Anda di halaman 1dari 6

LTM Hematologi dan Onkologi IV Dasar Onkologi Shela Putri Sundawa, 0806 !

"#00 $$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$ $Neoplasma secara harfiah berarti pertumbuhan baru. Suatu neoplasma adalah massa
abnormal jaringan yang pertumbuhannya berlebihan dan tidak terkoordinasikan dengan pertumbuhan jaringan normal. Hal mendasar tentang asal neoplasma adalah hilangnya responsivitas terhadap faktor pengendali pertumbuhan yang normal. Terdapat beberapa perubahan mendasar dalam fisiologi sel yang terjadi pada sel kanker :

dalam jumlah kecil( dan tingginya kadar protein H2- pada sel kanker payudara merupakan petanda prognosis buruk. 'eran H2- dalam patogenesis kanker payudara digambarkan oleh manfaat klinis yang diperoleh dari penghambatan domain ekstrasel reseptor ini oleh antibodi anti+H2- . 'rotein transduksi sinyal 8ekanisme yang relatif sering digunakan oleh sel kanker untuk memperoleh otonomi pertumbuhan adalah dengan mutasi gen yang mengkode berbagai komponen di jalur penghantar sinyal. 8olekul penghantar sinyal ini menghubungkan reseptor faktor pertumbuhan ke sasarannya di inti sel.

1. self-sufficiency (menghasilkan sendiri) sinyal pertumbuhan


. !. ". #. $. insensitivitas terhadap sinyal penghambat pertumbuhan menghindari apoptosis potensi replikasi tanpa batas angiogenesis berkelanjutan kemampuan menginvasi dan beranaksebar.

%en yang meningkatkan pertumbuhan otonom pada sel kanker disebut onkogen. %en ini berasal dari mutasi di protoonkogen dan ditandai dengan kemampuan mendorong pertumbuhan sel &alaupun tidak terdapat sinyal pendorong pertumbuhan yang normal. 'roduk gen ini( yang disebut onkoprotein mirip dengan produk normal protoonkogen( tetapi onkoprotein tidak memiliki elemen regulatorik yang penting( dan produksi gen tersebut dalam sel yang mengalami transformasi tidak bergantung pada faktor pertumbuhan atau sinyal eksternal lainnya. )aktor pertumbuhan Semua sel normal memerlukan rangsangan dari faktor pertumbuhan agar dapat mengalami proliferasi. Sebagian besar faktor pertumbuhan yang dapat larut dibuat oleh satu jenis sel dan bekerja pada sel di sekitarnya untuk merangsang pertumbuhan. Namun( banyak sel kanker memperoleh kemampuan untuk tumbuh sendiri karena mampu menyintesis faktor pertumbuhan yang sama yang sel tersebut responsif terhadapnya. Hal ini terjadi pada '*%) dan T%)+,. banyak glioblastoma mengeluarkan '*%)( dan sarkoma menghasilkan T%)+,. lengkung autokrin serupa cukup sering ditemukan pada banyak jenis kanker. 'ada banyak kasus( gen faktor pertumbuhan itu sendiri tidak berubah atau mengalami mutasi( tetapi produk onkogen lain misalnya -.S menyebabkan ekspresi berlebihan gen faktor pertumbuhan. /leh karena itu sel dipaksa mengeluarkan sejumlah faktor pertumbuhan seperti T%)+,. Selain menghasilkan '*%)( gen+gen yang mengkode homolog dari faktor pertumbuhan fibroblas (misal hst+0 dan )%)+!) juga pernah ditemukan pada beberapa tumor saluran cerna dan payudara. -eseptor faktor pertumbuhan 'ada beberapa tumor dapat ditemukan mutasi dan ekspresi berlebihan patologik bentuk normal reseptor faktor pertumbuhan. 'rotein reseptor mutan menyalurkan sinyal mitogenik kontinu ke sel &alaupun tidak terdapat faktor pertumbuhan di sekitarnya. 1ang lebih sering ditemukan pada mutasi adalah ekspresi berlebihan reseptor faktor pertumbuhan. 2kspresi berlebihan ini menyebabkan sel kanker bereaksi berlebihan terhadap kadar normal faktor pertumbuhan( suatu keadaan yang biasanya tidak memicu proliferasi. 3ontoh paling nyata ditemukan pada famili reseptor 2%). 2-440( reseptor 2%)( mengalami ekspresi berlebihan pada 567 karsinoma sel skuamosa paru. Suatu reseptor terkait( disebut H2- (2-44 )( mengalami amplifikasi pada #7+!67 kanker payudara dan adenokarsinoma paru( ovarium( dan kelenjar liur. 4erbagai tumor ini sangat peka terhadap efek mitogenik faktor pertumbuhan 3yclin dan 3*9 8utasi yang menyebabkan disregulasi aktivitas siklin dan 3*k akan memudahkan sel berproliferasi . gen siklin * mengalami ekspresi berlebihan di banyak kanker( termasuk kanker yang mengenai payudara. :nsensitivitas terhadap sinyal penghambat pertumbuhan Selain memproduksi faktor pertumbuhan sel( onkogen juga memproduksi gen penekan tumor yang berfungsi meregulasi proliferasi sel. %angguan terhadap gen ini dapat mengakibatkan inhibisi pertumbuhan. Terdapat beberapa gen penekan tumor yang ditemukan( dengan gen -4 (retinoblastoma) yang pertama kali ditemukan. *ari gen -4 ditemukan salah satu mekanisme terjadinya tumor( dikenal sebagai two-hit hypothesis. *ikatakan bah&a untuk menghasilkan retinoblastoma diperlukan dua mutasi (hits)( yang melibatkan inaktivasi kedua alel normal pada lokus -4. 9ondisi ini dapat bersifat familial( di mana satu anak me&arisi salinan defektif gen -4 di sel germinativum( kemudian pada perkembangannya alel lain akan mengalami mutasi sehingga muncul gejala -4. 9ondisi lain yaitu sporadik( yaitu jika kedua alel mengalami defek akibat mutasi somatik. Sinyal yang menghambat pertumbuhan sel dapat berasal dari luar sel dan menggunakan reseptor( signal transducer( dan regulator transkripsi inti sel untuk menyelesaikan efeknya. Sinyal ini mencegah proliferasi sel melalui dua mekanisme komplementer: %& menyebabkan sel mitotik masuk ke dalam fase %6( atau !& masuk ke tahap pascamitotik dan berdiferensiasi hingga kehilangan potensi replikatifnya. Secara umum( sinyal antipertumbuhan menghambat proses dari fase %0 S pada siklus sel. %en -4 dan Siklus Sel

