Anda di halaman 1dari 49

BAB I ANALISA TAPAK

1.1 ANALISA TAPAK


1.1.1 Lokasi Kawasan Lokasi kawasan pada Kec. Genteng, Surabaya, Provinsi Jawa Timur

Tapak terletak pada Kec. Tegalsari . Luas Kecamatan yaitu km2 dari luasSurabaya sebesar 33.306,30 km.

1.1.2 Kondisi Eksisting Tapak A. Karakteristik Tapak Tapak berada di Jln. Jendral Sudirman memiliki topografi datar , merupakan lahan yang kosong yang ditumbuhi semak belukar dan di beberapa tempat sudah terbangun bangunan. data Tapak: Kelurahan : Embong Kaliasin Kecamatan : Genteng

Kotamadya :Surabaya Propinsi o KDB o KLB : Jawa Timur : 60% : 4.0

o Luas Lahan : 2,1 Ha DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING Page 1

C.
165 m

View Tapak

47,7 m

dari tapak ke luar

119,5 m

View tapak ke Jlan Embong Sawo 226 m

B.

Batas-batas Tapak
Jln Embong Sawo View tapak ke Jalan Basuki Rahmad

View tapak ke Monumen banbu Runcing

View tapak ke Jln Embong Gayam

Hotel mertus dan Jln. Basuki Rahmat

Jln Jend Sudirman Jln Embong Gayam

Kawasan sekitar tapak sangat potensial, di lihat dari bangunan disekelilingnya yang merupakan pusat-pusat perkantoran dan tapak berada di jantung kota Surabaya.

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 2

Dari surabaya Selatan : Jalan Jend Basuki Rahmad- Jln. Embong Wungu- Jln Jendral Sudirman Dari Surabaya Utara: Jalan Jendral Sudirman- Jln Embong Sawo

Jalan Utama di depan tapak : jalan Raya Jendral Sudirman , Lebar : 8-9 meter , 2 lajur, dan 1 arah. D. Sirkulasi dan Pencapaian Sekitar Tapak Pencapaian menuju tapak dapat melalui beberapa alternatif jalur Kendaraan pada tapak ini dapat diewati oleh 3 jalur, karena itu pencapaian dan sirkulasi menuju dan di dalam tapak sangat diperhatikan keberadaannya sesuai dengan pertimbanganpertimbangan yang ada. Dalam perancangan nantinya untuk arah masuk tapak dari arah utara tapak dan keluar ke arah barat daya tapak. Pencapaian dan sirkulasi dalam tapak menurut pelaku dan kegiatannya dapat dikelompokan menjadi: DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING Pencapaian pengelola dan service ,yang mempunyai persyaratan antara lain: Page 3 Tapak dapat dicapai dari utara, timur dan selatan. Dan sirkulasi jalan di utara dan selatan tapakmerupakan sirkulasi 1 arah sehingga kendaraan butuh untuk berputar balik.

Tidak menggangu sirkulasi pengunjung dan penghuni Mempunyai jalur khusus Tersembunyi Pencapaian pengunjung mal ,yang mempunyai persyaratan antara lain: Komunikatif, mudah dipahami,mudah dilihat Terorientasi pada jalan utama Tidak menggangu arus lalu lintas sekitar Menurut cara pencapaiannya dapat digolongkan menjadi pencapaian sirkulasi kendaraan dan manusia Pertimbangan pencapaian dan sirkulasi dalam tapak yang baik terdapat kemudahan, kejelasan dan keamanan bagi pejalan kaki dan kendaraan, sehingga kedua sirkulasi itu tidak saling mengganggu. Adapun terdapat dua alternatif pola sirkulasi dan pencapaian dalam tapak:

Alternatif2
Kelebihan :

Pencapaian sirkulasi manusia melayani dari dua akses jalan yang berbeda

Jalur bagi pengelola terpisah dan tersembunyi.

Kelemahan Jalur pengguna mall dan hotel sama Efisiensi tapak kurang

Alternatif terpilih

Alternatif di dalam tapak


Alternatif1
Kelebihan: Jalur bagi pengelola terpisah dan tersembunyi. Jalur bagi pengguna hotel dan mall terpisah Pencapaian sirkulasi manusia melayani dari dua akses jalan yang berbeda Kelemahan Efisiensi tapak kurang
Kelebihan Jalur manusia/pejalan kaki terdapat dari dua titik jalan yang berbeda sesuai arah datangnya menuju bangunan ini Adanya jalur pengelola dan pengguna berbeda Jalur untuk pengguna mall bercabang Terdapat pendambahan pedetrian 2 arah di sekitar tapak. : jalur keluar : jalur pegelola : jalur pengunjung hotel : jalur pengunjung mall : jalur pedestrian : gerbang masuk

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 4

E.

Sinar Matahari

Bagian Barat Pada bagian ini mendapatkan sinar matahari sore yang cukup tinggi sehingga pada bagian tersebut harus dilindungi sinar matahari sore dengan penggunaan clading kaca yang tidak menyeluruh.

F.

Angin

Angin yang berhembus di kawasan tapak tidak terlalu kencang.Ini disebabkan karena, suhu udara yang terdapat di daerah Kota Surabaya ini sangat panas.Namun pada saat musim hujan seperti saat ini, angin yang berhembus lumayan kencang, karena hembusan angin muson tenggara yang datang dari Samudera Indonesia, membawa titik-titik uap air yang dapat menyebabkan hujan. Kota Surabaya terletak di kawasan beriklim tropis.Selain itu, Surabaya juga terletak di daerah dataran rendah.Oleh sebab itu, suhu di wilayah ini relatif panas.Suhu panas yang ditimbulkan dapat mengkibatkan banyak hal.Salah satunya ialah, menyilaukan pandangan mata dan membuat suhu panas suatu ruang tinggi.Untuk menghindari hal itu, maka dalam desain nantinya dapat menggunakan solusi desain yang tepat. Arah datangnya sinar matahari dapat dibagi sebagai berikut: Bagian Timur Pada bagian ini mendapatkan intensitas matahari pagi yang cukup tinggi pada pagi hingga menjelang siang hari Bagian Tengah Pada bagian tersebut dilewati oleh sinar matahari pada siang hari sehingga dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan cahaya matahari dengan penggunaan skylight. Jika musim kemarau, akan didapat angin muson barat laut berasal dari Laut China Selatan yang membawa angin panas. Jika disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar tapak tidak jauh berbeda dengan hembusan angin muson tenggara, hanya berbeda pada arah panas yang ditimbulkan.Dengan adanya ruang terbuka hijau pada kawasan ini memungkinkannya angin mengalir pada bukaan-bukaan tersebut.

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 5

G.

Topografi (baik

H.

Vegetasi

Topografi menggambarkan karakter suatu tapak. Bentuk muka tanah

Pada intinya vegetasi yang terdapat di daerah tapak adalah pepohonan yang rimbun.Di sekitar jalan sudah cukup rindang dan hijau. Namun itu belum cukup mengatasi suhu panas kota Surabaya.

dataran maupun bukit) mempengaruhi micro climate karena berpengaruh terhadap pergerakan udara dan orientasi sinar matahari. Angin menjadi lemah di sisi lereng yang terlindungi dan menjadi kuat pada sisi lereng atasnya. Pada malam hari, daerah yang lebih rendah memiliki suhu yang lebih dingin dibandingkan dengan lereng yang lebih tinggi. Di kawasan Surabaya ini, termasuk dataran rendah.Daerah yang terdapat disini relative datar sehingga pada kawasan tapak ini juga datar.Permukaan tanahnya agak kering dan pada saat musim hujan, tanah sulit menyerap air, sehingga air sering meluap hingga kejalan-jalan disekitarnya.

Untuk vegetasi yang terdapat di dalam tapak, berupa semak belukar yang berfungsi sebagai pe

Untuk vegetasi yang terdapat di dalam tapak, berupa semak belukar yang berfungsi sebagai penutup tanah.Di dalam tapak ini, tidak terdapat pohon tinggi yang ditanam, sehingga radiasi panas matahari tidak tersaring dengan baik.

