Anda di halaman 1dari 6

Dr.

Adwin Adnan 1

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN DENGAN KECURIGAAN HIDRONEFROSIS Dibuat oleh: Arindah Dwitasari,Modifikasi terakhir pada Wed 17 of Aug, 2011 [16: ! "#$% ABSTRAK &asien laki'laki usia () tahun datang dengan keluhan perut bagian bawah terasa perih dan panas* +aat ,A- .uga dirasakan se/akin n0eri dan perih* +elain itu, pasien .uga /erasakan /ual, /untah dan de/a/* 1nfeksi +aluran -e/ih adalah istilah 0ang /enun.ukan adan0a /ikroorganis/e 2M34 dala/ urin* 1nfeksi 0ang /elibatkan struktur saluran ke/ih, 0aitu dari epitel glo/erulus sa/pai /eatus urethrae e5ternae* Dengan keluhan 0ang dirasakan n0eri pinggang, n0eri suprapubik, n0eri inguinal 6 perineu/, n0eri di skrotu/* &enegakan diagnosisn0a dengan pe/eriksaan laboratoriu/* -e0word : Diagnosis, penatalaksanaan, pe/eriksaan penun.ang, infeksi saluran ke/ih ISI &asien datang /engeluh perut terasa perih dan panas* +aat ,A- se/akin perih dan panas, na/un ,A, tidak ada /asalah* +udah 1 /inggu 0ang lalu* ,A- berwarna keruh, sedikit'sedikit dan tidak ada darah* Mual 274 dan /untah 274* ,elu/ pernah /engala/i sakit seperti ini se/en.ak .atuh dari pohon 1 tahun 0ang lalu* &using 274 .ika duduk, batuk 2'4, sesak 2'4* ,elu/ pernah /erasakan sakit 0ang sa/a sebelu/n0a* 8an0a diobatin dengan obat penghilang sakit beli di apotek* 9iwa0at hipertensi, DM, as/a dan pen0akit .antung disangkal* 9iwa0at pen0akit keluarga hipertensi, DM, as/a, dan pen0akit .antung disangkal* Berdasarkan pemeriksaan fisik diper !e" # -eadaan u/u/ baik, :o/pos /entis* ;adi : <6 5=/enit, +uhu badan : 7,! > $, &ernapasan : !! 5=/enit, respirasi : 20 5=/enit* &e/eriksaan thorak dala/ batas nor/al* &e/eriksaan abdo/en, dite/ukan n0eri tekan pada perut bagian bawah 2suprapubik4, n0eri ketok gin.al, dan n0eri pada seluruh lapang abdo/en* Dan pada pe/eriksaan laboratoriu/ darah dite/ukan peningkatan leukosit, peningkatan ureu/ dan kreatinin darah* &ada pe/eriksaan urine dite/ukan peningkatan eritrosit dan leukosit dala/ urine* Dan dite/ukan bakteriuria* &ada pe/eriksaan "+? hasiln0a 80dronephrosis de5tra dengan $hroni: 9enal Disease +inistra dan @esi:olithiasis* DIAGNOSIS 1nfeksi +aluran -e/ih pada hidronefrosis TERAPI #erapi 0ang diberikan kepada pasien dala/ kasus ini 0aitu infus 9A 26 tp/, in.eksi antibiotik $eftria5on 2 5 1 gr, analgesik para:eta/ol 2 5 )00 /g, penghan:ur batu ureter ;ephrolit 5 1 tab , dan analgesik'antispas/e s:opa/in 2 5 1 tab DISKUSI 1nfeksi +aluran -e/ih adalah istilah 0ang /enun.ukan adan0a /ikroorganis/e 2M34 dala/ urin* 1nfeksi 0ang /elibatkan struktur saluran ke/ih, 0aitu dari epitel glo/erulus sa/pai /eatus urethrae e5ternae* ,akteriuria ber/akna 2signifi:ant ba:teriuria4 /enun.ukkan pertu/buhan M3 /urni lebih dari 10) :olon0 for/ing units 2:fu=/l4 pada biakan urin* ,akteriuria ber/akna /ungkin tanpa ge.ala disebut bakteriuria asi/to/atik 2:oBert ba:teriuria4* +ebalikn0a ber/akna dengan ge.ala disebut bakteriuria si/to/atik* &ada beberapa keadaan pasien dengan presentasi klinis 1+- tanpa bakteriuria ber/akna* ,an0ak faktor 0ang /en0ebabkan negatiBe palsu pada pasien dengan presentasi klinis 1+-* Fak$ r Pen%e&a& Ne'a$if Pa!s( pada Pasien ISK C &asien telah /endapatkan terapi antibiotik

