Anda di halaman 1dari 15

KIMIA FISIKA

PEMICU II KESETIMBANGAN&KINETIKA REAKSI

Disusun Oleh: KELOMPOK 9

Dena Prestia Hallatu Juan M. Hafiz Al-Rasyid Risa Hashimoto Tiara Yuniawati

1206202141 1206237492 1206219161 1206224615 1206201933

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2013

BAB I PENDAHULUAN

Nitrogen oksida (NO2) adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfer yang terdiri dari gas NO dan NO2 . Walaupun bentuk nitrogen oksida lainnya ada, tetapi kedua gas ini yang paling banyak ditemui sebagai polutan udara. NO merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sebaliknya NO2 mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau tajam. Oksida yang paling rendah, NO terdapat di atmosfer dalam jumlah yang lebih besar daripada NO2 . Pembentukan NO dan NO2 mencakup reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara sehingga membentuk NO dan reaksi selanjutnya antara NO dengan lebih banyak oksigen akan membentuk NO2 Pada suhu kamar, nitrogen dan oksigen yang merupakan komponen udara, kecenderungan untuk bereaksi sangat sedikit. Tetapi pada suhu tinggi (diatas 1210 C) keduanya dapat bereaksi membentuk NO dalam jumlah yanglebih tinggi sehingga mengakibatkan polusi udara. Reaksi pembentukan NO2 dari NO dan O2 terjadi dalam jumlah yang relatif kecil, meskipun terdapat udara berlebih. Pembentukkan NO2 berlangsung lebih lambat pada suhu yang lebih tinggi. Biasanya pada suhu 1100 C, jumlah NO2 yang terbentuk kurang dari 0,5% dari total NOx. Baik NOx maupun NO2 sangat berbahaya pada manusia. Berdasarkan hasil penelitian, NO2 , empat kali lebih berbahaya dari pada NO. Pada konsentrasi yang normal ditemukan di atmosfer, NO tidak mengakibatkan iritasi dan tidak berbahaya, tetapi pada konsentrasi udara ambient yang normal, NO dapat teroksidasi menjadi NO2 yang lebih beracun. Dari pemicu diatas, pembentukan NO2 dari NO dan O2 dapat dipelajari melalui laju kinetika reaksi sederhana yang akan dijelaskan di bagian BAB II Landasan Teori. Reaksi yang melibatkan kesetimbangan dan kinetika reaksi juga dapat kita temukan pada Alkohol atau ethanol yang masuk ke dalam saluran perncernaan yang akan diabsorpsi melalui mukosa mulut dan epitel gastrointestinal dan sebagian besarnya diabsorpsi di usus halus, dan sisanya diabsorpsi di kolon. Kecepatan absorpsi tergantung pada takaran dan konsentrasi etanol di dalam minuman yang mengisi lambung dan usus. Jika konsentrasi optimal etanol diminum dan dimasukkan ke dalam lambung yang kosong maka kadar puncak dalam darah akan dapat dideteksi pada 30-90 menit sebelumnya. Setelah diabsorpsi, etanol akan didistribusikan ke semua jaringan dan cairan tubuh serta cairan jaringan. Sekitar 90-98% etanol yang diabsorpsi dalam tubuh akan mengalami oksidasi, sedangkan 210% nya diekskresikan tanpa mengalami perubahan, baik melalui paru-paru maupun ginjal. Sebagian kecil akan dikeluarkan melalui keringat, air mata, empedu dan air ludah.

Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9)

BAB I LANDASAN TEORI Hukum aksi massa berlaku secara umum artinya tidak spesifik untuk suatu reaktan maupun produk, hukum tersebut dinyatakan dalam bentuk umum. Untuk rekasi a A + b B c C + d D, maka [ ] [ ] [ ] [ ] Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan reaksi kimia yaitu konsentrasi reaktan ataupun produk, tekanan atau volume pada sistem yang mengandung fasa gas dan suhu. Dari factor-faktor tersebut hanya perubahan suhu yang dapat merubah nilai konstanta Kc ataupun Kp. Asas Le Chatellier yaitu jika suatu sistem kimia pada kesetimbangan mengalami perubahan konsentrasi, temperatur, volume, atau tekanan parsial, maka kesetimbangan bergeser untuk melawan perubahan yang dikenakan dan kesetimbangan baru didirikan. Laju reaksi diungkapkan sebagai berkurangnya pereaksi A atau B dan bertambahnya produk C atau D tiap satuan waktu, maka persamaan lajunya adalah, [ ] [ ] [ ] Persamaan laju reaksi juga dapat dituliskan sebagai [ ] [ ] dimana a dan b merupakan orde reaksi. Persamaan untuk tiap-tiap orde yakni, [ ] [ ] Reaksi orde nol Reaksi orde satu Reaksi orde dua Sistem Reaksi Kimia A. Reaksi Sederhana - Irreversible - Reversible B. Reaksi Kompleks - Reaksi Konsekutif Contoh: Etanol [ ]
[ ]

[ ]
[ ]

A+BR+S A+BR+S A+BRS Asam Asetat CO2 + H2O

Asetaldehid R Reaksi Paralel A + B S Contoh: HCOOH H2O + CO HCOOH H2 + CO2

The Michaelis-Menten mechanism of enzyme catalysis Pada reaksi ini terjadi reaksi antara substrat (S) dengan enzyme (E) untuk membentuk activated complex (ES). Activated complex dapat mendekomposisikan reaktan untuk menjadi sebuah produk (P) dan sebuah enzim baru untuk dapat bereaksi dengan substrat yang lain. Persamaan Michaelis-Menten secara umum dapat ditulis sebagai berikut :

Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9)

BAB II JAWABAN PEMICU Pemicu A, Kesetimbangan Reaksi Kimia 1. Jelaskan bagaimana dampak atau bahaya NOx terhadap lingkungan. Jelaskan beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah polutan tersebut. Jika sudah terjadi, tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi bahaya yang ditimbulkan oleh polutan tersebut. Jelaskan juga turunan dari senyawa NOx yang berbahaya selain dari NO dan NO2 Jawaban NO2 bersama dengan NO merupakan kelompok gas yang paling banyak ditemukan sebagai pencemar udara dibandingkan bentuk nitrogen oksida (NOx) lainnya yang terdapat di atmosfer. Terdapat dua unsur pokok yang dipengaruhi oleh senyawa-senyawa nitrogen tersebut, yaitu kesehatan manusia dan lingkungan. Jika oksida nitrat (N2O) mencapai stratosfer, dapat membantu merusak lapisan ozon sehingga menghasilkan tingkat radiasi ultraviolet yang lebih tinggi dan risiko kanker kulit serta katarak yang meningkat. Seperti dampaknya pada ozon, nitrogen oksida terlarut dalam air atmosferik membentuk hujan asam, yang mengkorosi batuan dan barang logam dan merusak bangunan-bangunan. Sifat toksik NO2 mengakibatkan gangguan kesehatan terutama paru-paru, sedangkan NO dalam kadar tinggi dapat mengganggu sistem syaraf. Sifat toksisitas gas NO2 empat kali lebih kuat dibandingkan gas NO. Pemaparan kronis NOx menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. (Nebel & Wright, 1993). Oksida Nitrogen (NOx) bila bereaksi dengan air akan dapat menghasilkan senyawa yang bersifat asam dan dapat mengakibatkan hujan asam ber-pH 4,3. NO3-(aq) + H2O(l) NO2(aq) + H+(aq) Dampak dari hujan asam ini antara lain dapat mempengaruhi kualitas air permukaan, merusak tanaman, melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan, bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah polusi antara lain pembatasan usia kendaraan, terutama bagi angkutan umum, perlu dipertimbangkan sebagai salah satu solusi. Sebab, semakin tua kendaraan, terutama yang kurang terawat, semakin besar potensi untuk memberi kontribusi polutan udara. Pemberian penghambat laju kendaraan di permukiman atau gang-gang yang sering diistilahkan dengan polisi tidur justru merupakan biang polusi. Kendaraan bermotor akan memperlambat laju. Dengan begitu, polusi dapat berkurang secara signifikan. Penghijauan atau perluasan RTH merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanggulangi bahaya dari pencemaran tersebut. Oleh karena itu, penggunaan tanaman atau tumbuhan hijau selain dapat menyerap energi panas, juga dapat berfungsi sebagai penyerap materi dari lingkungan melalui penyerapan polutan, sehingga dapat mengurangi polusi udara. Senyawa turunan NOx lainnya yang berbahaya seperti N2O, NO, N2O2, N2O3, NO2, N2O4, N2O5. 2. Rekasi pembentukan NO dari komponen-komponennya hanya dapat terjadi pada suhu tinggi. Jika dalam suatu wadah 1,0 dm3 mengandung 5,0 g nitrogen dan 2,0 g oksigen dipanaskan sampai suhu 2300 K, nilai konstanta kesetimbangan reaksi N2(g) + O2(g) 2NO(g) adalah 1,69 x 10-3. Tentukan fraksi NO pada saat tercapai kesetimbangan. Jawaban N2(g) + m r s O2(g) 2NO(g) 2x 2x Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9) 3