F.

kebisingan

Pohon-pohon peneduh merupakan potensi tanaman hijau yang tetap dipertahankan nantinya pada tapak. Pada area sekitar hotel, penggunaan dan pemanfaatan vegetasi lebih Kebisingan disekitar tapak mayoritas bersumber dari jalan Jend. Supratman dan Jln Basuki Rahmat yang merupakan jalan arteri sekunder dan selalu dipenuhi lalu lalang kendaraan. Namun di bagian timur terdapat vegetasi yang dapat meredam kebisingan. dimanfaatkan. Pada perancangan, nantinya menggunakan atap podium sebagai roof garden guna pemanfaatan lahan dan vegetasi.

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 6

: tamanan perdu sebagai penyaring polusi dan kebisingan

Titik pohon besar berguna untuk menyaring udara, kebisingan dan pemecah angin

Bunga bunga sebagai penambah nilai estetika dan keindahan Pada bagian timur tapak, penanaman vegetasi diperbanyak karena angin kencang datangnya dari bagian timur tenggara dan timur laut.

Pohon Cordia
Pohon Tanjung
Jalan Kupang Raya

Pohon Magnolia
Pohon Tanjung
Jalan Kupang Raya

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 7

1.2 ANALISA FUNGSI BANGUNAN SEKITAR 1.2.1 Analisa Fungsi Bangunan Sekitar (kontekstual)
Bangunan disekitar tapak merupakan bangunan-bangunan yang berada pada area yang sangat potensial untuk perdagangan dan jasa. Perkantoran Pertokoan Sekolah Mall Dan beberapa hotel

Bangunan penyedia jasa yang terdapat pada lingkungan tapak memiliki bentukan utama yaitu persegi dengan gaya minimalis morderen

: area perkantoran : area pertokoan : area perdagangan jasa : tapak

Bangunan perkantoran yang paling mendominasi area sekitar tapak. memiliki bentukan dasar kubus dengan mengalami adiktif dan subtraktif bentuk. Terdiri dari bangunan lama (dulunya digunakan sebagai rumah tinggal) dan beberapa bangunan minimalis.

1.2.2 Analisa Fungsi Massa Sekitar


Karakter massa bangunan pada lingkungan tapak memiliki gaya yang hampir sama, yaitu bentukan yang simetris dan persegi. Secara keseluruhan massa bangunan sekitar seragam yaitu persegi, walaupun ada beberapa bangunan yang memiliki massa dengan variasi dari bentukan persegi.

Bangunan hotel disekitar tapak memiliki bentukan yang seragam dengan bengunan sekitarnya hanya saja mengalami transformasi bentuk menjadi persegi panjang

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 8

1.2.3 Analisa Fungsi Bangunan pada Tapak


Pada perencanaan tata guna lahan dan pembangunan, tapak digunakan sebagai area perkembangan perdagangan dan jasa. Maka fungsi bangunan pada tapak akan dipergunakan sebagai :

Efisiensi lahan dan penyesuaian terhadap tapak Karakter visual yang akan menggambarkan fungsi bangunan dan yang mempengaruhi bangunan lain. Kemudahan sirkulasi dan pecapaian

Hotel Sebagai fungsi utama dari bangunan mixed use Dan sebagai pemenuh kebutuhan akan tempat tinggal sementara

Mall Sebagai fasilitas penunjang dari bangunan dan tempat untuk memenuhi kebutuhan yang lai

Bentukan persegi (podium) diambil sebagai bentukkan utama fasade bangunan yang kemudian di komp0sisikan dengan bentukan lingkaran (hotel).

Plasa Juga sebagai fasilitas penunjang yang memenuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial , tempat berekreasi dan refreshing dari kedua fungsi bangunan tersebut.

Namun bangunan akan mengalami transformasi substraktif yang menambahkan kombinasi bentukan dasar persegi ke bentukan yang lebih dinamis.

1.2.4 Analisa Fungsi dan Massa Bentukan dasar bangunan mixed use ini di pengaruhi oleh: Konsep yang akan diangkat
DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Menggabungkan persegi dengan bentukan lengkung dengan bermaksud untuk memberikan fasade yang berbeda dari fasade bangunan sekitarnya.

Page 9

1.2.5 Analisa Fungsi Massa Bangunan


Proses 1
Kelebihan Merupakan massa Tunggal Pemanfaatan luas lahan bisa maksimal Sirkulasi dan zoning teratur dan teroganisir

1.3 ANALISA KESESUAIAN VISUAL BANGUNAN SEKITAR

Kekurangan Terkesan bangunan massive Cahaya dan sirkulasi udara dalam bangunan sulit Kurang ruang terbuka

Proses 2 Pada proses ini bentukkan massa tunggal dibagi menjadi massa majemuk agar dapat mengatasi kekurangan-kekurangan pada proses 1. Menggunakan bentukan yang tidak monoton melalui pertimbangan dengan memberi celah bagi sinar matahari dan sirkulasi udara yang masuk ke dalam bangunan. Kurangnya ruang terbuka pada lahan bisa di siasati dengan adanya space diantara kedua massa yang digunakan sebagai lewatnya sinar matahari dan angin, bisa juga digunakan sebagai ruang terbuka DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Perkantoran Bangunan perkantoran di Jln Embong gayam didominasi oleh bangunan-bangunan lama yang dulunya berfungsi sebagai rumah tinggal. Sementara di Jln Embong Sawo bangunan perkantoran memiliki ciri dan karakteristk yang sama yaitu ciri bangunan minimalis dan diselingi beberapa ruko yang bergaya serupa

Area perdagangan dan jasa area ini di dominasi oleh ruko-ruko dan bangunan penyedia layanan jasa seperti bank dll ini memiliki gaya bangunan modern dan minimalis

Page 10

1.4 ANALISA SITE ENGINEERING


1.4.1 Drainase
Perhotelan Pada titik-titik ini bangunan yang digunakan sebagai hotel memiliki ciri bangunan yang pembangunannya mengarah vertikal , moderen dan minimalis. Diperkirakan memiliki tinggi sekitar 15-20 lantai

Tipologi bangunan adalah kontras dengan fasade bangunan sekitar dan menghilangkan kesan kemonotonan dari fasade minimalis dengan menghadirkan sesuatu yang baru pada tampilan bangunan. Serta penggunaan unsur-unsur lengkung menjadi bagian yang paling mencolok.

Drainase atau saluran pembuangan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perencanaan tapak. Ruang luar suatu tapak yang telah dirancang dengan baik, apabila terdapat bagian dari tapak yang tergenang air akan menyebabkan rancangan menjadi tidak sempurna. Genangan air yang tidak terencana menyebabkan efek visual yan kurang baik, selain itu dapat merusak konstruksi perkerasan. Bila genangan air terjadi pada tanah permukaan lunak atau bidang alas rerumputan, mengakibatkan rumput menjadi rusak dan mati, demikian pula dengan tanaman hias. Pengadaan saluran air pada tapak yang dirancang sangat mutlak dipikirkan 1.4.2 Keamanan
keamanan

pada daerah ini sudah cukup terjamin, karena keamanan

disini tidak hanya terhadap tindak kejahatan tetapi juga keamanan konstruksi.Untuk keaman konstruksi di sekitar tapak relative aman karena kondisi tanah stabil dan keras.Pemilihan jenis pondasi yang tepat untuk bangunan tinggi juga diperlukan.Selain itu juga dengan adanya lampu jalan di ruas jalan utama dapat mendukung keamanan dalam berkendara malam

Membangun bangunan minimal 10 meter dari jalan raya .

hari. 2.4.3 Kebersihan Kawasan di sekitar tapak ini sangat bersih, karena terdapat tempat sampah yang

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 11

diletakkan di pinggir-pinggir jalan trotoar.Selain itu, setiap hari petugas TPA juga selalu membersihkan area sekitar agar area ini terlihat bersih dan nyaman. 1.4.4 Fasilitas di Sekitar Tapak Fasilitas yang paling terlihat adalah supermall Pakuwon yang dapat menunjang daerah sekitarnya, selain itu juga terdapat tempat makan (Mc. D) dan bangunan pendidikan (SMAK Petra I).Selain itu juga terdapat tempat penginapan yaitu sebuah apartemen yang letaknya tidak jauh dari kawasan tapak. 1.4.5 Kualitas Udara Keadaan sekitar tapak yaitu jalan raya yang selalu dipadati dengan aktivitas kendaraan bermotor. Pada bagian selatan tapak merupakan jalan raya yang aktif. Oleh sebab itu, terjadi polusi yang besar di daerah tapak. Tetapi adanya vegetasi pada sekitar tapak yang juga merupakan batas antara jalan raya dan tapak mengambil peranan penting dalam menetralisir polusi yang terjadi, sehingga udara yang masuk ke tapak merupakan udara hasil filterisasi dari vegetasi yang ada di sekitar tapak.

periode kelebihan panas dimana radiasi matahari ahrus dihindari. Sedikitnya penghalang pada bagian timur tapak, memungkinkan lokasi tapak mendapat penyinaran matahari langsung. Dibagian lain tapak, tidak terdapat bangunan tinggi yang dapat menghalangi sinar matahari langsung. Pencahayaan buatan di sekitar tapak sudah mencukupi mengingat kawasan tapak langsung berbatasan dengan jalan raya antar kota. Selain itu tapak juga dekat dengan pusat kota sehingga pencahayaan buatan yang cukup sangat diperlukan mengingat jalan ini cukup ramai dilewati kendraan bermotor.

