Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang

Guru adalah agen pembelajaran yang harus menjadikan pembelajaran menjadi konstektual dengan melibatkan langsung peran serta peserta didik secara aktif (student-centered). Sebaik apapun substansi materi pembelajaran, jika guru tidak mampu atau pandai mengemas secara apik dalam penyampaian, substansi tersebut tidak akan sampai pada peserta didik. Hal ini bisa jadi mengakibatkan siswa menjadi bosan dan kurang memiliki tanggung jawab dan antusiasme dalam pembelajaran. Untuk itulah guru harus mampu meramu pembelajarannya supaya menarik, efektif, inovatif, dan pada akhirnya meningkatkan kreatifitas siswa. Melalui belajar aktif, peserta didik diajak untuk ikut serta dalam suatu pembelajaran, bukan hanya mental, pikiran dan rasa melainkan juga fisik. Dengan adanya keterampilan yang dimiliki siswa, dalam hal ini keterampilan membaca, siswa dapat merasakan bahwa melalui pendidikan, mereka memiliki keahlian atau keterampilan yang sekiranya menjadi modal awal dalam menggapai cita-cita yang mereka dambakan. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan bahwa sekolah atau lembaga yang mencetak anak didik yang berprestasi atau berkualitas bisa menjadi sorotan masyarakat atau pilihan yang terbaik untuk menyekolahkan putra-putrinya. Dalam hal penyampaian materi, guru dapat menggunakan berbagai model pembelajaran dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan siswa agar hasil belajar bahasa inggris siswa dapat tercapai seperti yang diharapkan. Masing-nasing model pembelajaran atau pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangannya. model pembelajaran yang digunakan peneliti yaitu Model Pembelajaran Snowball Throwing. Model Pembelajaran Snowball Throwing adalah model pembelajaran yang melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Maka dalam penelitian ini penulis akan mengungkapkan bagaimana cara meningkatkan hasil belajar membaca melalui model pembelajaran Snowball Sthrowing Terhadap Hasil Belajar Membaca Bahasa Inggris Siswa SMP. B. 1. 2. 3. Identifikasi Masalah Bagaiman Kemampuan awal Bahasa Inggris siswa? Bagaimana hasil belajar membaca siswa? Bagaiman meningkatkan hasil belajar membaca?

4. Apakah Model Pembelajaran Snowball Sthrowing dapat meningkatkan hasil belajar membaca ?

C.

Pembatasan Masalah

Bagaimana hasil belajar membaca yang diajar dengan model pembelajaran Snowball Sthrowing. D. Perumusan Masalah

Adakah pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Snowball Sthrowing terhadap hasil belajar membaca Bahasa Inggris Siswa SMP?

BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan Teori

1. Pengertian Bahasa Inggris Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupan. Kemampuan tiap individu dalam bahasa berdeda-beda, kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna. Siswa berbeda dalam kemampuan untuk menguasai bahasa, bahasa lisan dan tertulis. Seseorang dapat mengerti dan memahami tujuan orang lain bila disampaikan lewat bahasa. Tiap-tiap bahasa yang terdapat di dunia ini mempunyai ciri khas masing-masing dengan pembicara. Dengan bahasa manusia dapat berkomuikasi dan berinteraksi dengan yang lainnya dan mempelajari kebudayaan lain. Bahasa merupakan suatu sistem pengaturan tata bunyi dan tata bentuk yang mengandung makna seperti menurut Finnochiaro (1964:8) menyaakan bahwa: language is a system of arbitrary vocal symbols which permit all people of that culture to communicate or to interact. Dari kutipan diatas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah suatu sistem Vocal yang arbiter yang memungkinkan orang dalam masyarakat tertentu, atau orang lain yang telah mempelajari system tersebut untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Dengan bahasa, kita bisa mengungkapkan apa yang ada dipikiran dan perasaan kita. Seperti yang kita ketahui bahasa yang sering digunakan dalam berkomunikasi di dunia inernasional adalah bahasa Inggris. Manfaat dari mempelajari bahasa asing khususnya bahasa inggris, seperti yang dikemukakan oleh Byrne (1977:2) The development of oral abiliy is a good source of motivation for most learners who are normally much concerned is able to speak and understand a foreign language. Jadi, untuk dapat menguasai suatu bahasa kita diuntut untuk memahami bahasa yang kita pelajari dengan cara terbiasa mendengar, mengucapkan terus menerus ujaran bahasa yang akan dikuasai, misalnya melalui konteks komunikasi yang wajar. Menurut khrasen (1982:1) kita dapat memperoleh bahasa apabila kita mendengar bahasa tersebut digunakan dalam berkomunikasi. Maksudnya adalah kita dapat mengetahui bahasa dari orang lain secara langsung dengan cara mendengar orang lain menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari menjadi sangat penting sekali dan sudah menjadi suatu kebutuhan hidup sebagai manusia.