%en -4 menghasilkan protein -4( yang berfungsi menghambat siklus sel dari % 0 ke S. 'rotein mempunyai bentuk hipofosforilasi dan terfosforilasi. )osforilasi -4 dipicu peningkatan konstentrasi siklin * dan 2( serta aktivasi siklin *;3*9"( siklin *;3*9$( dan siklin 2;3*9 . <ika -4 terfosforilasi( akan terjadi pelepasan 2 ) yang memicu inisiasi fase S. <ika siklus sel sudah mele&ati fase 8( gugus fosfat dikeluarkan sehingga -4 kembali dalam bentuk defosforilasi. 8utasi gen -4 menyebabkan gangguan fungsi protein -4 sehingga tidak terjadi inhibisi siklus sel dan sel akan memasuki fase S tanpa regulasi. 'erubahan regulasi juga dapat dikarenakan mutasi faktor selain -4. .danya inaktivasi 3*9: akibat mutasi dapat menyebabkan aktivitas berlebihan dari siklin *;3*9" dan memicu fosforilasi -4. Salah satu yang sering terkena adalah inhibitor kinase " (:N9"a)( yang dikode oleh gen 3*9N .. 8utasi gen ini terjadi pada #7 keluarga rentan melanoma( sementara delesi terjadi pada =#7 karsinoma pankreas( "6+=67 pada glioblastoma( #67 kanker esofagus( dan 67 karsinoma paru. *apat disimpulkan bah&a keganasan dapat dipicu hilangnya kontrol siklus sel normal yang dapat diakibatkan mutasi pada sedikitnya satu dari empat regulator kunci siklus sel (3*9N .( siklin *( 3*9"( -4). <alur Transforming Growth Factor- T%)+> dikenal sebagai inhibitor kuat untuk proliferasi sel epitel( endotel( dan hematopoietik normal. 8olekul ini mengendalikan sel dengan berikatan dengan tiga reseptor( tipe :( ::( dan :::. T%)+> dapat menghentikan sel di fase %0 dengan merangsang produksi 3*9: p0# dan menghambat transkripsi 3*9 ( 3*9"( serta siklin . dan 2. 'ada keganasan dapat ditemukan mutasi jalur penghantar sinyal T%)+>. 8utasi dapat mengenai reseptor T%)+ > tipe :: atau molekul S8.* yang berfungsi menyalurkan sinyal antiproliferasi dari reseptor ke inti sel. 8utasi reseptor tipe :: ditemukan pada kanker kolon( lambung( dan endometrium. :naktivasi S8.*" ditemukan pada kanker pankreas. <alur 'oliposis 3oli .denomatosa+ > 3atenin %en .'3 (poliposis coli adenomatosa) yang sering hilang pada kanker kolon( menimbulkan efek antiproliferatif yang tidak la?im. 'rotein .'3 adalah protein sitoplasma yang mengatur kadar intrasel >+ 3atenin. >+3atenin berikatan dengan 2+cadherin( yang mempertahankan perlekatan antarsel. >+3atenin juga mengaktivasi proliferasi sel dengan berinteraksi pada jalur sinyal @NT. Normalnya >+ 3atenin mengalami penguraian di sitoplasma oleh kompleks destruksi yang dibentuk .'3. <ika .'3 hilang( penguraian >+ 3atenin terhambat sementara sinyal @NT terus diaktifkan. 8utasi .'3 ditemukan pada =6+ 567 kanker kolon sporadik. %en T'#!

