Anda di halaman 1dari 12

2.

Diagnosa keperawatan 1. Bersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan peningkatan / kekentalan sekret 2. Kerusakan pertukaran gas berhubungan akumulasi cairan dan protein dalam area alveolar,hipoventilasi alveolar dan kehilangan surfaktan 3. Kerusakan pertukaran gas berhubungan akumulasi cairan dan protein dalam area alveolar,hipoventilasi alveolar dan kehilangan surfaktan Rencana Asuhan Keperawatan
Diagnosa Bersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan peningkatan / kekentalan sekret . Tujuan 1.Menyatakan / menunjukan hilangnya dispnea. 2.Mempertahan kan jalan nafas yang paten . 3.Mengeluarkan sekret tanpa kesulitan. 4.Menunjukan perilaku mempertahankan bersihan jalan nafas. Kriteria hasil 1.menyatakan a. hilangnya dispnea 2.jalan nafas b. yang paten /baik 3.sekret bisa dikeluarkan Intervensi Catat perubahan a. upaya dan pola bernafas. Observasi penurunan ekspansi diding b. dada dan adnya peningkatan fremitus Catat karakteristik bunyi nafas. c. Catat karakteristik batuk. Pertahankan posisi kepala tepat dan gunakan alat jalan nafas sesuaid. kebutuhan Bantu dengan e. batuk/ nafas dalam ubah posisi f. penghisapan sesuai indikasi. Berikan oksigen g. lembab, cairan IV , berikan kelembaban ruangan yang h. tepat. Berikan terapi aerosol/ i. nebulaizer. Lakukan fisiotherapi dada.j. Berikan bronkodilator a. Kaji status pernafasan pasien b. Catat ada tidaknya bunyi nafas tambahan. c. Kaji adanya sianosis d. Observsi kecenderungan tidur, apatis, tidak Rasional Penggunaan otot aksesoris pernafasan dan pelebaran hidung menunjukan peningkatan upaya bernafas Ekspansi dada tak sama /terbatas sehubungan akumulasi cairan, edema, dan secret.konsolidasi paru dapat meningkatkan fremitus. Bunyi nafas menujukan aliran udara melalui trakheobronkial dipengaruhi adanya mi\ukus atau adanya obstrusi aliran udara lain. Karakteristik batuk dapat berubah tergantung etiologi gagal nafas. Memudahkan memelihara jalan nafas paten. Penggumpulan sekresi mengganggu ventilasi. Kelembaban menghilangkan dan memobilisasi secret , meningkatka transport oksigen. Pengobatan ditujukan untuk mengirimkan oksigen/ bronkodilatasi. Meningkatkan drainase sekret paru ke sentral bronchus. Menghilangkan sepasme dan meurunkan viskositas sekret. a. Takipnea mekanisme kompensasi untuk hipoksemia. b. Bunyi nafas dapat menurun ,krekels adalah bukti adanya cairan dalam area jaringan akibat peningkatan permeabilitas membrane alveolar kapiler. Mengi diakibatkan

3.
No 1

c. d. e.

f.

g.

h. i. j.
2 Kerusakan pertukaran gas berhubungan akumulasi cairan dan protein dalam area alveolar,hipoventilasi alveolar dan kehilangan surfaktan 1.Menunjukan perbaikan ventilasi dan oksigenasi adekuat dengan GDA dalam rentang normal. 2.Berpartisipasi dalam program pengobatan sesuai kemampuan. 1.perbaikan jalanya ventilasi dan oksigen dalam rentan normal

perhatian gelisah, bingung, somnolen. e. Auskultasi frekuensi dan irama jantung. f. Berikan peiode istirahat dan lingkungan yang tenang. g. Dorong penggunaan nafas bibir bila di indikasikan h. Berikan oksigen lembab dengan masker sesuai indikasi. i. Kaji seri foto dada. j. Awasi gambaran seri GDA/ oksimetri nadi. k. Berikan obat obat sesuai indikasi.

Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan penggunaan deuretik ,perpindahan cairan kearea lain

menunjukan volume cairan normal ysng dibuktikan dengan TD normal,kecepatan berat badan dan haluaran urin dalam batas normal.