Dr. Adwin Adnan 2

C #erapi diuretika C Minu/ ban0ak C Waktu penga/bilan sa/pel tidak tepat C &eranan bakterifag &iuria ber/akna bila dite/ukan netrofil D10 per lapang pandang* -u/an /en:apai saluran ke/ih /elalui :ara he/atogen dan a:ending Gam&aran k!inik infeksi sa!(ran kemi" sangat berBariasi /ulai dari tanpa ge.ala hingga /enun.ukkan ge.ala 0ang sangat berat akibat kerusakan pada organ'organ lain* &ada u/u/n0a infeksi akut 0ang /engenai organ padat 2gin.al, prostat, epididi/is, dan testis4 /e/berikan keluhan 0ang hebat dan infeksi pada organ'organ berongga 2buli'buli, ureter dan pielu/4 /e/berikan keluhan 0ang lebih ringan* 1* Ana/nesis : ' -eluhan u/u/ : de/a/, /enggigil, le/ah, lekas :apek, anoreksia, /ual, /untah 6 sakit kepala* ' 9asa n0eri : n0eri pinggang, n0eri suprapubik, n0eri inguinal 6 perineu/, n0eri di skrotu/* ' ?angguan /iksi : disuria, he/aturia, urgensi, frekuensi, 6 nokturia* 2* &e/eriksaan Eisik : Eebris, n0eri tekan suprapubik, n0eri ketok sudut kostoBertebrata* * Aaboratoriu/ : Aekositosis, Aekosituria, kultur urin positif : bakteri D10)=/l urin* (* -riteria diagnosis bakteriuria berdasarkan ga/baran klinis dan :ara penga/bilan sa/ple : F G102 $olon0 Eor/ing "nit 2$E"4 :olifor/=/l urin atau D 10) $E" non':olifor/=/l urin, pada wanita dengan ge.ala 1+ F G10 $E" bakteri=/l urin, pada pria dengan ge.ala 1+ F G10) $E" bakteri=/l urin 22kali pe/eriksaan dengan .arak 1 /inggu4, pada wanita dan pria tanpa ge.ala 1+ F G102 $E" bakteri=/l urin, pada pasien dengan kateter F ,erapapun .u/lah $E" bakteri=/l urin, pada pasien dengan ge.ala 1+- dengan penga/bilan sa/pel urin dari kateterisasi suprapubik &ada pasien ini, infeksi saluran ke/ih 0ang ter.adi bisa diakibatkan penularan bakteri se:ara he/atogen* ,isa diketahui dari peningkatan angka leukosit 2leukositosis4* ;a/un belu/ bisa ditentukan se:ara pasti .enis bakteri apa 0ang /en0ebabkan infeksi tersebut* ,akteri dala/ darah biasan0a langsung dibas/i oleh siste/ i/un akan tetapi .ika .u/lah bakteri :ukup ban0ak dan ?*" tra:t reseptif /aka /anifestasi infeksi pun dapat /un:ul* $ontoh beberapa bakteri M* tuber:ulosis 2/etastase dari paru'paru4 atau +* Aureus ,renal :arbun:le 2/etastase dari infeksi kulit4* "ntuk /engetahuin0a diperlukan pe/eriksaan penun.ang lebih lan.ut* Misaln0a kultur urine dan resistensi ku/an* Dengan begitu dapat ditentukan terapi lebih lan.ut untuk pe/akaian antibiotik se:ara tepat* Prinsip (m(m pen' &a$an ISK ada!a"# F Hradikasi bakteri pen0ebab dengan /enggunakan antibiotik 0ang sesuai F Mengoreksi kelainan anato/is 0ang /erupakan fraktor predisposisi T()(an pen' &a$an ISK ada!a" # F Men:egah dan /enghilangkan ge.ala F Men:egah dan /engobati bakterie/ia dan bakteriuria F Men:egah dan /engurangi risiko kerusakan .aringan gin.al 0ang /ungkin ti/bul dengan pe/berian obat' obatan 0ang sensitif dan /urah, a/an dengan efek sa/ping 0ang /ini/al N n farmak ! 'is # F ,an0ak /inu/ bila fungsi gin.al /asih baik F Men.aga kebersihan genitale eksterna

