Anda di halaman 1dari 11

1

LAPORAN AKHIR PKM-M

PELATIHAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DI KARANG TARUNA DESA KOPAAN

OLEH :
JESSICA IRENE P OSSY PRAVITASARI TIKA HAPSARI P.U KRISTINA DARA N G0110036 G0110049 G0110060 G0111050 2010 2010 2010 2011

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

: Rp. 9.000.000,-

20 Juli 2013

ABSTRAK Pemuda Karang Taruna Desa Kopaan memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Beberapa anggota Karang Taruna Desa Kopaan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, namun ada pula yang sudah bekerja. Karena keberagaman tersebut diperlukannya suatu metode yang dapat menjangkau setiap jenjang pendidikan dan dunia pekerjaan. Mind Mapping adalah metode yang dinilai mampu menjangkau semua jenjang pendidikan. Secara definisif yaitu salah satu metode pembelajaran yang telah terbukti mampu mengoptimalkan hasil belajar. Dalam istilah lain disebut metode peta pikiran. Peta pikiran juga digunakan untuk menggeneralisasikan, memvisualisasikan serta mengklasifikasikan ide-ide dan sebagai bantuan dalam belajar, berorganisasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan serta dalam menulis. Dalam hal ini metode Mind Mapping bertujuan untuk membantu meningkatkan prestasi akademik dan perencaan masa depan bagi pemuda yang telah bekerja. Dalam sebuah penelitian dan terangkum dalam Jurnal Pendidikan Penabur No.16/Tahun ke-10/Juni 2011 yang berjudul Penerapan Metode Mind Mapping dalam meningkatkan kemampuan mengerjakan soal cerita bilangan pecahan didapatkan hasil yakni peningkatan keberhasilan siswa dalam mengerjakan soal cerita menggunakan mind mapping. Keberhasilan meningkat sebesar 25%. Sehingga diharapkan hasil akhir adalah peserta mampu menerapkan mind map sebagai metode belajar di berbagai bidang mata pelajaran. Sebagian besar peserta menggunakan metode mind mapping untuk mengingat dan membantunya dalam belajar. Key word : Mind Mapping, Prestasi Belajar, Perencanaan Masa Depan. KATA PENGANTAR Puji Syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatNya kami boleh menyelesaikan laporan akhir Program Kreatifitas Mahasiswa 2012. Atas kelancaran kegiatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait. Adapun pihak tersebut : 1. Kami mengucapkan terimakasih kepada Dikti karena telah mempercayakan kami untuk merealisasikan ide meningkatkan prestasi belajar melalui metode mind mapping. Bantuan materi yang diberikan memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa membagi ilmu kepada teman-teman Karang Taruna. 2. Panitia PKM dan Universitas Sebelas Maret yang telah mendukung kami dalam mempersiapkan pelatihan Mind Mapping, mencangkup birokrasi, monitoring dan evaluasi serta kegiatan-kegiatan lainnya. 3. Dosen Pembimbing kami Ibu Dra. Sri Wiyanti.,M.Si. yang telah meluangkan waktunya untuk mengarahkan kami dalam mengerjakan PKM ini. 4. Kepada Kepala Desa Kopaan dan Ketua Karang Taruna Desa Kopaan yang telah mengijinkan kami mengadakan program pelatihan. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Pak RW dan Petugas Posyandu yang telah menyewakan tempat untuk kami mengadakan pelatihan. 5. Seluruh peserta dan anggota Karang Taruna yang telah berpartisipasi dalam Pelatihan Mind Mapping. 6. Pihak lain yang telah membantu melancarkan kegiatan PKM mengenai Mind Mapping. Permohonan maaf juga kami sampaikan apabila terdapat hal yang kurang berkenan baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Harapannya adalah supaya melalui Program Kegiatan Mahasiswa ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih.

I. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Setiap individu memiliki pengalaman belajar tersendiri, termasuk dalam bidang pendidikan. Dimana prestasi belajar menjadi tolak ukurnya. Sedangkan manifestasinya adalah berupa nilai-nilai yang dapat dicapai melalui kegiatan kurikulum yang diberikan oleh instansi pendidikan tempat individu belajar. Prestasi belajar dapat dicapai menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan kepribadian individu tersebut. Namun masih banyak individu yang tidak mengerti metode mana yang paling efektif untuk digunakan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar. Salah satu metode yang cukup populer dan sering digunakan adalah metode mind mapping. Metode ini dinilai paling efektif karena mampu memberikan dampak bukan hanya untuk bidang akademik namun dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain membantu perencaan suatu kegiatan, metode ini tidak sullit untuk diaplikasikan. Hanya dengan mengingat inti dari suatu permasalahan, metode ini mampu mengembangkan daya imaginasi bahkan untuk memecahkan masalah utama tersebut. Individu yang mempelajari metode ini akan mendapat sudut pandang yang baru. Metode ini cocok dengan semua kepribadian individu, karena metode ini mudah dikemas sesuai dengan keinginan individu. Oleh karena itu individu akan lebih merasa dipercaya atas apa yang ia rencanakan. Hal ini memberikan manfaat supaya individu berkreasi untuk menciptakan mind mapping yang semenarik mungkin. Metode mind mapping ini sangat diperlukan untuk individu dalam meningkatkan prestasi belajar terutama pada individu yang masih duduk dibangku sekolah. Bahkan beberapa buku panduan yang digunakan juga memakai metode ini untuk menyampaikan materi buku tersebut. Namun terkadang siswa tidak sadar akan hal itu. Dalam pelatihan kali ini akan dijelaskan mengenai metode mind mapping secara lebih rinci. Jenjang usia di Karang Taruna terbilang cukup jauh, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan metode mind mapping yang dapat digunakan untuk semua kalangan usia. Mulai dari Sekolah Menengah Pertama sampai para karyawan muda. Karang Taruna yang akan diberi pelatihan adalah Karang Taruna Desa Kopaan, dimana banyak dari mereka yang belum mengerti mengenai metode ini. Oleh karena itu kami akan berusaha menyampaikan metode mind mapping dengan tujuan memberikan manfaat yang luas tentang perencanaan masa depan. Terutama dalam hal prestasi belajar. Perumusan Masalah 1. Apakah yang disebut sebagai metode mind mapping? 2. Apa keunggulan metode mind mapping? 3. Bagaimana metode mind mapping dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari? Tujuan Program Umum 1. Memahami metode mind mapping secara definitif dan terintegrasi. 2. Mengetahui keunggulan metode mind mapping untuk meningkatkan prestasi belajar. Khusus Peserta Karang Taruna Desa Kopaan mampu mengaplikasikan metode mind mapping dalam kehidupan sehari-hari. Luaran yang Diharapkan

1. Anggota PKMM mampu memberikan manfaat berupa pelatihan kepada masyarakat dan mampu memberikan desain pelatihan yang efektif serta memperluas wawasan di bidang penelitian. 2. Anggota karang taruna mendapat metode baru dan mengaplikasikannya metode mind mapping dalam meningkatkan prestasi belajar dan merencakan masa depan yang efektif. II. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN Desa Kopaan berada di Kecamatan Kebak Kramat. Secara umum masyarakat di Desa Kopaan merupakan masyarakat yang memiliki status sosial ekonomi tidak tinggi dan tidak rendah. Sehingga pendidikan yang dianut juga beragam. Ada yang bersekolah di sekolah favorit maupun sekolah yang kurang memiliki taraf pendidikan yang baik. Pada umumnya mereka berusaha mencapai nilai atau prestasi di sekolah dengan kemampuan mereka sendiri atau dapat dikatakan tidak mengikuti kursus pelajaran. Sebagian besar dari mereka mengajar TPA dan mengaji di mesjid setiap sore. Dengan demikian mereka dituntut harus menguasai metode paling efektif termasuk juga untuk meningkatkan prestasi non akademik (keagamaan). Masyarakat Desa Kopaan ini, terutama anggota Karang Taruna Desa Kopaan, sudah lama tidak berkumpul bersama dan mereka merasa membutuhkan suatu acara agar kebersamaan bisa terjalin kembali. Seperti seminar atau pelatihan yang juga dapat memberikan manfaat bagi peningkatan wawasan anggota Karang Taruna Desa Kopaan. III. METODE PENDEKATAN

TAHAP PERSIAPAN
Analisis Masalah Administrasi Peirjinan Pembuatan Proposal

TAHAP PELAKSANAAN
Survei Kebutuhan Pelaksanaan Pelatihan I (Konsep) Evaluasi & Pra Penyuluhan Penyebaran undangan & Penyuluhan singkat Pelaksanaan Pelatihan II (Aplikasi)

TAHAP PELAPORAN
Monitoring Evaluasi Pembuatan Laporan Akhir

1. Analisis masalah yang umumnya terjadi pada anggota Karang Taruna Desa Kopaan termasuk survei lapangan. Survei lapangan bertujuan untuk melihat kemungkinan pengadaan pelatihan Mind Mapping di Karang Taruna ini. 2. Anggota PKM meminta ijin dari ketua Karang Taruna untuk mengadakan pelatihan. Setelah persetujuan diberikan, anggota PKM membuat surat pernyataan kerjasama antara Karang Taruna dengan kelompok PKM kami yang akan dijadikan bukti perijinan.