%en ini adalah prekursor p#!( yang dapat menimbulkan efek antiproliferasi dan mengendalikan apoptosis. T'#! mempertahankan integritas genom dengan berespon terhadap stress( termasuk anoksia( ekspresi onkogen yang tidak sesuai( dan kerusakan pada integritas *N.. T'#! mendeteksi kerusakan *N. melalui mekanisme yang tidak diketahui dan membantu perbaikan *N. dengan menyebabkan penghentian %0 dan memicu gen yang memperbaiki *N.. Sel dengan kerusakan *N. yang ireversibel dapat diarahkan untuk mengalami apoptosis. <ika terjadi kehilangan T'#! secara homo?igot( kerusakan *N. ireversibel dan mutasi akan terfiksasi di sel mitotik sehingga memicu keganasan.

'PID'MIOLO(I *ari #= juta kematian di dunia pada tahun 665( !$ juta( atau $!7 berhubungan dengan non+ communicable disease (N3*)( terutama penyakit kardiovaskular( diabetes( kanker( dan penyakit respiratori kronik. .kibat peningkatan N3* dan usia populasi( kematian karena N3* tiap tahun diproyeksikan terus mengalami peningkatan di seluruh dunia dan peningkatan yang paling besar diperkirakan dari daerah dengan pendapatan rendah dan menengah. @alaupun kepercayaan yang saat ini banyak dianut bah&a N3* paling banyak mengenai populasi dengan income tinggi( ternyata buktinya mengatakan lain. Aebih dari dua pertiga dari seluruh kematian kanker muncul di negara dengan pendapatan rendah dan menengah. 9onsep yang sekarang sudah dipastikan bah&a merokok menyebabkan kanker paru terutama berasal dari studi epidemiologik. 'emahaman tentang kausa kanker dapat diperoleh melalui studi epidemiologik yang menghubungkan pengaruh lingkungan( ras( dan budaya tertentu terhadap timbulnya neoplasma tertentu. 4ahasan mengenai epidemiologi ini( akan lebih baik apabila dia&ali dengan bahasan tentang insiden kanker. :nsiden 9anker *i .merika Serikat diperkirakan sekitar 0(! juta kasus kanker baru akan terjadi pada tahun 66 ( dan ###.666 orang akan meninggal akibat kanker di .merika Serikat. 8asih di .merika Serikat( angka kematian kanker keseluruhan di antara laki+laki terutama disebabkan oleh kanker paru( tetapi angka ini kemudian mulai menurun. 'ada perempuan( angka keseluruhannya terjadi penurunan( terutama karena adnaya penurunan angka kematian kanker akibat kanker uterus( lambung( dan usus besar. Sayangnya saat ini jumlah &anita yang terkena kanker paru mengalami peningkatan. )aktor -esiko 'ersentasi yang sangat besar dari N3* dapat dicegah melalui reduksi dari " faktor resiko utama yaitu pemakaian tembakau( inaktivitas fisik( konsumsi alkohol berlebih dan diet tidak sehat. 'engaruh dari faktor resiko ini pada populasi di dunia( sebagai berikut: Tem)akau: hampir $ juta orang meninggal karena penggunaan tembakau tiap tahunnya( keduanya dari perokok aktif maupun pasif. 'ada tahun 6 6( angka ini akan meningkat menjadi =(# juta( mengambil sekitar 067 dari sleuruh kematian. 8erokok diperkirakan menyebabkan =07 kanker paru( " 7 penyakit respiratori kronis dan paling tidak 067 penyakit kardiovaskular. :nsidens merokok paling tinggi diantara laki+laki adalah negara berpendapatan rendah dan menengahB untuk populasi total( prevalensi rokok paling tinggi pada negara berpendapatan menengah ke atas. *kti+itas ,isik -ang .urang/ 9ira+kira !( juta orang meninggal tiap tahunnya karena inaktivitas fisik. /rang yang kurang latihan fisik memiliki 67 hingga !67 peningkatan resiko dari segala bentuk mortalitas. Aatihan fisik yang rutin mengurangi resiko penyakit kardivaskular( tekanan darah yang tinggi( diabetes( kanker kolon dan payudara( juga depresi.