Dr. Adwin Adnan 3

Farmak ! 'is # F Anti/ikroba berdasarkan pola ku/an 0ang adaI bila hasil tes resistensi ku/an sudah ada, pe/berian anti /ikroba di sesuaikan* F &ada 1+- asi/to/atik antibiotik han0a diberikan pada pasien dengan resiko tinggi untuk ter.adin0a ko/plikasi 0ang serius 2seperti transplantasi gin.al atau pasien dengan granulositopenia4 dan pasien 0ang akan /en.alani pe/bedahan* F Antibiotik oral direko/endasikan untuk 1+- tak berko/plikasi dengan la/a pe/berian 7'10 hari pada pere/puan dan 10'1( hari pada laki'laki* Antibiotik parental untuk 1+- berko/plikasi dengan la/a pe/berian tidak kurang dari 1( hari* F Antibiotik golongan fluorokuinolon seperti :iprofloksasin /asih digunakan sebagai pengobatan pilihan perta/a* -adang pengobatan ko/binasi /asih digunakan pada infeksi 0ang sulit dikendalikan, teruta/a infeksi karena entero:o::us dan pseudo/onas* ?olongan lain 0ang biasa digunakan adalah a/inoglikosida, sefalosporin generasi ke' dan a/pisilin* F -eberhasilan pengobatan pada 1+- si/to/atik ditentukan oleh hilangn0a ge.ala bukan hilangn0a bakteri* HBaluasi ulang dengan ke:urigaan adan0a kelainan anato/i atau struktural dapat /ulai diperti/bangkan bila teradi 1+- berulang G2 kali dala/ waktu 6 bulan F #erapi .angka pan.ang : tri/etopri/'sulfa/etoksaJol dosis rendah 2(0'200 /g4 tiga kali tiap se/inggu setiap /ala/, fluorokuinolon dosis rendah, nitrofurantoin /akrokristal 100/g tiap /ala/* Aa/a pengobatan 6 bulan dan bila perlu dapat di perpan.ang 1'2 tahun lagi* KESIMPULAN 1nfeksi +aluran -e/ih adalah istilah 0ang /enun.ukan adan0a /ikroorganis/e 2M34 dala/ urin* 1nfeksi 0ang /elibatkan struktur saluran ke/ih, 0aitu dari epitel glo/erulus sa/pai /eatus urethrae e5ternae* &ada pasien ini diduga diagnosis /engarah pada 1nfeksi +aluran -e/ih karena hidronefrosis 0ang diala/i dari hasil pe/eriksaan "+?* &enegakan diagnosis 1nfeksi +aluran -e/ih dengan kultur urine* Dan sa/pai saat ini, terapi untuk 1nfeksi +aluran -e/ih han0a /enghilangkan si/pto/atik karena infeksi ini bias berulang* +a/pai saat ini terapi 0ang /asih digunakan adalah antibioti: :iproflo5a:in sgb lini perta/a* ;a/un .ika hasil kultur sudah ada, bias digunakan anti/ikroba sesuai dengan sensitiBitas 0ang dihasilkan* REFERENSI ' +udo0o, Aru W* 2006* ,uku a.ar 1l/u &en0akit Dala/* Kakarta* &usat &enerbitan Departe/en 1l/u &en0akit Dala/ Eakultas -edokteran "niBersitas 1ndonesia ' ,hirowo, dkk* 200!* Art 3f #herap0* Log0akarta* &ustaka $endekia &ress Log0akarta ' &, &A&D1* &anduan &ela0anan Medik* 200!* Departe/en 1l/u &en0akit Dala/ Eakultas -edokteran "niBersitas 1ndonesia* Kakarta* ' &, &A&D1* ,uku A.ar 1AM" &H;LA-1# DAAAM* 2006* Departe/en 1l/u &en0akit Dala/ Eakultas -edokteran "niBersitas 1ndonesia* Kakarta* PENULIS Arindah Dwitasari 2200)0 100) 4, 1l/u &en0akit Dala/, 9+"D &ane/bahan +enopati