Volume

a. Awasi tanda tanda vital. b. Catat peubahan mental, turgor kulit,Hidrasi membrane mukosa dan karakter sputum. c. Monitor masukan dan pengeluaran cairan ,keseimbangan cairan dan catat kehilamngan tak tampak. d. Timbang berat badan setiap hari. e. Berikan cairan dalam observasi ketat sesuai indikasi. f. Awasi / ganti

adanya penyempitan jalan nafas . c. Penurunan O2 bermakna terjdi sebelum sianosis,sianosis sentaral terlihat pada bibir, lidah dan daun telinga. Sedangkan perifer kuku dan ekstrimitas sehubungan dengan vasokontriksi. d. Dapat menunjukan berlanjutnya hipoksemia dan / asidosis. e. Hipoksemia dapat menyebabkan mudah terangsang pda myocardium , menghasilkan berbagai disritmia. f. Menghemat energi pasien dan menurunkan kebutuhan O2. g. Dapat membantu pasien yang sembuh dari penyakit kronis, yang mengakibatkan destruksi parenkim paru. h. Memaksimalkan sediaan O2 untuk pertukaran dengan tekanan jalan nafas positif kontinu. i. Menunjukan kemajuan dan kemunduran kongesti paru. j. Menunjukan ventilasi / oksigenasi dan status asam basa. a. Kekurangan / perpindahan cairan meningkatkfrekuensi jantung ,nenurunkan tekanan darah dan mengurangi volume nadi. b. Penuruna curah jntung mempengaruhi perfusi jaringan. c. Memberikan informasi tentang status cairan pasien. d. Perubahan cepat menujukan gangguan dalam cairan tubuh total. e. Memperbaiki/ mempertahan kan volume sirkulasi. f. Elektrolit dapat menurun akibat terapi deuretik.

elektrolit sesuai indikasi.

( Doenges 1999 hal 218 - 223 )

BAB lll Tinjauan kasus A. Pengkajian 1. Data Biografi Identitas Klien : Nama : Tn x TTL : Bengkulu , 2 agustus 1980 Umur : 31 tahun Jenis kelamin : laki-laki Alamat : jln. mangga Agama : islam Pendidikan : SMA Pekerjaan : Swasta Tgl. MRS / Jam : 02 april 2011/10.00 wib Tgl. Pengkajian : 04 april 2011 Keluarga terdekat yang dapat dihubungi Nama : Suharmin Pendidikan : SMA Pekerjaan : Swasta Alamat : Jln. mangga Sumber informasi : keluarga 2. Riwayat kesehatan sekarang 1. Riwayat Keluhan Utama / alasan masuk Keluhan yang akan mungkin terjadi adalah sesak nafas yang berat,ketakutan,kecemasan ,gemetaran dll 2. Riwayat Kesehatan Sekarang Faktor pencetus penyebab penyakit ARDS ini adalah sbb : - Trauma jaringan paru baik secara langsung maupun tidak langsung( memar pada paru-paru Sifat keluhan ( mungkin mendadak / perlahan-lahan, /terus menerus,/hilang timbul atau berhubungan dengann waktu):klien mengatakan keluhanya sering mendadak.perlahan lahan,atau berhubungan dengan waktu Lokalikasi dan sifatnya (menjalar /meyebar /berpindah-pindah /menetap ): menetap Berat ringanya keluhan (menetap /cendrung bertambah atau berkurang) :menetap Lamanya keluhan :2-3 hari Upaya yang dilakukan untuk mengatasi :mungkin tidak ada upaya yang dilakukan pasien: mengusahakan tidak banyak beraktivitas karna mudah lelah,banyak beristirahan,mengkonsumsi obat Keluhan saat pengkajian : mungkin keluhanya susah bernafas,cemas,ketakutan ,gemetaran Diagnosa medis :(dokter ) asma ,hipertensi