0,18 0,06 x x (0,18-x) (0,06-x)

[ [ ][

] ] [ [ ] ][ ]

( ) ( )

( (

( ) )

3. Untuk mengurangi konsentrasi NO2, dapat dilakukan reaksi dekomposisi terhadap NO2 mengikuti persamaan reaksi berikut : NO2 (g) NO (g) + O2 (g) Jika reaksi dilakukan pada tekanan 1 atm, maka persentase NO2 yang terdekomposisi adalah: T (K) 457 552 767 903 NO2 decomposed ( %) 5.0 13.0 56.5 99.0 a. Tentukan nilai konstanta kesetimbangan dan persen disosiasi pada range temperatur yang diberikan. Buatlah grafik yang menggambarkan hubungan antara konstanta kesetimbangan/persen disosiasi dengan temperatur yang diperoleh, dan jelaskan. Jawaban Berdasarkan persamaan gas ideal maka konsentrasi NO2 didapatkan PV = nRT n/V = P/RT Suhu K 457 552 767 903 Reaksi yang terjadi adalah Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9) 4 Konsentrasi 0.0267 M 0.022 M 0.016 M 0.0135 M

NO2 NO + M x B x x S (x-x) x maka persamaan kesetimbangannya adalah sebagai berikut [ [ ] [ ] ]

O2 1/2x 1/2x

Grafik Suhu terhadap Kc


8 7 6 5 4 3 2 1 0 -1 -2 0 -3 y = 0,0154x - 8,2746 R = 0,5991

Grafik Suhu terhadap Disosiasi


100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 0 Disosiasi y = 0,0021x - 0,9816 R = 0,9702

Kc

500 Suhu

1000

500 Suhu

1000

b. Berdasarkan data tersebut, jelaskan bagaimana cara menentukan entalpi reaksi. Data yang diberikan lebih dari satu sehingga dipergunakan metode grafik untuk mencari persamaan garis lurusnya dan juga gradien dari grafik tersebut.

Apabila diubah menjadi grafik maka gradiennya adalah T (oK) 457 552 767 1/T 0,002188184 0,001811594 0,001303781 Ln K -9,29 -7,69 -5,53
Ln K

, sehinggan

Grafik 1/T Vs Ln K
0 0 0,001 0,002 0,003 -5 y = -4255,3x + 0,0202 R = 1 -10 1/T

c. Jika reaksi, 2NO2 (g) 2NO (g) + O2 (g) Tentukan nilai konstanta kesetimbangan berdasarkan nilai yang diperoleh pada jawaban Jika reaksi dilakukan pada suhu 184oC, diperoleh nilai konstanta kesetimbangan 6,76 x 10-5 pada tekanan 1 atm, tentukan derajat disosiasi reaksi tersebut. Jawaban Reaksi soal C 2NO2 (g) Reaksi soal A NO2 (g)

