Anda di halaman 1dari 5

MESENTERIC ADENITIS 1. Definisi Mesenteric adenitis merupakan peradangan pada kelenjar getah bening Mesenteric pada abdomen.

Proses ini bisa akut maupun kronik, tergantung agen penyebab. Penyakit ini sering menimbulkan gejala klinis yang susah dibedakan dari Appendisitis akut. 2. Patofisiologi Agen microbial mengakses kelenjar getah bening melalui limfatik intestinal. Organisme kemudian memperbanyak diri dan tergantung dari kemampuan irulensi dari pathogen, menyebabkan berbagai derajat peradangan dan kadang!kadang supurasi. "elenjar getah bening kemudian membesar. Mesentery sekitar bisa menjadi bengkak, dengan atau tanpa eksudat. #ecara mikroskopis pada kelenjar getah bening tampak hyperplasia non spesifik dan pada infeksi supuratif nekrosis dengan berbagai sel yg berisi nanah. Mesenterik adenitis secara umum merupakan penyakit yang jinak, namun jika terjadi sepsis bisa menyebabkan keadaan yang fatal. Penyakit ini mengenai laki!laki maupun $anita secara ekual. Mesenteric adenitis bisa terjadi pada orang de$asa namun paling sering terjadi pada anak!anak dan remaja yang berumur kurang dari 1% tahun. &. 'ejala klinis 'ejala dari mesenteric adenitis diantaranya nyeri perut terutama sering pada kuadran kanan ba$ah perut namun bisa juga lebih difus, demam, diare, malaise, anoreksia, infeksi saluran pernafasan atas, mual, muntah. (erdasarkan pemeriksaan fisik bisa didapatkan pasien dengan demam )&*+! &*,%+,-, nyeri tekan pada kuadran kanan ba$ah )ringan dengan atau tanpa

rebound tenderness-, rectal tenderness, rhinorrhea, faring hiperemis, peripheral lymphadenopathy yg berkaitan )bisaanya cer ical- pada 2+. kasus. /. 0tiologi (eberapa organism dikultur dari kelenjar getah bening mesenteric dan darah dan berikut organism!organisme yang ditemukan sebagai penyebab Mesenteric adenitis 1 (eta!hemolytic streptococcus, spesies #taphylococcus, 0scherichia coli, #treptococcus iridians, spesies 2ersinia )saat ini merupakan penyebab tersering-, Mycobacterium tuberculosis, 'iardia lamblia, dan non! #almonella typhoid. 3irus diantaranya co4sackie iruses )A dan (-, irus rubeola, dan irus )0(3-, adeno irus serotype 1, 2, &, %, dan 5. 3irus lainnya yang diduga sebagai penyebab mesenteric adenitis diantaranya 0pstein!(arr ),#D-. "ondisi yang sering diasosiasikan adalah pasien dengan infeksi saluran pernafasan atas, yang kemungkinan disebabkan masuknya pathogen. 8ransmisi fecal!oral terjadi pada infeksi 2 enterocolitika dan bisa menyebabkan $abah. 7nfeksi ini juga berkaitan dengan daging, susu dan kontaminasi air. 2ang lebih jarang terjadi adalah penularan dari manusia ke manusia atau kontak he$an dengan fecal carrier. Acute 6uman 7mmunodeficiency 3irus )673- dan ,at #cratch Disease

%. Diagnosis banding Penyakit!penyakit lain yang sebaiknya dipertimbangkan dengan gejala klinis yang menyerupai Mesenteric adenitis diantaranya Meckel di erticulitis, Duplikasi 7ntestinal, 0nteritis regional, 7ntususepsi, 9imfoma intestinal, penyebab lain dari akut abdomen )porphyria, sickle cell asoocclusi e crises, tumor cecal:. Pemeriksaan penunjang a. Pemeriksaan laboratorium 1 6itung darah lengkap 1 leukositosis dengan ;(, melebihi 1+.+++<m9 terjadi pada kurang lebih %+. kasus. "imia darah 1 hasil kimia darah bisaanya dalam batas normal kecuali pada pasien dengan mual dan muntah parah yang bisa terjadi dengan metabolic alkalosis dan a=otemia. #erologi bisa mendukung untuk diagnosis dari agen etiologi yakni 2 enterocolitica. 8es serologi sering ditunda dan beberapa antigen mungkin harus dites. >rinalisis berguna ketika diagnosis masih belum jelas dan untuk mengeksklusi infeksi saluran kencing. Pada pasien dengan gejala klinis diare, kultur feses seharusnya dikerjakan. "ultur darah dikerjakan untuk membantu menentukan terapi yag tepat dan e aluasi lebih lanjut terutama pada pasien dengan septicemia. b. Pemeriksaan imaging 1 ,8 ,ontrast menunjukkan pembesaran kelenjar getah bening mesenteric dengan atau tanpa penebalan dinding ileal atau ileocecal, dan appendik terlihat normal. ?ao et al menspesifikkan criteria dengan

& atau lebih kelenjar dengan a4is diameter pendek setidaknya % kluster pada kuadran kanan ba$ah. Abdominal ultrasound scanning dengan Doppler scanning berguna untuk mengeksklusi diagnosis banding. #ebagai contoh, adanya penebalan mural dari ileum terminal dan penebalan mesenteric menunjukkan adanya regional enteritis. Pemeriksaan ultrasound sering disukai sebagai prosedur pemeriksaan diagnosis a$al khususnya pada anak!anak dengan nyeri perut tanpa komplikasi. Prosedur 1 #pesimen kelenjar getah bening 1 pada pasien laparotomy, kelenjar getah bening menunjukkan inflamasi atau supurasi dan kultur diperlukan untuk menentukan organism penyebab. 5. Penatalaksanaan Pasien dengan sakit sedang hingga berat bisa diberikan antibiotic empiris, spectrum luas dan sebaiknya juga bisa menangani strain 2ersinia sebagai penyebab tersering dari Mesenteric adenitis. Antibiotik a$al yang bisa dipertimbangkan diantaranya trimethoprim!sulfametho4a=ole )8MP! #M@-, cephalosporins generasi ketiga, fluoroAuinolones, aminoglycosides, dan do4ycycline. 8erapi antibiotic kemudian sebaiknya disesuaikan dengan sensiti itas dari pathogen yang diisolasi. Durasi terapi tergantung dari penyebab dan derajat keparahan penyakit. Pada kasus tanpa komplikasi, terapi antibiotic biasanya tidak diberikan. #upporti e care umum diantaranya hidrasi dan penanganan nyeri setelah mengeksklusi surgical abdomen akut.Pasien dengan penurunan olume, ketidakseimbangan elektrolit yang signifikan, dan atau sepsis perlu masuk rumah sakit.Pembedahan bisaanya diindikasikan pada kasus

supurasi<abses, dengan tanda!tanda peritonitis atau jika appendicitis akut tidak bisa dieksklusi dengan pasti.Pada laparotomi, diagnosis secara umum jelas. Appendiktomi sebaiknya dikerjakan untuk mencegah berulangnya lymph adenitis. *. Prognosis Prognosis dari Mesenteric adenitis umumnya baik. (y1 Diska Astarini )7111+B+*&-