Anda di halaman 1dari 41

BAB I PENDAHULUAN Kelenjar prostate adalah suatu kelenjar fibro muscular yang melingkar Bledder neck dan bagian

proksimal uretra. Berat kelenjar prostat pada orang dewasa kira-kira 20 gram dengan ukuran rata-rata : panjang 3 ! cm lebar ! ! cm tebal 2 " cm. #ecara embriologis terdiri dari $ lobus yaitu lobus medius % buah lobus anterior % buah lobus posterior % buah lobus lateral 2 buah. #elama perkembangannya lobus medius lobus anterior dan lobus posterior akan menjadi satu disebut lobus medius. &ada penampang lobus medius kadang-kadang tidak tampak karena terlalu kecil dan lobus ini tampak homogen berwarna abu-abu dengan kista kecil berisi cairan seperti susu kista ini disebut kelenjar prostat. Kelenjar &rostat merupakan organ urogenital pria yang sering berkembang menjadi tumor jinak ataupun tumor ganas. Kelenjar prostat terletak disebelah inferior 'esika urinaria dan membungkus uretra pars posterior. Kelenjar prostat dapat mengalami pembesaran bila kelenjar prostat mengalami pembesaran maka akan menyumbat uretra pars prostatika dan menyebabkan terhambatnya aliran urin untuk keluar dari 'esika urinaria. Kelenjar prostat berbentuk seperti buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram. (c)eal *%+,"- membagi kelenjar prostat menjadi beberapa .ona yaitu : *%-. /ona perifer merupakan ,0 0 bagian dari kelenjar prostat dewasa *2-. /ona sentral merupakan 2$ 0 bagian dari kelenjar rostat dewasa *3-. /ona transisional *!-. /ona fibromuskuler anterior dan *$-. /ona periuretra. #ebagian besar hiperplasia prostat berasal dari .ona transisional "0 1 ,0 0 pertumbuhan karsinoma prostat *2a&berasal dari .ona perifer %0 1 20 0 berasal dari .ona transisional dan $ 1 %0 0 dari .ona sentral *(c)eal et al %+33-.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Embriologi &rostat berkembang sebagai multipel padat yang tumbuh dari epitelhium uretra atas dan bawah dari pintu masuk saluran duktus mesonephric. Bagian yang simpel dari tubulus ini mulai berkembang dari menjadi $ bagian pada saat terakhir minggu ke %% dan selesai pada minggu ke %". (ereka bercabang-cabang hingga berakhir dengan suatu sistem pembuangan kompleks yang terdiri dari differensiansi sel mesenchymal disekitar segmen dari sinus urogenital. #el mesenchymal ini mulai berkembang lagi disekitar tubulus mulai dari %" minggu dan menjadi lebih ke perifer untuk membentuk kapsul prostatik. &ada umur 22 minggu sel stroma muskular berkembang secara bertahap dan proses ini berlanjut terus meningkat hingga kelahiran. 4ari $ bagian kumpulan sel-sel epitel terbentuk $ lobus5 anterior posterior median dan 2 lobus lateral. 6walnya lobus-lobus ini terpisah satu sama lain namun nanti mereka akan bertemu tanpa ada septum pembatas diantara mereka. 7ubulus dari masing-masing lobus tidak berikatan dengan yang lainnya tapi berdampingan satu sama lain. 7ubulus lobus anterior mulai berkembang secara simultan dibandingkan dengan lobus yang lain. (eskipun di tahap awal tubulus lobus anterior besar dan menunjukkan banyak percabangan nantinya banyak dari percabangan itu akan menghilang. (ereka berlanjut untuk mengecil jadi pada saat kelahiran mereka menunjukkan tidak mempunyai lumen dan terlihat sebagai epitelial embrionik solid yang kecil. 4engan kontras tubulus dari lobus posterior terdapat beberapa yang berkembang jadi besar dengan percabangan yang ekstensi'e. 7ubulus-tubulus ini sebagaimana mereka tumbuh lobus posterior berekstensi berkembang ke lobus median dan lobus lateral dan membentuk bagian posterior dari kelenjar prostat yang dapat dirasakan melalui rektal. 8ungsi reproduksi prostat menjadi aktif saat pubertas di mana sekresi prostat memberikan kontribusi mayoritas dengan 'olume ejakulasi mengandung spermato.oa. Kelenjar prostat umumnya diinformasikan sebagai awal perkembangan

pertumbuhan dewasa pembesarannya bisa menyebabkan hyperplasia nodular jinak dan berpengaruh terhadap kesehatan pria bahkan bisa menyebabkan kanker prostat. Kanker prostat merupakan tumor ganas kedua yang paling banyak pada pria barat dan paling sering mengenai prostat .ona perifer. 7ahapan pembentukan prostat : a. 7estosteron janin merangsang mesenkim sinus urogenital melalui reseptor androgen b. (esenkim sinus urogenital beraksi pada epitel diatasnya untuk merangsang proliferasi sel c. 9pitel sinus urogenital kemudian membentuk sumber duktus prostat tunas *bakal- epitel prostat. d. 7unas prostat kemudian tumbuh menjadi mesenkim sinus urogenital$ 2.2.Anatomi 2.2.1. Lokasi dan D skri!si &rostat merupakan organ kelenjar fibromuskular yang mengelilingi urethra pars prostatica. &rostat mempunyai panjang kurang lebih 3 cm dan terletak di antara collum 'esicae di atas dan diaphragm urogenitale di bawah. &rostat dikelilingi oleh capsula fibrosa. 4i luar capsula terdapat selubung fibrosa yang merupakan bagian lapisan 'isceral fascia pel'is. &rostat yang berbentuk kerucut mempunyai basis prostatae yang terletak di superior dan berhadapan dengan collum 'esicae dan ape: prostatae yang terletak di inferior dan berhadapan dengan diaphragm urogenitale. Kedua ductus ejaculatorius menembus bagian atas facies posterior prostatae untuk bermuara ke urethra pars prostatica pada pinggir lateral utriculus prostaticus.

;ubungan: Ke superior : Basis prostatae berhubungan dengan collum 'esicae. <tot polos prostate terus melanjut tanpa terputus dengan otot polos collum 'esicae. =rethra masuk pada bagian tengah basis prostatae Ke inferior : 6pe: prostatae terletak pada fascies superior diaphragm urogenitale. =rethra meninggalkan prostate tepat di atas ape: pada fascies anterior Ke anterior : 8acies anterior prostatae berbatasan dengan symphysis pubica dipisahkan oleh lemak ekstraperitoneal yang terdapat di dalam spatium retropubicum *ca'um ret.ius-. #elubung fibrosa prostate dihubungkan dengan aspek posterior os pubis oleh ligament puboprostatica. >igamenta ini terletak di samping kanan dan kiri linea mediana dan merupakan penebalam fascia pel'is Ke posterior: 8acies posterior prostatae berhubungan erat dengan facies anterior ampulla recti dan dipisahkan dari rectum oleh septum retro'esicale *fascia 4enon'illier-. #eptum ini dibentuk pada masa janin oleh fusi dinding ujung bawah e:ca'ation retro'esicalis peritonealis yang semula meluas ke bawah sampai ke corpus perineale. Ke lateral : fascies lateralis prostatae difiksasi oleh serabut anterior musculus

le'ator ani pada saat serabut ini berjalan ke posterior dari pubis.

1. Pros s "iltrasi #di glom r$l$s 7erjadi penyerapan darah yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. 2airan yang tersaring ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa air sodium klorida sulfat bikarbonat dll diteruskan ke tubulus ginjal. cairan yang di saring disebut filtratsi gromerulus. 2. Pros s % absorbsi &ada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa sodium klorida fospat dan beberapa ion bikarbonat. &rosesnya terjadi secara pasif *obligator reabsorbsi- di tubulus pro:imal. sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. &enyerapan terjadi secara aktif *reabsorbsi fakultatif- dan sisanya dialirkan pada papilla renalis.

&. Pros s s kr si #isa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar. Ur t r

7erdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dari hilum ginjal hingga ke 'esika urinaria . &anjangnya 20-30 cm dengan penampang 0 $ cm. =reter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pel'is. ' si(a Urinaria ?esica urinaria merupakan organ otot berongga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan urin. Kandung kemih orang dewasa biasanya memiliki kapasitas !00-$00 ml. #phincter internal atau leher kandung kemih dibentuk oleh penebalan serat otot detrusor dan memotong bagian otot polos distal uretra. >etaknya di belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. ?esika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.

Ur tra (erupakan saluran sempit yang berpangkal pada 'esica urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar. &ada laki-laki panjangnya kira-kira %3 ,-%" 2 cm terdiri dari: %. =rethra pars &rostatica 2. =rethra pars membranosa * terdapat spinchter urethra e:terna3. =rethra pars spongiosa.

=rethra pada wanita panjangnya kira-kira 3 ,-" 2 cm *7aylor- 3-$ cm *>ewis-. #phincter urethra terletak di sebelah atas 'agina *antara clitoris dan 'agina-. 2.2.2. Str$kt$r Prostat Kelenjar prostat yang jumlahnya banyak tertanam di dalam campuran otot polos dan jaringan ikat dan ductusnya bermuara ke urethra pars prostatica.

&rostat secara tidak sempuran terbagi menjadi lima lobus. >obus anterior terletak di depan urethra dan tidak mempunyai jaringan kelenjar. >obus medius atau lobus medianus adalah kelenjar berbentuk baji yang terletak di antara urethra dan ductus ejaculatorius. &ermukaan atas lobus medius berhubungan dengan trigonum 'esicae bagian ini mengandung banyak kelenjar. >obus posterior terletak di belakang urethra dan di bawah ductus ejaculatorius juga mengandung kelenjar. >obi prostatae de:ter dan sinister terletak di samping urethra dan dipisahkan satu dengan yang lain oleh alur 'ertical dangkal yang terdapat pada fascies posterior prostatae. >obi laterals mengandung banyak kelenjar.