2 NO (g) + O2 (g) NO (g) + 1/2 O2 Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9) 5

Pada soal C, reaksinya merupakan dua kalinya reaksi pada soal A sehingga konstanta kesetimbangan pada reaksi C (K2) adalah konstanta keseimbangan pada reaksi A (K1) dipangkatkan dua. T (K) K1 K2 457 9,23. 10-5 8,51. 10-9 552 4,57. 10-4 2,08. 10-7 -3 767 3,96. 10 1,56. 10-5 903 9,18 . 10-3 8,42. 10-5 Jika pada suhu 184oC diperoleh konstanta kesetimbangan sebesar 6,76. 10-5 pada tekanan 1 atm tentukan derajat ionisasinya Basis 1 mol NO2 2 NO2 2 NO + O2 M 1 B x x 1/2x S (1-x) x 1/2x [ ] [ ] [ ] ( ) ( )

Derajat disosiasinya adalah sebesar 0,05/1 = 0,05 Pemicu B, Kinetika Reaksi Kimia 1. Anggaplah bahwa Anda adalah seorang produsen tuak/arak yang berasal dari nira, dimana produk arak Anda akan dimanfaatkan oleh industri farmasi? Jelaskan bagaimana proses yang Anda lakukan untuk bisa mendapatkan arak ini dengan kandungan etanol yang biasa digunakan untuk obat-obatan Jawaban Tuak dibuat dengan cara fermentasi dari buah yang mengandung gula dengan cara mengambil air nira atau legen lalu menyimpannya di dalam sebuah wadah tertutup pada suhu yang sesuai sampai gula nira/legen mengalami perombakan menjadi bahan antara, yang dibentuk oleh mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae dan Zimomonas mobilis (fermentasi). Setelah proses fermentasi berhasil, air nira akan berubah menjadi minuman beralkohol yang disebut dengan tuak. Reaksi fermentasi yang terjadi adalah: C12H22O11 + H2O + invertase 2 C6H12O6 C6H12O6 + Zymase 2C2H5OH + 2CO2 Pada umumnya, kandungan etanol yang wajar dan diizinkan dalam obat-obatan yang dikonsumsi adalah sekitar 2,5 10 %. Sedangkan konsentrasi alkohol di atas 18% atau 19% akan menyebabkan kerusakan pada sel. Diketahui pada umumnya kandungan etanol pada tuak setelah difermentasi adalah sekitar 4%, yang merupakan jumlah kandungan yang wajar dan sesuai dengan standar kandungan etanol dalam obat. Fermentasi secara langsung sendiri memang tidak dapat menghasilkan konsentrasi etanol lebih daripada 12-15% (pada suhu 35o-40o C) karena bakteri/jamur yang membantu fermentasi akan mati pada kadar alkohol yang lebih tinggi. Setelah proses fermentasi primer, banyak produk tuak yang melewati proses destilasi. Proses destilasi ini akan menyebabkan kandungan etanol yang didapatkan lebih terkonsentrasi, sekitar 40% sampai 60%. Oleh karena itu agar kandungan etanol dalam tuak tidak terlalu banyak, sebaiknya tidak usah melalui proses destilasi.

Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9)

