Anda di halaman 1dari 3

Bencana Gunung Berapi

Dilihat dari letak geologis, cuaca dan kondisi sosial, Indonesia rentan terhadap beragam bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, badai dan angin topan, wabah penyakit, kekeringan dan gunung api. Bencana muncul ketika ancaman alam (seperti gunung api) bertemu dengan masyarakat yang rentan (perkampungan di lereng gunung api) yang mempunyai kemampuan rendah atau tidak mempunyai kemampuan untuk menanggapi ancaman itu (tidak ada pelatihan atau pemahaman tentang gunung api atau tidak siap siaga). Dampak yang muncul adalah terganggunya kehidupan masyarakat seperti kehancuran rumah, kerusakan harta benda serta korban jiwa. Penyebab teradinya Gunung Meletus Peningkatan kegempaan vulkanik Peningkatan suhu kawah Peningkatan gelombang magnet dan listrik, hingga terjadinya deformasi pada tubuh gunung. Lempeng-lempeng bumi saling berdesakan dan magma di perut bumi pun mendesak serta mendorong permukaan bumi dan memicu aktivitas geologis, vulkanik, dan tektonik. Akibat tekanan yang amat tinggi, magma mendesak keluar (erupsi) dari permukaan bumi sebagai lava.

Dampak Positif

Menambah kesuburan kawasan sekitar merapi, sehingga dapat ditumbuhi banyak pepohonan dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu beberapa tahun kedepan Dapat dijadikan objek wisata bagi wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara setelah Gunung Merapi meletus Hasil erupsi (pasir) dapat dijadikan mata pencaharian seperti penambangan pasir dan karya seni dari endapan lava yang telah dingin. Aktifitas gunung api dapat menghasilkan geothermal atau panas bumi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari Sisa-sisa aktivitas Gunung Merapi dapat menghasikan bahan-bahan tambang yang berguna dan bernilai tinggi. Seperti belerang, batu pualam dan lain-lain Membangkitkan industry semen dan industry yang berkaitan dengan insfrastuktur bisa bangkit, termasuk bisa menyerap banyak tenaga ahli untuk memulihkan infrastruktur dan sector lainnya di kawasan terkena musibah.

Terjadinya disribusi keadilan ekonomi, dengan banyaknya sumbangan dari para dermawan.

Dampak Negatif

Merusak pemukiman warga sekitar bencana Menyababkan kebakaran hutan (Bencana Merapi) Pepohonan dan tumbuhan yang ditanam warga sekitar banyak yang layu, bahkan mati akibat debu vulkanik, begitu juga dengan ternak warga banyak yang mati akibat letusan Gunung Merapi Menyebabkan gagal panen Matinya infrastruktur Terhentinya aktivitas mata pencaharian warga sekitar bencana Pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tidak terduga untuk memperbaiki infrastruktur yang telah rusak akibat bencana Terhentinya industri periwisata, seperti pasar Malioboro dan Candi Borobudur (Bencana Merapi) Bandar udara tidak dapat beroperasi atau tidak dapat melakukan penerbangan karena debu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan Gunung Merapi dapat menyebabkan mesin pesawat mati Mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus dan aktifitas masyarakat lumpuh Menebarkan debu yang dapat mengganggu pernapasan Menimbulkan gas beracun Terjadinya kekurangan pangan bagi masyarakat yang terkena bencana Merapi

Penanggulangan Bencana Letusan Gunungapi 1. Sebelum terjadi letusan


Melakukan pemantauan dan pengamatan aktivitas semua gunungapi aktif. Membuat dan menyediakan Peta Kawasan Rawan Bencana dan Peta Zona Risiko Bahaya Gunungapi, yang didukung dengan dengan Peta Geologi Gunungapi. Melaksanakan prosedur tetap penanggulangan bencana letusan gunungapi. Melakukan bimbingan dan pemberian informasi kegunungapian. Melakukan penyelidikan dan penelitian geologi, geofisika, dan geokimia di gunungapi. Melakukan peningkatan sumber daya manusia dan pendukungnya (sarana dan prasarana).

3. Setelah terjadi letusan


Menginventarisir data, mencakup sebaran dan volume hasil letusan. Mengidentifikasi daerah yang terancam bahaya lanjutan. Memberikan saran penanggulangan bahaya.

Memberikan penataan kawasan jangka pendek dan jangka panjang. Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak. Menurunkan status kegiatan, bila keadaan sudah menurun. Melanjutkan pemantauan ruti