Anda di halaman 1dari 28

OBESITAS

GREVY YANIKA (102010191) NOR AIN SYAFIQAH BINTI SHOLEHUDIN (102010378)

Anamnesis
Kapan mulainya timbul obesitas ; Riwayat tumbuh kembang : obesitas endogenous Adanya keluhan : ngorok (snoring), restless

sleep, nyeri pinggul

Riwayat gaya hidup : i) Pola makan/kebiasaan makan ii)Pola aktifitas fisik : sering menonton

televisi
Riwayat keluarga dgn obesitas (genetik),

penyakit CVS di usia muda,


hiperkolesterolemia, hipertensi dan DM II

Pemeriksaan Fisik
i) Body Mass Index (BMI) / Indeks Massa Tubuh (IMT) pendekatan diagnostik maupun penatalaksanaan BMI = Berat (kg) ________ Tinggi (m) x Tinggi (m)

ii) Rasio lingkar perut panggul/ waist-hip ratio


(WHR) adlh lbh bermakna > BMI dlm menghitung risiko perkembangan penyakit diabetes tipe II, dislipidemia, hipertensi, hipertensi

Pemeriksaan Orofaring
Kondisi enamel diperiksa; erosi +/Akibat refluks asam lambung kronik pd gastroesophageal reflux (GER) / muntah yg disengajakan. Kelainan kraniofasial ;kelainan perkembangan oral pd Prader Willi Ruang posterior faring yg kecil akibat tonsil hipertrofi+ lemak risiko apneu obstruktif sewaktu tidur

Pemeriksaan Dada Penumpukan lemak di dada + immobilitas < akurasi pd struktur intratorasik Bunyi paru + jantung terbatas Stetoskop yg bagus dlm kamar yg senyap Palpasi +perkusi dada dan jantung meminta pasien berdiri + menarik napas dlm << lipatan lemak dan merendahkan diafragma

Pemeriksaan Abdomen >> deposisi lemak visceral dan subkutaneus. timpani ~ redup sukar ketahui batas hepar dan lambung. Teknik palpasi pasien obese kedua tangan dgn menekan sedikit keras saat relaksasi otot abdomen setiap ekspirasi.

Pemeriksaan pelvis, genitalia


Jaringan lemak >> menghalang spekulum saat memeriksa vagina Speculum sesuai ukuran + pembantu membantu memegang jaringan yg berlebihan Palpasi bimanual uterus; dua tangan Biasanya struktur adneksal (-)pasien obese kronis jika (+) diragukan suatu massa

Pemeriksaan Muskuloskeletal Sukar memeriksa dgn jaringan lemak >> pd sendi Kartilage (-) pd osteoartritis

Pemeriksaan Kulit Intertigo akibat friksi kulit-kulit ; eritema ringan erosi, eksudasi, maserasi dan krusta. Krn kondisi lembab + keringat yg terperangkap pd lipatan lipatan Infeksi oleh dermatofit, stafilokokkus, dan kandida. Selulit+striae

Pemeriksaan Penunjang
(+) keraguan penyakit lain krn obesitas
Darah puasa dan lemak (trigliserida, total

kolesterol LDL, dan HDL)


Uji hipotiroidisme thyroid stimulating hormone (TSH). Pemeriksaan ekokardiografi dan rontgen paru dpt dilakukan jika terdapat kelainan saat pemeriksaan klinis

Epidemiologi
Angka obesitas tertinggi di dunia berada di Kepulauan Pasifik pada populasi Melanesia, Polinesia dan Mikronesia. Prevalensi obesitas berhubungan dengan urbanisasi dan mudahnya mendapatkan makanan serta banyaknya jumlah makanan yang tersedia.

Patofisiologi
Definisi suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atauu berlebihan di jaringan adiposa sehingga dapat menggangu kesehatan.