3. Membuat proposal PKM yang diserahkan kepada Dikti melalui bidang kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta serta pengarahan dari Dosen Pembimbing. 4. Persiapan pelatihan Anggota PKM mulai mempersiapkan alat dan materi yang akan digunakan pada saat pelatihan. Adapun kebutuhan pelatihan adalah sebagai berikut : Peserta Souvenir peserta Materi ATK LCD Vendel Proyektor Tempat Laptop Konsumsi Speaker Dekorasi Lembar presensi Kamera Alat bantu Sertifikat Modul materi Alat-alat yang akan digunakan untuk simulasi 5. Pelaksanaan Pelatihan a. Survei Kebutuhan - Anggota PKM menanyakan beberapa hal mencangkup jenjang pendidikan, peminatan penjurusan, gaya belajar, metode belajar, mata pelajaran yang dinilai sulit beserta alasannya. - Anggota PKM juga menggali pengetahuan subjek sasaran tentang mind mapping dan mengarahkan subjek sasaran untuk tertarik mempelajari lebih dalam tentang Mind Mapping. - Anggota PKM memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan pelatihan. b. Pelaksaan Pelatihan I sebagai Pengantar - Anggota PKM memaparkan materi dasar mengenai metode Mind Mapping serta kaitannya dalam Peningkatan prestasi belajar. - Penyampaian dilakukan dengan cara ceramah dan melibatkan peserta dalam sesi diskusi. - Peserta Karang Taruna diajak mencoba membuat mind map sederhana. c. Evaluasi Hasil Pelatihan dan Pra Penyuluhan - Meninjau kembali hasil pelatihan pertama kepada subjek sasaran dan menindaklanjuti saran peserta untuk dibenahi pada pelatihan selanjutnya. - Menggali informasi tentang hasil pelatihan yang telah dilaksanakan dan melihat seberapa jauh subjek sasaran tertarik untuk menggunakan metode Mind Mapping dalam kehidupan sehari-hari. d. Penyuluhan Singkat - Penyuluhan singkat diadakan oleh anggota PKM ke rumah anggota Karang Taruna mengenai pengetahuan Mind Mapping dengan mengacu pada pelaksanaan pelatihan dan hasil evaluasi. - Mencari data mengenai aktifitas anggota Karang Taruna dan menetapkan tanggal pelatihan yang sesuai. e. Pelaksaan Pelatihan dengan agenda Aplikasi dan Simulasi Mind Map. - Anggota PKM melaksanakan pelatihan dengan cara klasikal, pembentukan kelompok dan simulasi komputer.

- Aplikasi diberikan menggunakan bantuan materi dari mata pelajaran tertentu sesuai dengan kebutuhan survei dan evaluasi pelatihan sebelumnya. - Peserta pelatihan melihat simulasi dengan visualisasi pemutaran video clip. - Anggota PKM dan peserta bersama-sama mengulang materi secara singkat kemudian mulai mendiskusikan hal yang dianggap belum jelas. - Peserta diajak mengaplikasikan Mind Mapping sehingga materi yang telah disampaikan menjadi lebih jelas dan aplikatif. Setelah simulasi berhasil dilakukan oleh peserta maka indikator keberhasilan jangka pendek berhasil dicapai. Indikator keberhasilan jangka pendek adalah peserta berhasil membuat gambaran mengenai metode Mind Mapping untuk digunakan sebagai metode pembelajarannya. 6. Pelaporan Monitoring jalannya pelatihan dan evaluasi seluruh pelatihan yang telah berlangsung serta pembuatan laporan akhir. IV. PELAKSANAAN PROGRAM Pelatihan dilaksanakan lima tahap dan kelima tahap tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Segala bentuk persiapan telah dilaksanakan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota PKM. Seperti yang telah direncakan, pelatihan dilakukan sesuai metode pelaksanaan. Pelaksanaan survey lapangan dilakukan pada tanggal 10 Maret 2013. Indicator jangka pendek telah tercapai yakni anggota PKM mengetahui tentang ketertarikan peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil survei kemudian ditindaklanjuti dengan pengadaan pelatihan. Pelatihan pertama dilaksanakan di salah satu tempat pertemuan milik Pak RW pada tanggal 31 Maret 2013. Peserta telah mengetahui konsep dasar Mind Mapping serta manfaatnya. Peserta juga mencoba membuat mind map secara sederhana. Setelah pelatihan dilakukan, terdapat evaluasi tentang pelatihan. Evaluasi berjalan baik, anggota PKM datang mengunjungi peserta di tiap rumah untuk mengetahui kekurangan dan kesulitan peserta. Evaluasi ini kemudian dijadikan sebagai bahan tambahan untuk pelatihan selanjutnya. Evaluasi dilakukan pada tanggal 3 April 2013. Selain evaluasi, anggota PKM juga mengadakan pra penyuluhan yakni menggali data tentang ketertarikan peserta dalam menggunakan mind map dikehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan sebagai pengantar pada penyuluhan selanjutnya tentang aplikasi mind map sebagai penunjang prestasi belajar. Tahap selanjutnya adalah penyuluhan secara singkat di masing-masing rumah anggota Karang Taruna. Hal ini dilakukan karena pada penyuluhan pertama, kehadiran peserta tidak mencapai target. Anggota PKM dibagi menjadi 2 kelompok agar lebih efisien. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yakni pada tanggal 13 dan 14 April. Penyuluhan singkat ini dilakukan di 2 RW, pada tanggal 13 survei dilakukan di RW 09 sedangkan pada tanggal 14 Survei dilakukan di RW 16. Tujuan lain adalah agar anggota PKM dapat menetapkan tanggal pelatihan kedua, sehingga tidak bertabrakan atau mengganggu kegiatan UAN peserta. Pelatihan terakhir dilaksanakan dengan menyewa Posyandu Desa Kopaan pada tanggal 5 Mei 2013. Pelatihan ini juga mencangkup pembagian souvenir, konsumsi dan materi dilaksanakan pada pelatihan pertama dan kedua, tetapi tidak menutup kemungkinan pemberian materi saat survei kedua kepada peserta yang belum datang pada saat pelatihan pertama. Materi diberikan lebih dalam dan bervariasi. Materi berupa ceramah, pemutaran video, simulasi manual dan komputerisasi.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN TABEL EFEKTIVITAS HASIL PELATIHAN PESERTA MIND MAP
Hundreds 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Ya Tidak Lain-lain Kesesuaian Tema Pelatihan Bermanfaat