1.4.6 Penerangan Lokasi, bentuk dan orientasi sebuah bangunan serta ruang-ruangnya harus memanfaatkan potensi termal, higienis, dan psikologis dari sinar matahari. Meskipun demikian, radiasi sinar matahari tidak selalu bermanfaat, tergantung pada letak dan iklim lahan. Tujuan utama dalam merancang bangunan adalah mempertahankan keseimbangan antara DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING Page 12

BAB II ANALISA SISTEM BANGUNAN


2.1 ANALISA SISTEM STRUKTUR
Fungsi utama pada suatu sistem struktur bangunan adalah memikul secara aman dan efektif beban yang bekerja pada bangunan serta menyalurkannya ke bawah melalui pondasi

beton pada prinsipnya terdiri dari : pondasi tiang pancangbeton cor di tempat dan tiang pancang beton sistem fabrikasi. c. Pondasi tiang pancang beton cor ditempat Proses pelaksanaannya pondasi tiang pancang beton cor di tempat sebagai berikut : 1) Melakukan pemboran tanah sesuai kedalamn yang ditentukan dengan memasukkanbesi tulangan beton. 2) Memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah. 3) Mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton, dengan sistem dipompakandan desakan/tekanan. 4) Pengecoran adukan beton setelah selesai sampai di atas permukaan tanah d. Pondasi tiang pancang beton sistem fabrikasi Kemajuan teknologi khususnya pada bidang rancang bangun beton bertulang telahmenemukan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi. Cetakan-cetakan pondasi denganbeberapa variasi diameter tiang pancang dan panjang tiang pancang dibuat dalam pabrikdengan sistem Beton Pra-TekanPondasi pemasangan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi, sebagai berikut : 1) Dilakukan pengeboran sambil memancangkan tiang pondasi bagian perbagian.Kedalaman pengeboran sampai dengan batas kedalaman tanah keras yang dapatdilihat secara otomatis dari mesin tiang pancang. 2) Kemudian setiap bagian tertentu dilakukan penyambungan dengan plat baja yangtelah dilengkapi dengan joint atau ulir penyambungan.

Pondasi Tiang Pancang Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanahtanah lembek, tanah berawa,dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanahkeras pada posisi sangat dalam. Bahan untuk pondasi tiang pancang adalah : bamboo, kayubesi/kayu ulin, baja,dan beton bertulang. a. Pondasi Tiang Pancang Kayu Pondasi tiang pancang kayu di Indonesia, dipergunakan pada rumahrumahpanggung di daerah Kalimantan, di Sumatera, di Nusa Tenggara, dan pada rumah-rumahnelayan di tepi pantai. b. Pondasi Tiang Pancang Beton Pondasi tiang beton dipergunakan untuk bangunanbangunantinggi (high risebuilding). Pondasi tiang pancang proses pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut :

beton,

1) Melakukan test boring untuk menentukan kedalaman tanah keras dan klasifikasipanjang tiang pancang, sesuai pembebanan yang telah diperhitungkan 2) Melakukan pengeboran tanah dengan mesin pengeboran tiang pancang.3)Melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang.Pondasi tiang pancang

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 13

sistem struktur kantilever pada bagian tertentunya. Sistem ini digunakan karena memebuat bangunan lebih kokoh dan sesuai dengan fungsinya unit apartement yang tipikal maka akan lebih gampang menggunakan sistem dengan menggunakan modular-modular. Tidak jarang dalam pembangunan bangunann bertingkat tinggi perhitungan struktur konstruksinya jauh lebih penting dari pada mengejar bentukannya, karea itu selama ini kita lebih sering menemukan bangunan tinggi dengan sistem modular dan tipikal dengan pentukan yang cenderung monoton, dan bentuk-bentuk yang kaku seperti persegi.Selain itu yang harus ada di bangunan tingkat tinggi seperti ini adalah core yang berfungsi sebagai dinding pemikul secara kontruksi, berupa dingding massif yang menjadi kolom dari sebuah Pondasi Tiang Bor bangunan.

Kelebihan Tidak menimbulkan kebisingan Diameter lebih besar sehingga daya dukung tiap tiang lebih besar Cocok untuk segala jenis tanah Kekurangan Pekerjaan lama Biaya lebih besar Kedalaman alat bor terbatas
Gambar 4.2 Contoh Core (Sumber: google.com)

Berdasarkan jenisnya high rise building, sistem kontruksi dan strukstur akan sangat berpengaruh. Selain itu juga dengan tipe tersebut bangunan memiliki sistem konstruksi tertentu, sistem yang akan digunakan nantinya adalah sistem yang sangat umum digunakan adalah sistem rigid frame, dikombinasikan dengan DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING Page 14

Struktur Rangka Ruang

yang dapat mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dengan ketebalan yang minimum. Beberapa jenis struktur ini antara lain

2. 2 UTILITAS

Sumber Energi Listrik Sistem rangka ruang dikembangkan dari sistem struktur rangka batang denganpenambahan rangka batang kearah tiga dimensinya . Struktur rangka ruang adalah komposisi dari batang-batang yang masing-masing berdiri sendiri, memikul gayatekan atau gaya tarik yang sentris dan dikaitkan satu sama lain dengan sistem tiga dimensiatau ruang. Bentuk rangka ruang dikembangkan dari pola grid dua lapis (doubel-layer grids),dengan batang-batang yang menghubungkan titik-titik grid secara tiga dimensional.Elemen dasar pembentuk struktur rangka ini adalah: Rangka batang bidang Piramid dengan dasar segiempat membentuk oktahedron Piramid dengan dasar segitiga membentuk tetrahedron Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik.Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bulk Power Source) sampai ke konsumen. Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah: 1) Pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan). 2) Sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan, karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan distribusi.

Struktur Permukaan Bidang Struktur permukaan bidang termasuk juga struktur form-active biasanya digunakan pada keadaan khusus dengan persyaratan struktur dengan tingkat efisiensi yang tinggi.Strukturstruktur permukaan bidang pada umumnya menggunakan materialmaterial khusus

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 15

Sistem Penghawaan Suatu bangunan hemat energi dikatakan hemat energi ketika dapat memanfaatkan energi secara optimal, baik energi yang alami maupun yang buatan, sehingga dalam bangunan ini menggunakan 2 sistem penghawaan : 1. Penghawaan alami Penggunaan sistem penghawaan alami masih diterapkan dalam bangunan untuk mengurangi penggunaan penghawaan buatan.

instalasi pipa pada bangunan juga digunakan untuk mengalirkan air es untuk keperluan tata udara serta mengalirkan air untuk keperluan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Bahaya kebakaran perlu diantisipasi berkaitan dengan keamanan bangunan dan penghuni. Hal yang perlu dicermati adalah penentuan jarak bangunan, sistem blok bangunan, dan sistem isolasi api antar bangunan. Untuk perlengkapan pencegahan kebakaran, terdapat sistem informasi awal (detector dan alarm) serta sistem pemadam api. Untuk perkantoran atau bangunan lain yang besar atau

2. Penghawaan buatan Sistem penghawaan buatan

berlantai banyak, biasanya menggunakan sistem pemadam kebakaran secara otomatis dengan deteksi panas atau asap. Pada umumnya gedung bertingkat menggunakan sistem sprinkler dengan Wet Riser System. Untuk ruang-ruang tertentu seperti: ruang genset, ruang panel, dan ruang-ruang elektronik (seperti: IT room, ruang penyimpanan film di stasiun televisi, dan lain-lain) menggunakan Fire Gas System.

digunakan karena tidak memungkinkan penggunaan penghawaan alami pada daerah tertentu, seperti : hunian, karena aliran udara yang terlalu kencang,

bentang yang terlalu lebar, sehingga aliran udara alami tidak menjangkau seluruh ruangan. Penghawaan buatan terbagi menjadi dua yaitu AC Split dan AC Sentral.

