Anda di halaman 1dari 95

hk am

1 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Manado yang memeriksa dan mengadili perkara pidana pada

tingkat pertama dengan acara pemeriksaan biasa telah menjatuhkan putusan sebagai 1

gu

berikut dalam perkara Terdakwa-Terdakwa : Nama lengkap

: dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI ; : Denpasar ; : 35 tahun/23 April 1975 ; : Perempuan ; : Indonesia ; : Hindu ; : dokter ;

ah

Tempat lahir

Umur/tanggal lahir Jenis kelamin Kebangsaan Tempat tinggal

: Jalan Parigi VII No.10 Kecamatan Malalayang Kota Manado ;

am

Agama Pekerjaan Pendidikan 2 Tempat lahir Umur/tanggal lahir Jenis kelamin Kebangsaan Tempat tinggal

ah k

Nama lengkap : dr.HENDRY SIMANJUNTAK ; :RIau ; : laki-laki;

ah

A gu ng

: Indonesia ; Malalayang Kota Manado ;

: Kelurahan Malalayang Satu Barat lingkungan I Kecamatan

Agama

: Kristen Protestan ;

Pekerjaan 3

: dokter

Pendidikan

: dokter spesialis kebidanan dan kandungan ;

Nama lengkap

: dr. HENDY SIAGIAN ;

Umur tanggal lahir Jenis kelamin Kebangsaan Tempat tinggal

: 28 tahun/14 Januari 1983 ; : laki-laki ; : Indonesia ; : Kristen Protestan ; : dokter ;

: Kelurahan Bahu lingkungan I Kec. Malalayang Kota Manado ;

ka

Pekerjaan Pendidikan

ah

: dokter spesialis kebidanan dan kandungan ;

Para Terdakwa tidak ditahan ; 1 2

ep

Agama

ub

lik ik In d on
Halaman 1

Tempat lahir

: Sorong ;

Para Terdakw dalam persidangan perkara ini didampingi Penasehat Hukum : ROMMY POLI, SH ;

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

gu

ng

WEMPIE POTALE, SH.MH ;

es

In do ne si

: 35 tahun/14 Juli 1975 ;

ep

: dokter spesialis kebidanan dan kandungan ;

ub lik

In do ne si a

ng

P U T U S A N NO.90/PID.B/2011/PN.MDO

ep u

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id Keduanya Advokat/Pengacara berkantor di Facific law Office beralamat di Jalan

ep u
pembacaan

b
Surat Kuasa No.07/SK-PLO/III/2011 tanggal 28 Maret 2011 dan surat kuasa tersebut telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Manado pada tanggal 29 Maret 2011 No.122/SK/2011 ; Pengadilan Ngeri tersebut ;

ah

gu

Telah membaca penetapan Ketua Pengadilan Negeri Manado tanggal 10 Maret

2011 No.90/Pid.B/2011/PN.Mdo, tentang penunjukan Majelis Hakim yang

memeriksa dan mengadili perkara ini ;

Telah membaca penetapan Ketua Majelis Hakim tanggal 10 Maret 2011 tentang Telah membaca berkas perkara yang bersangkutan ;

am

Telah mendengar keterangan saksi-saksi dan para Terdakwa dipersidangan ; Telah melihat alat bukti lainnya dipersidangan ; Telah mendengar pula

ub lik
tuntutan Jaksa

penetapan hari sidang yang pertama ;

ng

Bumi Nyiur No.101 Kelurahan Bumi Nyiur Manado Sulawesi Utara, berdasarkan

ah k

No.reg.Perk :PDM-43/M.Ndo/Ep.1/09/2010 tanggal 8 Agustus 2011 yang pada pokoknya memintakan supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini dapat memutuskan sebagai berikut :

ep

Menyatakan para Terdakwa masing-masing dr.DEWA AYU SASIARY PRAWANI SIAGIAN (Terdakwa III), terbukti secara sah dan meyakinkan, telah bersalah

ah

A gu ng

(Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 359 KUHP jo pasal

55 ayat (1) ke-1 KUHP ;

Menjatuhkan hukuman terhadap para Terdakwa, masing-masing dr.DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II)

dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III), dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan Menyatakan barang bukti berupa :

Berkas catatan medis No.cm.041969 atas nama SISKA MAKATEY terdiri dari :

Results Siska Yulin Makatey ; Surat pernyataan telah dirawat ; Rekam jantung Siska Makatey 2004 ;

ka

ah

ep

Surat konsul 10 April 2010 ; RSU Prof Kandou Manado (poliklinik obstetri status obstetrikus ;

ub

PT. Asuransi Kesehatan Indonesia ;

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 2

es

In do ne si

In do ne si a
Penuntut Umum

hk am

3 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Dinas

cairan form 0014 ;

Instruksi post operasi ;

ng

Surat konsul ke bagian anastesiologi ; Rekam jantung ; Laporan operasi ;

Kurva suhu dan nadi, serta catatan khusus ; kesehatan

Puskesmas Bahu/surat rujukan ibu hamil

ah

am

ah k

ep

surat

persetujuan

pembedahan

anastesi tanggal 10 April 2010 ; Diaknosa akhir Siska Makatey ; Resume keluar Siska Makatey ; Surat pengantar pulang

catatan) ;

Iktisar waktu pulang (tidak ada catatan ) ; Anamnesis utama Siska Makatey ;

ah

Pemeriksaan Makatey ; Makatey ; Pemeriksaan

lik
kebidanan kebidanan

Anamnesis kebidanan Siska makatey ; I II Siska Siska

ka

ah

ep

Resume masuk Siska Makatey ; Portograf Siska Makatey ; Lembaran observasi persalinan Siska Makatey ;

ub

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 3

es

In do ne si
dan (tidak ada

A gu ng

ub lik
Makatey ; Makatey ;

atas nama Siska Makatey ; Ringkasan masuk dan keluar Siska

Lembaran masuk dan keluar Siska Klinical Patway Siska Makatey ; Surat persetujuan tindakan khusus dan

In do ne si a
Kota Manado

Catatan pemasukan dan pengeluaran

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Makatey ; Makatey ;

Lembaran observasi persalinan Siska

Laporan persalinan I Siska Makatey ;

Laporan persalinan IIa Siska Makatey ;

Lembaran catatan harian dokter (tidak ada catatan) ; ada catatan) ; Hasil pemeriksaan laboratorium (tidak

ah

am

ah k

ep A gu ng

Catatan dan instruksi dokter (tidak ada catatan) ; Pelaksanaan proses

pengkajian data (tidak ada catatan) ; ada catatan) ;

Lembaran untuk penempelan surat (tidak Catatan obat oral dan per enteral (tidak ada catatan) ;

ah

1(satu)

lembar

lik
foto foto dr. foto

Catatan perawat bidan (Siska Makatey ) ; copy

PRAWANI yang telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri Manado ; 1(satu) lembar copy sertifikat HENDRY

ka

ah

ep

kompetensi

SIMANJUNTAK yang telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri Manado ; 1(satu) lembar copy sertifikat kompetensi dr. HENDY SIAGIAN yang

ub

kompetensi dr. DEWA AYU SASIARY

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 4

es

In do ne si
keperawatan sertifikat

ub lik
Nifas (tidak ada catatan) ; catatan) ;

Catatan pemasukan dan pengeluaran cairan (tidak ada catatan) ; Hasil pemeriksaan radiologi kedokteran nuklir, dan lain-lain(tidak ada catatan)

Catatan perawat intensif (tidak ada

In do ne si a

Lembaran observasi persalinan Siska

gu

ng

hk am

5 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
359 KUHP jo

telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri Manado ;

b
Tetap dilampirkan dalam berkas perkara ; 4 masing sebesar Rp.3.000.-(tiga ribu rupiah) ; Menetapkan agar kepada para Terdakwa dibebani membayar biaya perkara masing-

Telah mendengar pembelaan penasehat No.012/PLO/VIII/2011 yang

gu

hukum tertanggal 15 Agustus 2011 pokoknya menyatakan :

Menyatakan Terdakwa I dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI, Terdakwa II dr. HENDRY SIMANJUNTAK dan Terdakwa III dr. HENDY SIAGIAN, tidak didakwakan dalam pasal

ah

ub lik
pasal 55 (vrijspraak) obstetri) obstetrikus ; cairan form : 0014 ; Instruksi Pos operasi ; Rekam jantung ; Laporan operasi ; khusus ; Dinas kesehatan

terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang ayat (1) ke-1 ; .... 2

am

Membebaskan Terdakwa I dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI, Terdakwa II dr. HENDRY SIMANJUNTAK dan Terdakwa III dr. HENDY SIAGIAN, dari segala tuntutan hukum

ep

ah k

Menyatakan terhadap barang bukti yang diajukan dalam persidangan berupa : Berkas catatan medis No.CM.041969 atas nama Siska Makatey terdiri dari : PT ASURANSI Kesehatan Indonesia ; Results Siska Julin Makatey ;

Rekam jantung Siska Makatey 2004 ; Surat konsul 10 April 2010 ;

RSU. Prof. Kandou Manado (poliklinik Catatan pemasukan dan pengeluaran

ah

ka

ah

ep

Kurva suhu dan nadi, serta catatan Kota Manado

ub

Surat konsul ke bagian anastesiologi ;

lik

ng

Puskesmas Bahu/surat rujukan ibu hamil atas nama Siska Makatey ;

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 5

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
pada ;

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
surat

Makatey ; Makatey ;

Lembaran masuk dan keluar Siska

Clinical patway Siska Makatey ;

Surat persetujuan tindakan khusus dan persetujuan pembedahan anastesi tanggal 10 April 2010 ; Diaknosa akhir Siska Makatey ; Resume keluar Siska Makatey ;

ah

am

ah k

ep

ub lik
catatan) ; Iktisar waktu pulang ; Pemeriksaan Makatey ; Pemeriksaan Makatey ; Makatey ; ada catatan) ; ada catatan) ;

Surat

pengantar

pulang

Anamnesis utama Siska Makatey ; Anamnesis kebidanan Siska Makatey ; kebidanan I Siska

kebidanan

Resume masuk Siska Makatey ; Partograf Siska Makatey ;

Lembaran obseravasi persalinan Siska

Laporan persalinan I Siska Makatey ; Lapoan persalinan II Siska Makatey ;

ah

ka

ah

ep

Catatan pemasukan dan pengeluaran cairan (tidak ada catatan) ; Hasil pemeriksaan radiologi kedokteran nuklir dll (tidak ada catatan) ; Nifas (tidak ada catatan) ;

ub

Hasil pemeriksaan laboratorium (tidak

lik

Lembarana catatan harian dokter (tidak

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 6

es

In do ne si
II Siska

A gu ng

In do ne si a
dan (tidak ada

Ringkasan masuk dan keluar Siska

gu

ng

hk am

7 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

catatan) ; catatan) ; Pelaksanaan

Catatan dan instruksi dokter (tidak ada

proses

pengkajian data (tidak ada catatan); ada catatan) ;

Lembaran untuk penempelan surat (tidak

Catatan obat oral dan per-enternal (tidak ada catatan) ; Catatan perawat bidan (Siska Makatey) ; 1(satu) lembar foto copy Sertifikat

ah

am

ah k

ep

ub lik
Manado ; dilegalisir Manado ; oleh dan pembelaannya ;

kompetensi dr. Hendry Simanjuntak yang telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri 1(satu) lembar foto copy Sertifikat kompetensi dr. Hendy Siagian yang telah Pengadilan Negeri

A gu ng

Dikembalikan kepada yang berhak ;

Memulihkan hak Terdakwa I dr.DEWA AYU SASIARY PRAWANI, Terdakwa II

dr. HENDRY SIMANJUNTAK dan Terdakwa III dr. HENDY SIAGIAN dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya dalam keadaan semula ; Telah mendengar pula Replik

Membebankan biaya perkara kepada Negara ;

Penuntut Umum tertanggal 25 Agustus secara lisan dipersidangan pada tanggal 25 Agustus 2011 yang menyatakan masing-masing tetap pada tuntutannya

ah

ka

ah

Primair

ep

Menimbang, bahwa para Terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum telah didakwa dengan bentuk dakwaan sebagai berikut : Kesatu

ub

lik

dan Duplik Penasehat Hukum Terdakwa

----- Bahwa para terdakwa, masing-masing dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa III) baik secara bersama-sama maupun bertindak sendiri-sendiri, pada hari

ng

(Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 7

es

In do ne si
Jaksa

In do ne si a
keperawatan

Catatan perawat intensif (tidak ada

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id Sabtu tanggal 10 April 2010, pada waktu kurang lebih pukul 22.00 Wita atau setidak-

ep u ep
perut

b
Umum Prof. Dr. R. D. Kandouw Malalayang Kota Manado atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Manado, telah melakukan, menyuruh lakukan dan turut serta melakukan perbuatan yang karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain yaitu korban SISKA MAKATEY, berikut :--------------------

ah

----- Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, dr. DEWA AYU

SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr.

Kandou Manado melakukan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap korban SISKA MAKATEY yaitu pada saat korban SISKA MAKATEY sudah tidur terlentang di atas meja operasi kemudian dilakukan tindakan Asepsi anti septis pada dinding perut dan sekitarnya, selanjutnya korban ditutup dengan kain operasi kecuali pada lapangan operasi dan saat itu korban telah dilakukan pembiusan total.----------------------------------------------------------------------------

ah k

am

----- Bahwa dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) mengiris dinding perut lapis demi lapis sampai pada rahim milik korban kemudian bayi yang berada di dalam rahim korban diangkat dan setelah bayi diangkat dari dalam rahim korban, rahim korban dijahit sampai tidak terdapat pedarahan lagi dan dibersihkan dari bekuan darah, selanjutnya dinding milik dijahit.--------------------------------------------------------------------------

----- Bahwa saat operasi dilakukan, dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) sebagai

asisten operator I (satu) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai asisten operator AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) sebagai pelaksana operasi/ operator yang

II (dua) membantu untuk memperjelas lapangan operasi yang dilakukan oleh dr. DEWA

ah

memotong, menggunting dan menjahit agar lapangan operasi bisa terlihat agar

mempermudah operator yaitu dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) dalam

ka

----- Bahwa pada saat sebelum operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap korban tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk termasuk kematian yang dapat terjadi korban dan para terdakwa sebagai dokter yang melaksanakan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap diri korban tidak melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan jantung, foto rontgen dada dan pemeriksaan penunjang lainnya sedangkan

ah

terhadap diri korban jika operasi CITO SECSIO SESARIA tersebut dilakukan terhadap diri

ep

dilakukan para terdakwa tidak pernah menyampaikan kepada pihak keluarga korban

ub

melakukan operasi.--

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 8

es

In do ne si
korban

A gu ng

ub lik

HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai dokter pada Rumah Sakit Prof. Dr. R. D.

gu

perbuatan tersebut dilakukan para terdakwa dengan cara dan uraian kejadian sebagai

ng

tidaknya pada waktu lain dalam tahun 2010, bertempat di Ruangan Operasi Rumah Sakit

In do ne si a

hk am

9 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id tekanan darah pada saat sebelum korban dianestesi/ dilakukan pembiusan, sedikit tinggi

ep u
cepat)

b
kurang lebih pukul 20.10 Wita, hal tersebut telah disampaikan oleh saksi dr. HERMANUS J. LALENOH, Sp. An pada bagian Anestesi melalui jawaban konsul kepada bagian kebidanan bahwa pada prinsipnya disetujui untuk dilaksanakan pembedahan dengan anestesi resiko tinggi, oleh karena itu mohon dijelaskan kepada keluarga segala setelah pelaksanaan operasi selesai dilakukan kemudian pemeriksaan jantung tersebut dilakukan setelah dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) melaporkan kepada kemungkinan yang bisa terjadi, tetapi pemeriksaan jantung terhadap korban dilaksanakan

ah

saksi NAJOAN NAN WARAOUW sebagai Konsultan Jaga Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan bahwa nadi korban 180 (seratus delapan puluh) x permenit dan saat

PRAWANI (Terdakwa I) jika telah dilakukan pemeriksaan jantung/ EKG (Elektri Kardio

am

Graf atau Rekam Jantung) terhadap diri korban, selanjutnya dijawab oleh dr. DEWA AYU Kardi (denyut jantung sangat cepat) dan saksi NAJOAN NAN WARAOUW mengatakan (denyut jantung sangat

SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) tentang hasil pemeriksaan adalah Ventrikel Tachy

ah k

ep
tetapi

bahwa denyut nadi 180 (seratus delapan puluh) x permenit bukan Ventrikel Tachy Kardi Fibrilasi (kelainan irama jantung).--------------------------------------------------------------------------------------

----- Bahwa berdasarkan hasil rekam medis No. 041969 (nol empat satu sembilan enam

bahwa pada saat korban masuk RSU (Rumah Sakit Umum) Prof. R. D. Kandou Manado, keadaan umum korban adalah lemah dan status penyakit korban adalah berat.---------------------------

----- Bahwa dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai dokter

dalam melaksanakan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap korban SISKA

ah

operasi sehingga terhadap diri korban terjadi emboli udara yang masuk ke dalam bilik paru dan selanjutnya mengakibatkan

fungsi

ub

kanan jantung yang menghambat darah masuk ke paru-paru sehingga terjadi kegagalan kegagalan fungsi

ka

jantung.----------------------------------------------------------------

----- Bahwa akibat perbuatan dari para terdakwa, korban SISKA MAKATEY meninggal dunia berdasarkan Surat Keterangan dari Rumah Sakit Umum Prof. Dr. R. D. Kandou

ah

Manado No. 61 / VER / IKF / FK / K / VI / 2010, tanggal 26 April 2010 dan ditandatangani oleh dr. JOHANNIS F. MALLO, SH, SpF, DFM yang menyatakan bahwa : Korban telah diawetkan dengan larutan formalin, melalui nadi besar paha kanan;

ep

lik

MAKATEY, lalai dalam menangani korban pada saat masih hidup dan saat pelaksaanaan

A gu ng

sembilan) yang telah dibaca oleh saksi ahli dr. ERWIN GIDION KRISTANTO, SH. Sp F

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 9

es

In do ne si

ub lik

itu saksi NAJOAN NAN WARAOUW menanyakan kepada dr. DEWA AYU SASIARY

gu

ng

yaitu menunjukkan angka 160/70 (seratus enam puluh per tujuh puluh) dan pada waktu

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id Lama kematian si korban tidak dapat ditentukan, oleh karena proses perubahan

ep u ep
dalam KUHP, Pasal

b
terhambat dengan adanya pengawetan jenazah. Sesuai dengan besarnya rahim a Tanda kekerasan yang ditemukan pada pemeriksaan tubuh korban :

ah

gu

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (a) adalah kekerasan tumpul sesuai dengan tanda jejas sungkup alat bantu pernapasan.

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (b) dan pasal dua angka romawi ayat tiga

adalah kekerasan tajam sesuai tindakan medik dalam operasi persalinan.

ng

dapat menyatakan korban meninggal dalam hari pertama setelah melahirkan;

pada tubuh korban setelah kematian (Thanatologi) sebagai dasar penilaian,

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (c) adalah kekerasan tajam sesuai dengan tanda perawatan medis sewaktu korban hidup.

am

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (d) adalah kekerasan tajam sesuai tanda perawatan pengawetan jenazah.

ah k

Udara yang ditemukan pada bilik kanan jantung korban, masuk melalui pembuluh darah balik yang terbuka pada saat korban masih hidup. Pembuluh darah balik yang terbuka pada korban terjadi pada pemberian cairan obat-obatan atau infus,

dan dapat terjadi akibat komplikasi dari persalinan itu sendiri.

Sebab kematian si korban adalah akibat masuknya udara ke dalam bilik kanan

jantung yang menghambat darah masuk ke paru-paru sehingga terjadi kegagalan

fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung (VER berkas

terlampir

perkara).-----------------------------------------------------------------------------------------

--------------

ah

KUHP

Jis.

Pasal

361

55

lik
ayat (1)

-------Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 359 ke1

KUHP.---------------------------------------------Subsidair

ka

(Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) baik secara bersama-sama maupun bertindak sendiri-sendiri, pada hari Sabtu tanggal 10 April 2010, pada waktu kurang lebih pukul 22.00 Wita atau setidaktidaknya pada waktu lain dalam tahun 2010, bertempat di Ruangan Operasi rumah Sakit

ah

ep

----- Bahwa para terdakwa, masing-masing dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI

ub

ng

Umum Prof. Dr. R. D. Kandouw Malalayang Kota Manado atau setidak-tidaknya pada

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 10

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

11 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Manado,

ep u ep
perut

b
kealpaannya menyebabkan matinya orang lain yaitu korban SISKA MAKATEY, berikut :-------------------perbuatan tersebut dilakukan para terdakwa dengan cara dan uraian kejadian sebagai ----- Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai dokter pada Rumah Sakit Prof. Dr. R. D.

ah

Kandou Manado melakukan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap korban SISKA MAKATEY yaitu pada saat korban SISKA MAKATEY sudah tidur terlentang di atas meja operasi kemudian dilakukan tindakan Asepsi anti septis pada dinding perut dan sekitarnya, telah

gu

ng

telah melakukan, menyuruh lakukan dan turut serta melakukan perbuatan yang karena

selanjutnya korban ditutup dengan kain operasi kecuali pada lapangan operasi dan saat itu dilakukan pembiusan

korban

am

total.----------------------------------------------------------------------------

----- Bahwa dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) mengiris dinding perut lapis demi lapis sampai pada rahim milik korban kemudian bayi yang berada di dalam rahim korban diangkat dan setelah bayi diangkat dari dalam rahim korban, rahim korban dijahit sampai tidak terdapat pedarahan lagi dan dibersihkan dari bekuan darah,

ah k

selanjutnya

dinding

milik

dijahit.--------------------------------------------------------------------------

----- Bahwa saat operasi dilakukan, dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) sebagai

asisten operator I (satu) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai asisten operator AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) sebagai pelaksana operasi/ operator yang memotong, menggunting dan menjahit agar lapangan operasi bisa terlihat agar melakukan operasi.--

II (dua) membantu untuk memperjelas lapangan operasi yang dilakukan oleh dr. DEWA

mempermudah operator yaitu dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) dalam

ah

----- Bahwa pada saat sebelum operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap korban tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk termasuk kematian yang dapat terjadi terhadap diri korban jika operasi CITO SECSIO SESARIA tersebut dilakukan terhadap diri

ka

SESARIA terhadap diri korban tidak melakukan pemeriksaan penunjang seperti tekanan darah pada saat sebelum korban dianestesi/ dilakukan pembiusan, sedikit tinggi yaitu menunjukkan angka 160/70 (seratus enam puluh per tujuh puluh) dan pada waktu kurang lebih pukul 20.10 Wita, hal tersebut telah disampaikan oleh saksi dr. HERMANUS

ah

pemeriksaan jantung, foto rontgen dada dan pemeriksaan penunjang lainnya sedangkan

ep

korban dan para terdakwa sebagai dokter yang melaksanakan operasi CITO SECSIO

ub

dilakukan para terdakwa tidak pernah menyampaikan kepada pihak keluarga korban

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 11

es

In do ne si
korban

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id J. LALENOH, Sp. An pada bagian Anestesi melalui jawaban konsul kepada bagian

ep u ep
lemah dan

b
anestesi resiko tinggi, oleh karena itu mohon dijelaskan kepada keluarga segala kemungkinan yang bisa terjadi, tetapi pemeriksaan jantung terhadap korban dilaksanakan setelah pelaksanaan operasi selesai dilakukan kemudian pemeriksaan jantung tersebut dilakukan setelah dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) melaporkan kepada Penyakit Kandungan bahwa nadi korban 180 (seratus delapan puluh) x permenit dan saat itu saksi NAJOAN NAN WARAOUW menanyakan kepada dr. DEWA AYU SASIARY

ah

PRAWANI (Terdakwa I) jika telah dilakukan pemeriksaan jantung/ EKG (Elektri Kardio

Graf atau Rekam Jantung) terhadap diri korban, selanjutnya dijawab oleh dr. DEWA AYU Kardi (denyut jantung sangat cepat) dan saksi NAJOAN NAN WARAOUW mengatakan (denyut jantung sangat cepat) tetapi Fibrilasi (kelainan irama jantung) dan saksi NAJOAN

am

bahwa denyut nadi 180 (seratus delapan puluh) x permenit bukan Ventrikel Tachy Kardi NAN WARAOUW mengatakan bahwa kondisi pasien (korban SISKA MAKATEY) jelek dan pasti akan meninggal.----------------------------------

ah k

----- Bahwa berdasarkan hasil rekam medis No. 041969 (nol empat satu sembilan enam

bahwa pada saat korban masuk RSU (Rumah Sakit Umum) Prof. R. D. Kandou Manado, berat.---------------------------

----- Bahwa dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai dokter MAKATEY, lalai dalam menangani korban pada saat masih hidup dan saat pelaksaanaan

dalam melaksanakan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap korban SISKA operasi sehingga terhadap diri korban terjadi emboli udara yang masuk ke dalam bilik

ah

fungsi

paru

dan

selanjutnya

mengakibatkan

lik

kanan jantung yang menghambat darah masuk ke paru-paru sehingga terjadi kegagalan kegagalan fungsi

----- Bahwa akibat perbuatan dari para terdakwa, korban SISKA MAKATEY meninggal Manado No. 61 / VER / IKF / FK / K / VI / 2010, tanggal 26 April 2010 dan ditandatangani oleh dr. JOHANNIS F. MALLO, SH, SpF, DFM yang menyatakan bahwa : Korban telah diawetkan dengan larutan formalin, melalui nadi besar paha kanan;

ka

ah

ep

dunia berdasarkan Surat Keterangan dari Rumah Sakit Umum Prof. Dr. R. D. Kandou

ub

jantung.----------------------------------------------------------------

A gu ng

keadaan

umum

korban

adalah

status

penyakit

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 12

es

In do ne si
korban adalah

sembilan) yang telah dibaca oleh saksi ahli dr. ERWIN GIDION KRISTANTO, SH. Sp F

ub lik

SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) tentang hasil pemeriksaan adalah Ventrikel Tachy

gu

saksi NAJOAN NAN WARAOUW sebagai Konsultan Jaga Bagian Kebidanan dan

ng

kebidanan bahwa pada prinsipnya disetujui untuk dilaksanakan pembedahan dengan

In do ne si a

hk am

13 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

terhambat dengan adanya pengawetan jenazah. Sesuai dengan besarnya rahim

Tanda kekerasan yang ditemukan pada pemeriksaan tubuh korban :

ah

gu

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (a) adalah kekerasan tumpul sesuai dengan tanda jejas sungkup alat bantu pernapasan.

