Anda di halaman 1dari 9

Bab I Pendahuluan

1) Latar Belakang

Asam deoksiribonukleat (ADN) atau lebih dikenal dengan DNA (Bahasa Inggris, deoxyribonucleic acid) adalah asam nukleat yang mengandung instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi dari semua organisme hidup dikenal dan beberapa virus. DNA pada individu prokariotik terdapat pada nukleoid dan plasmid sel, sedangkan pada individu eukariotik, DNA terdapat pada inti sel, mitokondria sel, dan plastid sel tumbuhan. DNA berperan sebagai penyimpanan jangka panjang informasi, dan sering dibandingkan dibandingkan dengan satu set cetak biru atau resep, atau kode, karena berisi instruksi yang dibutuhkan untuk membangun komponen lain dari sel, seperti protein dan molekul RNA. Sejak 50 tahun yang lalu, penelitian untuk memahami dan mempelajari lebih lanjut mengenai materi genetik, yaitu DNA, sudah banyak dilakukan. Pemahaman mengenai genetika dan DNA yang cukup baik dan kuat bisa menjadi sangat bermanfaat bagi hidup manusia, terutama di bidang bioteknologi. Beberapa contoh pemanfaatan dari pemahaman atau pengetahuan tersebut antara lain adalah deteksi sidik jari DNA atau finger-printing DNA yang digunakan oleh ahli forensik untuk mempermudah proses penanganan masalah kriminal. Selain itu, masih ada juga tanaman transgenik yang bersifat lebih unggul dibandingkan dengan tanaman biasa. Tes DNA juga bisa dilakukan untuk memastikan hubungan darah antara orang tua dengan anak, serta untuk menentukan kondisi kesehatan janin yang belum lahir. Dengan begitu, kecacatan atau gangguan pada janin dapat diketahui lebih awal sehingga tindakan untuk mengatasi atau menanggulangi gangguan ini bisa dilakukan sedini mungkin. Untuk penelitian lebih lanjut atau tes DNA, sebelumnya perlu dilakukan isolasi DNA terlebih dahulu dari berbagai zat pengotor, seperti protein, lemak, dan karbohidrat yang merupakan penyusun sel. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses isolasi DNA, antara lain: 1) harus menghasilkan DNA tanpa adanya kontaminan seperti protein dan RNA; 2) metodenya harus efektif dan bisa dilakukan untuk semua spesies; 3) metode yang dilakukan tidak boleh mengubah struktur dan fungsi molekul DNA; dan 4) metodenya harus sederhana dan cepat.

2) Tujuan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui cara melakukan isolasi DNA sederhana 2. Mengetahui pengaruh detergen terhadap kualitas DNA hasil isolasi 3. Memenuhi penugasan mata pelajaran Biologi

3) Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara melakukan isolasi DNA sederhana? 2. Apa pengaruh detergen terhadap kualitas DNA hasil isolasi?

Bab II Metode Praktikum

1) Waktu dan Tempat

Percobaan dilakukan pada hari Rabu, tanggal 11 September 2013 pukul 11.25 sampai dengan 13.15 WIB. Percobaan dilakukan di Laboratorium Biologi SMA John Pauls School.

2) Alat dan Bahan

a) Alat yang digunakan antara lain: Pisau Sendok makan Timbangan Tabung reaksi Pipet tetes Wadah Blender Spatula Saringan Kertas saring Rak tabung reaksi

b) Bahan yang digunakan antara lain: Pepaya Etanol 96% dingin NaCl Sabun Akuades

3) Cara Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Menimbang buah papaya sebanyak 100 gram 3. Memotong-motong buah papaya 4. Membilas wadah dan blender dengan akuades 5. Memasukkan potongan buah papaya ke dalam blender 6. Melumatkan buah papaya dengan blender selama 20 detik 7. Menambahkan 20 ml akuades 8. Melumatkan buah papaya dengan blender selama 25 detik 9. Mengambil ekstrak papaya dengan cara melakukan penyaringan secara bertahap: menggunakan saringan, kain, dan kertas saring untuk mendapatkan aliquot 10. Memasukkan masing-masing 2 ml aliquot ke dalam 3 tabung reaksi 11. Menyiapkan di tempat terpisah campuran dari 1 sendok makan sabun, 2 spatula NaCl, dan 30 ml akuades 12. Memasukkan 1 ml larutan no. 11 dengan 3 jenis sabun yang berbeda ke dalam setiap tabung reaksi 13. Mengaduk isi tabung reaksi secara perlahan-lahan agar aliquot dan larutan sabun tercampur rata tanpa membentuk gelembung sabun 14. Menambahkan etanol secukupnya dengan cara meneteskannya melalui dinding tabung hingga membentuk gumpalan putih (DNA) 15. Mencatat waktu terbentuknya gumpalan DNA terhitung sejak etanol diteteskan 16. Membandingkan ketebalan gumpalan DNA pada setiap tabung reaksi

Bab III Hasil dan Pembahasan

1) Hasil

a) Tabel Hasil Pengamatan Tabung A B C Jenis sabun yang ditambahkan Ekonomi (detergen krim) Attack (detergen bubuk) Nuvo (sabun batang) Ketebalan Lapisan DNA +++ ++++ +