Klasifikasi
Klasifikasi Berat Badan Kurang Kisaran Normal Berat Badan Lebih IMT (kg/m2) <18,5 18,5-24,9 >25

Pra-Obes Obes tingkat I Obes tingkat II


Obes Tingkat III

25,0-29,9 30,0-34,9 35,0-39,9


>40

Obesitas Sentral
Lemak daerah abdomen: lemak subkutan lemak intra-abdominal: lemak viseral atau intraperitonial: lemak omental dan mesenterial serta massa lemak retroperitoneal (sepanjang perbatasan dorsal usus dan bagian permukaan ventral ginjal).
Pada laki-laki: lemak viseral sebagai komponen utama obesitas sentral

Vena porta: pembuluh darah tunggal bagi jaringan adiposa dan berhubungan langsung dengan hati. Mobilisasi asam lemak bebas lebih cepat dari daerah viseral dibandingkan lemak daerah subkutan. Aktivitas lipolitik yang lebih besar dari lemak viseral, baik pada obes

maupun non-obes merupakan kontributor terbesar asam lemak


bebas dalam sirkulasi.

Hubungan Obesitas Sentral dengan Resistensi Insulin dan Dislipidemia


Insulin: penyimpanan lemak maupun sintesis lemak dalam jaringan adiposa. Insulin merangsang lipogenesis pada jaringan arterial dan jaringan adiposa melalui peningkatan produksi acetyl-CoA, asupan trigliserida dan glukosa. Dislipidemia: peningkatan konsentrasi trigliserida dan penurunan kolesterol HDL akibat dari pengaruh insulin terhadap Cholesterol ester Transfer Protein yang memperlancar transfer Cholesterol ester

dari HDL ke VLDL (trigliserida), akibatnya terjadi katabolisme dari


apoA, komponen protein HDL.

Tatalaksana
Empat pilar: diet rendah kalori (LCD, VLCD),
aktivitas fisik, perubahan perilaku dan obat-obatan (sibutramine, orlistat)/bedah (IMT 35-40). Tujuan awal: mengurangi berat badan sebesar sekitar 10 persen dari berat awal.

Batas waktu: 6 bulan terapi.


Pasien overweight (BMI 27-35), penurunan kalori

sebesar 300-500 kcal/hari => penurunan berat


badan sebesar -1 kg/minggu dalam 6 bulan.

Tatalaksana
Pengukuran kebutuhan energi basal (Harris-Benedict): Laki-laki B.E.E= 665+(13,75xkg)+(5,003xcm)(6,775xage) Wanita B.E.E= 655,1+(9,563xkg)+(1,850xcm)(4,676xage)

Komplikasi
Metabolik: hiperinsulinemia dan resistensi insulin Fisik: osteoartritis, vena varikosa

Diagnosis Banding: Sindrom Metabolik

Patofisiologi
Sindrom metabolik: obesitas, resistensi insulin, dislipidemia, hipertensi. Konsentrasi adiponektin plasma menurun pada kondisi DM tipe 2 dan obesitas. Dislipidemia: peningkatan trigliserida (masukan asam lemak bebas ke hati) dan penurunan kolesterol

HDL. Kolesterol LDL biasanya normal (perubahan


struktur=>peningkatan small dense LDL). Penurunan kolesterol HDL krn peningktan trigliserida=>transfer trigliserida ke HDL.

Patofisologi
Pasien DM: gang. Produksi apoA-I oleh hati=> penurunan kolesterol HDL Aktivasi sistem imun=> gang. Pada lipoprotein, protein transport, resepotor dan enzim=> perubahan profil lipid. Hipertensi: insulin merangsang sistem saraf

simpatis=> reabsorpsi natrium ginjal, transport


kation=> hipertrofi sel otot polos pembuluh darah

(ketidakseimbangan antara efek pressor dan


depressor.)

Tatalaksana
Mempertahankan berat badan yang lebih rendah, pengurangan asupan kalori dan peningkatan aktifitas fisik. Target penurunan berat badan 5-10% dalam tempo 6-12 bulan=>mengurangi asupan kalori sebesar 500-1000 kalori per hari dan aktifitas

fisik yang sesuai (30 menit atau lebih setiap


hari).

Tatalaksana
Farmakoterapi: sibutramin dan orlistat=> cara

kerjanya di sentral memberikan efek mengurangi


asupan energi melalui efek mempercepat rasa kenyang dan mempertahankan pengeluaran energi setelah berat badan turun dapat memberikan efek tidak hanya untuk penurunan berat badan yang sudah turun tp memperbaiki konsentrasi trigliserida dan kolesterol HDL.

Hipertensi: ACE-inhibitor, Angiotensin receptor blocker (ARB), diuretik dosis rendah. DM: modifikasi diet dan konsentrasi insulin, tiazolidindion dan metformin. Dislipidemia: gemfibrozil, fenofibrat