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (b) dan pasal dua angka romawi ayat tiga

adalah kekerasan tajam sesuai tindakan medik dalam operasi persalinan.

ng

dapat menyatakan korban meninggal dalam hari pertama setelah melahirkan;

pada tubuh korban setelah kematian (Thanatologi) sebagai dasar penilaian,

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (c) adalah kekerasan tajam sesuai dengan tanda perawatan medis sewaktu korban hidup.

am

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (d) adalah kekerasan tajam sesuai tanda perawatan pengawetan jenazah.

ah k

Udara yang ditemukan pada bilik kanan jantung korban, masuk melalui pembuluh darah balik yang terbuka pada saat korban masih hidup. Pembuluh darah balik yang terbuka pada korban terjadi pada pemberian cairan obat-obatan atau infus,

ep
dalam 55

dan dapat terjadi akibat komplikasi dari persalinan itu sendiri.

Sebab kematian si korban adalah akibat masuknya udara ke dalam bilik kanan

jantung yang menghambat darah masuk ke paru-paru sehingga terjadi kegagalan

fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung (VER berkas

terlampir

perkara).-----------------------------------------------------------------------------------------

--------------

ah

KUHP

Jo.

Pasal

ayat

lik
(1)

-------Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 359 ke1

KUHP.-------------------------------------------------------------------Atau Kedua

ka

----- Bahwa para terdakwa, masing-masing dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN dan tempat sebagaimana tersebut dalam dakwaan Kesatu di atas, dengan sengaja telah (Terdakwa III) baik secara bersama-sama maupun bertindak sendiri-sendiri, pada waktu

ah

ep

ub

ng

melakukan, menyuruh lakukan dan turut serta melakukan praktik kedokteran tanpa

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 13

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

putusan.mahkamahagung.go.id Lama kematian si korban tidak dapat ditentukan, oleh karena proses perubahan

ep u

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id memiliki surat izin praktik (SIP), perbuatan tersebut dilakukan para terdakwa dengan cara

ep u
perut

b
----- Bahwa pada saat korban SISKA MAKATEY sudah tidur terlentang di atas meja operasi kemudian dilakukan Asepsi anti septis pada dinding perut dan sekitarnya, korban selanjutnya korban ditutup dengan kain operasi kecuali pada lapangan operasi dan saat itu telah dilakukan total.----------------------------------------------------------------------------

ng

dan uraian kejadian sebagai berikut :

----- Bahwa dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) mengiris dinding perut

ah

lapis demi lapis sampai pada rahim milik korban kemudian bayi yang berada di dalam

rahim korban diangkat dan setelah bayi diangkat dari dalam rahim korban, rahim korban selanjutnya dinding

ub lik
milik

dijahit sampai tidak terdapat pedarahan lagi dan dibersihkan dari bekuan darah,

dijahit.--------------------------------------------------------------------------

am

----- Bahwa saat operasi dilakukan, dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) sebagai asisten I (satu) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai asisten II (dua) yang memotong, menggunting dan menjahit agar lapangan operasi bisa terlihat untuk

ah k

mempermudah operator yaitu dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) dalam melakukan operasi.---------------------------------------------------------------------------------------------

ep

membantu dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) sebagai pelaksana operasi

----- Bahwa pada saat sebelum operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap korban dilakukan, para terdakwa tidak melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan jantung, foto rontgen dada dan lain-lain sedangkan tekanan darah pada saat sebelum

korban dianestesi/ dilakukan pembiusan, sedikit tinggi yaitu menunjukkan angka 160/70 (seratus enam puluh per tujuh puluh) dan pemeriksaan jantung terhadap korban dilaksanakan setelah pelaksanaan operasi selesai dilakukan kemudian pemeriksaan jantung tersebut dilakukan setelah dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) melaporkan Penyakit Kandungan bahwa nadi korban 180 (seratus delapan puluh) x permenit dan saat

ah

kepada saksi NAJOAN NAN WARAOUW sebagai Konsultan Jaga Bagian Kebidanan dan

PRAWANI (Terdakwa I) jika telah dilakukan pemeriksaan jantung/ EKG (Elektri Kardio SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) tentang hasil pemeriksaan adalah Ventrikel Tachy Kardi (denyut jantung sangat cepat) dan saksi NAJOAN NAN WARAOUW mengatakan

ka

ah

bahwa denyut nadi 180 (seratus delapan puluh) x permenit bukan Ventrikel Tachy Kardi (denyut jantung sangat cepat) tetapi Fibrilasi (kelainan irama jantung).-----------------------------------------------

ep

Graf atau Rekam Jantung) terhadap diri korban, selanjutnya dijawab oleh dr. DEWA AYU

ub

itu saksi NAJOAN NAN WARAOUW menanyakan kepada dr. DEWA AYU SASIARY

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 14

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
pembiusan korban

gu

hk am

15 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id ----- Bahwa berdasarkan hasil rekam medis No. 041969 (nol empat satu sembilan enam

ep u
lemah dan

b
bahwa pada saat korban masuk RSU (Rumah Sakit Umum) Prof. R. D. Kandou Manado, keadaan umum korban adalah status penyakit korban adalah berat.------------------------------- Bahwa dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) dalam melaksanakan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap korban SISKA MAKATEY, para

ah

terdakwa hanya memiliki sertipikat kompetensi tetapi para terdakwa tidak mempunyai Surat Ijin Praktik (SIP) kedokteran dan tidak terdapat pelimpahan/ persetujuan untuk

Surat Ijin Praktik (SIP) kedokteran/ yang berhak memberikan persetujuan sedangkan untuk melakukan tindakan praktik kedokteran termasuk operasi CITO yang dilakukan oleh para terdakwa terhadap diri korban, para terdakwa harus memiliki Surat Ijin Praktik (SIP) kedokteran.------------------

am

ah k

dunia berdasarkan Surat Keterangan dari Rumah Sakit Umum Prof. Dr. R. D. Kandou

Manado No. 61 / VER / IKF / FK / K / VI / 2010, tanggal 26 April 2010 dan ditandatangani oleh dr. JOHANNIS F. MALLO, SH, SpF, DFM yang menyatakan bahwa :

ep

----- Bahwa akibat perbuatan dari para terdakwa, korban SISKA MAKATEY meninggal

A gu ng

Korban telah diawetkan dengan larutan formalin, melalui nadi besar paha kanan;

Lama kematian si korban tidak dapat ditentukan, oleh karena proses perubahan pada tubuh korban setelah kematian (Thanatologi) sebagai dasar penilaian, terhambat dengan adanya pengawetan jenazah. Sesuai dengan besarnya rahim

dapat menyatakan korban meninggal dalam hari pertama setelah melahirkan;

Tanda kekerasan yang ditemukan pada pemeriksaan tubuh korban :

ah

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (a) adalah kekerasan tumpul sesuai dengan tanda jejas sungkup alat bantu pernapasan.

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (b) dan pasal dua angka romawi ayat tiga adalah kekerasan tajam sesuai tindakan medik dalam operasi persalinan.

ka

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (c) adalah kekerasan tajam sesuai dengan tanda perawatan medis sewaktu korban hidup.

ah

tanda perawatan pengawetan jenazah.

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 15

es

Pada pasal satu angka romawi ayat empat (d) adalah kekerasan tajam sesuai

ep

ub

lik

In do ne si

ub lik

melakukan suatu tindakan kedokteran secara tertulis dari dokter spesialis yang memiliki

gu

ng

sembilan) yang telah dibaca oleh saksi ahli dr. ERWIN GIDION KRISTANTO, SH. Sp F

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id Udara yang ditemukan pada bilik kanan jantung korban, masuk melalui pembuluh

ep u
dalam Nomor 29 Pasal 55

b
yang terbuka pada korban terjadi pada pemberian cairan obat-obatan atau infus, Sebab kematian si korban adalah akibat masuknya udara ke dalam bilik kanan

gu

jantung yang menghambat darah masuk ke paru-paru sehingga terjadi kegagalan

fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung (VER berkas

terlampir

ah

perkara).-----------------------------------------------------------------------------------------

--------------

ng

dan dapat terjadi akibat komplikasi dari persalinan itu sendiri.

darah balik yang terbuka pada saat korban masih hidup. Pembuluh darah balik

-------Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 76 Tahun ayat 2004 tentang (1) kePraktik 1 Kedokteran Jo.

Undang-undang Republik Indonesia

am

KUHP .-----------------------------------------------------------

ah k

Ketiga Primair

ep R ep ub lik

Atau

----- Bahwa para terdakwa, masing-masing dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa III) baik secara bersama-sama maupun bertindak sendiri-sendiri, pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut dalam dakwaan Kesatu dan Kedua di atas, telah melakukan, menyuruh lakukan dan turut serta melakukan perbuatan membuat secara palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal,

(Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN

dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut

seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu dan jika pemakaian tersebut dapat

ka

ah

ah

menimbulkan kerugian, perbuatan tersebut dilakukan para terdakwa dengan cara dan uraian kejadian sebagai berikut : ----- Bahwa berawal setelah terdapat indikasi untuk dilakukan operasi CITO SECSIO dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) menyerahkan surat persetujuan tindakan khusus dan persetujuan pembedahan dan anestesi kepada korban SISKA MAKATEY untuk ditandatangani oleh korban yang disaksikan oleh dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) dari jarak kurang lebih 7 (tujuh) meter, dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan saksi dr. HELMI kemudian berdasarkan surat persetujuan tindakan khusus dan persetujuan pembedahan dan anestesi tersebut, dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY

SESARIA pada waktu kurang lebih pukul 18.30 Wita terhadap korban SISKA MAKATEY,

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 16

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

17 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id SIAGIAN (Terdakwa III) melakukan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap diri

ep u
SpF, DFM

b
----- Bahwa setelah dilaksanakan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap diri korban SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) mengakibatkan korban meninggal dunia karena terjadi emboli udara yang masuk ke dalam bilik kanan jantung yang menghambat darah masuk ke paru-paru sehingga terjadi kegagalan fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung pada diri korban,

berdasarkan Surat Keterangan dari Rumah Sakit Umum Prof. Dr. R. D. Kandou Manado No. 61 / VER / IKF / FK / K / VI / 2010, tanggal 26 April 2010 dan ditandatangani oleh dr. JOHANNIS F. MALLO, SH, (VER terlampir dalam berkas

ah

gu

ng

yang dilakukan oleh dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY

korban.-----------------

perkara).--------------------------------------------------

am

----- Bahwa ternyata tanda tangan korban yang berada di dalam surat persetujuan tindakan

khusus dan persetujuan pembedahan dan anestesi yang diserahkan oleh dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) untuk ditandatangani oleh korban tersebut berbeda dengan tanda kemudian setelah dilakukan pemeriksaan oleh Laboratorium Forensik Cabang Makassar

ah k

dan berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik pada tanggal 09 Juni 2010 NO.LAB. : 509/DTF/2011, yang dilakukan oleh masing-masing lelaki Drs. SAMIR, SSt Mk, lelaki ARDANI ADHIS, S. Amd dan lelaki MARENDRA YUDI L, SE, menyatakan

ep
Pasal

tangan korban yang berada di dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Askes

bahwa tanda tangan atas nama SISKA MAKATEY alias JULIA FRANSISKA MAKATEY pada dokumen bukti adalah tanda tangan karangan/ Spurious Signature (Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti Dokumen terlampir dalam berkas

perkara).----------------------------------------------------------------------------------------------------------

ah

-------Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 (1) KUHP Jo. 55 ayat

ayat

lik
(1)

KUHP.---------------------------------------------------------Subsidair

ka

(Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) baik secara bersama-sama maupun bertindak sendiri-sendiri, pada waktu

ah

dan tempat sebagaimana tersebut dalam dakwaan Kesatu, Kedua dan Ketiga Primair di atas, dengan sengaja telah melakukan, menyuruh lakukan dan turut serta melakukan dan tidak dipalsu dan jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian, perbuatan perbuatan memakai surat yang isinya tidak benar atau yang dipalsu, seolah-olah benar

ep

----- Bahwa para terdakwa, masing-masing dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI

ub

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 17

es

In do ne si
ke1

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id tersebut dilakukan para terdakwa

ep u
dengan cara

b
dan uraian kejadian sebagai ----- Bahwa berawal setelah terdapat indikasi untuk dilakukan operasi CITO SECSIO dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) menyerahkan surat persetujuan tindakan khusus dan persetujuan pembedahan dan anestesi kepada korban SISKA MAKATEY untuk ditandatangani oleh korban yang disaksikan oleh dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I) dari jarak kurang lebih 7 (tujuh) meter, dr. HENDRY SIMANJUNTAK

ah

(Terdakwa II) dan saksi dr. HELMI kemudian berdasarkan surat persetujuan tindakan

khusus dan persetujuan pembedahan dan anestesi tersebut, dr. DEWA AYU SASIARY

SIAGIAN (Terdakwa III) melakukan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap diri

korban.-----------------

am

----- Bahwa setelah dilaksanakan operasi CITO SECSIO SESARIA terhadap diri korban yang dilakukan oleh dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY korban meninggal dunia karena terjadi emboli udara yang masuk ke dalam bilik kanan

ah k

jantung yang menghambat darah masuk ke paru-paru sehingga terjadi kegagalan fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung pada diri korban, berdasarkan Surat Keterangan dari Rumah Sakit Umum Prof. Dr. R. D. Kandou Manado No. 61 / VER / IKF / FK / K / VI / 2010, tanggal 26 April 2010 dan ditandatangani oleh dr. JOHANNIS F. MALLO, SH, SpF, DFM (VER terlampir dalam perkara).--------------------------------------------------

ep

SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) mengakibatkan

----- Bahwa ternyata tanda tangan korban yang berada di dalam surat persetujuan tindakan SIAGIAN (Terdakwa III) untuk ditandatangani oleh korban tersebut berbeda dengan tanda

khusus dan persetujuan pembedahan dan anestesi yang diserahkan oleh dr. HENDY tangan korban yang berada di dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Askes

ah

kemudian setelah dilakukan pemeriksaan oleh Laboratorium Forensik Cabang Makassar

dan berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik pada tanggal 09 Juni 2010

Mk, lelaki ARDANI ADHIS, S. Amd dan lelaki MARENDRA YUDI L, SE, menyatakan pada dokumen bukti adalah tanda tangan karangan/ Spurious Signature (Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti Dokumen terlampir dalam

ka

ah

berkas --------

ep

bahwa tanda tangan atas nama SISKA MAKATEY alias JULIA FRANSISKA MAKATEY

ub

NO.LAB. : 509/DTF/2011, yang dilakukan oleh masing-masing lelaki Drs. SAMIR, SSt

lik

perkara).---------------------------------------------------------------------------------------------------

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 18

es

In do ne si
berkas

A gu ng

ub lik

PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDY

gu

ng

SESARIA pada waktu kurang lebih pukul 18.30 Wita terhadap korban SISKA MAKATEY,

berikut :--------------------

In do ne si a

hk am

19 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id -------Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263

ep u
Pasal 55

b
KUHP.---------------------------------------------------------dipersidangan telah mengajukan alat-alat bukti berupa keterangan saksi yaitu : 1.YULIN MAHENGKENG, umur 52 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga, alamat Desa

gu

Tateli Weru jaga I Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, agama Kristen Prostestan, telah berjanji menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : Bahwa saksi tahu para Terdakwa

ng

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil dakwaannya Jaksa Penuntut Umum

ayat

(2)

KUHP

Jo.

ayat

ah

am

ub lik
JULIA FRANSISCA (korban) ; 2010 ; karena akan melahirkan ; Puskesmas Bahu harinya dirujuk ke

diajukan dipersidangan ini sehubungan dengan adanya kematian yang tidak wajar terhadap anak saksi yang bernama MAKATEY

ah k

ep

Bahwa korban meninggal dunia di rumah sakit Prof. Kandou pada tanggal 10 April Bahwa korban berada di rumah sakit

Bahwa awalnya korban dibawah ke

pada hari Jumat rumah sakit

tanggal 9 April 2010 kemudian keesokan

Malalayang karena tidak bisa melahirkan secara normanl dengan harapan di rumah sakit Malalayang untuk dioperasi ; Bahwa yang mengantar korban ke rumah sakit Malalayang adalah saksi ; rumah sakit Malalayang pembukaan

ah

ka

ah

ep

rahimnya sudah 8 sampai 9 cm ; Bahwa setelah tiba di rumah sakit Malalayang korban dimasukkan ke ruang IRDO kemudian saksi diberikan resep obat dengan harga Rp.100.000.-, kemudian saksi diberikan resep lagi dan

ub

Bahwa sewaktu korban dibawah ke

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 19

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
(1) ke1

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

pada saat saksi membeli obat sesuai resep, korban ruang lain ; sudah dipindahkan ke

b R ng
Bahwa kemudian saksi dimintakan 1 darah tersebut sudah ada paling lambat jam 1(satu) siang ; (satu) orang untuk donor darah dan donor

Bahwa pada jam 3(tiga) sore saksi minta memberikan makan kepada korban tetapi tidak diijinkan;

ah

ijin kepada dokter muda (koas) untuk

am

ah k

ep R

ub lik
membawa operasi ; disuruh beli obat uang obat mengatakan Rp.250.000.- ; operasi saja) ;

Bahwa kemudian dokter meminta baju karena bayi sudah mau lahir ; Bahwa pada jam 4(empat) sore saksi menerima resep lagi dan pada saat saksi membelinya apoteker mengatakan obat ini sudah dua kali dibeli kemudian saksi tersebut ke kamar

Bahwa pada jam 7.30 malam saksi lagi seharga hanya Rp.1.000.000.-lebih tetapi saat itu saksi saksi

Bahwa saksi tidak tahu nama dokter yang

menyuruh saksi untuk membeli obat tetapi kepada dokter tersebut saksi

ah

operasi saja anak saksi kemudian korban

ka

Bahwa keinginan untuk operasi tersebut mulanya berasal dari korban dan saksi ; Bahwa pada waktu saksi membeli obat seharga Rp.1.000.000.- lebih tersebut uang saksi hanya Rp.100.000.- kemudian saksi minta tolong kepada Ses (perawat) kalau boleh saksi menjaminkan kalung

ah

ep

ub

berteriak

operasi

lik
jo

mengatakan tolonglah uang itu gampang, (maksudnya

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 20

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a

gu

hk am

21 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
sudah

emas supaya mendapatkan obat tersebut tetapi ses (perawat) tersebut mengatakan tidak boleh, tetapi akhirnya keluarga datang dan saksi langsung membayar obat tersebut ;

b ng R
Bahwa pada saat itu saksi sempat

gu

menangis dan berkata rumah saksit lebih mementingkan uang dari pada nyawa ; Bahwa saksi pernah dipanggil oleh

ah

seorang dokter laki-laki sekarang saksi

am

ah k

ep R A gu ng

ub lik
memanggil saksi dan korban sudah meninggal ; korban sudah dioperasi ; Bahwa

tahu dokter tersebut Terdakwa III dan mengatakan kepada saksi bahwa korban ada penyakit lainya itu jantung, dan dokter mengatakan korban sudah lemah, kemudian saksi memanggil suami saksi dan meminta kepada dokter untuk dapat bertemu dengan korban lalu dokter menunjukkan

Bahwa saksi tidak yakin kalau korban seorang perawat di Papua ;

sakit jantung karena korban adalah

Bahwa saksi tidak diberitahu kalau

Bahwa sebelum korban meninggal saksi untuk ditanda tangani dan setengah jam

pernah disodori kertas oleh Terdakwa III

ah

kemudian datang kabar buruk korban Bahwa bayi dari korban selamat ; saksi tetap keberatan atas

ka

ah

ep
cm

kematian korban sebab pada waktu pemakaman ada benang keluar dari hidung korban sepanjang kurang lebih 2 dan hal itu saksi sudah melaporkannya ke Polisi;

ub

sudah meninggal dunia;

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 21

es

In do ne si

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

mengoperasi korban adalah Terdakwa I ;

Bahwa di Puskesmas Bahu korban diperiksa oleh dokter tetapi saksi tidak tahu dokter siapa ;

Bahwa sebelum dioperasi tidak ada tentang resiko operasi ;

penjelasan dari dokter kepada saksi Bahwa sebelum dioperasi saksi ada saksi meminta untuk korban dioperasi ; Bahwa saksi telah menerima bantuan dari kebidanan sebesar

menanda tangani surat persetujuan dan

ah

am

ah k

ep

Kandou Malalayang ;

A gu ng

Bahwa saksi menanda tangani surat sekitar jam 9.00 malam ;

persetujuan operasi pada hari Sabtu 2010 Bahwa saksi membenarkan surat

persetujuan operasi yang dimaksud ;

Bahwa saksi mengatakan tanda tangan

korban pada surat persetujuan operasi pada KTP, Askes, dan slip setoran Bank ; Bahwa anak pertama dari korban

ah

sekarang berumur 5 tahun pada saat lahir tidak lahir secara normal tetapi dengan bantuan alat Vacum ; Bahwa Terdakwa saksi I membenarkan terkecuali keterangan tersebut

ka

ah

ep

kalau korban sakit jantung tetapi yang

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 22

es

menurut saksi tidak dijelaskan kepadanya

ub

lik

berbeda dengan tanda tangan korban

In do ne si

ub lik

sebagai rasa sempati/turut berduka cita dan uang tersebut telah dipakai untuk membuat kuburannya korban ; Bahwa saksi membenarkan surat rujukan dari Puskesmas Bahu ke Rumah Sakit