2.2.&. "$ngsi Prostat 8ungsi prostat adalah menghasilkan cairan tipis seperti susu yang mengandung asam sitrat dan fosfatase asam. 2airan ini ditambahkan pada semen pada waktu ejakulasi. Bila otot polos pada capsula dan stroma berkontraksi secret yang berasal dari banyak kelenjar diperas masuk ke urethra pars prostatica. #ekret prostat bersifat alkalis dan membantu menetralkan suasana asam di dalam 'agina. 2.2.). P rdara*an 6rteriae

2abang arteria 'esicalis inferior dan arteria rectalis media. ?ena ?ena membentuk ple:us 'enosus prostaticus yang terletak di antara capsula prostatica dan selubung fibrosa. &le:us 'enosus prostaticus menampung darah dari 'ena dorsalis profunda penis dan sejumlah 'enae 'esicales selanjutnya bermuara ke 'ena iliaca interna. 6liran >imfe &embuluh limf dari prostate mengalirkan cairan limf ke nodi iliaci interni. &ersarafan &ersarafan prostat berasal dari ple:us hypogastricus inferior. #araf simpatis merangsang otot polos prostat saat ejakulasi. 2.&. Histologi (enurut konsep terbaru kelenjar prostat merupakan suatu organ campuran yang terdiri atas berbagai unsure glandular dan non glandular. #etiap .ona glandular memiliki fitur arsitektur dan stroma yang spesifik. 7elah ditemukan lima daerah@.ona tertentu yang berbeda secara histology maupun biologi yaitu :

a. /ona 6nterior #esuai dengan lobus anterior tidak punya kelenjar terdiri atas stroma

fibromuskular. /ona ini meliputi sepertiga kelenjar prostat. b. /ona &erifer #esuai dengan lobus lateral dan posterior meliputi ,00 massa kelenjar prostat. /ona ini rentan terhadap inflamasi dan merupakan tempat asal karsinoma prostat terbanyak.

c. /ona #entralis >okasi terletak antara kedua duktus ejakulotarius sesuai dengan lobus tengah meliputi 2$0 massa glandular prostat. /ona ini resisten terhadap inflamasi. /ona pusat relati'e tahan terhadap kanker dan penyakit lainnya.

d. /ona transisional /ona ini bersama-sama dengan kelenjar periuretra disebut juga sebagai kelenjar preprostatik. (erupakan bagian terkecil dari prostat yaitu kurang lebih $0 tetapi dapat melebar bersama jaringan stroma fibromuskular anterior menjadi benign prostat hyperplasia *B&;-

e. Kelenjar-kelenjar &eriuretra Bagian ini terdiri dari duktus-duktus kecil dan susunan sel-sel asinar abortif tersebar sepanjang segmen uretra proksimal 4alam semua .ona baik saluran dan asinus dipisahkan oleh epitel sekresi. 4alam setiap .ona terdapat lapisan sel basal di bawah lapisan sekretori serta diselingi sel-sel endokrin-parakrin. 2.). D +inisi Kelenjar prostat adalah salah satu organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior

buli-buli dan membungkus uretra posterior. Bila mengalami pembesaran organ ini membuntu uretra pars prostatica dan menyebabkan terhambatnya aliran urine keluar dari 'esika urinaria. B&; terutama terjadi di .ona transisi kelenjar prostat. 2.,. E!id miologi dan Insid n B&; *Benign &rostate ;yperplasia- adalah tumor jinak yang biasa terjadi pada pria dan insidennya bergantung pada usia. &re'alensi yang berasal dari sediaan histologi pada autopsy menunjukkan peningkatan sekitar 200 pada pria yang berusia !%-$0 tahun peningkatan $00 pada pria usia $%-"0 tahun dan lebih dari +00 pada pria diatas 30 tahun *Berry dkk %+3!-. (eskipun bukti ilmiah dari penyakit umumnya sedikit yang terjadi gejala dari obstruksi prostat juga bergantung pada usia. &ada usia $$ tahun sekitar 2$0 dari pria dilaporkan mengalami gejala obstruksi berkemih. &ada usia ,$ tahun $00 dari pria mengeluhkan penurunan kemampuan dan tenaga dari aliran kemih mereka. 8aktor risiko dari perkembangan B&; sangatlah susah untuk dimengerti. Beberapa penelitian telah mengemukakan predisposisi genetic dan beberapa menggarisbawahi tentang perbedaan ras. #ekitar $00 dari pria dibawah usia "0 tahun telah menjalani operasi B&; yang memiliki riwayat keturunan dari penyakit tersebut. Bentuk yang paling banyak dijumpai adalah sifat dominan autosomal dan saudara kandung lakilaki pasien tersebut membawa peningkatan risiko relati'e sekitar ! kali lipat *#anda dkk %++!-. 2.- Etiologi 9tiologi dari B&; tidaklah sangat dimengerti secara menyeluruh akan tetapi etiologinya menyangkut banyak faktor dan kontrol sistem endokrin. &rostat tersusun dari bagian stroma dan elemen epitel dan masing-masing baik sendiri atau kombinasi dapat memberi peningkatan kepada nodul hiperplaastik dan gejala yang berhubungan dengan B&;. (asing-masing elemen mungkin ditargetkan dalam skema penatalaksanaan medis. &enelitian secara medis dan laboratorium telah mengidentifikasi 2 faktor yang

berkaitan untuk perkembangan dari B&;: dihydrotestosterone *4;7- dan penuaan *(c2onnell %++$-. &enelitian terhadap anjing yang telah menunjukkan bahwa dengan penuaan prostat menjadi lebih sensitif kepada androgen. Kepentingannya adalah bahwa pertumbuhan prostat pada anjing yang mengalami penuaan lebih terkait dengan penurunan kematian sel daripada peningkatan proliferasi sel. &enelitian laboratorium telah mengemukakan beberapa teori didalam pembahasan ini meliputi *%- interaksi epitel-stroma *sel stroma mungkin mengatur pertumbuhan dari sel epitel atau antara sel stroma melalui mekanisme parakrin atau autokrin oleh yang mensekresi factor pertumbuhan seperti factor pertumbuhan fibroblast atau pengubah factor pertumbuhan-beta-5 *2- penuaan dapat mengakibatkan stem sel mengalami penghambatan proses pematangan yang melindungi mereka dari kematian sel yang terencana *apoptosis- *2unha dkk %+33-5 *7enniswood %+3"-. 4ampak dari penuaan pada penelitian binatang tampaknya dihubungkan melalui sinergi estrogen. &ada anjing estrogen telah terbukti dapat menginduksi reseptor androgen mengubah metabolisme steroid yang mengakibatkan peningkatan yang lebih tinggi dari 4;7 dalam prostat menghambat kematian sel jika diberikan dengan androgen dan menstimulasi produksi kolagen stroma *Berry and Asaacs %+3!5 Berry dkk %+3"5 Barrack and Berry %+3,-. &enelitian obser'asi dan klinis pada pria telah jelas menunjukkan bahwa B&; berada di bawah kontrol endokrin. ;asil pengebirian dalam regresi didirikan B&; dan perbaikan gejala berkemih. 6dministrasi dari analog luteini.ing hormone-releasing hormone *>;B;- pada pria dapat menyusut re'ersibel didirikan B&; menghasilkan perbaikan obyektif dalam laju aliran dan perbaikan subyektif dalam gejala *&eters dan Calsh %+3,-. &emeriksaan tambahan telah menunjukkan korelasi positif antara kadar testosteron bebas dan estrogen dan 'olume B&; *&artin dkk %++%-. 7erakhir mungkin menunjukkan bahwa hubungan antara penuaan dan B&; mungkin timbul dari tingkat estrogen yang meningkat pada penuaan yang menyebabkan induksi reseptor androgen yang sedemikian peka terhadap prostat untuk testosteron bebas. )amun tidak ada penelitian sampai saat ini yang sudah mampu menunjukkan kadar reseptor estrogen meningkat pada B&; di manusia. 2.. Patologi #ebagaimana dibahas di atas B&; berkembang di .ona transisi *(c)eal %+,3-. Ani

benar-benar sebuah proses hiperplastik akibat peningkatan jumlah sel. 9'aluasi mikroskopis mengungkapkan pola pertumbuhan nodular yang terdiri dari berbagai jumlah stroma dan epitel. #troma terdiri dari berbagai kolagen dan otot polos. Bepresentasi diferensial dari komponen histologis B&; menjelaskan sebagian potensi tanggap terhadap terapi medis. #ehingga terapi alpha-blocker dapat mengakibatkan respon yang sangat baik pada pasien dengan B&; yang memiliki komponen penting dari otot polos sementara mereka dengan B&; sebagian besar terdiri dari epitel mungkin merespon lebih baik untuk $D-reduktase inhibitor. &asien dengan komponen signifikan kolagen dalam stroma mungkin tidak merespon baik dalam bentuk terapi medis. #ayangnya salah satu tidak bisa dipercaya memprediksi respon terhadap terapi tertentu. B&; nodul di .ona transisi membesar mereka menekan .ona luar prostat

mengakibatkan pembentukan kapsul bedah. Batas ini memisahkan .ona transisi dari .ona perifer dan berfungsi sebagai pembelahan untuk enukleasi terbuka prostat selama prostatektomi sederhana terbuka yang dilakukan untuk B&;. 2./ Pato+isiologi #eseorang dapat berhubungan dengan gejala B&; baik untuk komponen obstruktif prostat atau respon sekunder kandung kemih ke resistensi jalan keluar urin. Komponen obstruktif dapat dibagi lagi menjadi mekanik dan obstruksi dinamis. #eperti pada pembesaran prostat obstruksi mekanik dapat mengakibatkan intrusi ke dalam lumen uretra atau leher kandung kemih yang mengarah ke kandung kemih resistensi jalan keluar urin. #ebelum klasifikasi .onal prostat urolog sering membagi menjadi E3 lobusE prostat yaitu median dan dua lobus lateral. #ebuah penelitian autopsi B&; dari tahun %+30 diklasifikasikan perubahan B&; ke dalam $ kategori: *%- pembesaran median lobus terisolasi *300- *2- pembesaran lobus lateralis terisolasi *%$0- *3- pembesaran lobus lateral dan median *trilobular- *230- *!komisura posterior *bibir posterior 'esikalis atau peningkatan leher kandung kemihhiperplasia *%$0- *$- hyperplasia komisura lateral dan posterior *%,0- *Bandall %+3%-. =kuran prostat pada pemeriksaan colok dubur *4B9- berkorelasi buruk dengan gejala sebagian karena lobus median dan komisura posterior tidak mudah teraba.