Keterangan: ++++ : sangat tebal +++ : tebal ++ : sedang + : tipis - : tidak ada

b) Foto Hasil Percobaan

Gambar 1.1 Foto hasil percobaan

2) Pembahasan

Isolasi DNA dilakukan untuk memisahkan DNA dari zat-zat pengotor lain, seperti misalnya gula, protein, dan lemak. Prinsip utama dalam isolasi DNA ada tiga, yakni penghancuran (lisis), ektraksi atau pemisahan DNA dari bahan padat seperti selulosa dan protein, serta pemurnian DNA. Tahap pertama dalam isolasi DNA adalah proses perusakan atau penghancuran membran dan dinding sel. Pemecahan sel (lisis) merupakan tahapan dari awal isolasi DNA yang bertujuan untuk mengeluarkan isi sel. Tahap ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggerus sampel (cara fisik) dan penggunaan detergen (cara kimiawi) di mana detergen akan melarutkan lipid pada membran sel. Hal ini disebabkan oleh sifat sabun yang hidrofilik (suka air) sehingga sabun akan mengikat lemak dengan air. Dalam percobaan ini, penghancuran membran dan dinding sel buah dilakukan dengan cara memblender pepaya selama tidak lebih dari 1 menit. Hal ini dikarenakan jika proses penghancuran dilakukan terlalu lama, dikhawatirkan bahwa DNA di dalam sel akan ikut hancur bersama dengan bagian sel yang lainnya. Selanjutnya, dilakukan 3 kali penyaringan untuk mendapatkan ekstrak buah pepaya (aliquot). Dengan dilakukannya penyaringan, diharapkan kandungan zat pengotor pada aliquot bisa berkurang. Penambahan detergen dilakukan dengan tujuan meluruhkan dinding sel yang tersusun dari lipid, sedangkan NaCl digunakan untuk memisahkan DNA dari polisakarida. Setelah dilakukan penambahan detergen dan sabun, campuran kemudian diaduk secara perlahan-lahan agar tidak terbentuk gelembung sabun. Pengadukan dilakukan agar endapan DNA yang terbentuk maksimal, dan pengadukan dilakukan secara perlahan karena gelembung sabun yang timbul / terbentuk akan mempersulit pengamatan. Selanjutnya, dilakukan penambahan etanol. Penambahan etanol akan menyebabkan terbentuknya lapisan filtrat, endapan DNA, dan etanol. Etanol berfungsi untuk memisahkan senyawa polifenol dari DNA sel tumbuhan. Senyawa polifenol yang masih berikatan dengan DNA akan mengurangi kualitas DNA yang terisolasi, karena polifenol menghambat terbentuknya endapan DNA (mengurangi hasil isolasi) serta mengurangi tingkat kemurnian DNA hasil isolasi. Etanol yang digunakan harus berada dalam suhu yang rendah untuk mengoptimalkan pengendapan DNA. Setelah lapisan-lapisan terbentuk di setiap tabung, dapat diamati bahwa tebal lapisan endapan DNA pada setiap tabung berbeda. Hal ini dikarenakan jenis sabun yang berbeda memiliki kandungan yang berbeda. 8

Menurut teori yang ada, jenis detergen bubuk menghasilkan warna endapan isolasi DNA yang baik. Hal ini dikarenakan adanya pemutih dalam detergen bubuk. Detergen krim yang berwarna akan mengubah warna filtrat sehingga warna endapan isolasi DNA juga akan mengikuti warna detergen krim. Keenceran filtrat juga berpengaruh pada hasil isolasi DNA. Semakin encer filtrat yang digunakan, semakin sedikit hasil isolasi yang dihasilkan.

Bab IV Penutup

1) Kesimpulan

Hasil isolasi DNA dipengaruhi oleh beberapa faktor: Jenis detergen

Jenis detergen yang berbeda akan menghasilkan hasil isolasi DNA yang berbeda dikarenakan oleh perbedaan kandungan isi dari detergen. Etanol

Etanol akan melarutkan senyawa polifenol yang akan menghambat terbentuknya hasil isolasi DNA. Suhu etanol yang tinggi akan menyebabkan kerusakan pada DNA. Garam

NaCl dapat memisahkan polisakarida yang merupakan kontaminan dari hasil isolasi. Konsentrasi filtrat

Filtrat yang kandungan airnya tinggi akan menghasilkan hasil isolasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan filtrate dengan kandungan air yang rendah.

2) Saran

Sebaiknya dilakukan percobaan dengan konsentrasi filtrate yang berbeda-beda untuk dijadikan bahan pembanding. Selain itu, larutan detergen dengan garam juga harus dipersiapkan dengan baik dan tercampur rata.

10

Daftar Pustaka
Aryulina, Diah, Choirul Muslim, Syahfinaf Manaf, & Endang Widi Winarni. 2007. Biologi 3. Penerbit Erlangga, Jakarta. Theresia. 2012. Isolasi DNA Sederhana. http://bintangcantiq.blogspot.com/2012/09/isolasi-dna-sederhana.html diakses 17 September 2013 Zulfarosda, Ratna. DNA: Pengertian, Struktur dan Fungsinya. http://informasitips.com/dna-pengertian-struktur-dan-fungsinya diakses 18 September 2013 Anonim. Isolasi DNA. http://biology-community.blogspot.com/2012/08/isolasidna.html diakses 18 September 2013 Mubtadiah, Chulia. 2012. Isolasi DNA dengan Metode Kitchen. http://mubtadiahc.blogspot.com/2012/04/isolasidna-dengan-metode-kitchen.html diakses 18 September 2013 Nursaadah, Ika. 2012. Laporan Praktikum Bioteknologi Isolasi DNA Kasar. http://blog.ub.ac.id/ikha/files/2012/12/LAPORAN-BIOTEKNOLOGI-isolasi-dna-ksar.pdf diakses 18 September 2013

11