3. Riwayat Kesehatan Terdahulu klien mengatakan pernah dirawat di rumah sakit dengan penyakit hipertensi 4. Riwayat Kesehatan Keluarga. Klien mengatakan keluarganya ada yang menderita penyakit 3. POLA FUNGSI KESEHATAN 1. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan - Persepsi terhadap penyakit : Klien mengatakan bahwa penyakit ini disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat seperti merokok,kurang olahraga - Penggunaan : Tembakau (1 bungkus /hari,merokok dari usia 17 tahun,berhenti merokok sudah 1 tahun yang lalu 2. Pola nutrisi dan metabolisme Diet / suplemen khusus : Intruksi diet sebelumnya : pasien dianjurkan untuk mengurangi makan makanan yang banyak mengandung karbonhidrat,makan berlemak,dan menggurangi aktivitas yang terlalu berat Jumlah minum / 24 jam dan jenis : 6 -8 gelas /hari ,air mineral. Frekuensi makan : 3 x sehari Jenis makanan : nasi + sayur + buah Pantangan /alargi : 3. Pola eliminasi Buang air besar (BAB) Frekuensi : 2 x sehari Warna : kuning Waktu : pagi dan sore Konsitensi : padat Kesuulitan : Buang air kecil (BAK) Frekuensi : 6-8 x / hari Warna : kuning Kesulitan : 4. Pola aktivitas dan latihan Klien melakukan aktivitas secara mandiri tetapi sesekali dibantu dengan orang lain dan alat bantu 5. Pola istirahat dan tidur Tidur malam : 6 8 jam Tidur siang : 1- 2 jam Tidur klien terganggu karena klien sering terbangun karena nyeri dada dan sesak nafas setelah itu klien bisa tidur kembali 6. Konsep diri Klien mersa cemas dengan apa yang dialaminy a saat ini. 7. Peran hubungan Dengan adanya keluhan yang dialami klien tidak dapat bekerja 8. Seksual

Perubahan aktivitas seksual menurun 9. Stress-coping Strategi coping yang digunakan dalam menghadapi masalah biasanya Tn X berdiskusi dengan istrinya. 10. Keyakinan/kepercayaan Agama : muslim Pengaruh agama dalam kehidupan :baik,pasien mengatakan agama adalah pedoman hidup pasien dan juga keluarga.

4. Pemeriksaan fisik 1.) Keadaan umum Penampilan umum :penampilan umum baik,gaya berjalan terkoordinasi, bicara jelas Klien tampak sehat / sakit/sakit berat ; klien tanpak sehat Kesadaran : Komposmentis GCS : 15 ( E4 V5M6) BB : 60 Kg TB : 165 cm 2.) Tanda tanda vital : TD : 120/80 mmHg ND : 120 x/ menit RR : 27 x /menit S : 37,80C 3.) Kulit Warna kulit ( sianosis,iketerus, pucat,eritema,dll) : tidak pucat Kelembapan : lembab Tugor kulit : Elastis Ada / tidaknya oedema : oedema tidak ada 4.) Kepala / kulit Inspeksi Palpasi

: kepala simetris, warna rambut hitam,distribusi rambut merata,bersih dan tidak berketombe : texsture halus dan lembut ,tidak berminyak dan tidak berkeringat ,tidak ada benjolan atau masa : : : : : : : : : : : : baik 2 mm terbuka /tertutup an isokor tidak anemis warna hitam,tidak ada kekeruhan lensa tidak ada oedema palpebra baik bersih simetris , elastis baik ,vertigo tidak ada tidak ada

5.) Mata Fungsi penglihatan Ukuran pupil Palpebra Isokor Konjungtiva Lensa /iris Oedema palpebra 6.) Telinga Fungsi pendengan Kebersihan Daun telinga Fungsi keseimbangan Sekret

7.)

8.)

9.)

10.)

11.)

12.)

13.)