Komponen dinamis obstruksi prostat menjelaskan sifat gejala yang dialami oleh pasien. #troma prostat terdiri dari otot polos dan kolagen yang kaya akan pasokan saraf adrenergik. 7ingkat stimulasi otonom menetapkan sifat untuk uretra prostat. &enggunaan terapi alpha blocker menurunkan sifat uretra prostat yang mengakibatkan penurunan resistensi jalan keluar urin. Keluhan iritasi saat berkemih pada B&; hasil dari respon sekunder kandung kemih terhadap peningkatan resistensi jalan keluar urin. <bstruksi kandung kemih menyebabkan hipertrofi dan hiperplasia otot detrusor serta deposisi kolagen. (eskipun yang terakhir ini paling mungkin bertanggung jawab untuk penurunan dalam kandung kemih ketidakstabilan detrusor juga sebagai faktor. pada pemeriksaan inspeksi penebalan otot detrusor dianggap sebagai trabekulasi pada pemeriksaan sitoskopis. Fika dibiarkan herniasi mukosa antara gabungan otot detrusor akan terjadi kemudian menyebabkan pembentukan di'ertikula *disebut di'erticula palsu yang terdiri dari mukosa dan serosa-. 2.0. 1ambaran Klinis 2.0.1 1 2ala Gejala hiperplasia prostat menurut Boyarsky dkk pada tahun %+,, dibagi atas gejala obstruktif dan gejala iritatif. Gejala obstruktif disebabkan oleh karena penyempitan uretara pars prostatika karena didesak oleh prostat yang membesar dan kegagalan otot detrusor untuk berkontraksi cukup kuat dan atau cukup lama saehingga kontraksi terputus-putus. Gejalanya adalah : %. 2. 3. !. ;arus menunggu pada permulaan miksi *Hesistency&ancaran miksi yang lemah *Poor stream(iksi terputus *Intermittency(enetes pada akhir miksi *Terminal dribbling-

$.

Basa belum puas sehabis miksi *Sensation of incomplete bladder emptying-.

(anifestasi klinis berupa obstruksi pada penderita hipeplasia prostat masih tergantung tiga faktor yaitu : %. ?olume kelenjar periuretral 2. 9lastisitas leher 'esika otot polos prostat dan kapsul prostat 3. Kekuatan kontraksi otot detrusor 7idak semua prostat yang membesar akan menimbulkan gejala obstruksi sehingga meskipun 'olume kelenjar periuretal sudah membesar dan elastisitas leher 'esika otot polos prostat dan kapsul prostat menurun tetapi apabila masih dikompensasi dengan kenaikan daya kontraksi otot detrusor maka gejala obstruksi belum dirasakan. &emeriksaan derajat beratnya obstruksi prostat dapat diperkirakan dengan cara mengukur : a. Besidual urine yaitu jumlah sisa urin setelah penderita miksi spontan. #isa urin

ini dapat dihitung dengan pengukuran langsung yaitu dengan cara melakukan kateterisasi setelah miksi spontan atau ditentukan dengan pemeriksaan ultrasonografi setelah miksi dapat pula dilakukan dengan membuat foto post 'oiding pada waktu membuat A?&. &ada orang normal sisa urin biasanya kosong sedang pada retensi urin total sisa urin dapat melebihi kapasitas normal 'esika. #isa urin lebih dari %00 cc biasanya dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan inter'ensi pada penderita prostat hipertrofi. b. &ancaran urin atau flow rate dapat dihitung secara sederhana yaitu dengan

menghitung jumlah urin dibagi dengan lamanya miksi berlangsung *ml@detik- atau dengan alat uroflowmetri yang menyajikan gambaran grafik pancaran urin. =ntuk dapat melakukan pemeriksaan uroflow dengan baik diperlukan jumlah urin minimal di dalam 'esika %2$ sampai %$0 ml. 6ngka normal untuk flow rata-rata *a'erage flow rate- %0 sampai %2 ml@detik dan flow maksimal sampai sekitar 20 ml@detik. &ada obstruksi ringan flow rate dapat menurun sampai a'erage flow antara "-3 ml@detik sedang maksimal flow menjadi %$ mm@detik atau kurang. 4engan pengukuran flow

rate tidak dapat dibedakan antara kelemahan detrusor dengan obstruksi infra'esikal. <bstruksi uretra menyebabkan bendungan saluran kemih sehingga mengganggu faal ginjal karena hidronefrosis menyebabkan infeksi dan urolithiasis. 7indakan untuk menentukan diagnosis penyebab obstruksi maupun menentukan kemungkinan penyulit harus dilakukan secara teratur. Gejala iritatif disebabkan oleh karena pengosongan 'esica urinaris yang tidak sempurna pada saat miksi atau disebabkan oleh karena hipersensitifitas otot detrusor karena pembesaran prostat menyebabkan rangsangan pada 'esica sehingga 'esica sering berkontraksi meskipun belum penuh. gejalanya ialah : %.Bertambahnya frekuensi miksi *Frequency2.)okturia 3.(iksi sulit ditahan *Urgency!.4isuria *)yeri pada waktu miksi- *&@=AGejala-gejala tersebut diatas sering disebut sindroma prostatismus. #ecara klinis derajat berat gejala prostatismus itu dibagi menjadi : Grade A : Gejala prostatismus H sisa kencing I $0 ml

Grade AA : Gejala prostatismus H sisa kencing J $0 ml Grade AAA : Betensi urin dengan sudah ada gangguan saluran kemih bagian atas H sisa urin J %$0 ml. 4erajat berat gejala klinik prostat hiperplasia ini dipakai untuk menentukan derajat berat keluhan subyektif yang ternyata tidak selalu sesuai dengan besarnya 'olume prostat. Gejala iritatif yang sering dijumpai ialah bertambahnya frekuensi miksi yang biasanya lebih dirasakan pada malam hari. #ering miksi pada malam hari disebut nocturia hal ini disebabkan oleh menurunnya hambatan kortikal selama tidur dan juga menurunnya tonus spingter dan uretra. #imptom obstruksi biasanya lebih disebabkan oleh karena prostat dengan 'olume besar. 6pabila 'esica menjadi dekompensasi maka

akan terjadi retensi urin sehingga pada akhir miksi masih ditemukan sisa urin didalam 'esica hal ini menyebabkan rasa tidak bebas pada akhir miksi. Fika keadaan ini berlanjut pada suatu saat akan terjadi kemacetan total sehingga penderita tidak mampu lagi miksi. <leh karena produksi urin akan terus terjadi maka pada suatu saat 'esica tidak mampu lagi menampung urin sehingga tekanan intra'esica akan naik terus dan apabila tekanan 'esica menjadi lebih tinggi daripada tekanan spingter akan terjadi inkontinensia paradoks *over flow incontinence-. Betensi kronik dapat menyebabkan terjadinya refluk 'esico uretra dan meyebabkan dilatasi ureter dan sistem pel'iokalises ginjal dan akibat tekanan intra'esical yang diteruskam ke ureter dari ginjal maka ginjal akan rusak dan terjadi gagal ginjal. &roses kerusakan ginjal dapat dipercepat bila ada infeksi. 4isamping kerusakan tractus urinarius bagian atas akibat dari obstruksi kronik penderita harus selalu mengedan pada waktu miksi maka tekanan intra abdomen dapat menjadi meningkat dan lama kelamaan akan menyebabkan terjadinya hernia hemoroid. <leh karena selalu terdapat sisa urin dalam 'esica maka dapat terbentuk batu endapan didalam 'esica dan batu ini dapat menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuri. 4isamping pembentukan batu retensi kronik dapat pula menyebabkan terjadinya infeksi sehingga terjadi systitis dan apabila terjadi refluk dapat terjadi juga pielonefritis. &ada 7abel % derajat berat gejala klinik dibagi menjadi ! gradasi berdasarkan penemuan pada colok dubur dan sisa 'olume urin. 4alam praktek pembagian besar prostat derajat A-A? digunakan untuk menentukan cara penanganan. Tabel 1. Derajat Berat BPH Berdasarkan Gambaran Klinik 2olok dubur &enonjolan prostat batas atas mudah diraba &enonjolan prostat jelas batas atas dapat dicapai Batas atas prostat tidak dapat diraba #isa ?olume =rin I $0 ml $0-%00 ml J %00 ml Betensi urin total

A AA AAA A?

