Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MK.

PENYULUHAN PETERNAKAN PENYULUHAN SANGAT PENTING DI MASYARAKAT

Nama Mahasiswa : Senopka wiraguna NPM : E1C011062 Judul : Penyuluhan sangat penting Di masyarakat

JURUSAN PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU 2013

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan YME, yang telah memberikan limpahan rahmat_Nya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini yang berjudul penyuluhan sangat penting di mas yarakat , disusun untuk memenuhi tugas pengganti ujian tengah semester mata kuliah penyuluhan peternakan , Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Dalam penulisan tugas ini tentunya penulis berterima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah ini yaitu Prof. Dr. Ir. Johan Setianto. Agr dan Suharyanto, S.Pt., M.Si. yang telah mencurahkan segenap ilmu maupun dedikasinya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Tidak lupa juga salam cinta dari ujung kandang ter-semat kepada rekan-rekan peternakan 2011 maupun kakak senior di peternakan yang telah rela untuk membantu banyak dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa sepenuhnya dalam penulisan tugas ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran semua pihak untuk menyempurnakan tugas ini. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Penulis

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................................................i DAFTAR ISI ....................................................................................................................................ii BAB I ............................................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 1 BAB II .............................................................................................................................................. 3 TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN ............................................................................... 3 2.1 Sistem Penyuluhan di masyarakat ............................................................................................ 3 2.2 Arti Penting penyuluhan dan proses pembelajaran penyuluhan ke masyarakat ......................... 3 2.2.2 proses pembelajaran dalam penyuluhan ke masyarakat ......................................................... 4 2.3 Komunikasi dalam penyuluhan peternakan .............................................................................. 5 2.4 Kajian Proses Adopsi dan Difusi dalam penyuluhan .............................................................. 12 BAB III ........................................................................................................................................... 16 KESIMPULAN ............................................................................................................................... 16 5.1 Kesimpulan ........................................................................................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................... 17

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam UU RI No. 16 Tahun 2006 disebutkan bahwa sistem penyuluhan peternakan dan pertanian merupakan seluruh rangkaian pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan serta sikap pelaku utama (pelaku kegiatan peternakan dan pertanian) dan pelaku usaha melalui penyuluhan. Oleh karena itu dalam UU no. 16 disebutkan bahwa Penyuluhan Peternakan dan Pertanian adalah suatu proses pembelajaran bagi pelaku utama (pelaku kegiatan Peternakan pertanian) serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan

kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Secara harfiah, penyuluhan bersumber dari kata suluh yang berarti obor ataupun alat untuk menerangi kegelapan. Jadi dapat dimaknai bahwa penyuluhan dimaksudkan untuk memberi penerangan ataupun penjelasan pada mereka yang disuluhi agar tidak berada dalam kegelapan mengenai masalah tertentu. Penyuluhan adalah kegiatan mendidik orang (kegiatan

pendidikan)dengan tujuan mengubah perilaku klien sesuai dengan yang direncanakan/dikehendaki yakni orang makin modern. Ini merupakan usaha mengembangkan (memberdayakan) potensi individu klien agar lebih berdaya secara mandiri. Penyuluhan sebagai proses perubahan perilaku melalui pendidikan akan memakan waktu yang lebih lama, tetapi perubahan perilaku yang terjadi akan berlangsung lebih kekal. Sebaliknya, meskipun perubahan perilaku melalui pemaksaan dapat lebih cepat dan mudah dilakukan, tetapi perubahan perilaku tersebut akan segera hilang, manakala factor pemaksanya sudah dihentikan. Kegiatan penelitian dan penyuluhan sangat berkaitan dan saling memerlukan, karena itu kebersamaan antara peneliti/lembaga penelitian dan

penyuluh/lembaga penyuluh perlu terbina dengan baik dan intim. Falsafah keduanya antara lain adalah sebagai berikut : 1. Selalu mengusahakan pembaruan dan modernisasi IPTEKS. 2. Kebutuhan/keinginan/masalah masyarakat klien merupakan kegiatan primadona peneliti dan penyuluh. 3. Selalu mengikuti/sejalan dengan perkembangan dan kemajuan. 4. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha. 5. Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran klien dan masyarakat pada umumnya.
Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