.ktivitas fisik yang kurang terutama pada negara dnegan pendapatan yang tinggi( tapi pada negara dnegan pendapatan menengah pun sekarang mulai telihat level yang sangat tinggi teruatama pada &anita. .onsumsi *klohol -ang 0erle)ihan/ 9ira+kira (! juta orang (!(57) di dunia mati tiap tahunnya karena penggunaan alkohol yang berlebihan. Aebih dari setengah dari kematian ini muncul dari N3* termasuk kanker. Diet -ang Tidak Sehat/ 9onsumsi yang cukup dari buah dan sayur mengurangi resiko untuk penyakit kardiovaskular( kanker lambung dan kanker kolorektal. 9ebanyakan populsi mengkonsumsi garam jauh melebihi level garam yang direkomendasikan oleh @H/ untuk pencegahan penyakit. *iet rendah serat juga memiliki hubungan yang erat dengan terjadinya kanker kolon. *iet yang tidak sehat terus meningkat dengan cepat di tempat dengan sumber daya rendah. In1eksi Terkait .anker/ 'aling tidak juta kasus kanker per tahun( 057 dari beban kanker di dunia( berhubungan dengan beberapa infeksi kronis yang spesifik( dan fraksi ini semaking meningkat pada negara dnegan income yang rendah. .gen infeksius yang penting adalah H'C( virus Hepatitis 4( virus Hepatitis 3( dan Helicobacter pylori. :nfeksi ini dapat dicegah dengan vaksinasi dan pengukuran terhadap pencegahan transmisi. )aktor resiko lain yang juga berpengaruh adalah usia dan hereditas. Sebagian besar mortalitas akibat kanker terjadi pada usia antara ## dan =# tahun. Sedangkan pada anak+anak usia 0# tahun dna kurang( kanker menyebabkan lebih dari 067 kematian. Hereditas juga merupakan salah satu faktor predisposisi. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan kanker paru. @alaupun merokok merupakan faktor resiko( tetapi terbukti bah&a kematian akibat kanker paru terjadi empat kali lebih sering pada anggota keluarga yang tidak merokok dari pasien kanker paru dibandingkan anggota keluarga perokok yang tidak merokok. I2V*SI D*2 M'T*ST*SIS 'enyebaran tumor adalah suatu proses yang rumit yang melibatkan serangkaian tahapan. *idalam pembahasan selanjutnya( jenjang metastasis dapat dibagi menjadi dua fase : invasi matriks ekstrasel serta penyebaran dan pergerakan sel tumor menuju sasaran melalui pembuluh darah. :nvasi matriks ekstrasel <aringan manusia tersusun menjadi serangkaian kompartemen yang dipisahkan satu sama lain oleh dua jenis matriks ekstrasel (238): membran basal dan jaringan ikat intersisium. Tiap komponen 238 terdiri dari kolagen( glikoprotein( proteoglikan. Sel tumor berinteraksi dengan 238 dibeberapa tahapan dalam jenjang metastastatik. Suatu karsinoma mula+mula harus mele&ati membran basal diba&ahnya( kemudian berjalan melintasi jaringan ikat intersisium( dan akhirnya memperoleh akses ke sirkulasi dengan menembus membran basal pembuluh dasar. Siklus ini berulang saat embolus sel tumor mengalami ekstravasasi di tempat yang jauh. :nvasi 238 mrupakan suatu proses aktif yang diselesaikan dalam " langkah( yaitu : 0. Terlepasnya sel tumor satu sama lain Aangkah pertama dalam jenjang metastatik adalah merenggangnya sel tumor. 2+kaderin bekerja sebagai lem antarsel( dan bagian 2+kaderin yang berada pada sitoplasma berikatan dengan >+katenin. >+katenin bebas dapat mengaktifkan transkripsi gen yang mendorong pertumbuhan. 'erubahan pola ekspresi molekul perekat sel lainnya pada superfamili imunoglobulin juga menyebabkan invasi. . 8elekatnya sel tumor ke komponen matriks Aangkah kedua( melekatnya sel tumor ke berbagai protein 238( seperti laminin dan fibronektin( penting untuk invaksi dan metastasis. Sel epitel normal memiliki reseptor untuk laminin membran basal yang terpolarisasi di permukaan basalnya. Sebaliknya( sel karsinoma memiliki lebih banyak reseptor( dan reseptor ini tersebar di seluruh membran sel. Terdapat

