Anda di halaman 1dari 3

68

BAB VIII PENUTUP

8.1 Kesimpulan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menggunakan konsep Triple Bottom Lines dan konsep Kerangka Lima Pilar Pembangunan Berkelanjutan mempengaruhi dalam pelaksanaan, sasaran, dan tujuan dari proyek Bengkel Sepeda Motor Terpadu. Hal ini terlihat dari upaya perusahaan dalam melakukan tanggung jawab dalam aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi di masyarakat. Pendekatan dan proses sosialisasi yang dilakukan perusahaan dengan melakukan BILIKOM dan Renbangdes masih belum maksimal, karena masyarakat masih dianggap objek dalam program CSR. Walaupun pedoman dan landasan pelaksanaan CSR sudah terintegrasi pada kebijakan perusahaan, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum mendasarkan pada konsep pengembangan masyarakat. Proyek Bengkel Sepeda Motor Terpadu PT Indocement termasuk ke dalam Philantropy, dimana dalam misinya untuk mencari dan mengatasi masalah. Pengelolaan program bersifat terencana dan terorganisir oleh Departemen CSR dan penerima manfaat adalah masyarakat sekitar lingkup pabrik PT. Indocement. Kebijakan perusahaan PT Indocement dalam implementasi CSR didasarkan pada konsep pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada tiga pencapaian yang bermanfaat secara ekonomi, sosial dan lingkungan (triple bottom lines), yaitu people, planet, and profit. Selain itu, PT Indocement juga mendasarkan program ini pada kerangka Lima Pilar pembangunan berkelanjutan meliputi bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial-budaya-agama-olahraga dan keamanan. Pada tahap implementasi PT Indocement membentuk suatu organisasi atau divisi tersendiri yang menangani keseluruhan pelaksanaan CSR PT Indocement yaitu sebuah Corporate Social Responsibility Departement yang memiliki misi yaitu menjalankan seluruh kegiatan usaha dengan tetap memperhatikan kesejahteraan komunitas (wholesome community) dan dengan menerapkan konsep ramah lingkungan (environment friendly) dengan tetap memperhatikan pengembangan perusahaan yang berkelanjutan (sustainable development) dan memiliki visi membangun kepentingan perusahaan untuk kepentingan bersama perusahaan dan komunitas, khususnya komunitas lokal dimana perusahaan beroperasi, sehingga tercipta hubungan yang harmonis.

69

Kebijakan dan konsep sebagai landasan dalam pelaksanaan CSR, maka dirumuskan tujuan CSR PT Indocement, yaitu: 1) Mewujudkan kemandirian masyarakat, 2) Peningkatan ekonomi lokal, dan 3) Mewariskan program-program yang berbasiskan Triple Bottom Lines kepada generasi penerus untuk berkelanjutan hidup masyarakat sekitar. Berdasarkan tujuan tersebut dapat dikerucutkan dengan sasaran dalam pelaksanaan CSR yaitu pemberdayaan masyarakat di 12 desa binaan PT Indocement dengan melibatkan eksternal stakeholders dan membangun daerah dengan melakukan kontribusi pembangunan berkelanjutan untuk manusia dan wilayah baik dari segi hardware berupa fisik dan bangunan atau software bantuan kemasyarakatan dan pelatihan. Berdasarkan tingkatan partisipasi yang dikemukakan oleh Arsntein (1969) partisipasi masyarakat dalam keseluruhan pelaksanaan Proyek Bengkel Sepeda Motor Terpadu ini termasuk pada tingkatan ke 5 yaitu penentraman atau peredaman (Placation), dimana saran masyarakat diterima tapi tidak selalu dilaksanakan. Tangga ketiga, keempat, dan kelima dikategorikan sebagai tingkat Tokenisme yaitu tingkat partisipasi masyarakat yang sarannya didengar dan diberikan kesempatan untuk berpendapat akan tetapi, mereka tidak memiliki kekuasaan untuk menjamin saran atau pendapatnya akan diterima atau dipertimbangkan oleh PT Indocement sebagai pihak yang mengambil keputusan. Tingkat pertisipasi masyarakat yang masih pada tingkatan tokenisme dalam proses pelaksanaan proyek Bengkel Sepeda Motor Terpadu berarti menunjukan bahwa program tersebut masih belum termasuk dalam pengembangan masyarakat.

8.2 Saran Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan berdasarkan paparan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diberikan terhadap pelaksanaan Bengkel Sepeda Motor Terpadu sebagai berikut: 1) Pihak PT Indocement lebih melakukan pendekatan dan sosialisasi yang lebih dalam pelaksanaan program CSR dengan melibatkan langsung masyarakat dalam stiap tahapan partisipasi. Sosialisasi kurang efektif terlihat hanya masyarakat yang aktif ke kantor desa yang mendapatkan informasi pada saat BILIKOM. Sebaiknya pihak Departemen CSR PT Indocement lebih aktif dalam

70

sosialisasi program seperti pemberian leaflet atau brosur kepada masyarakat dan menempelkan selebaran dan pengumuman di tempat yang sering didatangi masyarakat. 2) Partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan dan evaluasi masih rendah, diharapkan pihak Departemen CSR lebih melibatkan dan mengajak masyarakat dalam merencanakan program dan proyek yang akan dilakukan serta memberitahukan hasil atau evaluasi dari program atau proyek CSR. 3) Membentuk forum-forum warga yang menjadi penyalur aspirasi dan pendapat masyarakat di Desa Bantarjati. Forum tersebut dapat manjadi salah satu wadah yang menghubungkan masyarakat dengan pihak perusahaan. Media penyalur suara warga seringkali tidak mampu mengembangkan dan mempertahankan diri menjadi lembaga yang demokratis dan kuat. Oleh karena itu, Anggota atau peserta membutuhkan penguatan-penguatan untuk menjadikan dirinya lebih kompeten dalam berpartisipasi.