Anda di halaman 1dari 29

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Setiap manusia memiliki keinginan serta kebutuhan dalam hidupnya. Oleh karena itu, manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut. Kegiatan manusia di dalam masyarakat dalam bidang ekonomi pada dasarnya terdiri atas kegitan produksi, konsumsi, dan pertukaran yang tidak lepas dari permintaan dan penawaran. Kegitan ekonomi itu timbul karena adanya kebutuhan manusia. Pada umumnya kebutuhan manusia mempunyai sifat yang tidak terbatas. Artinya begitu satu macam kebutuhan terpuaskan akan timbul macam kebutuhan lain. Jadi, kebutuhan manusia yang tidak terbatas tersebut merupakan penggerak aktivitas ekonomi. Proses kehidupan manusia sehari-hari tidak pernah lepas dari permintaan dan penawaran barang maupun jasa. Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu pada suatu daerah (geografis tertentu). Permintaan dilakukan oleh konsumen pada mekanisme pasar. Permintaan tidak hanya berarti bahwa orang-orang menginginkan sesuatu, tetapi bahwa mereka memiliki sarana dan bersedia membayar untuk apa yang mereka inginkan. Dalam konsep pemasaran terdapat definisi yang berbeda antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan mengacu pada keinginan dasar yang diperlukan untuk kelangsungan hidup individu sehingga harus dipenuhi. Keinginan berarti seseorang memiliki pilihan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan. Seperti misalnya seseorang membutuhkan makanan (kebutuhan) tetapi ia ingin makan burger (keinginan). Keinginan tidak begitu diperlukan untuk kelangsungan hidup seseorang, akan tetapi ia akan merasa senang ketika keinginan mereka dapat terpenuhi. Keinginan biasanya dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Ini berarti bahwa orang dapat memiliki kebutuhan yang sama, namun keinginan berbeda.

Permintaan adalah sebuah keinginan terhadap produk atau jasa disertai dengan kemampuan financial untuk memperolehnya. Permintaan suatu barang atau jasa dapat diukur dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara matematis, permintaan juga dapat disederhanakan ke dalam gambar yang dinamakan kurva. Kurva permintaan haruslah dapat menjelaskan tentang permintaan di mana hubungan antara harga yang disimbolkan dengan huruf P dan jumlah barang yang dimintanya yang disimbolkan dengan Qd adalah negatif atau berbanding terbalik.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan beberapa masalah yaitu: a. b. c. d. Pengertian want, need, dan demand Cara pengukuran demand Faktor yang mempengaruhi demand Bentuk kurva demand

1.3

Tujuan Penulisan Tujuan penyusunan makalah berdasarkan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut: a. b. c. d. Untuk mengetahui pengertian want, need, dan demand Untuk mengetahui cara pengukuran demand Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi demand Utuk mengetahui bentuk kurva demand

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Want, Need, dan Demand Menurut Septo P. Arso (2009), kebutuhan (need) diartikan sebagai keadaan yang dirasakan kurangnya atau tiadanya pemenuhan secara mendasar. Kebutuhan menyatakan tuntutan dasar manusia. Sedangkan keinginan (want) diartikan sebagai hasrat terhadap pemenuhan yang lebih lanjut dari dirasakannya kebutuhan. Keinginan biasanya bersifat subjektif dan bersifat individual. Permintaan (demand) adalah hasrat terhadap produk yang dapat memenuhi keinginan yang telah didukung dengan kemampuan dan kemauan untuk membayar. Pengertian permintaan (demand) tidak terpisah dari arti kebutuhan (need) dan keinginan (want). Kebutuhan (need) adalah sesuatu yang dirasa kurang dari diri manusia itu sendiri, keinginan (want) adalah sesuatu yang dirasa kurang karena lingkungan, dan permintaan (demand) adalah keinginan yang disertai dengan daya beli. Demand merupakan ungkapan permintaan dari keinginan dan kebutuhan (Irawan dkk., 1996) Permintaan adalah keinginan terhadap produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Dengan demikian permintaan adalah kebutuhan dan keinginan yang didukung oleh daya beli (Kotler dan Andersen, 1995). Kotler dan Andersen (1995) menyatakan bahwa kebutuhan manusia (humand need) adalah ketidak beradaan beberapa kepuasan dasar seperti: kebutuhan makanan, pakaian, tempat berlindung, keamanan hak milik dan harga diri, kesehatan termasuk juga kesehatan gigi dan mulut. Keinginan (want) adalah hasrat pemuas kebutuhan yang spesifik yaitu cara pemenuhan kebutuhan dengan beberapa pemilihan untuk memuaskannya. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin seseorang kebutuhannya sedikit, misalnya hanya pencegahan penyakit gigi dan mulut namun keinginannya banyak karena dipengaruhi oleh kondisi sosial seperti pendidikan, keluarga dan atau perusahaan.

Dari beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa permintaan (demand) tidak terpisah dari kebutuhan (need) dan keinginan (want). Kebutuhan (need) berawal dari keinginan (want). Sedangkan permintaan atau demand merupakan kebutuhan (need) yang telah didukung dengan daya beli.