korelasi antara kepadatan reseptor lamina di sel karsinoma payudara dan metastasis kelenjar getah bening. !. 'enguraian 238 Aangkah ketiga dalam invasi adalah degradasi lokal membaran basal dan jaringan ikat intersisium. Sel tumor itu sendiri mengeluarkan en?im proteolitik atau menginduksi sel penjamu untuk mengeluarkan protease. 4eberapa en?im penghancur matriks yang disebut metaproteinase( termasuk gelatinase( kolagenase( dan stromelisin( ikut berperan. 9olagenase tipe " adalah suatu gelatinase yang memecah kolagen tipe " epitel dan membran basal vaskular. Tumor jinak lebih sediki memperlihatkan aktivitas kolagenase dibandingkan tumor ganas. ". 8igrasi sel tumor Tahap terakhir dalam invasi adalah saat sel tumor berjalan menembus membran basal yang telah rusak dan matriks yang telah mengalami lisis. 8igrasi tampaknya diperantarai oleh berbagai sitokin yang berasal dari sel tumor( misalnya faktor motilitas autokrin. 'enyebaran vaskular dan sasaran sel tumor Saat berada di dalam sirkulasi( sel tumor rentan terhadap destruksi oleh sel imun penjamu. *alam aliran darah( sebagian sel tumor embentuk embolus dengan membentuk gumpalan dan melekat pada leukosit(terutama trombositBsel tumoryang menggumpal tersebut akan sedikit banyak memperoleh perlindungan dari serangan sel efektor antitumor penjamu. Namun sabagian besar sel tumor masuk dalam sirkulasi sendiri+sendiri. 2kstravasasi sel tumor bebas atau embolus sel memerlukan perlekatan ke endotel vaskular yang diikuti oleh pergerakan melalui membran basal dengan mekanisme yang serupa dengan mekanisme invasi. Tempat ekstravasasi dan distribusi organ pada metastasis umumnya dapat diperkirakan berdsarkan lokasi tumor primer dan drainase vaskular atau limfenya. Namun( pada banyak kasus( jalur alami drainase tidak mudah menjelaskan distribusi metastasis. Sebagaian tumor cenderung menyebar ke adrenal( tetapi hampir tidak pernah ke otot rangka. 8ekanisme baru lainnya pada penyebaran spesifik+tempat ini melibatkan berbagai kemokin dan resptornya. 9emokin berperan dalam gerakan terarah. DI*(2OSIS M'TOD' MO3,OLO(I. 'ada sebagian besar kasus( diagnosis kanker secara laboratoris tidaklah sulit. *ata klinis merupakan hal yang tak ternilai bagi diagnosis patologik. 'otongan yang diambil dari fraktur yang menyembuh dapat mirip dengan osteosarkoma. /leh karena itu( spesimen untuk diagnosis harus adekuat( representatif( dan dia&etkan dengan benar. 0io4si adalah pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh manusia untuk pemeriksaan patologis mikroskopik .da lima jenis utama dari prosedur biopsi: %5 0one marrow )io4sBone marrow biopsy umumnya digunakan untuk mendiagnosis kanker darah( seperti leukemia( limfoma( dan multiple myeloma. *ilakukan anestesi lokal sebelum biopsi ini untuk mengurangi rasa sakit. !5 'ndos6o4i6 )io4s*okter menggunakan tabung yang tipis dan fleksibel dengan penerangan di ujungnya untuk melihat struktur di dalam tubuh. .lat khusus dile&atkan melalui tabung untuk mengambil sampel kecil dari jaringan yang ingin dianalisis. Tabung yang digunakan dapat dimasukkan melalui mulut( rektum( saluran urine( atau insisi di kulit. 5 2eedle )io4s'ada biopsi ini( digunakan jarum khusus untuk mengekstrak sel dari daerah yang dicurigai. Needle biopsy sering digunakan untuk tumor yang dapat dirasakan pada

4.

