Anda di halaman 1dari 5

PERAWATAN TALI PUSAT

Pengertian Tali Pusat Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan, karna melalui tali pusat inilah semua kebutuhan untuk hidup janin di penuhi. Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan, di katakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari menyerupai zat-zat gizi dan oksigen janin Perawatan Tali Pusat Perawatan tali pusat merupakan tindakan keperawatan yang bertujuan merawat tali pusat pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah terjadinya in eksi. Perawatan tali pusat merupakan suatu tindakan yang sangat sederhana yaitu dengan membersihkan daerah sekitar tali pusat agar selalu bersih dan kering dan selalu mencuci tangan dengan air bersih serta menggunakan sabun sebelum merawat tali pusat. Penyebab terjadinya infeksi pada tali pusat !n eksi tali pusat adalah suatu penyakit toksemik akut yang disebabkan

oleh Clostridium tetani dengan tanda utama kekakuan otot "spasme# tanpa disertai gangguan kesadaran.$lostrodium tetani bersi at anaerob, berbentuk spora selama diluar tubuh manusia dan dapat mengeluarkan toksin yang dapat mengahancurkan sel darah merah, merusak lekosit dan merupakan tetanospasmin yaitu toksin yang bersi at neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. Fakt r!fakt r yang "enyebabkan terjadinya infeksi tali pusat pada bayi baru la#ir adala# sebagai berikut $% Fakt r ku"an Staphylococcus aereus ada dimana-mana dan didapat pada masa awal kehidupan hampir semua bayi, saat lahir atau selama masa perawatan. %iasanya Staphylococcus aereus sering dijumpai pada kulit, saluran perna asan, dan saluran cerna terkolonisasi. &ntuk pencegahan terjadinya in eksi tali pusat sebaiknya tali pusat tetap dijaga kebersihannya, upayakan tali pusat agar tetap kering dan bersih, pada saat memandikan di minggu pertama

sebaiknya jangan merendam bayi langsung ke dalam air mandinya karena akan menyebabkan basahnya tali pusat &% dan memperlambat proses pengeringan tali pusat.

Fakt r 'aternal 'tatus sosial-ekonomi ibu, ras, dan latar belakang. (empengaruhi kecenderungan

terjadinya in eksi dengan alasan yang tidak diketahui sepenuhnya. !bu yang berstatus sosioekonomi rendah mungkin nutrisinya buruk dan tempat tinggalnya padat dan tidak higienis. %ayi kulit hitam lebih banyak mengalami in eksi dari pada bayi berkulit putih. (% a. Fakt r Ne natatal Prematurius " berat badan bayi kurang dari 1)00 gram#, merupakan aktor resiko terjadinya in eksi. &mumnya imunitas bayi kurang bulan lebih rendah dari pada bayi cukup bulan. Transpor imunuglobulin melalui plasenta terutama terjadi pada paruh terakhir trimester ketiga. 'etelah lahir, konsentrasi imunoglobulin serum terus menurun, menyebabkan hipigamaglobulinemia berat. !maturitas kulit juga melemahkan pertahanan kulit.$erentanan neonatus terhadap in eksi dipengaruhi oleh berbagai aktor, antara lain kulit dan selaput lendir yang tipis dan mudah rusak, kemampuan agositosis dan leukosit immunitas masih rendah. b. *e isiensi imun. +eonatus bisa mengalami kekurangan !g, spesi ik, khususnya terhadap streptokokus atau -aemophilus in luenza. !g, dan !g. tidak melewati plasenta dan hampir tidak terdeteksi dalam darah tali pusat. *engan adanya hal tersebut, akti itas lintasan komplemen terlambat, dan /0 serta aktor % tidak diproduksi sebagai respon terhadap lipopolisakarida. $ombinasi antara de isiensi imun dan penurunan antibodi total dan spesi ik, bersama dengan penurunan ibronektin, menyebabkan sebagian besar penurunan akti1itas opsonisasi. c. 2aki-laki dan kehamilan kembar. !nsidens in eksi pada bayi laki- laki empat kali lebih besar dari pada bayi perempuan. )% a. Fakt r Lingkungan .da de isiensi imun bayi cenderung mudah sakit sehingga sering memerlukan prosedur in1asi , dan memerlukan waktu perawatan di rumah sakit lebih lama. Penggunaan kateter 1ena3 arteri maupun kateter nutrisi parenteral merupakan tempat masuk bagi mikroorganisme pada kulit yang luka. %ayi juga mungkin terin eksi akibat alat yang terkontaminasi.

b.

Paparan terhadap obat-obat tertentu, seperti steroid, bisa menimbulkan resiko pada neonatus yang melebihi resiko penggunaan antibiotik spektrum luas, sehingga menyebabkan kolonisasi spektrum luas, sehingga menyebabkan resisten berlipat ganda.

c.

Pada bayi yang minum .'!, spesies 2actbacillus dan 4.colli ditemukan dalam tinjanya, sedangkan bayi yang minum susu ormula hanya didominasi oleh 4.colli.

d.