Berdasarkan teori-teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa yang dipergunakan secara luas diseluruh dunia sebagai salah satu hal yang penting dalam komunikasi antar bangsa diseluruh dunia, ataupun sebagai bahasa kedua serta dalam proses pengajarannya, bahasa inggris bertujuan yaitu agar siswa dapat memahami dan menggunakan Bahasa Inggris di dalam kehidupan sehari-hari.

2. Pengertian membaca Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa Inggris yang harus dikuasai dengan baik oleh siuswa. Membaca pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) diurutkan pada urutan ketiga dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Membaca merupakan hal yang kopleks dalam proses berpikir untuk mendapatkan pengetahuan, pemecahan masalah atau bersantai dengan cara menginterpretasikan simbol-simbol yang tertulis. Seperti yang dikatakan oleh Marksheffel (1966:12) sebagai berikut : Reading may be defined as a highly complex, purposely, thinking process enggaded in by the entire organism while acquiring knowledge, involving new ideas, solving problem or relaxing, and recuperating thought interpretation of printed symbol. Pendapat yang dikemukakan oleh Harris (1970:3) berbeda dengan pendapat Marksheffel, ia mengaakan bahwa: Reading is the meaningful interpretation of written of printed verbal symbols. It can apply also to the interpretation of mathematical symbols, musical notation codes, and other symbolic systems, but we are not consering with them. Reading is an extention of oral communication and builds upon listening and speaking skills. Membaca itu bukan hanya sekedar penafsiran bermakna dari symbol-simbol yang tertulis, tetapi juga merupakan peluasan dari komunikasi lisan yang berdasarkan keerampilan mendengardan berbicara. Sedangkan menurut Strang (1996;1) menyaakan reading requires us to think, feel, and use our imagination. Effective reading is purposeful. The use one makes of his reading largely determines, what he reads, why he reads, and who he reads. Membaca mensyaratkan kita untuk berfikir dan menggunakan imajinasi kita. Membaca yang efektif harus mempunyai tujuan karena tujuan inilah yang akan menentukan apa yang dibaca, mengapa membaca, dan bagaimana kita membaca. Menurut Harmer (2001;213) mengatakan in order to get students to read enthusiastically in class, we need to work to create interest in the topic and tasks. Maksudnya adalah dalam

rangka untuk mendapatkan siswa untuk membaca antusias dikelas, kita harus bekerja untuk menciptakan ketertarikan pada topic dan tugas. Sedangkan menurut Guntur (1983:7) bahwa, membaca merupakan suatu proses yang dilakukan dan digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan oleh penulis melalui media kata atau bahasa tulis. Maksudnya adalah dengan membaca kita mendapatkan informasi tentang isi bacaan dan mengetahui pesan atau keinginan penulis malalui tulisan. Membaca sebagai suatu jenis keterampilan bahasa yang sulit dicapai sebab membaca melibatkan unsur yang berbeda seperti gerakan mekanisme mata, tata bahasa, kosakata, dan ejaan serta pemahaman isi wacana yang dilakukan oleh otak. Menurut Tampubolon (1987;6) sebagai berikut :

Bahasa tulisan mengandung ide-ide atau pikiran-pikiran, maka dalam memahami bahasa tulisan dengan membaca, proses-proses kognitif (penalaran) yang terutama bekerja. Oleh sebab itu, dapat pula dikatakan bahwa membaca adalah suatau cara untuk membina daya nalar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa membaca adalah cara yang digunakan pembaca untuk membina daya nalar, guna memperoleh pesan dari penulis dalam bentuk bahasa tulis melalui indera mata dan kemudian pesan yang berupa suatu proses penggabungan kembali unsur-unsur dalam bacaan tersebut. Dalam membaca taraf pengertiannya juga tergantung pada materi bacaannya. Taraf kesukaan siswa terhadap materi bacaan mempengaruhi pemahaman siswa. Siswa akan lebih mudah memahami wacana jika materinya cukup mereka minati.