#5

kulit( seperti bengkak pada payudara( dan pembesaran limfa nodus. Needle biopsy terdiri atas: ,ine7needle as4iration *igunakan jarum tipis dan panjang yang dimasukkan ke area yang dicurigai. Suntikan digunakan untuk mengambil cairan dan sel untuk dianalisis. 8ore needle )io4s4iopsy ini menggunakan jarum yang lebih besar dengan cutting tip. Va6uum7assisted )io4s4iopsi ini menggunakan suction untuk meningkatkan jumlah cairan dan sel yang diekstrak dengan jarum. :ni bisa mengurangi kebutuhan untuk menusukkan jarum demi mendapatkan jumlah sampel yang cukup. Image7guided )io4s4iopsi ini mengkombinasikan prosedur imaging( seperti D+ray( computeri?ed tomography (3T) atau ultrasound( dengan needle biopsy. :ni memungkinkan dokter untuk mengakses area yang tidak dapat dirasakan melalui kulit( seperti abnormalitas pada liver atau prostat. *engan menggunakan real time image( dokter dapat memastikan bah&a jarum tersebut mengenai bagian yang tepat. *ilakukan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Skin )io4s4iopsi kulit mengambil sel dari permukaan tubuh. 4iopsi kulit sering digunakan untuk mendiagnosis kanker kulit( termasuk melanoma. <enis biopsi kulit yang dilakukan tergantung tipe kanker yang dicurigai dan penyebarannya. 4iopsi kulit meliputi: Sha+e )io4s*okter menggunakan alat seperti pisau cukur untuk menggores permukaan kulit. Tidak diperlukan jahitan setelah shave biopsy. Pun6h )io4s*okter menggunakan alat sirkuler untuk mengambil bagian kecil dari lapisan kulit terdalam. unch biopsy dalamnya sekitar E inchi. *iperlukan jahitan untuk menutup luka. In6isional )io4s-5 *okter menggunakan pisau bedah untuk mengambil area kecil di kulit. *iperlukan atau tidaknya jahitan tergantung jumlah kulit yang diambil. '96isional )io4s-5 *okter mengambil seluruh area kulit yang abnormal. *alam biopsi ini diperlukan jahitan untuk menutup luka. .nestesi lokal juga dibutuhkan untuk mematirasakan area di kulit sebelum dilakukan biopsi. Surgi6al )io4s<ika sel tidak dapat diakses dengan biopsi lainnya( maka akan dilakukan biopsy ini. *okter bedah akan membuat potongan tajam di kulit untuk mengakses area yang diduga. 3ontoh dari biopsi ini adalah pembedahan untuk mengambil benjolan payudara untuk diagnosis kanker payudara( dan pembedahan untuk mengambil limfa nodus untuk diagnosis limfoma. Surgical biopsy dapat digunakan untuk mengambil sebagian sel dari area abnormal (incisional biopsy)( atau keseluruhan area sel yang abnormal (eFcisional biopsy). *iperlukan anestesi lokal( dan pada beberapa biopsi diperlukan anestesi umum untuk membuat pasien tidak sadar selama prosedur berlangsung. 'asien juga harus tinggal di rumah sakit untuk observasi.

bentuk lain keganasan. Sel neoplastik kurang kohesif dibandingkan dengan sel lain sehingga terlepas ke dalam cairan atau sekresi. Sel yang rontok tersebut dievaluasi untuk mencari gambaran anaplasia yang menunjukkan asalnya. 4ukti terbaik manfaat metode sitologis adalah keberhasilan pengendalian kanker serviks.