2.2

Konsep Want-Need-Demand dengan Konsep Need-Want-Demand 1. Konsep want-need-demand Pada konsep ini yang muncul terlebih dahulu adalah want setelah itu baru kemudian diikuti oleh need. Want yaitu keinginan, keinginan dalam konsep ini ada yang dipenuhi dan ada juga yang tidak artinya tidak keharusan. Sementara need adalah want yang telah di filter, yaitu keinginan yang harus dipenuhi. Setelah need muncul demand, dimana demand merupakan keinginan yang direncanakan karena terdapat kemampuan finansial untuk memenuhinya. Sehingga singkatnya, setiap manusia memiliki keinginan akan tetapi karena tidak semua keinginan dapat dipenuhi maka keinginan tersebut difilter menjadi kebutuhan. Dan kebutuhan tersebut direalisasikan dalam demand. 2. Konsep need-want-demand Konsep kedua ini berbeda denagn konsep pertama, dimana pada konsep pertama want muncul terlebih dahulu sebelum need. Akan tetapi pada konsep ini need muncul terlebih dahulu kemudian want dan dilanjutkan dengan demand. Pada konsep ini setiap manusia memiliki kebutuhan (need) oleh karena itu mereka memiliki keinginan (want) untuk merealisasikan kebutuhan tersebut. Wujud dari realisasi tersebut adalah demand. Need pada konsep pertama dan kedua pengertian sama yaitu keinginan yang harus dipenuhi. Sementara want berbeda pada konsep yang pertama dan kedua. Pada konsep pertama want diartikan sebagai semua yang diinginkan. Sementara pada konsep yang kedua want diartikan sebagai keinginan untuk menjadikan need menjadi demand. Oleh karena perbedaan pada kedua konsep tersebut, maka para ekonom sepakat untuk tidak

mendiskusikan mengenai want lagi melainkan mendiskusikan terkait need dan demand saja.

2.3

Tujuan Pengukuran Need dan Demand Setelah melakukan pengukuran need maka kita akan mengetahui selera individu atau pasar, ukuran produk, jenis produk serta hal lain terkait produk yang sebenarnya dibutuhkan oleh individu atau pasar. Sementara dengan melakukan pengukuran demand, perusahaan produk yang secara real dibeli oleh konsumen. Kadang kala individu atau pasar membeli suatu produk tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini dapat dikarenakan oleh ketidaktersediaan produk yang mereka butuhkan sehingga terpaksa mereka membeli produk yang tersedia. Untuk menghindari hal seperti ini terjadi, maka sebelum membuat suatu produk yang akan dipasarkan sebaiknya perusahaan melakukan pengukuran need dan demand. Tujuan perusahaan melakukan pengukuran need dan demand adalah untuk mendapatkan informasi. Dengan informasi tersebut perusahaan dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh individu dan pasar. Selain itu perusahaan dapat melakukan peramalan penjualan dan perencanaan pengembangan produk, dapat memilih pasar dengan lebih baik, dan melaksanakan rencana pemasaran dengan lebih baik. Biasanya pengukuran need dan demand digunakan untuk memperkirakan permintaan jangka pendek produk tertentu. Salah satu contoh kasus tujuan pengukuran need dan demand di atas, seorang pengusaha membuka rumah makan yang menjual sate di sekitar wilayah kontrakan mahasiswa. Sebelum membuka usaha rumah makan sang pengusaha tidak melakukan pengukuran need dan demand terhadap mahasiswa di daerah itu terlebih dahulu. Padahal sebenarnya mahasiswa lebih berminat dan membutuhkan nasi goreng daripada sate, sementara di daerah tersebut belum ada rumah makan yang menjual nasi goreng. Meskipun ada mahasiswa yang membeli sate di rumah makan tersebut bukan karena ia berminat tetapi karena terpaksa sebab tidak ada rumah akan mengetahui

makan yang menjual nasi goreng. Seandainya sebelum membuka usaha rumah makan si pengusaha tersebut melakukan pengukuran terhadap need dan demand para mahasiswa di daerah tersebut, maka akan banyak mahasiswa yang membeli nasi goreng di rumah makannya sebab sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Dengan hasil pengukuran need dan demand mereka akan mengetahui bahwa yang mahasiswa butuhkan adalah nasi goreng sehingga mereka akan menjual nasi goreng bukan sate.

2.4

Cara Pengukuran Kebutuhan (Need) dan Permintaan (Demand) a. Pengukuran Kebutuhan (Need) Pengukuran kebutuhan dapat dilakukan dengan metode analisis kebutuhan (Need Assessment). Menurut ensiklopedia evaluasi yang disusun oleh Anderson analisis kebutuhan diartikan sebagai suatu proses kebutuhan sekaligus menentukan prioritas. Need Assessment (analisis kebutuhan) adalah suatu cara atau metode untuk mengetahui perbedaan antara kondisi yang diinginkan/seharusnya (should be / ought to be) atau diharapkan dengan kondisi yang ada (what is). Kondisi yang diinginkan seringkali disebut dengan kondisi ideal, sedangkan kondisi yang ada, seringkali disebut dengan kondisi riil atau kondisi nyata. Analisis kebutuhan sebagai suatu proses formal untuk menentukan jarak atau kesenjangan antara keluaran dan dampak yang nyata dengan keluaran dan dampak yang diinginkan, kemudian menempatkan deretan kesenjangan ini dalam skala prioritas lalu memilih hal yang paling penting untuk diselesaikan masalahnya. Need Assessment dapat diterapkan pada individu, kelompok atau lembaga (institusi). Dalam konteks pendidikan kebutuhan diartikan sebagai suatu kondisi yang memperlihatkan adanya kesenjangan antara kenyaataan yang ada dengan kondisi yang diharapkan. Kebutuhan diartikan sebagai jarak antara keluaran yang nyata dengan keluaran yang diinginkan. Penilaian kebutuhan secara objektif dan secara subjektif.