2. Jika anda seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh minuman keras terhadap manusia, jelaskan bagaimana cara Anda melakukan eksperimen tersebut dan dengan cara apa Anda mengetahui seberapa besar etanol yang sudah tedegradasi. Jawaban Pengaruh minuman keras terhadap tubuh manusia dapat diketahui dengan menguji kadar alkohol yang terdapat di dalam tubuh. Untuk mengukur kadar alkohol dapat ditentukan dari besarnya BAC. Blood Alcohol Level yaitu gram alkohol dalam darah per 100 ml darah. BAC seseorang akan mulai naik setelah orang tersebut mulai meminum alkohol. BAC memerlukan waktu sekitar 30 hingga 60 menit setelah seorang berhenti minum untuk mencapai konsentrasi tertingginya. Selain itu untuk mengidentifikasi kuantitas kadar alkohol yang terdapat di dalam darah atau urine dapat dilakukan dengan metode kromatografi gas. Metode ini menghasilkan keakuratan yang cukup tinggi. Metode ini bekerja dengan cara memisahkan gas dan cairan ke dalam komponen-komponen yang ada dalam unsur tersebut. Prinsip dasar kromatografi adalah pemisahan molekul berdasarkan perbedaam pola pergerakan anatara fase gerak dengan fase diam. Prinsip tersebut digunakan untuk memisahkan komponen berupa molekul yang berada pada larutan. Molekul yang terlarut dalam fase gerak akan melewati kolom yang merupakan fase diam. Molekul dengan ikatan yang kuat dengan kolom akan cenderung bergerak lebih lambat apabila dibandingkan dengan molekul yang memiliki ikatan lemah dengan kolom. Analisis darah dengan metode kromatografi yaitu sampel darah secara kuantitatif ditambahkan pada larutan yang telah ditambahkan larutan standar. Larutan tersebut kemudian diinjeksikan dan dianalisi dengan menggunakan detektor dalam Gas Chromatograph (GC). Komputer yang terintegrasi akan memberikan data dan hasil. Teknik ini menghasilkan molekular fingerpint atau spektrum massa yang unik sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya alkohol dalam sampel. Alkohol dapat diketahui jumlahnya, meskipun dalam kuantitas kecil. Degradasi alkohol dapat dihitung dengan mengetahui konsentrasi alcohol yang terdapat di dalam darah. 3. Kinetika Adsorpsi etanol dalam tubuh manusia yang diikuti kemudian dengan proses oksidasi metabolik etanol oleh enzim LADH (Liver Alkohol Dehydrogenase) secara matematik dapat digambarkan dalam bentuk reaksi konsekutif berikut:

Dimana tahap absorpsi menunjukan kinetika reaksi orde satu dengan konstanta laju reaksi k1 dan oksidasi metabolik memperlihatkan kinetika reaksi orde nol dengan konstanta laju reaksi k2. Turunkan persamaan laju reaksi untuk peluruhan reaktan A dan laju pembentukan spesi B dan C. Asumsikan bahwa pada awal reaksi [A] = [A]0, [B] = [C] = 0, dan perlihatkan bahwa konsentrasi tiap spesi pada waktu t adalah: [A]t = [A]0 exp [-k1t] [B]t = [A]0 {1-exp[-k1t]}-k2t [C]t = k2t Perlihatkan bahwa spesi intermediet B akan mencapai konsentrasi maksimum pada waktu [ ] ( ) Dan tentukan konsentrasi B pada waktu ini. Jawaban Ditunjukkan bahwa terdapat reaksi konsekutif sebagai berikut

dengan laju konstanta lanju A menjadi B adalah k1, konstanta laju A menjadi C adalah k2. Persamaan reaksi di atas, diasumsikan bahwa konsentrasi awal dari setiap zat adalah A=A 0, B=0, dan C=0.

Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9)

Secara umum, dari persamaan reaksi di atas, maka, laju reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan konsentrasi dari A terhadap waktu dan B terhadap waktu sehingga menghasilkan produk akhir yaitu C.

Akan tetapi, dalam reaksi ditentukan bahwa kinetika laju reaksi 2 ditunjukkan bahwa orde reaksi merupakan orde reaksi 0, sehingga persamaan diferensial yang diperoleh adalah:

Mengintegrasikan mersamaan tersebut akan menghasilkan persamaan baru yaitu, | | | |

[ ]

[ ]

[ ]

[ ] {

Untuk mengetahui berapa nilai maksimum dari spesi B, hal tersebut dapat didapatkan dengan meninjau nilai . Dengan demikian kita akan mendapat persamaan yaitu,

( ( )

4. Jika diasumsikan reaksi yang terjadi hanya satu tahap, dan merupakan reaksi reversibel A menjadi B, tentukan persamaan yang menggambarkan konsentrasi A dan B pada waktu kesetimbang an tercapai. Jawaban Reaksi reversibel berarti

