). Kami memilih PT Nissin sebagai tempat penelitian karena PT Nissin adalah perusahaan yang besar dan produk-produknya telah terkenal di Indonesia. Selain itu, produk makanan dari Nissin yaitu biscuit, wafers, dan lainnya semua bahan bakunya merupakan hasil dari sektor pertanian. Serta kami ingin mengetahui tentang Manajemen Sumber Daya Manusia di perusahaan Nissin. Apakah sama dengan Manajemen Sumber Daya Manusia di perusahaan kecil atau tidak B. Jenis dan Sumber Data yang Dikumpulkan 1. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh melalui tanya jawab dengan responden. Tanya jawab merupakan alat re-cheking atau

pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Tehnik tanya jawab yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah tanya jawab mendalam dengan catatanya jawab sambil

bertatap muka antara penanya dengan informan yang terlibat dalamkehidupan sosial yang relatif lama. Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara tanya jawab dengan Manager PT. NISSIN Ungaran Indonesia Jawa Tengah. Diperoleh data mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia di PT. NISSIN Ungaran Indonesia Jawa Tengah mulai dari produksi sampai pemasaran. Metode ini merupakan metode pengumpulan data yang efektif dan efisien karena informasi yang diperoleh langsung dari narasumber dan terjadi komunikasi dua arah sehingga penulis dapat memahami mengenai permasalahan yang terjadi pada Manajeman Sumber Daya Manusia di PT. NISSIN Ungaran Indonesia Jawa Tengah serta solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara mengutip data laporan maupun dokumen dari lembaga atau instansi yang ada hubungannya dnegan penelitian. Teknik pengumpulan jenis data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari brosur perusahaan PT. NISSIN Ungaran Indonesia Jawa Tengah dan studi pustaka, yaitu dengan mencari buku-buku yang berhubungan dengan Manajemen Sumber Daya Manusia. Metode ini dilakukan untuk mempermudah dalam menyusun laporan dan dapat digunakan sebagai

pembanding antara teori yang ada dibuku dengan keadaan sebenarnya di tempat praktikum.

C. Metode Pengumpulan Data a. Metode Observasi Metode pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung segala aktivitas atau obyek yang berhubungan dengan materi praktikum. Penulis melakukan metode observasi untuk mengetahui bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia di PT. Nissin Ungaran Indonesia JawaTengah. Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, dan waktu. b. Metode Wawancara Metode wawancara merupakan suatu cara pengumpulan data dengan dialog langsung yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Metode wawancara digunakan penulis untuk mendapatkan data dengan cara mengajukan pertanyaan kepada unit organisasi yang terkait. c. Metode Pencatatan Metode mana yang dipilih akan menentukan suatu perusahaan dalam melakukan pencatatan dalam penulisan Laporan. Metode

pencatatan ini dilakukan secara langsung pada saat melakukan tanya jawab dengan informan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Karateristik Usaha 1. Kondisi Umum Perusahaan PT Nissin Biscuit Factory Indonesia mengalami produksi komersial pertama pada bulan Januari 1977 diatas lahan seluas 8 Ha. Produk pertama yang dihasilkan oleh PT Nissin Biscuit Factory Indonesia adalah Butter Coconut, Frychip, Madu, Aynako, dan longer Stick. Seiring dengan perjalanannya, PT Nissin Biscuit Factory Indonesia telah memproduksi beragam jenis biscuit, cookies, cracers, snacks, dan wafers dalam berbagai merk terkemuka seperti Nissin, Khong Guan, Monde, Wallens, dan Mitto. Dalam menghadapi persaingan di industri makanan yang semakin ketat, PT Nissin Biscuit Factory Indonesia selalu bertekad untuk memenangkan persaingan dengan menyajikan produk yang berkualitas melalui inovasi yang selalu berkelanjutan. Inovasi yang dilakukan oleh nissin meliputi jenis produk, mesin, sistem/proses, dan kemasan. PT Nissin Biscuit Factory Indonesia, saat ini telah memiliki lebih dari 700 orang karyawan terlatih yang juga terus mendukung kualitas produk yang dihasilkan. Dengan dukungan inovasi Sumber Daya Manusia dan teknologi, sampai dengan saat ini PT Nissin Biscuit Factory Indonesia terus berkembang