Mengenai kesenjangan yang menunjukkan pada need itu sendiri dapat berhubungan dengan dua hal yaitu: 1. Ukuran objektif yaitu membandingkan antara tingkat penampilan hasil pengukuran dengan tingkat penampilan yang dipertimbangkan untuk diterima. 2. Ukuran subjektif yaitu membandingkan tingkat penampilan hasil pengukuran dengan pertimbangan kebutuhan di suatu daerah. Ukuran objektif dalam need assessment biasanya melalui langkah-langkah berikut: 1. Mengidentifikasi wilayah tujuan yang dipandang penting dalam system pendidikan. 2. Memilih atau menentukan ukuran atau indikator untuk wilayah tujuan tersebut. 3. 4. 5. Menentukan tingkat ukuran. Mengadministrasikan pengukuran. Membandingkan tingkat yang diperoleh dengan tingkat yang diterima sebagai ketentuan. Ukuran subjektif dalam need assessment biasanya berisi sejumlah langkah sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi tujuan yang dipandang penting dalam sistem pendidikan. 2. Mempertimbangkan pilihan : memilih atau mengembangkan ukuran untuk wilayah tujuan atau mengadministrasikannya. 3. Menyusun rating scale untuk mempertimbangkan tingkatan penampilan yang ada dari setiap tujuan yang ditentukan. Analisis kebutuhan dilakukan secara bertahap: persiapan, pengumpulan data, analisis data dan interpretasi, deseminasi dan pembuatan laporan. 1. Persiapan a) Mengidentifikasi dan mendeskripsikan tentang audien dan target populasi

b) Mengklarifikasi tujuan analisis kebutuhan yaitu meliputi alasan yang dinyatakan (stated reason) yaitu antara lain seleksi perseorangan atau group untuk berpartisipasi dalam program, alokasi dana, dll. dan alasan yang tidak dinyatakan (unstated reason). c) Menetapkan cakupan dan tempat analisis kebutuhan. d) Menentukan orang yang akan terlibat di dalam pelaksanaan analisis kebutuhan yang meliputi keterlibatan anggota, menjalin komunikasi dengan group tersebut sepanjang studi e) Mengembangkan dan memperhatikan isu-isu politik yang urgen yaitu meliputi pelibatan individu dan grup kunci dalam lingkungannya, komunikasi secara terus-menerus,

mengidentifikasi dan pendekatan terhadap orang-orang yang berada dalam lingkungan birokrasi. f) Mengidentifikasi dan menjelaskan informasi yang dibutuhkan yang meliputi keadaan, program, biaya, kerangka konsep dan dasar filosofi serta indicator keberhasilan. 2. Pengumpulan Data a) Mengumpulkan sumber informasi yang relevan. b) Menentukan sampel. c) Menentukan prosedur pengumpulan data dan instrument d) Menetapkan rencana implementasi dan prosedur observasi. e) Mendokumentasi dan menyimpan informasi. 3. Analisis Data dan Interpretasi a) Mereview dan memperbaharui informasi yang telah

dikumpulkan. b) Mereview informasi dengan grup yang relevan. c) Melakukan analisis deskriptik sesuai dengan tipe informasi. d) Menilai informasi yang tersedia. e) Melakukan analisis.

4.

Deseminasi Hasil Analisis dan Pembuatan Laporan Data yang telah dianalisis dipresentasikan dan dirumuskan dalam bentuk kebijakan, sebagai rekomendasi. Hasil yang dipresentasikan dalam forum seminar disebut dengan diseminasi hasil evaluasi, dengan peserta, para perencana dan pelaksana program, pimpinan lembaga, pihak sponsor, masyarakat yang terkena program dan stake holder. Adapun standar yang digunakan untuk mereview dan mengevaluasi rencana laporan berdasarkan Standar Evaluasi Analisis Kebutuhan antara lain: a) Standar Kegunaan, yaitu meliputi antara lain: identifikasi audiens, kredibilitas penilai, cakupan informasi, interpretasi penilaian, kejelasan laporan, diseminasi laporan, jadwal laporan dan dampak dari evaluasi. b) Standar Feasibility (Kelayakan) yaitu meliputi prosedur praktis, pengakuan secara politis dan efisiensi biaya c) Standar Perilaku, yaitu meliputi kewajiban formal, konflik kepentingan, keterbukaan kepada public, HAM, interaksi manusia, laporan secara seimbang antara pusat, daerah, individual dan instansi, serta tanggung jawab atas anggaran d) Standar Akurasi/Ketepatan, yaitu meliputi identifikasi obyek, analisis konteks, menggambarkan tujuan dan prosedur,

kebenaran sumber informasi, pengukuran yang valid dan reliable, control data secara sistematis, analisis informasi kuantitatif, analisis data kualitatif, kesimpulan secara adil dan laporan yang objektif.

b. Pengukuran Permintaan (Demand) Pengukuran permintaan adalah usaha untuk mengetahui permintaan atas suatu produk atau sekelompok produk di masa yang lalu dan di masa yng sekarang dalm kendala satu aset kondisi tertentu. Untuk mengetahui seberapa besar demand yang didapatkan dari need dan want ada beberapa cara mengukur demand:

1.

Observasi: Kita datang atau melihat secara langsung ke lokasi yang kita tuju apakah need dan want yang telah direncanakan oleh seseorang benar-benar dijalankan/didapatkan.

2.

Survey: Kita menanyakan langsung kepada pihak yang kita targetkan dalam kegiatan need dan want. Karena kita tidak bisa mereka-mereka apa yang telah terjadi tanpa mengetahui secara langsung dari pihak yang di targetkan.

3.

Target penjualan: Mendatangi langsung ke suatu institusi yang berkaitan guna mendapatkan suatu jawaban yang real dari target yang kita inginkan.

c.