2 6. Meningkatkan kebersamaan/kerjasama (antara penyuluh dan peneliti dan antara

peneliti/penyuluh dengan pengguna IPTEKS/masyarakat klien). Karena penyuluhan pada dasarnya harus merupakan bagian integral sekaligus sarana pelancar dan penentu kegiatan pembangunan, Slamet (1989) menekankan perlunya : 1. Perubahan administrasi penyuluhan yang bersifat regulative sentralis menjadi fasilitastif partisipatif 2. Pentingnya kemauan penyuluh untuk memahami budaya local yang sering kali mewarnai local angricultural practices.

1.2 Tujuan Penyuluhan 1. Memberikan Materi dan pembelajaran kepada peternak yang di dasarkan pada kebutuhan peternak itu sendiri dalam mengembangkan peternakan. 2. Sebagai sumber sarana dan prasarana untuk mencukupi kebutuhan peternak. 3. Untuk meningkatkan kebutuhan ekonomis peternak itu sendiri. 4. meningkatkan perilaku dan kemampuan peternak petani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN


2.1 Sistem Penyuluhan di masyarakat Sistem penyuluhan peternakan dan pertanian, perikanan dan kehutanan yang selanjutnya disebut sistem penyuluhan adalah seluruh rangkaian pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap pelaku utama dan pelaku usaha melalui penyuluhan. (uu no 16 th 2006 ttg sistem penyuluhan pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan) 2.2 Arti Penting penyuluhan dan proses pembelajaran penyuluhan ke masyarakat 2.2.1 Arti penting penyuluhan Fungsi penyuluhan pertanian terutama adalah memfasilitasi dan memotivasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha agar tercapai tujuan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan peningkatan modal sosial, sehingga mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan (uu no 16 th 2006 ttg sistem penyuluhan pertanian, Peternakan, perikanan dan kehutanan). Penyuluhan Peternakan dan pertanian adalah pemberdayaan peternak/petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang peternakan dan pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi, social maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai. (Deptan, 2002) Konsep-konsep penting terkait dengan penyuluhan adalah: proses pendidikan (dengan sistem pendidikan nonformal dan pendidikan orang dewasa), proses perubahan (menuju perilaku yang lebih baik, sesuai yang diinginkan), dan proses pemberdayaan (memiliki pengetahuan dan kemampuan baru).

Penyuluhan peternakan dan pertanian memiliki peran penting yaitu sebagai kegiatan yang merupakan katalis, pendamping, perantara, dan penemu solusi bagi pembangunan peternakan dan
Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

4 pertanian. Keberhasilan penyuluhan peternakan dan pertanian ditentukan pula oleh profesionalitas penyuluh, yang memiliki tugas utama sebagai pembimbing,pendorong, motivator, komunikator, dan lain-lain. SDM peternak dan petani harus mencerminkan sebagai masyarakat: (1) teknologi. (2) terbuka dan transparan. (3) madani. Tugas dan fungsi Penyuluh Pertanian secara garis besar adalah melaksanakan fungsi sebagai fasilitator dalam kegiatan penyuluhan

2.2.2 proses pembelajaran dalam penyuluhan ke masyarakat Proses pembelajaran dalam penyuluhan peternakan ke masyarakat ini terbagi dalam beberapa cara yaitu : 1. Partisipasi dan bersifat horizontal. 2. Sejajar dalam posisi 3. Menjadi seseorang yang menfasilitasi, memotivasi dan moderator 4. Dengan cara kunjungan dan pelatihan dalam penyuluhan

Ada juga tata cara dalam metoda pendidikan bagi orang dewasa dalam pembelajaran penyuluh Yaitu : 1. Kegiatannya harus sama dengan kegiatan peternak itu sendiri 2. Perlu keterlibatan dan prastisipasi dalam program yang akan dilaksanakan oleh seorang penyuluh Faktor faktor yang mempengaruhi dalam proses pembelajaran yaitu : 1. Umur 2. Kapasitas saat belajar 3. Bakat 4. Aspirasi 5. Pengetahuan tentang kegagalan dan keberhasilan.

