Anda di halaman 1dari 55

Pembimbing : Dr. Ali M, Sp.

Oleh : Wahidin Gotama (406117025)

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Kudus 2012

Data sosial
Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Agama Suku Alamat

: An. K : 9 tahun : Perempuan : SD kelas 3 : Islam : Jawa : Pasuruhan Lor, Kudus


2

Anamnesa
Alloanamnesis dengan ibu penderita dilakukan pada tanggal 27 Juni 2012 pukul 13.00 WIB di ruang Boegenvil 3 didukung dengan catatan medis. Keluhan utama : Panas Keluhan tambahan: tdk bisa bab dan mual

Riwayat Penyakit Sekarang


Sebelum masuk rumah sakit : Sejak 15 hari yang lalu anak demam yang semakin tinggi setiap hari nya dan terjadi terutama pada malam hari. Ibu pasien segera membawa berobat ke Puskesmas 2 minggu yang lalu, lalu diberikan obat penurun panas, panas turun setelah mendapatkan obat tapi kemudian naik lagi. Anak tidak kejang, tidak menggigil, panas terutama sore dan malam hari kemudian turun pada pagi hari tapi tidak sampai adem. Perut dirasakan mual, nafsu makan berkurang. BAB awalnya cair kemudian sejak 3 hari yang lalu tidak bisa BAB, kencing seperti biasa, jumlah cukup, warna kuning, tidak nyeri saat kencing. Panas tidak pernah turun sampai normal disertai lidah kotor.

Riwayat Penyakit Sekarang


Tanggal 26 Juni 2012 karena keadaan tidak membaik pasien berobat ke UGD RSUD Kudus dan kemudian disarankan mondok. Riwayat sering batuk tidak sembuh-sembuh disangkal, riwayat berat badan tidak naik-naik atau turun disangkal. Riwayat kontak dengan penderita batuk lama atau berdarah disangkal, riwayat berkeringat pada malam hari disangkal. Anak sudah divaksin BCG pada umur 1 bulan dan terlihat scar pada lengan kanan atasnya. Riwayat kencing dengan rasa tidak puas disangkal, riwayat nyeri atau panas saat kencing disangkal. Riwayat panas tinggi lama disertai menggigil disangkal. Riwayat berpergian ke daerah endemis malaria atau anggota keluarga berpergian ke daerah endemis malaria disangkal.

Riwayat sering jajan selama di sekolah dan di sekitar rumah diakui.

Riwayat Penyakit Sekarang


Setelah masuk rumah sakit : Setelah sampai di UGD RSUD Kudus, penderita dipasang infus lalu diambil darahnya untuk diperiksakan darah rutin, Widal S Typhii O & H. Penderita dimondokkan di ruang Boegenvil 3.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien belum pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga


Di keluarga pasien tidak ada yang menderita sakit seperti ini.

Riwayat Persalinan dan Kehamilan


Anak perempuan lahir dari ibu G1 P1 A0 hamil aterm, lahir secara spontan ditolong oleh bidan, langsung menangis, berat badan lahir 3650 gram, panjang badan saat lahir 51 cm, lingkar kepala saat lahir ibu lupa, lingkar dada saat lahir ibu lupa, tidak ada kelainan bawaan.

Riwayat Pemeliharaan Prenatal : Sang ibu biasa memeriksakan kandungannya secara teratur ke bidan terdekat. Tidak pernah menderita penyakit selama kehamilan. Riwayat perdarahan saat hamil disangkal. Riwayat trauma saat hamil disangkal.

Riwayat Pemeliharaan Postnatal : Pemeliharaan postnatal dilakukan di bidan dan pada saat usia penderita kurang dari 1 bulan, tidak ada kelainan pada anak.

Riwayat Perkembangan dan Pertumbuhan Anak :


Pertumbuhan : Berat badan lahir 3650 gram, panjang badan lahir 51 cm, berat badan sekarang 26 kg, tinggi badan sekarang 130 cm. Perkembangan : Senyum : 2 bulan Miring : Ibu lupa Tengkurap : Ibu lupa Duduk : 6 bulan Gigi keluar : Ibu lupa Merangkak : 8 bulan Berdiri : 9 bulan Berjalan : 12 bulan Anak sekarang sedang menginjak SD kelas 3, dapat mengikuti pelajaran dengan baik, tinggal kelas tidak pernah, pergaulan tidak ada masalah Tidak ada gangguan perkembangan mental dan emosi.