In do ne si a
Rp.50.000.000.-

Bahwa saksi mengetahui bahwa yang

gu

ng

hk am

23 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
saksi ;

benar hal tersebut dijelaskan kepda Bahwa Terdakwa saksi II membenarkan terkecuali

b R ng
keterangan tersebut menurut saksi tidak dijelaskan kepadanya hal tersebut dijelaskan kepada saksi ; Bahwa Terdakwa saksi III keterangan tersebut tentang resiko operasi, tetapi yang benar membenarkan terkecuali

menurut saksi tidak dijelaskan korban dalam keadaan lemah tetapi yang benar

ah

am

ah k

2. ANSELUMUS MAKATEY, umur 53 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil, alamat Desa Tateli Weru jaga I Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, agam Kristen Protestan, saksi telah berjanji menurut cara agamanya dan dalam

ep

persidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut :

A gu ng

Bahwa adanya

para kematian

Terdakwa yang

kepersidangan ini sehubungan dengan tidak wajar terhadap anak saksi (korban) di ruang tanggal 10 April 2010 jam 22.00 Wita ; meninggal April 2010 ; dari penyampaian

operasi Rumah Sakit Prof. Kandou pada Bahwa saksi mengetahui korban sudah

ah

(Terdakwa I) pada jam 22.00 tanggal 10 Bahwa korban dibawa ke Rumah Sakit karena mau melahirkan, sebelumnya dibawah ke Puskesmas Bahutanggal 9 April 2010 ; bahwa saksi tidak mengantar korban ke Puskemas bahu dan saksi nanti mengetahui korban sudah dibawah ke

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 23

es

In do ne si
diajukan dokter

ub lik

Terdakwa III ada menyampaikan bahwa korban dalam keadaan lemah, sudah dijelaskan pula tentang resiko operasi, dan disampaikan pula bahwa korban menderita penyakit jantung ;

In do ne si a

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Rumah

b
Sakit Prof.Kandou dari

penyampaian istri saksi ;

Bahwa saksi nanti ke Rumah Sakit langsung ke IRDO dan bertanya apakah

ng

Prof.kandou pada jam 7 malam dan ada pasien yang bernama Siska Maatey , dan pada jam 19 30 wita saksi melihat ada pasien yang didorong oleh perawat

dan saksi berteriak Siska dan saat itu putih dibawah ke ruang bersalin, 15

saksi melihat korban sudah lemah, mata

ah

am

ah k

ep

Bahwa saksi melihat bayinya korban di saksi datang dan mengatakan kita harus lemah, kemudian ada orang mengatakan dokter mengatakan korban

A gu ng

irina D dalam incubator tiba-tiba istri

banyak berdoa, korban dalam keadaan dokter mencari keluarga korban dan meninggal dunia ;

ah

Bahwa saksi tahu korban dirujuk ke rumah sakit melahirkan;

Bahwa saksi tidak diberi penjelasan mengenai dilakukannya operasi tersebut ;

ka

ah

ep

Bahwa korban melahirkan dan anak pertama di Rumah Sakit Prof kandou Malalayang dengan bantuan alat Vacum ; Bahwa korban dibawah ke ruang operasi sekitar jam 19.00 wita dan saksi tidak tahu saat operasi dilakukan ;

ub

lik

Prof Kandou karena sulit

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 24

es

In do ne si
sudah

ub lik
meminta baju bayi, saja ;

menit kemudian dokter datang dan dan saksi sempat melihat bayi tersebut dan bertanya itu bayi siapa dan dijawab itu bayi Siska Makatey (korban) dan pada jam 20.00 saksi bertanya keadaan ibu bayi tersebut dan dijawab ibu bayi tersebut baik-baik

In do ne si a

gu

hk am

25 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
untuk

ditanda

tangani

19.00wita ;

ng

Bahwa tanda tangan korban dalam surat tanda tangan korban yang ada pada Kartu Setoran Bank ;

persetujuan operasi tidak sama dengan

Tanda Penduduk (KTP), Askes dan Slip Bahwa pada surat persetujuan operasi saksi melihat tanda tangan istri saksi ;

ah

am

ah k

ep

ub lik
ternyata berisi uang Bahwa (lima puluh juta rupiah) ; keterangan YULIA FRANSISCA pagi

Bahwa para Terdakwa ada memberikan kepada keluarga sebagai rasa sempati/ turut berduka cita yang berada dalam tas plastik dan setelah tas plastik dibuka Rp.50.000.000.- ; saksi tersebut

dibenarkan oleh paraTerdakwa ;

3. G U N I A R T I, Umur 33 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil, (bidan pada Puskesma Bahu Manado), alamat asrama Polisi Wanea, lingkungan V Kecamatan

Wanea Kota Manado, agama Islam, saksi telah disumpah menurut cara

agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : Bahwa pada waktu saksi melaksanakan tugas dinas malam pasien bernama (korban) sudah ada di Puskesmas Bahu ;

ah

terhadap korban pukul 24.00 dan hasil masih normal 10 cm, pada jam 04.00 dilakukan 7 pemeriksaan 8 cm lagi ada

ka

ep R
tinggi ;

pembukaan

ah

perkembangan tetapi kepala bayi masih Bahwa melihat keadaan tersebut saksi melakukan pemecahan ketuban dengan harapan kepala bayi cepat turun dan

ub

pembukaan 3 sampai 4 cm kepala bayi

lik
sampai

Bahwa saksi ada melakukan pemeriksaan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 25

es

In do ne si
MAKATEY

A gu ng

In do ne si a
sekitar jam

bahwa saksi disodorkan surat persetujuan

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
ke

pemecahan ketuban dilakukan pada jam 04.00 pagi ; Bahwa apabila ketuban dipecahkan bayi normal ;

b R ng
bisa lahir normal dan bisa juga tidak Bahwa pada jam 07.00 pagi harinya saksi melakukan pemeriksaan lagi dan kepala bayi masih stagnan ; Bahwa melihat hal tersebut maka saksi Rumah Sakit Prof.

langsung merujuk korban untuk dibawah

ah

am

ah k

ep
juga

ub lik
riwayat

Malalayang Manado dan hal tersebut dilakukan saksi karena saksi sebagai bidan dapat merujuk ke rumah sakit, selain itu pula di Puskesmas Bahu belum ada alat bantu yang dapat digunakan untuk memudahkan proses kelahiran dan persalinan sebelumnya buruk/jelek ;

Bahwa Bahwa yang mengantar korban ke

rumah sakit adalah keluarga korban dan saksi ikut mengantarnya tetapi hanya sampai di depan rumah sakit ; keluarga pasien ; Bahwa pada Bahwa surat rujukan dibawah oleh

waktu

pemeriksaan pada jam 24.00 wita korban berjalan ;

ah

korban ada mengidap sakit jantung atau sesak nafas ;

ka

ah

ep

Bahwa yang menanda tangani surat rujukan dari korban adalah saksi dan saksi membenarkan surat rujukan yang ditunjukkan kepadanya ;

ub

Bahwa saksi tidak mengetaui kalau

lik

baik-baik saja, korban masih dapat

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 26

es

In do ne si
dilakukan

A gu ng

In do ne si a
Kandou

gu

hk am

27 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

tidak dicantumkan karena di rumah sakit akan dilakukan pemeriksaan ; Bahwa atas keterangan saksi tersebut para Terdakwa menyatakan tidak tahu ;

4. DEMETRIUS GOMER TINDI, umur 36 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil, alamat

Kelurahan Bahu lingkungan VI Jalan Molter Monginsidi No.6 Kecamatan Malalayang Kota Manado, agama Kristen Protestan, saksi telah berjanji sebagai berikut : menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya

ah

Bahwa Terdakwa I, II dan III diajukan

am

ah k

ep

ub lik
dunia ; saksi Darurat (UGD) ;

kepersidangan ini karena meninggalnya korban Siska Makatey, tetapi saksi tidak tahu penyebabnya korban meninggal Bahwa yang menangani korban waktu

dioperasi adalah Terdakwa I, II dan III ; Bahwa yang menerima pasien di Rumah Sakit Prof Kandou adalah saksi karena saat itu bertugas di Unit Gawat

Bahwa pada saat korban masuk Unit hasil pemeriksaan secara umum baik ;

Gawat Darurat saksi memeriksanya dan Bahwa dari hasil pemeriksaan tersebut dan bisa saja bersalin secara Vagina ;

disimpulan korban hamil, keadaan baik Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan saksi melaporkannya kepada Terdakwa I Bahwa sewaktu saksi memeriksa korban pembukaan 2 sampai 3 cm kepala bayi dibawah tetapi masih tinggi ; Bahwa setelah pasien dibawah ke ruang bersalin saksi tidak tahu lagi ; Bahwa saksi tidak memasang infus kepada pasien ; lalu korban dibawah ke ruang bersalin ;

ah

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 27

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a

Bahwa dalam surat rujukan diagnosa

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
saksi,

dokter spesialis tahun 2009 dan sudah mempunyai Surat Tanda Registrasi

ng

(STR) yang merupakan syarat untuk mencari dokter spesialis dengan Ijasah dokter ; Bahwa saksi

gu

setelah pasien diterima oleh melakukan pasien, dan pada

memeriksa

diperiksa korban mengatakan ketuban sudah pecah dari Puskesmas Bahu ;

ah

am

ah k

ep

praktek

tetapi

sekarang

mempunyai ijin praktek ;

Bahwa saat saksi menerima korban di Rumah Bahu ; Sakit Kandou saksi

menerima surat rujukan dari Puskesmas Bahwa saksi melakukan pemeriksaan 10.00 pagi ;

kepada korban sekitar jam 09.00 sampai Bahwa pada waktu saksi melakukan pemeriksaan dalam air ketuban berwarna penyakit jantung ; putih keruh, korban tidak menderita Bahwa

ah

ka

ub
pada

lik
saat itu

ah

ep

memasang infuse kepada korban karena tidak ada instruksi ; Bahwa saksi juga medis ; membuat rekam

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 28

es

In do ne si
sudah juga saksi tidak

A gu ng

ub lik
keilmuan saksi ;

Bahwa ketuban pecah biasanya pada pembukaan 3 sampai 4 cm ; Bahwa yang saksi lakukan terhadap korban sudah sesuai dengan prosedur dan Bahwa sewaktu saksi menerima pasien saat itu saksi belum mempunyai ijin

In do ne si a
wawancara, saat

Bahwa saksi sebagai peserta program

hk am

29 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tidak

menanggapi

tersebut

gu

ng

5. dr. H E L M I, umur 28 tahun, pekerjaan dokter, alamat Jalan Kampus Timur No.8 disumpah menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : peserta pendidikan Bahwa saksi sebagai dokter residen dokter (PPDS) sejak tahun 2009;

Kecamatan Malalayang Kota Manado, agama Budha, saksi telah

ah

Bahwa pada waktu kejadian saksi berada

am

ah k

ep

hasilnya status rahim tinggi dan saksi melaporkannya kepada Terdakwa I ; Bahwa pemeriksaan Terdakwa hasilnya I

melahirkan secara normal tetapi sampai dan diputuskan untuk dilakukan operasi ;

jam 17.30 wita belum juga melahirkan

Bahwa saat diputuskan dilakukan operasi belum langsung dilakukan operasi masih menunggu setengah jam lagi tetapi tidak

ah

ada perkembangan, kemudian Terdakwa WAROUW dan setelah Terdakwa I melaporkan diputuskan untuk dioperasi ;

ka

ah

ep

Bahwa yang melakukan operasi adalah Terdakwa I dibantu oleh Terdakwa II dan Terdakwa III ; Bahwa korban sampai di kamar bersalin sudah dalam keadaan terinfus ;

ub

I melaporkan kepada dr. NAJOAN NAN

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 29

es

In do ne si
melakukan korban dapat

A gu ng

ub lik
dalam keadaan baik ;

di ruang bersalin dan sebagai chif residen adalah Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III adalah asisten ; Bahwa korban masuk ke ruang bersalin pada jam 10 pagi tanggal 10 April 2010 Bahwa saksi melakukan pemeriksaan

In do ne si a
keterangan saksi spesialis

Bahwa Terdakwa I, II dan Terdakwa III

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

dilakukan

konsultasi

bagian anastesi dan dibalas oleh bagian anastesi dengan tertulis ; sudah lupa ; Bahwa Bahwa isi jawaban dari anastesi saksi

pelaksanaan

persetujuan korban dan keluarga ;

Bahwa operasi yang dilakukan terhadap korban adalah jenis operasi Cito atau operasi cesar ;

ah

am

ah k

ep

meninggalnya korban ; Bahwa yang

A gu ng

berhak

konsultasi ke bagian anastesi adalah bersalin ;

semua dokter yang bertugas di kamar Bahwa resiko operasi selalu dijelaskan kepada pasien atau keluarga jika terjadi sesuatu ;

ah

kepada Bahwa

korban,

lik
korban yang I, II

Bahwa setelah resiko operasi dijelaskan menyatakan dilakukan bersedia karena sudah kesakitan ; Terdakwa I, II dan III sudah sesuai

ka

ah

ep
Bahwa

prosedur ;

Bahwa korban memutuskan dan minta dioperasi pada pukul 16.30 Wita ; Terdakwa dan III membenarkan keterangan saksi tersebut ;

ub

tindakan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 30

es

In do ne si
melakukan

ub lik

Bahwa kalau pasien dalam keadaan sadar maka persetujuan harus diminta, kalau pasien dalam keadaan tidak sadar persetujuan tidak diperlukan ; Bahwa sebelum dioperasi korban ada membuat surat persetujuan ; Bahwa saksi tidak mengetahui penyebab

In do ne si a
tertulis dengan operasi atas

Bahwa

b
sebelum dilakukan operasi

gu

ng

hk am

31 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id 6. KARTINI RUNTULALO, umur 52 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (bidan) pada

ep u

b
Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, agama Kristen Protestan, saksi telah berjanji menurut cara agamanya dan dipersidangan

ng

menerangkan pada pokoknya sebagai berikut :

Rumah Sakit Prof. Kandou Malalayang, alamat Desa Koha jaga I

Bahwa saksi yang menerima korban di

gu

ruang IRDO pada waktu pasien dirujuk Bahu belum mampu menangai korban pasien dengan surat rujukan ;

dari Puskesmas Bahu karena Puskesmas

untuk melahirkan dan saksi menerima

ah

am

ah k

ep

Bahwa sampai di ruang bersain saksi tidak mengetahui lagi ;

Bahwa saksi tahu korban meninggal dunia pada tanggal 10 April 2010 ; Bahwa korban dari Puskesmas Bahu ke

Rumah Sakit Kandou dibawah oleh ibu korban sendiri dengan surat rujukan sekitar jam 09.00 pagi ;

ah

Bahwa pada saat itu korban dalam keadaan baik dan bisa berjalan dan saksi juga ada membuat rekam medis ;

Bahwa dalam surat rujukan tersebut tertulis nama, umur belum pernah dengan abortus, pernah melahirkan

ka

ah

ep

riwayat persalinan anak pertama jelek dengan bantuan alat vacum ;

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 31

es

In do ne si

A gu ng

ub lik
sampai 8 jam ;

Bahwa saat itu saksi sebagai bidan jaga mengambil data dan memasang infus sebagai persiapan untuk pemberian obat ; Bahwa infus yang saksi berikan 20 tetes per menit dengan ukuran 500 cc untuk 7 Bahwa sesudah dipasang infus pasien dibawah ke ruang bersalin ;

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tahun

bidan di Rumah Sakit Kandou sudah 30 Bahwa Terdakwa I, II dan III

membenarkan keterangan saksi tersebut ;

7. ANITA LENGKONG, Umur 44 tahun , pekerjaan Pegawai Negeri Sipil pada bagian

anastesi Rumah Sakit Prof Kandou, alamat Kelurahan Malalayang I Barat

lingungan VII Kecamatan Malalayang Kota Manado, agama Kristen

Protestan, saksi telah berjanji menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : Bahwa saksi bertugas di bagian anastesi

ah

ub lik
yang tugasnya saat dengan disuntik, bisa ditambah ; Bahwa

adalah

pembiusan untuk persiapan operasi ; Bahwa pada hari Sabtu tanggal 10 April 2010 sekitar pukul 20.00 wita saksi telah melakukan pembiusan terhadap korban, itu korban sudah ada di meja operasi sedang duduk mau dibius dengan obat bius pelemas otot tramus, dan anti sakit kemudian saksi meminta korban untuk tidur, setelah tidur diberi obat tidur oksigen dan hal tersebut atas seijin dr. HERMANUS LALENOH ;

am

ah k

ep A gu ng

kemudian dipasang

Bahwa obat yang diberikan kepada

korban 50 miligram untuk waktu selama 1(satu) jam dan 10(sepuluh) menit dan Bahwa saksi tetap berada di ruang

ah

ub
sebelum

operasi selama operasi dilakukan ; operasi dilakukan

ka

konsultasi secara tertulis dengan anastesi

ah

ep

dan yang melakukan konsultasi tersebut adalah Terdakwa III ; Bahwa yang melakukan pemeriksaan kepada korban adalah dr. Charles dan yang diperiksa adalah nafas, nady darah dan hasil pemeriksaan tersebut

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 32

es

In do ne si

In do ne si a
melakukan

Bahwa saksi sudah bertugas sebagai

gu

ng

hk am

33 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dokter adalah

dilaporkan kepada dokter anastesi dan anastesi menyampaikan pasien agar atau dijelaskan kepada

b R
keluarganya tentang resiko operasi dan dibuatkan persetujuan ; Bahwa tekanan darah korban saat itu 160/70 termasuk tinggi ;

Bahwa saksi tetap berada di ruangan memang harus demikian karena untuk memonitor tekanan darah korban ;

ah

operasi selama operasi dilakukan adalah

ub lik
Terdakwa I selesai pukul 22.00 wita ; anastesi wewenang pasal 15 ; hanya dimungkinkan adanya wewenang saksi ; direncanakan ;

Bahwa yang melakukn operasi saat itu dibantu oleh Terdakwa II dan Terdakwa III dan operasi dimulai pada pukul 20.50 dan Bahwa obat 50 milligram cukup dan pas dengan waktu selama operasi ; Bahwa setelah operasi selesai saksi nafas korban seperti semula ; memberikan obat untuk mengembalikan

am

ah k

ep

Bahwa waktu itu tidak ada dokter saksi

berdasarkan

Menteri Kesehatan No.512 tahun 2007

ah

ka

Bahwa operasi ada 2(dua) jenis yaitu Cito Sectio Caesaria dan operasi yang Bahwa operasi cito bisa tidak ada persetujuan dari pasien atau keluarga sedangkan operasi terencana harus ada persetujuan dari pasien dan keluarganya ;

ah

ep

ub

hukumnya dan didukung oleh ilmu

lik

Bahwa saksi menerima

tersebut karena ada dasar

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 33

es

In do ne si
karena pelimpahan Peraturan pelimpahan

A gu ng

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
;

ada diberikan penjelasan tentang resiko operasi ;

ng

Bahwa tujuan pembiusan adalah untuk

menghilangkan rasa sakit, dan pernafasan Bahwa obat untuk pembiusan tergantung lamanya operasi dan disesuaikan dengan berat badan pasien ; melakukan

Bahwa setelah selesai operasi saksi

ah

am

ub lik
selamat dunia ; dan pendeteksi jantung saksi ; jelek ; tekanan

pengobatan

menormalkan kembali pernafasan korban dan juga korban diberikan oksigen murni Bahwa hasil akhir operasi adalah anak ibu/korban meninggal

ah k

ep

Bahwa korban saat itu ada dipasang alat dan yang memasangnya adalah teman saksi yang namanya sudah tidak diingat lagi oleh

Bahwa setelah korban selesai dioperasi

denyut jantungnya adalah 160/menit dan keadaan demikian merupakan pertanda

Bahwa alat deteksi nafas korban ada dipasang di mulut korban ; Bahwa operasi dapat diakukan walaupun

ah

ub
darah

lik

korban160/70

operasi cito sectio caesaria atau segera /

ka

ah

ep

darurat ;

Bahwa berat badan korban pada saat masuk rumah sakit 60 kilo gram hal tersebut saksi ketahui korban ; melalui berkas

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 34

es

In do ne si
karena

A gu ng

In do ne si a
untuk

Bahwa kepada korban dan keluargnya

gu

hk am

35 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
medis

akan dioperasi masuk ke bagian anastesi,

tetapi korban langsung ke ruang operasi karena menurut dokter cepat dan nanti di

ruang operasi dilakukan anastesi dan medik ;

semuanya dapat dilihat dalam rekam Bahwa saat saksi melakukan anastesi operasi

Terdakwa I, II dan III siap melakukan Bahwa saksi membaca rekam medis dan

ah

am

ub lik
disposisi dari pada saat dipersidangan ; keluarga bernama korban JULIN (ibu didepan ruang operasi mengenai obat ; mengatakan saksi

dr. HERMANUS J. diperlihatkan

LALENO dan saksi membenarkan rekam

ah k

ep

Bahwa saksi pernah bertemu dengan korban yang MAHENGKENG) dan berbicra

A gu ng

Bahwa saat dikonfirmasi dengan Julin inilah yang

Mahengkeng (ibu korban) ibu koban mengatakan operasi bisa dilakukan kalau menjaminkan kalung emasnya ;

ada uang dan saat itu ibu korban siap Bahwa saksi membantah keterangan ibu hanya berbicara mengenai obat ; menanggapi keterangan saksi tersebut ;

ah

ka

8. dr. HERMANUS J. LALENOH, Sp.An, umur 64 tahun, pekerjaan dosen Fakutas kedokteran Unsrat Manado dan sebagai staf bagian anastesi pada Rumah Sakit Prof Kandou, agama Kristen Protestan, saksi telah pokoknya sebagai berikut : berjanji menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada

ah

ep

ub

Bahwa Terdakwa I, II dan III tidak

lik

korban tersebut, karena saat itu saksi

ng

Bahwa saksi berprofesi sebagai dokter sudah 29 tahun ;

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 35

es

In do ne si

In do ne si a

Bahwa seharusnya semua pasien yang

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Rumah Sakit Prof Kandou adalah dr. Wuwungan ;

ng

Bahwa korban pernah dikonsultasikan

kepada saksi pada tanggal 10 April 2010 pukul 20.00 Wita sehubungan dengan akan dilakukan operasi cito terhadap korban ;

Bahwa sewaktu dikonsultasikan korban tekanan darahnya 160/70 termasuk tinggi berarti korban dalam keadaan kesakitan dan korban berisiko ; Bahwa saksi menyetujui kepada

ah

ub lik
supaya dijelaskan korban ; kepada penata dikarenakan kurang Bahwa masih maka anastesi bisa perawat anastesi ; Bahwa saksi kewenangannya LENGKONG ; kemungkinan meninggal ; Bahwa operasi yang

am

dioperasi dan tentang resiko operasi keluarga

ah k

ep

Bahwa kalau operasi Cito tidak perlu ada persetujua korban dan keluarga ; Bahwa instruksi yang saksi sampaikan anastesi dilaksanakan sesuai prosedurnya ;

dokter

Peraturan Menteri Kesehatan

tahun 2007 pasal 15 maka tugas dokter dilimpahkan kepada

ah

lik
kepada ibu dan

Bahwa operasi korban yang dilaksanakan saat itu tidak bisa ditunda, kalau ditunda anaknya

ka

ah

ep

ub

terhadap korban adalah operasi Cito dan hal tersebut dilakukan terhadap korban

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 36

es

In do ne si
sudah anastesi No.512 berdasarkan melimpahkan ANITA dilaksanakan

A gu ng

In do ne si a
korban

Bahwa sebagai kepala bagian anastesi di

gu

hk am

37 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

karena bayi korban tidak bisa dilahirkan secara normal ; Bahwa operasi tidak dapat dilakukan tanpa melibatkan petugas anastesi ;

b ng R
Bahwa para Terdakwa sebenarnya adalah peserta didik tetapi bertindak sebagai Surat Tanda Registrasi (STR) ; Bahwa korban yang tenaga medis karena sudah memiliki sudah

keadaan darurat harus ditolong, kalau

ah

am

9. PROF. dr. NAJOAN NAN WAROUW, umur 66 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (dosen Fakultas Kedokteran Unsrat dan sebagai konsultan jaga pada Luar lingkungan IV Kecamatan Tikala Kota Manado, agama Kristen Protestan, saksi telah berjanji menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : kebidanan Rumah Sakit Prof. Kandou, alamat Kelurahan Dendengan

ah k

ep

Bahwa saksi mempunyai Surat Tanda kedokteran yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan ; Bahwa di fakultas Kedokteran Unsrat Study Kebidanan dan Kandungan ;