Sistem Plambing Pada bangunan apartemen, sanitasi merupakan suatu usaha untuk memberikan fasilitas di dalam ruang-ruang atau tiap unit kamar untuk mencapai kondisi higienis dan kenyamanan yang diinginkan.Usaha ini harus ditunjang oleh adanya penyediaan air bersih yang cukup dan pembuangan air kotoran yang lancar.Tentunya hal tersebut memerlukan sistem pemipaan yang baik pada bangunan tinggi.Selain untuk mengalirkan air bersih dan membuang air kotor, DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING Page 16

Arus bolakbalik : arus listrik yang tegangan dan arahnya berganti- ganti secara berkala. Pada listrik biasanya arus bolakbalik dipilih frekuensi 50 Hz., berbentuk sinus.

b. Instalasi Telepon Pekerjaan Telepon biasanya dibagi menjadi dua bagian: 1. Instalasimencakup area dari titik pesawat cabang (extention) sampai panel utama. 2. Peralatan Utama+Programming, dalam pekerjaan telepon, yang termasuk dalam peralatan utama adalah MDF telepon, PABX, instalasi MDF ke PABX, Programming, dan beberapa pekerjaan lain yangberhubungan.

Sistem Penangkal Petir Prinsip dasar dari sistem penangkal petir adalah menyedialan jalur menerus dari logam yang menyalurkan petir kedalam tanah pada saat terjadi sambaran petir ke bangunan, penangkal petir adalah penghantar-penghantar diatas atap yang berupa elektroda logam yang di pasang tegak dan elektroda yang di pasang mendatar. Tiang-tiang dari logam dan logam lainnya dapat dimanfaatkan sebagai penamgkal petir, penangkal petir biasanya terdiri dari tiang pendek dan kepala penangkap petir. Dua jenis penangkal petir yang umum di gunakan adalah Jaringan Kabel Telepon (Komunikasi) dan Komputer a. Instalasi Listrik 1. Jenisjenis listrik dan saluran tenaga listrik Arus searah : arah aliran listrik tidak berubah, tegangan yang searah, dari kutub yang satu ke kutub yang lain,seperti arus listrik pada aki atau sel surya. DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING Page 17 Penangkal petir sistem Thomas Mempunyai jangkauan perkindungan bangunan yang lebih luas dengan tiang penangkal petir dan sistem pengebumiannya Penangkal petir sistem prevectron Mirip dengan sistem thomas denga area perlindungan yang berbentuk paraboloid

monitoring peralatan Mechanical & Electrical secara terpusat berupa

Building Automation System (BAS). Peralatan keamanan tersebut tidak


hanya untuk kepentingan satu bangunan saja, tetapi juga dapat berguna untuk keamanan lingkungan.

Sistem CCTV dan Keamanan Ruangan Bangunan tinggi (high rise building) tentu memerlukan pemantauan yang intensif demi keselamatan bangunan. Maka untuk mengurangi bahaya yang mengancam bangunan, dapat diterapkan peralatan khusus seperti alat pengawas otomatis berupa CCTV (Close Circuit Television) dan DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING Page 18

2.2 ANALISA SISTEM SIRKULASI DAN TRANSPORTASI Pada sisterm sirkulasi dan transportasi di dalam bangunan diusahakan menggunakan cara-cara yang dapat menghemat energi baik ke arah horizontal dan vertikal. Mulai dari sistem sirkulasi, listrik, drainase, dll. Sirkulasi bagi pelaku dalam bangunan ini nantinya dibagi menjadi tiga, yaitu Jalur bagi pengunjung hotel Jalur bagi pengunjung mall Jalur bagi pengelola bangunan

dengan motor penggerak (traction lift). Ruang luncur lift ditentukan dari konfigurasi tata letak lift dengan jumlah maksimal empat buah dalam satu deret.
Sumber: google.com)

Eskalator Pada bangunan di tapak nantinya akan menggunakan eskalator sebagai alat transportasi antar lantai dan paling banyak digunakan pada Mall sebagai podium. Berdasarkan jenis eskalator dibagi menjadi dua, yaitu: eskalator dengan jalur tunggal (untuk satu orang berdiri, dengan lebar 6081 cm) eskalator dengan jalur ganda (untuk dua orang berdiri dalam satu anak tangga, dengan lebar 100-120 cm) dengan kemiringan maksimal kedua jenis eskalator ini adalah 350dan ketinggian maksimal adalah 20 meter. o Sepasang eskalator beralur tunggal cocok untuk luas lantai 10.000 m2 o Sepasang eskalator beralur ganda cocok untuk luas lantai

Sirkulasi Horizontal

Dari penggabungan ke dua jenis sikulasi ini, dengan bangunan yang memiliki bentukan bangunan yang tidak biasa akan lebih cocok diterapkan. Sirkulasi Darurat

20.000 m2

Sirkulasi Vertikal Pada bangunan multifungsi, dengan fungsi utamanya sebagai Hotel yang diperkirakan memiliki 20 lantai atau lebih, maka memerlukan alat pembantu sirkulasi selain tangga, yaitu lift, travator, eskalator dan dumbwaiter. Lift merupakan mesin transportasi vertical pada bangunan yang memberikan kemudahan dan kecepatan mobilisasi pengguna bangunan, saat ini terdapat dua jenis lift yang umum digunakan yaitu lift dengan dongkrak hodrolik (hydraulic lift) dan lift

Fungsi sistem keluar baik berupa tangga kebakaran maupun pintu darurat dimaksudkan untuk memberikan akses bagi penghuni /pengguna bangunan untuk dapat mencapai tempat yang aman dengan selamat pada situasi darurat, pendekatan tangga darurat pada dasarnya sama yaitu, memberikan kemudahan bagi penghuni/pengguna bangunan untuk dapat selamat ke tempat yang aman.

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 19

Salah satu komponen yang terpenting dalam pengolahan fasade adalah bagaimana cara memanfaatkan material yang sesuai dengan keadaan alam dan lingkungan sekitar. Pertimbangan fasade sesuai dengan karakteristik daerah tropis dan ketanggapan terhadap iklim dan lingkungan sekitar. Sbeberapa cara yaitu dengan memperhatikan pengolahan fasade dari segi penggunaan material, selubung bangunan, bukaan dan lain-lain

2.2 PENGOLAHAN FASADE TERHADAP IKLIM


Selubung bangunan Salah satu metode perancangan disain hemat energi pada bangunan adalah dengan metode perancangan pasif yaitu menggunakan penyelesaian arsitektural dalam menyikapi permasalahan yang timbul, penggunaan selubung bangunan sebagai sunshading, penghambat kebisingan dan penyejuk udara merupakan salah satu upaya aplikasi perancangan pasif pada bangunan mixed used ini selain sebagai ,selain itu penerapan selubung bangunan juga dapat menjadi media promosi yaitu sebagai panel iklan untuk merek dagang. Tingkat efektifitas dari selubung bangunan sangat terpengaruh dari jenis dan orientasinya
MARMER Kelebihan Kedap suara Elegan Kuat Kelebihan Ekonomis Pilihan bervariatif Mudah didapatkan

Material

Keramik

Kelemahan Mudah pecah

Kelemahan Mahal Perawatan sulit Berat

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 20

Cat Banyak pilihan selain itu harganya bisa di jangkau

BATA RINGAN Kelebihan Ringan Pemasangan cepat Hemat semen

Kekurangan Tidak terlalu kuat Mahal

Bukaan Bukaan dimaksimalkan untuk menghasilkan pencayaan yang alami dan menciptakan penghematan energi pada bangunan sesuai dengan iklim tropis di daerah ini. Jenis kaca yang baik adalah multiple skin faade dengan breathing skin faade atau biasa disebut dengan intelegent glass atau kaca pintar.

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 21

2.4 PENGOLAHAN VIEW DAN ORIENTASI

Selain itu hal yang mempengaruhi orientasi adalah arah angin Angin yang berhembus di kawasan tapak tidak terlalu kencang.Ini disebabkan karena, suhu udara yang terdapat di daerah Kota Surabaya ini sangat panas.Namun pada saat musim hujan seperti saat ini, angin yang berhembus lumayan kencang. Sementara view yang paling bagus dari dalam ke luar tapak adalah arah timur dimana terletak Monumen Bambu dengan area hijau serta pada arah timur laut hingga timur tenggara membentang sungai brantas.