Perbedaan Pengukuran Need dan Demand Antara Individu dengan Organisasi Dari semua cara untuk mengukur need dan demand, ada hal yang perlu diperhatikan. Ketika mengukur need dan demand, kita tidak bisa memakai cara yang sama untuk melihat need dan demand pada individu dengan organisasi. Keduanya tidak bisa memakai cara yang sama. Ada cara yang bisa dipakai untuk mengukur tingkat individu, ada pula cara lain yang dipakai untuk mengukur tingkat organisasi. Untuk mengukur tingkat individu, kita bisa menggunakan cara observasi langsung, atau wawancara pribadi. Observasi langsung maksudnya adalah kita sebagai orang yang akan mengukur need atau demand seseorang, akan melihat kegiatan orang tersebut. Mencatat atau merekam segala kegiatan yang orang itu lakukan, sehingga dengan data yang kita peroleh, bisa diolah menjadi suatu informasi tentang need atau demand orang tersebut yang menjadi tujuan kita. Kemudian cara kedua yang bisa kita lakukan untuk mengukur need dan demand individu adalah dengan melakukan wawancara pribadi. Kita akan mengajukan pertanyaan seputar need target, yang benar-benar menjadi kebutuhan mendasar bagi target. Setelah target membeli barang yang menjadi neednya, kita akan mengajukan pertanyaan kembali seputar demand. Barang yang dikonsumsi oleh target sudah memenuhi neednya atau tidak sama sekali.

10

Sedangkan untuk tingkat organisasi, yang dapat dilakukan untuk mengukur need dan demand sedikit mirip dengan cara tingkat individu. Hanya yang membedakan adalah proses dalam mendapatkan data yang diinginkan. Caranya adalah dengan melakukan wawancara dan survey pasar. Wawancara pada tingkat organisasi, hampir sama dengan tingkat individu, tetapi di tingkat ini wawancara akan dilakukan kepada banyak orang. Tidak hanya kepada beberapa individu, karena organisasi adalah kumpulan dari banyak individu dan mempunyai satu tujuan yang sama. Maka dari itu pasti need dan demand dari kumpulan individu tersebut sama. Selanjutnya dengan cara survey pasar, hal ini dilakukan dengan mendatangi penjual barang atau jasa di sekitar organisasi, kemudian bertanya atau melihat data penjualan penjual di sekitar. Barang atau jasa yang paling banyak dikonsumsi, itulah need dan demand dari organisasi sekitar.

2.5

Hukum Permintaan (The Law of Demand) Dalam teori permintaan, dikenal dengan adanya hukum permintaan yang menyatakan hubungan antara harga dengan kuantitas barang yang diminta. Dan istilah ini pertama kali digunakan oleh ekonom Alfred Marshll dalam bukunya di tahun 1980. Menurut seorang ahli ekonom Vincent Gaspersz (2005:27) Hukum permintaan (Law of Demand) menyatakan bahwa kuantitas produk yang diminta akan meningkat apabila harga menurun dan kuantitas produk yang diminta akan menurun apabila harga meningkat (catris paribus). Samuelson dan Nordhaus (1995:61), menyatakan mengenai

permintaan dengan kemiringan negatif (law of downward sloping demand). Jika harga suatu komoditi naik, (dan hal-hal lain dianggap tidak berubah atau konstan), pembeli cenderung membeli lebih sedikit komoditi tersebut. Demikian juga halnya jika harga turun, dan hal-hal lain tidak berubah, jumlah barang yang dibeli akan meningkat.

11

Hal ini diperkuat oleh ahli ekonomi lainnya yaitu Case dan Fair (2005:61) yang menyatakan Hukum permintaan adalah hubungan negatif antara harga dan kuantitas yang diminta saat harga melambung kuantitas yang diminta akan turun. Saat harga turun, kuantitas yang diminta akan meningkat. Hukum permintaan ini akan berlaku apabila kondisi berada dalam keadaan cateris paribus. Cateris paribus merupakan suatu istilah bahasa latin yang diartikan hal lainnya sama. Istilah ini digunakan untuk meningkatkan bahwa semua variabel selain variabel yang sedang diteliti diasumsikan konstan. (Mankiw, 2000:80) Contoh aplikatif dari hukum permintaan yang bersifat cateris paribus dalam keseharian dapat dimisalkan seperti penjualan beragam merek susu. Susu merek A pada awalnya mendapatkan permintaan yang cukup tinggi di masyarakat karena harganya yang tidak terlalu mahal. Dikarenakan suatu kondisi, susu merek A mengalami kenaikan harga dipasaran. Hal tersebut menyebabkan konsumen beralih untuk membeli konsumsi merek B yang jauh lebih terjangkau. Oleh karena itu permintaan terhadap susu merek A menjadi turun. Walaupun menurut hukum permintaan kemiringan kurva permintaan menurun ke kanan, terdapat pengecualian terhadap beberapa jenis barang sehingga hukum permintaan tidak berlaku. Pengecualian tersebut berupa kasus klasik yang terkenal dengan nama barang Giffen atau keanehan Giffen (Giffen paradox), yang pertama kali dikemukakan oleh seseorang pakar ekonomi bernama Sir Robert Giffen. Menurutnya, semakin tinggi tingkat harga, menyebabkan permintaan terhadap harga itu menunjukkan angka semakin meningkat. Hal tersebut disebabkan oleh semakin meningkatnya harga jual mengakibatkan konsumen berpenghasilan rendah semakin tidak mampu membeli barang yang kualitasnya lebih baik sehingga transaksi pembelian barang tersebut menjadi lebih banyak. Oleh karna itu, barang Giffen dilakukan sebagai barang yang memiliki slope kurva permintaan positif. Teori pengecualian yang diungkapkan Giffen dapat dicontohkan