Registrasi tahun 2007 dan ijin praktek

saksi bertugas sebagai Ketua Program Bahwa saat kejadian perkara ini saksi kebidanan dan kandungan ;

ah

bertugas sebagai konsultan jaga di bagian Bahwa tugas konsultan jaga adalah menerima laporan konsultasi dari tim dokter jaga ;

ka

ep
Bahwa

ub
pada

lik
waktu itu

ah

menerima laporan ada pasien rujukan Puskesmas Bahu bernama Siska Makatey (korban) yang akan melahirkan tetapi kepala bayi sulit keluar ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 37

es

In do ne si
saksi ada

A gu ng

ub lik

tidak ditolong dokter salah ;

Bahwa Terdakwa I, II dan III tidak keberatan atas keterangan saksi tersebut ;

In do ne si a
dalam

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

korban adalah Cito Sectio Caesaria ;

Bahwa operasi Cito harus dilakukan meninggal ; Bahwa peserta

ng

terhadap korban kalau tidak ibu dan anak pendidikan program

dokter spesialis para Terdakwa tidak

wajib memiliki surat ijin praktek karena sudah memiliki Surat Tanda Registrasi tindakan kedokteran ; diusulkan oleh

(STR) dokter dan sudah bisa melakukan

ah

ub lik
korban selamat ; Bhawa penyebab kewenangan kewenangan forensik ; saksi bagian Bahwa sesuai (PPDS) adalah kolektif ; kelalaian

Bahwa prosedur usulan ijin praktek Dekan Fakultas Kedokteran kepada Dinas Kesehatan ; Bahwa selesai operasi ada konsultasi dengan saksi yang menyatakan anak dari Bahwa operasi Cito Sectio Caesaria tidak perlu pemeriksaan pendukung, tetapi pemeriksaan darah tetap dilakukan ;

am

ah k

ep

korban

dunia karena gagal jantung dan yang tetapi

berhak menjelaskan hal tersebut bukan merupakan jantung

ah

Peraturan

Kesehatan tahun 2007 Surat Ijin Praktek Dokter adalah perseorangan sedangkan

ka

ep R

Bahwa yang bertanggung jawab dalam melakukan operasi adalah dokter yang melakukan operasi itu sendiri, dan apabila pasien di bagian pemulihan adalah tanggung jawab bagian anastesi ;

ah

ub

ijin Program Pendidikan Dokter Spesialis

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 38

es

In do ne si
meninggal dan Menteri

A gu ng

In do ne si a

Bahwa

b
operasi dilakukan terhadap

gu

hk am

39 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
pukul Bahu,

18.00

sore

dikonsultasikan adalah pembukaan sudah ketuban sudah pecah dari Puskesmas sehingga diputuskan dilakukan operasi ;

ng

maksimal, kepala bayi sulit keluar dan untuk

Bahw setelah konsultasi dalam jangka sudah bisa dilakukan ; Bahwa tindakan

waktu 1(satu) sampai 2(dua) jam operasi

ah

am

ah k

ep

profesional melakukan tindakan yang lasimnya dilakukan dalam praktek ; Bahwa dalam pemeriksaan telah saksi

dipersidangan

tentang beberapa hal yaitu :

- Julin Mahengkeng (ibu korban) menyatakan persetujuan ada tetapi penjelasan resiko operasi tidak ada dari dokter ;

- Julin Mahengkeng (ibu korban), Anselmus Makatey (ayah korban), dr.Helmi, Anita Lengkong menyatakan tidak melihat orang yang membuat tanda tangan

ah

- Julin Mahengkeng (ibu korban) mengatakan hanya satu kali tanda tangan, setoran Bank tidak sama dengan tanda tangan yang ada pada surat persetujuan operasi ;

ka

ah

ng

Manado, agama Kristen Protestan, saksi telah berjanji menurut cara

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 39

es

(PNS) /Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, alamat Jalan Toar No.8

10. dr. IVONE M. KAUNANG, MA, Umur 52 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil

ep

Bahwa

ub

tanda tangan korban pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), Askes, dan slip

Terdakwa

lik
I, II

korban dalam surat persetujuan operasi ;

membenarkan keterangan saksi tersebut ;

In do ne si
dikonfirmasikan dan III

A gu ng

ub lik

melahirkan tindakan operasi dilakukan dalam waktu selama 1(satu) jam ; Bahwa tindakan operasi yang dilakukan para Terdakwa sudah sesuai prosedur dan ternyata anak dari korban selamat dan kematian korban diluar jangkauan ; Bahwa para Terdakwa dinilai sudah

In do ne si a
dan yang penyelamatan

Bahwa saksi menerima konsultasi pada

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id agamanya dan dipersidangan menerangkan ada pokoknya sebagai

ep u

b R
berikut : Bahwa saksi sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado sejak Januari 2009 sampai dengan sekarang ;

Bahwa sebagai Kepala Dinas Kesehatan mengawasi dan bertanggung jawab atas semua dokter praktek di Kota Manado,

Kota Manado saksi bertugas memonitor, kesehatan di Kota Manado, mengawasi menerbitkan surat ijin praktek dokter

ah

am

ub lik
dengan kelengkapan dan Tempat Praktek ; diajukan Kedokteran Kesehatan oleh kepada Kota untuk Dokter Spesialis dokter umum ; Bahwa

umum, dokter spesialis dan dokter gigi ;

Bahwa proses perijinan dokter umum adalah mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado Surat Tanda Registrasi, Rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Manado, Pas Foto Bahwa proses perijinan dokter PPDS Dekan Fakultas Dinas

ah k

ep

adalah Surat Tanda Registrasi (STR) Kepala

Manado

diterbikan ijin praktek secara kolektif ;

Bahwa dasar Dekan Fakultas Kedokteran mengajukan permohonan ijin kolektif dokter Program Pendidikan

ah

lik
adalah Program

Bahw Terdakwa I sudah mengurus Surat Ijin Praktek pada tahun 2010 sebagai

ka

ep

ub
dokter

Menteri Kesehatan No.512 tahun 2007 ;

ah

Dokter Spesialis (PPDS) tidak bisa mendapat ijin sebagai dokter umum, hanya melaksanakan tugas delegasi dari dokter yang melakukan praktek ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 40

es

In do ne si
untuk Peraturan Pendidikan

A gu ng

In do ne si a

gu

ng

hk am

41 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
tama para

Dokter Spesialis (PPDS) berlaku sampai sedangkan ijin dokter berlaku 5 tahun ;

Bahwa para Terdakwa sebelum ada pengajuan permohonan ijin dari Dekan Fakultas Samratulangi Kedokteran dan tidak

melakukan tindakan kedokteran ;

Bahwa di Kantor Dinas Kesehatan Kota

ah

ub lik
Terdakwa PPDS ; Kedokteran Manado sekarang ; Universitas tahun sejak ketiga Bahwa 2007 ;

Manado tidak ada rekapan pengajuan ijin sebagai Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ; Bahwa atas keterangan saksi tersebut Terdakwa I menyatakan dirinya pernah mengajukan permohonan ijin sebagai Bahwa Terdakwa II dan III tidak menanggapi keterangan saksi tersebut ;

am

ah k

ep

11. Prof. Dr.dr. SARAH WAROUW, Sp.Ak, Umur 62 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri

Sipil, dokter Konsultan Spesialis Anak, Dekan Fakultas Kedokteran

Universitas Samratulangi Manado, agama Kristen Protestan, saksi telah berjanji, dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : Bahwa saksi adalah Dekan Fakultas 2006

ah

Mahasiswa pada Fakultas Kedokteran mencari dokter Spesialis sejak tahun

ka

ah

ep

Bahwa para Terdakwa masuk rumah sakit sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ; Bahwa yang ditutut bagi seorang dokter yang akan mengikuti Program

ub

Universitas Samratulangi Manado untuk

lik

Terdakwa

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 41

es

In do ne si
Samratulangi sampai adalah

A gu ng

In do ne si a
umum Universitas dibenarkan

Bahwa ijin dokter Program Pendidikan

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) adalah Surat Tanda Registrasi (STR) ; Bahwa untuk pengurusan Surat Ijin

b R ng
Praktek adalah diatur dalam pasal 7 ayat tahun 2007 ; Bahwa Ketua (3) Peraturan Menteri Kesehatan No.512 Program Study para

Terdakwa adalah Prof.dr.NAJOAN NAN WAROUW ; Bahwa para Terdakwa belum diusulkan

ah

am

ub lik
Kedokteran dan Dinas Ksehatan Kota dokter Program Spesialis (PPDS) ; program

untuk mendapatkan Surat Ijin Praktek Kesehatan Kota Manado ; Bahwa surat pengusulan dari Ketua

(SIP) oleh Dekan kepada Kepala Dinas

Program Study kepada Dekan Fakultas Dekan Fakultas dan Kedokteran mengajukan kepada Kepala Manado Kepala Dinas Kesehatan mengeluaran Pendidikan

ah k

ep A gu ng

surat ijin prakatek secara kolektif bagi Dokter

Bahwa seorang dokter boleh melakukan tindakan kedokteran setelah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) ;

Bahwa walaupun telah memiliki Surat wajib memiliki surat ijin praktek (SIP) ;

Tanda Registrasi (STR) seorang dokter Bahwa setelah dikonfirmasikan kepada

ah

ub
study dan

saksi Najoan Nan Warouw selaku ketua kebidanan dan kandungan, saksi yang bersangkutan

ka

ep R

menyatakan selaku ketua program study kebidanan kedokteran ; Bahwa Terdakwa I, II dan III membenarkan keterangan saksi tersebut ; kandungan belum mengajukan surat kepada dekan fakultas

ah

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 42

es

In do ne si

In do ne si a

gu

hk am

43 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id Menimbang, bahwa dipersidangan atas persetujuan para Terdakwa dan Penasehat

ep u
para

b
sebagaimana nyata dalam berita acara pemeriksaan tanggal penyidik 23 April 2010 ; Menimbang, bahwa atas dibacakannya keterangan saksi dalam berita acara dan menyatakan keterangan saksi tersebut tidak benar karena : pemeriksaan penyidik tertanggal 23 April 2010 tersebut, para Terdakwa menanggapinya Terdakwa tidak membiarkan

gu

ng

Hukumnya, Jaksa Penuntut Umum membacakan keterangan saksi BUCE NOTANUBUN

korban ; kesalahan operasi ;

ah

dan para Terdakwa tidak melakukan

Menimbang, bahwa dipersidangan atas persetujuan para Terdakwa dan penasehat

hukumnya, Jaksa Penuntut Umum telah membacakan keterangan saksi FIONE A. M.

PANGEMANAN, M.Si sebagaimana nyata dalam Berita acara pemeriksaan penyidik Menimbang, bahwa atas dibacakannya keterangan saksi dalam berita acara

am

tanggal 8 Desember 2010 ;

pemeriksaan penyidik tertanggal 8 Desember 2010 tersebut, para Terdakwa tidak menanggapinya ; Menimbang, bahwa selain dibacakannya keterangan saksi-saksi sebagaimana

ah k

ahli yang telah memberikan keterangannya dipersidangan yaitu :

A gu ng

1.dr. ERWIN GIDION KRISTANTO, SH. SpF, Umur 35 tahun, pekerjaan Pegawai Negeri Sipil sebagai staf Medikolegal

Fakultas Kedokteran Universitas

Samratulangi (UNSRAT) , alamat Jalan Tompakowa No.88 Manado,

agama Kristen Protestan, ahli telah berjanji dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut :

Bahwa ahli sudah bertugas di UNSRAT Manado selama 7(tujuh) tahun ; Bahwa ahli sudah pernah mengikuti pendidikan Forensik dan pelatihan di

ah

Cempaka Jakarta pada tahun 2007 dan bersertifikat ; Bahwa

ub
landasan

lik
dokter

ka

ah

ep

tindakan kedoteran adalah Peraturan Menetri Kesehatan No.512 tahun 2007 ; Bahwa syarat dokter melakukan tindakan kedokteran harus memiliki surat tanda registrasi (STR), ijasah sebagai dokter, ijin praktek, kompetensi, untuk dokter

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 43

es

In do ne si
melakukan

tersebut diatas, dipersidangan Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan 2(dua) orang saksi

ep

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
para reka

praktek secara pribadi memiliki surat tanda registrasi, ijin praktek, dan tempat praktek ;

b R ng
Bahwa dalam berita acara pemeriksaan penyidik ahli mengatakan para Terdakwa Terdakwa mampu melakukan mandiri, pengertian mandiri diartikan praktek kedoteran dengan pengawasan ; medik adalah dokter

Bahwa yang berhak menanda tangani mengisinya ;

ah

am

ah k

ep

ub lik
hasil sidang Majelis Kedokteran ; dan telah diajukan terhadap

Bahwa Surat Ijin Praktek dari Dinas Kesehatan Kota Manado untuk para peserta PPDS dibawah ke Fakultas Kedokteran dan diteruskan ke rumah sakit dimana peserta didik bertugas ; Bahwa ahli tidak berhak mengomentari Kehormatan tidak

Bahwa Terdakwa I, II dan III

menaggapi keterangan ahli tersebut ;

2.dr. JOHANIS F. MALLO, SH.SpT.DFM, umur 54 tahun, alamat Wale Nusantara Blok A No.77 Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado, dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut :

agama Kristen Protestan, ahli telah berjanji menurut cara agamanya, dan Bahwa ahli sebagai dokter ahli Forensik mengeluarkan Visum Repertum (VER) sejak tahun 1986 ; Bahwa proses penerbitan Visum Et Repertum (VER)

ah

ub
oleh korban

lik
penyidik baik

adalah permintaan kepolisian hidup masih

ka

ah

ep

maupun sudah meninggal (Jenasah) ; Bahwa Visum Et Repertum dapat selesai dalam waktu 3(tiga) hari kalau tidak ada pemeriksaan penunjang ; Bahwa benar ahli pernah memeriksa mayat dari orang yang bernama SISKA

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 44

es

In do ne si
Et

A gu ng

In do ne si a
yang

gu

hk am

45 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
jarang infus ;

MAKATEY pada tanggal 13 April 2010 dan Visum Et Repertum dikeluarkan pada tanggal 26 April 2010 ; Bahwa bahwa setelah dibacakan dan kepada ahli, ahli berksimpulan penyebab

b ng R
diperlihatkan Visum Et Repertum korban kematian korban karena di dalam bilik terjadi, kemungkinan

jantung ada udara masuk dan kasus ini terjadi pelebaran pembuluh darah karena adanya reaksi tubuh pasien dan adanya reaksi

ah

am

ep
bisa

ub lik
diantisipasi, dalam dilakukan dokter spesialis (PPDS) ; didik dokter melakukan tahun 2007 ; operasi persetujuan

tersebut bisa menyebabkan terjadinya gangguan, udara bukan masuk dari alat Bahwa kejadian yang jarang terjadi dalam kondisi pasien secara umum tidak antisipasi operasi bisa terencana,

ah k

korban dalam perkara ini diluar dugaan ;

A gu ng

Bahwa ahli kenal dengan para Terdakwa

karena peserta didik pendidikan program Bahwa para Terdakwa sebagai peserta spesialis dengan

Peraturan Menteri Kesehatan No.512 Bahwa yang dimaksud dengan persiapan,

ah

ub

siap

adalah

lik
adanya operasi

ka

keluarganya ;

ah

ep

Bahwa yang dimaksud dengan indikasi adalah sesuai dengan kondisi pasien ; Bahwa reaksi bisa terjadi pada tubuh korban sesuai keadaan korban tersebut, pembuluh balik yang terpotong udara tidak bisa jalan secara otomatis ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 45

es

In do ne si
dibolehkan dasar konsultasi, atau pasien

masuknya udara dalam bilik jantung

In do ne si a

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
paru ;

korban disebaban adanya reaksi dari dalam tubuh ; Bahwa pemecahan ketuban

menyebabkan masuknya udara di paruBahwa infus sangat kecil kemungkinan menjadi penyebab masuknya udara ke tubuh korban ; Bahwa dalam

ah

ub lik
memeriksa, mengobati

kewenangannya yang dapat dilakukan oleh dokter terhadap pasien adalah pasien, dan melakukan pemeriksan penunjang dan analisis, serta berhak menerbitkan surat keterangan ; Prakteknya Bahwa untuk dokter PPDS Surat Ijin dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran dengan membuat

am

ah k

ep

usulan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan menerbitkan Surat Ijin Praktek secara kolektif ;

Bahwa jika Dekan Fakultas Kedokteran PPDS kepada Dinas

tidak mengusulkan Ijin Praktek dokter Kesehatan Kabupaten atau Kota itu merupakan

ah

Bahwa jika ada 10(sepuluh) dokter PPDS melaporkan

ub
tersebut

oleh Dekan Fakultas Kedokteran tidak kepada tidak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota para dokter

ka

ep
PPDS

ah

mengurusnya ; Bahwa bagi dokter praktek Surat Ijin Prakteknya diurus sendiri dan bersifat pribadi sedangkan dokter PPDS Surat Ijinnya kolektif yang diusulkan oleh

lik

suatu kelalaian

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 46

es

In do ne si
berkewajiban

A gu ng

In do ne si a
tidak melakukan

Bahwa udara bisa masuk ke tubuh

gu

ng

hk am

47 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Dekan Kota; Cito ;

b
Fakultas Kedokteran kepada

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau

ng

Bahwa operasi ada 2(dua) jenis yaitu operasi terencana dan operasi segera atau Bahwa bedanya antara operasi terencana kepentingan, persetujuan sedangkan operasi pasien Cito terencana

dan operasi segera adalah dari sisi

apakah benar harus dilakukan, haus ada atau

ah

ub lik
persetujuan ; Bahwa dokter menurut Kedokteran ; Bahwa terhadap dari hasil jenasah Bahwa

menyelamatkan jiwa dan tidak harus ada PPDS dibenarkan

am

ah k

ep

melakukan tindakan kedokteran, cukup memiliki Surat tanda Registrasi (STR) Undang-undang Praktek ahli

pemeriksan Siska

ditemukan hal-hal sebagai berikut :

- pada pangkal hidung terdapat bekas alat (sungkap oksigen), pada perut terdapat luka memanjang, pada tangan terdapat luka infuse dan pada paha kanan ada memar ;

- pada bagian dalam otak pucat, kedua paru pucat karena kekurangan oksigen,

jantung sebesar kepalan tangan, tidak ditemukan serangan jantung, dalam

ah

tidak ada tanda kekerasan, tidak ada paksin malaria ;

Bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap jenasah korban ahli berkesimpulan luka pada perut karena tindakan operasi, pada tangan luka bekas infus, pada paha memar karena perawatan jenasah, pada bilik kanan jantung ada udara masuk ; sebagai dunia penyebab adalah korban karena meninggal

ka

ah

ep

ub

lik

rongga perut ada cairan tetapi bisa hilang sendiri, rahim besar dan kosong,

ng

masuknya udara dalam bilik kanan

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 47

es

In do ne si
Makatey

A gu ng

In do ne si a
itu keluarganya segera untuk

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
dan

jantung yang menghambat udara masuk paru dan terjadi kegagalan fungsi paru selanjutnya kegagalan fungsi jantung ; mengakibatkan

b ng R
Bahwa korban meninggal dunia tanggal 10 April 2010 pada pukul 22.20 wita ; bayi pasti meninggal ;

gu

Bahwa kalau tidak dilakukan operasi

Bahwa tekanan darah korban saat itu menurut yang ahli baca dalam reka medic adalah 160/70 termasuk tinggi ; operasi adalah anastesi ada

ah

ub lik
tanda-tanda (korban) ; yang harus dilakukan pendukung ; reaksi tubuh ; Bahwa kematian hubungannya tindakan operasi terencana resiko operasi ; batasannya ; Bahwa pemecahan

Bahwa yang menentukan dilakukannya berdasarkan pada pasien

am

ah k

ep R

Bahwa pada operasi Cito (darurat) tidak pemeriksaan

Bahwa udara masuk kedalam bilik kanan

A gu ng

jantung korban masuk sebelum operasi pembuluh darah yang disebabkan oleh korban tidak ada

dilakukan karena terjadinya pelebaran

dilakukan oleh para Terdakwa ;

Bahwa operasi Cito (darurat) tidak perlu persetujuan pasien atau keluarga, kecuali wajib persetujuan

ah

ka

ep

Bahwa pengertian kata segera tidak ada

ub

pasien dan keluarga dengan penjelasan

lik

ah

menyebabkan emboli udara masuk paru dan jantung ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 48

es

In do ne si
operasi yang ketuban tidak

In do ne si a

hk am

49 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
untuk

dikeluarkannya

Repertum (VER) tidak dilakukan tergesagesa ; nama Siska Bahwa pada Visum Et Repertum atas Makatey tidak ada perobahan ;

Bahwa para Terdakwa ada konsultasi

dengan ahli jantung, tetapi ahli jantung tidak bisa mengangkat emboli dan emboli nanti ditemukan dalam kamar mayat ; Bahwa sewaktu ahli diperlihatkan foto korban ahli mengatakan tidak ada luka

ah

am

ah k

ep

ub lik
korban ; Bahwa ahli juga Bahwa Bahwa ahli Terdakwa I,

pada muka, pangkal hidung, tidak ada jaitan, tidak ada benang pada hidung mengatakan ada

keterangan ahli yang tidak dimuat dalam Berita acara pemeriksaan penyidik ; menyerahkan II

keterangan tertanggal 25 April 2011 ; dan

membenarkan keterangan ahli tersebut ;

Menimbang, bahwa pada saat dokter Johanis F. Mallo, SH.SpF, didengar

keterangannya sebagai ahli pada persidangan tanggal 25 April 2011 ada mengatakan bahwa ada keterangan ahli yang tidak dimuat dalam berita acara pemeriksaan penyidik,

ah

maka untuk melihat apakah keterangan ahli tersebut benar atau tidak Majelis Hakim perlu

mendengarkan keterangan dari penyidik yang melakukan pemeriksaan pada ahli sewaktu HANY LUKAS, Pekerjaan Anggota Polisi Republik Indonesia (penyidik) pada Polisi Kota besar Manado, agama Kristen Protestan, saksi telah berjanji menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : Bahwa saksi memeriksa ahli dr.Johanis F.Mallo untuk didengar keterangannya di hadapan penyidik hanya satu kali yaitu pada tanggal 25 Mei 2010 ;

ka

ah

ep

ub

diambil keterangannya dihadapan penyidik (Verbalisan) yaitu :

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 49

es

In do ne si
ringkasan III

A gu ng

In do ne si a
Visum Et

Bahwa pemeriksaan terhadap korban

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
(IDI), dr.

termuat dalam berita acara pemeriksaan yang dibuat oleh saksi ; Bahwa memang benar ahli datang di Polisi Kota Besar Manado dua kali Kristanto, dan dr. Jery dan kedatangan

bersama dr. Lefran Reggy, dr.Erwin dari 4(empat) orang tersebut adalah sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia memberikan keterangan pada saat itu

dan dari anggota IDI yang

ah

am

ub lik
Johanis persidangan tidak ahli ; dimuat dalam tersebut Drs. Samir SST.MK ; Marendra Judy L, SE ;

dan dibuat berita acara pemeriksaan adalah dr. ERWIN KRISTANTO ; Bahwa atas keterangan saksi tersebut ahli F.Mallo, SH.SpF, membenarkannya dan atau keterangan ahli dr. Johanis F.Mallo, SH.SpF dalam sebelumnya berita yang acara mengatakan keterangan ahli ada yang

ah k

ep A gu ng
diatas para Terdakwa menyatakan tidak tahu menahu ;

pemeriksaan dinyatakan dicabut oleh

Bahwa Terdakwa I, II dan III tidak menanggapi keterangan saksi verbalisan

Menimbang, bahwa dipersidangan Jakska Penuntut Umum telah membacakan berita acara pemeriksaan laboratories Kriminalistik barang bukti dokumen No.lab.509/DTF/VI/2010 tanggal 9 Juni 2010 yang dilakukan oleh :

ah

ka

Menimbang, bahwa atas hasil pemeriksaan laboratorium yang dibacakan tersebut Menimbang, bahwa dipersidangan Majelis Hakim telah mendengar keterangan ahli 1.dr. MURHADY SALEH, SpOG, Umur 60 tahun, pekerjaan Pensiunan TNI, sebagai Subroto juga sebagai president Elect. PB.POGI, alamat Jalan Cikini

ah

yang diajukan oleh para Terdakwa/penasehat hukumnya yaitu : dokter spesialis Obsgin Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot

ep

ub

Ardani Adhis ;

lik ik In d on
Halaman 50

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

gu

ng

es

In do ne si

In do ne si a

Bahwa semua yang ahli terangkan telah

gu

ng

hk am

51 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id III.No. 6 Menteng Jakarta pusat, agama Islam, ahli telah disumpah

ep u

b
sebagai berikut ;

menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya Bahwa yang dimaksud dengan kelalaian standar operasional prosedur (SOP); Bahwa ahli mengetahui

adalah apabila dalam praktek menyalahi secara

kronologis tentang kejadian perkara ini ;