Imunohistokimia merupakan pemeriksaan tambahan yang sangat bermanfaat dalam histologi rutin. *eteksi sitokeratin oleh antibodi monoklonal spesifik yang dilabel dengan peroksidase lebih menunjukkan karsinoma tidak berdiferensiasi bukan limfoma sel besar. *emikian juga deteksi 'S. (antigen spesifik prostat) pada endapan metastatik oleh imunohistokimia memungkinkan kita mendiagnosis secara pasti tumor primer di prostat. *eteksi reseptor estrogen dan H2-+ (neu) secara imunohistokimia&i memungkinkan kita menentukan prognosis dan mengarahkan intervensi terapi pada kanker payudara. Flow cytometri sekarang digunakan secara rutin dalam klasifikasi leukemia dan limfoma. )lo& cytometry adalah pengukuran karakteristik kimia dan fisika dari sel atau partikel yang berjalan mele&ati suspensi satu per satu menggunakan sensing point. *i satu sisi( flo& cytometer dapat dianggap sebagai mikroskop fluorosensi khusus. 9ita dapat megukur karakteristik fisika( seperti ukuran sel( bentuk( dan kompleksitas internal( dan pastinya komponen atau fungsi dari sel. 'ada metode ini( digunakan antibodi fluorosen terhadap molekul permukaan sel dan antigen diferensiasi untuk memperoleh fenotipe sel ganas. Flow cytometry juga berguna untuk menilai kandungan *N. sel tumor. 'ada banyak tumor( kandungan *N. (ploidi) berefek pada prognosis. 'ada *N. content flow cytometry! biopsy beku dimasukkan dalam larutan yang melisis sel( dan meninggalkan hanya nucleus. Nukleus di&arnai dengan pe&arna fluorosen yang mengikat *N. di nukleus. Aarutan yang mengandung inti tersebut dimasukkan ke alat flo& cytometer( yang menembakkan cahaya (biasanya laser) yang menyebabkan *N. berfluorosensi. :ntensitas atau kecerahan dari fluorosensi bersifat proporsional terhadap jumlah *N. dalam sel. Semakin banyak jumlah *N.( intensitas fluorosensinya semakin terang. 9arena sel memiliki jumlah *N. yang berbeda( tergantung di mana ia berada dalam siklus sel( teknik ini dapat mendeterminasi persentase sel yang berada di poin yang berbeda pada siklus sel. *ata yang didapat diekspresikan dalam flo& cytometric histogram. P'M'3I.S**2 0IO.IMI*;I 'emeriksaan biokimia untuk berbagai hormon( en?im terkait tumor( dan penanda tumor lainnya dalam darah tidak dapat dipahami sebagai modalitas untuk diagnosis kankerB namun pemeriksaan ini berperan dalam menemukan kasus( dan pada sebagian kasus( untuk menentukan efektivitas terapi. Telah ditemukan sejumlah penanda tumor dalam darah. Hanya sedikit yang terbukti mempunyai manfaat secara klinis. *ua yang sudah dipastikan adalah 32. dan ,+fetoprotein. 32.( yang secara normal dihasilkan dalam jaringan embrionik usus( pankreas( dan hati( adalah suatu glikoprotein kompleks yang dihasilkan oleh banyak neoplasma bebeda. 32. dilaporkan positif pada $6+G67 karsinoma kolorektum( #6+567

*4usan sitologik :Papanicolau& merupakan metode lain untuk deteksi kanker. 'endekatan ini digunakan secara luas untuk karsinoma serviks( sering pada stadium in situ( serta banyak

