Anda di halaman 1dari 3

SEMEN ZINC FOSFAT Seng fosfat adalah bahan semen tertua dibandingkan semen lainnya.

Biasanya digunakan sebagai pembanding untuk semen semen setelahnya. Komposisi : Semen ini terdiri atas bubuk dan cairan. Bahan utama bubuknya adalah oksida seng 90% dan oksida magnesium 10%. Kedua bahan ini diaduk dalam suhu 1000-14000 C lalu ditumbuk menjadi bubuk halus. Cairannya mengandung asam fosfor, air, alumunium fosfat, dan dalam beberapa keadaan seng fosfat. Kandungan airnya mengendalikan ionisasi asam. Fungsi : 1. Sebagai bahan basis dan pelapik 2. Melindungi pulpa dari iritasi bahan restoratif ketika menjadi basis 3. Bahan perekat 4. Bahan tambal sementara Biasanya pada kavitas dan kekuatan kunyahnya tidak terlalu besar. Sifat : Sifat fisisnya, jika dimanipulasi dengan benar, yaitu : Kekuatan tekan 104 Mpa

Kekuatan tarik garis tengah 5,5 Mpa Modulus elastisitas 13 Gpa

Retensinya berupa kunci mekanis pada pertemuan permukaan saat diaplikasikan dan bukan oleh interaksi kimia. Sifat biologis, ketika dua menit setelah pengadukan pH berkisar 2 karna adanya asam fosfor. Keasaman semen ini akan naik dengan cepat selama 24 jam. Biasanya pada awal-awal perawatan akan menimbulkan reaksi pulpa dan bisa menembus tubuli dentin jika tidak dilindungi.

Sifat kimia, ketika bubuk dicampur dengan cairan, asam fosfor berkontak dengan partikel dan melepas ion-ion seng ke cairan. Alumunium yang berikatan dengan asam fosfor akan bereaksi dengan seng menghasilkan gel seng aluminofosfat pada permukaan partikel sisanya. Pengerasan semen merupakan sebuah struktur inti yang tidak bereaksi terdiri atas partikel oksida seng yang dibungkus matriks padat aluminofosfat. Kelebihan : 1. Daya larut yang relatif rendah dalam air 2. Insulator panas yang baik 3. Compressive strength atau kekuatan tekan tinggi 4. mudah membuang kelehbih bahan ketika memeras Kekurangan : 1. Kecepatan pelarutan semen jauh lebih besar di dalam larutan asam organik seperti asam laktat, asetat, dan terutama sitrat. 2. Iritatif terhadap pulpa karena pH awalnya yang asam (terjadi pada awal jam penggunaan) Manipulasi 1. Membagi jumlah bubuk dan cairan, karena membutuhkan kekentalan bervariasi sesuai kebutuhan. Penggunaan jumlah maksimal bubuk, sejauh masih menghasilkan

adukan, dianjurkan untuk meminimalkan daya larut dan meningkatkan kekuatan. 2. Siapkan alas aduk untuk pengadukan. Sebaiknya menggunakan alas aduk yang dingin untuk memperpanjang waktu kerja dan pengerasan. 3. Cairan dituangkan jika sudah siap karena kandungan airnya akan menguap. Pengadukan diawali dengan penambahan sejumlah kecil bubuk dengan pengadukan yang cepat. Aturan yang benar adalah selama 15 detik sebelum penambahan berikutnya. Pengadukan biasanya selesai sekitar satu setengah menit. 4. Setelah pengadukan harus segera dipasang, jika mungkin dengan gerakan menggetar sebelum terbentuk matriks. Setelah dipasang pada tempatnya, ditahan dengan ditekan sampai mengeras untuk mengurangi rongga udara.

5. Semua prosedur membutuhkan daerah kerja yang kering. Kelebihan semen akan dibuang setelah mengeras. Penambahan varnish atau lapisan anti-tembus lain di tepi sangat dianjurkan.

DAPUS PHILIPS JUGA