Arah pergerakan matahari sangat berpengaruh pada orientasi bangunan

dan

peletakkan bukaan bangunan. Untuk mendapatkan dan mengatur sinar alami yang cukup serta mengurangi radiasi matahari yang berlebihan. Pada tapak matahari yang terbit dari timur ke barat, nantinya akan mempengaruhi pencahayaan pada sekitar jika bangunan diletakkan ditengah atau dekat dengan lahan permukiman (pada barat daya dan barat). Dari analisa tersebut maka pada perancangan bangunan nantinya menentukan orientasi pada bangunan ini membiarkan sisi podium pada bangunan terkena cahaya matahari untuk memaksimalkan cahaya masuk lewat sisi bangunan dan semua bangunan mendapatkan sinar matahari secara merata. Untuk view sendiri, arah bangunan di arahkan menghadap depan tapak atau bagian timur tenggara yang mengarah ke arah Jln. Raya Jend. Sudirman dan mendapatkan view kota Surabaya itu sendiri

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 22

BAB III ANALISIS FUNGSI BANGUNAN


3.1 ANALISA HIRARKI FUNGSI BANGUNAN
Hirarki vertikal digunakan sebagai area unit hotel dari bangunan mixed use ini. Pada hirarki ini mengalami perbedaan kedudukan beserta ketinggian dari hirarki lain yang besifat horizontal. Hirarki ini bersifat privat dan hanya bisa di akses oleh tamu hotel itu sendiri
PODIUM HOTEL UNIT KAMAR HOTEL

Mall Plasa Hotel Hirarki Horizontal digunakan sebagai area yang bersifat publik yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Diperuntukan bagi area mall dan podium yang memberikan kesan penyeimbang hirarki vertikal. Hirarki horizontal memberikan proses pengalaman ruang pada manusia yang masuk melalui entrance dan mengarahkan ke arah hirarki vertikal.

MALL

PLASA

HOTEL

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 23

3.2 PROGRAM AKTIVITAS DAN FASILITAS


Analisa kebutuhan ruang diperlukan untuk mengukur seberapa penting ruangan tersebut terhadap fungsi-fungsi pada bangunan Hotel dan Mall. Setelah menganalisa jenis-jenis kebutuhan barulah dapat disimpulkan ruangan apa sajakah yang diperlukan dan berapa besaran ruang yang sesuai kapasitas standar yang telah ada.

Pelaku kegiatan di dalam suatu bangunan mixed used building ini secara garis besar dibagi kedalam 5 macam : Pengunjung mall: berbelanja, rekreasi Pedagang(karyawan) : Berdagang Tamu Hotel : Beristirahat dan berefreshing Pengunjung hotel : pebisnis yang memerlukan tempat pertemuan Pengelola Bangunan : Mengelola pengoperasian bangunan Analisa fungsi ruang

NO 1 PRIMER Hunian

FUNGSI Publik

ZONA Privat

BERDASARKAN KOMPARASI Tempat berinteraksi antara tamu hotel dalam 1 unit hotel dengan orang lain tanpa menggangu aktivitas satu sama lain. Tempat berinteraksi dengan relasi atau dengan kerabat. Tempat untuk bersantai. Tempat untuk makan bersama. Tempat untuk tidur. Tempat untuk bekerja/belajar. Tempat untuk membersihkan diri dan membuang hajat. Tempat untuk memasak dan menyimpan makanan. Tempat mencari informasi dan menunggu. Tempat bertemu relasi atau kerabat tamu hotel Tempat bertemu relasi atau kerabat Tempat melaksanakan pertemuan atau rapat Tempat administrasi dan pengelolaan. Tempat jual beli barang dan jasa Toilet Tempat untuk menyimpan perkakas. Tempat untuk utilitas. Page 24

Semi Privat

SEKUNDER (Kantor, Tempat Usaha, Fasilitasi)

Publik Semi Privat

Service

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

TERSIER (Ruang Luar)

Publik Semi Privat Privat

Tempat berinteraksi dengan masyarakat luas. Tempat memarkir kendaraan untuk tamu. Tempat memarkir kendaraan untuk pegawai/karyawan. Tempat untuk bersantai. Tempat memarkir kendaraan untuk penghuni.

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 25

Analisa Karyawan Administrasi Hotel

Analisa Kegiatan Tamu Pengguna Kamar Hotel

Fasilitas Mall Hall Retail tenant ( restaurant, cafe, toko-toko) Anchor tenant ( departemen store, supermarket, bioskop, food court) Fasilitas umum ( informasi, toilet, mushola, smoking area) Wahana hiburan Ruang terbuka Citywalk atau roof garden

Fasilitas hotel Fasilitas umum seperti lobby, hall, toilet, mushola Fasilitas Pendukung ( ball room, restaurant, meeting room,convention, minimarket, garden, swimming pool, area bermain, salon dan spa, apotek) Unit Hunian

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 26

KEBUTUHAN RUANG BERDASARKAN AKTIVITAS HOTEL Tamu Pengguna Kamar Fungsi Hunian kegiatan Tidur, istirahat, nonton tv Mandi, buang air, sikat gigi Bekerja sendiri Rapat/ meeting Makan dan minum Bertemu relasi atau kerabat Mengurus administrasi olahraga Memarkir kendaraan Kamar Tidur Kamar mandi Kamar tidur Meeting Room Kamar/ restaurant/coffe shop Lobby, coffe shop, restaurant Receptionist, lobby Kolam renang, area bermain, gym Ruang parkir Ruang

Fungsi

Tamu Non Pengguna Kamar Kegiatan Mencari Informasi, menunggu Bertemu relasi/ kerabat Rapat/ meeting Buang air Makan dan minum Memarkir kendaraan sholat

Ruang Lobby, receptionist Lobby, coffe shop, restauran Meeting Toilet Restaurant, coffe shop Ruang parkir musshola

Karyawan Pengelola Administrasi Hotel Bekerja/ mengurus administrasi Melayani administrasi tamu Minum dan makan sholat Rapat koordinasi Buang air parkir

Kantor administrasi, back office Receptionist, front office Patry, ruang karyawan Mushola Ruang rapat Toilet karyawan Ruang parkir
Page 27

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Membersihkan bangunan, menyimpan alat kebersihan Membersihkan kamar Membuat makanan Mengantar makanan/mengambil piring Membuang sampah Mengantar barang/koper Menyimpan perlengkapan kamar Oprasional bangunan Buang air Mengganti pakaian/seragam Istirahat, makan,minum Mencuci oakaian Loading/unloading Pencatatan barang Pengontrolan keamanan Menyimpan perlengkapan balroom Menimpan persediaan F&B Ganti pakaian, menyimpan barang Memasak, membuat minum parkir

Karyawan Pelayan Hotel (servis) Ruang janitor Dapur Jalur servis, lift barang Jalur seris, lift barang Linen ME Toilet karyawan Ruang karyawan Ruang karyawan, pantry laundry Loading dock Kantor penerima barang Security Gudang ballroom Gudang F&B Loker karyawan dapur Ruang parkir Restaurant Dapur Ruang makan F&B room Dapur Ruang karyawan Ruang karyawan Mushola Toilet Ruang parkir

Memasak, membuat minuman Melayani tamu, tamu makan Menyimpan bahan makanan Mencuci piring Berganti seragam istirahat sholat Buang air parkir

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 28

Mall
Kegiatan Jalan-jalan, Melihat pameran, menelpon, sanitasi, Mencari informasi, Berkumpul dan Beristirahat Transaksi jual-beli, Melayani pembeli, Menyimpan barang, Menata barang Pengunjung Pengguna Fasilitas Kegiatan Mall, plaza (fasilitas umum) Publik Sifat Kebutuhan Ruang Ruang Informasi, ruang pamer, telepon umum, toilet, koridor, tempat istirahat

Pedagang Pengunjung

Unit-unit toko (retail tenat)

semipublik

Ruang display, kasir, gudang, fitting room

Menggunakan jasa, Menawarkan jasa

Pengunjung Pedagang

Unit-unit pedagang jasa (retail tenant)

Semi publik

Tailor, Bank, Travel biro, salon, Atm arcade

Ibadah

Pengunjung dan pedagang

Mushola (fasilitas umum)

publik

Musholla, smoking area

Berbisnis, Meeting, rapat

Pengunjung

Bisnis center (anchor)