kanker pankreas( dan #+#67 tumor lambung dan payudara. 'eningkatan 32. juga dilaporkan pada banyak bentuk kanker lainnya( tetapi tidak konsisten. 'ada hampir semua jenis neoplasma( derajat peningkatan berkaitan dengan beban tumor pada tubuh( sehingga kadar tertinggi ditemukan pada pasien dengan penyakit metastatik tahap lanjut. Namun( peningkatan 32. juga dilaporkan pada banyak gangguan jinak( seperti sirosis alkohol( hepatitis( kolitis ulserativa( dan penyakit 3rohn. 9adang+kadang kadar antigen ini meningkat pada perokok yang tampak sehat. /leh karena itu( sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan 32. tidak memadai untuk mendeteksi kanker secara dini. Namun( 4emeriksaan ini masih )erman1aat dalam mem)erikan )ukti awal kemungkinan karsinoma kolorektum karena tumor ini men-e)a)kan 4eningkatan kadar 8'* tertinggi. 'emeriksaan 32. paling bermanfaat dalam deteksi kekambuhan setelah eksisi. .pabila reseksi tumor berhasil( 32. menghilang dari serum. 9emunculan kembali 32. hampir selalu menunjukkan a&al dari suatu akhir. 'enanda tumor lainnya yang sudah dipastikan adalah ,+fetoprotein. 'eningkatan kadar ,+ fetoprotein pada orang de&asa terutama berasal dari hati dan sisa yol" sac di gonad. 'enanda ini ini juga meningkat (&alaupun tidak selalu) pada teratokarsinoma dan karsinoma sel embrionik di testis( ovarium( dan tempat di luar gonad( dan kadang+kadang pada kanker lambung dan pankreas. Seperti pada 32.( penyakit jinak termasuk sirosis( hepatitis( dan kehamilan (terutama pada distress atau kematian janin)( dapat menyebabkan peningkatan sedang ,+fetoprotein. /leh karena itu( timbul masalah dalam spesifisitas dan sensitivitas ,+ fetoprotein. Tapi ,+fetoprotein masih bermanfaat sebagai bukti a&al( misalnya karsinoma hepatoselular dan berguna untuk tindak lanjut intervensi terapi. DI*(2OSIS MOL'.<L*3 9ini sudah banyak teknik molekular yang dikembangkan untuk mendiagnosis tumor dan memperkirakan perilakunya. Setiap sel T dan sel 4 mempunyai susunan gen reseptor antigen yang unik( deteksi gen reseptor sel T atau imunoglobulin dengan '3- memungkinkan kita membedakan antara proliferasi monoklonal (neoplastik) dan poliklonal (reaktif). Transkrip 43-+.4A dengan '3- dapat menjadi tanda tangan molekular pada leukemia mieloid kronik. Teknik ):SH bermanfaat untuk mendeteksi karakteristik translokasi pada banyak tumor. Termasuk sarkoma 2&ing( serta beberapa leukemia dan limfoma. 8etode ):SH dan '3- juga bisa digunakan untuk memperlihatkan amplifikasi berbagai onkogen( seperti H#$-% dan N&'(. /nkogen ini( memberikan prognosis untuk kanker payudara dan neuroblastoma. 'emanfaatan teknik molekular yang juga mulai mencuat adalah mendeteksi penyakit residual minimal setelah pengobatan. Sebagai contoh( deteksi transkrip 43-+.4A dengan '3menghasilkan perkiraan tentang sisa leukemia pada pasien yang diobati untuk leukemia mieloid kronik. P'2'2T<*2 P3O,IL MOL'.<L*3 T<MO3 Salah satu kemajuan dalam analisis molekular tumor adalah )N*- microarray analisis. Teknik ini memungkinkan kita mengukur secara bersamaan kadar beberapa ribu gen. 'rinsip dari apa yang disebut sebagai teknologi chip gen ini diperlihatkan pada gambar di ba&ah ini. .nalisis dengan cara ini berhasil mengungkapkan bah&a limfoma sel 4 besar yang secara fenotipe identik dari pasien yang berbeda adalah heterogen dalam kaitannya dengan ekspresi gen limfoma tersebut.

*apat dideteksi kelompok ekspresi gen sehingga tumor yang secara fenotipe serupa dapat digolong+golongkan lagi menjadi subkategori yang angka kesintasannya berbeda+beda. 'enentuan profil molekular ini menunjukkan bah&a alat morfologik yang sekarang ada kurang mampu membeda+bedakan tumor menjadi subkelompok yang prognosisnya berbeda. .nalisis serupa telah digunakan untuk kanker payudara dan melanoma. .nalisis jenis ini kemungkinan akan menjadi alat bantu diagnosis( klasifikasi( dan penatalakasanaan kanker. .nalisis jenis ini juga mungkin dapat mengungkapkan target gen baru untuk tumor dan pengembangan obat baru. D*,T*3 P<ST*.* 0. @H/ 2Fecutive Summary: %lobal -eport. 606.

2. 9umar C( 3otran -S( -obbins SA. Neoplasma. :n: Hartanto H( *armaniah N(


@ulandari N( editors. 4uku .jar 'atologi -obbins. =th ed. <akarta: 2%3B 66=: p. !!+=.

3. 8ayo )oundation for 8edical 2ducation and -esearch. 4iopsy procedures used to
diagnose cancer. *iunduh dari: http:;;&&&.revolutionhealth.com. *iakses G 8ei 600.

4. 8edline 'lus. The 'ap Smear *iunduh dari: http:;;&&&.nlm.nih.gov. *iakses G


8ei 600.

5. 3ancer

-esearch H9. @hat is flo& cytometryI. http:;;science.cancerresearchuk.org. *iakses G 8ei 600.

*iunduh

dari: