Anda di halaman 1dari 3

1. Interfase (Fase Istirahat) Pada tahap ini, sel dianggap sedang istirahat dan tidak melaku-kan pembelahan.

Namun, interfase merupakan tahap yang penting untuk mempersiapkan pembelahan atau melakukan metabolisme sel. Pada interfase, tingkah laku kromosom tidak tampak karena berbentuk benang-benang kromatin yang halus. Walaupun begitu, sel anak yang baru terbentuk sudah melakukan metabolisme. Sel perlu tumbuh dan melakukan berbagai sintesis sebelum memasuki proses pembelahan berikutnya.Apa saja kegiatan sel pada saat interfase? Pada saat interfase, sel mengalami subfase berikut. a. Fase Pertumbuhan Primer ( Growth 1 disingkat G1 ) Sel yang baru terbentuk mengalami pertumbuhan tahap pertama. Pada subfase ini, sel-sel belum mengadakan replikasi DNA yang masih bersifat 2n (diploid). Sementara organel-organel yang ada di dalam sel, seperti mitokondria, retikulum endoplasma, kompleks golgi, dan or-ganel lainnya memperbanyak diri guna menunjang kehidupan sel. b. Fase Sintesis (S) Pada subfase ini, sel melakukan sintesis materi genetik. Materi ge-netik adalah bahan-bahan yang akan diwariskan kepada keturunannya, yaitu DNA. DNA dalam inti sel mengalami replikasi (penggandaan jumlah salinan). Jadi, subfase sintesis (penyusunan) menghasilkan 2 salinan DNA. c. Fase Pertumbuhan Sekunder ( Growth 2 disingkat G2 ) Setelah DNA mengalami replikasi, subfase berikutnya adalah per-tumbuhan sekunder (G2). Pada subfase ini, sel memperbanyak organel-organel yang dimilikinya. Ini bertujuan agar organel-organel tersebut dapat diwariskan kepada setiap sel turunannya. Pada subfase ini, rep-likasi DNA telah selesai dan sel bersiap-siap mengadakan pembelahan secara mitosis. Selain itu, inti sel (nukleus) telah terbentuk dengan jelas dan terbungkus membran inti.

1. Jaringan epitel Sel-sel dari jaringan epitel pak erat bersama-sama dan membentuk lembaran berkelanjutan yang berfungsi sebagai lapisan di berbagai bagian tubuh. Jaringan epitel berfungsi sebagai selaput organ dan membantu menjaga organ tubuh yang terpisah, di tempat dan dilindungi. Beberapa contoh dari jaringan epitel adalah lapisan luar kulit, bagian dalam mulut dan perut, dan jaringan sekitarnya organ tubuh. 2. Jaringan ikat Ada banyak jenis jaringan ikat dalam tubuh. Secara umum, jaringan ikat menambahkan dukungan dan struktur untuk tubuh. Sebagian besar jenis jaringan ikat fibrosa mengandung untaian kolagen protein yang menambah kekuatan jaringan ikat. Beberapa contoh jaringan ikat termasuk lapisan dalam kulit, tendon, ligamen, tulang rawan, tulang dan jaringan lemak. Selain bentuk-bentuk lebih dikenali dari jaringan ikat, darah juga dianggap sebagai bentuk jaringan ikat.

3. Jaringan otot Jaringan otot adalah jaringan khusus yang dapat kontrak. Jaringan otot mengandung protein khusus aktin dan myosin yang meluncur melewati satu sama lain dan memungkinkan gerakan. Contoh dari jaringan otot yang terkandung dalam otot-otot seluruh tubuh Anda. 4. Jaringan saraf saraf jaringan mengandung dua jenis sel: neuron dan sel glia. Jaringan syaraf memiliki kemampuan untuk menghasilkan dan melakukan sinyal-sinyal listrik di dalam tubuh. Pesan-pesan listrik dikelola oleh jaringan saraf di otak dan ditransmisikan ke sumsum tulang belakang untuk tubuh.
Etiologi jejas: 1. Hipoksia a. Daya angkut oksigen berkurang: anemia, keracunan CO b. Gangguan pada sistem respirasi c. Gangguan pada arteri: aterosklerosis 2. Jejas fisik a. Trauma mekanis: ruptura sel, dislokasi intraseluler b. Perubahan temperatur: vasodilatasi, reaksi inflamasi c. Perubahan tekanan atmosfer d. Radiasi 3. Jejas kimiawi a. Glukosa dan garam-garam dalam larutan hipertonis yang dapat menyebabkan gangguan homeostasis cairan dan elektrolit b. Oksigen dalam konsentrasi tinggi c. Zat kimia, alkohol, dan narkotika 4. Agen biologik: virus, bakteri, fungi, dan parasit 5. Reaksi imunologik a. Anafilaktik b. Autoimun 6. Faktor genetik: sindroma Down, anemia sel sabit 7. Gangguan nutrisi: defisiensi protein, avitaminosis 1. Jejas Reversible (oedem, cloudy swelling) Contoh: degenerasi hidropik. Degenerasi ini menunjukkan adanya edema intraselular, yaitu adanya peningkatan kandungan air pada rongga-rongga sel selain peningkatan kandungan air pada mitokondria dan retikulum endoplasma. Pada mola hidatidosa telihat banyak sekali gross (gerombolan) mole yang berisi cairan. Mekanisme yang mendasari terjadinya generasi ini yaitu kekurangan oksigen, karena adanya toksik, dan karena pengaruh osmotik. 2. Jejas Irreversible Terdapat dua jenis jejas irreversible (kematian sel) yaitu apotosis dan nekrosis. Apoptosis merupakan kematian sel yang terprogram. Sedangkan nekrosis merupakan kematian

sel/jaringan pada tubuh yang hidup di luar dari kendali. Sel yang mati pada nekrosis akan membesar dan kemudian hancur dan lisis pada suatu daerah yang merupakan respons terhadap inflamasi (Lumongga, 2008). Jadi, perbedaan apoptosis dan nekrosis terletak pada terkendali atau tidaknya kematian sel tersebut.