Dr. Adwin Adnan 4

Pen'am&i!an Sampe! Dan Pemeriksaan La& ra$ ri(m Urine


&osted on Kanuar0 7, 2011 b0 Ad/inistrator $ara &enga/bilan +a/pel ,ahan urin untuk pe/eriksaaan harus segar dan sebaikn0a dia/bil pagi hari* ,ahan urin dapat dia/bil dengan :ara punksi suprapubik 2suprapubi: pun:tureMspp4, dari kateter dan urin porsi tengah 2/idstrea/ urine4* ,ahan urin 0ang paling /udah diperoleh adalah urin porsi tengah 0ang dita/pung dala/ wadah ber/ulut lebar dan steril*1 P(nksi S(prap(&ik &enga/bilan urin dengan punksi suprapubik dilakukan penga/bilan urin langsung dari kandung ke/ih /elalui kulit dan dinding perut dengan se/prit dan .aru/ steril* Lang penting pada punksi suprapubik ini adalah tindakan antisepsis 0ang baik pada daerah 0ang akan ditusuk, anestesi lokal pada daerah 0ang akan ditusuk dan keadaan asepsis harus selalu di.aga* ,ila keadaan asepsis baik, /aka bakteri apapun dan berapapun .u/lah koloni 0ang tu/buh pada biakan, dapat dipastikan /erupakan pen0ebab 1+-*1 Ka$e$er ,ahan urin dapat dia/bil dari kateter dengan .aru/ dan se/prit 0ang steril* &ada :ara ini .uga penting tindakan antisepsis pada daerah kateter 0ang akan ditusuk dan keadaan asepsis harus elalu di.aga* #e/pat penusukan kateter sebaikn0a sedekat /ungkin dengan u.ung kateter 0ang berada di dala/ kandung ke/ih 2u.ung distal4* &enilaian urin 0ang diperoleh dari kateter sa/a dengan hasil biakan urin 0ang diperoleh dari punksi suprapubik*1 Urin P rsi Ten'a" "rin porsi tengah sebagai sa/pel pe/eriksaan urinalisis /erupakan teknik penga/bilan 0ang paling sering dilakukan dan tidak /eni/bulkan ketidakn0a/anan pada penderita* Akan tetapi resiko konta/inasi akibat kesalahan penga/bilan :ukup besar* #idak boleh /enggunakan antiseptik untuk persiapan pasien karena dapat /engkonta/inasi sa/pel dan /en0ebabkan kultur false'negatiBe* Cara pen'am&i!an dan penamp(n'an (rin p rsi $en'a" pada *ani$a # 1* +iapkan beberapa potongan kasa steril untuk /e/bersihkan daerah Bagina dan /uara uretra* +atu potong kasa steril dibasahi dengan air sabun, dua potong kasa steril dibasahi air atau salin hangat dan sepotong lagi dibiarkan dala/ keadaan kering* Kangan /e/akai larutan antiseptik untuk /e/bersihkan daerah tersebut* +iapkan pula wadah steril dan .angan buka tutupn0a sebelu/ pe/bersihan daerah Bagina selesai* 2* Dengan 2 .ari pisahkan kedua labia dan bersihkan daerah Bagina dengan potongan kasa steril 0ang /engandung sabun* Arah pe/bersihan dari depan ke belakang* -e/udian buang kasa 0ang telah dipakai ke te/pat sa/pah* * ,ilas daerah tersebut dari arah depan ke belakang dengan potongan kasa 0ang dibasahi dengan air atau salin hangat* +ela/a pe/bilasan tetap pisahkan kedua labia dengan 2 .ari dan .angan biarkan labia /en0entuh /uara uretra* Aakukan pe/bilasan sekali lagi, ke/udian keringkan daerah tersebut dengan potongan kasa steril 0ang kering* ,uang kasa 0ang telah dipakai ke te/pat sa/pah* (* Dengan tetap /e/isahkan kedua labia, /ulailah berke/ih* ,uang beberapa /ililiter urin 0ang /ula'/ula keluar* -e/udian ta/pung aliran urin selan.utn0a ke dala/ wadah steril sa/pai kurang lebih sepertiga atau setengah wadah terisi* )* +etelah selesai, tutup ke/bali wadah urin dengan rapat dan bersihkan dinding luar wadah dari urin 0ang tertu/pah* #uliskan identitas penderita pada wadah tersebut dan kiri/ segera ke laboratoriu/*1