Bahwa dari kronologis kejadian perkara ini ahli berpendapat udara yang masuk ke

ah

ub lik
dugaan dan tidak sebelumnya ; sesuai dengan prosedur ; diduga sebeumnya ; Bahwa dalam dilihat melakukan dari operasional kompetensi ; prosedur,

jantung korban adalah terjadi diluar dapat

am

Bahwa melihat dari kronologis kejadian perkara ini menurut ahli para Terdakwa sudah bekerja maksimal, baik dan sudah standar operasional

ah k

ep

terjadinya tidak dapat diprediksi dan

Bahwa pemasangan infus adalah sebuah serta diyakini tidak tercabut ;

prosedur yang harus dilakukan dan baku kronologisnya terhadap

kejadian perkara ini para Terdakwa operasi

ah

korban sudah sesuai dengan standar keilmuan dan

Bahwa ahli sependapat dengan hasil sidang Majelis Kehormatan dan Etika Profesi Kedokteran, dan mengatakan

ka

ah

ep

para terdakwa tidak ada kelalaian ; Bahwa ahli belum pernah mendengar kata Batista Ventura, yang ahli tahu adalah Ventura efek ;

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 51

es

In do ne si

Bahwa emboli adalah komplikasi yang

A gu ng

In do ne si a
diprediksi

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Repertum atas nama korban tetapi reka medik ahli tidak membacanya ; Bahwa kalau Visum Et Repertum

berbeda dengan rekam medik maka yang dipakai adalah rekam medik ; Bahwa Visum Et Repertum dibuat atas permintaan Polisi/Penyidik ;

Bahwa yang ahli tahu emboli atau masuknya udara dalam jantung korban

ah

am

ah k

ep

ub lik
baru mendengarnya ; tubuh korban bukan operator ; Bahwa medical segera ; segera dioperasi ;

bisa karena melalui infus dan juga bisa melelui plasenta, tetapi kalau udara masuk jantung karena pembuluh balik yang terpotong saat operasi hal itu ahli Bahwa masuknya udara dalam jantung/ kelalaian dari

Bahwa dalam melakukan sayatan pasti ada pembuluh darah yang terpotong ;

Bahwa emboli sangat jarang terjadi oleh karena itu sulit diprediksi/diantisipasi; maalpraktek

terjadi contohnya kaki kanan yang sakit tetapi kaki kiri yang dioperasi ;

Bahwa operasi Cito adalah operasi Elektif adalah operasi yang terencana ;

ah

Bahwa menurut undang-undang praktek kedokteran operasi Cito tidak mutlak ada penjelasan kepada pasien karena sifatnya

ka

ah

ep

Bahwa untuk operasi Cito tidak perlu pemeriksaan penunjang karena sifatnya Bhawa dokter praktek harus memiliki Surat Tanda Registrasi, Surat Ijin

ub

lik

darurat/Emergency sedangkan operasi

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 52

es

In do ne si
pernah

A gu ng

In do ne si a

Bahwa ahli ada membaca Visum Et

gu

ng

hk am

53 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Praktek, tempat praktek, dan alamat praktek, Surat Ijin Praktek adalah suatu keharusan, untuk dokter PPDS memiliki Surat Tanda Registrasi, ijin prakteknya Fakultas Kedokteran ;

b ng R
diusulkan secara kolektif oleh Dekan Bahwa khusus dalam perkara ini pada kehitam-hitaman dari paru atau jantung ;

saat irisan pertama keluar darah agak

korban kekurangan oksigen pada paru-

ah

am

ep

ub lik
menit ; pelebaran pembuluh hal yaitu : selamat ;

Bahwa untuk melakukan operasi sampai bayi dikeluarkan dari rahim sejak irisan pertama tidak boleh lebih dari 5(lima) Bahwa emboli juga bisa terjadi karena darah yang disebabkan oleh reaksi tubuh ; Bahwa untuk dikatakan seorang dokter

ah k

yang professional harus memiliki 3(tiga)

-Ilmu;

- keterampilan ;

- mental/moral ;

Bahwa menurut ahli ketiga Terdakwa sudah professional karena telah memiliki

keilmuan, keterampilan dan moral dan

ah

membenarkan keterangan ahli tersebut ; 2. Prof.Dr. REGGY LEFRAN, Sp.JP-k, umur 66 tahun, pekerjaan dokter(kepala bagian Wakeke No.23 Manado, agama Kristen Katolik, berjanji menurut cara berikut :

ka

ah

agamanya, dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai Bahwa operasi ada 2(dua) jenis yaitu Cito dan Elektif ;

ep

Jantung) pada Rumah Sakit Prof.Kandou Manado, alamat Jalan

ub

Bahwa

Terdakwa

lik
I, II

buktinya adalah karena anak korban dan III

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 53

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
korban berarti

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

dilakukan pemeriksaan penunjang karena sifatnya darurat/cepat/segera ; Bahwa kronologis kejadian perkara ini Kehormatan Etika Profesi ;

ahli mengetahuinya pada sidang Majelis

Bahwa ahli menjabat sebagai Ketua Majelis Bahwa Kehormatan ahli Etika Profesi Kedokteran;

sebagai

ah

ub lik
Bahwa sebagai ditemukan kelalaian adanya para Terdakwa pada kepada korban

Kehormatan Etika Profesi Kedokteran pernah memeriksa para Terdakwa ; kesimpulan dari

am

pemeriksaan Majelis Kehormatan Etika Profesi Kedokteran dinyatakan tidak kesalahan atau dalam Terdakwa

ah k

ep

melakukan operasi kepada korban ; Bahwa yang ditanyakan kepada para sidang

Kehormatan Etika Profesi Kedokteran adalah bagimana cara melakukan operasi

Bahwa masuknya udara dalam jantung korban ada 2(dua) kemungkinan yaitu :

- Hubungan langsung udara dengan pembuluh darah ;

- perbedaan tekanan udara dalam tubuh dan diluar tubuh korban ;

ah

Bahwa masuknya udara dalam tubuh korban tidak bisa diprediksi sebelumnya ; darah pada korban disebabkan pengaruh Bahwa terjadinya pelebaran pembuluh obat dan reaksi tubuh dari korban ; Bahwa dalam operasi jantung dokter tetap didampingi petugas bagian anastesi juga petugas anastesi berperan sesudah operasi ;

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 54

es

In do ne si
Majelis

A gu ng

In do ne si a
ketua Majelis

Bahwa dalam operasi Cito tidak mungkin

gu

ng

hk am

55 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
sudah

nama korban dalam perkara ini diterima oleh Majelis Kehormatan dan melalui dari pengujian Profesi Kedokteran karena VER tersebut oleh Forensik : Bahwa penyebab

gu

kesimpulan

kehormatan Etika Profesi Kedokteran kematian korban adalah

masuknya udara dalam jantung, dan masuknya udara dalam jantung tidak

ah

am

ub lik
Bahwa untuk Repertum Majelis (VER) dan Kehormatan keahlian di pusat ; Bahwa Terdakkwa I, Operasional

dapat diprediksi sebelumnya sehingga dikategorikan bukan kelalaian ; menguji Visum hasil Etika Et sidang Profesi

ah k

ep

Kedokteran Sulawesi Utara tidak perlu mendatangkan ahli dari pusat sebab keahlian di Sulawesi Utara sama dengan II dan

A gu ng

membenarkan keterangan ahli tersebut ;

3. JERRY G. TAMBUN, SH.LLM, umur 53 tahun, pekerjaan dosen, alamat Jalan Tololiu Supit 2 No.12 Manado, agama Kristen Protestan, ahli telah berjanji menurut cara agamanya dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut ;

Bahwa kelalaian lebih banyak diartikan Standar Operasional Prsedur (SOP) ;

ah

ub

Bahwa

tujuan

lik
Prosedur

kepada akibat tindakan yang tidak sesuai adanya (SOP) Standar adalah

ka

sebagai pengukur tindakan profesi, untuk

ah

ep

profesi kedokteran adalah kode etik Kedokteran Bahwa Sipil maalprkatek dapat diartikan dokter melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan SOP, sedangkan Kriminal

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 55

es

In do ne si
III

In do ne si a
Etika ahli Majelis

bahwa Visum Et Repertum (VER) atas

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
adalah

praktek adalah kelalaian yang terjadi secara berulang kali ; Bahwa kasus maalpraktek itu terjadi

b R ng
dalam praktek yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ; Bahwa antara dokter dan pasien tidak ada

perjanjian, yang ada hanyalah dokter harus melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya ; Bahwa yang harus dimiliki oleh seorang

ah

ub lik
keterampilan/keahlian, kepribadian tingginya menjalankan berdasarkan prosedur (SOP) ; dan standar propesinya berdasarkan Kehormatan (MKEK) ;

dokter dalam menjalankan profesinya

pengetahuan/ilmu kedokteran, moral/

am

Bahwa prinsip seorang dokter dalam menjalankan propesinya yaitu dokter harus menghargai propesinya setinggisemua tindakan harus operasional propesinya

ah k

ep A gu ng

Bawa sebagai contoh dokter melakukan

dokter dalam melakukan operasi tidak boleh meyentuh barang sesuatu ; Bahwa yang menjadi sandar operasional seksama, hati-hati dan maksimal ; Bahwa yang berhak menilai standar propesi medis

medis seorang dokter adalah teliti,

ah

lik
Etika untuk

ub

adalah

ka

ah

ep R
dokter

Bahwa standar operasional prosedur itu adalah sebagai pedoman bagi seorang menyelesaikan operasionalprosedur pekerjaannya ; Bahwa standar

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 56

untuk bidang kedokteran berada pada

es

In do ne si
SOP adalah Majelis Kedokteran

In do ne si a

gu

hk am

57 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) ; Bahwa resiko medis selalu ada dalam tindakan medis ; Bahwa dalam standar

b ng R
operasional prsedur tidak menyebutkan kelalaian ringan, sedang dan berat ;

Bahwa dalam keadaan gawat darurat seorang tindakan dokter segera (operasi) tidak

ah

am

ub lik
medis ; Bahwa semua kedokteran Bahwa harus Terdakwa I, bayi

pemeriksaan penunjang, dalam operasi terencana sejak awal diberitahukan dan penjelasan kepada pasien tentang resiko perkara melalui II tindakan Majelis dan

ah k

ep

Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) ; III membenarkan keterangan ahli tersebut ;

Menimbang, bahwa dalam persidangan perkara ini Majelis Hakim telah memintakan keterangan ahli (pasal 180 ayat (1) KUHAP yaitu :

RECKY WILAR, SpA, umur 40 tahun, pekerjaan dokter dalam jabatan kepala bagian Meonatologi/Perawatan Bayi yang baru lahir pada Rumah Sakit Prof.Kandou Manado, alamat Kelurahan Bahu lingkungan IV Jalan ahli telah berjanji dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai

Unsrat I No. 12 Kecamatan Malalayang Kota Manado, agama Kristen,

berikut

ah

perawatan bayi yang baru lahir ;

ub
yang baru

Bahwa ahli pernah menerima laporan lahir dari bagian kebidanan dan kandungan tanggal 10

ka

ah

ep

April 2010 anak dari korban Siska Makatey ; Bahwa yang menerima bayi tersebut adalah petugas jaga malam dan bayi tersebut lahir dengan dioperasi ;

lik

Bahwa ahli sudah 6 tahun sebagai ahli

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 57

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a
melakukan perlu

gu

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

dilahirkan 4,1 kg dan tinggi badan 51 cm, danpada saat bayi diterima di bagian

ng

perawatan apgan score 11247 berarti bayi orban terebut menderita asfiksia (tidak bisa bernafas secara spontan) ;

gu

Bahwa angka 11247 menandakan bayi yang aktif, 5(lima) menit ke-2 baru mulai bayi korban bernafas normal ;

sakit kritis, menit pertama hanya jantung tanda bernafas, nanti menit ke 35 baru

ah

am

ah k

ep

atau jantung melalui plasenta, kalau hal ini terjadi tidak ada pengaruh

terhadapbayi, karena bayi sudah terlepas dari ibuna bisa bernafas sendiri ; Bahwa asfiksia bisa terjadi pada anak asfiksia khusus ;

dan orang dewasa, untuk anak adalah Bahwa pada bayi korban tidak ditemukan

ah

Bahwa secara umum anak asfiksia Bahwa

ub
anak dan

ibunya selamat ;

lik
yang setelah

tanda-tanda penyakit bawaan ;

ka

kandungan adalah tanggung jawab dokter

ep R

kandungan,

ah

tanggung jawab dokter anak ; Bahwa seluruh bayi yang lahir harus dipotong tali pusarnya ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 58

es

In do ne si
masih lahir dalam baru

A gu ng

ub lik
dan CO2 dari korban ;

Bahwa yang menjadi penyebab bayi korban menderita asfiksia (tidak bisa bernafas secara spontan) adalah O2 tidak masuk CO2 tidak keluar dan hal tersebut terjadi karena korban sudah kekurangan oksigen, bayi tersebut mendapatkan O2 Bahwa udara bisa masuk dalam tubuh

In do ne si a

Bahwa berat badan bayi korban saat

hk am

59 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
keluar 8-10 ;

dari

pasien

berwarna merah, kalau darah yang keluar berwarna kehitam-hitaman itu berarti oksigen ; dalam tubuh pasien terdapat kekurangan Bahwa kekuarangan osigen bisa terjadi dan asmah ;

karena disebabkan oleh syok, pendarahan Bahwa anak yang normal agan scorenya

ah

am

ub lik
Bahwa Terdakwa I, dilegalisir Manado ; oleh Bahwa Terdakwa I kepada

Bahwa kalau para Terdakwa terlambat melakukan operasi terhadap korban, maka anak korban pasti mati ; II dan III

ah k

ep R A gu ng

membenarkan keterangan ahli tersebut ; Pengadilan Negeri

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim melakukan pemeriksaan terhadapTerdakwa I dan dipersidangan menerangkan pada pokokya sebagai berikut : adalah peserta

program pendidikan dokter spesialis sejak tahun 2007 sampai sekarang

Bahwa tanggal 10 April 2010 jam09.00 wita korban dibawah ke rumah sakit prof.Kandou Malalayang dengan surat rujukan dari Puskesmas Bahu untuk

ah

melahirkan anak kedua lalu dibawah ke kamar bersalin dan diperiksa USG dan

ub
korban

hasil dalam keadaan baik dan dilaporkan konsuler dan diusahakan rumah sakit melahirkan normal ;

ka

ep
Bahwa

ah

Prof.Kandou bayi tinggi ;

tanda-tanda untuk dioperasi tetapi posisi

lik
masuk

Malalayang belum ada

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 59

es

In do ne si

In do ne si a
pada umumnya

Bahwa pada setiap operasi darah yang

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

bayi bisa lahir ;

Bahwa pada jam 18.00 sore pembukaan lengkap tetapi posisi bayi tetap tinggi dan konsuler normal dan dengan dokter hal tersebut dilaporkan kepada dokter konsuler menyarankan supaya melahirkan secara cara posisi

dimiringkan dan ditunggu sampai 30 menit tidak ada kemajuan dan pada jam

ah

18.30 dikonsultasikan dengan bagian

am

ah k

ep R
dan

ub lik
operasi dimulai ; Bahwa pada saat III Terdakwa operasi ; darah kepada korban berwarna suster ANITA Suster kekurangan selanjutnya menit setelah sayatan kesehatannya ;

anastesi dan bagian anastesi memberikan persetujuan operasi dan pada jam 20.55 Bahwa Terdakwa I sudah lebih dari 100 (seratu) kali melakukan operasi Cito ; korban sebagai dioperasi asisten

Terdakwa I sebagai operator, Terdakwa II

Bahwa pada saat sayatan pertama keluar hitam,

menghentikan sebentar dan mengatakan oksigen dan

LENGKONG mengatakan cepat-cepat pernafasan sudah terpasang dengan baik ; bersalin posisi bayi tinggi ;

ah

ka

Bahwa bayi ahir pada jam 21.00 5(lima) pertama dan kondisi bayi saat itu sangat buruk Bahwa sayatan pertama adalah kulit, kemudian pembungkus /lemak dan otot kemudian rahim ;

ah

ep

ub

Bahwa pada saat korban masuk kamar

lik

saja operasi karena oksigen dan alat

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 60

es

In do ne si
Terdakwa LENGKENG ANITANG

A gu ng

In do ne si a
korban

Bahwa biasanya pada pembukaan 7 cm

gu

ng

hk am

61 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
seperti

ada pembuluh darah yang terpotong karena pembuluh darah ada pada setiap lapisan pada tubuh manusia ; penutupan ;

Bahwa setelah bayi lahir dilakukan

Bahwa kematian korban(Siska makatey) bukanlah efek dari operasi yang Terdakwa dilakukan ;

Bahwa selama Terdakwa I melakukan

ah

ub lik
yang dialami Makatey ; Repertum atas nama adalah robekan rahim ; operasi adalah Kedokteran setelah kasus ini terjadi ; kepada

operasi tidak pernah menemui kejadian korban Siska

am

Bahwa untuk menangapi Visum Et korban Siska Makatey bukan kewenangan Terdakwa ; Bahwa emboli ketuban terjadi pada persalinan dan komplikasi dari persalinan Bahwa Terdakwa I sudah memiliki Surat Tanda Registrasi sejak tahun 2002 ;

ah k

ep

A gu ng

Bahwa dasar Terdakwa dapat melakukan kompetensi dari Universitas Samratulangi ;

Bahwa pada saat Terdakwa I melakukan

tindakan operasi belum memiliki Surat untuk PPDS diurus oleh Dekan Fakultas Bahwa Surat Ijin Praktek Terdakwa baru diurus oleh Dekan Fakultas Kedokteran

ah

ka

ah

ep

Bahwa sebelum melakukan operasi pada jam 18.30 Terdakwa I ada menjelaskan korban(Siska Makatey) persalinan macet kepala bayi tinggi ;

ub

lik

Ijin Praktek (SIP), Surat Ijin Praktek

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 61

es

In do ne si

In do ne si a

Bahwa setiap melakukan operasi pasti

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

saat operasi dilakukan terhadap korban Siska Makatey ANITA anastesi ; Bahwa surat adalah Terdakwa I, dari bagian Terdakwa II dan Terdakwa III dan LENGKEONG

gu

persetujuan

diserahkan di Irina D sebelumoperasi dilakukan oleh dr.HENDY SIAGIAN (terdakwa III) ;

ah

Bahwa Korban (Siska Makatey) dalam

am

ah k

ep

Bahwa Terdakwa I memilih operasi dilanjutkan karena saat itu dalam rahim

ada bayi yang harus diselamatkan, kalau operasi dihentikan persalinan tidak dapat dilakukan dilakukan pasien maka dan bayi pasti dpat

meninggal, kalau pada saat operasi tidak Terdakwa I dikenakan sangsi sesuai Undang-udang

ah

Bahwa setelah kejadian Terdakwa I dan dilakukan mediasi dan akhirnya dari bagian kebidanan telah memberikan uang

ka

ah

ep

sebesar Rp. 50.000.000.-(lima puluh juta rupiah) kepada keluarga korban sebagai rasa turut berduka cita ; Bahwa Cito artinya melahirkan dengan irisan dinding perut ;

ub

melaporkan kepada pihak rumah sakit

lik

kesehatan No.36 tahun 2009 ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 62

es

In do ne si

A gu ng

ub lik
supaya dilanjutkan ;

kamar operasi dalam keadaa sadar ; Bahwa pada saat sayatan pertama keluar darah dan warnanya hitam berarti korban (Siska Makatey ) kekurangan oksigen dan Terdakwa menyampaikan kepada Anita Lengkong dari bagian anastesi dan oleh Anita Lengkong mengatakan operasi

In do ne si a
operasi

Bahwa yang berada dalam kamar operasi

ng

hk am

63 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

pemeriksaan penunjang ; penunjang adalah

Bahwa yang memerlukan pemeriksaan operasi elektif

(terencana), pemeriksaan penunjang itu seperti jantung, dan darah ; Bahwa kasus yang menimpa korban Siska Makatey jarang terjadi dan selama melakukan operasi belum

Terdakwa sudah dari 100(seratus) kali pernah Terdakwa temui ;

ah

am

ub lik
pertama ; rujukan tetapi keterangannya Makatey) dimana dirujuk ke Rumah Sakit sendiri ; Bahwa

Bahwa pada operasi Cito tidak boleh lebih dari 8(delapan) menit sejak sayatan Bahwa korban Siska Makatey ada surat tidak lengkap I sehingga Terdakwa

ah k

ep

hanya menanyakan kepada korban (Siska kelahiran anak pertamanya jelek, divacum ;

Bahwa pada saat korban(Siska Makatey) Prof Kandou keadaan baik dan bisa berkomunikasi

dengan baik, tetapi ketuban sudah pecah

sejak jam 07.00 pagi dan dibawah ke rumah sakit jam 09.00 pagi dan menurut korban (Siska Makatey) ketuban pecah Bahwa yang membawa korban(Siska Puskesmas Bahu tetapi tidak sampai di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit

ah

ka

ep

Prof Kandou Malalayang ; sebelum operasi dilakukan Terdakwa I ada menyampaikan kepada korban Siska Makatey bahwa anak sudah tidak bisa lahir secara normal dan akan dilakukan operasi ;

ah

ub

Makatey) ke rumah sakit dalah bidan dari

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 63

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a

Bahwa operasi Cito tidak memerlukan

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

operasi setelah ada ijin dari bagian anastesi ; Bahwa Terdakwa I ada membaca reka Makatey) ;

medik tentang keadaan pasien (Siska Bahwa operasi dilakukan pada bagian operasi dilakukan menurut Terdakwa I korban (Siska Makatey) sudah terbius ; Bahwa setelah operasi

perut korban (Siska Makatey) pada saat

ah

am

ah k

ep

ub lik
dalam keadaan sehat/fit ; Bahwa prosedur yang Gawat Darurat (UGD) ; terjadi pada Makatey ) ;

penutupan, penjahitan bekas operasi sampai darah tidak keluar lagi ; Bahwa operasi berjalan baik dan pada saat Terdakwa I melakukan operasi Terdakwa I

lakukan pada 100(seratus) kali lebih sama dengan yang Terdakwa I dilakukan pada operasi korban Siska Makatey ;

Bahwa infuse dipasang sejak dari Unit

Bahwa korban (Siska Makatey) ada menanda tangani surat persetujuan ; korban(Siska Bahwa pelebaran pembuluh darah yang karena adanya reaksi tubuh ;

ah

Menimbang, bahwa keterangan Terdakwa I telah dikonfirmasi dengan saksi-saksi maupun dengan ahli yang hadir dalam persidangan yaitu : Saksi JULIN MAHENGKENG, dipersidangan mengatakan :

Tidak ada pemberitahuan dari Terdakwa I tentang operasi terhadap korban (Siska Tanda tangan dalam surat persetujuan tindakan khusus adalah benar tanda tangan saksi Julin Mahengkeng ;

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 64

es

In do ne si
Makatey)

A gu ng

In do ne si a
dilakukan

Bahwa Terdakwa I melakukan tugas

gu

ng

hk am

65 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Kartu Tanda Penduduk, dan slip setoran bank menurut Julin Mahengkeng tidak sama dengan tanda tangan yang ada pada surat persetujuan ;