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

5 2.3 Komunikasi dalam penyuluhan peternakan Untuk memahami komunikasi dalam segala bentuk dan fungsinya, kita perlu memahami prinsip-prinsip komunikasi. Devito (1997) mengemukakan delapan prinsip komunikasi yaitu : komunikasi adalah paket isyarat, komunikasi adalah proses penyesuaian, komunikasi mencakup dimensi isi dan hubungan, komunikasi melibatkan transaksi simetris dan komplementer, rangkaian dipunktuasi, komunikasi adalah proses transaksional, komunikasi tak terhindarkan dan komunikasi bersifat tak reversible. Devito (1997) dalam bukunya Komunikasi Antarmanusia menjelaskan kedelapan prinsip tersebut sebagai berikut: 1. Komunikasi adalah paket isyarat. Perilaku komunikasi, apakah melibatkan pesan verbal, isyarat tubuh atau kombinasi keduanya biasanya terjadi dalam paket. 2. Komunikasi adalah proses penyesuaian. Komunikasi hanya dapat terjadi bila para komunikatornya menggunakan system isyarat yang sama. Kita tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain kita system bahasanya berbeda. Namun kita menyadari bahwa tidak ada dua orang yang menggunakan system isyarat yang sama persis. Oleh karena itu sebagian dari seni komunikasi adalah mengidentifikasi isyarat orang lain, mengenali bagaimana isyarat tersebut digunakan dan memahami apa artinya. 3. Komunikasi mencakup dimensi isi dan hubungan. Komunikasi menyangkut hubungan antara pembicara dan pendengar. Sebagai contoh, seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya, Datanglah ke ruang saya setelah rapat ini. Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi dan aspek hubungan. Aspek isi mengacu pada tanggapan perilaku yang diharapkan yaitu bahwan menemui atasan setelah rapat sedangkan aspek hubungan menunjukkan bagaimana komunikasi dilakukan. Kalimat perintah yang sederhana menunjukkan perbedaan status diantara keduanya. 4. Komunikasi melibatkan transaksi simetris dan komplementer Dalam hubungan simetris, dua orang saling bercermin pada perilaku lainnya. Ketika satu orang tersenyum, maka satu orang lainnya akan tersenyum. Sedangkan dalam hubungan komplementer kedua pihak mempunyai perilaku yang berbeda. Perilaku salah seorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplenter yang lain. Dalam hubungan komplementer perbedaan di antara keduanya dimaksimumkan, orang menempati posisi yang berbeda; satu sebagai atasan, yang lain bawahan; yang satu aktif, yang lain pasif.
Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

6 5. Rangkaian komunikasi dipunktuasi Peristiwa komunikasi merupakan transaksi yang kontinyu. Tidak ada awal dan tidak ada akhir yang jelas. Kita dapat membagi proses kontinyu dan berputar ini ke dalam sebab akibat atau ke dalam stimulus dan tanggapan. Artinya, kita mensegmentasikan kontinyu komunikasi ini ke dalam potongan-potongan yang lebih kecil. Istilah bagi kecenderungan untuk membagi berbagai transaksi komunikasi dalam rangkaian stimulus dan respon disebut sebagai punktuasi (punctuation). 6. Komunikasi adalah proses transaksional Transaksi yang dimaksud adalah bahwa komunikasi merupakan suatu proses, bahwa komponen-komponenya saling terkait, dan para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan atau keseluruhan. 7. Komunikasi tak terhindarkan Selama ini mungkin kita menganggap bahwa komunikasi berlangsung secara sengaja, bertujuan dan termotivasi secara sadar. Namun seringkali pula komunikasi terjadi meskipun seorang sama sekali tidak merasa ingin berkomunikasi. Ketika kita duduk melamun, mungkin kita merasa bahwa kita tidak berkomunikasi, namun bagi orang lain yang melihat akan menafsirkan perilaku kita. Setiap perilaku kita mempunyai potensi untuk ditafsirkan 8. Komunikasi bersifat tak reversible Sekali kita mengkomunikasikan sesuatu maka kita tidak bisa tidak