Dr. Adwin Adnan 5

Cara pen'am&i!an dan penamp(n'an (rin p rsi $en'a" pada pria # 1* +iapkan beberapa potongan kasa steril untuk /e/bersihkan daerah penis dan /uara uretra* +atu potong kasa steril dibasahi dengan air sabun, dua potong kasa steril dibasahi dengan air sabun, dua potong kasa steril dibasahi dengan air atau salin hangat dan sepotong lagi dibiarkan dala/ keadaan kering* Kangan /e/akai larutan antiseptik untuk /e/bersihkan daerah tersebut* +iapkan pula wadah steril dan .angan buka tutupn0a sebelu/ pe/bersihan selesai* 2* #arik prepusiu/ ke belakang dengan satu tangan dan bersihkan daerah u.ung penis dengan kasa 0ang dibasahi air sabun* ,uang kasa 0ang telah dipakai ke te/pat sa/pah* * ,ilas u.ung penis dengan kasa 0ang dibasahi air atau salin hangat* "langi sekali lagi, lalu keringkan daerah tersebut dengan potongan kasa steril 0ang kering* ,uang kasa 0ang telah dipakai ke dala/ te/pat sa/pah* (* Dengan tetap /enahan prepusiu/ ke belakang, /ulailah berke/ih* ,uang beberapa /ililiter urin 0ang keluar, ke/udian ta/pung urin 0ang keluar berikutn0a ke dala/ wadah steril sa/pai terisi sepertiga sa/pai setengahn0a* )* +etelah selesai, tutup ke/bali wadah urin dengan rapat dan bersihkan dinding luar wadah dari urin 0ang tertu/pah* #uliskan identitas penderita pada wadah tersebut dan kiri/ segera ke laboratoriu/*1 ,ahan urin harus segera dikiri/ ke laboratoriu/, karena penundaan akan /en0ebabkan bakteri 0ang terdapat dala/ urin berke/bang biak dan penghitungan koloni 0ang tu/buh pada biakan /enun.ukkan .u/lah bakteri sebenarn0a 0ang terdapat dala/ urin pada saat penga/bilan* +a/pel harus diteri/a /aksi/un 1 .a/ setelah pena/pungan*2 +a/pel harus sudah diperiksa dala/ waktu 2 .a/* +etiap sa/pel 0ang diteri/a lebih dari 2 .a/ setelah penga/bilan tanpa bukti telah disi/pan dala/ kulkas, seharusn0a tidak dikultur dan sebaikn0a di/intakan sa/pel baru* ,ila pengiri/an terpaksa ditunda, bahan urin harus disi/pan pada suhu (o$ sela/a tidak lebih dari 2( .a/*1 Pemeriksaan Urin Empa$ P rsi +Meares S$ame%, &e/eriksaan ini dilakukan untuk penderita prostatitis* &e/eriksaan ini terdiri dari urin e/pat porsi 0aitu : 1* &orsi perta/a 2@,14 : 10 /l perta/a urin, /enun.ukkan kondisi uretra, 2* &orsi kedua 2@,24 : sa/a dengan urin porsi tengah, /enun.ukkan kondisi buli'buli, * &orsi ketiga 2H&+4 : sekret 0ang didapatkan setelah /asase prostat, (* &orsi kee/pat 2@,(4 : urin setelah /asase prostat*( Pemeriksaan !a& ra$ ri(m &e/eriksaan urinalisis dilakukan untuk /enentukan dua para/eter penting 1+- 0aitu leukosit dan bakteri* &e/eriksaan rutin lainn0a seperti deskripsi warna, berat .enis dan p8, konsentrasi glukosa, protein, keton, darah dan bilirubin tetap dilakukan*) Pemeriksaan Dips$ik &e/eriksaan dengan dipstik /erupakan salah satu alternatif pe/eriksaan leukosit dan bakteri di urin dengan :epat* "ntuk /engetahui leukosituri, dipstik akan bereaksi dengan leu:o:0te esterase 2suatu enJi/ 0ang terdapat dala/ granul pri/er netrofil4* +edangkan untuk /engetahui bakteri, dipstik akan bereaksi dengan nitrit 20ang /erupakan hasil perubahan nitrat oleh enJ0/ nitrate redu:tase pada bakteri4* &enentuan nitrit sering /e/berikan hasil false'negatiBe karena tidak se/ua bakteri patogen /e/iliki ke/a/puan /engubah nitrat atau kadar nitrat dala/ urin /enurun akibat obat diuretik* -edua pe/eriksaan ini /e/iliki angka sensitifitas 60'!0N dan spesifisitas 70 O <! N* +edangkan nilai positiBe predi:tiBe Balue kurang dari !0 N dan negatiBe predi:tiBe Balue /en:apai <)N* Akan tetapi pe/eriksaan ini tidak lebih baik dibandingkan dengan pe/eriksaan /ikroskopik urin dan kultur urin* &e/eriksaan dipstik digunakan pada kasus skrining follow up* Apabila kedua hasil /enun.ukkan hasil negatif, /aka urin tidak perlu dilakukan kultur*),6