(ikroorganisme atau kuman penyebab in eksi dapat mencapai neonatus yaitu 5 Pada masa intranatal atau saat persalinan. !n eksi saat persalinan terjadi karena yang ada pada 1agina dan ser1iks naik mencapai korion dan amnion. .kibatnya, terjadi amniotis dan korionitis, selanjutnya kuman melalui umbilikus masuk dalam tubuh bayi. !n eksi paska atau sesudah persalinan. !n eksi yang terjadi sesudah kelahiran umumnya terjadi akibat in eksi nosokomial dari lingkungan di luar rahim "misal melalui alat- alat 5 penghisap lendir, selang endotrakhea, in us, selang nasogastrik, botol minuman atau dot#. Perawat atau pro esi lain yang ikut menangani bayi dapat menyebabkan terjadinya in eksi nosokomil. !n eksi juga dapat terjadi melalui luka umbilikus

*%

Pr ses persalinan Pada proses persalinan lakukan pengikatan putung tali pusat atau jepit dengan klem plastik tali pusat "bila tersedia#. Persalinan yang tidak sehat atau yang dibantu oleh tenaga non medis, terjadi pada saat memotong tali pusat menggunakan alat yang tidak steril dan tidak diberikan obat antiseptik. &ntuk perawatan tali pusat juga tidak lepas dari masih adanya tradisi yang berlaku di masyarakat.

+%

Fakt r tradisi 'ebagian masyarakat misalnya dengan memberikan berbagai ramuan-ramuan atau

serbuk-serbuk yang dipercaya bisa membantu mempercepat kering dan lepasnya potongan tali pusat. .da yang mengatakan tali pusat bayi itu harus diberi abu-abu pandangan seperti inilah yang seharusnya tidak boleh dilakukan karena justru dengan diberikannya berbagai ramuan tersebut kemungkinan terjangkitnya tetanus lebih besar biasanya penyakit neonatorum ini cepat menyerang bayi, setelah persalinan jika tidak ditangani biasa mengakibatkan meninggal dunia. tetanus pada keadaan in eksi berat hanya beberapa hari

Tanda dan ,ejala Tanda-tanda yang perlu dicurigai oleh orang tua adalah apabila timbul bau menyengat dan terdapat cairan berwarna merah darah atau bisa juga berbentuk nanah di sisa tali pusat bayi. -al tersebut menandakan sisa tali pusat mengalami in eksi, lekas bawa bayi ke klinik atau rumah sakit, karena apabila in eksi telah merambat ke menimbulkan gangguan serius pada bayi. Pen-ega#an dan Penanganan &ntuk pencegahan awal tetanus dapat diberikan penyuluhan pada ibu hamil trimester !!! .gar tali pusat tidak terin eksi, perlu dilakukan inspeksi tali pusat, klem dilepas, dan tali pusat diikat dan dipotong dekat umbilikus kurang dari 67 jam setelah bayi lahir. &jung dari potongan diberikan krim klorheksidin untuk mencegah in eksi pada tali pusat, dan tidak perlu dibalut dengan kasa dan dapat hanya diberi pengikat tali pusat atau penjepit tali pusat yang terbuat dari plastik . *alam keadaan normal, tali pusat akan lepas dengan sendirinya dalam waktu lima sampai tujuh hari. Tapi dalam beberapa kasus bisa sampai dua minggu bahkan lebih lama. 'elama belum pupus, tali pusat harus dirawat dengan baik. .gar tali pusat tidak in eksi, basah, bernanah, dan berbau. %ersihkan tali pusat bayi dengan sabun saat memandikan bayi. $eringkan dengan handuk lembut. Tidak peru di olesi dengan alkohol 809 atau betadine, karena yodium yang dikandung betadine dapat masuk ke peredaran darah bayi dan menyebabkan gangguan pertumbuhan kelenjar gondok. %iarkan terbuka hingga kering, dapat dibungkus dengan kasa steril. :angan mengolesi tali pusat dengan ramuan atau menaburi bedak, karena dapat menjadi media yang baik bagi tumbuhnya kuman, termasuk kuman tetanus. Penanganan !n eksi pada bayi dapat merupakan penyakit yang berat dan sangat sulit diobati. :ika tali pusat bayi terin eksi oleh Staphylococcus aereus, sebagai pengobatan lokal dapat diberikan salep yang mengandung neomisin dan basitrasin. 'elain itu juga dapat diberikan salep gentamisin. :ika terdapat granuloma, dapat pula dioleskan dengan larutan nitras argenti 09. perut bayi, akan

Langka#!langka# perawatan tali pusat 1. $etika mengganti popok atau diaper, pastikan memasangnya di bagian bawah perut bayi "di bawah tali pusat#, ini untuk menjaga agar tali pusat tidak terkena air kencing atau kotoran bayi. 6. ,unakan pakaian yang agak longgar untuk sirkulasi udara di sekitar tali pusat, sampai tali pusat puput. 0. 7. :angan pernah menarik-narik tali pusat, walaupun seakan-akan tampak sudah terlepas. (andikan bayi dengan menggunakan washlap atau sponge bath dan air hangat sampai tali pusat puput. ). .danya sedikit pendarahan adalah normal sebelum dan sesudah tali pusat puput. ,unakan kasa steril, lalu bersikan bagian sekeliling pangkal tali pusat dengan menggunakan kasa steril yang dibasahi larutan alkohol 809. ;. %ersihkan tali pusat setiap hari secara teratur dengan mengeringkan tali pusat dengan kasa steril, lalu bersihkan bagian sekeliling pangkal tali pusat dengan menggunakan kasa steril yang dibasahi larutan alkohol 809. 8. <. :angan pernah meletakkan ramuan atau bubuk apa pun kebagian pangkal tali pusat bayi. $etika tati pusat sudah puput, biarkan area pusar sembuh dalam beberapa hari. Tidak perlu menggunakan plester untuk menutupinya, tapi biarkan kering secara alamiah untuk mencegah in eksi. Teruskan menggunakan popok atau diaper dibawah perut untuk memberi tempat bagi pusat yang belum sembuh.