mengkomunikasikannya. Kita hanya dapat berusaha mengurangi dampak dari pesan yang sudah terlanjur disampaikan. Oleh karena itu kita perlu hati-hati dalam mengucapkan sesuatu yang mungkin nantinya ingin kita tarik kembali. Sedangkan Mulyana (2003) dalam bukunya Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar menjelaskan beberapa prinsip komunikasi antara lain bahwa : komunikasi adalah suatu proses simbolik, setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi, komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan, komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan, komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu, komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi, komunikasi itu bersifat sistematik, semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi, komunikasi bersifat non sekuensial, komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional dan prinsip yang terakhir adalah Komunikasi bersifat inreversible, komunikasi bukan merupakan obat mujarab (panasea) untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

7 Dijelaskan lebih lanjut oleh Mulyana (2003) sebagai berikut :

Prinsip 1. Komunikasi adalah suatu Proses Simbolik Salah satu kebutuhan pokok manusia adalah kebutuhan akan simbolisasi atau penggunaan lambang. Beberapa hal terkait dengan penggunaan lambang, yaitu : Lambang / simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang buku, orang Inggris menyebutnya book, orang Jerman menyebutnya buch.

Prinsip 2. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi Kita tidak dapat berkomunikasi (We cannot not communication). Tidak berarti semua perilaku adalah komunikasi. sebagai contoh pada saat kita diminta untuk tidak berkomunikasi, hal ini sangat sulit dilakukan karena setiap hal yang kita lakukan berpotensi untuk ditafsirkan, ketika kita melotot ditafsirkan marah, ketika tersenyum ditafsirkan gembira. Begitu pula dengan sikap diam dapat ditafsirkan setuju.

Prinsip 3. Komunikasi Punya Dimensi Isi dan Dimensi Hubungan Setiap komunikasi mempunyai dimensi isi dan dimensi hubungan. Dimensi isi disandi secara verbal, menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan disandi secara non verbal, menunjukkan bagaimana cara mengatakan, dan mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu dan bagaimana seharusnya pesan ditafsirkan. Sebagai contoh, ketika seorang pemuda bertanya Mau pergi ke Jakarta, Dik? kepada seorang wanita yang duduk disebelahnya dalam sebuah kereta, bukannya pria itu tidak tahu bahwa kereta menuju ke Jakarta, melainkan pria tersebut ingin berkenalan atau ingin menunjukkan keramahannya.

Prinsip 4. Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan Komunikasi dilakukan dalam berbagai tingkat kesengjaan mulai dari komunikasi yang tidak disengaja sama sekali (misalnya ketika seseorang mengamati kita pada saat menagis) sampai pada tingkat kesengajaan yang benar-benar direncanakan (misalnya seorang dosen yang mengajar di kelas).

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

8 Kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komunikasi. meski kita tidak bermaksud untuk menyampaikan pesan. Namun perilaku kita potensial untuk ditafsirkan. Coba amati teman anda yang sedang mengikuti kuliah !, mungkin ada yang berpangku tangan, ada yang melamun, nah anda dapat menafsirkan perilaku teman anda tersebut, tanpa kesengajaan bahwa perilaku teman yang anda amati telah menyampaikan pesan.

Prinsip 5. Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik/ruang, waktu, social dan psikologis. Sebagai contoh, topik-topik yang lazim dipercakapkan di rumah, tempat kerja, atau tempat hiburan seperti lelucon, acara televisi, mobil, bisnis , atau perdagangan terasa kurang sopan bila dikemukakan di masjid. Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan. Misalnya kunjungan seorang mahasiswa kepada teman kuliahnya yang wanita pada malam minggu akan dimaknai lain dibandingkan dengan kedatangannya pada malam biasa. Kehadiran orang lain , sebagai konteks social juga akan mempengaruhi orang-orang yang berkomunikasi. Misalnya dua orang yang diam-diam berkonflik akan merasa canggung bila tidak ada orang lain sama sekali di dekat mereka. Suasana psikologis peserta komunikasi mempengaruhi juga suasana komunikasi. ketika orang-orang berkomunikasi. Misalnya ketika kita menyampaikan kritik kepada teman kita pada suasana santai atau bercanda mungkin akan diterima dengan baik oleh teman kita, namun jika kritik kita lontarkan pada saat teman sedang merasa sedih atau emosi maka akan membuatnya marah.

