Anda di halaman 1dari 7

Sri Diana Putri, S.

Pd Page 1

MEDAN MAGNETIK

A. STANDAR KOMPETENSI
2. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian
masalah dan produk teknologi
B. KOMPETENSI DASAR
1.2 Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi
C. INDIKATOR
1. Mendeskripsikan pengertian induksi magnetik
2. Menggunakan hukum biot-savart dan hukum ampere untuk menentukan
induksi magnetik
3. Menganalisis gaya magnetik pada kawat lurus dan kawat melingkar
4. Menerapkan induksi magnetik dan gaya Lorentz dalam teknologi.
D. INFORMASI PENDUKUNG
Medan magnetik adalah ruang disekitar suatu magnet dimana magnet lain atau
benda lain yang mudah dipengaruhi magnet akan mengalami gaya magnetik jika
diletakkan dalam ruang tersebut. Besaran yang menyatakan medan listrik di sekitar
muatan listrik statis adalah kuat medan listrik (E). besaran yang menyatakan medan
magnetic di sekitar kawat berarus listrik adalah induksi magnetik (B).
Hans Christian Oersted (1820), ia menggunakan sebuah jarum kompas untuk
menunjukkan bahwa ketika arus listrik mengalir pada seutas kawat, jarum kompas yang
diletakkan pada daerah medan magnetic yang dihasilkan oleh kawat berarus
menyebabkan jarum kompas menyimpang dari arah utara ke selatan.
E. MATERI AJAR
I. Medan Magnetik di Sekitar Kawat Berarus
1. Arah induksi magnetik


Gambar 1. Garis-garis medan
magnetik di sekitar kawat berarus.

Untuk kawat lurus panjang
berarus, garis-garis medan
magnetiknya berbentuk
lingkaran-lingkaran yang sepusat
(konsentris).


Sri Diana Putri, S.Pd Page 2


Gambar 2. Garis-garis magnetik oleh
kumparan solenoida
Garis-garis magnetik yang
dihasilkan oleh sebuah kumparan
solenoida mirip seperti yang
dihasilkan oleh sebuah magnet
batang.

2. Besar induksi magnetic
Kuat medan magnetik atau induksi magnetik di sekitar arus listrik:
berbanding lurus dengan kuat arus listrik,
berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar,
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak suatu titik dari kawat penghantar
tersebut,
arah induksi magnet tersebut tegak lurus dengan bidang yang dilalui arus
listrik.
Ada dua ilmuwan pertama yang menyelidiki besar induksi magnetic yang
ditimbulkan oleh kawat berarus listrik, yaitu Biot dan Savart, keduanya
menemukan persamaan kuantitatif untuk menentukan besar induksi magnetic
oleh kawat berarus, yang disebut hukum Biot-Savart, dengan persamaan:
}
=
2
0
sin
4 r
idl
B
u
t


Dimana:
1 1 7
0
10 4

= m WbA t
a. Besar Induksi magnetik di sekitar kawat lurus berarus
Besar induksi magnetik untuk kawat berarus dengan panjang tertentu:
| |
2 1
0
sin sin
4
o o
t

+ =
a
i
B
Besar induksi magnetik kawat lurus sangat panjang dan berarus:
a
i
B
t

2
0
=


Sri Diana Putri, S.Pd Page 3

b. Besar induksi magnetik kawat lingkaran berarus

Gambar 3. Induksi magnetik di suatu titik berjarak a
dari kawat lurus berarus

Besar induksi magnetik di pusat kumparan kawat lingkaran berarus:
a
i
B
2
0

=
Jika kawat lingkaran terdiri dari N lilitan, maka:
a
i
N B
2
0

=



3. Hukum Ampere

Gambar 4. Lengkungan tertutup
mengelilingi kawat berarus.
Untuk bentuk-bentuk penghantar
tertentu yang memiliki simetri, seperti
garis lurus, toroida, dan solenoida,
lebih mudah menghitung besar induksi
magnetik dengan menggunakan
hukum Ampere

Hukum Ampere menyatakan bahwa di dalam vakum berlaku:
Sri Diana Putri, S.Pd Page 4

i dl B
C
0
. =
}

Jika ditulis dalam bentuk skalar:
i dl B
C
0
cos =
}

a. Besar induksi magnetik pada solenoid
L
i
B
P
0

=
Induksi magnetik di ujung solenoida:
L
Ni
B B
P Q
0
2
1
2
1
= =


b. Besar induksi magnetik di sumbu Toroida

Gambar 5. Induksi magnetik di sumbu
Toroida.
Toroida adalah kawat yang
digulung di sekitar suatu inti
berbentuk donat seperti (gambar
disamping).
Induksi magnetik di sumbu
toroida:
a
Ni
B
t

2
0
=
Sri Diana Putri, S.Pd Page 5


II. Gaya Lorentz
1. Gaya Lorentz pada penghantar berarus

Gambar 6. Kaidah tangan kanan.
Arah gaya Lorentz yang dialami
oleh sebuah konduktor yang
diletakkan dalam daerah medan
magnetik dapat ditentukan dengan
mudah seperti gambar disamping.
Cara ini disebut kaidah tangan
kanan.
Besar gaya Lorentz dinyatakan oleh:
u sin iLB F =
2. Momen kopel pada simpal penghantar berarus
Akibat gaya Lorentz, penghantar berarus yang diletakkan dalam medan
magnetik mengalami momen kopel. Besar momen kopel yang dialami simpal
(loop) penghantar berarus dalam medan magnetik. Besar momen kopel M
adalah:
u sin NiBA M =
3. Gaya Lorentz pada partikel bermuatan listrik
Kawat berarus dalam medan magnetik mengalami gaya Lorentz. Partikel
bermuatan yang memasuki daerah medan magnetik juga akan mengalami gaya
Lorentz.
Besar gaya yang dialami partikel bermuatan yang bergerak dalam medan
magnetik, dirumuskan:
u sin qvB F =
III. Aplikasi Gaya Lorentz
1. Galvanometer
Prinsip kerja galvanometer berdasarkan momen kopel yang bekerja pada suatu
Sri Diana Putri, S.Pd Page 6

simpal (loop) dengan arah normal bidang tidak tegak lurus terhadap arah
induksi magnetik yang dihasilkan oleh magnet. Galvanometer adalah
komponen dasar amperemeter dan voltmeter analog.

Gambar 7. Galvanometer
2. Motor Listrik
Motor listrik adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi putaran.
Motor listrik arus searah bekerja dengan menggunaka sumber listrik arus
searah seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 8. Motor Listrik
3. Spektrometer Massa
Salah satu cara untuk mengukur massa sebuah atom menggunakan
spektrometer massa.
Spektrometer massa memiliki selektor kecepatan yang berfungsinya memilih
kecepatan partikel yang akan keluar dari alat ini, (seperti gambar)

Gambar 9. Spektrometer Massa
4. Siklotron
Partikel-partkel yang digunakan untuk menembak inti sasaran agar terjadi
reaksi inti harus memiliki energi ini. Partikel ini dapat berupa partikel
bermuatan yang dihasilkan oleh sebuah siklotron yang berasal dari reaktor
atom.
Sri Diana Putri, S.Pd Page 7



Gambar 10. Siklotron

5. Pengeras Suara
Pengeras suara (loudspeaker) bekerja berdasarkan prinsip bahwa suatu medan
magnetik akan mengerjakan sebuah gaya pada kawat berarus.

Gambar 11. Pengeras Suara (loudspeaker)