Kesan : Pertumbuhan cukup pada panjang dan Perkembangan anak sesuai dengan umur.

berat

badan

dan

Riwayat Makan dan Minum Anak :


ASI diberikan sejak lahir sampai usia 6 bulan.

Sejak usia 6 bulan diberikan bubur halus 3x sehari


Makanan padat : usia 1 tahun hingga sekarang diberikan makanan keluarga 2-3 x sehari. Kesan: kualitas dan kuantitas makan cukup.

Riwayat Imunisasi
BCG

DPT
Polio Campak Hepatitis B

: 1x (1 bulan) scar ( + ) : 3x ( 2,4,6 bulan ) : 4x ( 0,2,4,6 bulan ) : 1x ( 9 bulan ) : 3x ( 0,1,6 bulan )

Kesan : Imunisasi dasar lengkap sesuai usia. Imunisasi ulangan tidak pernah dilakukan.

Riwayat Sosial Ekonomi :


Ayah penderita bekerja sebagai petani Biaya pengobatan ditanggung PRIBADI.

Pemeriksaan fisik
Kesan umum Kesadaran Tekanan darah Denyut nadi Laju pernapasan Suhu Berat badan : Lemah : kompos mentis : 110/80 mmHg : 120/ menit, reguler, isi dan tegangan cukup : 24/ menit : 38C (aksila) : 26 kg

Tinggi badan

: 130 cm
14

Kepala Mata

Pemeriksaan fisik
: :

bentuk normal, rambut hitam, tidak mudah dicabut konjungtiva palpebra pucat (-), sklera kekuningan (-)

THT
Mulut Leher Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi

:
: :

Epistaksis (-), tonsil T1-T1


sulkus nasolabialis simetris, lidah kotor di tengah tepi hiperemis benjolan (-), nyeri tekan (-), trakea ditengah,JVP R-2, pembesaran KGB leher (-) Tidak terlihat ic Pulsasi iktus cordis teraba pada sela iga IV garis midklavikula kiri Batas jantung atas ICS II parasternal line sinistra Batas jantung kanan ICS V midsternal line Batas jantung kiri ICS V MCLS BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)

: : :

Auskultasi

15

Pemeriksaan fisik
Paru depan Kanan Kiri

Inspeksi

Simetris dalam keadaan diam dan pergerakan nafas, tidak ada retraksi sela iga
nyeri tekan (-) stem fremitus kanan sama kuat dengan kiri Sonor suara dasar vesikuler wheezing (-), ronkhi (-)

Simetris dalam keadaan diam dan pergerakan nafas, tidak ada retraksi sela iga

Palpasi

nyeri tekan (-) stem fremitus kanan sama kuat dengan kiri Sonor suara dasar vesikuler wheezing (-), ronkhi (-)
16

Perkusi Auskultasi

Pemeriksaan fisik
Abdomen Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi : : : : Tampak Membuncit , tidak ada kelainan kulit bising usus (+) menurun timpani, pekak alih (-) Supel, turgor kembali cepat. Nyeri tekan epigastrium, dan kuadran lateral kanan atas Hepar teraba membesar 3 jari di bwh arcus costae Superior Inferior -/-/-/-/-/-/17

Ekstremitas Ptekhie Oedem Pembesaran nnll aksila Pembesaran nnll inguinal

Pemeriksaan penunjang
Tanggal 26 Juni 2012 (hari 1 perawatan) Hb : 11,2gr/ dl Leukosit : 9600/ mm3 Trombosit : 122.000/ mm3 Widal S typhii O (+) 1/80 Widal S typhii H (+) 1/160 widal S para typi H-A :(-) widal S para typi H-B :(-) Lab tanggal 27 Januari 2012 Hb = 10 g / dL Leukosit = 8800 / mm3 Trombosit = 103.000 / mm3 Widal S typhii O (+) 1/160 Widal S typhii H (+) 1/160 SGOT 187 U/L SGPT 121 U/L
18