Prinsip 6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi Selain itu ketika orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka. Dengan kata lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau tatakrama. Misalnya kepada orang yang lebih tua kita akan memanggilnya dengan sebutan bapak / ibu, karena jika kita hanya memanggil namanya tentu akan membuatnya tersinggung. Dengan demikian orang-orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespon.

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

9 Prinsip 7. Komunikasi itu bersifat sistematik Komunikasi setidaknya menyangkut dua sistem dasar beroperasi dalam transaksi komunikasi, * Sistem internal Seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi, yang ia serap selama sosialisasinya dalam berbagai lingkungan sosialnya (keluarga, masyarakat setempat, kelompok suku, kelompok agama, lembaga, kelompok sebaya, tempat kerja, dan sebagainya). Istilah lain system internal : kerangka rujukan (frame of reference), bidang pengalaman (filed of experience), struktur kognitif, pola piker , keadaan internal atau sikap (attitude). System internal mengandung semua unsur yang membentuk individu (termasuk ciri-ciri kepribadian, pendidikan, penget, agama, dan sebagainya). Sehingga system internal ini dapat diduga dari kata-kata yang diucapkan atau perilaku yang ditunjukan * Sistem eksternal System eksternal terdiri dari unsur-unsur dalam lingkungan diluar individu, seperti isyarat fisik peserta komunikasi, kegaduhan disekitar, penataan ruang. Merupakan elemen-elemen berupa stimulasi publik yang terbuka bagi setiap peserta komunikasi dalam setiap transaksi komunikasi. Komunikasi merupakan produk dari perpaduan antara system internal dan eksternal di atas. Lingkungan dan objek mempengaruhi komunikasi kita, namun persepsi kita atas lingkungan juga mempengaruhi perilaku kita. yaitu : system internal dan system eksternal

Prinsip 8. Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi. Kesamaan dalam hal-hal tertentu, misalnya agama, ras (suku), bahasa, pendidikan, atau tingkat ekonomi akan mendorong orang-orang untuk saling tertarik dan karena kesamaan tersebut komunikasi lebih efektif. Kesamaan bahasa khususnya akan membuat orang yang terlibat komunikasi lebih mudah mencapai pengertian bersama disbanding dengan orang yang tidak saling memahami bahasa yang digunakan.

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

10 Prinsip 9. Komunikasi bersifat non sekuensial Sebenarnya komuniaksi manusia dalam bentuk dasarnya bersifat dua arah atau disebut juga bersifat sirkuler. Komunikasi sirkuler, ditandai beberapa hal berikut :

1) Orang-orang yang berkomunikasi dianggap setara, yang mengirim dan menerima pesan pada saat yang sama. 2) Proses komunikasi berlangsung timbal balik (dua arah) 3) Dalam prakteknya, tidak dapat dibedakan antara pesan dan umpan balik. 4) Komunikasi yang terjadi sebenarnya jauh lebih rumit. Misalnya komunikasi antara dua orang sebernarnya secara simultan melibatkan komunikasi dengan diri sendiri (berpikir) untuk menanggapi pihak lain.

Prinsip 10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional Komunikasi pada dasarnya tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, namun merupakan proses yang berkesinambungan. Sebagai contoh ketika seorang anak dinasehati ibunya untuk rajin belajar, komunikasi ini tidak berakhir ketika ibunya selesai berbicara, namun akan berlangsung terus krena anak ini akan terus menerus mengingatnya atau memaknainya. Dalam proses komunikasi, para peserta komunikasi saling mempengaruhi, seberapa kecil pengaruh itu, baik lewat komunikasi verbal maupun non verbal. Transaksi menunjukkan bahwa para peserta komunikasi saling berhubungan, sehingga kita dapat mempertimbangkan salah satu tanpa mempertimbangkan yang lainnya. Implikasi dari komunikasi sebagai prose yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah (dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dunia dan perilakunya).

