Anda di halaman 1dari 4

Proses Persepsi dalam Decision Making Proses Persepsi Secara Umum Definisi Proses Persepsi Persepsi adalah suatu

proses yang ditempuh individu-individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka (menerima informasi) agar dapat memberi makna, atribut (sifat) kepada lingkungan sehingga dapat memperoleh pemahaman dan mengambil sikap. Menurut Robbins dan Judge (2009), persepsi (perception) diartikan sebagai cara individu menganalisis dan mengartikan pengamatan indrawi mereka dengan tujuan untuk memberikan makna terhadap lingkungan sekitar mereka. Seorang individu akan memandang segala sesuatudengan persepsi mereka sendiri yang mungkin saja berbeda dengan persepsi orang lain.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Persepsi Ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi, yaitu : 1. Pelaku persepsi : penafsiran seorang individu pada suatu objek yang dilihatnya akan sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadinya sendiri, diantaranya sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu, dan pengharapan. Kebutuhan atau motif yang tidak dipuaskan akan merangsang individu dan mempunyai pengaruh yang kuat pada persepsi mereka. Contoh-contoh seperti seorang tukang rias akan lebih memperhatikan kesempurnaan riasan orang daripada seorang tukang masak, seorang yang disibukkan dengan masalah pribadi akan sulit mencurahkan perhatian untuk orang lain, dls, menunjukkan bahwa kita dipengaruhi oleh kepentingan/minat kita. Sama halnya dengan ketertarikan kita untuk memperhatikan hal-hal baru, dan persepsi kita mengenai orang-orang tanpa memperdulikan ciri-ciri mereka yang sebenarnya.

2. Target : Gerakan, bunyi, ukuran, dan atribut-atribut lain dari target akan membentuk cara kita memandangnya. Misalnya saja suatu gambar dapat dilihat dari berbagai sudut pandang oleh orang yang berbeda. Selain itu, objek yang berdekatan akan dipersepsikan secara bersama-sama pula. Contohnya adalah kecelakaan dua kali dalam arena ice skating dalam seminggu dapat membuat kita mempersepsikan ice skating sebagai olah raga yang berbahaya. Contoh lainnya adalah suku atau jenis kelamin yang sama, cenderung dipersepsikan memiliki karakteristik yang sama atau serupa. 3. Situasi : Situasi juga berpengaruh bagi persepsi kita. Misalnya saja, seorang wanita yang berparas lumayan mungkin tidak akan terlalu terlihat oleh laki-laki bila ia
memandangnya. namun jika ia berada dipasar, kemungkinannya sangat besar bahwa para lelaki akan

berada di mall,
Gambar 1; Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor-faktor Dalam Diri Pengarti : Sikap-sikap Motif-motif Minat-minat Pengalaman dan Pengetahuan Harapan-harapan (ekspektasi)

4. 5.

Faktor-faktor dalam situasi; Waktu Keadaan kerja Keadaan sosial

Persepsi

Faktor-faktor Dalam Diri Target; : Sesuatu yang baru Gerakan Suara Ukuran

Latar belakang Kedekatan Kemiripan

Pengaruh Persepsi kepada Pengambilan Keputusan


Namun apa yang merupakan persepsi seseorang dapat berbeda dari kenyataan yang objektif. Karena perilaku orang didasarkan pada persepsi mereka akan realitas, dan bukan pada realitas itu sendiri, Pengaruh Persepsi kepada Pengambilan Keputusan maka persepsi sangat penting pula dipelajari dalam perilaku organisasi. Pengambilan keputusan individual, baik ditingkat bawah maupun atas, merupakan suatu bagian yang penting Namun apa yang merupakan persepsi seseorang dapat berbeda dari kenyataan yangdari perilaku

objektif. Karena perilaku orang didasarkan pada persepsi mereka akan realitas, dan bukan
pilihan mereka sebagiah besar dipengaruhi oleh persepsi mereka.

organisasi. Tetapi bagaimana individu dalam organisasi mengambil keputusan dan kualitas dari

pada realitas itu sendiri, maka persepsi penting pula dipelajari dalam perilaku Pengambilan keputusan sangat terjadi sebagai suatu reaksi terhadap suatu masalah. Terdapat suatu
penyimpangan antara suatu keadaan dewasa ini dan sesuatu keadaan yang diinginkan, yang menuntut pertimbangan arah tindakan alternatif. Misalnya, seorang manager suatu divisi menilai penurunan penjualan sebesar 2% sangat tidak memuaskan, namun di divisi lain penurunan sebesar itu dianggap memuaskan oleh managernya.

organisasi. Pengambilan keputusan individual, baik ditingkat bawah maupun atas, merupakan suatu bagian yang penting dari perilaku organisasi. Tetapi bagaimana individu dalam organisasi mengambil keputusan dan kualitas dari pilihan mereka sebagiah besar dipengaruhi oleh persepsi mereka. Pengambilan keputusan terjadi sebagai suatu reaksi terhadap suatu masalah. Terdapat suatu penyimpangan antara suatu keadaan dewasa ini dan sesuatu keadaan yang diinginkan, yang menuntut pertimbangan arah tindakan alternatif. Misalnya, seorang manager suatu divisi menilai penurunan penjualan sebesar 2% sangat tidak memuaskan, namun di divisi lain penurunan sebesar itu dianggap memuaskan oleh managernya. Perlu diperhatikan bahwa setiap keputusan menuntut penafsiran dan evaluasi terhadap informasi. Karena itu, data yang diterima perlu disaring, diproses, dan ditafsirkan. Misalnya, data mana yang relevan dengan pengambilan keputusan. Persepsi dari pengambil keputusan akan ikut menentukan hal tersebut, yang akan mempunyai hubungan yang besar pada hasil akhirnya. Pengambil keputusan harus membuat pilihan memaksimalkan nilai yang konsisten dalam batas-batas tertentu. Model pengambilan keputusan yang rasional umumnya memliki sejumlah asumsi, yaitu : Kejelasan masalah : pengambil keputusan memiliki informasi lengkap sehubungan dengan situasi keputusan. Pilihan-pilihan diketahui : pengambil keputusan dapat mengidentifikasi semua kriteria yang relevan dan dapat mendaftarkan semua alternatif yang dilihat. Pilihan yang jelas : kriteria dan alternatif dapat diperingkatkan sesuai pentingnya. Pilihan yang konstan : kriteria keputusan konstan dan beban yang ditugaskan pada mereka stabil sepanjang waktu.

Tidak ada batasan waktu dan biaya : sehingga informasi lengkap dapat diperoleh tentang kriteria dan alternatif. Pelunasan kepuasan maksimum : alternatif yang dirasakan paling memuaskan akan dipilih