Anda di halaman 1dari 10

PEMERIKSAAN MESIN

Masalah pada engine yang berhubungan dengan kerusakan komponen utama mesin adalah :

PEMERIKSAAN MESIN
JUMLAH OLI BERKURANG
KEBOCORAN (eksternal leakage)

KONSUMSI INTERNAL (internal oil consumtion) CIRI : lapisan oli di dalam exhaust pipe PENYEBAB : Keausan valve guide/ defective valve seal

Penyumbatan ring oli


Keausan ring kompresi Oli clearence crankjournal-bearing berlebihan Penyumbatan drain back holes pada cylinder head Tekanan crancase berlebihan

PEMERIKSAAN MESIN
LOW POWER
Salah satu penyebab berkurangnya tenaga engine adalah tekanan kompresi yang rendah Tekanan kompresi rendah disebabkan oleh : KEBOCORAN KOMPRESI &/ KERUSAKAN MEKANISME

KATUP

Penyebab : Kerusakan gasket kepala silinder Kerusakan katup Ring kompresi aus/patah

Penyebab : Keausan cam lobe camshaft Keausan timing chain sehingga valve timing terlambat

Kerusakan piston
Pegas katup patah Celah katup terlalu sempit
3

PEMERIKSAAN MESIN
ENGINE NOISES
Pemeriksaan sumber suara mesin yang tidak normal, harus dilakukan sebelum dilakukan over haul engine tsb. Noises dapat berasal dari : Aksesori ( defective bearing alternator, bearing water pump, A.C compressor, dll) Crankshaft (clearence front main bearing/thrust bearing/rod bearing/con rod side yang terlalu

besar
Piston (keretakan piston, piston slap, piston pin noise, atau ring piston patah) Mekanisme katup (valve clearence/valve steam dan guide clearence yang berlebihan, keausan cam lobe-camshaft, keausan timing chain/ timing guide) Pembakaran yang tidak normal (preigniton dan detonation) Dudukan mesin (engine mounting) yang rusak

PEMERIKSAAN MESIN
OIL PRESSURE PROBLEM
Oil pressure problem dapat berupa tekanan oli yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, tetapi tekanan oli terlalu rendah lebih umum di temui Tekanan oli yang redah (pada rpm idle) dapat disebabkan oleh : Keausan main bearing yang berlebihan Keausan pompa oli

Relief valve pada pompa oli macet (macet dalam keadaan terbuka)
Tekanan oli yang terlalu tinggi dapat disebabkan oleh (jarang terjadi) : Relief valve pada pompa oli macet (tidak bisa terbuka) Tersumbatnya oil gallery di dekat cam shaft atau crankshaft

PEMERIKSAAN MESIN
COOLING SYS. PROBLEM
Sistem pendingin yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan OVERHEAT dan lebih lanjut kondisi seperti ini dapat menyebabkan kerusakan engine secara serius. Salah satu penyebab terjadinya Overheat adalah KEBOCORAN SISTEM PENDINGIN Kebocoran yang terjadi ke dalam ruang bakar dapat disebabkan oleh : Keretakan kepala silinder atau blok silinder

Gasket kepala silinder rusak


Ciri-ciri terjadinya kebocoran ke dalam ruang bakar adalah asap putih (uap air) berlebihan dan tidak adanya tumpukan karbon dalam ruang bakar Kerusakan gasket dapat menyebabkan oli bercampur dengan air dan pada akhirnya dapat menyebabkan overheat Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin dapat dilakukan dengan cara memberikan tekanan tertentu pada sistem pendingin
6

PEMERIKSAAN MESIN
COOLING SYS. PROBLEM
Overheating terjadi akibat sistem pendingin tidak berfungsi dengan normal dan dapat disebabkan oleh komponen-komponen sistem pendingin tersebut :

1. Jumlah coolant yang kurang (Low level)


2. Radiator kotor atau tersumbat 3. Kipas radiator yang tidak berfungsi 4. Timing pengapian terlalu terlambat 5. Jumlah oli terlalu kurang 6. Drive belt kipas aus 7. Tutup radiator tidak berfungsi normal (katup tekan tutup radiator membuka dengan tekanan yang lebih rendah) 8. Rem yang menggesek 9. Thermostat tidak membuka 10. Water pump rusak

11. Penyumbatan water jacket

PEMERIKSAAN MESIN
SPESIFIKASI KOMPONEN
1. Ukuran Standart/Standart Size/Service Standart Ukuran atau dimensi komponen dalam keadaan baru atau komponen yang telah diperbaiki 2. Repair Limit/Limit/service limit Ukuran komponen yang dipergunakan akibat keausan 3. Clearence Celah bebas antara dua komponen yang terpasang 4. Roundness/keovalan/kelonjongan Keausan komponen yang berbentuk bundar

Y X

Contoh : Pengukuran arah Y = 109.940 mm Pengukuran arah X = 109.925 mm Roundness = 0.015 mm


9

PEMERIKSAAN MESIN
SPESIFIKASI KOMPONEN
5. Cylindricity/tapper/ketirusan perbedaan ukuran (diameter) pada bagian A, bagian B dan bagian C pada komponen yang berbentuk silinder, masing-masing pada arah X dan Y
X Y

ARAH X BAGIAN A 73.08 73.05 73.01

ARAH Y 73.12 73.09 73.04

BAGIAN B BAGIAN C

Ketirusan arah X = 73.08 73.01 = 0.07 mm Ketitusan arah Y = 73.12 73.04 = 0.08 mm

10