Prinsip 11. Komunikasi bersifat irreversible Sifat irreversible ini adalah implikasi dari komunikasi sebagai suatu proses yang selalu berubah. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menyampaikan pesan kepada orang lain, sebab efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali, meskipun kita berupaya meralatnya. Sehingga muncul ungkapan To forgive but not to forget (kita bisa memaafkan kesalahan orang lain, namun tidak dapat melupakannya).

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

11 Prinsip 12. Komunikasi bukan merupakan obat mujarab (panasea) untuk menyelesaikan berbagai masalah. Banyak permasalahan antarmanusia yang disebabkan oleh masalah komunikasi, namun komunikasi bukan obat mujarab (panasea) untuk menyelesaikan masalah terebut, karena permasalahan tersebut berkaitan dengan masalah structural. Sehingga agar komunikasi efektif maka masalah structural harus diatasi. Sebagai contoh meskipun pemerintah berusaha menjalin komunikasi yang efektif dengan warga Aceh, tidak mungkin usaha tersebut berhasil, selama pemerintah masih memperlakukan mereka secara tidak adil.

Agar penyuluhan berlangsung baik, proses komunikasi harus memperhatikan: Unsur penyuluh dan sasaran Unsur pesan Unsur media/saluran komunikasi Cara dalam melakukan perubahan melalui proses komunikasi: Persuasive/bujukan Pervasion/pengulangan Compulsion/pemaksaan tak langsung Coersive/paksaan langsung Kegagalan utama dalam komunikasi penyuluhan: Komunikasi kurang efektif Salah pengertian Efektifkan komunikasi melalui: Menyamakan kepentingan (overlapping of interest). Pesan merupakan pemecahan masalah. Yakin akan keunggulan pesan yaang disampaikan. Pesan harus memuaskan perbaikan mutu hidup sasaran. Untuk itu penyuluh harus: Menekan sifat ego defensif Mengurangi sikap value expresif Mengembangkan sikap utilitarian

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

12 2.4 Kajian Proses Adopsi dan Difusi dalam penyuluhan 2.4.1 Peran penyuluh dalam adopsi inovasi dan faktor faktor yang mempengaruhi adopsi Teknologi * Peran Penyuluh dalam adopsi inovasi Peran penyuluh dalam adopsi inovasi adalah Membantu,mendorong,berbagi dan menfasilitasi peternak dan petani dalam adopsi inovasi. * Faktor faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi - Macam macam adopsi inovasi - sifat sifat adopsi inovasi 2.4.1 Proses difusi inovasi Proses difusi inovasi ini meliputi dari berbagai cara yaitu : - Difusi merupakan penyebaran inovasi hingga merata dan sebanyak mungkin peternak dan petani Menerapkannya. - Penyebaran ini dilakukan oleh sesama adopter oleh sumber. - sebelum seseorang melakukan adopsi,proses difusi berjalan terlebih dahulu. - Esensi proses difusi adalah interaksi antar manusia.

Obat yang diberikan dapat bersifat simtomatik, sesuai dengan gejala yang ada. Bila batuk, pasien dapat diberi obat batuk; kalau sesak dapat diberi obat jenid bronkodilator untuk melebarkan saluran napas yang menyempit. Selain itu, dapat pula diberikan obat antivirus seperti amantadine dan oseltamivir. Kalau keadaan pasien terus memburuk, bukan tidak mungkin perlu dipasang alat ventilator untuk membantu pernapasannya. (Admin.2009 ) Semua penderita yang telah memenuhi kriteria Flu Burung perawatan dilakukan paling sedikit 1 minggu di ruang isolasi. Penderita dirawat di ruang isolasi selama 7 hari (masa penularan) karena ditakutkan adanya transmisi melalui udara. Selama masa perawatan, penderita diterapkan oksigenisasi, hidrasi, terapi simptomatis untuk gejala flu, foto toraks ulang. Pada kasus respiratory distressakan dilakukan pengobatan sesuai prosedur RDS. Penderita dimasukkan ke ruang perawatan intensif (ICU).( Departemen Kesehatan RI. (2005)). Penanganan flu burung juga dapat dilakukan dengan pengobatan atau pemberian obat flu seperti Tamiflu atau jenis lainnya, tapi harus tetap dalam pengawasan dokter atau pihak rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan RI. Jenis obat penanggulangan infeksi flu burung ada 2, pertama adalah obat seperti amantadine dan rimantadine yaitu ion channel (M2) blocker, yang menghalagi aktivitas ion
Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