dan berhasil memproduksi berbagai merk biskuit yang telah menjadi pemimpin pasar. Standar mutu yang diterapkan oleh Nissin mencakup penggunaan bahan baku pilihan dan penggunaan teknologi canggih dalam proses produksi serta penerapan CPMB (Cara Produksi Makanan yang Baik), GMP (Good Manufacturing Practice), dan SSOP (Sanitatiaon Standard Operating Procedure), dan HACCP (Hazard Analitycal Critical Control Point). Standar mutu ISO 2200 : 2005 untuk kualitas dan keamanan produk juga telah diterapkan dalam proses produksi disertai dengan Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebuah bukti bahwa semua produk Nissin telah memenihi kaidah halal dan aman dikonsumsi. Semua standar kualitas dan keamanan yang diterapakan oleh Nissin telah menetapkan posisi Nissin sebagai pemimpin pasar dalam industri makanan terutama biscuit di Indonesia. 2. Visi dan Misi Perusahaan a. b. PT Nissin bertekad menjadi produsen biscuit terbaik di Indonesia. Memproduksi biscuit yang higienis, bergizi, inovatif, dan berkualitas dengan cita rasa tinggi serta terjamin mutunya kepada pelanggan dengan cara terbaik yang dikembangkan oleh Sumber Daya Manusia yang unggul dengan teknologi modern.

3. Proses Produksi Penerimaan Bahan Baku Pencampuran PencampuranBahan Bahan fermentasi Pencetakan Adonan Pemanggangan Penimbangan

Pengayakan

Pendinginan

Pemberian Minyak & Bumbu Pelapisan Krim

Pengepakan

Penggudangan Gambar 1. Proses Produksi pada PT. Nissin Biscuit Factory Indonesia

B. Pengelolaan Sumber Daya Manusia Sistem Pengelolaan SDM yang diterapkan di Perusahaan PT.NISSIN ini Menggunakan Bentuk Kerja sama Serikat Kerja, Serta menggunakan Sistem Otodidak. Dalam UUD no.22 Th 2000, Telah dikeluarkan Bentuk Kerja sama dalam bentuk PKB (Yang mengatur hal-hal yang spesifik tentang bentuk kerja sama serikat kerja). Sistem Produksi dalam Pengelolaan SDM

membutuhkan 7 Departement Yang saling bekerja sama. Perusahaan PT.NISSIN juga menerapkan 4 prinsip dalam sistem dalam melaksanakan pekerjaan karyawan yang Meliputi, perencanaan kualitas dan kuantitas SDM serta kegiatan perancangan pekerjaan bagi SDM (Job Design). Perencanaan kualitas ini meliputi tingkat pendidikan, skill, pengalaman, usia dan lain-lain untuk masing-masing jabatan dalam struktur organisasi tersebut. Setelah mengetahui kebutuhan kualitas karyawan, maka kita membuat perencanaan kuantitas adalah merancang berapakah batas minimal jumlah karyawan kita di masing-masing jabatan dan wilayah kerja. Setelah itu, baru kita membuat job discription dari masingmasing jabatan/posisi sesuai dengan struktur organisasi perusahaan. Bagian ini meliputi rekruitment, seleksi dan penempatan. Rekruitment pada dasarnya merupakan aktivitas untuk mencari dan memperoleh pekerjaan yang terdapat di dalam perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan kualitas yang ditentukkan dan sesuai dengan ciri intrapreneurship. Mengingat rekruitment adalah bidang yang sangat penting, karena rekruitment adalah pintu gerbang kita guna mewujudkan SDM pekerja pengetahuan, maka harus dibuat sistem rekruitment yang sangat efektif dan efesien. Aktivitas berikutnya setelah rekruitment adalah penempatan karyawan di posisi masingmasing. Sebelum mulai kerja, ada baiknya mereka diberikan orientasi pekerjaan yang menjelaskan secara rinci dan runtut apa-apa yang harus Pengelolaan SDM

mereka kerjakan dan dengan siapa-siapa mereka harus berhubungan dan berkomunikasi. Bidang ini meliputi pengembangan karir (penugasan) dan pengembangan kemampuan kerja. Pengembangan karir berkaitan dengan penyusunan jalur karir yang merupakan urut-urutan posisi (jabatan) sesuai dengan struktur organisasi. Sedangkan Pengembangan kemampuan kerja adalah cara-cara kita untuk meningkatkan kemampuan karyawan baik secara informal maupun formal. B. Analisis Hasil dan Pembahasan Penberian Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Masalah Kompensasi mungkin merupakan fungsi manajemen personalia yang paling sulit dan membingungkan. Pemberian Kompensasi merupakan salah satu tugas yang paling kompleks tetapi juga salah satu aspek yang paling berarti bagi karyawan di PT.NISSIN. Bila Kompensasi diberikan, para karyawan akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk merncapai sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Pemberian kompensasi kepada karyawan harus sesuai dengan apa yang telah dikerjakan karyawan. Sehingga karyawan tidak merasa dirugikan dengan apa yang telah mereka berikan kepada perusahaan. Pemberian kompensasi yang tidak adil, akan menimbulkan kecemburuan sosial terhadap karyawan satu dengan yang lainnya.