Pemeriksaan penunjang
Tanggal 28 Juni 2012 (hari 1 perawatan) Hb : 9,2gr/ dl Leukosit : 8700/ mm3 Trombosit : 113.000/ mm3 Lab tanggal 2 Juli 2012 Hb = 8.7 g / dL Leukosit = 5400 / mm3 Trombosit = 138.000 / mm3 SGOT 111 U/L SGPT 103 U/L Lab tanggal 4 Juli 2012 Hb = 8.3 g / dL Leukosit = 4500 / mm3 Trombosit = 166.000 / mm3
19

DIAGNOSIS
DIAGNOSIS BANDING Demam Tifoid Demam paratyphi Hepatitis C Hepatitis B Malaria

DIAGNOSIS KERJA Demam tifoid


Suspect Hepatitis kronis

PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa :
Bed Rest

Diet

Medikamentosa :

Terapi: Infus RL 10 tpm Injeksi cefotaxime 2x1 gr Per oral : Paracetamol 500 mg x 1 cth Kloramfenikol 500 mg x 1 cth antacid 3x1/2 tb

PROGNOSA
Ad vitam Ad Functionam Ad Sanationam

: Dubia ad bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam

Kultur empedu IGM anti Salmonella Typhii

USULAN

Laboratorium darah ulang (Hb, L, T) Foto abdomen (atas indikasi) Tes Tuberkulin (atas indikasi) Rntgen thorax (atas indikasi) Kultur bakteri urin (atas indikasi)

Di rumah sakit :

Tirah baring. Minum air yang banyak. Minum obat penurun panas sesuai dosis yang diberikan. Makan makanan lembut terlebih dahulu. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum makan. Penyajian makanan sehigiene mungkin. Di rumah :

NASEHAT

Minum antibiotik oral yang diberikan sesuai anjuran dokter. Jaga higiene personal, keluarga dan sanitasi lingkungan termasuk buang air kecil ke dalam kloset. Makan makanan yang lunak dahulu, rendah serat baru berangsurangsur pindah ke makanan biasa. Penyajian makanan sehigiene mungkin termasuk memasak makanan terlebih dahulu. Kurangi jajan di luar.

Tinjauan Pustaka

DEMAM TIFOID

ETIOLOGI
Salmonella typhi

= Typhoid fever = Typhus abdominalis, demam enterik


Batasan (Anderson et al., 2003). infeksi sistemik bersifat akut serang saluran cerna ditandai dengan panas > 1 minggu gangguan saluran cerna dengan / tanpa gangguan kesadaran -

PATOGENESIS

Mukosa usus halus

Pembuluh Limfe

Peredaran darah

Organ ( terutama hepar dan lien )

Usus

Replikasi

Peredaran darah

Limpa KE ( Radang dan Ulkus )

Demam remiten pada minggu pertama,biasanya menurun pd pagi hari danmeningkat pd sore hari dan malam hari. Dalam minggu kedua, pasien terus berada dalam keadaan demam, Demam turun secara berangsur-angsur pd minggu ketiga. Lidah kotor yaitu ditutupi oleh selaput kecoklatan kotor,dan tepi kemerahan,jarang disertai tremor. Hati dan limpa membesar,nyeri pd perabaan. Biasanya tdpt konstipasi,tetapi mungkin normal bahkan dapat diare.

Demam

Febris incrementi

Febris continoa

Febris decrementi

Kurva demam : step-ladder temprature chart

step-ladder temprature chart

saddle back fever (DD, DBD)

Demam typhoid

Demam skarlet

Peny. Kawasaki

Komplikasi Intestinal

KOMPLIKASI
Komplikasi Extra Intestinal
- Darah : Trombositopenia - Jantung : Endokarditis - Paru : Pneumonia - Hepar : Hepatitis - Kandung Empedu : Kolesistitis - Ginjal : Glomerulonefritis, Pyelonefritis - Tulang : Osteomyelitis, Arthritis - Neuropsikiatrik : penurunan kesadaran

-Perdarahan Usus -Perforasi Usus -Ileus Paralitik

Kloramfenikol

Lini I Non medikamentosa (suportif) Penatalaksanaan Medikamentosa

Ampisilin

Kotrimoksazol

Seftriakson

Sefiksim Lini II Fluorokuinolon

Asitromisin

PENCEGAHAN

Ty-21a
Imunisasi Aktif ViCPS

Perhatikan Kualitas

TAB Vaccine

Genom of Hepadnavirus (Hepatitis B Virus)