3. Pengertian Model Pembelajaran Snowball Sthrowing Model Pembelajaran Snowball Throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Lemparan pertanyaan tidak menggunakan tongkat seperti model pembelajaran Talking Stik akan tetapi menggunakan kertas berisi pertanyaan yang diremas menjadi sebuah bola kertas lalu dilempar-lemparkan kepada siswa lain. Siswa yang mendapat bola kertas lalu membuka dan menjawab pertanyaannya. Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut : 1. Guru menyampaikan pengantar materi yang akan disajikan, dan KD yang ingin dicapai.

2. Guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.

3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. 4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok 5. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama 15 menit. 6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian 7. 8. Evaluasi. Penutup.

4. Pengertian Hasil Belajar Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan. Hal ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagian proses yang dialami oleh siswa. Seorang yang telah mengalami proses belajar diharapkan akan mengalami perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku yang dimaksud dapat berupa pengetahuan yang diprolehnya setelah melalui proses belajar. Hasil belajar merupakan kegiatan akhir dari pembelajaran ynag telah dilakukan oleh siswa, dengan melalui tahapan-tahapan. Pengertian dan definisi hasil belajar, menurut Mudjiono,http:/indramunawar.blogspot.com/2009/06/hasil-belajarDimyati dan

Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru, dari sisi siswa hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar, sedangkan dari sisi guru hasil belajar merupakan saat terselesaikannya materi pelajaran. Jadi, siswa dikatakan mempunyai atau mendapatkan hasil belajar tinggi berarti tingkat perkembangan mentalnya baik. Hal ini dapat terwujud dalam ranah kognitif, efektif, dan psikomotor, dan bagi guur adalah selesainya tugas guru menyampaikan materi, menurut Muslihati 2005, http//forum.upi.edu/v3/index.php?topik:15692.0 Hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar. Hasil belajar tersebut terjadi terutama berkat evaluasi guru. Hasil belajar dapa berupa dampak pengajaran dan dampak pengiring. Jadi, hasil belajar merupakan kegiatan akhir dari pembelajaran yang telah dilakukan oleh siswa dengan melalui tahapan-tahapan. Menurut Woordworth juga mengatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan aktual yang diukur secara langsung. Hasil pengukuran belajar inilah akhirnya akan mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah dicapai.

Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang, serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang baik. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku sebaagai akibat proses belajar. B. Kerangka Berfikir

Dalam hal ini penulis mencoba membahas tentang penggunaan model pembelajaran snowball sthrowing pada mata pelajaran bahasa inggris. Untuk dapat belajar bahasa inggris denagn mudah, maka diperlukan sebuah strategi dan model pembelajaran yang tepat dan dapat mengajak siswa untuk lebih aktif lagi. Bagi guru model pembelajaran itu sangat penting karena dapat dikatakan menjadi alat bantu dalam berkomunikasi dengan siswa untuk menyampaikan mata pelajaran yang telah disiapakan sebelumnya didalam proses belajar mengajar dan juga guru dapat mengaplikasikan dengan baik. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis memberiakn pengajaran membaca bahasa inggris melalui model pembelajaran snowball sthrowing. Ini bertujuan untuk mengeahui cara yang lebih efektif bagi siswa dalam proses belajar membaca bahasa inggris, apakah melalui model pembelajaran Snowball Sthrowing dapat meningkatkan hasil belajar membaca bahasa inggris siswa. C. Hipotesis Hipotesi Penelitian

Terdapat pengaruh Model Pembelajaran Snowball Sthrowing terhadap hasil belajar membaca Bahasa Inggris Siswa SMP Tidak terdapat pengaruh Model Pembelajaran Snowball Sthrowing terhadap hasil belajar membaca Bahasa Siswa SMP