[ ] AB [ ] BA [ ]namun juga meningkat seiring dengan rekasi dari Konsentrasi A berkurang dengan laju [ ]. Sehingga dapat dituliskan perubahan lajunya adalah, B menjadi A sebesar [ ] [ ] [ ] Apabila konsentrasi awal A adalah [ ] dan B tidak memiliki konsentrasi awal, maka pada setiap waktunya [ ] [ ] [ ] , sehingga [ ] [ ] [ ]) ([ ] [ ] ( )[ ]
( )

[ ]

Apabila reaksi di asumsikan sebagai reaksi orde 1 maka, [ ] [ ]

Apabila reaksi mencapai kesetimbangan pada waktu tak terhingga (t), [ ] [ ] Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9) 8

5. Dari pernyataan di atas, Anda sudah diperkenalkan dengan 2 jenis reaksi, yaitu reaksi konsekutif dan reaksi reversibel. Tuliskan jenis reaksi lain yang Anda ketahui dan tentukan persamaan laju reaksi dari tiap jenis reaksi tersebut. Jawaban Reaksi unimolekular-paralel Reaksi ini secara umum dapat digambarkan dengan persamaan reaksi kimia berikut A B+C AB ; k=k1 AC ; k=k2 Sama dengan reaksi yang lain, laju reaksi dapat ditunjukkan dengan cara melihat jumlah berkurangnya konsentrasi A terhadap waktu. Dalam reaksi di atas, A berkurangan dengan 2 laju reaksi yang terjadi secara bersamaan yaitu ketika A menjadi B dan A menjadi C, dimana masingmasing reaksi memilikki nilai konstanta laju reaksi yang berbeda. Dengan demikian, besarnya laju reaksi dapat ditulis menjadi ( )

Mengintegrasikan persamaan diferensial tersebut, akan diperoleh persamaan: ( ) ( ) ( ) ; ( ); ( ) Pada reaksi paralel, hal yang perlu diperhatikan adalah perbandingan antara konsentrasi B dan C yaitu:

6. Apa yang anda pahami tentang laju reaksi, konstanta laju reaksi dan orde reaksi? Berikan contoh bagaimana anda dapat menentukan laju, konstanta laju, dan orde reaksi dari suatu data eksperimen. Jawaban Laju reaksi adalah laju perubahan konsentrasi produk atau reaktan terhadap waktu. Untuk persamaan stoikiometri berikut: a A + b B c C + d D Laju reaksi diungkapkan sebagai berkurangnya pereaksi A atau B dan bertambahnya produk C atau D tiap satuan waktu, maka persamaan lajunya adalah [ ] [ ] [ ] [ ] Tetapan laju reaksi disimbolkan dengan k. Harga k bergantung pada jenis reaksi dan suhu. Setiap jenis reaksi mempunyai harga k tertentu. Jika reaksi berlangsung cepat, maka harga k besar. Secraa garis besar persaamaan laju reaksi pada persamaan stokiometri diatas dituliskan sebagai berikut; [ ] [ ] Orde reaksi menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi pereaksi pada laju reaksi. Berdasarkan persamaan laju reaksi, maka orde reaksi dari stokiometri tersebut adalah a+b. Penguraian NO2 pada suhu 300C NO2 (g) NO(g) + O2 (g) Hasil data yang didapatkan adalah sebagai berikut Tabel 1. Data Eksperimen Waktu (s) [NO2], M 0,0 0,01000 50,0 0,00787 100,0 0,00649 200,0 0,00481 300,0 0,00380 Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9) 9

Untuk menentukan laju reaksi penguraian NO2 adalah sebagai berikut [ ] ( ( ) )

Penentuan orde reaksi dilakukan dengan cara memplotkan grafik hingga plot merupakan garis lurus. Grafik hasil ln [NO2] dengan t tidak memberikan garis lurus, sehingga reaksi yang terjadi bukan merupakan reaksi orde pertama. Pada pemplotan grafik dengan proses orde kedua, grafik 1/[NO2] dengan t memberikan garis lurus, seperti pada gambar berikut;

