Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

ANATOMI VETERINER II
Mekanisme Pernapasan Unggas pada saat Istirahat dan Terbang

OLEH :

NUR ALIF BAHMID O11111266

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN HEWAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

Mekanisme Pernapasan Unggas pada saat Istirahat dan Terbang


Istirahat. Proses pernapasan pada saat burung tidak terbang yakni pada saat otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah. Rongga dada menjadi besar dan tekanannya menurun. Hal ini menyebabkan udara yang kaya dengan oksigen masuk kedalam paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam kantung-kantung udara. Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusuk bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak kearah atas. Rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paru-paru. Demikian juga udara dari kantung-kantung udara keluar melalui paru-paru. Pengambilan oksigen oleh paru-paru terjadi pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas hanya terjadi di dalam paru-paru. Pada waktu istirahat saat inspirasi, costae bergerak ke arah cranioventral, sehingga cavum thornealis membesar, paruparu mengembang dan udara masuk ke dalam paru-paru. Pada saat ekspirasi, costae kembali pada kedudukan semula, cavum thornealis mengecil, paru-paru mengempis dan udara keluar. Beberapa otot yang berfungsi pada ekspirasi adalah musculus intercostalis internus, musculus rectus abdominis, musculus obliquus abdominis externus dan musculus transversus abdominis.

Terbang. Pernafasan Selama Terbang yakni persediaan dan kecepatan oksigen (O2) berdifusi dalam paru-paru sangat penting artinya burung pada waktu terbang. Pada waktu terbang konsumsi oksigen bisa 10 15 kali lebih banyak dibandingkan dengan pada keadaan istirahat. Konsumsi itu juga tergantung pada kecepatanterbang. Pada kecepatan terbang 35 km/jam, oksigen yang diperlukan rata-rata 21,9 ml/g/jamatau 12,8 kali lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tidak terbang, dan pada kecepatanterbang 40 km/jam konsumsi oksigen 23ml/g/jam. Konsumsi oksigen paling tinggi pada waktu terbang menaik dan paling rendah pada waktu terbang menurun. Beberapa peneliti mengasumsikan bahwa pernafasan (aliran udara paru-paru) ada hubungan (sinkronisasi) dengan berbagai gerakan sayap pada waktu terbang. Pada waktu sayap bergerak ke bawah, terjadi ekspirasi. Pada waktu terbang yang berfungsi adalah saccus interclavicularis dan saccus axilaris. Apabila sayap diturunkan saccus axilaris terjepit, sehingga saccus interclavicularis menjadi longgar, begitu pula sebaliknya apabila sayap diangkat saccus axilaris membesar dan saccus interclavicularis mengecil. Pada peristiwa ini akan mengakibatkan terjadinya pergantian udara pada paru-paru (Radiopoetra, 1991).

Catatan :
Inspirasi. Udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antara tulang rusuk (interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak ke luar dan tulang dada membesar. Akibatnya tekanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar menuju ke kantong udara sebagai cadangan udara.

Ekspirasi. otot interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar dari pada tekanan udara luar. Ini menyebabkan udara dari paru-paru yang kaya karbondioksida ke luar.

Sumber :
http://www.scribd.com/doc/43150953/RESPIRASI-PADA-UNGGAS http://pertanian.uns.ac.id/~adimagna/IlmuTernak%20UnggasPernapasan.htm http://pigeonbirdfarm.wordpress.com/2009/10/28/sistem-pernafasan-burung-merpati/