Nucleic acid

Capsid Envelope (HBsAg)

Nucleic capsid (HBcAg)

C P S X

the core protein a large polymerase (DNA Polymerase, reverse transcriptase) the 3 polypeptides of the surface antigen (pre S1, pre S2, and S) a small transactivator of viral transactivator of viral transcription

Adolescent

Children

Perinatal

Adult

6%
8% 84% 4% 4%

58% 12%

24%

Acute infection

Chronic infection

CDC Sentinel Sites. 1989 data.

Melalui darah: penerima produk darah, IVDU, ps hemodialisis, pkerja kesehatan,pekerja yg terpapar darah. Transmisi seksual Penetrasi jaringan (perkutan) atau permukosa : tertusuk jarum, penggunaan ulang peralatan medis yg terkontaminasi, penggunaan bersama pisau cukur atau silet, tato, akupuntur, tindik, dan penggunaan sikat gigi bersama. Transmisi maternal-neonatal. Tidak ada bukti penyebaran fekal-oral.

If mother positive for HBsAg and HBeAg


70%-90% of infants infected 90% of infected infants become chronically

infected

If positive for HBsAg only


5%-20% of infants infected

90% of infected infants become chronically

infected

Concentration of Hepatitis B Virus in Various Body Fluids


High
blood serum wound exudates

Moderate
semen vaginal fluid saliva

Low/Not Detectable urine feces sweat tears breastmilk

Patofisiologis Ada 3 fase penting dalam perjalanan penyakit pada hepatitis B kronik, yi : Fase imunotoleransi sistem imun tubuh toleran terhadap HBV sehingga konsentrasi virus HBV dalam darah dapat tinggi, tetapi tidak terjadi peradangan hati yang berarti Fase imunoaktif tubuh berusaha menghancurkan virus dan menimbulkan pecahnya hepatosit yang terinfeksi HBV Fase nonreplikatif biasanya sudah terjadi sirosis, tetapi replikasi virus sudah minimal

Penatalaksanaan

Dua kelompok terapi untuk Hepatitis B kronik


Kelompok imunomodulasi

Interferon Vaksinasi terapi Kelompok terapi antivirus Lamivudin Adefovir dipivoksil

Bisa berupa rasa lemas, ikteris yg hilang timbul Sebagian besar hepatitis kronis tanpa gejala Hepatitis kronik dan sirosis hati umumnya tanpa stadium akut Hepatitis B akut non ikterik cenderung mjd kronik

90% infeksi pd neonatus akan berkembang

menjadi karier 1-5% pasien dws akan berkembang menjadi kronik

Sequence of serologic markers for hepatitis B viral hepatitis demonstrating (A) acute infection with resolution and (B) progression to chronic infection.

Sirosis Liver cancer Liver failure Hepatitis D infection Kidney problems Blood vessel inflammation (vasculitis)

Vaksin rekombinan ragi


Mgandung HBsAg sbg imunogen. Efektifitas sebesar 85-95% dalam mencegah infeksi HBV. ES utama :
Nyeri sementara pada tempat suntikan pada 10-25%. Demam ringan dan singkat pada <3%.

Indikasi
Imunisasi universal utk bayi baru lahir. Grup resiko tinggi
Pasangan dan anggota keluarga yang kontak dengan karier hepatitis B. Pekerja kesehatan dan pekerja yg terpapar darah. Homoseksual dan biseksual pria. Individu dengan byk pasangan seksual. Resipien transfusi darah. Pasien hemodialisis Sesama narapidana Individu dengan penyakit hati yg sdh ada (mis hepatitis C

Utk perlindungan dari hepatitis A dan B


Vaksin kombinasi (Twinrix-

GlaxoSmithKline) mangandung 20mg protein HBsAg (Engerix B) dan > 720 Unit Elisa hepatitis A virus yg dilemahkan (Havrix) memberikan proteksi ganda dengan pemberian suntikan 3x berjarak 0, 1, dan 6 bulan. I : Individu dg resiko baik thd infeksi HAV maupun