dengan contoh berikut. Di zaman modern ini banyak sekali produsen yang

12

menawarkan produk dengan kualitas yang canggih. Salah satunya adalah produk handphone (smart phone) Samsung. Meskipun dipasaran harga Samsung cenderung tinggi (mahal), namun karena trend handphone adalah android dan layar touchscreen, sehingga meskipun harga Samsung tinggi, permintaan akan produk tersebut juga tinggi. Contoh lainnya adalah pada makanan junk food, meskipun harganya tinggi (mahal) akan tetapi karena kondisi sosial di masyarakat adalah gaya hidup yang mewah maka permintaan pada makanan junk food pun tetap tinggi sehingga permintaan akan makanan-makanan seperti itu masih banyak. Adapun hal-hal lain yang diduga sebagai pengecualian terhadap hukum permintaan. Yang pertama berhubungan dengan barang-barang bergengsi (prestice good), dimana jika harga naik maka permintaan akan bertambah karena barang ini sangat menarik bagi orang yang senang menonjolkan kemewahan. Hal kedua yang diduga sebagai pengecualian adalah dampak harapan yang dinamis (dynamic expectional effect). Misalnya, jika harga barang turun maka kuantitas perintaan akan turun apabila orang memperkirakan bahwa harga akan terus-menerus turun (Billas, 1996:12; Joesron, 2002:13).

2.6

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya

dipengaruhi oleh harga dari barang lain, selera dan sebagainya. (Tati Suhartati Jaesron, 2003: 12). Secara matematis hal itu dapat dirumuskan dalam formula sebagai berikut: Qx= f(x)cp Tingkat harga suatu barang berpengaruh terhadap besarnya jumlah yang dibeli oleh seseorang. Makin mahal harga suatu barang akan berkurang jumlah yang dibelinya dengan syarat keadaan yang lain- lain tidak berubah (cateris paribus). (gulton 1996;29)

13

dimana jika rumsu diatas diuraikan dengan beberapa variabel, maka didapatkan hasil formula sebagai berikut: Qx= f (Px,Ax,Dx,Ox Variabel Strategis Qx Px Ax Dx Ox Ic Tc Ec Py Ay Dy Oy N W G Ic,Tc,Ec Variabel Konsumen Py,Ay,Dy,Oy Variabel Pesaing N,W,G,...) Variabel lain

= Jumlah barang X yang diminta = Harga barang X per unit = Advertensi barang = Desain barang = Outlet (tempat menjual ) barang X = Income (pendapatan) konsumen = Taste (selera atau cita rasa) konsumen = Expectation (harapan, perkiraan atau ramalan) konsumen = Harga barang Y per unit = Advertensi barang Y = Desain barang Y = Outlet (tempat menjual) barang Y = Number (jumlah) penduduk = Weather (cuaca) = Government (kebijakan pemerintah)

Terdapat empat kelompok variabel didalam persamaan fungsional tersebut, yakni variabel strategis, variabel konsumen, variabel pesaing, dan variabel lain. Kelompok variable strategis berisi variable-variabel yang dapat dikendalikan oleh produsen. Kelompok variable konsumen berisi variable-variabel yang berhubungan dengan konsumen. Kelompok variable pesaing berisi variable-variabel yang berhubungan dengan pesaing. Terakhir, kelompok variable lain berisi variable-variabel yang bukan sebelas variable pertama, yang juga ikut mempengaruhi permintaan. Sementara itu, empat belas variable yang ada disisi kanan persamaan diatas terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama terdiri dari satu variable saja, yakni Px atau harga barang X. Variabel ini sudah kita kenal dengan baik. Jika Px berubah, jumlah yang diminta akan berubah 14

pula, sementara kurva permintaan tidak akan bergeser kekiri maupun kekanan. Kelompok kedua terdiri dari semua variable yang lain, selain Px dan berjumlah tiga belas. Ketiga belas variable ini, jika berubah akan menyebabkan kurva permintaan bergeser atau dengan kata lain akan menyebabkan terjadinya perubahan permintaan. Diantara ketiga belas variable ini, terdapat empat variable yang telah kita kenal diatas, yakni pendapatan perkapita konsumen (Ic), selera konsumen (Tc), perkiraan

konsumen (Ec) dan harga barang lain (Py), baik barang substitusi maupun barang komplementer. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan antara lain : a. Tingkat pendapatan per kapita (per capita income) masyarakat Hampir untuk setiap orang dan hampir untuk setiap barang, semakin besarnya pendapatan selalu berarti semakin besarnya permintaan. b. Cita rasa atau selera (taste) konsumen terhadap barang itu Cita rasa atau selera masyarakat terhadap segala sesuatu itu, pada lazimnya, senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Jika saja pada suatu waktu selera masyarakat terhadap sepeda motor meningkat, misalnya sudahlah pasti bahwa jumlah sepeda motor yang diminta masyarakat akan bertambah pula, sekalipun harganya tidak turun, maka hal yang sebaliknyalah yang terjadi, yakti jumlah sepeda motor yang diminta akan merosot, sekalipun harga jualnya tidak naik. c. Harga barang lain (prices of related goods), terutama barang pelengkap (complementary goods) dan barang pengganti

(subtitution goods) Misalnya terjadi kenaikan harga daging ayam di suatu daerah, sedangkat masyarakat di daerah itu amat suka makan daging ayam (artinya daging ayam adalah produk penting). Kenaikan harga daging ayam itu akan menyebabkan konsumen mengurangi permintaannya akan daging ayam dan sebagai gantinya mereka akan membeli pengganti atau substitusinya, yakni daging sapi. Demikianlah permintaan akan daging sapi tiba-tiba meningkat sekalipun para produsennya tidak menurunkan harga. Sebaliknya, jika harga daging