Saksi ANITA LENGKONG, dipersidangan mengatakan :

gu

Bahwa benar pada sayatan pertama menghentikan operasi dan

keluar darah hitam, benar Terdakwa I saksi mengatakan teruskan karena oksigen dan

ah

alat pernafasan sudah terpasang dengan

am

ah k

ep

ub lik
terhadap Terdakwa I ; korban (Siska Makatey) ; Bahwa benar kata sampaikan pisau ; bayi meninggal dunia ; Bahwa benar

baik dan telah dikonsultasikan dengan dr. LALENOH (ahli) sebagai konsuler dan dr.Lalenoh mengatakan teruskan operasi Bahwa benar obat diberikan 5(lima)

menit sebelum operasi untuk menidurkan terusakan saksi

kepada Terdakwa I, tetapi

terserah apakah Terdakwa I meneruskan karena Terdakwa I yang memegang

operasi atau tidak terserah Terdakwa I

Bahwa benar selesai operasi korban (Siska Makatey) masih hidup ;

Dengan Ahli dokter NAJOAN NAN WAROUW, dipersidangan mengatakan :

ah

pada sayatan pertama darah warna hitam sampai 87, denyut nadi cepat ;

ka

Dengan ahli dokter LALENOH, dipersidangan mengatakan :

ah

ep

Bahwa benar Anita Lengkong menerima pelimpahan wewenang dari Ahli ; Bawah jika operasi dihentikan ibu dan

ub

penyebabnya oksigen kurang hanya 85

lik
Anita

Bahwa benar Terdakwa I melaporkan

ng

Lengkong

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 65

mengatakan operasi diteruskan karena

es

In do ne si

A gu ng

In do ne si a

Tanda tangan Siska Makatey pada Askes,

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

oksigen sudah diberikan 100(seratus) % (persen) dan alat pernafasan sudah terpasang dengan baik ;

b R ng
Bahwa benar 5(lima) menit sebelum diberikan obat ; Bahwa yang operasi korban (Siska Makatey) sudah dilakukan oleh Anita

Lengkong sudah sesuai prosedur ; Bahwa oksigen cukup

memutuskan tentang operasi diteruskan

ah

ub lik
Bahwa tugas dan anastesi adalah membangunkan Makatey) ; Bahwa tidak ada adalah operator ; Bahwa Terdakwa ini kepersidangan tuduhan melakukan sebagai asisten II ;

adalah operator ;

am

pasien/korban peraturan

ah k

ep

mengatakan yang bertanggung jawab Bahwa setelah operasi korban (Siska Makatey) masih bernafas ;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim melakukan pemeriksaan II

terhadap Terdakwa II dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : bersama

Terdakwa I dan Terdakwa III dengan malpraktek

meninggalnya korban (Siska Makatey) pada tanggal 10 April 2010 ; Bahwa Terdakwa I dalam pelaksanaan adalah sebagai asisten I, Terdakwa II sebagai chif residen dan Terdakwa III

ah

ka

ah

ep

Bahwa Terdakwa II bertugas membantu jalannya operasi memberisihkan darah yang keluar saat sayatan ;

ub

operasi terhadap korban (Siska Makatey)

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 66

es

In do ne si
diajukan dengan atas

A gu ng

In do ne si a
tetapi yang tanggung jawab dan (Siska yang menidurkan

gu

hk am

67 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
wita ;

Bahwa korban (Siska Makatey) adalah pasien rujukan dari Puskesmas Bahu ;

Bahwa Terdakwa I ada membaca surat persalinannya buruk ;

rujukan korban (Siska Makatey) riwayat Bahwa yang menentukan operasi adalah Terdakwa I sebagai chif residen ;

Bahwa korban Siska Mkatey masuk

ah

ub lik
dan sadar ; Bahwa Terdakwa II Bahwa setiap tidak ; Bahwa untuk (Siska Makatey) bersalin ; Darurat (UGD);

rumah sakit Kandou dalam keadaan baik masuk ruang

am

kebidanan jam 11.00 siang ; Bahwa korban Siska Makatey dioperasi karena persalinannya tidak maju ; operasi Cito harus dikonsultasikan ke bagian anastesi untuk

ah k

ep A gu ng

mendapat jawaban bisa dioperasi atau kasus ini

dikonsultasikan kepada bagian anastesi dibawa ke

dan setelah ada persetujuan baru pasien

Bahwa pasien/korban(Siska Makatey) sudah terinfus sejak dari Unit Gawat

ah

Bahwa infuse dipasang pada tangan dan dibalut dengan kain kasa yang steril ;

ka

ah

ep

Bahwa yang ada dalam kamar operasi adalah Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III, dan Anita Lengkong ; Bahwa bagian anastesi yang melakukan pembiusan 5 sampai 10 menit sebelum

ub

lik

masuk ruang bersalin jam 20.15 wita dan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 67

es

In do ne si
telah ruang

In do ne si a

Bahwa operasi dilakukan pada jam 20.55

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

operasi dan dibius dengan disuntikan pada slang infus ; Bahwa Terdakwa I melakukan sayatan pertama pada kulit dan dimulai pada jam 20.55 wita ; Bahwa peran Terdakwa II

b ng R
dalam

melakukan operasi terhadap korban Siska menghentikan benang ; darah dan

Makatey adalah memegang kapas untuk menarik

ah

Bahwa korban Siska Makatey dioperasi

am

ah k

ep

Bahwa Terdakwa II tidak mengetahui kurang ;

A gu ng

secara pasti apa penyebab oksigen Bahwa operasi sempat dihentikan selama lanjutkan ; Bahwa Siska sebagai Makatey

1(satu) menit dan Anita Lengkong bilang pertimbangan adalah untuk

melanjutkan operasi terhadap korban untuk menyelamatkan bayi dalam kandungan korban (siska Makatey) ;

ah

(lima) menit dan kemudian dilakukan

ka

ah

ep

penutupan dan menjahit dan pada saat operasi selesai dilaporkan oleh Terdakwa I selaku Chif Residen ; Bahwa korban meninggal di ruang perawatan ;

ub

Bahwa lamanya operasi kurang lebih 5

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 68

es

In do ne si

ub lik
diatas 96 persen ;

dalam keadaan terlentang ; Bahwa operasi sempat dihentikan oleh Terdakwa I karena keluar darah hitam karena oksigen kurang dan Terdakwa I memberitahukan kepada bagian anastesi ; Bahwa oksigen yang baik dan cukup itu

In do ne si a

gu

hk am

69 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
yang

Terdakwa III bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) ; Bahwa Terdakwa II tidak melakukan melakukan konsultasi

konsultasi dengan keluarga korban tetapi tersebut adalah Terdakwa III ;

Bahwa yang mengurus Surat Ijin Praktek bagi dokter PPDS adalah wewenang Dekan Fakultas kedokteran ;

ah

am

ah k

ep

kalau gagal hal tersebut merupakan kegagalan Tim ; Bahwa yang berwenang

melakukan pembiusan dan pemasangan oksigen adalah bagian anastesi ;

Bahwa saat akan dilakukan operasi Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa

III menanyakan kepada bagian anastesi apakah operasi sudah dapat dimulai dan sudah dapat dimulai ;

ah

oleh bagian anastesi menjawab operasi Bahwa pada saat operasi selesai

dilakukan, Terdakwa II ada melihat Terdakwa I melakukan pembicaraan


Bahwa pada saat melakukan operasi Terdakwa II dalam keadaan sehat ; Bahwa Terdakwa II ada melihat korban (SISKA M) melakukan tanda tangan (didalam kamar surat persetujuan operasi) dalam keadaan berbaring ; Bahwa selesai operasi denyut jantung korban (SISKA M) ada tapi kurang baik ;

ka

ah

ep

dengan keluarga korban ;

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 69

es

In do ne si
untuk

A gu ng

ub lik
teruskan saja ;

Bahwa pada saat sayatan pertama yang dilakukan oleh Terdakwa I keluar darah hitam dan hal tersebut dikonsultasikan dengan Anita Lengkong dari bagian anastesi dan Anita Lengkong menyatakan Bahwa Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III bekerja dalam bentuk Tim,

In do ne si a

Bahwa Terdakwa I, Terdakwa II dan

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
bagian anastesi ; Bahwa tensi korban (SISKA M) saat itu 160 dan keadaan tersebut dilaporkan kepada

ep u ep R

b
Bahwa selesai operasi korban (SISKA MMAKATEY) masih hidup tapi kondisinya Bahwa keadaan bayi pada saat lahir dalam keadaan asfiksia (kekurangan oksigen) ;

ah

gu

Bahwa Terdakwa II sudah kurang lebih 100 kali sebagai asisten dan juga sudah pernah bertindak sebagai chief residen ;

Bahwa Terdakwa II pada saat melakukan operasi sudah beberapa kali menemui darah hitam ;

dengan ahli yang hadir dipersidangan yaitu :

am

Dengan ahli dr. LALENOH dipersidangan menyatakan : -

Bahwa benar persiapan dan pemasangan oksigen adalah tanggung jawab bagian anastesi ;

ah k

Bahwa obat yang diberikan kepada korban (SISKA MAKATEY) tidak mengakibatkan kurangnya oksigen ;

Bahwa tidak ada mafilati atau efek obat ;

Terdakwa III dan dipersidangan menerangkan pada pokoknya sebagai berikut : -

ah

A gu ng

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim melakukan pemeriksaan terhadap

Bahwa pada tanggal 10 April 2010 Terdakwa III bertugas di Rumah Sakit Prof. Kandou Malalayang Manado dari jam 08.00 s/d jam 00.00;

Bahwa keadaan korban (SISKA MAKATEY) pada jam 13.00 siang dalam keadaan bagus, sampai jam 18.30 bayi tidak bisa lahir ;

Bahwa yang menjadi pimpinan operasi adalah Terdakwa I ;

kepada Dokter NAN WAROUW tapi Terdakwa III tidak tahu isi konsultasi antara Terdakwa I dengan dr. NAN WAROUW ; -

ka

Bahwa sebelumnya Terdakwa III sudah pernah sebagai tim operasi ; Bahwa yang ada dalam kamar operasi saat itu adalah Terdakwa III, Terdakwa II, Terdakwa I sebagai chif resident yang memutuskan dilakukan operasi setelah konsultasi dengan bagian anastesi yaitu ANITA LENGKONG yang pada saat operasi berada diruang operasi ;

ah

ep

ub

Bahwa keadaan bayi yang tidak bisa lahir normal ada dilaporkan oleh Terdakwa I

lik

Bahwa sebelum operasi terlebih dahulu dilakukan observasi oleh dr. HELMY ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 70

es

In do ne si

ub lik

Menimbang, bahwa keterangan Terdakwa II sebagaimana tersebut diatas, telah dikonfrontir

ng

jelek ;

In do ne si a

hk am

71 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id
-

Bahwa tugas Terdakwa III dalam operasi tersebut sebagai asisten II, menyedot/ membersihkan darah yang keluar dari luka operasi ;

ep u ep R

b
Bahwa tugas Terdakwa I sebagai operator, melakukan sayatan, menjahit ; Bahwa tugas Terdakwa II adalah membantu operator ; Bahwa operasi dimulai pada pukul 20.55 wita ;

Bahwa operasi selesai pukul 22.55 wita dan selesai pada pukul 22.00 wita ;

Bahwa sebelum dan sesudah operasi Terdakwa I ada melapor kepada bagian kebidanan ;

ah

Bahwa Terdakwa III melihat Terdakwa I konsultasi dengan dr. NAN WAROUW dari monitor ;

Bahwa Terdakwa III 2 (dua) kali bertemu dengan keluarga korban, pertama pada jam 6.00 dan kedua pada jam 6.30 wita dan memberitahukan kepala bayi tinggi, tidak bisa lahir normal, kemungkinan akan dioperasi, dan saat itu ibu korban (SISKA MAKATEY) mengatakan kasihan, dan Terdakwa III katakana siapkan darah dan menyodorkan kepada ibu korban (SISKA MAKATEY) surat persetujuan operasi ;

ah k

am

Bahwa yang lebih dahulu menanda tangani surat persetujuan iperasi adalah korban (SISKA M) kemudian ibu korban ;

ah

A gu ng

Bahwa korban (SISKA M) pada saat menanda tangani surat persetujuan operasi dalam posisi miring dan bisa menulis ;

Bahwa Terdakwa III pada saat bertemu ibu korban (SISKA M) ada menjelaskan resiko operasi, tunggu setengah jam lagi ada resep dan siapkan darah ;

Bahwa Terdakwa III bertemu orang tua korban (SISKA M) di Irina D ;

Bahwa tugas Tim Dokter operasi selesai setelah penjahitan dan diserahkan kepada bagian pemulihan ;

Bahwa korban (SISKA MAKATEY) meninggal dunia diruang pemulihan ;

Bahwa tugas Terdakwa III selain menyedot/membersihkan darah yang keluar dari luka operasi adalah memperjelas daerah operasi ;

ka

Bahwa korban (SISKA M) pada saat dilakukan operasi keluar darah warna hitam dan itu disebabkan oleh kekurangan oksigen dan Co2 tinggi ;

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 71

es

Bahwa darah hitam bisa normal setelah oksigen ditambah ;

ep

ub

Bahwa setelah selesai operasi korban (SISKA MAKATEY) masih hidup ;

lik

In do ne si

ub lik

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
Bahwa darah hitam diberitahukan kepada bagian anastesi dan jawabannya oksigen sudah diberikan dan lanjutkan operasi ; -

ep u ep R

b
Bahwa Terdakwa III sudah sering kali sebagai asisten operasi sejak Terdakwa III darah hitam ; Bahwa Terdakwa III selama melakukan operasi baru dalam kasus ini menemui darah hitam ;

ah

gu

Bahwa keadaan physic bayi normal tinggi badan 51 cm dan berat badan 4,1 kg

Bahwa kesehatan bayi korban (SISKA M) saat lahir, tidak menangis spontan, tidak karena bayi masih satu kesatuan dengan ibu (korban SISKA MAKATEY) setelah tali pusat dipotong baru bernafas sendiri dan setelah bayi lahir diserahkan kepada bagian anak;

bergerak aktif, warna kulit biru, karena kekurangan oksigen, dan hal tersebut terjadi

ng

sebagao dokter PPDS dan baru saat operasi korban (SISKA M) Terdakwa III menemui

am

Bahwa menurut Terdakwa III cara kerja Terdakwa I baik ;

Bahwa pada saat melakukan operasi Terdakwa III dalam keadaan sehat ; Bahwa sebogai melikasi sehingga korban (SISKA M) dioperasi karena panggul korban

ah k

Bahwa kalau operasi terhadap korban (SISKA M) tidak dilakukan, ibu dan bayi pasti meninggal ;

Bahwa keinginan untuk dioperasi awalnya dari keinginan korban (SISKA MAKATEY) dan ibunya (JULIEN MAHENGKENG) ;

Menimbang, bahwa keterangan dari Terdakwa III sebagaimana tersebut diatas, telah

dikonfrontir dengan saksi-saksi yang hadir dipersidangan yaitu : Dengan JULIEN MAHENGKENG dipersidangan mengatakan :

ah

pukul 19.00 diloket dan ada menandatangani surat persetujuan operasi dibagian tengah ;

benar dan surat tersebut dibuat pada jam 18.30 wita tapi tandatangan korban (SISKA MAKATEY) dikatakan tidak benar oleh saksi JULIEN MAHENGKENG sebab tanda tangan korban (SISKA MAKATEY) yang ada dalam surat persetujuan tidak sama dengan tandatangan korban (SISKA MAKATEY) yang ada dalam Askes, KTP dan slip setoran Bank milik korban (SISKA MAKATEY) ; -

ka

ah

ep

ub

Bahwa saksi mengakui tandatangan saksi dalam lembar persetujuan operasi adalah

lik

Bahwa benar saksi ketemu dengan Terdakwa 2 (dua) kali pertama pukul 17.00 dean

Bahwa yang menyebut harga obat Rp.1 juta lebih saksi tidak tahu namanya dan bukan

ng

para Terdakwa ;

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 72

es

In do ne si

(SISKA M) tidak maksimal ;

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

73 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa selanjutnya Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III mengatakan :

ep u

b
Merasa sedih dan simpati kepada Keluarga korban ; Merasa tak bersalah karena telah melakukan operasi dengan baik dan benar ; yaitu berkas catatan medis No.Cm.041969 an. SISKA MAHATEY terdiri dari :

gu

Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum dipersidangan telah mengajukan barang bukti

ng

Semua dokter berusaha agar pasien sehat dan selamat ;

PT. Asuransi Kesehatan Indonesia ; Results Siska Yulin Makatey ;

ah

Surat pernyataan telah dirawat ;

am

ah k

ep A gu ng

Surat konsul ke bagian anastesiologi ; Rekam jantung ; Laporan operasi ;

Kurva suhu dan nadi, serta catatan khusus ; Dinas kesehatan

Kota

Puskesmas Bahu/surat rujukan ibu hamil atas nama Siska Makatey ; Makatey ;

ah

Ringkasan masuk dan keluar Siska

Lembaran masuk dan keluar Siska Makatey ; Klinical Patway Siska Makatey ; Surat persetujuan tindakan khusus dan surat persetujuan pembedahan dan anastesi tanggal 10 April 2010 ; Diaknosa akhir Siska Makatey ; Resume keluar Siska Makatey ;

ka

ah

ep

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 73

es

In do ne si
Manado

ub lik
cairan form 0014 ; Instruksi post operasi ;

Rekam jantung Siska Makatey 2004 ; Surat konsul 10 April 2010 ; RSU Prof Kandou Manado (poliklinik obstetri status obstetrikus ; Catatan pemasukan dan pengeluaran

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u
Surat

b
pengantar pulang (tidak ada

catatan) ;

Iktisar waktu pulang (tidak ada catatan ) ; Anamnesis utama Siska Makatey ;

Anamnesis kebidanan Siska makatey ; Pemeriksaan Makatey ; Pemeriksaan Makatey ; kebidanan kebidanan I

Resume masuk Siska Makatey ;

ah

am

ah k

ep

Laporan persalinan I Siska Makatey ;

A gu ng

Laporan persalinan IIa Siska Makatey ;

Lembaran catatan harian dokter (tidak ada catatan) ; ada catatan) ; Hasil pemeriksaan laboratorium (tidak

Catatan pemasukan dan pengeluaran cairan (tidak ada catatan) ; Hasil pemeriksaan radiologi kedokteran nuklir, dan lain-lain(tidak ada catatan)

ah

Catatan perawat intensif (tidak ada catatan) ;

ka

ah

ep

Catatan dan instruksi dokter (tidak ada catatan) ; Pelaksanaan proses keperawatan pengkajian data (tidak ada catatan) ;

ub

Nifas (tidak ada catatan) ;

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 74

es

In do ne si

ub lik
Makatey ; Makatey ; Makatey ;

Portograf Siska Makatey ; Lembaran observasi persalinan Siska

Lembaran observasi persalinan Siska Lembaran observasi persalinan Siska

In do ne si a
Siska II Siska

gu

ng

hk am

75 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

ada catatan) ; ada catatan) ;

Catatan obat oral dan per enteral (tidak

Catatan perawat bidan (Siska Makatey ) ; 1(satu) lembar foto copy

kompetensi dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI yang telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri Manado ; 1(satu) lembar foto dr. copy

ah

am

ub lik
1(satu) lembar foto Manado ;

kompetensi

SIMANJUNTAK yang telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri Manado ; copy sertifikat kompetensi dr. HENDY SIAGIAN yang telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri

ah k

Menimbang,

bahwa Penasehat Hukum para Terdakwa pada saat mengajukan

ep

pembelaannya telah melampirkan :

ah

A gu ng

Putusan Majelis Kehormatan Etika Kedokteran, tanggal 24 Pebruari 2011;

Putusan Mahkamah Konstitusi No.4/PPU-V/2007, tentang Judicial Review Undang-undang No. 29 tahun 2004 Prkatik Kedokteran ; Surat pernyataan dari Buce Notanubun selaku suami dari korban Siska Makatey ;

Keterangan Ahli Johanes F.Mallo ; Surat Tanda Registrasi Dokter ; Sertifikasi Kompetensi ;

Rumah Sakit Umum Prof. DR. R.D.Kandou Manado ;

Surat Persetujuan Tindakan Anastesi ;

Menimbang, bahwa terhadap keterangan saksi-saksi, keterangan ahli dan keterangan Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III dan dihubungkan dengan barang bukti surat yang Hukum para Terdakwa oleh Majelis Hakim dijadikan fakta hukum dipersidangan sepanjang hal tersebut mempunyai hubungannya satu dengan yang lainnya ; diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum maupun bukti-bukti surat yang diajukan oleh Penasihat

ka

ah

berdasarkan surat dakwaan No.Reg.Perk:PDM-12/M.Ndo/Ep.2/01/2011 tertanggal 9 Maret 2011 dengan susunan dakwaan sebagai berikut :

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 75

es

Menimbang, bahwa Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III oleh Jaksa Penuntut Umum

ep

ub

lik

Sertifikt Bagian Obstetri

& Genekologi Fakultas Kedokteran Universitas Samratulangi

In do ne si

In do ne si a
sertifikat sertifikat HENDRY

Lembaran untuk penempelan surat (tidak

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
Kesatu : Primer : Perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 359 KUHP Jis pasal 361 KUHP, pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ;

ep u ep R

b A
Atau : Ketiga : Primer ayat (2) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ; Menimbang, bahwa sebelum Majelis Hakim mempertimbangkan apakah segala sesuatu yang terungkap dalam persidangan perkara ini, baik dari keterangan saksi-saksi, keterangan ahli baik yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum maupun yang diajukan para Terdakwa/Penasehat Hukumnya, surat-surat, keterangan para Terdakwa, setelah menghubungkannya satu sama lain sejauh manakah fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan dapat menjadi penilaian hukum dari Majelis Hakim dalam menentukan apakah perbuatan para Terdakwa telah memenuhi

ah

ah k

am

Hakim akan mengemukakan hal-hal yang dijadikan dasar bagi Majelis Hakim dalam pemeriksaan

berbunyi sebagai berikut : Dalam hal Penuntut Umum berpendapat bahwa dari hasil penyidikan dapat dilakukan penuntutan, ia dalam waktu secepatnya membuat surat dakwaan ;

sebagai berikut : Ayat (1)

ah

A gu ng

perkara ini ;

Menimbang, bahwa pasal 140 ayat (1) KUHAP Undang-Undangf No. 8 tahun 1981

Menimbang, bahwa pasal 143 KUHAP Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 berbunyi

: Penuntut Umum melimpahkan perkara ke Pengadilan Negeri dengan permintaan agar segera mengadili perkara tersebut disertai dengan surat dakwaan;

Ayat (2)

: Penuntut Umum membuat surat dakwaannya yang diberi tanggal dan ditandatangani serta berisi :

ka

a. nama lengkap, tempat lahir, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan,

ah

b. Uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan dengan menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan ;

ep

tempat tinggal, agama dan pekerjaan tersangka ;

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 76

es

In do ne si

unsur-unsur sebagaimana yang terdapat dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, maka Majelis

ub lik

Subsidair

gu

Atau : Kedua

: Perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 76 UU R.I No.29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ;

: Perbuatan para Terdakwa sebagaiman diatur dan diancam pidana dalam pasal 263 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ; : Perbuatan para Terdakwa sebagaiman diatur dan diancam pidana dalam pasal 263

ng

Subsidair

: Perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 359 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ;

In do ne si a

hk am

77 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id
Ayat (3)

: Surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf b batal demi hukum ;

ep u ep R

b
Menimbang, bahwa memperhatikan ketentuan pasal 143 KUHAP tersebut diatas, tidak memenuhi ketentuan dalam pasal 143 ayat (2) KUHAP diatas, surat dakwaan demikian menjadi batal demi hukum yang berarti bahwa dari semula tidak ada surat dakwaan dan tidak ada pula suatu tindak pidana yang dilukiskan dalam surat dakwaan itu ;

ah

adalah merupakan dasar dari pemeriksaan dipersidangan jika apa yang diuraikan dalam surat

dakwaan tidak terbukti atau tidak merupakan kejahatan atau pelanggaran maka Terdakwa harus

dibebaskan (Vrijspraak) atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah segala

am

sesuatu yang terungkap dalam persidangan perkara ini baik dari keterangan saksi-saksi, keterangan ahli baik yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum maupun diajukan oleh para Terdakwa/ Penasihat Hukumnya maupun ahli yang dimintakan oleh Majelis Hakim, surat-surat keterangan para Terdakwa, setelah menghubungkannya satu sama lain, sejauh manakah fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan dapat menjadi penilaian hukum dari Majelis Hakim dalam menentukan apakah perbuatan para Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur sebagaimana yang

ah k

terdapat dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut dan untuk itu Majelis Hakim akan KUHP, pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ;

mempertimbangkan lebih dahulu dakwaan Kesatu Primair yaitu : pasal 359 KUHP Jis Pasal 361