Gambar. 1. Grafik 1/[NO2] vs t Berdasarkan grafik tersebut dapat ditentukan bahwa reaksi penguraian NO2 merupakan reaksi orde 2. Perhitungan konstanta laju reaksi dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan [ ] ( ) [ ] ( )

7. Konstanta laju reaksi sangat dipengaruhi oleh suhu, dan ini digambarkan oleh Arrenhius dalam persamaan yang dikenal dengan persamaan Arrenhius, yaitu: Jelaskan apa yang dimaksud dengan nilai A dan EA , dan berikan contoh bagaimana kedua nilai tersebut dapat ditentukan secara dengan metode grafik: Jawaban Dalam pertanyaan, didapatkan hubungan antara konstanta laju reaksi terhadap 2 parameter Arrhenius. Hubungan dari kosntata laju reaksi terhadap parameter Arrhenius ditunjukkan dalam persamaan berikut, k = konstanta laju reaksi A = nilai Arrhenius Ea = energi aktifasi (Jmol-1) R = konstanta gas ideal (8.314 JK-1mol-1) T = temperatur (K) Parameter Arrhenius dalam persamaan di atas merupakan nilai Arrhenius (A) dan energi aktifasi (Ea) yang bergantung pada spesi kimia yang digunakan. Nilai parameter Arrhenius dapat diperoleh dengan memanipulasi persamaan yang dimilikki sehingga membentuk suatu persamaan linear sebagai berikut. | | | | Berdasarkan persamaan tersebut, akan diperoleh grafik persamaan linear yang menunjukkan hubungan antara ln k terhadap 1/T sebagai berikut Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9) 10

Gambar 2. Grafik Parameter Arrenhius

Dalam grafik tersebut, dapat dilihat bahwa nilai ln A dapat diperoleh dengan cara menarik persamaan garis menuju perpotongan pada sumbu-y (pada saat nilai 1/T =0) sehingga nilai A dapat ditemukan. Sedangkan nilai Ea, dapat diperoleh dengan cara mencari nilai kemiringan atau gradien dari persamaan grafik. Secara garis besar, energi aktifasi merupakan nilai energi kinetik minimum yang dibutuhkan sebuah spesi kimia untuk menjalankan reaksi. Hal tersebut disebabkan karena, ketika sebuah sistem mencapai nilai energi aktifasi, spesi kimia tersebut akan mengalami fase transisi dari produk menjadi reaktan. Bila nilai energi tersebut tidak tercapai, fase transisi dari reaktan menjadi produk tidak akan terwujud. Nilai Ea didapatkan dari gradien grafik menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai Ea (grafik semakin curam), menunjukkan konstanta laju reaksi bergantung pada nilai temperatur. Apabila nilai Ea adalah 0, grafik yang ditunjukkan akan bersifat konstan, menunjukkan bahwa nilai konstanta laju reaksi independen terhadap temperatur. Dalam beberapa kasus, nilai Ea dapat menunjukkan nilai negatif yang menandakan bahwa semakin tinggu temperatur, laju reaksi akan semakin lambat. 8. Mekanisme Michaelis-Menten sangat umum digunakan dalam kinetika reaksi enzimatis. Jika etanol adalah molekul substrat S dan alkohol dehidrigenase adalah enzim E, maka bentuk mekanisme Michaelis-Menten dapat digambarkan sebagai berikut;

ES merupakan komplek enzim/substrat. Laju reaksi R diberikan dengan persamaan [ ] dengan memanfaatkan pendekatan steady state untuk mngvaluasi konsentrasi ES, buktikan bahwa laju pembentukan produk dapat digambarkan dengan persamaan [ ] [ ] [ ] dengan [ ] [ ] [ ] Jika konsentrasi substrat kita variasikan, gambarkan bagaimana pengaruhnya terhadap laju reaksi. Bagaimana bntuk persamaan lajunya jika [ ] atau [ ] . Jawaban

Penurunan ungkapan laju; dengan pendekatan steady state,didapatkan : d [ES] / dt = k1 [E] [S] - k-1 [ES] - k2 [ES] = 0 [ES] = k1 [E] [S] / { k2 + k-1} d [P] / dt = R = k2 [ES] d [P] / dt = k2 k1 [E] [S] / { k2 + k-1} Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9) 11