Program-program Kompensasi juga penting bagi perusahaan, karena mencerminkan upaya organisasi untuk mempertahankan Sumber Daya

Manusianya. Disamping itu, Kompensasi juga merupakan Komponenkomponen biaya yang paling besar dan penting. Bila pengupahan danpenggajian tidak diadministrasikan secara tepat, perushaan bisa kehilangan para karyawannya yang baikl dan harus mengeluarkan biaya untuk menarik, menyeleksi, melatih dan mengembangkan penggantinya. Keberhasilan perusahanan tergantung kemampuan perusahaan mengelola Sumber Daya Manusia. Memperlakukan manusia sebagai mana mestinya merupakan kunci utama dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia. Maka dari itu perusahaan harus memberikan berbagai macam bentuk kompensasi kepada karyawan sebagai balas jasa atas tenaga kerjanya. Kompensasi sangat mempengaruhi Perusahaan dan para karyawan, terutama dalam berbagai persyaratan penyusunan suatu sistem kompensasi yang efektif, serta sasaran-sasaran dan prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengadministrasikan kompensasi. Kemudian akan dibentuk rencana pembayaran yang intensif. PT Nissin memberikan kompensasi kepada karyawannya selain berbentuk uang tunai, juga berbentuk seperti pelayananpelayanan yang diberikan khusus kepada para karyawannya. Contohnya ; Jaminan terhadap kesehatan, fasilitas-fasilitas, peralatan, dsb. Pemberian kompensasi di PT Nissin, berdasarkan pada tingkat/jabatan karyawan. Semakin tinggi jabatan karyawan, semakin tinggi pula

kompensasinya. Karyawan yang bekerja dalam bidang produksi, jelas berbeda dengan karyawan yang bekerja di luar (di bidang pengangkutan). Perusahaan memberikan kompensasi yang berbeda, karena kinerja mereka juga berbeda. Tantangan-tantangan yang sering di hadapi oleh perusahaan dalam kebijakan pemberian kompensasi, biasanya Suplai dan permintaan tenaga kerja, serikat karyawan, produktivitas, kesediaan untuk membayar,

kemampuan untuk membayar , berbagai kebijakan pengupahan dan penggajian dan kendala-kendala pemerintah. Dalam pemberian kompensasi, tentunya ada kendala-kendala yang dilalui oleh perusahaan. Jika tidak ada kebijakan pemerintah, maka pemasokan bahan baku akan menghambat proses produksi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pratikum Manajemen Sumber Daya Manusia yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan: 1. PT Nissin memberikan kompensasi kepada karyawannya menurut tingkatan/jabatan pada perusahaan tersebut. 2. Keberadaan tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi sangat penting artinya bagi perusahaan. 3. Kompensasi di PT.NISSIN merupakan suatu balas jasa yang diterima oleh karyawan sebagai ganti kontribusi mereka kepada perusahaan. 4. Salah satu fungsi manajemen SDM adalah penentuan kompensasi para karyawannya. B. Saran 1. Pemberian kompensasi bagi karyawan haruslah diperhitungkan dengan kecermatan dan sesuai dengan jerih payahnya. 2. Pemberian kompesasi seharusnya diberikan secara adil, agar tidak terjadi kesenjangan antar karyawan.

DAFTAR PUSTAKA

Anoki. 2009. Jurnal SDM.blogspot. Semarang Ndraha. 2004. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Rineka Cipta. Jakarta Flippo. 2004. Dasar-dasar manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta. Handoko, T. Hani. 2000. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. BPFE. Yogyakarta. Handoko, T. Hani. 2007. Manajemen. BPFE dan LMP2M. Yogyakarta. Simamora, 2007. Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia. http://id. wikipedia. org/wiki/sistem_manajemen_sumber_daya_manusia. Diakses pada pukul 20.05 tanggal 20 Mei 2011.

LAMPIRAN