Dr. Adwin Adnan 6

Pemeriksaan Mikr sk pik Urin &e/eriksaan /ikroskopik dilakukan untuk /enentukan .u/lah leukosit dan bakteri dala/ urin* Ku/lah leukosit 0ang dianggap ber/akna adalah D 10 = lapang pandang besar 2A&,4* Apabila didapat leukosituri 0ang ber/akna, perlu dilan.utkan dengan pe/eriksaan kultur* &e/eriksaan langsung ku/an patogen dala/ urin sangat tergantung kepada pe/eriksa* Apabila dite/ukan satu atau lebih ku/an pada pe/eriksan langsung, perlu dilakukan pe/eriksaan kultur*),7 Pemeriksaan K(!$(r Urin Deteksi .u/lah ber/akna ku/an patogen 2signifi:ant ba:teriuria4 dari kultur urin /asih /erupakan baku e/as untuk diagnosis 1+-* ,ila .u/lah koloni 0ang tu/buh D 10) koloni=/l urin, /aka dapat dipastikan bahwa bakteri 0ang tu/buh /erupakan pen0ebab 1+-* +edangkan bila han0a tu/buh koloni dengan .u/lah P 10 koloni = /l urin, /aka bakteri 0ang tu/buh ke/ungkinan besar han0a /erupakan konta/inasi flora nor/al dari /uara uretra* Kika diperoleh .u/lah koloni antara 10 ' 10) koloni = /l urin, ke/ungkinan konta/inasi belu/ dapat disingkirkan dan sebaikn0a dilakukan biakan ulang dengan bahan urin 0ang baru* Eaktor 0ang dapat /e/pengaruhi .u/lah ku/an adalah kondisi hidrasi pasien, frekuensi berke/ih dan pe/berian antibiotika sebelu/n0a*1,) &erlu diperhatikan pula ban0akn0a .enis bakteri 0ang tu/buh* ,ila D .enis bakteri 0ang terisolasi, /aka ke/ungkinan besar bahan urin 0ang diperiksa telah terkonta/inasi*1 R()(kan 1* -u/alawati K* Diagnosis bakteriologik infeksi saluran ke/ih dengan biakan urin* Aokakar0a pe/eriksan laboratoriu/ klinik pada pen0akit infeksi* ,agian &atologi -linik E-"1'9+$M* 1<< * 2* -u/alawati K* &rosedur penga/bilan urin untuk pe/eriksaan /ikrobiologik* ,agian &atologi -linik E-"1' 9+$M* 1<<!* * +onnenwirth A$, Karrett A* ?radwohlQs :lini:al laborator0 /ethods and diagnosis* !th edition* +t Aouis, #he$@ Mosb0 $o/pan0I 1<!0* (* Meares HM* &rostatitis* Med $lin of ;orth A/ 1<<1 27)4 : (0)'(2(* )* &appas &?* Aaborator0 in the diagnosis and /anage/ent of urinar0 tra:t infe:tions* Med $lin of ;orth A/ 1<<1 27)4 : 1 '2)* 6* +e/eniuk 8, $hur:h D* HBaluation of the le:o:0te esterase and nitrite urine dipsti:k s:reening tests for dete:tion of ba:teriuria in wo/wn with suspe:ted un:o/pli:ated urinar0 tra:t infe:tions* Kournal of :lini:al /i:robiolog0 1<<< : 0)1'2* 7* +:haeffer K*A* 1nfe:tions of the urinar0 tra:t* Dala/ : Walsh &$* $a/pbellRs "rolog0 @ol 1* !th edition* W, +aunders $o/pan0* 2002I) ')) *