Menimbang, bahwa pasal 359 KUHP berbunyi sebagai berikut :

Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana kurungan paling lama 1 tahun ; Menimbang, bahwa pasal 361 KUHP berbunyi sebagai berikut :

ah

Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau menjalankan pencarian dalam mana dilakukan kejahatan, dan Hakim dapat memerintahkan supaya

pencarian, maka pidana ditambah dengan sepertiga dan yang bersalah dapat dicabut haknya untuk putusannya diumumkan ;

Menimbang, bahwa pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP berbunyi sebagai berikut : Dpidana serta melakukan perbuatan ;

ka

ah

Menimbang, bahwa pasal 359 KUHP Jis pasal 361 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP unsur-unsurnya adalah sebagai berikut : 1. . Barang siapa ;

ep

sebagai pelaku tindak pidana : mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut

ub

lik

Karena kesalahannya menyebabkan matinya orang lain ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 77

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

rechtsvervalging) ;

gu

Menimbang, bahwa dari uraian tersebut diatas menurut Majelis Hakim surat dakwaan

ng

memberikan petunjuk mengenai pembuatannya dan isi dari surat dakwaan, jika surat dakwaan

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
3. 4. Dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencarian ; Mereka yang melakukan, yang menyuruh lakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan;

ep u ep R

b
Ad. 1. Unsur Barang siapa : Menimbang, bahwa pengertian barang siapa adalah kata ganti orang, yang lasimnya dipergunakan dalam setiap perumusan pasal-pasal tindak pidana dari peraturan perundangdelict ; undangan yang bersangkutan atau dengan kata lain dapat diartikan pula sebagai subjek pelaku Terdakwa (subjek pelaku delict) selain Terdakwa I dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI,

Menimbang, bahwa dalam perkara ini tidak ada orang lain yang dijadikan sebagai

Terdakwa II dr. HENDRY SIMANJUNTAK dan Terdakwa III dr. HENDRY SIAGIAN di mana

identitas Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III sebagaimana identitas mereka yang diuraikan

ah

DEWA AYU SASIARY PRAWANI, Terdakwa II dr. HENDRY SIMANJUNTAK dan Terdakwa III

dr. HENDY SIAGIAN ;

am

Menimbang, bahwa dengan demikian menurut Majelis Hakim unsur barang siapa dalam perkara ini telah terpenuhi menurut hukum ;

Ad. 2. Unsur karena kesalahannya menyebabkan matinya orang lain :

ah k

Menimbang, bahwa sebagaimana yang telah dikemukakan diatas, bahwa yang dijadikan

Terdakwa bersalah atau tidak adalah perbuatan para Terdakwa yang dirumuskan oleh Jaksa

Jaksa Penuntut Umum terhadap para Terdakwa, yang merupakan kelalaian dari para Terdakwa Jaksa Penuntut Umum halaman 2 alinea 5 yang berbunyi sebagai berikut :

dalam menangani operasi terhadap korban (SISKA MAHATEY) dapat terbaca dalam dakwaan

Bahwa pada saat sebelum operasi Cito secsio sesaria terhadap korban dilakukan para Terdakwa tidak pernah menyampaikan kepada pihak keluarga tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk termasuk kematian yang dapat terjadi terhadap diri korban jika operasi Cito secsio sesaria tersebut

ah

A gu ng

Penuntut Umum dalam surat dakwaannya tersebut ;

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim membaca dan mempelajari rumusan dakwaan

dilakukan terhadap diri korban dan para Terdakwa sebagai dokter yang melaksanakan operasi Cito

secsio sesaria terhadap diri korban tidak melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan

Menimbang, bahwa kelalaian para Terdakwa dalam menangani operasi terhadap korban yang berbunyi sebagai berikut :

ka

ah

Bahwa dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK (Terdakwa II) dan dr. HENDRY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai dokter dalam melaksanakan Operasi Cito Secsio Sesaria terhadap korban SISKA MAHATEY, lalai dalam menangani korban pada saat masih hidup dan saat pelaksanaan operasi sehingga terhadap diri korban terjadi emboli

ep

(SISKA MAHATEY) dapat terbaca juga dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum halaman 3 alinea 3

ub

jantung fotorontgen dada dan pemeriksaan penunjang lainnya dst;

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 78

es

In do ne si

dasar oleh Majelis Hakim dalam pemeriksaan perkara ini untuk menentukan apakah perbuatan para

ub lik

dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum telah diakui dan dibenarkan pula oleh Terdakwa I dr.

In do ne si a

gu

ng

hk am

79 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

udara yang masuk kedalam bilik kanan jantung yang menghambat darah masuk ke paru-paru sehingga terjadi kegagalan fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung ;

ep u ep R

b
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah benar dilakukan para Terdakwa, tidak menyampaikan kepada pihak keluarga tentang kemungkinanMAKATEY) jika operasi Cito Secsio Sesaria tersebut dilakukan terhadap diri korban? ; kemungkinan terburuk termasuk kematian yang dapat terjadi terhadap diri korban (SISKA

ah

mempertimbangkannya sebagaimana yang akan diuraikan dibawah ini ;

Bahwa awalnya korban (SISKA MAKATEY) dibawa ke Puskesmas Bahu pada hari Jumat tanggal 9 April 2010 kemudian keesokan harinya dirujuk ke Rumah Sakit Malalayang karena tidak bisa melahirkan secara normal dengan harapan di Rumah Sakit Malalayang untuk dioperasi ;

am

ah k

Bahwa saksi dimintakan 1 orang untuk donor darah dan donor darah tersebut sudah ada paling lambat jam 1 siang ;

itu saksi mengatakan uang saksi hanya Rp.250.000,- ; -

Bahwa saksi tidak tahu nama dokter yang menyuruh saksi untuk membeli obat tapi kepada kemudian korban berteriak operasi jo (maksudnya operasi saja) ;

dokter tersebut saksi mengatakan tolonglah saksi, uang itu gampang, operasi saja anak saksi,

Bahwa keinginan untuk operasi tersebut mulanya berasal dari korban dan saksi ;

Bahwa sebelum korban meninggal, saksi pernah disodori kertas oleh Terdakwa III untuk dunia ;

ditanda tangani dan setengah jam kemudian datang kabar buruk korban sudah meninggal

ah

Bahwa sebelum dioperasi tidak ada penjelasan dari dokter kepada saksi tentang resiko operasi ;

Bahwa sebelum dioperasi saksi ada menandatangani surat persetujuan dan saksi meminta untuk korban (SISKA MAKATEY) supaya dioperasi ;

ka

Bahwa saksi menandatangani surat persetujuan operasi pada hari Sabtu 2010 sekira jam 9.00 malam ;

ah

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 79

es

Bahwa saksi membenarkan surat persetujuan operasi yang dimaksud ;

ep

ub

lik

In do ne si

Bahwa pada jam 7.30 malam saksi disuruh beli obat lagi seharga Rp.1.000.000,- lebih tapi saat

A gu ng

ub lik

dibawah sumpah dalam persidangan perkara ini yang antara lain mengatakan sebagai berikut :

gu

Menimbang, bahwa untuk menjawab persoalan tersebut diatas Majelis Hakim akan

Menimbang, bahwa saksi JULIEN MAHENGKENG telah memberikan keterangannya

ng

pada saat sebelum operasi Cito Secsio Sesaria terhadap korban (SISKA MAKATEY) yang

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
Bahwa saksi mengatakan tandatangan korban pada surat persetujuan operasi berbeda dengan tandatangan korban pada KTP, Askes dan slip setoran Bank ;

ep u ep R

b
Menimbang, bahwa saksi ANSELMUS MAKATEY telah memberikan keterangannya Bahwa saksi tidak diberikan penjelasan mengenai dilakukannya operasi tersebut ;

ah

gu

Bahwa saksi disodorkan surat persetujuan untuk ditandatangani sekitar jam 19.00 ;

Bahwa tandatangan korban dalam surat persetujuan operasi tidak sama dengan tanda tangan korban (SISKA MAKATEY) yang ada dalam KTP, Askes dan slip setoran bank ;

Bahwa pada surat persetujuan operasi saksi melihat tandatangan istri saksi;

ng

dibawah sumpah dalam persidangan perkara ini yang antara lain mengatakan sebagai berikut :

Menimbang, bahwa saksi dr. HELMY telah memberikan keterangannya dibawah sumpah

dalam persidangan perkara ini yang antara lain mengatakan sebagai berikut : Bahwa pelaksanaan operasi atas persetujuan korban dan keluarga ; Bahwa sebelum dioperasi korban ada membuat surat persetujuan ;

am

ah k

Bahwa resiko operasi selalu dijelaskan kepada pasien/korban atau keluarga jika terjadi sesuatu ;

MAKATEY) mengatakan bersedia dioperasi karena sudah kesakitan ; -

Bahwa korban memutuskan dan minta dioperasi pada pukul 16.30 wita ;

Menimbang, bahwa saksi ANITA LENGKONG telah memberikan keterangannya dibawah

sumpah dalam persidangan ini yang antara lain mengatakan sebagai berikut : -

Bahwa kepada korban (SISKA M) dan keluarganya ada diberikan penjelasan tentang resiko operasi ;

Menimbang, bahwa saksi dr. HERMANUS J. LALENOH,Sp.An telah memberikan

ah

Bahwa sewaktu dikonsultasikan, korban (SISKA M) tekanan darahnya 160/70 termasuk tinggi berarti korban (SISKA M) dalam keadaan kesakitan dan korban beresiko ;

Bahwa saksi menyetujui korban dioperasi dan tentang resiko operasi supaya dijelaskan kepada keluarga korban ;

ka

Menimbang, bahwa Terdakwa I telah memberikan keterangannya dalam persidangan ini antara lain mengatakan sebagai berikut : -

ah

Bahwa surat persetujuan operasi diserahkan di Irina D sebelum operasi dilakukan oleh dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) ;

ep

ub

lik

keterangannya dibawah sumpah dalam persidangan ini antara lain mengatakan sebagai berikut :

Bahwa korban (SISKA M) ada menandatangani surat persetujuan untuk operasi ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 80

es

In do ne si

Bahwa setelah resiko operasi dijelaskan kepada korban (SISKA MAKATEY), korban (SISKA

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

81 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa Terdakwa II telah memberikan keterangannya dalam persidangan ini antara lain mengatakan sebagai berikut : -

ep u ep
keterangan menjawab hal

b
Bahwa Terdakwa II ada melihat korban (SISKA M) melakukan tandatangan surat persetujuan Menimbang, bahwa Terdakwa III telah memberikan keterangannya dalam persidangan ini antara lain mengatakan sebagai berikut : -

ah

gu

Bahwa Terdakwa III 2 (dua) kali bertemu dengan keluarga korban (SISKA M) pertama pada normal, kemungkinan akan dioperasi, dan saat itu ibu korban (SISKA M) menyatakan kasihan dan Terdakwa III katakana siapkan darah dan menyodorkan kepada ibu korban (SISKA M) surat persetujuan operasi ;

jam 6.00 dan kedua pada jam 6.30 dan memberitahukan kepala bayi tinggi, tidak bisa lahir

ng

operasi didalam kamar dalam keadaan berbaring ;

Bahwa yang lebih dahulu menandatangani surat persetujuan operasi adalah korban (SISKA M) kemudian ibu korban ;

am

Bahwa korban (SISKA M) pada saat menandatangani surat persetujuan operasi dalam posisi miring dan bisa menulis ;

ah k

Bahwa Terdakwa III pada saat bertemu ibu korban (SISKA M) ada menjelaskan tentang resiko operasi ;

LENGKONG, dr. HERMANUS J. LALENAH,Sp.An dan dihubungkan dengan keterangan

Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III sebagaimana yang telah diuraikan diatas, menurut

Majelis Hakim adalah bersesuaian satu dengan yang lainnya tentang hal bahwa para Terdakwa

sebelum melakukan operasi Cito Secsio Sesaria terhadap korban (SISKA M) ada menyampaikan kepada pihak keluarga tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk termasuk kematian yang dapat terjadi terhadap diri korban jika operasi Cito Secsio Sesaria tersebut dilakukan terhadap diri korban ANSELMUS MAKATEY ;

walaupun hal tersebut dibantah oleh ibu korban JULIEN MAHENGKENG dan ayah korban

ah

A gu ng

Menimbang,

bahwa

berdasarkan

saksi-saksi

dr.

HELMY,

Menimbang, bahwa menjadi pertanyaan selanjutnya bagi Majelis Hakim apakah

keterangan saksi JULIEN MAHENGKENG (ibu korban) dan saksi ANSELMUS MAKATEY (ayah korban) yang dipersidangan telah menyatakan para Terdakwa dalam melaksanakan operasi Cito Secsio Sesaria terhadap korban (SISKA M) tidak menjelaskan kepada keluarga korban (SISKA M) tentang resiko operasi dapat dijadikan ukuran untuk dikatakan sebagai suatu kelalaian dari para Terdakwa ; Menimbang, bahwa untuk

ka

ep

ub
tersebut

lik
Majelis

ah

mempertimbangkannya sebagai berikut : -

Bahwa keinginan untuk operasi tersebut mulanya berasal dari korban (SISKA MAKATEY)

ng

dan JULIEN MAHENGKENG ;

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 81

es

In do ne si
ANITA Hakim akan

Bahwa Terdakwa III bertemu orang tua korban (SISKA M) di Irina D ;

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
Bahwa sebelum dioperasi saksi JULIEN MAHENGKENG ada menandatangani surat persetujuan dan saksi meminta untuk korban (SISKA MAKATEY) supaya dioperasi ; -

ep u ep R

b
Bahwa saksi JULIEN MAHENGKENG membenarkan surat persetujuan operasi yang tertanggal 10 April 2010) ; Bahwa saksi ANSELMUS MAKATEY (ayah korban) membenarkan dan melihat tandatangan

ah

MAKATEY (ayah korban) telah menyatakan surat persetujuan operasi tertanggal 10 April 2010

tersebut adalah benar, berarti pula menurut Majelis Hakim pernyataan JULIEN MAHENGKENG

(ibu korban) dan ANSELMUS MAKATEY (ayah korban) yang mengatakan para Terdakwa dalam

tentang resiko operasi tidak cukup beralasan ;

am

Menimbang, bahwa menurut Majelis Hakim untuk dikatakan demikian oleh karena

menurut Majelis Hakim adanya penjelasan sangat erat kaitannya dengan persetujuan untuk dilaksanakannya operasi ;

ah k

Menimbang, bahwa hal tersebut dapat dilihat dalam ketentuan pasal 45 ayat (1), (2), (3), (4) Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran :

dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan ;

ah

A gu ng

Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap ;

Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kuranganya mencakup a Diagnosis dan tata cara tindakan medis ; Tujuan tindakan medis yang dilakukan ;

b c

Alternatif tindakan lain dan risikonya ; Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi dan Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan ;

d e

maupun lisan ;

ka

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas menurut tentang hal para Terdakwa tidak pernah menyampaikan kepada pihak keluarga tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk termasuk kematian yang dapat terjadi terhadap diri korban jika operasi Cito Secsio Sesaria dilakukan terhadap diri korban (SISKA MAKATEY) ; Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah para Terdakwa sebagai dokter yang dalam melaksanakan operasi Cito Secsio Sesaria terhadap diri

ah

ep

Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum tidak dapat membuktikan kebenaran dalil dakwaannya

ub

Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan baik secara tertulis

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 82

es

In do ne si

Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau

ub lik

melaksanakan operasi Cito Secsio Sesaria terhadap korban (SISKA MAKATEY) tidak menjelaskan

gu

JULIEN MAHENGKENG ada dalam surat persetujuan operasi ;

Menimbang, bahwa oleh karena JULIEN MAHENGKENG (ibu korban) dan ANSELMUS

ng

dimaksud (surat persetujuan tindakan khusus dan surat persetujuan pembedahan dan ansetesi

In do ne si a

hk am

83 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

korban tidak melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan jantung, foto rontgen, dada dan pemeriksaan penunjang lainnya adalah merupakan kelalaian dari para Terdakwa ? ;

ep u ep R

b
Menimbang, bahwa untuk menjawab persoalan tersebut diatas Majelis Hakim akan Menimbang, bahwa saksi Prof.dr.NAYOAN NAN WAROUW telah memberikan keterangannya dibawah janji telah menerangkan dalam persidangan ini antara lain mengatakan : -

ah

KRISTANTO,SH,SpF telah memberikan keterangannya dibawah janji dalam persidangan ini antara lain mengatakan : -

gu

Bahwa operasi Cito Secsio Sesaria tidak perlu pemeriksaan pendukung, tapi pemeriksaan darah tetap dilakukan ;

Menimbang, bahwa ahli yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum dr. ERWIN GIDION

ng

mempertimbangkannya sebagaimana yang akan diuraikan dibawah ini ;

Bahwa operasi ada 2 (dua) jenis yaitu operasi terencana dan operasi segera (Cito) ; Bahwa bedanya antara operasi terencana dan operasi segera (Cito) adalah dari sisi kepentingan operasi terencana itu apakah benar harus dilakukan, dan harus ada persetujuan pasien atau keluarganya sedangkan operasi cito sifatnya segera untuk menyelamatkan jiwa dan tidak harus ada persetujuan;

ah k

am

Menimbang, bahwa ahli yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum dr. JOHANIS F. MALLO,SH,Spt,DFM telah memberikan keterangannya dibawah janji dalam persidangan ini antara lain mengatakan : -

Bahwa pada operasi Cito (Darurat) tidak harus dilakukan pemeriksaan pendukung ;

Bahwa operasi cito (Darurat) tidak perlu persetujuan pasien atau keluarga, kecuali operasi terencana wajib persetujuan pasien dan keluarga dan penjelasan resiko operasi ;

Bahwa pengertian kata segera tidak ada batasan;

Menimbang, bahwa ahli yang diajukan oleh para Terdakwa dan Penasihat Hukumnya dr. persidangan ini antara lain mengatakan :

NURHADI SALEH, Sp.OG telah memberikan keterangannya dibawah sumpah dalam

ah

Bahwa operasi cito adalah operasi darurat/emergency sedangkan operasi elektif adalah operasi yang terencana ;

Bahwa menurut ini praktek kedokteran operasi cito tidak multak ada penjelasan kepada pasien karena sifatnya segera ;

ka

Bahwa untuk operasi cito tidak perlu pemeriksaan penunjang karena sifatnya segera

Menimbang, bahwa ahli yang diajukan oleh para Terdakwa dan Penasehat Hukumnya Prof. Dr. REGGY LEFRANT,SpJP-K telah memberikan keterangannya dibawah janji dalam persidangan ini antara lain mengatakan : -

ah

ep

dioperasi ;

ub

lik

Bahwa operasi ada 2 jenis yaitu Cito (darurat) dan elektif (terencana);

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 83

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
darurat/cepat/segera ; Bahwa dalam operasi cito tidak mungkin dilakukan pemeriksaan penunjang karena sifatnya

ep u
GIDION

b
Menimbang, bahwa ahli yang diajukan oleh para Terdakwa dan Penasihat Hukumnya ini antara lain mengatakan : Bahwa dalam keadaan gawat darurat seorang dokter segera melakukan tindakan (operasi),

ah

MAKATEY) membenarkan tidak dilakukan pemeriksaan penunjang dan dipersidangan

mengatakan Bahwa operasi cito tidak memerlukan pemeriksaan penunjang ;

gu

tidak perlu pemeriksaan penunjang, dalam operasi terencana sejak awal diberitahukan dan

penjelasan kepada pasien tentang resiko medis ;

Menimbang, bahwa Terdakwa I pada saat melakukan operasi cito kepada korban (SISKA

ng

JERRY G. TAMBUN,SH,LLM telah memberikan keterangannya dibawah janji dalam persidangan

Bahwa yang memerlukan pemeriksaan penunjang adalah operasi elektif (terencana), pemeriksaan penunjang itu seperti jantung dan darah ;

am

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Penuntut Umum dr. ERWIN

ah k

ep

Umum yaitu saksi Prof.dr. NAJOAN NAN WAROUW, keterangan ahli yang diajukan oleh Jaksa KRISTANTO,SH,SPF, dr. JOHANIS F. MALLO,SH,Spt,DFM dan dihubungkan oleh keterangan ahli yang diajukan oleh Terdakwa/

TAMBUN,SH,MH sebagaimana keterangannya tersebut diatas Majelis Hakim dapat mengambil

penunjang terhadap pasien in casu korban (SISKA MAKATEY) sehingga dengan demikian pula menurut Majelis Hakim perbuatan para Terdakwa sebagai dokter yang dalam melaksanakan operasi penunjang, seperti pemeriksaan jantung, foto rontgen, dada dan pemeriksaan penunjang lainnya bukanlah merupakan suatu kelalaian ;

cito secsio sesaria terhadap diri korban (SISKA MMAKATEY) yang tidak melakukan pemeriksaan

para Terdakwa telah lalai dalam menangani operasi terhadap korban (SISKA MAKATEY)

ah

halaman 3 alinea 3 yang berbunyi sebagai berikut :

(Terdakwa II) dan dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) sebagai dokter dalam melaksanakan operasi cito secsio sesaria terhadap korban (SISKA MAKATEY), lalai dalam menangani korban udara yang masuk kedalam bilik kanan jantung yang menghambat darah masuk keparu-paru sehingga terjadi kegagalan fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung ; Menimbang, bahwa untuk pada saat masih hidup dan saat pelaksanaan operasi sehingga terhadap diri korban terjadi kembali

ka

ah

menjawab

ep

persoalan

ub
tersebut

Bahwa dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI (Terdakwa I), dr. HENDRY SIMANJUNTAK

lik
diatas

sebagaimana uraian dakwaan Jaksa Penuntut Umum sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum

A gu ng

kesimpulan bahwa dalam operasi cito secsio sesaria (darurat) tidak diperlukan pemeriksaan

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah benar

mempertimbangkannya sebagaimana yang akan diuraikan dibawah ini;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 84

es

In do ne si
Majelis akan

Penasihat Hukumnya dr. NURHADI SALEH, Sp.OG, Prof. Dr.REGGY LEFRANT dan JERRY G.

ub lik

In do ne si a

hk am

85 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa menurut keterangan ahli yang diajukan oleh para Terdakwa/Penasehat hukumnya yaitu dr. NURHADI SALEH, Sp.OG dipersidangan mengatakan : -

ep u ep R

b
Bahwa yang dimaksud dengan kelalaian (in cassu) apabila dalam praktek menyalahi standar Menimbang, bahwa menurut keterangan ahli yang diajukan oleh para Terdakwa/Penasehat Hukumnya yaitu JERRY G. TAMBUN,SH,LLM dipersidangan mengatakan : -

ah

standard operasional prosedur (SOP) ;

Bahwa kasus maalpraktek itu terjadi dalam praktek yang tidak sesuai dengan standard operasional prosedur (SOP) ;

am

Menimbang, bahwa berdasarkan bunyi pasal 1 angka 10 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.512/MenKes/PER/IV/2007 tentang izin praktek dalam melaksanakan praktek kedokteran berbunyi sebagai berikut :

ah k

Standard prosedur operasional adalah suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertentu, dimana standard prosedur operasional memberikan langkah yang benar dan terbaik berdasarkan consensus bersama untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh sarana pelayanan kesehatan berdasarkan standard profesi ;

Menimbang, bahwa pasal 1 angka 14 Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang praktek

kedokteran, dan pasal 1 angka 13 Peraturan Menteri Kesehatan No.512/MENKES/PER/IV/2007 tentang isin praktek dan pelaksanaan praktek kedokteran berbunyi sebagai berikut :

Majelis kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia adalah Lembaga yang berwenang untuk menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi, dan menetapkan sangsi ;

ah

Menimbang, bahwa dari uraian-uraian tersebut diatas menurut Majelis Hakim untuk

operasi cito secsio seaseria terhadap korban (SISKA M) sehingga terhadap diri korban (SISKA M) terjadi emboli udara yang masuk dalam bilik kanan jantung yang menghambat darah masuk kegagalan fungsi jantung adalah apabila dalam penanganan operasi tersebut tidak sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) dan yang menilai telah terjadi kesalahan dalam penanganan operasi tersebut adalah Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKEK) ; Menimbang, bahwa saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Prof.dr.NAYOAN kedalam paru-paru sehingga terjadi kegagalan fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan

ka

ah

ep

ub

dijadikan sebagai ukuran bahwa para Terdakwa telah melakukan kelalaian didalam melakukan

lik

ng

NAN WAROUW dalam perkara ini dipersidangan mengatakan:

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 85

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

gu

Bahwa kelalaian lebih banyak diartikan kepada akibat tindakan yang tidak sesuai dengan standard operasional prosedur (SOP);

Bahwa tujuan adanya standard operasional prosedur (SOP) adalah sebagai pengukur tindakan profesi, untuk profesi kedokteran adalah kode etik kedokteran;

Bahwa sipil maalpraktek dapat diartikan dokter melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan

ng

operasional prosedur ;

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
Bahwa tindakan operasi yang dilakukan para Terdakwa sudah sesuai prosedur dan ternyata anak dari korban selamat dan kematian korban (SISKA MAKATEY) diluar jangkauan ; Menimbang, bahwa

ep u
yang diajukan

b R
ahli oleh Terdakwa/Penasehat Hukumnya Bahwa melihat dari kronologis kejadian perkara ini menurut ahli para Terdakwa sudah bekerja maksimal, baik dan sudah sesuai dengan standard operasional prosedur, keilmuan dan kompetensi ; -

ah

Bahwa menurut ahli ketiga Terdakwa sudah professional, karena telah memiliki keilmuan, ketrampilan dan moral dan buktinya adalah anak korban selamat ;

am

Menimbang, bahwa ahli yang diajukan oleh Terdakwa/Penasehat Hukumnya Prof.Dr. REGGY LEFRANDT,SpJP-K dipersidangan mengatakan : -

ah k

Bahwa ahli menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etika Profesi Kedokteran dan sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etika Profesi Kedokteran pernah memeriksa para Terdakwa ;

ep

Bahwa sebagai kesimpulan dari pemeriksaan Majelis Kehormatan Etika Profesi Kedokteran

MALLO,SH,Spt.DFM dipersidangan mengatakan :

ah

A gu ng

dinyatakan tidak ditemukan adanya kesalahan atau kelalaian para Terdakwa dalam melakukan

operasi kepada korban ;

Bahwa dari kesimpulan Majelis Kehormatan Etika Profesi Kedokteran penyebab kematian dikategorikan bukan kelalaian ;

korban adalah masuknya udara dalam jantung tidak dapat diprediksi sebelumnya sehingga

Menimbang, bahwa ahli yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum dr.JOHANIS F.