Berdasarkan hasil kuisioner terbuka yang telah dilakukan, data menunjukkan kefektifan pelatihan mengatasi problematika belajar dengan cara menerapkan metode mind mapping. Data menunjukkan 69,23% peserta yang hadir mengungkapkan bahwa tema pelatihan yaitu penerapan mind mapping sesuai dengan masalah yang dihadapi peserta dalam belajar. Hasil yang sama dinyatakan bahwa peserta yang merasakan manfaat pelatihan ini sebesar 69,23%. Sedangkan peserta yang kurang merasakan manfaat mengungkapkan alasannya yakni merasakan pemilihan waktu yang kurang tepat. Udara panas membuatnya menjadi tidak nyaman dalam mengikuti pelatihan ini. Jawaban lain-lain diberikan sebesar 7,23% untuk kesesuaian tema. Lain-lain diberikan kebanyakan peserta tidak menjawab sesuai atau tidak tetapi berupa alasan, sebagai contoh menambah pengetahuan, wawasan luas dll. Lainlain sebesar 30,76%. Sedangkan pada alasan lain-lain untuk manfaat pelatihan, kebanyakan peserta tidak menjawab pertanyaan ini. Lain-lain sebesar 23,07%. TABEL KESAN PESERTA PELATIHAN MIND MAP
100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0%

Table diatas menunjukkan kesan peserta selama pelatihan berlangsung. Memperoleh pengetahuan tentang mind mapping dan menjadikan peserta lebih kreatif memperoleh data sebesar 20%. Adapula peserta yang memberikan saran untuk lebih menyederhanakan bahasa dan materi, ada pula peserta yang menganggap pelatihan ini sudah mampu membuatnya mengerti dengan jelas. Pelatihan mind mapping ini belum pernah diadakan sebelumnya oleh sebab itu memberikan efek segar bagi peserta dalam menerima materi ini. Selama pelatihan peserta mendengarkan dengan seksama, tidak saling berbicara satu sama lain kecuali saat mendiskusikan materi yang masih membingungkan. Peserta aktif dalam menjawab pertanyaan sehingga membuat suasana pelatihan menjadi lebih hidup. Pelatihan kedua menunjukkan hasil yang memuaskan. Sebagian besar dari peserta telah mampu membuat mind map dengan rinci sesuai dengan topic yang diberikan. Kebanyakan peserta sudah mulai membuat mind map untuk membantunya dalam menghafal pelajaran atau membuat perencanaan. VI. KESIMPULAN DAN SASARAN Peserta telah mengerti secara jelas tentang mind mapping dan manfaat yang diberikan. Peserta juga telah mengerti keunggulan metode mind mapping. Hal ini terbukti dari peserta mampu menjelaskan secara singkat kepada pemateri tentang mind mapping. Peserta juga telah mampu menerapkan mind mapping dalam kehidupannya sehari-hari. Berdasarkan data kuisioner, pelatihan mind mapping sangat bermanfaat bagi peserta. Baik dalam bidang pengalaman maupun penambahan pengetahuan untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Anggota PKM dan peserta telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. LAMPIRAN 1. Dokumentasi

Pelatihan I

Survei, Pra Penyuluhan dan Penyuluhan Singkat

Pelatihan II

10 2. Laporan Keuangan

11