Private

Lobby, meeting room

Menunggu, Melihat-lihat, membeli tiket, menonon, sanitasi, menjual makanan, mengelola administrasi

Pengunjung

Bioskop center (anchor)

Semi publik

Lobby, loket, auditorium, tiket, loket, ruang proyektor, cafeteria, toilet

Memesan makanan dan Pengunjung minuman, Membayar makanan, Melayani pengunjung, Menyiapkan pesanan

Food court (anchor tenant) Cafe dan restaurant (retail tenant

Semipublik

Counter, pemesanan makanan, ruang makan, kasir, koridor, ruang admin

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 29

3.3 PROGRAM RUANG HOTEL


Program Ruang

Standart Room - Kamar Tidur - WC / KM - Pantry - Balkon / Ruang Santai Deluxe Room - Ruang Tamu - Kamar Tidur - KM / WC - Pantry - Ruang Makan - Balkon / ruang Santai Suite Room - Foyer - Ruang Tamu - Ruang Kerja - Kamar Tidur - KM / WC - Pantry - Ruang Makan - Ruang Santai - Balkon Sirkulasi Lobby Resepsionis Area Reservasi Kasir Area Operator Telepon Bellboy Station Luggage toilet Sirkulasi Restoran Utama - Ruang duduk - counter - pantry - pengunjung - ruang makan (4 orang)

Standart Ruang 26 m (min)

Sumber PRUPH

Kapasitas 170 kamar

Kebutuhan Ruang 30mx 170= 5100m

Program Ruang

52 m

PRUPH

20 kmr

52m x 20 =1040m

AKOMODASI

78 m

PRUPH

10 kmr

78mx 10 = 780 m

30% AD 1,2 m/kmr 0,02m/kmr 0,02m/kmr HMC asumsi 0,036 HPD HPD HPD HPD HPD HPD 30% AD 200kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 10 unit

30% x 6.920 m=2076m 1,2x200= 240m 0,02x200 = 4m 0,036x200= 7,2m 0,02x200= 4m 0,027x200 =5,4 m 0,03x200= 6m 0,027x200 = 5,4 m 10x0,75= 7,5 m 30% x 279.5 = 83,85 m 1,45x 200= 290m 12% x 290 = 34.8 m 23% x 290 = 66,7m 220 org 220/4 (22,5x1,8) = 222,7 m

8.992m

Registrasi dan Penerimaan Tamu

0,027 m / kmr 0,03 m / kmr 0,027 m / kmr

363,35 m

Food and Beverage Area

1,45 m / kmr 12% R.duduk 23% R.duduk 1,1 m/kmr 2,25m x 1,8m

200 kmr

200 kmr

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 30

- dapur Restoran Khusus - Ruang duduk Food and Beverage Area - pengunjung luar - counter - pantry - dapur Bar and Lounge Coffee Shop - Ruang duduk - pantry pool bar Sirkulasi Kolam Renang (Dewasa dan Anak-anak) - 5Area Bilas - Area Berjemur - Area Bermain Anak - Area Locker (Pria dan Wanita) - Ruang Ganti dan WC Pria - Ruang Ganti dan WC Wanita - Area Penyewaan Fasilitas Olahraga Sirkulasi Lobby Convention Hall Ruang Persiapan Stage Back Stage Ruang Operator Ruang Pengelola Convention Hall Ruang Shalat Ruang Wudlu Perempuan

40% R.duduk 1 krs/ 2,5kmr 1,9 m/kursi 50% jmlh krs 15 % r duduk 23% R.duduk 40% R.duduk 0,07m/kmr 0,07m/kmr 1,3 krs/kmr 25%luas 0,81m/kmr
30%

200 kmr 200 kmr

200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr

40%x 222,7 = 89,08 m 200/2,5 = 80 krs 1,9x80 =152 m 50% x 80 krs = 40 krs 1,9 x 40 = 76m 15% x 152 = 22,8 m 23%x 152 = 34,96 m 40%x 152 = 60,8 m 0,7 x 200 = 140 m 0,7 x 200 = 140 m 1,3 x 200 = 260 krs 25% x 260 = 65 m 200x0,81= 162 312,5 m 78,125m 10 x 1,25 = 12,5m 25% x 200 = 50 m 30 x 9 = 270 m 18,65 m 14,48 m 21 m 36 m 813,1x0,3=243,9 1.057m

Food and Beverage Area

25x12,5 m 12,5x6,25m 1,25m/org 25% tamu 9 m/anak 0,36m/org 1,25m/org 1,8m/org

Fasilitas Rekreasi, Convention Olahraga dan hiburan

asumsi asumsi AD

10 org 200 org 30 anak 50 org 25 org 25 org

30%

0,6m/ orang

AD

30 org

0,6 x 30 = 18 m 6 m 6 m 30 m

Mushola

Laki Laki

6m 6m

Front Desk Ruang Tamu Ruang Sekretaris Ruang General Manager Ruang Assistant Executiv Ruang Manager

Kantor Pengelola

0,05m/kmr 1,8-2,3m/org 13,3m/org 7,5-9,5m/org 7,5-9,5m/org

HPD HPD TSS HPD HPD

200 kmr 1 org 1 org 1 org 1 org

0,05 x 200 = 10 m 1 x 18= 18 m 13,3x1 = 13,3 m 7,5 x 1 = 7,5 m 7,5 x 1 = 7,5 m

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 31

Ruang Akuntan Ruang Manager Personalia Ruang Istirahat Ruang Sales Manager Ruang Public Relation Ruang Meeting Ruang Komputer Ruang Arsip Toilet Gudang Sirkulasi Ruang Personal Manager Ruang Interview Ruang Training Ruang Arsip Ruang P3K Ruang Security Time Keeper Musholla Tempat Wudhu Lavatory Ruang Makan locker.Toilet Karyawan Pos Penjagaan Sirkulasi R. Chief Laundry Area Laundry Gudang R.Chief Housekeeping Uniform Room Lost&Found Room Linen Storage Rom Boy Station Furniture Storage Sirkulasi Main Kitchen Ruang Rapat Pantry Gudang - Gudang Peralatan Makan - Gudang Sayur mayur Gudang Bahan - Gudang Kering & Minuman - Gudang Daging & Ikan (Freezer)

7,5-9,5m/org 0,027m/kmr 23m 7,5-9,5m/org 7,5-9,5m/org 1,5-2m/org 0,018m/kmr 0,02m/kmr 0,027m/kmr 0,03 m/kmr 0,02 m/kmr 0,04 m/kmr 0,01 m/kmr 0,02 m/kmr 0,02m/kmr 0.02m/ kmr 0.6 m/kmr 6m 1,8 kmr/3 shift (0,7-0,9m/org) 1,6 kary/kmr 0,36m/org 7,5-9,5m/org 0,5m/kmr 0,023m/kmr 7,5-9,5m/org 0,03m/kmr 0,4m/kmr 15kmr/org 16m/kmr 0,3m/kmr

HPD HPD HPD HPD HPD HPD HPD HPD HPD 30% AD HPD HPD HPD HPD HPD HPD HPD asumsi asumsi HMC AD AD asumsi 30% AD TSS TSS HDP HDP HDP AD AD AD HMC 30% AD 30% TSS 1,5 TSS

200 kmr 200 kmr 1 org 8 org 25 org 200 kmr 200 kmr 200 kmr 159,8 m 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kr 20 org 200 kmr 45 org 30 org 4 buah 251,56 m 1 org 200 kmr 200 kmr 1 org 200 kmr 50 kmr 200 kmr 4 ruang 200 kmr 242,9m 10 org 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr 200 kmr

7,5 x 1 = 7,5 m 0,027 m 23m 7,5 x 1 = 7,5 m 7,5 x 1 = 7,5 m 1,5 x 25 = 37,5 0,018 x 200 = 3,6 m 200 x 0,02 = 4m 7,5m 0,027 x 200 = 5,4 m 159,82 x 30% = 47,94 m 0,03x 200 = 6 m 0,02 x 200 = 4 m 0,04 x 200 = 8 m 0,01 x 200 = 2 m 0,02 x 200 = 4 m 0,02 x 200 = 4 m 0,02 x 200 = 4 m 0,6 x 20 = 12 m 6m 200x1,8/3=120 m 30 x 0,9 = 27m 34,56 m 4x5 = 20 m 75,45 m 7,5 m 0,5x200= 100m 0,023x200 = 4,6 m 7,5 m 0,03 x 200= 6m 50x0,4=20m 200/15=13,3m 16x4= 24m 60 m 72,87 m 700X30%= 210 m 1,5 x 20 =30 m 0,4x200 = 80 m 0,1 x 200 = 20m 0,14 x 200 = 28 m 0,18 x 200 = 36 m 0,1 x 200 = 20m