#eperti dibahas di atas gejala B&; dapat dibagi menjadi keluhan obstruktif dan iritasi. Gejala obstruktif meliputi keraguan penurunan kekuatan dan kemampuan

aliran urin sensasi pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap double 'oiding *berkemih kedua kalinya dalam waktu 2 jam dari berkemih sebelumnya- berusaha untuk kencing dan post-'oid dribbling. Gejala iritasi termasuk urgensi frekuensi dan nokturia. Kuesioner self-administered dikembangkan oleh the 6merican =rological 6ssociation *6=6- adalah 'alid dan dapat diandalkan dalam mengidentifikasi kebutuhan untuk mengobati pasien dan memantau respon mereka terhadap terapi *Barry dkk %++2-. Gejala dari skor kuesioner 6=6 adalah mungkin satu-satunya alat yang paling penting yang digunakan dalam e'aluasi pasien dengan B&; dan direkomendasikan untuk semua pasien sebelum memulai terapi. 6ssesment ini berfokus pada , item yang meminta pasien untuk mengukur tingkat keparahan obstruktif atau keluhan iritasi pada skala 0-$. 4engan demikian skor dapat berkisar 0-3$. #ebuah skor gejala 0-, dianggap ringan 3-%+ dianggap sedang dan 20-3$ dianggap berat. 4istribusi relatif skor untuk pasien B&; dan subyek kontrol masing-masing 200 dan 330 pada mereka dengan skor ringan $,0 dan %$0 pada mereka dengan skor sedang dan 230 dan 20 pada mereka dengan skor yang berat *(c2onnell dkk %++!-. #ebuah sejarah terperinci berfokus pada saluran kemih termasuk kemungkinan penyebab lain dari gejala yang mungkin tidak menghasilkan dari prostat seperti infeksi saluran kencing kandung kemih neurogenik striktur uretra atau kanker prostat. 2.0.2 Tanda %. &emeriksaan fisik

&emeriksaan colok dubur atau 4igital Bectal 9amination *4B9- sangat penting. &emeriksaan colok dubur dapat memberikan gambaran tentang keadaan tonus spingter ani reflek bulbo ca'ernosus mukosa rektum adanya kelainan lain seperti benjolan pada di dalam rektum dan tentu saja teraba prostat. &ada perabaan prostat harus diperhatikan : a. Konsistensi prostat *pada hiperplasia prostat konsistensinya kenyal-

b. c. d. e. f.

6dakah asimetris 6dakah nodul pada prostate 6pakah batas atas dapat diraba #ulcus medianus prostate 6dakah krepitasi

2olok dubur pada hiperplasia prostat menunjukkan konsistensi prostat kenyal seperti meraba ujung hidung lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul. #edangkan pada carcinoma prostat konsistensi prostat keras dan atau teraba nodul dan diantara lobus prostat tidak simetris. #edangkan pada batu prostat akan teraba krepitasi. &emeriksaan Bectal 7ouche *2olok 4ubur&ada pemeriksaan ini kita dapat memilih posisi pasien sbb: a. >eft lateral prone position letak miring memudahkan pemeriksaan inspeksi dan palpasi anal kanal dan rektum. 7etapi posisi ini kurang sesuai untuk pemeriksaan peritoneum. b. >itothomy position posisi litotomi biasanya dilakukan pada pemeriksaan rutin yang tidak memerlukan pemeriksaan anus secara detail. 4ianjurkan dalam pemeriksaan prostate dan 'esika seminalis karena memudahkan akses pada ca'um peritoneal. c. Knee-chest position &osisi ini biasanya tidak@kurang menyenangkan bagi pasien. d. #tanding elbow-knee position &osisi ini jarang digunakan. &emeriksaan fisik apabila sudah terjadi kelainan pada traktus urinaria bagian atas kadang-kadang ginjal dapat teraba dan apabila sudah terjadi pnielonefritis akan disertai sakit pinggang dan nyeri ketok pada pinggang. ?esica urinaria dapat teraba apabila sudah terjadi retensi total daerah inguinal harus mulai diperhatikan untuk mengetahui adanya hernia. Genitalia eksterna harus pula diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan sebab yang lain yang dapat menyebabkan gangguan miksi

seperti batu di fossa na'ikularis atau uretra anterior fibrosis daerah uretra fimosis condiloma di daerah meatus. &ada pemeriksaan abdomen ditemukan kandung kencing yang terisi penuh dan teraba masa kistus di daerah supra simfisis akibat retensio urin dan kadang terdapat nyeri tekan supra simfisis.

2. &emeriksaan laboratorium a. b. 4arah : - =reum dan Kreatinin 9lektrolit Blood urea nitrogen &rostate #pecific 6ntigen *&#6Gula darah =rin :

- Kultur urin H sensitifitas test - =rinalisis dan pemeriksaan mikroskopik #edimen

PE3E%IKSAAN U%INE Glucose Billirubin Keton Berat Fenis p;

Nilai Normal )egatif )egatif )egatif mg@dl % 0%3-% 030 !$130

&rotein =robilinogen )itrit Blood >eukosit S dim n #el epitel >eukosit 9ritrosit #ilinder Kristal dan Bakteri 1. 'ol$m Urin

)egatif mg@dl )egatif 9=@dl )egatif )egatif )egatif

)egatif %-! @>&B 0-% @>&B )egatif

=rinalisis adalah tes yang dilakukan pada sampel urin pasien untuk tujuan diagnosis infeksi saluran kemih batu ginjal skrining dan e'aluasi berbagai jenis penyakit ginjal memantau perkembangan penyakit seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi *hipertensi- dan skrining terhadap status kesehatan umum. #istem ekskresi merupakan sistem pembuangan .at-.at sisa pada makhluk hidup seperti karbon dioksida urea racun dan lainnya.Ginjal merupakan alat pengeluaran sisa metabolisme dalam bentuk urine yang di dalamnya mengandung air amoniak *);3- ureum asam urat dan garam mineral tertentu. &enderita diabetes miletus urinenyaakan mengandung glukosa. &roses eksresi merupakan suatu proses pengeluaran .at-.at sisa yang tidak dipergunakan lagi. /at ini berbentuk cairan contohnya urin keringat dan air. 8ungsi utama organ eksresi adalah menjaga konsentrasi ion *)a H KH 2l- 2aHH dan ;Hmenjaga 'olume cairan tubuh *kandungan air- menjga konsentrasi kandungan osmotik membuang hasil akhir metabolism *urea asam urat- dan mengeluarkan substansi asing atau produk metabolismnya *4ahelmi %++%-. #istem ekskresi membantu memelihara homeostasis dengan tiga cara yaitu

melakukan osmoregulasi mengeluarkan sisa metabolisme dan mengatur konsentrasi sebagian besar penyusun cairan tubuh./at sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran .at makanan yang bermolekul kompleks. /at sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. #isa metabolisme antara lain 2<2 ;20 );# .at warna empedu dan asam urat *Kimball %++%-. #istem urin terdiri dari ginjal ureter kantong kemih dan uretra dengan menghasilkan urin yang membawa serta berbagai produk sisa metabolisme untuk dibuang. Ginjal juga berfungsi dalam pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh dan merupakan tempat pembuangan hormon renin dan eritropitin. Benin ikut berperan dalam pengaturan tekanan darah dan eritropitin berperan dalam merangsang produksi sel darah merah. =rin juga dihasilkan oleh ginjal berjalan melalui ureter ke kantung kemih melalui uretra *FuncKuiera %++,-.=rin merupakan hasil metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui ginjal. 4ari %200 ml darah yang melalui glomeruli per menit akan terbentuk filtrat %20 ml per menit. 8iltrat tersebut akan mengalami reabsorpsi difusi dan ekskresi oleh tubuli ginjal yang akhirnya terbentuk satu mili liter urin per menit. &emeriksaan urin lengkap di laboratorium akan melihat warna urin kepekatannya p; berat jenis sel darah putih sel darah merah sedimen sel epitelial bakteri kristal glukosa protein keton bilirubin darah samar nitrit dan urobilinogen. &ada dasarnya 4iabetes (ellitus disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tidak mencukupi atau tidak efektif sehingga tidak dapat bekerja secara normal. &adahal insulin mempunyai peran utama mengatur kadar glukosa dalam darah yaitu sekitar "- L %20 mg@dl waktu puasa dan di bawah %!0 mg@dl pada dua jam sesudah makan *pada orang normal-. #ejak ditemukan insulin pada tahun %+2% oleh Banting dan Best di 2anada angka kematian dan keguguran ibu-ibu yang hamil semakin berkurang. #ejak penemuan itu penanganan 4iabetes jauh lebih efektif diabnding sebelumnya. 4ewasa ini dengan perawatan yang intensif hampir semua pasien 4iabetes bisa kembali ke kehidupannya yang normal dan produktif *Cilson %+,+-. 8aktor yang mempengaruhi urin adalah: %- jumlah air yang diminum 2- sistem saraf 3- hormon 64; !-banyak garam yang harus dikeluarkan dari darah agar tekanan osmosis tetap $-pada penderita diabetes mellitus pengeluaran glukosa diikuti oleh

kenaikan 'olume urin *7henawijaya %++$-. ?olume urine normal adalah ,$0-2.000 ml@2!hr. &engukuran 'olume ini pada pengambilan acak *random- tidak rele'an. Karena itu pengukuran 'olume harus dilakukan secara berjangka selama 2! jam untuk memperoleh hasil yang akurat. 2. B rat J nis Urin