15

ayam turun, orang akan meninggalkan konsumsi daging sapi dan kembali mengonsumsi daging ayam kesukaan mereka. Demikianlah permintaan akan daging sapi itu menurun sekalipun para produsennya tidak menaikkan harga jual. Permintaan akan daging sapi itu merosot memang bukan disebabkan oleh perubahan harga daging sapi itu sendiri, melainkan oleh turunnya harga produk pengganti

(substitusinya), yakni daging ayam. Hal yang sebaliknya terjadi pada dua barang yang berhubungan komplementer atau saling melengkapi. Contohnya seperti sepeda motor dan bensinnya. Sepeda motor dan bensin merupakan pelengkap yang baik satu sama lain sehingga yang satu tidak akan dapat dipakai tanpa adanya yang lain. Misalkanlah barang yang sedang dianalisis adalah sepeda motor. Kenaikan harga bensin akan menyebabkan masyarakat lebih sedikit membeli bensin. Akibatnya pembelian mereka terhadap sepeda motor pun menurun pula. Sebaliknya jika harga bensin turun, orang akan jadi lebih banyak membeli bensin. Akibatnya permintaan masyarakat terhadap sepeda motor akan meningkat. d. Harapan atau perkiraan konsumen (consumer expectation)

terhadap harga barang yang bersangkutan Yang dimaksud dalam hal ini adalah ekspektasi konsumen terhadap harga barang di masa mendatang, yakni apakah harga itu akan naik, turun, atau tetap. Perkiraan itu amat menentukan. Misalkan kita sedang menganalisis permintaan akan mobil. Jika para konsumen mengira bahwa harga mobil akan naik bulan depan, permintaan mobil sekarang akan tiba-tiba naik karena mereka akan segera membeli sebelum harga barang itu betul-betul naik nanti. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Menurut Faried Wijaya (1991) selain harga barang itu sendiri, faktor-faktor lain yang menentukan permintaan individu maupun pasar adalah : 1. Selera konsumen Perubahan selera konsumen yang lebih menyenangi barang tersebut misalnya, akan berarti lebih banyak barang yang akan diminta pada

16

setiap tingkat harga. Jadi, permintaan akan naik atau kurva permintaan akan bergeser kekanan. Sebaliknya, berkurangnya selera konsumen akan barang tersebut menyebabkan permintaan turun yang berarti kurva permintaan bergeser kekiri. Misalnya, saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno. 2. Banyaknya konsumen pembeli Bila volume pembelian oleh masing-masing konsumen adalah sama, maka kenaikan jumlah konsumen di pasar akan menyebabkan kenaikan permintaan, sehingga kurvanya bergeser ke kanan. Penurunan jumlah atau banyaknya konsumen akan menyebabkan penurunan permintaan. Misalnya, ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Contoh lain, Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, esbatu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya. 3. Pendapatan konsumen Pengaruh perubahan Pada pendapatan umumnya terhadap mempunyai dua

kemungkinan.

pengaruh

pendapatan

terhadap

permintaan adalah positif dalam arti bahwa kenaikan pendapatan akan menaikkan permintaan. Hal ini terjadi apabila barang tersebut merupakan barang superior atau normal. Ini seperti efek selera dan efek banyaknya pembeli yang mempunyai efek positif. Pada kasus barang inferior, maka kenaikkan pendapatan justru menurunkan permintaan. Misalnya, orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli. 4. Harga barang lain yang bersangkutan Barang lain yang bersangkutan biasanya merupakan barang subsitusi (pengganti) atau barang komplementer (pelengkap). Suatu barang disebut sebagai barang substitusi yang lain jika barang tersebut dapat

17

menggantikan fungsi barang lain tersebut. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Jika harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami penurunan permintaan, begitu pula sebaliknya. Sedangkan barang pelengkap adalah suatu barang yang selalu digunakan bersamaan dengan barang lainnya. Kenaikan atau penurunan permintaan barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang dilengkapinya. Misalnya, jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarine akan turun permintaannya. 5. Ekspektasi (perkiraan harga-harga barang dan pendapatan di masa depan) Ekspektasi para konsumen bahwa harga-harga akan naik di masa depan mungkin menyebabkan mereka membeli barang tersebut sekarang untuk menghindari kemungkinan akibat adanya kenaikan harga tersebut. Demikian juga halnya jika konsumen memperkirakan bahwa pendapatannya akan naik dimasa depan. Sebaliknya, terjadi penurunan permintaan bila para konsumen memperkirakan bahwa di masa depan harga-harga akan naik atau pendapatannya akan turun. Misalnya adanya berita tentang kenaikan bbm/bensin, kenaikan sembako maka orang akan membeli lebih banyak untuk menimbunnya.

2.7

Kurva Permintaan (Demand) 2.7.1. Bentuk Kurva Permintaan (Demand) Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa permintaan adalah suatu kemauan dan kemampuan pembeli untuk dapat membeli produk (barang atau jasa) tertentu. Untuk dapat membeli produk yang diinginkan tersebut maka terdapat banyak sekali hal yang mampu mempengaruhi permintaan. Pada pembahasan sebelumnya juga telah dijelaskan mengenai hukum permintaan bahwa Permintaan terhadap barang atau jasa cenderung turun apabila harga barang atau jasa tersebut meningkat, dan sebaliknya, permintaan terhadap suatu