13 channel dari virus flu jenis A dan bukan jenis B sehingga aliran ion hydrogen dapat diblok dan virus tidak dapat berkembang biak. Sayang sekali bahwa jenis obat yang pertama ini dapat memicu tingkat resistensi virus terhadap zat obat, sehingga di hari ke 5 hingga ke 7 setelah konsumsi obat, 16-35% dari virus akan resisten karena adanya mutasi pada protein M2 pada virus. Oleh karena itu, obat jenis ini tidak dijual bebas di sembarang apotik, meskipun dengan pemberian resep dokter, karena dikhawatirkan kesalahan pemberian obat dapat menimbulkan munculnya jenis virus baru yang lebih ganas dan kebal terhadap obat ini. Jenis obat yang kedua adalah Neurimidase (NA) inhibitor, jenis seperti Zanamivir dan Oseltamivir, dengan protein NA-nya yang berfungsi melepaskan virus yang bereplikasi di dalam sel, sehingga virus tidak dapat keluar dari dalam sel. Virus ini nantinya akan menempel di permukaan sel saja dan tidak akan pindah ke sel yang lain. Jenis obat yang kedua ini tidak menimbulkan resisten pada tubuh virus seperti jenis pada ion channel blocker.

Hingga sekarang peneliti telah berusaha keras untuk menciptakan jenis vaksin yang dapat mengantisipasi pandemik virus H5N1, namun karena virus ini selalu bermutasi maka dirasa penciptaan vaksin yang efektif tidak dapat cukup kuat melawan jenis virus H5N1 yang sekarang walaupun dirasa dapat efektif untuk mengantisipasi jenis baru yang akan muncul.

Walaupun penelitian vaksin jenis baru sedang digalakkan, WHO mengatakan bahwa percobaan klinis virus jenis pertama haruslah tetap dilakukan sebagai langkah yang esensial untuk mengatasi pandemik yang mungkin akan terjadi. ( WHO. (2002)). Walaupun begitu, alangkah lebih baik jika masyarakat melakukan pencegahan dan melakukan beberapa tindakan yang benar untuk mengantisipasi serangan flu burung. Tak perlu panik dan berlebih, hanya perlu untuk memperhatikan beberapa hal berikut : Gunakan pelindung (Masker, kacamata renang, sarung tangan) setiap berhubungan dnegan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas, Setiap hal yang berasal dari saluran cerna unggas seperti sekresi harus ditanam/dibakar supaya tidak menular kepada lingkungan sekitar. Cuci Kandang dan alat yang digunakan tidak dalam boleh peternakan dikeluarkan dari dengan lokasi desinfektan peternakan.

Sekresi

unggas

Menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri. Yang paling penting adalah : Menjauhkan unggas dari pemukiman manusia untuk mengurangi kontak penyebaran virus Segera memusnahkan unggas yang mati mendadak dan unggas yang jatuh sakit utnuk memutus
Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

14 rantai penularan flu burung, dan jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya.

Laporkan kejadian flu burung ke Pos Komando Pengendalian Flu Burung di nomor 021-4257125 atau dinas peternakan-perikanan dan dinas kesehatan daerah tempat tinggal anda. Kompas.com dan Detik.com (Tjandra Yoga Aditama, Bagian Pulmonologi & Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan Jakarta)