Berat jenis *yang berbanding lurus dengan osmolalitas urin yang mengukur konsentrasi .at terlarut- mengukur kepadatan air seni serta dipakai untuk menilai kemampuan ginjal untuk memekatkan dan mengencerkan urin. #pesifik gra'itasi antara % 00$ dan % 03$ pada sampel acak harus dianggap wajar jika fungsi ginjal normal. )ilai rujukan untuk urine pagi adalah % 0%$ 1 % 02$ sedangkan dengan pembatasan minum selama %2 jam nilai normal J % 022 dan selama 2! jam bisa mencapai M% 02". 4efek fungsi dini yang tampak pada kerusakan tubulus adalah kehilangan kemampuan untuk memekatkan urine. BF urine yang rendah persisten menunjukkan gangguan fungsi reabsorbsi tubulus. )okturia dengan ekskresi urine malam J $00 ml dan BF kurang dari %.0%3 kadar glukosa sangat tinggi atau mungkin pasien baru-baru ini menerima pewarna radiopaKue kepadatan tinggi secara intra'ena untuk studi radiografi atau larutan dekstran dengan berat molekul rendah. Kurangi 0 00! untuk setiap %0 glukosa untuk menentukan konsentrasi .at terlarut nonglukosa. &. D ra2at K asaman Urin

8iltrat glomerular plasma darah biasanya diasamkan oleh tubulus ginjal dan saluran pengumpul dari p; , ! menjadi sekitar " di final urin. )amun tergantung pada status asam-basa p; kemih dapat berkisar dari ! $ 1 3 0. p; ber'ariasi sepanjang hari dipengaruhi oleh konsumsi makanan5 bersifat basa setelah makan lalu menurun dan menjadi kurang basa menjelang makan berikutnya. =rine pagi hari *bangun tiduradalah yang lebih asam. <bat-obatan tertentu dan penyakit gangguan keseimbangan asam-basa jug adapt mempengaruhi p; urine *library.med.utah.edu-Berikut ini adalah keadaan-keadaan yang dapat mempengaruhi p; urine : p; basa : setelah makan 'egetarian alkalosis sistemik infeksi saluran kemih *&roteus atau &seudomonas menguraikan urea menjadi 2<2 dan

ammonia- terapi alkalinisasi asidosis tubulus ginjal spesimen basi. p; asam : ketosis *diabetes kelaparan penyakit demam pada anakasidosis sistemik *kecuali pada gangguan fungsi tubulus ekskresi );!H- terapi pengasaman. ). Ba$# 4arna dan k 2 rni*an $rin asidosis respiratorik atau metabolic memicu pengasaman urine dan meningkatkan

2airan ekstrasel mengakibatkan perubahan cairan dalam sel dan dengan demikian juga perubahan fungsi sel maka penting untuk fungsi normal sel-sel agar susunan cairan ini relatif konstan. Ginjal yang mempertahankan susunan optimal kimia cairan tubuh. Ginjal adalah suatu organ yang tidak hanya membuang sampah metabolisme tetapi sebenarnya melakukan fungsi homeostatik yang sangat penting. Ginjal juga memiliki kapasitas metabolik yang besar. 6nalisis urin secara fisik meliputi pengamatan warna urin berat jenis cairan urin dan p; serta suhu urin itu sendiri. #edangkan analisis kimiawi dapat meliputi analisis glukosa analisis protein dan analisis pigmen empedu. =ntuk analisis kandungan protein ada banyak sekali metode yang ditawarkan mulai dari metode uji millon sampai kuprisulfa dan sodium basa. Nang terakhir adalah analisis secara mikroskopik sampel urin secara langsung diamati dibawah mikroskop sehingga akan diketahui .at.at apa saja yang terkandung di dalam urin tersebut misalnya kalsium phospat serat tanaman bahkan bakteri. =rin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. 9ksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. 4alam mempertahankan homeostasis tubuh peranan urin sangat penting karena sebagian pembuangan cairan oleh tubuh adalah melalui sekresi urin. #elain urin juga terdapat mekanisme berkeringat dan juga rasa haus yang kesemuanya bekerja sama dalam mempertahankan homeostasis ini.

8ungsi utama urin adalah untuk membuang .at sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh.6nggapan umum menganggap urin sebagai .at yang OkotorP. ;al ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi sehingga urinnyapun akan mengandung bakteri. )amun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir tidak berbau ketika keluar dari tubuh. ;anya saja beberapa saat setelah meninggalkan tubuh bakteri akan mengkontaminasi urin dan mengubah .at-.at di dalam urin dan menghasilkan bau yang khas terutama bau amonia yang dihasilkan dari urea. 4isebutkan bahwa pada proses urinalisis terdapat banyak cara metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi .at-.at apa saja yang terkandung di dalam urin. 6nalisis urin dapat berupa analisis fisik analisi kimiawi dan anlisis secara mikroskopik. =rin yang terlalu keruh menandakan tingginya kadar unsur-unsur yang terlarut di dalamnya. ;al ini bisa terjadi karena faktor makanan karena adanya infeksi yang mengeluarkan bakteri atau karena konsumsi air yang kurang. Bau urin dapat ber'ariasi karena kandungan asam organik yang mudah menguap. 4iantara bau yang berlainan dari normal seperti: bau oleh makanan yang mengandung .at-.at atsiri seperti jengkol petai durian asperse dll. Bau obat-obatan seperti terpentin menthol dsb Bau amoniak biasanya terjadi kalau urin dibiarkan tanpa pengawet atau karena reaksi oleh bakteri yang mengubah ureum di dalam kantong kemih.Bau keton sering pada penderita kencing manis dan bau busuk sering terjadi pada penderita keganasan *tumor- di saluran kemih. ,. U2i !rot in

&enetapan kadar protein dalam urin biasanya dinyatakan berdasarkan timbulnya kekeruhan pada urin. Karena padatnya atau kasarnya kekeruhan itu menjadi satu ukuran untuk jumlah protein yang ada maka menggunakan urin yang jernih menjadi syarat yang penting. #alah satu uji protein urin yang cukup peka adalah dengan melalui pemanasan urin dengan asam asetat. &emberian asam asetat dilakukan untuk mencapai atau mendekati titik iso-elektrik protein sedangkan pemanasan bertujuan untuk denaturasi sehingga terjadilah presipitasi. &roses presipitasi dibantu oleh adanya garam garam yang telah

ada dalam urin atau yang sengaja ditambahkan kedalam urin. 6sam asetat yang dipakai tidak penting konsentrasinya konsentrasi antara 3 1 " 0 boleh dipakai yang penting ialah p; yang dicapai melalui pemberian asam asetat. =rin encer yang mempunyai berat jenis rendah tidak baik digunakan untuk percobaan ini. ;asil terbaik pada percobaan ini diperoleh dengan penggunaan urin asam. =ntuk menguji adanya kekeruhan periksalah tabung dengan cahaya berpantul dan dengan latar belakang yang hitam. 2ara penilaian uji protein urin adalah sebagai berikut :

)A>6A )egatif &ositif H

#A(B<> %H

49#KBA&#A 7idak ada sedikitpun Kekeruhan

kekeruhan ringan tanpa

butir butir kadar protein &ositif HH 2H kira-kira 0 0% 1 0 0$ 0 Kekeruhan mudah terlihat dan )ampak butir butir dalam kekeruhan tersebut5 kadar protein kira kira 0 0$ &ositif HHH 3H -0 2 0. Felas kepingan keruh 1 dengan 5

kepingan

kadar protein kira 1 kira &ositif HHHH !H 0 02 1 0 0$ 0 #angat keruh atau atau bergumpal memadat : dengan gumpal kadar

kepingan kepingan besar

protein kira kira lebih dari 0 0$0. Fika terdapat lebih dari 3 0 protein akan membeku.

#ebagian kecil protein plasma disaring diglomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal dan diekskresikan kedalam urin. )ormal ekskresi protein biasanya tidak melebihi %$0 mg@2! jam atau %0 mg@dl urin. >ebih dari %0 mg@dl didefinisikan sebagai proteinuria. &rotein terdiri atas fraksi albumin dan globulin. &eningkatan ekskresi albumin merupakan petanda yang sensitif untuk penyakit ginjal kronik yang disebabkan karena penyakit glomeruler diabetesmellitus dan hipertensi. #edangkan peningkatan ekskresi globulin dengan berat molekul rendah merupakan petanda yang sensitif untuk beberapa tipe penyakit tubulointerstitiel. 6lbumin merupakan suatu protein yang memiliki ukuran molekulnya cukup besar. &ada =rine yang mengandung 6lbumin menandakan bahwa filtrasi yang dilakukan oleh ginjal tidak sempurna. Andikator adanya 6lbumin dalam urine ditandai dengan terdapatnya cincin putih diantara 6sam nitrit pekat dan =rine. 6lbumin merupakan salah satu protein utama dalam plasma manusia dan menyusun sekitar "00 dari total protein plasma. Kadar albumin normal dalam urine berkisar antara 0-0 0! gr@>@hari. Keberadaan albumin dalam urin dengan jumlah yang melebihi batas normal dapat mengindikasikan terjadinya gangguan dalam proses metabolisme tubuh. *6nonim 20%%-. -. U2i gl$kosa

4engan menggunakan sifat glukosa sebagai .at pereduksi adanya glukosa dalam urin dapat ditentukan. &ada tes ini pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan reagens tertentu yang mengandung suatu .at yang berubah sifat dan warnanya jika direduksi oleh glukosa. Fenis reagen yang mengandung garam cupri adalah jenis yang paling banyak digunakan untuk menyatakan adanya reduksi dan diantara jenis reagen yang mengandung garam cupri reagen benedict adalah jenis terbaik. ;asil pemeriksaan reduksi disebut cara semikuantitatif dengan cara : )A>6A )egatif &ositif H &ositif HH #A(B<> %H 2H 49#KBA&#A Carna tetap biru jernih atau sedikit

kehijauan dan agak keruh ;ijau kekuning-kuningan dan keruh5 kadar glukosa antara 0 $ 1 % 0 Kuning keruh5 kadar glukosa antara % 1 % $