18

barang atau jasa meningkat apabila harga barang atau jasa tersebut turun (Ceteris paribus). Hukum tersebut menekankan pada kondisi terjadinya permintaan yang ada dalam dunia ekonomi dan akan menunjukkan permintaan. Menurut Sadono Sukirno dalam bukunya dengan judul Teori Pengantar Mikro Ekonomi, yang dimaksud kurva permintaan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang yang diminta para pembeli. Jadi, permintaan dapat digambarkan pada dua hal yang telah disebutkan, yaitu harga dan jumlah barang yang diminta dalam kondisi ceteris paribus. Berikut adalah contoh dari pembentukan kurva permintaan. seperti apa gambaran situasinya dalam kurva

Tabel 1. Permintaan Terhadap Buku Tulis pada Berbagai Tingkat Harga Keadaan P Q R S T Harga (Rupiah) 5000 4000 3000 2000 1000 Jumlah yang Diminta (Unit) 200 400 600 900 1300

Dari tabel tersebut, akan dapat digambarkan kurva permintaan seperti berikut:

19

Gambar 1. Kurva Permintaan Permintaan Terhadap Buku Tulis (Sadono Sukirno, Teori Pengantar Mikro Ekonomi)

Dari gambar dalam kurva permintaan tersebut, titik P, Q, R, S, T adalah titik temu dari tiap kondisi tingkat harga buku tulis yang ada pada saat tersebut dengan jumlah permintaan yang terjadi. Umumnya bentuk kurva akan menurun dari kiri atas ke kanan bawah akibat hubungan harga dengan jumlah yang memang memiliki hubungan terbalik. Jika salah satu variabel naik (misal, harga), maka akan terjadi penurunan pada variabel lainnya (jumlah barang yang diminta).

2.7.2. Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar Pada dasarnya, permintaan dapat dibaginya menjadi dua jenis. Dilihat dari sudut pandang permintaan bisa dilihat lewat terjadinya permintaan yang dilakukan secara perseorangan (individual) dan permintaan keseluruhan orang dalam pasar. Dalam analisis yang bisa dilakukan maka akan muncul kurva permintaan perseorangan dan kurva permintaan pasar. Untuk menentukan kurva permintaan perseorangan dan kurva permintaan pasar, faktor yang mempengaruhi sama. Pada kurva pasar, jumlah kurva permintaan individu dijumlahkan.

20

Seperti contohnya, Ali dan Badu adalah dua individu yang punya uang untuk bisa dibelanjakan buku. Ali memiliki uang sebanyak Rp 100.000,00 dan Badu sendiri memiliki uang

Rp.150.000,00. Dengan harga buku yang beragam, mereka tentu akan mampu membeli sejumlah buku sesuai dengan kemampuan beli mereka. Berikut contoh kurva permintaan perseorangan dan kurva permintaan pasar yang bisa menggambarkan kondisi tersebut.

Tabel 2. Permintaan Pasar Terhadap Buku Harga 5000 4000 3000 2000 1000 Ali 20 25 33 50 100 Jumlah yang Diminta Badu 30 38 50 75 150 Pasar 50 63 83 125 250

Jumlah yang diminta oleh Ali dan Badu berbeda meski pada harga barang yang sama dikarenakan perbedaan jumlah uang (sebagai daya beli) untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Oleh karenanya setiap individu pasti memiliki kemampuan masing-masing untuk dapat menggambarkan seberapa besar permintaan mereka dengan kemampuan beli mereka. Sementara jumlah barang yang diminta pada kolom pasar adalah total dari kemampuan beli dari individu-individu yang berada dalam pasar penjualan barang (dalam contoh adalah buku). Jumlahnya bisa bertambah banyak, tergantung berapa banyak konsumen dalam pasar, kemampuan beli mereka dan total barang yang bisa didapatkan dengan kemampuan beli tersebut. Berdasarkan tabel tersebut, maka akan dapat dibentuk kurva permintaan perseorangan dan kurva permintaan pasar, seperti berikut:

21

Gambar 2. Kurva Permintaan Ali terhadap Buku Tulis

Gambar 3. Kurva Permintaan Badu terhadap Buku Tulis

Gambar 4. Kurva Permintaan Pasar terhadap Buku Tulis

22

2.7.3. Gerakan Sepanjang Kurva Permintaan Pada kurva permintaan dapat terjadi perubahan kondisi sepanjang kurva yang terbentuk. Hal itu berlaku apabila faktor harga barang yang diminta berubah menjadi semakin tinggi atau justru menurun. Berikut adalah contoh gambaran gerakan sepanjang kurva permintaan akibat faktor harga.

Gambar 5. Pergerakan Sepanjang Kurva Permintaan

Titik A1, A2 dan A3 adalah kondisi bertemunya suatu harga barang (P) dengan jumlah barang yang diminta (Q). Posisi A dapat bergeser sepanjang kurva yang terbentuk karena adanya perubahan harga dan setiap posisi akan dapat menjelaskan satu kondisi. Sebagai contoh pada kondisi A1 yang terjadi akibat bertemunya suatu harga P1 dengan jumlah barang yang diminta sebanyak Q1. Sebagai contoh pada tabel dibawah ini merupakan gambaran permintaan terhadap sebuah penghapus.

Keadaan P Q R S T

Harga 500 400 300 200 100

Jumlah yang diminta 200 400 600 900 1300

23

Pada tabel ini menggambarkan bahwa ketika penghapus tersebut berharga 100, maka permintaan terhadap penghapus sebanyak 1300 buah. Dan ketika harga penghapus naik menjadi 200, maka permintaan akan turun menjadi 900 buah. Demikian seterusnya hingga harga penghapus menjadi 500, permintaan terhadap barang tersebut akan menurun mencapai angka 200 buah. Jelas bahwa semakin naik harga maka permintaan terhadap barang akan turun, dan begitu pula sebaliknya ketika harga turun maka permintaan barang akan bertamabah.