* Pencegahan penyakit flu burung Tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan adalah: 1. Menjaga kebersihan diri sendiri antara lain mandi dan sering cuci tangan dengan sabun, terutama yang sering bersentuhan dengan unggas. 2. Membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal kita. 3. Menggunakan Alat Pelindung Diri (masker, sepatu, kaca mata dan topi serta sarung tangan) bagi yang biasa kontak dengan unggas. 4. Melepaskan sepatu, sandal atau alas kaki lainnya di luar rumah. 5. Bersihkan alat pelindung diri dengan de terjen dan air hangat, sedangkan benda yang tidak bisa kita bersihkan dengan baik dapat dimusnahkan. 6. Memilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala flu burung) hindari membeli unggas dari daerah yang diduga tertular flu burung. 7. Memilih daging unggas yang baik yaitu segar, kenyal (bila ditekan daging akan kembali seperti semula), bersih tidak berlendir, berbau dan bebas faeces dan kotoran unggas lainnya serta jauh dari lalat dan serangga lainnya. 8. Sebelum menyimpan telur unggas dicuci lebih dulu agar bebas dari faeces dan kotoran unggas lainnya. 9. Memasak daging dan telur unggas hingga 70 0C sedikitnya selama 1 menit. Sejauh ini bukti ilmiah yang ada mengatakan aman mengkonsumsi unggas dan produknya asal telah dimasak dengan baik. 10. Pola hidup sehat secara umum dapat mencegah flu seperti istirahat cukup untuk menjaga daya tahan tubuh ditambah dengan makan dengan gizi seimbang serta olah raga teratur dan jangan lupa komsumsi vitamin C. 11. Hindari kontak langsung dengan unggas yang kemungkinan terinfeksi flu burung, dan laporkan pada petugas yang berwenang bila melihat gejala klinis flu burung pada hewan piaraan. 12. Tutup hidung dan mulut bila terkena flu agar tidak menyebarkan virus.

13. Pasien influenza dianjurkan banyak istirahat, banyak minum dan makan makanan bergizi. 14. Membawa hewan ke dokter hewan atau klinik hewan untuk memberikan imunisasi.
Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

15 15. Sering mencuci sangkar atau kurungan burung dengan desinfektan dan menjemurnya dibawah sinar matahari, karena sinar ultra violet dapat mematikan virus flu burung ini.

16. Apabila anda mengunjungi pasien flu burung, ikuti petunjuk dari petugas rumah sakit untuk menggunakan pakaian pelindung (jas lab) masker, sarung tangan dan pelindung mata. Pada waktu meninggalkan ruangan pasien harus melepaskan semua alat pelindung diri dan mencuci tangan dengan sabun. 17. Bila ada unggas yang mati mendadak dengan tanda tanda seperti flu burung harus dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikubur sedalam 1 meter. ( Radji, M. 2006. Avian Influenza A (H5N1))

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

16

BAB III KESIMPULAN


5.1 Kesimpulan Dari uraian diatas penulis mengambil kesimpulan yaitu : Pengertian penyuluhan peternakan dan pertanian adalah proses pendidikan dengan sistem pendidikan nonformal untuk mengubah perilaku orang dewasa agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih baik, sehingga sasaran dapat memilih dan mengambil keputusan dari berbagai alternatif pengetahuan yang ada untuk menyelesaikan permasalahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya. Konsep-konsep penting terkait dengan penyuluhan adalah: proses pendidikan (dengan sistem pendidikan nonformal dan pendidikan orang dewasa), proses perubahan (menuju perilaku yang lebih baik, sesuai yang diinginkan), dan proses pemberdayaan (memiliki pengetahuan dan kemampuan baru). penyuluh harus wajib memenuhi dibawah ini yaitu : Menekan sifat ego defensif Mengurangi sikap value expresif Mengembangkan sikap utilitarian Keberhasilan penyuluhan pertanian ditentukan pula oleh profesionalitas penyuluh, yang memiliki tugas utama sebagai pembimbing, pendorong, motivator, komunikator, dan lain-lain.

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat

17

DAFTAR PUSTAKA
- Materi pembelajaran penyuluhan peternakan, Jurusan peternan, Fakultas pertanian, Universitas Bengkulu 2013. - Devito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antarmanusia. Professional Books. Jakarta. - Mulyana, Deddy M. 2003. Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung

Tugas penyuluhan peternakan ( Senopka Wiraguna E1C011062 ) MK. Penyuluhan Peternakan Penyuluhan sangat penting di masyarakat