&ositif HHH &ositif HHHH

3H !H

0 Fingga atau warna lumpur keruh5 kadar glukosa antara 2 1 3 $ 0 (erah keruh5 kadar glukosa lebih dari 3 $ 0

3. =rinalisis &emeriksaan urinalisis dapat mengungkap- kan adanya leukosituria dan hematuria. B&; yang sudah menimbulkan komplikasi infeksi saluran kemih batu buli-buli atau penyakit lain yang menimbulkan keluhan miksi di antara-nya: karsinoma buli-buli in situ atau striktura uretra pada pemeriksaan urinalisis menunjuk-kan adanya kelainan. =ntuk itu pada kecuri-gaan adanya infeksi saluran kemih perlu dilakukan pemeriksaan kultur urine dan kalau terdapat kecurigaan adanya karsinoma buli-buli perlu dilakukan pemeriksaan sitologi urine. &ada pasien B&; yang sudah mengalami retensi urine dan telah memakai kateter peme-riksaan urinalisis tidak banyak manfaatnya karena seringkali telah ada leukosituria maupun eritostiruria akibat pemasangan kateter. !. &emeriksaan fungsi ginjal <bstruksi intra'esika akibat B&; menyebabkan gangguan pada traktus urinarius bawah ataupun bagian atas. 4ikatakan bahwa gagal ginjal akibat B&; terjadi sebanyak 0 3-300 dengan rata-rata %3 "0. Gagal ginjal menyebabkan resiko terjadinya komplikasi pasca bedah *2$0- lebih sering dibandingkan dengan tanpa disertai gagal ginjal *%,0- dan mortalitas menjadi enam kali lebih banyak+. &asien >=7# yang diperiksa ultrasonografi didapatkan dilatasi sistem pel'ikalises 0 30 jika kadar kreatinin serum normal dan sebanyak %3 +0 jika terdapat kelainan kadar kreatinin serum. <leh karena itu pemeriksaan faal ginjal ini berguna sebagai petunjuk perlu tidaknya melakukan pemeriksaan pencitraan pada saluran kemih bagian atas. $. &emeriksaan &#6 *&rostate #pecific 6ntigen-

&#6 disintesis oleh sel epitel prostat dan bersifat organ specific tetapi bukan cancer specific. #erum &#6 dapat dipakai untuk meramalkan perjalanan penyakit dari B&;5 dalam hal ini jika kadar &#6 tinggi berarti: *a- pertumbuhan 'olume prostat lebih cepat *b- keluhan akibat B&;@laju pancaran urine lebih jelek dan *c- lebih mudah terjadinya retensi urine akut. &ertumbuhan 'olume kelenjar prostat dapat diprediksikan berdasarkan kadar &#6. 4ikatakan oleh Boehrborn et al *2000- bahwa makin tinggi kadar &#6 makin cepat laju pertumbuhan prostat. >aju pertumbuhan 'olume prostat rata-rata setiap tahun pada kadar &#6 0 2- % 3 ng@dl laju adalah 0 , m>@tahun sedangkan pada kadar &#6 % !-3 2 ng@dl sebesar 2 % m>@tahun dan kadar &#6 3 3-+ + ng@dl adalah 3 3 m>@tahun. Kadar &#6 di dalam serum dapat mengalami peningkatan pada keradangan setelah manipulasi pada prostat *biopsi prostat atau 7=B&- pada retensi urine akut kateterisasi keganasan prostat dan usia yang makin tua. #esuai yang dikemukakan oleh Cijanarko et al *2003- bahwa serum &#6 meningkat pada saat terjadi retensi urine akut dan kadarnya perlahan- lahan menurun terutama setelah ,2 jam dilakukan kateterisasi. Bentang kadar &#6 yang dianggap normal berdasarkan usia adalah: !0-!+ tahun: 0-2 $ ng@ml $0-$+ tahun:0-3 $ ng@ml "0-"+ tahun:0-! $ ng@ml ,0-,+ tahun: 0-" $ ng@ml. (eskipun B&; bukan merupakan penyebab timbulnya karsinoma prostat tetapi kelompok usia B&; mempunyai resiko terjangkit karsinoma prostat. &emeriksaan &#6 bersamaan dengan colok dubur lebih superior daripada pemeriksaan colok dubur saja dalam mendeteksi adanya karsinoma prostat. <leh karena itu pada usia ini pemeriksaan &#6 menjadi sangat penting guna mendeteksi kemungkinan adanya karsinoma prostat. #ebagian besar guidelines yang disusun di berbagai negara merekomendasikan pemeriksaan &#6 sebagai salah satu pemeriksaan awal pada B&; meskipun dengan sarat yang berhu-bungan dengan usia pasien atau usia harapan hidup pasien. =sia sebaiknya tidak melebihi ,0-,$ tahun atau usia harapan hidup lebih dari %0 tahun sehingga jika memang terdiagnosis karsinoma prostat tindakan radikal masih ada manfaatnya ". &emeriksaan pencitraan a. 8oto polos abdomen *B)<-

4ari sini dapat diperoleh keterangan mengenai penyakit ikutan misalnya batu saluran kemih hidronefrosis atau di'ertikel kandung kemih juga dapat untuk menghetahui adanya metastasis ke tulang dari carsinoma prostat.

b. -

&ielografi Antra'ena *A?&&embesaran prostat dapat dilihat sebagai lesi defek isian kontras *filling

defect@indentasi prostat- pada dasar kandung kemih atau ujung distal ureter membelok keatas berbentuk seperti mata kail *hooked fish-. (engetahui adanya kelainan pada ginjal maupun ureter berupa hidroureter

ataupun hidronefrosis serta penyulit yang terjadi pada buli 1 buli yaitu adanya trabekulasi di'ertikel atau sakulasi buli 1 buli. c. 8oto setelah miksi dapat dilihat adanya residu urin #istogram retrograd

6pabila penderita sudah dipasang kateter oleh karena retensi urin maka sistogram retrograd dapat pula memberi gambaran indentasi. d. 7ransrektal =ltrasonografi *7B=#deteksi pembesaran prostat mengukur 'olume residu urin

e. (BA atau 27 jarang dilakukan 4igunakan untuk melihat pembesaran prostat dan dengan bermacam 1 macam potongan. ". &emeriksaan lain a. =roflowmetri b. &emeriksaan 7ekanan &ancaran *&ressure 8low #tudiesc. &emeriksaan ?olume Besidu =rin 2.0.& Diagnosis 4iagnosis hiperplasia prostat dapat ditegakkan melalui :

%. 6namnesis : gejala obstruktif dan gejala iritatif 2. &emeriksaan fisik : terutama colok dubur 5 hiperplasia prostat teraba sebagai prostat yang membesar konsistensi kenyal permukaan rata asimetri dan menonjol ke dalam rektum. #emakin berat derajat hiperplasia prostat batas atas semakin sulit untuk diraba. 3. &emeriksaan laboratorium : Berperan dalam menentukan ada tidaknya komplikasi. 6nalisa urin untuk menyingkirkan infeksi atau hematuria dan pengukuran kreatinin serum untuk menilai fungsi ginjal diperlukan. Ansufisiensi ginjal dapat diamati pada %00 pasien dengan prostatism dan waran pencitraan saluran atas. &asien dengan insufisiensi ginjal berada pada peningkatan risiko terkena komplikasi pasca operasi setelah inter'ensi bedah untuk B&;. #erum &#6 dianggap opsional tetapi kebanyakan dokter akan memasukkannya dalam e'aluasi awal. &#6 dibandingkan dengan 4B9 tentu saja meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi 26& tetapi karena mereka banyak tumpang tindih antara tingkat yang terlihat pada B&; dan 26& penggunaannya tetap kontro'ersial. &emeriksaan &rostat #pecific 6ntigen *&#6- dilakukan sebagai dasar penentuan perlunya biopsi atau sebagai deteksi dini keganasan. Bila nilai #&6 I !mg @ ml tidak perlu biopsy. #edangkan bila nilai #&6 !1 %0 mg @ ml hitunglah &rostat #pesific 6ntigen 4ensity *&#64- yaitu &#6 serum dibagi dengan 'olume prostat. Bila &#64 J 0 %$ maka sebaiknya dilakukan biopsi prostat demikian pula bila nilai &#6 J %0 mg@ml. !. &emeriksaan pencitraan : &ada pielografi intra'ena terlihat adanya lesi defek isian kontras pada dasar kandung kemih atau ujung distal ureter membelok ke atas berbentuk seperti mata kail. 4engan trans rectal ultra sonography *7B=#- dapat terlihat prostat yang membesar. $. =roflowmetri : tampak laju pancaran urin berkurang. ". (engukur 'olume residu urin : &ada hiperplasi prostat terdapat 'olume residu urin yang meningkat sesuai dengan beratnya obstruksi *lebih dari %$0 ml dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan inter'ensi-. 2.0.) Sistosko!i

