Anda di halaman 1dari 21

KOLESTEATOMA

DEFINISI
Epitel kulit yg berada pada tempat yg salah sehingga terperangkap membentuk kolesteatoma.

KLASIFIKASI
Kongenital
Akuisita

- primer terbentuk tanpa didahului perforasi MT. - sekunder terbentuk setelah ada perforasi MT.

KOLESTEATOMA KONGENITAL
Terbentuk pada masa embrionik dgn MT utuh tanpa tanda tanda infeksi.
Lokasi :

- cavum timpani - daerah petrosus mastoid - cerebellopontin angle

KOLESTEATOMA AKUISITA PRIMER


Teori Invaginasi timbul akibat proses
invaginasi MT pars flaksida karena adanya tekanan negatif di telinga tengah akibat gangguan tuba.

KOLESTEATOMA AKUISITA SEKUNDER


Teori Migrasi timbul akibat masuknya
epitel kulit dari liang telinga / dari pinggir perforasi MT ke telinga tengah.

Teori Metaplasi timbul akibat metaplasi


mukosa cavum timpani karena iritasi infeksi yg berlangsung lama.

TEORI LAINNYA
Teori Implantasi timbul akibat implantasi
epitel kulit secara iatrogenik ke dalam telinga tengah sewaktu operasi, setelah blust injury, pemasangan pipa ventilasi, dan setelah miringotomi.

PATOFISIOLOGI
Kolesteatoma Media baik utk pertumbuhan kuman (infeksi) [Proteus, Pseudomonas) Keluar mediator inflamasi dan berbagai sitokin Menstimulasi sel-sel keratinosit matriks kolesteatoma bersifat proliferatif, destruktif, berangiogenesis Menekan dan mendesak organ sekitar serta menimbulkan nekrosis tulang Mempermudah timbulnya komplikasi Labirinitis, meningitis, abses otak

NYERI

Nyeri adalah mekanisme protektif yang dimaksudkan untuk menimbulkan kesadaran bahwa telah atau akan terjadi kerusakan

jaringan.

3 KATEGORI RESEPTOR NYERI


1. Nosiseptor mekanis Respon terhadap kerusakan mekanis , contoh

tusukan, benturan, atau cubitan

2. Nosiseptor terminal Berespon terhadap suhu yang berlebihan terutama panas


3. Nosiseptor polimodal Berespon setara terhadap semua jenis rangsangan yang merusak, termasuk iritasi zat kimia

Reseptor nyeri adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsang nyeri. Reseptor nyeri disebut juga nosireceptor, secara anatomis reseptor nyeri (nosireceptor) ada yang bermielien dan ada juga yang tidak

bermielin dari syaraf perifer.

Letak reseptor
a. kulit (Kutaneus)
b. somatik dalam (deep somatic) c. viseral Nosireceptor kutaneus berasal dari kulit dan

sub kutan, nyeri yang berasal dari daerah ini biasanya mudah untuk dialokasi dan didefinisikan.

Reseptor jaringan kulit (kutaneus) terbagi dalam dua komponen yaitu:


1. Reseptor A delta --- Merupakan serabut komponen cepat (kecepatan tranmisi 6-30 m/det) yang memungkinkan timbulnya nyeri tajam yang akan cepat hilang apabila penyebab nyeri dihilangkan.
2. Serabut C --- Merupakan serabut komponen lambat (kecepatan tranmisi 0,5 m/det) yang terdapat pada daerah yang lebih dalam, nyeri biasanya bersifat tumpul dan sulit dilokalisasi.

Struktur reseptor nyeri somatik dalam meliputi reseptor nyeri yang terdapat pada tulang, pembuluh darah, syaraf, otot, dan

jaringan penyangga lainnya.


Karena struktur reseptornya komplek, nyeri

yang timbul merupakan nyeri yang tumpul dan sulit dilokalisasi.

Reseptor nyeri jenis ketiga adalah reseptor viseral, reseptor ini meliputi organ-organ viseral seperti jantung, hati, usus, ginjal dan

sebagainya.
Nyeri yang timbul pada reseptor ini biasanya

tidak sensitif terhadap pemotongan organ, tetapi sangat sensitif terhadap penekanan, iskemia dan inflamasi.

PATOGENESIS DEMAM
Infectious agent Toxins

Monocytes/Macrophage Endothelial cells Etc


Pyrogenic cytokines IL-1,IL 6,TNF,IFN Anterior hypothalamus Action of antipyretic F E V E R

Heat conservation Heat production Elevated Thermoregulatory Set Point

PGE2

TERIMA KASIH