Kantor Pengelola

207,76 m

Employee Facility

326m

Laundry and House Keeping

315,8 m

Food Preparation

0,4m/kmr 0,1m/kmr 0,14m/kmr 0,18m/kmr 0,1m/kmr

AD HDP AD AD HDP

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 32

Mekanikal dan Elektrikal Fasilitas Food Preparation Penunjang

Ruang sampah Area Cuci Ruang Chief Cook Ruang Kontrol Makanan Room Service Sirkulasi Ruang Pompa Ruang Chiller Ruang Boiler Ruang Genset Ruang PLN Ruang Trafo Ruang Switch Ruang Bahan Bakar Ruang Tandon Air Ruang STP Workshop Shaft Art Souvenir Shop Mini Market Money Changer wartel ATM Center Sirkulasi

0,14m/kmr 0,2m/kmr 1,2m/kmr 0,02m/kmr 0,054m/kmr 30% 0,2m/kmr 0,5m/kmr 15 m/kmr 0,09m/kmr 15m/kmr 0,09m/kmr 0,2m/kmr

HDP TSS HDP HDP AD HPD UB HPD UB HPD UB HPD HPD asumsi asumsi HMD 15% AD AD

200 kmr 200 kmr 1 org 200 kmr 200 kmr 508 m 200 kmr 36 m 200 kmr 5 unit 200 kmr 5 unit 200 kmr 200 kmr 150 m 150 m 200 kmr

0,14 x 200 = 28 m 0,2 x 200 = 40 m 1,2 m 0,02 x 200 = 4 m 0,054 x 200 =10,8 m 508 x 0,3 = 152,4 0,2 x 200 = 40 m 36 m 0,5 x 200 = 100 m 15x 5 = 75 m 0,09 x200 = 18 m 15x 5 = 75 m 0,09x200= 18 m 0,2 x 200 = 40 m 150m 150m 0,2 x 200 = 40 m 742 x 0,15 = 111,3 m 0,7 X 200= 140 m 19 m 100 x 0,07= 7 m 6m100 x 0,07= 7 m 5x1,8= 9m 0,3 x182= 54,6 m

660,40 m

0,2m/kmr 0,7m/kmr 0,19m/kmr 0,07m/kmr 0,75m/kmr 1,8-2,3m/org

853,3 m

30%

236,6 m

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 33

MALL
No. NAMA RUANG Kapasitas 1 2 Retail Resto 20 50 Manusia Besaran (m2) 1.3 1.3 Total (m2) 26 65 Jenis Perabot Kapasitas Besaran (m2) 50 8 0.5x0.5 2.5x1 Sirkulasi Total (m2) 8 12.5 20 12 6 1.3908 120% 120% 40 20 Jumlah ruang Luasan (m2) Per ruang Total 57.2 254.1 2288 5082

Kursi Meja Kitchen Cashier wastafel

0,38 x 0,61 0,70 x 3 0,70 x 1,5 0.60 x 1.25 0,55 x 0,9 0,6 x 4,0 0,8 x 4,0 0,5 x 0,5 x 0.45 1,25 x 0,7 0,5 x 0,5 0,8 x 4,0
2

2.5000

Supermarket Instalasi

400

1.3

520

Rak Meja Kasir Freezer Locker rak lemari kursi meja bundar

40 10 3 50 20 20 15 5 2 4 2

84 10.5 2.25 24.75 48.00 64.00 3.75 3.18 1.75 1 0.64

100%

1283

1283

Penitipan tas Gudang barang

6 10

1.3 1.3

7.8 13

30% 50%

1 1

42.32 197.89

42.315 197.89

Kantor Manager dan staff

10

1.3

13

Meja Kursi Lemari

50%

16.39

23.21

Toilet pria

1.30

3.90

kloset duduk wastafel

Toilet wanita

1.30

3.90

0,55 x 0,8 1 0,38 x 0,61 urinoir 2 1.40 kloset 2 0,55 x duduk 0,8 wastafel 1 0,38 x 0,61 Total luas supermarket

0.44 0.23 2.80 0.88 0.23

50%

1.00

0.66 6.07 4.20 1.32 6.07

10.93

50%

1.00

7.39

1564.75

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 34

ATM CENTER TOILET

5.00

1.30 6.50

mesin ATM

5.00

0,8 x 2.80 0,7 0,55 1.76 x 0,8 0,38 x 0.9272 0,61 1.4 5.6 0,55 1.76 x 0,8 0,38 0.9272 x 0,61

0.30

1.00

12.09

12.09

kloset duduk Toilet pria 3 1.3 3.9 wastafel urinoir kloset duduk wastafel

4 4 4 4 4

2.5872 0.47 2 7.09598 8.232 0.47 2.5872 7.09598 17.9152

1.3

3.9

4.84 6

2 2 2 Toilet wanita 25 12 kitchen set lemari es 1 1 2,2 x 1.32 0,6 0,55 0.3575 x 0,65 0,6 x 1.2 1 0,3 x 0.09 0,3 0,45 0.225 x 0,5 0,6 x 1.8 0,6 20% 20% 101% 2 2 9 33.12 17.52 8.598 1.558 50% 6.9225 9.68318

rak penyimpanan tempat sampah tangga lipat Peralatan pembersih

2 1 1 5

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 35

Luas Total Core Sirkulasi 30%

108.48
32.54

Tangga darurat

tangga

5x3
Total Core Total Sirkulasi Total

15

0.8

27

54
195.02 9238.24 3233.384 12952.71

No.
1 2

NAMA RUANG
Retail Resto

Manusia Kapasitas Besaran Total (m2) (m2)


20 50 1.3 1.3 26 65

Jenis

Perabot Kapasitas Besaran (m2)


50 8 0.5x0.5 2.5x1

Total (m2)
8 12.5 20 12 6

Jumlah Sirkulasi ruang


120% 120% 40 20

Luasan (m2) Per ruang


57.2 254.1

Total
2288 5082

Kursi Meja Kitchen Cashier wastafel

0,38 x 0,61 1.3908

2 100% 30% 1 1

2.5000 1487.5 49.08

5 1487.5 49.075

Department Store Instalasi Penitipan tas Gudang barang 500 10 10 1.3 1.3 1.3 650 13 13 Rak Meja Kasir

Locker rak lemari kursi meja bundar

50 10 50 20 20 15 5 2 4 2

0,70 x 3 0,70 x 1,5 0,55 x 0,9 0,6 x 4,0 0,8 x 4,0 0,5 x 0,5 x 0.45
2

10.5 10.5 24.75

48.00 64.00 3.75 3.18


1.75 1 0.64

30%

171.51

171.51

Kantor Manager dan staff

10

1.3

13

Meja Kursi Lemari


Total

1,25 x 0,7

50%

16.39

23.21

0,5 x 0,5 0,8 x 4,0

1731.29 8x8 3x4 64 12 100% 50% 1 2 128 18 128 36

MUSHOLA Tempat sholat Wudhu 50 10 1.3 1.3 65 13

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 36

3.4 ZONING 3.4.1 Zoning vertikal Hotel dan Mall


Lantai 1 (HOTEL) Lobby Ruang tunggu Restaurant dan cafe Mini market Laundry Apotek Toko-toko ATM Center Toilet Lantai 2 (HOTEL) Ballroom Meeting room Mushola Kantor Pengelola Toilet Lantai 3 (HOTEL) Fitness Spa dan Sauna Toilet

Unit kamar hotel : 5-7 kmr tiap lantai

CORE

CORE

Roof Top Lantai 3 Lantai 3


Lantai 2 Lantai 1 Lantai 3 Lantai 2 Lantai 1 basement

Lantai 1 (Mal) Lobby Retail Toilet Restaurant dan caf Wahana Hiburan Basement (parkir) Lantai 2 (Mall) Supermarket Retail Toilet Mushola Lantai 3 (Mall) Bioskop Food court Toilet Retail Mushola Roof Top Lantai 3 (Mall) Area bermain Garden

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 37

3.4.2 Zoning Horizontal Hotel dan Mall

MALL Lantai 1

Hotel podium hotel

retail
atrium

retail
Restaurat

Lobby
Convention Hall

retail

retail Lantai 2

retail

retail
void
Unit Kamar Unit kamar

Lift (core)
Unit kamar Unit kamar

supermarket

Lantai 3 retail
void
Food courtsupermarket bioskop

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 38

BAB IV PERMODELAN ATAU MASSING


4.1 STUDI BENTUK DAN MASSA Bentukkan bangunan baik dari segi denah maupun bentukan fisik menggunakan bentukkan yang dinamis. Mengadaptasi dari bentukkan ikon kota Surabaya yaitu Suro-Boyo dan Monumen Bambu runcing yang dekat dengan tapak.