#istoskopi tidak dianjurkan untuk menentukan kebutuhan pengobatan tetapi dapat membantu dalam memilih pendekatan bedah pada pasien yang memilih terapi in'asif. 2.0., T s Tamba*an 2ystometrograms dan profil fungsi ginjal yang disediakan untuk pasien dengan dugaan penyakit neurologis atau mereka yang telah gagal operasi prostat. &engukuran laju alur penentuan sisa urin setelah berkemih dan studi tekanan aliran dianggap opsional. 2.15. Diagnosis Banding Kondisi obstruktif lain dari saluran kemih bagian bawah seperti striktur urethtral kontraktur leher kandung kemih batu kandung kemih atau 26& harus tedeteksi ketika menge'aluasi pria dengan dugaan B&;. Biwayat penyakit urethtral urethtritis atau trauma harus dijelaskan untuk menyingkirkan striktur urethtral atau kontraktur leher kandung kemih. ;ematuria dan nyeri yang umumnya terkait dengan batu kandung kemih. 26& dapat dideteksi oleh kelainan pada 4B9 atau &#6 yang tinggi. Anfeksi saluran kemih yang dapat meniru gejala iritasi B&; dapat dengan mudah diidentifikasi dengan urine dan kebiasaan namun infeksi saluran kemih juga bisa menjadi komplikasi B&;. (eskipun keluhan iritasi berkemih juga terkait dengan karsinoma kandung kemih terutama karsinoma in situ urin biasanya menunjukkan buktinya dengan hematuri. 4emikian pula pasien dengan gangguan kandung kemih neurogenik mungkin memiliki banyak tanda dan gejala B&; tetapi riwayat penyakit neurologis stroke diabetes mellitus atau cedera punggung mungkin didapatkan. #elain itu pemeriksaan mungkin menunjukkan berkurangnya sensasi perineal atau ekstremitas bawah atau perubahan dalam tonus sfingter rektal atau bulboka'ernosus refleks. &erubahan simultan dalam fungsi usus *konstipasi- mungkin juga sebagai tanda kemungkinan asal neurologis. 2.11. P natalaksanaan #etelah pasien telah die'aluasi mereka harus diberitahu tentang pilihan berbagai terapi untuk B&;. 4ianjurkan bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter mereka untuk membuat keputusan yang berdasarkan atas dasar efekti'itas dan efek samping dari pilihan pengobatan.

Bekomendasi pengobatan khusus dapat ditawarkan untuk kelompok pasien tertentu. Bagi mereka dengan gejala ringan *gejala skor 0-,- disarankan menunggu dengan waspada. 4i akhir yang lain dari spektrum terapi indikasi bedah mutlak disarankan meliputi retensi urin refrakter *kegagalan setidaknya salah satu upaya pengangkatan kateter- infeksi saluran kemih berulang dari B&; gross hematuria berulang dari B&; batu kandung kemih dari B&; insufisiensi ginjal dari B&; atau di'ertikula kandung kemih *(c2onnell dkk %++!-.

2.11.1. 3 n$ngg$ d ngan 6as!ada #angat sedikit penelitian tentang sejarah B&; yang telah dilaporkan. Bisiko pengembangan atau komplikasi tidak pasti. )amun pada pria dengan gejala B&; jelas bahwa perkembangan tidak terelakkan dan bahwa beberapa orang mengalami perbaikan spontan atau rosolusi gejala yang dirasakan pasien. &enelitian retrospektif tentang sejarah B&; secara inheren dipengaruhi dampak bias berhubungan dengan pemilihan pasien dan jenis dan tingkat tindak lanjut. #angat sedikit studi prospektif menyikapi sejarah dari B&; telah dilaporkan. *Barry dkk %++,-.

2.11.2. T ra!i 3 dis (edikamentosa &asien B&; bergejala biasanya memerlukan pengobatan bila telah mencapai tahap tertentu. &ada saat B&; mulai menyebabkan perasaan yang mengganggu apalagi membahayakan kesehatan direkomendasikan pemberian medikamentosa. 4alam menentukan pengobatan perlu diperhatikan beberapa hal yaitu dasar pertimbangan terapi medikamentosa jenis obat yang digunakan pemilihan obat dan e'aluasi selama pemberian obat. &erlu dijelaskan pada pasien bahwa harga obat-obatan yang akan dikonsumsi tidak murah dan akan dikonsumsi dalam jangka waktu lama. 4engan memakai skoring A&## dapat ditentukan kapan seorang pasien memerlukan

terapi. #ebagai patokan jika skoring J, berarti pasien perlu mendapatkan terapi medikamentosa atau terapi lain. 7ujuan terapi medikamentosa adalah berusaha untuk: *%-. (engurangi resistensi otot polos prostat sebagai komponen dinamik atau *2-. (engurangi 'olume prostat sebagai komponen statik. Fenis obat yang digunakan adalah : 6ntagonis adrenergik reseptor D yang dapat berupa: a. &reparat non selektif: fenoksiben.amin b. &reparat selektif masa kerja pendek : intoleransi dan takhipilaksis sampai pemberian "- %2 bulan. 4ibandingkan dengan inhibitor $D reduktase golongan antagonis adrenergik-D lebih efektif dalam memperbaiki gejala miksi yang ditunjukkan dalam peningkatan skor A&## dan laju pancaran urine. 4ibuktikan pula bahwa pemberian kombinasi antagonis adrenergik-D dengan finasteride tidak berbeda jika dibandingkan dengan pemberian antagonis adrenergik-D saja. #ebelum pemberian antagonis adrenergik-D tidak perlu memperhatikan ukuran prostat serta memperhatikan kadar &#65 lain halnya dengan sebelum pemberian inhibitor $-D reduktase. Berbagai jenis antagonis adrenergik D menunjukkan efek yang hampir sama dalam memperbaiki gejala B&;. (eskipun mempunyai efektifitas yang hampir sama namun masing-masing mempunyai tolerabilitas dan efek terhadap sistem kardio'askuler yang berbeda. 9fek terhadap sistem kardio'askuler terlihat sebagai hipotensi postural di..ines dan asthenia yang seringkali menyebabkan pasien menghentikan pengobatan. 4oksa.osin dan tera.osin yang pada mulanya adalah suatu obat antihipertensi terbukti dapat memperbaiki gejala B&; dan menurunkan tekanan darah pasien B&; dengan hipertensi. #ebanyak $-200 pasien mengeluh di..iness setelah pemberian doksa.osin maupun tera.osin I $0 setelah pemberian tamsulosin dan 3-%00 setelah pemberian plasebo. ;ipotensi postural terjadi pada 2-30 setelah pemberian doksa.osin atau tera.osin dan kurang lebih %0 setelah pemberian tamsulosin atau plasebo. 4apat dipahami bahwa penyulit terhadap system kardio'asuler tidak tampak nyata pada tamsulosin karena obat ini merupakan antagonis adrenergic D yang superselektif yaitu hanya bekerja pada reseptor adrenergikD%6. &enyulit lain yang dapat timbul adalah ejakulasi retrograd yang dilaporkan

banyak terjadi setelah pemakaian tamsulosin yaitu ! $-%00 dibandingkan dengan placebo 0-%0. >epor menyebutkan bahwa efektifitas obat golongan antagonis adrenergik-D tergantung pada dosis yang diberikan yaitu makin tinggi dosis efek yang diinginkan makin nyata namun disamping itu komplikasi yang timbul pada sistem kardio'askuler semakin besar. =ntuk itu sebelum dilakukan terapi jangka panjang dosis obat yang akan diberikan harus disesuaikan dahulu dengan cara meningkatkannya secara perlahan-lahan *titrasi- sehingga diperoleh dosis yang aman dan efektif. 4ikatakan bahwa salah satu kelebihan dari golongan antagonis adrenergik-D%6c. &ra.osin aflu.osin dan indoramin preparat selektif dengan masa kerja lama: doksa.osin tera.osin dan tamsulosin Anhibitor $ D redukstase yaitu finasteride dan dutasteride. 6ntagonis reseptor adrenergik-D. &engobatan dengan antagonis adrenergik D bertujuan menghambat kontraksi otot polos prostat sehingga mengurangi resistensi tonus leher buli-buli dan uretra. 8enoksiben.amine adalah obat antagonis adrenergik-D non selektif yang pertama kali diketahui mampu memper-baiki laju pancaran miksi dan mengurangi keluhan miksi. )amun obat ini tidak disenangi oleh pasien karena menyebab-kan komplikasi sistemik yang tidak diharapkan di antaranya adalah hipotensi postural dan menyebabkan penyulit lain pada sistem kardio'askuler. 4iketemukannya obat antagonis adrener-gik- D% dapat mengurangi penyulit sistemik yang diakibatkan oleh efek hambatan pada-D2 dari fenoksiben.amin. Beberapa golongan obat antagonis adrenergik D% yang selektif mempu-nyai durasi obat yang pendek *short acting- di antaranya adalah pra.osin yang diberikan dua kali sehari dan long acting yaitu tera.osin doksa.osin dan tamsulosin yang cukup diberikan sekali sehari. 4ibandingkan dengan plasebo antagonis adrenergik-D terbukti dapat memperbaiki gejala B&; menurunkan keluhan B&; yang meng- ganggu meningkatkan kualitas hidup *Qo>- dan meningkatkan pancaran urine. Bata-rata obat golongan ini mampu memperbaiki skor gejala miksi hingga 30-!$0 atau !-" poin skor A&## dan Qma:

hingga %$-300 dibandingkan dengan sebelum terapi. &erbaikan gejala meliputi keluhan iritatif maupun keluhan obstruktif sudah dirasakan sejak !3 jam setelah pemberian obat. Golongan obat ini dapat diberikan dalam jangka waktu lama dan belum ada bukti-bukti terjadinya *tamsulosin- adalah tidak perlu melakukan titrasi seperti golongan obat yang lain. 7amsulosin masih tetap aman dan efektif walaupun diberikan hingga " tahun. Anhibitor $ D-redukstase 8inasteride adalah obat inhibitor $-D reduktase pertama yang dipakai untuk mengobati B&;. <bat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan dihidrotestosteron *4;7- dari testosteron yang dikatalisis oleh en.im $ D- redukstase di dalam sel-sel prostat. Beberapa uji klinik menunjukkan bahwa obat ini mampu menurunkan ukuran prostat hingga 20-300 meningkatkan skor gejala sampai %$0 atau skor 6=6 hingga 3 poin dan meningkatkan pancaan urine. 9fek maksimum finasteride dapat terlihat setelah " bulan. &ada penelitian yang dilakukan oleh (c2onnell et al *%++3- tentang efek finasteride terhadap pasien B&; bergejala didapatkan bahwa pemberian finasteride $ mg per hari selama ! tahun ternyata mampu menurunkan 'olume prostat meningkatkan pancaran urine menurunkan kejadian retensi urine akut dan menekan kemungkinan tindakan pembedahan hingga $00. 8inasteride digunakan bila 'olume prostat J!0 cm3. 9fek samping yang terjadi pada pemberian finasteride ini minimal di antaranya dapat terjadi impotensia penurunan libido ginekomastia atau timbul bercak-bercak kemerahan di kulit. 8inasteride dapat menurunkan kadar &#6 sampai $00 dari harga yang semestinya sehingga perlu diperhitungkan pada deteksi dini kanker prostat.