Mastoid : nyeri tekan tidak ada Hidung dan sinus Inspeksi : bentuk simetris,tidak ada deformitas Fungsi penciuman : baik,dapat membedakan bau Pembekakan : tidak ada,polip tidak ada Kebersihan : bersih Pendarahan : tidak ada Sekret : tidak ada Mulut dan tenggorokan Membran mukosa : lebab dan tidak pucat kebersihan mulut : bersih Keadaan gigi tanda radang (bibir,gusi,lidah) : gigi lengkap,caries dentis tidak ada ,dan tidak menggunakan gigi palsu Trimus : tidak ada kesulitan membuka mulut Kesulitan menelan : disfagia tidak ada Leher Trakea (simetris /tidak ) : simetris ,terletak ditenggah Karotid bruit : tidak ada bunyi bruit JVP : 5 2 cm H20 Kelenjar limpe : tidak ada pembesaran kelenjar limfe Kelenjar tiroid : bentuk simetris ,tidak ada pembesaran kelenjar tiroid Kaku duduk : tidak ada kaku kuduk/ rigiditas nukal,gerakan terkoordinasi Thorak / Paru Inspeksi : dada simetris,RR : 20 x/ i,penggunaan otot bantu pernapasan tidak ada ,retraksi dinding dada tidak ada Palpasi : Fremitus Ka = Ki, ekspansi paru simetris Perkusi : Resonan pada kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler Jantung Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat Palpasi : ictus cordis teraba 1 jari LMCS RIC ke 5 Perkusi : batas jantung atas : RIC Ke 2 : batas kanan : linea strenalis dextra : batas kiri : 1 jari linea mic clavikula sinistra bunyi tambahan : batas bawah : 1 jari LMCS RIC ke 5 Auskultasi : irama jantung ekstra :S3 dan S4,adanya temponade (suara jantung yang menjauh) ,perikarditis (gesekan prekordia) Abdomen Inspeksi : simetris ,jaringan parut tidak ada,vena tidak menonjol,asites tidak ada Auskultasi : B.U 12 x / i Perkusi : Tympani Palpasi : Hepar dan limpa tidak teraba ,tidak ada pembesaran hepar dan limpa Genetalia Bersih dan tanda-tanda radang tidak ada,lesi tidak ada

14.) Rektal Lesi atau kemerahan tidak ada ,massa tidak ada 15.) Ekstremitas Ekstremitas atas : Akral hangat,oedema tidak ada,genggaman tangan kuat Ekstremitas bawah : Akral hangat ,oedema tidak ada , masa tidak ada ROM : Tidak ada ketebatasan rentang gerak pada ekstremitas atas dan ekstremitas bawah Kekuatan otot : kekuatan otot penuh 16.) Vaskuler perifer Capilary Refille : pengisian kapiler cepat, kembali dalam 2 detik Clubbing : clubbing tidak ada Perubahan warna (kuku,,kulit,bibir) : tidak pucat, sianosis /kebiruan tidak ada 17.) Neurologis Kesandaran (GCS ) : GCS 15 (E4V5M6) Status mental : rentang perhatian baik,memori baik,moodnya kurang,bicara jelas Motorik (kejang,tremos,parase,dan paralisis) : gerakan terkoordinasi, fungsi koordinasi baik ,kejang dan tremor tidak ada,paralisis tidak ada Sensorik : sensasi terhadap sentuhan dan nyeri baik Tanda rangsangan meningeal : tidak ada tanda tanda rangsangan maningel Saraf kranial : fungsi Nervus 1- 12 baik,tidak ada kelainan ( gangguan ) Reflek fisiologislek : +/+ (reflek fisiologis baik) Reflek patofisiologi : -/- ( patologis tidak ada ) B. Diagnosa keperawatan 1. Bersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan peningkatan / kekentalan sekret 2. Kerusakan pertukaran gas berhubungan akumulasi cairan dan protein dalam area alveolar,hipoventilasi alveolar dan kehilangan surfaktan 3. Kerusakan pertukaran gas berhubungan akumulasi cairan dan protein dalam area alveolar,hipoventilasi alveolar dan kehilangan surfaktan C. NCP ( Nursing) No Diagnosa
1 Bersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan peningkatan / kekentalan sekret

Tujuan
1.Menyatakan / menunjukan hilangnya dispnea. 2.Mempertahan kan jalan nafas yang paten . 3.Mengeluarkan sekret tanpa kesulitan. 4.Menunjukan perilaku mempertahankan bersihan jalan nafas.

Kriteria hasil
1.menyatakan hilangnya dispnea 2.jalan nafas yang paten /baik 3.sekret bisa dikeluarkan

Intervensi
a. Catat perubahan upaya dan pola bernafas. b.Observasi penurunan ekspansi diding dada dan adnya peningkatan fremitus c.Catat karakteristik bunyi nafas. d.Catat karakteristik batuk.

Rasional
a.Penggunaan otot aksesoris pernafasan dan pelebaran hidung menunjukan peningkatan upaya bernafas b.Ekspansi dada tak sama /terbatas sehubungan akumulasi cairan, edema, dan secret.konsolidasi paru dapat meningkatkan fremitus. c.Bunyi nafas

e.Pertahankan posisi kepala tepat dan gunakan alat jalan nafas sesuai kebutuhan f.Bantu dengan batuk/ nafas dalam ubah posisi penghisapan sesuai indikasi. g.Berikan oksigen lembab, cairan IV ,berikan kelembaban ruangan yang tepat. H .Berikan terapi aerosol/ nebulaizer. i.Lakukan fisiotherapi dada. j.Berikan bronkodilator

Kerusakan pertukaran gas berhubungan akumulasi cairan dan protein dalam area alveolar,hipoventilasi alveolar dan kehilangan surfaktan

1.Menunjukan perbaikan ventilasi dan oksigenasi adekuat dengan GDA dalam rentang normal. 2.Berpartisipasi dalam program pengobatan sesuai kemampuan.