Persamaan di atas tidak efektif, sebab melibatkan [E] sesaat, dimana konsentrasinya sulit diukur, dan jika diukur dapat merusak sistem. Karena itu ungkapan laju tersebut tidak dapat digunakan langsung. Agar dapat digunakan, dipakai substitusi : [E] = E0 - [ES] Sehingga : [ES] = k1 [E] [S] / { k2 + k-1} = k1 {E0 - [ES]} [S] / { k2 + k-1} { k2 + k-1} [ES] = k1 E0. [S] - k1 [ES] [S] [ES] = k1 E0. [S] / { ( k2 + k-1) + k1 [S] } Ungkapan laju nya adalah : d [P] / dt = R = k2 [ES] d [P] / dt = k1 k2 E0. [S] / { ( k2 + k-1) + k1 [S] } d [P] / dt = k2 E0. [S] / { ( k2 + k-1) / k1 + [S] } d [P] / dt = k2 E0. [S] / { KM + [S] } = Vs [S] / { KM + [S] } Jadi, persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi :

R=
dengan

[ ] [ ]

KM =
Pada saat [S] >> maka mencapai titik maksimum

Bentuk laju reaksi apabila konsentrasi substrat variasikan : 1. [S] >>, atau [S] >> KM sehingga d [P] / dt = k2 E0

Gambar 3. Grafik [S] >>, atau [S] >> KM

2.

[S] <<, atau [S] << KM sehingga d [P] / dt = k2 E0 [S] / KM

Gambar 4. Grafik [S] <<, atau [S] << KM

Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9)

12

BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Dampak atau bahaya NOX terhadap lingkungan yaitu terjadinya hujan asam. Namun itu dapat dicegah dengan pembatasan usia kendaraan yang dapat mengurangi tingkat polusi udara. Sedangkan untuk mengatasi bahaya tersebut dapat melakukan penghijauan atau perluasan RTH. Turunan senyawa NOX lainnya juga berbahaya terhadap lingkungan. 2. Untuk mendapatkan arak dengan kandungan etanol yang biasa digunakan untuk obat-obatan dapat dilakukan dengan tidak melalui proses distilasi. 3. Untuk menentuk pengaruh alcohol dalam tubuh dapat dilakukan dengan mengetahui kadar alcohol dalam darah atau biasa dsebut dengan Blood Alcohol Cocentration, selain itu dapat juga dengan menggunakan metode kromatografi gas. 4. Laju reaksi adalah laju perubahan konsentrasi produk atau reaktan terhadap waktu. 5. Tetapan laju reaksi disimbolkan dengan k. Harga k bergantung pada jenis reaksi dan suhu. 6. Orde reaksi menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi pereaksi pada laju reaksi. 7. Pada reaksi paralel, hal yang perlu diperhatikan adalah perbandingan antara konsentrasi B dan C. 8. Parameter Arrhenius merupakan nilai Arrhenius (A) dan energi aktifasi (Ea) yang bergantung pada spesi kimia yang digunakan.

Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9)

13

DAFTAR PUSTAKA

Atkins, Peter. Paula, Julio. 2006. Atkins' Physical Chemistry Eighth Edition. Published: Oxford University Press, Great Britain. Library of Congress Control Number: 2005936591, ISBN: 07167-8759-8, EAN: 9780716787594 Anonim, Analysis of Blood Plasma for Ethanol by Gas Chromatography [http:www.oberlin.edu/chem/ForChemLab/Alcohol/AlcoholPStudents.pdf] (23 Oktober 2013) Maron,Samuel dan Jerome Londo. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. USA : Macmillan Publishing Co,Inc. Prof. Dr. Sukardjo, 1997. Kimia Fisika. Jakarta : PT Rineka Cipta P.W. Atkins. 1993. Kimia Fisika, Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga. [www.ull.chemistry.uakron.edu/biochem/06.pdf] (25 Oktober 2013)

Makalah Kesetimbangan dan Kinetika Reaksi (Kelompok 9)

14