2.11.2.1. P ng*ambat Al!*a 7Al!*a Blo(k r8 &rostat dan dasar buli-buli manusia mengandung adrenoreseptor-% dan prostat memperlihatkan respon mengecil terhadap agonis. Komponen yang berperan dalam mengecilnya prostat dan leher buli-buli secara primer diperantarai oleh reseptor %a. &enghambatan terhadap alfa telah memperlihatkan hasil berupa perbaikan subjektif dan objektif terhadap tanda dan gejala B&; pada beberapa pasien. &enghambat alfa dapat diklasifikasikan berdasarkan selektifitas reseptor dan waktu paruhnya.

2.11.2.2. P ng*ambat ,9 % d$ktas 7,9% d$(tas in*ibitors8 8inasteride adalah penghambat $- Beduktase yang bekerja menghambat testosterone menjadi dyhydratestosteron. <bat ini mempengaruhi komponan epitel prostat yang menghasilkan pengurangan kelenjar dan memperbaiki gejala. 4ianjurkan pemberian terapi ini selama " bulan guna melihat efek maksimal terhadap ukuran prostat *reduksi 200- dan perbaikan gejala-gejala. 2.11.2.&. T ra!i kombinasi 7erapi kombinasi antara penghambat alfa dan penghambat $- Beduktase memperlihatkan bahwa penurunan symptom score dan peningkatan aliran urin hanya ditemukan pada pasien yang mendapatkan hanya 7era.osin. &enelitian terapi kombinasi sedang diteliti lebih lanjut. 2.11.2.). "itot ra!i 8itoterapi adalah penggunaan tumbuh-tumbuhan dan ekstrak tumbuh-tumbuhan untuk tujuan medis. 8itoterapi paling umum untuk B&; adalah palmetto *#erenoa repens6frican plumb *pygeum africanum- dan #outh 6frican #tar Grass *;ypo:is rooperi-. #aw &almetto adalah &hytotherapy paling sering digunakan untuk >=7. &ermi:on sebuah liposterolic ekstrak repens #. *diekstraksi dari kelapa muda di bagian tenggara 6merika #erikat dan ;india Barat- adalah persiapan yang paling banyak dipelajari. #ecara tepatnya mekanisme kerja repens #. masih belum jelas. )amun penelitian baru menunjukkan kontraksi epitel diamati. 7ersedia informasi tentang saw palmetto ekstrak terdiri sebagian besar dari dalam percobaan in 'itro dan penelitian di 9ropa yang banyak telah membatasi nilai seperti dicatat oleh peneliti. Keterbatasan serupa telah diamati dalam beberapa studi menilai bentuk lain terapi alternatif. 7idak ada data dari yang dirancang dengan baik jangka panjang acak penelitian plasebo-terkontrol untuk menunjukkan bahwa terapi alternatif memiliki efek pada jangka panjang hasil atau perkembangan penyakit. 2.11.&. :! rasi Kon; nsional Andikasi absolut untuk terapi bedah yaitu retensi urin berulang hematuri tanda terutama di .ona transisi menunjukkan kemungkinan mekanisme aksi namun perubahan 'olume prostat atau &#6 belum

penurunan fungsi ginjal A#K berulang tanda-tanda obstruksi berat dan ada batu saluran kemih atau jika skor (adsen A'ersen M %$ atau jika sudah termasuk B&; derajat AA AAA atau A?. Anter'ensi bedah yang dapat dilakukan meliputi 7ransurethral Besection of the &rostate *7=B&- 7ransurethral Ansision of the &rostate *7=A&- open prostatectomy dan prostatektomi dengan laser. 2.11.&.1. Trans$r t*ral r s (tion o+ t* !rostat 7TU%P8 #embilan puluh lima persen simple prostatectomy dapat dilakukan melalui endoscopy. =mumnya dilakukan dengan anestesi spinal dan dirawat di rumah sakit selama %-2 hari. &erbaikan symptom score dan aliran urin dengan 7=B& lebih tinggi dan bersifat in'asi'e minimal. Besiko 7=B& adalah antara lain ejakulasi retrograde *,$0- impoten *$-%00- dan inkontinensia urin *I%0-. 2.11.&.2. Trans$r t*ral in(ision o+ t* !rostat &asien dengan gejala sedang dan berat prostat yang kecil sering terjadi hyperplasia komisura posterior *menaikan leher buli-buli-. &asien dengan keadaan ini lebih-lebih mendapat keuntungan dengan insisi prostat. &rosedur ini lebih cepat dan kurang menyakitkan dibandingkan 7=B&. Betrograde ejakulasi terjadi pada 2$0 pasien.

2.11.&.&. :! n sim!l !rostat (tom< Fika prostat terlalu besar untuk dikeluarkan dengan endoskopi maka enukleasi terbuka diperlukan. Kelenjar lebih dari %00 gram biasanya dipertimbangkan untuk dilakukan enukleasi. <pen prostatectomy juga dilakukan pada B&; dengan di'ertikulum buli-buli batu buli-buli dan pada posisi litotomi tidak memungkinkan. <pen prostatectomy dapat dilakukan dengan pendekatan suprapubik atau retropubik. 2.11.). T ra!i 3inimal In;asi; 2.11.).1. Las r 4ua sumber energy utama yang digunakan pada operasi dengan sinar laser adalah )d :N6G dan ;olomium : N6G Keuntungan operasi dengan sinar laser : Keuntungan operasi dengan sinar laser adalah :

a. Kehilangan darah minimal b. #indroma 7=B jarang terjadi c. 4apat mengobati pasien yang sedang menggunakan antikoagulan d. 4apat dilakukan out patient procedure Kerugian operasi laser a. #edikit jaringan untuk pemeriksaan patologi b. &emasangan kateter postoperasi lebih lama c. >ebih iritatif d. Biaya besar 2.11.).2. Trans$r t*ral l (tro;a!ori=ation o+ t* !rostat 7ransurethral electro'apori.ation of the prostate adalah terapi menggunakan resekstoskop. 6rus tegangan tinggi menyebabkan penguapan jaringan karena panas meghasilkan cekungan pada uretra pars prostatika. &rosedurnya lebih lama dari 7=B. 2.11.).&. H<! rt* rmia ;ipertermia dihantarkan melalui kateter transuretra. Bagian alat lainnya mendinginkan mukosa uretra. )amun jika suhu lebih rendah dari !$ 2 alat pendingin tidak diperlukan. 2.11.).). Trans$r tral n dl ablation o+ t* !rostat 7ransuretral needle ablation of the prostate menggunakan kateter khusus yang dimasukan melalui uretra. 2.11.).,. Hig* Int nsit< "o($s d Ultraso$nd ;igh Antensity 8ocused =ltrasound berarti melakukan ablasi jaringan dengan panas. =ltrasound probe ditempatkan pada rectum. 2.11.).-. Intra$t ral st nts Antrauteral stents adalah alat yang ditempatkan pada fossa prostatika dengan endoskopi dan dirancang untuk mempertahankan uretra pars prostatika tetap paten.

2.11.)... Trans$r t*tral ballon dilatation o+ t* !rostat Balon dilator prostat ditempatkan dengan kateter khusus yang dapat melebarkan fossa prostatika dan leher buli-buli. >ebih efektif pada prostat yang ukurannya kecil. 7ehnik ini jarang digunakan sekarang ini.

DA"TA% PUSTAKA

%. &otts F.(. Essential Urology: 7otowa )F. &g %+%

!uide to "linical Practice# ;umana &ress Anc.

2. #chwart.. $anual of Surgery%in Urology% &enign Prostatic Hyperplasia .(c Graw ;ills 2ompanies. 200". &g. %0"% 3. #nell Bichard #. "linical natomy For $edical Students 't( edition in cavitas

Pelvis Part II.>ippincot Cilliam R Cilkins Anc. 200". =#6. &g.3$0-3$2.

!. Foseph 2. &resti Fr. (4 #mithSs General =rology in )eoplasm of 7he &rostate Gland. %$th edition. =#6 : >ange (edical Books@(cGraw-;ill 2ompany 2000. &g.3++-!0". $. Ceb(4 (enSs ;ealth ;uman 6natomy section topic of &rostate Gland #ubject of &rostate &icture 4efinition 8unction 2ondition 7est and 7reatment. >ast re'iewed Be'iewed on 6pril 23 20%0 by Ceb(4 downloaded from http:@@men.webmd.com@picture-of-the-prostate on (ay %!th 20%3. ". =)#C 9mbriology 03:2! by 2ategories of Genital 4r (ark ;ill &rostate #ubject of &rostate from

de'elopment <'er'iew. 7his page was last modified on %" #eptember 20%2 at downloaded http:@@php.med.unsw.edu.au.@embryology@inde:.php@titleLprostateTde'elopment on (ay %!th 20%3.