Gambar Kurva Demand Pada gambar kurva permintaan diatas terlihat sumbu tegak (y) menggambarkan berbagai tingkatan harga produk (price), sedangkan pada sumbu datar (x) menggambarkan jumlah permintaan terhadap produk tersebut (quantity). Pada gambar kurva diatas, ketika produk berharga 300 maka permintaan sebanyak 600 buah (titik R). Pada saat harga turun menjadi 200 maka permintaan naik menjadi 900 (titik S). Titik PQRST menunjukkan letak harga dengan jumlah permintaan ketika produk dijual dengan harga itu. Kemudian ditarik garis sehingga membentuk sebuah kurva. Apabila salah satu atau semua faktor yang dianggap statis (seperti harga barang lain, pendapatan para pembeli, citarasa pembeli) 24

berubah, maka kurva permintaan akan bergeser ke kanan atau ke kiri. Sebagai contoh, jika harga sebuah penghapus turun dari 400 menjadi 300 per unit, maka jumlah yang diminta bertambah dari 400 menjadi 600 unit.

Gambar Gerakan Kurva Permintaan Perpindahan dari titik Q ke R pada kurva yang sama menunjukkan bahwa suatu penurunan harga barang tertentu menyebabkan kenaikan jumlah yang diminta akan barang tersebut oleh konsumen. Perlu diingat bahwa pada saat gerakan sepanjang kurva permintaan terjadi, hal-hal seperti pendapatan, cita rasa dan harga barang lainnya dianggap tetap atau statis (ceteris paribus).

2.7.4. Pergeseran Posisi Kurva Permintaan Selain terjadi pergerakan sepanjang kurva, dapat juga terjadi pergeseran posisi pada kurva permintaan. Kurva dapat bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan

menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri. Berikut contoh gambarannya.

25

Gambar 6. Pergeseran Kurva Permintaan

26

BAB 3 PENUTUP

Kegiatan manusia di dalam masyarakat dalam bidang ekonomi pada dasarnya terdiri atas kegitan produksi, konsumsi, dan pertukaran yang tidak lepas dari permintaan dan penawaran. Kebutuhan (need) diartikan sebagai keadaan yang dirasakan kurangnya atau tiadanya pemenuhan secara mendasar. keinginan (want) diartikan sebagai hasrat terhadap pemenuhan yang lebih lanjut dari dirasakannya kebutuhan. Permintaan (demand) adalah hasrat terhadap produk yang dapat memenuhi keinginan yang telah didukung dengan kemampuan dan kemauan untuk membayar. Sebelum membuat suatu produk yang akan dipasarkan sebaiknya perusahaan melakukan pengukuran need dan demand. Tujuan perusahaan melakukan pengukuran need dan demand adalah untuk mendapatkan informasi. Pengukuran kebutuhan dapat dilakukan dengan metode analisis kebutuhan (Need Assessment). Pengukuran permintaan adalah usaha untuk mengetahui permintaan atas suatu produk atau sekelompok produk di masa yang lalu dan di masa yng sekarang dalm kendala satu aset kondisi tertentu. Untuk mengetahui seberapa besar demand yang didapatkan dari need dan want. Dalam teori permintaan, dikenal dengan adanya hukum permintaan yang menyatakan hubungan antara harga dengan kuantitas barang yang diminta. Menurut seorang ahli ekonom Vincent Gaspersz (2005:27) Hukum permintaan (Law of Demand) menyatakan bahwa kuantitas produk yang diminta akan meningkat apabila harga menurun dan kuantitas produk yang diminta akan menurun apabila harga meningkat (catris paribus). Adapun hal-hal lain yang diduga sebagai pengecualian terhadap hukum permintaan. Kurva permintaan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang yang diminta para pembeli. Jadi, permintaan dapat digambarkan pada dua hal yang telah disebutkan, yaitu harga dan jumlah barang yang diminta dalam kondisi ceteris paribus. Umumnya bentuk kurva akan menurun dari kiri atas ke kanan bawah akibat hubungan harga dengan jumlah yang memang memiliki hubungan terbalik.

27

Jika salah satu variabel naik (misal, harga), maka akan terjadi penurunan pada variabel lainnya (jumlah barang yang diminta). Pada kurva permintaan dapat terjadi perubahan kondisi sepanjang kurva yang terbentuk. Hal itu berlaku apabila faktor harga barang yang diminta berubah menjadi semakin tinggi atau justru menurun. Selain terjadi pergerakan sepanjang kurva, dapat juga terjadi pergeseran posisi pada kurva permintaan. Kurva dapat bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.

28

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-281-1629410444bab%20ii.pdf . diakses pada 28 Februari 2013 Anonim. 2010. Need Assesssment. http://teknikind.blogspot.com/2010/05/needassessment.html Arso, Pawelas. 2009. Konsep Dasar Pemasaran untuk Rumah Sakit. http://eprints.undip.ac.id/6471/1/konsep_dasar_pemasaran_rumah_sakit__septo_pawelas_arso.pdf . Diakses pada 28 Februari 2013 Anonim. 2009. Kepuasan pelanggan. http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2009-200455-TI%20BAB%202.pdf http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pek_056719_chapter2.pdf (disitasi pada tanggal 1 maret 2013 pukul 21.23) Karnia, anin. 2013. Dasar Ilmu Ekonomi Demand. http://aninkarina.blogspot.com/2013/02/dasar-ilmu-ekonomi-demand.html Muchammadi. 2005. Perilaku Konsumen terhadap Kebutuhannya. http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=3471 Rosyidi, Suherman. 2009. Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta: Rajawali Pers Sukirno, Sadono. Mikro Ekonomi; Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers

29