Bentukan semula adalah silinder

z
Tipologi podium merupakan adaptasi dari bentukkan ikon kota surabaya yaitu SURO dan BOYO

Pada podium menggunakan massa majemuk. Dikarenakan untuk pemanfaatan ruang. Dan juga memberi space bagi udara dan sinar matahari masuk ke celah-celah bangunan

Monumen Bambu Runcing sebagai landmark daerah sekitar tapak, merupakan analogi yang dipakai dalam bentukkan tower

Seperti pada ujung monumen bambu yang memiliki perbedaan ketinggian, hal serupa diaplikasikan pada

bangunan tower

Bentukkan tower yang semula adalah silinder kemudian mengalami pengurangan atau subtraktif. Sehingga adanya permainan ketinggian level, menunjukan daya tarik tersendiri untuk bangunan

Massa mengalami penambahan dan pengurangan. Dan pada tengah bangunan digunakan sebagai plaza atau ruang terbuka.

Kemudian massa majemuk dibuat melengkung agar terlihat dinamis, dan sesuai dengan konsep (gaya bangunan ini berbeda dengan gaya bangunan disekitar

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 39

4.2 STUDI SISTEM STURKTUR DAN UTILITAS


RIGID FRAME Sambungan kaku digunakan antara susunan unsur linear untuk membentuk bidang vertikal dan horizontal. Bidang vertikal terdiri dari kolom dan balok, maka tinggi lantai ke lantai dan jarak antar kolom menjadi penentu pertimbangan rancangan.

PONDASI ALTERNATIF 1 Keuntungan dari pondasi tiang panjang adalah membutuhkan waktu yang sedikit untuk pemasangan. Sementara untuk kerugian adalah membutuhkan alat pengangkut khusus dan menimbulkan getaran dan kebisingan saat pemasangan

Struktur inti (core) masiv yang berfungsi mengikat bangunan agar berlaku sebagai satu kesatuan.Inti ini biasanya memuat sistem-sistem transportasi mekanis dan vertikal serta manambah kekakuan bangunan.

ALTERNATIF 2 Pondasi yang akan digunakan pada bangunan yang akan dibangunan ialah pondasi bored pile atau pondasi strauss. Pondasi ini lebih cocok digunakan di tapak yang mempuyai kepadatan ligkungan sekitar yang rapat. Da juga pondasi ini bila dalam proses konstruksi tidak terlalu bising dibandingkaa dengan pondasi-pondasi yang lain.

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 40

Sistem Air Bersih Ketersediaan air bersih merupakan hal mutlak untuk menunjang kenyamanan bangunan sehingga harus jelas sumber pengadaannya, antara lain: PDAM, sumur dalam, dan sistem daur ulang, atau gabungan dari ketiga sistem tersebut. Dan cadangan air di ground reservoir maupun di roof tank juga berkaitan dengan sistem pencegah bahaya kebakaran Setiap 5000 m2 per lantai pada bangunan mall disediakan satu eskalator beralur ganda (untuk dua orang berdiri bersamaan pada satu anak tangga) dengan lebar 100 120 cm dengan kemiringan 30. Tata letak eskalator yang digunakan adalah bersilangan karena menggunakan luasan lantai yang sedikit, efisien struktur sehingga menghemat biaya. Dan terdapat ramp beralur ganda pada lantai 1 untuk mempemudah akses kereta barang belanjaan dari supermarket. Kemiringan ramp sebesar 15 dengan kecepatan 0,60 1,33 m/s. Udara Fungsi dari tata udara adalah untuk mempertahankan suhu dan kelembapan dalam ruangan dengan cara menyerap panas yang ada di dalam ruangan, terdapat dua jenis sistem penhawaan dalam bangunan yaitu sistem penghawaan alami dan buatan AC Split : unit dalam ruangan mempunyai beberapa alternatif pemasangan yaitu di diding, langitlangit,dan lantai dapat pula pada langit-langit di tengah ruangan

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 41

AC Central merupakan sistem tata udara langsung ,dalam sistem ini refigeren yang di gunakan bukan freon tetapi air es dengan suhu sekitar 5, sistem ini biasa di gunakan di kantor dan mal. Terdiri dari satu mesin utama yang kemudian disalurkan kesetiap ruangan melalui saluran udara (duckting) dengan tingkat suhu udara yang di atur dari pusat
TIPIKAL TANGGA KEBAKARAN

SIRKULASI DARURAT

Fungsi sistem keluar baik berupa tangga kebakaran maupun pintu darurat dimaksudkan untuk memberikan akses bagi penghuni / pengguna bangunan untuk dapat mencapai tempat yang aman dengan selamat pada situasi darurat, pendekatan tangga darurat pada dasarnya sama, yaitu memberikan kemudahan bagi penghuni / pengguna bangunan untuk dapat selamat ke tempat yang aman. persyaratan tangga darurat khususnya yang terkait denga kemiringan tangga, jarak pintu dengan anak tangga,tinggi pegangan tangga, dan lebar serta ketinggian anak tangga,. .

TANGGA DAN LIFT KEBAKARAN

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 42

5.3 STUDI FASADE DAN ZONASI


Pada lantai bagian tower hunian, bukaan tidak terlalu lebar dengan kisi-kisi yang tidak terlalu besar mengingat kondisi pergerakan angin yang semakin ke atas semakin kencang, salah satu penyiasatannya dengan cara double layer faade.
Untuk lebih mengatasi intensitas cahaya yang terik pada kota surabaya dan tentunya hal tersebut menambah permasalahan suhu yang tinggi dan mengatasi kencangnya angin maka penggunaan kaca double glazing. Penggunaan sun shading pada bangunan tinggi yang akan didesain (tower apartment) akan membantu mengurangi intensitas cahaya.

Menggunakan material dinding berupa kombinasi antara benton dengan kaca. Sesuai dengan pertimbangan yang menyesuaikan bukaan dan pertimbangan berpori.
Pada bagian atas podium dipergunakan sebagai tempat terbuka atau roof garden. Berfungsi untuk pemanfaatan lahan untuk RTH, menjaga penghawaan ruang-ruang dibawahnya, juga sebagai plaza.

Pada podium yaitu mall dan hotel lantai 1-4 terdapat bukaan yang lebar sebagai space pertukaran udara dan tempat masuknya sinar matahari.

Pada beberapa bagian atas podium pemanfaatan cahaya matahari untuk lebih menghemat energi, digunakan

skylight.

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 43

ZONASI
Pada tapak ini ada 3 pengelompokan area yaitu publik, semi publik, dan privat. Secara keseluruhan berdasarkan fungsinya yaitu sebagai hunian dan sarana hiburan, maka dalam penzoningan kebanyakan didominasi oleh area publik sebagai sarana hiburan dan tempat berkumpulnya banyak orang, serta private sebagai area kamar hotel. Zona semipublik hanya berupa kantor pengelola mall dan hotel.
2 1 3 7 6 5 4

1 2

: publik : semi publik : private

Keterangan 1. Entrance mall 2. Mall 3. Plaza 4. Entrance hotel 5. Podium hotel 6. Unit hotel 7. Rooftop atau roof garden Tempat parkir berada di samping bangunan dan basement

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 44

BAB V ANALISIS TEKNO EKONOMI BANGUNAN


5.1 PERHITUNGAN BIAYA PENGADAAN LAHAN

5.2 PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 45

5.3 PERHITUNGAN BIAYA PEMASUKAN DAN PENGELUARAN Pendapatan

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 46

pengeluaran

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 47

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 48

DESAIN ARSITEKTUR 4 MIXUSE BUILDING

Page 49