Bahwa sebagai penyebab korban (SISKA MAKATEY) meninggal dunia adalah Karena terjadi kegagalan fungsi paru dan selanjutnya mengakibatkan kegagalan fungsi jantung ;

masuknya udara dalam bilik kanan jantung yang menghambat udara masuk paru-paru dan

Bahwa udara masuk kedalam bilik kanan jantung korban, masuk sebelum operasi dilakukan karena terjadi pelebaran pembuluh darah yang disebabkan oleh reaksi tubuh ;

ka

para Terdakwa ;

ah

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah membaca dan mempelajari VER atas nama JULIA F. MAKATEY tertanggal 26 April 2010 yang ditanda tangani oleh dr.JOHANIS F. MALLO,SH,Spt.DFM

ep

Bahwa kematian korban tidak ada hubungannya dengan tindakan operasi yang dilakukan oleh

ub

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 86

es

In do ne si

ub lik

gu

Bahwa dari kronologis kejadian perkara ini ahli berpendapat udara yang masuk kejantung korban (SISKA MAKATEY) adalah terjadi diluar dugaan tidak dapat diprediksi sebelumnya ;

Bahwa masuknya udara dalam jantung/tubuh korban bukan kelalaian dari operator ;

Bahwa kembali udara sangat jarang terjadi oleh karena itu sulit diprediksi/ diantisipasi ;

ng

dr.MURHADI SALEH,Sp.OG dipersidangan mengatakan :

In do ne si a

hk am

87 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah membaca dan mempelajari Hasil Sidang Majelis Kehormatan Etika Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulawesi Utara No.006/IDIWIL/SULUT/MKEK/II/2011 tanggal 24 Pebruari 2011 yang ditanda tangani oleh Prof.Dr.R.L. LEFRANDT,SpJP-(K) sebagai ketua, Prof.Dr.MAX MANTIK,SpA(K) sebagai sekertaris ;

ep u ep R

b
Menimbang, bahwa dari uraian-uraian keterangan saksi, keterangan ahli sebagaimana Penuntut Umum maupun oleh para Terdakwa/ Penasehat Hukumnya, untuk dapat dijadikan ukuran dikemukakan diatas Majelis Hakim tidak melihat adanya bukti-bukti yang diajukan oleh Jaksa bahwa para Terdakwa didalam menangani operasi cito section caeseria tidak sesuai dengan SOP sehingga menyebabkan kematian korban (SISKA MAKATEY) dan hal tersebut dikuatkan pula oleh hasil sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI Wilayah Sulawesi Utara No.006/IDI-WIL/

SULUT/MKEK/II/2011 tanggal 24 Februari 2011 ;

ah

menurut Majelis Hakim oleh karena Jaksa Penuntut Umum tidak dapat membuktikan akan adanya

kelalaian dari para Terdakwa didalam menangani operasi cito section caesaria kepada korban (SISKA M) sehingga mengakibatkan adanya kematian terhadap korban (SISKA M), menurut Majelis Hakim unsur selanjutnya dari dakwaan kesatu primer tidak perlu dipertimbangkan lagi ; Menimbang, bahwa oleh karena salah satu unsur dari dakwaan kesatu primer tidak terbukti menurut hukum maka dengan sendirinya pula para Terdakwa haruslah dinyatakan dibebaskan dari dakwaan kesatu primer tersebut yaitu melanggar pasal 359 KUHP Jis pasal 361 KUHP, Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ;

ah k

am

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan kesatu primer yang didakwakan kepada para yang adalah merupakan pasal pemberatan dari pasal yang didakwakan dalam dakwaan kesatu

subsider yaitu melanggar pasal 359 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, maka dengan dibebaskannya para Terdakwa dari dakwaan kesatu primer yaitu melanggar pasal 359 KUHP Jis Pasal 361 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, maka kepada para Terdakwa haruslah (1) ke 1 KUHP ;

dibebaskan pula dari dakwaan kesatu subsider yaitu melanggar pasal 359 KUHP Jo Pasal 55 ayat

ah

A gu ng

Terdakwa yaitu melanggar pasal 359 KUHP Jis pasal 361 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP

Menimbang, bahwa oleh karena para Terdakwa oleh Majelis Hakim telah dinyatakan tidak

terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan (1) ke 1 KUHP, dan dakwaan kesatu subsider yaitu melanggar pasal 359 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1)

alternative kesatu primer yaitu melanggar pasal 359 KUHP Jis pasal 361 KUHP Jo pasal 55 ayat ke 1 KUHP dan dibebaskan dari dakwaan kesatu primer dan subsider tersebut, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan dakwaan alternative kedua sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut

ka

Undang-Undang R.I No. 29 Tahun 2004 tentang Prakter Kedokteran Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP;

ah

Kedokteran berbunyi sebagai berikut :

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 87

es

Menimbang, bahwa pasal 76 Undang-Undang R.I No. 29 Tahun 2004 tentang Prakter

ep

Umum yaitu perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 76

ub

lik

In do ne si

ub lik

Menimbang, bahwa berdasarkan keseluruhan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas

In do ne si a

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
Setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja melakukan praktek kedokteran tanpa memiliki surat izin praktek sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) ;

ep u
2007 atas SP.PD, dr.CHARINA,

b
Umum tersebut yaitu perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pasal 76 UndangUndang R.I No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek kedokteran Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sebagaimana yang akan diuraikan dibawah ini No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek kedokteran sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi No.4/

PVV-V/2007

gu

Menimbang, bahwa terhadap ketentuan yang diatur dalam pasal 76 Undang-Undang R.I tanggal 19 dr. Juni permohonan dr.ANNY J.S. TANDYARIL SARTJOJO,

SARWONO,Sp.An,SH, dr.BAMBANG

ng

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan alternative kedua pada dakwaan Jaksa Penuntut

PRANOMO

Prof.Dr.R.M. dr.RAMA

PADMO

ah

H.CHANADA,SCHSANI,SH yang amarnya berbunyi sebagai berikut : -

am

Menyatakan permohonan para Pemohon dikabulkan untuk sebagian ;

Menyatakan pasal 75 ayat (1) dan pasal 76 sepanjang mengenai kata-kata penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau dan pasal 79 sepanjang mengenai kata-kata kurungan paling lama 1 Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 No. 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No.4431 bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ; (satu) tahun atau serta pasal 79 huruf c sepanjang mengenai kata atau huruf e Undang-

ah k

ep

Menyatakan pasal 75 ayat (1) dan pasal 76 sepanjang mengenai kata-kata penjara paling lama

3 (Tiga) tahun atau dan pasal 79 sepanjang mengenai kata-kata kurungan paling lama 1 (satu)

tahun atau serta pasal 79 huruf c sepanjang mengenai kata-kata atau huruf e Undang-

Undang No. 29 tahun 2004 Tentang prektek Kedokteran (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2004 No.116 Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNo.4431 tidak

mempunyai kekuatan hukum mengikat ;

Menolak permohonan para pemohon untuk selebihnya ;

Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam Berita Negara Republik Indonesia sebagaimana

ah

Menimbang, bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi No.4/P.VV-V/2007 tanggal

diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum kepada para Terdakwa sebagaimana dakwaan alternative kedua melanggar pasal 76 Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran, sudah dibebaskan pula dari dakwaan alternative kedua yaitu pasal 76 Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran tersebut ; bukan merupakan tindak pidana sehingga dengan demikian kepada para Terdakwa harus

ka

ah

Menimbang, bahwa oleh karena para Terdakwa dibebaskan dari dakwaan alternative kedua maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan dakwaan alternative ketiga primer perbuatan para

ep

ub

19 Juni 2007 sebagai mana amar putusannya tersebut diatas menurut Majelis Hakim dakwaan yang

lik

mestinya ;

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 88

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

TUTUKO,

In do ne si a
TJANDRA,SPOG,

hk am

89 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id
(1) ke 1 KUHP ;

Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 263 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat

ep u ep R

b
Menimbang, bahwa pasal 263 ayat (1) KUHP berbunyi sebagai berikut : perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari pada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah pemalsuan surat, dengan pidana penjara selama 6 tahun ;

ah

Dipidana sebagai pelaku tindak pidana : mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan ;

gu

isinya benar dan tidak palsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena

Menimbang, bahwa pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP berbunyi sebagai berikut :

ng

Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan suatu hak,

Menimbang, bahwa unsur-unsur pasal 263 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP

Unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

am

1. . .

Barang siapa; Membuat surat palsu atau memalsukan surat ;

ah k

Yang dapat menimbulkan suatu hak, perikatan atau pembebasan utang, atau yang

orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsukan ;

Ad. 1. Unsur Barang siapa :

menunjuk pada apa yang telah diuraikan dalam mempertimbangkan unsur barang siapa pada dakwaan kesatu primair sebagaimana tersebut diatas ;

dakwaan alternatif ketiga primair ini telah terpenuhi menurut hukum ;

ah

A gu ng

Mereka yang melakukan, yang menyuruh lakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan;

Menimbang, bahwa didalam mempertimbangkan unsur barang siapa Majelis Hakim

Menimbang, bahwa dengan demikian menurut Majelis Hakim unsur barang siapa dalam

Ad. 2. Unsur membuat surat palsu atau memalsukan surat :

Menimbang, bahwa yang dipersoalkan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam hal ini adalah

pembedahan dan anastesi yang diserahkan oleh dr. HENDY SIAGIAN (Terdakwa III) untuk ditanda tangani oleh korban tersebut berbeda dengan tanda tangan korban yang berada didalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu Askes kemudian setelah dilakukan pemeriksaan oleh laboratorium Forensik Cabang Makasar dan berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik pada tanggal 9 Juni 2010 No.Lab:509/DTF/2011, yang dilakukan oleh masingmasing lelaki Drs.SAMIR.Sst mk, lelaki ARDANI ADHIS,S.Amd dan lelaki MARENDRA YUDI L,SE menyatakan tanda tangan atas nama SISKA MAKATEY Alias JULIA FRANSISKA

ka

ah

ep

ub

tanda tangan korban yang berada didalam surat persetujuan tindakan khusus dan persetujuan

lik

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 89

es

In do ne si

diperuntukkan sebagai bukti dalam suatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh

ub lik

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id
MAKATEY pada dokumen bukti adalah tanda tangan karangan /spurious signature (Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik) ;

ep u ep R

b
Menimbang, bahwa Majelis Hakim sudah melihat surat persetujuan tindakan khusus, surat setelah membandingkan tanda tangan korban (SISKA MAKATEY) yang ada dalam surat persetujuan tindakan khusus, surat persetujuan pembedahan dan anastesi dengan tanda tangan korban (SISKA MAKATEY) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Askes, Majelis Hakim sependapat dengan kesimpulan didasarkan pada pemeriksaan oleh Laboratorium Forensik Cabang Makasar tersebut ;

ah

persetujuan tindakan khusus, surat persetujuan pembedahan dan anastesi tertanggal 10 April 2010

yang ada dalam surat yang dimaksud berbeda dengan tanda tangan korban (SISKA M) yang ada dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Askes? ;

am

Menimbang, bahwa surat persetujuan tindakan khusus, surat persetujuan pembedahan dan anastesi tertanggal 10 April 2010, menurut Majelis Hakim surat tersebut nanti dapat dikatakan palsu apabila setelah dapat diketahui/dibuktikan siapa yang menandatangani diatas nama SISKA MAHATEY didalam surat yang dimaksud ;

ah k

Menimbang, bahwa dalam pemeriksaan perkara ini Majelis tidak menemukan adanya alatalat bukti terutama alat bukti berupa keterangan saksi yang melihat ataupun menyatakan yang persetujuan pembedahan dan anastesi tertanggal 10 April 2010, adalah salah satu dari para Terdakwa ;

menandatangani diatas nama korban (SISKA M) didalam surat persetujuan tindakan khusus, surat

Menimbang, bahwa dengan demikian menurut Majelis Hakim Surat Persetujuan Tindakan

Khusus, Surat Persetujuan Pembedahan dan Anastesi tertanggal 10 April 2010 tersebut belum dapat dikatakan surat tersebut adalah palsu ;

Menimbang, bahwa dari uraian-uraian tersebut diatas menurut Majelis Hakim unsur

membuat surat palsu atau memalsukan surat tidak terpenuhi menurut hukum ;

ah

terpenuhi menurut hukum maka unsur lainnya tidak perlu dibuktikan lagi ;

terpenuhi menurut hukum maka para Terdakwa haruslah dibebaskan dari dakwaan alternative ketiga primair yaitu melanggar pasal 263 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ;

ka

alternative ketiga subsidair perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP ; Menimbang, bahwa pasal 263 ayat (2) KUHP berbunyi sebagai berikut : Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa degan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolaholah sejati, jika pemakaian surat itu seolah-olah sejati ;

ah

ep

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan dakwaan

ub

Menimbang, bahwa oleh karena unsur membuat surat palsu atau memalsukan surat tidak

lik

Menimbang, bahwa oleh karena unsur membuat surat palsu atau memalsukan surat tidak

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 90

es

In do ne si

A gu ng

ub lik

sudah dapat dikatakan surat tersebut adalah palsu setelah terlihat tanda tangan korban (SISKA M)

gu

Menimbang, bahwa menjadi pertanyaan selanjutnya bagi Majelis Hakim apakah surat

ng

persetujuan pembedahan dan anastesi tertanggal 10 April 2010 yang dimaksud dipersidangan dan

In do ne si a

hk am

91 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP berbunyi sebagai berikut : Dipidana sebagai pelaku tindak pidana : mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan ;

ep u ep R

b
alternatifketiga primer menurut Majelis Hakim surat persetujuan tindakan khusus, surat persetujuan pembedahan dan anastesi tertanggal 10 April 2010 tersebut tidak dapat dikatakan surat tersebut adalah palsu menurut Majelis Hakim para Terdakwa haruslah dinyatakan tidak terbuti telah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan alternative ketiga subsidair yaitu melanggar Pasal dakwaan alternative ketiga subsidair tersebut ; 263 ayat (2) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan kepada para Terdakwa haruslah dibebaskan dari

ah

Jaksa Penuntut Umum yaitu : Dakwaan kesatu Primair melanggar pasal 359 KUHP Jis Pasal 361 KUHP, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, subsidair melanggar pasal 359 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, Dakwaan Kedua pasal 76 Undang-Undang R.I No. 29 Tahun 2004 tentang praktek

am

Kedokteran Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, Dakwaan Ketiga Primair melanggar pasal 263 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, subsidair melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tersebut ;

ah k

Menimbang, bahwa oleh karena para Terdakwa dinyatakan dibebaskan dari semua

dipulihkan dalam kedudukan, kemampuan, harkat serta martabatnya ;

dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut diatas maka semua biaya yang timbul dalam perkara ini dibebankan kepada Negara ;

Undang-Undang No. 29 tahun 2004 Tentang praktek Kedokteran, Undang-undang No. 8 tahun 1981, Pasal 359, KUHP, Pasal 55 ayat (1) KUHP, pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP, Peraturan Menteri Kesehatan No.512/MenKes/ PER/IV/2007 tentang isin praktek dan pelaksanaan kedokteran, serta pasal-pasal lain dari perundang-undangan yang bersangkutan;

ah

A gu ng

Menimbang, bahwa oleh karena para Terdakwa dinyatakan dibebaskan dari semua

Memperhatikan, pasal-pasal dari Undang-Undang No. 36 tahun 2009, tentang Kesehatan,

M E N G A D I L I:

SIMANJUNTAK dan Terdakwa III dr. HENDY SIAGIAN, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan Kesatu Primer dan subsidair, dakwaan kedua dan dakwaan ketiga primer dan subsidair ;

ka

ah

2. Membebaskan Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III oleh karena itu dari semua dakwaan (Vrijspraak) ; . .

ep

ub

1. Menyatakan Terdakwa I dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI, Terdakwa II dr. HENDRY

lik

Memulihkan hak para Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya ; Menetapkan barang bukti berupa :

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 91

es

In do ne si

dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut diatas, maka nama baik para Terdakwa haruslah

ub lik

maka menurut Majelis Hakim kepada para Terdakwa haruslah dibebaskan dari semua dakwaan

gu

Menimbang, bahwa berdasarkan keseluruhan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas

ng

Menimbang, bahwa sebagaimana telah dipertimbangkan diatas dalam dakwaan

In do ne si a

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id Berkas catatan medis No.cm.041969 atas nama SISKA MAKATEY terdiri dari :

ep u

b R
PT. Asuransi Kesehatan Indonesia ; Results Siska Yulin Makatey ;

ng

Surat pernyataan telah dirawat ;

Rekam jantung Siska Makatey 2004 ; Surat konsul 10 April 2010 ;

RSU Prof Kandou Manado (poliklinik obstetri status obstetrikus ; cairan form 0014 ;

Catatan pemasukan dan pengeluaran

ah

am

ah k

ep R A gu ng

ub lik
Instruksi post operasi ; Rekam jantung ; Laporan operasi ; khusus ; Dinas kesehatan Makatey ; Makatey ; surat persetujuan Surat

Surat konsul ke bagian anastesiologi ;

Kurva suhu dan nadi, serta catatan Kota Manado

Puskesmas Bahu/surat rujukan ibu hamil atas nama Siska Makatey ;

Ringkasan masuk dan keluar Siska

Lembaran masuk dan keluar Siska

Klinical Patway Siska Makatey ;

Surat persetujuan tindakan khusus dan anastesi tanggal 10 April 2010 ;

ah

Resume keluar Siska Makatey ; pengantar pulang (tidak ada

ka

ah

ep

catatan) ; Iktisar waktu pulang (tidak ada catatan ) ; Anamnesis utama Siska Makatey ; Anamnesis kebidanan Siska makatey ;

ub

Diaknosa akhir Siska Makatey ;

lik

pembedahan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 92

es

In do ne si
dan

In do ne si a

gu

hk am

93 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

Makatey ; Pemeriksaan Makatey ;

kebidanan

Resume masuk Siska Makatey ; Portograf Siska Makatey ;

Lembaran observasi persalinan Siska Makatey ; Makatey ; Lembaran observasi persalinan Siska

ah

am

ah k

ep

ada catatan) ;

Catatan pemasukan dan pengeluaran cairan (tidak ada catatan) ;

Hasil pemeriksaan radiologi kedokteran nuklir, dan lain-lain(tidak ada catatan) Nifas (tidak ada catatan) ;

Catatan perawat intensif (tidak ada catatan) ;

ah

catatan) ; Pelaksanaan

pengkajian data (tidak ada catatan) ; Lembaran untuk penempelan surat (tidak ada catatan) ; Catatan obat oral dan per enteral (tidak ada catatan) ; Catatan perawat bidan (Siska Makatey ) ;

ka

ah

ep

ub

lik
proses

Catatan dan instruksi dokter (tidak ada keperawatan

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 93

es

In do ne si

A gu ng

ub lik
Makatey ; ada catatan) ;

Lembaran observasi persalinan Siska Laporan persalinan I Siska Makatey ; Laporan persalinan IIa Siska Makatey ; Lembaran catatan harian dokter (tidak

Hasil pemeriksaan laboratorium (tidak

In do ne si a
II Siska

Pemeriksaan

b
kebidanan I Siska

gu

ng

hk am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia


putusan.mahkamahagung.go.id

ep u

kompetensi dr. DEWA AYU SASIARY PRAWANI yang telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri Manado ; 1(satu) lembar foto dr. kompetensi copy

SIMANJUNTAK yang telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri Manado ; 1(satu) lembar foto copy

kompetensi dr. HENDY SIAGIAN yang

ah

Tetap terlampir dalam berkas perkara ;

am

5. Membebakan biaya perkara ini kepada Negara ;

Demikianlah diputuskan dalam Rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada hari KAMIS NOVRRY T. OROH, SH, dan PARLINDUNGAN SINAGA, SH, masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari : KAMIS, tanggal 22 SEPTEMBER 2011 oleh Ketua Majelis Hakim tersebut, didampingi Hakim-Hakim

ah k

ep

tanggal 15 SEPTEMBER 2011 oleh kami : JOHNY M. TELEW, SH, selaku Ketua Majelis,

Anggota, dibantu MARTHEN MENDILA, SH, Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Mando dan Penasihat Hukumnya ;

A gu ng

dan dihadiri oleh THEODORUS RUMAMPUK, SH, selaku Penuntut Umum, serta para Terdakwa

HAKIM-HAKIM ANGGOTA

HAKIM KETUA MAJELIS

NOVRRY T. OROH, SH

JOHNY MARTHEN TELEW, SH

ah

ka

ah

ep

ub

MARTHEN MENDILA, SH

lik

PARLINDUNGAN SINAGA, SH

PANITERA PENGGANTI

ng

gu

ik

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

In d

on
Halaman 94

es

In do ne si

ub lik
Manado ;

telah dilegalisir oleh Pengadilan Negeri

In do ne si a
sertifikat HENDRY sertifikat

1(satu)

b
lembar foto copy sertifikat

gu

ng

hk am

95 Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

ep u ep R

b A gu ng R R ah A gu ng ep ub lik ng gu ik In d on
Halaman 95

ah

ah k

am

ah

ka

Disclaimer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318)

es

In do ne si

ub lik

In do ne si a