1.perbaikan jalanya ventilasi dan oksigen dalam rentan normal

a. Kaji status pernafasan pasien b. Catat ada tidaknya bunyi nafas tambahan. c. Kaji adanya sianosis d. Observsi kecenderungan tidur, apatis, tidak perhatian gelisah, bingung, somnolen. e. Auskultasi frekuensi dan irama jantung. f. Berikan peiode istirahat dan lingkungan yang tenang. g. Dorong penggunaan nafas bibir bila di indikasikan

menujukan aliran udara melalui trakheobronkial dipengaruhi adanya mi\ukus atau adanya obstrusi aliran udara lain. d. Karakteristik batuk dapat berubah tergantung etiologi gagal nafas. e. Memudahkan memelihara jalan nafas paten. f. Penggumpulan sekresi mengganggu ventilasi. g. Kelembaban menghilangkan dan memobilisasi secret , meningkatka transport oksigen. h. Pengobatan ditujukan untuk mengirimkan oksigen/ bronkodilatasi. i. Meningkatkan drainase sekret paru ke sentral bronchus. j.Menghilangkan sepasme dan meurunkan viskositas sekret a. Takipnea mekanisme kompensasi untuk hipoksemia. b. Bunyi nafas dapat menurun ,krekels adalah bukti adanya cairan dalam area jaringan akibat peningkatan permeabilitas membrane alveolar kapiler. Mengi diakibatkan adanya penyempitan jalan nafas . c. Penurunan O2 bermakna terjdi sebelum sianosis,sianosis sentaral terlihat pada bibir, lidah dan daun telinga. Sedangkan perifer kuku dan ekstrimitas sehubungan dengan

h. Berikan oksigen lembab dengan masker sesuai indikasi. i. Kaji seri foto dada. j. Awasi gambaran seri GDA/ oksimetri nadi. k. Berikan obat obat sesuai indikasi.

Resiko tinggi

menunjukan

Volume

a. Awasi tanda

vasokontriksi. d. Dapat menunjukan berlanjutnya hipoksemia dan / asidosis. e. Hipoksemia dapat menyebabkan mudah terangsang pda myocardium , menghasilkan berbagai disritmia. f. Menghemat energi pasien dan menurunkan kebutuhan O2. g. Dapat membantu pasien yang sembuh dari penyakit kronis, yang mengakibatkan destruksi parenkim paru. h. Memaksimalkan sediaan O2 untuk pertukaran dengan tekanan jalan nafas positif kontinu. i. Menunjukan kemajuan dan kemunduran kongesti paru. j. Menunjukan ventilasi / oksigenasi dan status asam basa. a. Kekurangan / perpindahan cairan meningkatkfrekuensi jantung ,nenurunkan tekanan darah dan mengurangi volume nadi. b. Penuruna curah jntung mempengaruhi perfusi jaringan. c. Memberikan informasi tentang status cairan pasien. d. Perubahan cepat menujukan gangguan dalam cairan tubuh total. e. Memperbaiki/ mempertahan kan volume sirkulasi. f. Elektrolit dapat menurun akibat terapi deuretik. a. Kekurangan /

terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan penggunaan deuretik ,perpindahan cairan kearea lain

volume cairan normal ysng dibuktikan dengan TD normal,kecepatan berat badan dan haluaran urin dalam batas normal.

tanda vital. b. Catat peubahan mental, turgor kulit,Hidrasi membrane mukosa dan karakter sputum. c. Monitor masukan dan pengeluaran cairan ,keseimbangan cairan dan catat kehilamngan tak tampak. d. Timbang berat badan setiap hari. e. Berikan cairan dalam observasi ketat sesuai indikasi. f. Awasi / ganti elektrolit sesuai indikasi.

perpindahan cairan meningkatkfrekuensi jantung ,nenurunkan tekanan darah dan mengurangi volume nadi. b. Penuruna curah jntung mempengaruhi perfusi jaringan. c. Memberikan informasi tentang status cairan pasien. d. Perubahan cepat menujukan gangguan dalam cairan tubuh total. e. Memperbaiki/ mempertahan kan volume sirkulasi. f. Elektrolit dapat menurun akibat terapi deuretik.

Alamat : jalan mangga Sumber imformasi :pasien dan keluarga D. Implementasi 1. Mempertahankan pertukaran gas yang adekuat melalui oksigenasi (pertahankan terapi oksigen sesuai pesanan dan pantau tanda-tanda hipoksemia). Dengan dukungan ventilator, pertahankan patensi jalan udara; jika terpasang jalan udara buatan (mis, pipa endotrakheal atau trakheosiomi). Amankan posisi pipa untuk menghindari pergerakan baik keluar atau ke dalam dari posisi pipa untuk menghindari pergerakan baik keluar ke dalam dari posisi yang sudah ditetapkan. Posisikan klien untuk mendapatkan oksigenasi yang optimal biasanya dengan bagian kepala tempat tidur dinaikan 45 sampai 90 derajat. Auskultasi paru-paru setiap jam untuk mengkaji letak endotrakheal. Lakukan pengisapan pipa endotrakheal sesuai yang diperlukan dan diperiksa setting ventilator secara teratur 2. Mempertahankan perfusi jaringan. Pemeliharaan perfusi jaringan yang adekuat adalah tanggung jawab keperawatan. a. Pantau tekanan pulmonary capillary wedge. Beritahukan dokter jika tekanan berada di atas atau di bawah rentang yang ditetapkan. Jika tekanan lebih rendah dari rentang yang ditetapkan, berikan plasma volume ekspender atau medical hipotensif sesuai pesanan. Jika tekanan tinggi, berikan diuretic atau vasodilator sesuai yang dipesankan b. Kaji haluan urine, tanda-tanda vital, dan ekstremitas setiap jam. 3. Menurunkan ansietas klien dan keluarganya.

a.

Pastikan fungsi ventilator yang tepat untuk memberikan volume tidal dan konsentrasi oksigen yang adekuat. Jika klien tampak dalam distress pernapasan meski ventilator bergungsi dengan tepat, kaji kadar gas AGD. b. Identifikasi cara-cara agar klien dapat mengomunikasikan kekhawatiran dan mengekspresikan perasaannya (jika tidak mampu untuk mengungkapkan secara verbal karena intubasi, coba cara alternatif komunikasi). c. Berikan penjelasan yang singkat dan dengan sederhana mengenai prosedur; orientasikan klien terhadap lingkungan sekitar, dan ulang penjelasan secara teratur. d. Berikan penjelasan tentang rutinitas perawatan dan lingkungan kepada keluarga klien. Dorong keluarga klien untuk mendekati, berbicara, dan menyentuh klien, jika mereka menghendaki.

E. Evaluasi (SOAP) Hari/ Diagnosa keperawatan ttl Kamis Bersihan jalan napas tak 2 april efektif berhubungan 2011 dengan peningkatan / kekentalan sekret

implementasi Jam 11.00 WIB 1. Menkaji frekuensi/ kedalaman pernapasan dan gerak dada Hasil : RR :24 x/i pernapasan normal 2. Mengukur TTV :hasil TD: 130/90,ND 120 x/i,RR : 32 x/i 3. Mengaukultasi area paru,mencatata area penurunan /tidak ada aliran udara 4. Mengajarkan pasien latihan nafas dalam dan batuk efektif misalnya :menekan dada dan batuk efektif sementara posisi duduk tinggi 5. Memberikan obat sesuai indikasi : bronkodelator,muko litik 6. Memberi tambahan oksigen 2 liter / hari

Evaluasi Jam : 13 00 WIB S:

klien mengatakan sudah dapat mengeluarkan dahak klien mengatakan sesak nafasnya sudah banyak berkurang klien mengatakan sudah dapat bernapas lega

o:

klien dapat mengeluakan dahak penggunaan otot bantu pernapasan tidak ada dispnea tidak ada kesulitan bernapas tidak ada TTV

TD :120/80 mmHg ND :98 x/i RR : 24 x/i A : masalah teratasi P : intervensi dihentikan TTD Perawat Elsanita