Anda di halaman 1dari 3

Tentang etanol Etanol merupakan produk pendiaman yang dapat dibuat dari medium yang mengandung karbohidrat (gula,

pati atau selulosa). Etanol berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mempunyai bau yang khas. Berat jenisnya pada 15C adalah sebesar 0,7937. Titik didihnya 78,32C pada tekanan 76 mmHg. Berat molekulnya 46,1 g/mol dan titik bekunya adalah -117,3C. Etanol dapat bercampur baik dengan air dalam segala perbandingan. Etanol meleleh pada suhu -114,1C, mendidih pada suhu 78,5 C, dan memiliki densitas 0,789 g / mL pada 20 C. (Toharisman, 1999).

Etanol (C2H6O)memiliki berat molekul 46,07

. Bau etanol khas. Etanol

adalah cairan jernih, tidak berwarna. Etanol mudah menguap walaupun pada suhu rendah dan mendidih pada suhu 78C. Etanol bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua pelarut organik (Depkes RI, 1995). Penetapan kadar etanol dapat dilakukan dengan cara penyulingan dan kromatografi gas. Kromatografi gas digunakan untuk sediaan uji yang jumlahnya sedikit, berupa larutan kemih dan kadar etanol rendah (Depkes RI, 1979). Pada cara penyulingan, kapasitas labu suling umumnya 2 sampai 4 kali volume cairan uji. Kecepatan penyulingan diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh sulingan yang jernih. Jika sulingan berkabut, kocok dengan talk P atau dengan kalsium karbonat P hingga jernih, saring. Untuk mencegah terjadinya buih, sebelum penyulingan dimulai tambahkan asam fosfat P, asam sulfat P, atau asam tanat P hingga larutan bereaksi asam kuat, atau tambahkan larutan kalsium klorida P sedikit berlebihan, sedikit parafin cair P. Untuk mencegah cairan bergejolak mendadak, sebelum penyulingan tambahkan silikon karbida P atau batu didih. (Depkes RI, 1979). Penetapan Kadar Etanol Penetapan kadar etanol dapat dilakukan dengan cara penyulingan dan kromatografi gas. Kromatografi gas digunakan untuk sediaan uji yang jumlahnya sedikit, berupa larutan kemih dan kadar etanol rendah (Depkes RI, 1979). Pada cara penyulingan, kapasitas labu suling umumnya 2 sampai 4 kali volume cairan uji. Kecepatan penyulingan diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh sulingan yang jernih. Jika sulingan berkabut, kocok dengan talk P atau dengan kalsium karbonat P hingga jernih, saring. Untuk mencegah terjadinya buih, sebelum penyulingan dimulai tambahkan asam fosfat P, asam sulfat P, atau asam tanat P hingga larutan bereaksi asam kuat, atau

tambahkan larutan kalsium klorida P sedikit berlebihan, sedikit parafin cair P. Untuk mencegah cairan bergejolak mendadak, sebelum penyulingan tambahkan silikon karbida P atau batu didih. (Depkes RI, 1979).

Penetapan Bobot Jenis Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi, penetapan bobot jenis digunakan hanya untuk cairan dan kecuali dinyatakan lain berdasarkan pada perbandingan bobot zat diudara pada suhu 25 terhadap bobot air dengan volume dan suhu yang sama. Bila suhu ditetapkan dalam monografi, bobot jenis adalah perbandingan bobot diudara terhadap suhu yang sama ditetapkan terhadap bobot air dengan volume dan suhu yang sama. Bila pada suhu 25 zat tersebut padat, tetapkan bobot jenis pada suhu yang telah tertera pada masingmasing monografi dan mengacu pada air pada suhu 25 (Depkes RI, 1995) Kadar etanol dapat ditetapkan berdasarkan perolehan bobot jenis destilat menggunakan Tabel Daftar Bobot Jenis dan Kadar Etanol pada Farmakope. Bobot jenis () = Keterangan () W0 W1 W2 : Bobot jenis : Bobot piknometer kosong : Bobot piknometer berisi air suling : Bobot piknometer berisi destilat (Widjaja,dkk, 2012) Destilasi Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap. Dalam penyulingan, campuran zat didihkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih rendah akan menguap terlebih dahulu. Model ideal destilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton (Widjaja,dkk, 2012). Menurut hukum Raoult, untuk sistem cair-cair tekanan uap parsial dari sebuah komponen di dalam campuran sama dengan tekanan uap komponen tersebut dalam keadaan murni pada suhu tertentu dikalikan dengan fraksi molnya dalam campuran tersebut (Petrucci, 1999). Hukum Dalton (Hukum Perbandingan Berganda), berbunyi bila dua unsur membentuk lebih dari satu senyawa, perbandingan massa dari unsur pertama dan unsur kedua merupakan bilangan sederhana (Gunadarma, 2011)
-

Macam-macam destilasi adalah destilasi sederhana, destilasi fraksionisasi, destilasi kering, destilasi vakum, dan destilasi azeotrop. Dalam prinsip kerja distilasi terdapat beberapa peralatan pokok yang digunakan untuk memisahkan suatu senyawa-senyawa kimia berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya yaitu labu destilasi, steel head, termometer, kondensor, labu didih, pipa destilasi, adaptor, dan mantel (Prasodjo, 2006).

Gambar 1. Alat Destilasi Sederhana (Widjaja,dkk, 2012) Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam destilasi adalah kondisi saat pemanasan labu didih. Dalam keadaan suhu dan tekanan tinggi, labu dapat mengalami ledakan yang dikenal sebagai super heated. Secara teknis, sebelum proses pemanasan, di dalam labu didih disertakan agen anti bumping seperti pecahan porcelain. Pori-pori porcelain dapat menyerap panas dan meratakan panas ke seluruh sistem. Metode destilasi digunakan pada larutan yang mempunyai titik didih moderat sekitar 100 . Apabila terdapat sampel dengan titik didih sangat tinggi, tidak disarankan menggunakan teknik pemisahan destilasi karena dua hal yaitu suhu dan tekanan tinggi rawan ledakan dan pada suhu tinggi senyawa dapat mengalami dekomposisi atau rusak (Sholikhah, 2010).