Anda di halaman 1dari 16

____________________________________________________________________

BAB III KROMATOGRAFI GAS Tujuan Instruksional Khusus Mampu menjelaskan pemisahan menggunakan kromatografi gas Mampu menjelaskan klasifikasi kromatografi kolom dengan benar Mampu membuat dan menjelaskan skema kompenen dasar kromatografi dengan benar Mampu menjelaskan pemilihan pelarut ang digunakan Mampu melakukan perhitungan dasar kromatografi dengan benar! "!# $rinsip %asar Kromatografi Se&ara 'mum Kromatografi adalah teknik dimana komponen suatu &ampuran dipisahkan berdasarkan laju perpindahan komponen tersebut bergerak melalui fasa diam oleh fasa gerak &air atau gas! Fasa diam adalah fasa ang tak bergerak( terletak di dalam suatu kolom atau permukaan datar( sedangkan fasa bergerak adalah fasa mele)ati fasa diam dengan memba)a analit! Berdasarkan bentuk fasa diamn a( kromatografi terbagi menjadi *+ planar dan kolom! $ada kromatografi planar( fasa diam terletak pada pelat datar atau kertas berpori( fasa gerak bergerak melalui fasa diam oleh karena aksi kapiler atau karena gra,itasi! $ada kromatografi kolom( fasa diam terletak di dalam pipa kapiler dan fasa gerak bergerak melalui fasa diam karena tekanan atau karena gra,itasi! Kromatografi gas termasuk dalam klas kromatografi kolom( analit diinjeksikan pada titik injeksi kemudian diba)a oleh fasa gerak gas menujuk kolom ang terletak di dalam sebuah o,en ang dijaga temperaturn a! $emisahan terjadi di dalam kolom( analit atau komponen ang lebih &epat menguap akan lebih &epat keluar men&apai detektor( sedangkan komponen ang mempun ai titik uaap lebih tinggi akan keluar lebih lambat dari kolom! Selain berdasarkan titik uap( berlaku juga hokum kromatografi aitu -.IK/ %ISSO.0/ .IK/1( dimana .IK/ menga&u pada polaritas dari solut! $olaritas adalah efek medan listrik dan diukur oleh momen dipol spesi! Fasa diam polar seperti ang bergerak

*2

____________________________________________________________________

gugus fungsi 345( 64O dan 3O7! Fasa diam jenis hidrokarbon dan dialkil siloksan bersifat non polar! Solut bersifat polar seperti al&ohol( asam karboksilat dan amina! Sedangkan solute dengan polaritas medium adalah eter( keton dan aldehida! 7idrokarbon jenuh bersifat non polar( seperti jenis alkana! Apabila suatu komponen bersifat polar( maka pelarut ang digunakan sebaikn a juga polar $olaritas fasa diam harus sesuai dengan komponen sampel sehingga urutan elusi dapat ditentukan dengan titik didih eluent tersebut! TAB/. "!# Klasifikasi Kromatografi Kolom
Klasifikasi umum Kromatografi &air 8fasa gerak9 &air: Metode spesifik 4air6&air( partisi Fasa terikat &air 4air6padat( Adsorpsi $ertukaran ion Kromatografi Gas 8fasa gerak9 gas: /kslusi ukuran Gas6&air Fasa terikat gas Gas6padat Kromatografi superkritik 8fasa gerak 9 fluida superkritik: Fasa %iam 4air diserap padat Spesi organi& terikat ke permudaan padatan $adatan Resin tukar ion 4air dalam kisi padatan polimer 4air diserap padat Spesi organi& terikat ke permukaan padat Spesi organi& terikat ke permukaan padat

$ada kromatografi dikenal suatu proses ang disebut /lusi( aitu suatu proses dimana solute 8padatan terlarut: dibasuh melalui fasa diam oleh gerakan fasa gerak! %isini fasa erak juga sering disebut sebagai eluent atau pelarut ang digunakan untuk memba)a komponen &ampuran melalui fasa diam! $roses elusi kromatografi dapat digambarkan sebagai berikut 9

*#

____________________________________________________________________

sampel

Fasa gerak 8eluen baru:

A<B A B

Kolom isian

detektor

t2

tA

tB

Gambar "!# $emisahan &ampuran A dan B menggunakan kromatografi kolom

A! RASIO $/MISA7A5 Seluruh pemisahan pada kromatografi didasarkan atas pemisahan solute diantara fasa gerak dan fasa diam! /;uilibrium ang terjadi dijelaskan dengan persamaan berikut 9 Agerak

diam

**

____________________________________________________________________

"!* Komponen 'tama Kromatografi Gas Komponen utama kromatografi gas umun a terdiri dari = bagian( aitu 9 a! $en edia gas pemba)a b! Sistim injeksi sampel &! Kolom dan o,en d! %etektor "!*!# $en edia gas pemba)a Gas pemba)a haruslah inert se&ara kimia)i( termasuk disini adalah 7elium( Argon( 5itrogen dan karbon dioksida serta 7idrogen! $emilihan gas tergantung pada detektor ang digunakan! Sistim pen edia gas sering juga dihubungkan dengan moekular sieve atau pen aring molekul untuk menghilangkan air atau kotoran! .aju alir biasan a dikontrol oleh * regulator( di tabung gas dan di kromatograf! Tekanan masuk berkisar #2 3 >2 psi 8diatas tekanan ruang: ang akan menga&u pada laju alir *? 6 #>2 m.@menit untuk kolom isian dan # 6 *> m.@menit untuk kolom kapiler! .aju alir akan konstan apabila tekanan masuk dijaga konstan! $engukuran laju alir biasan a dilakukan dengan menggunakan meter gelembung sabun 8soap bubble meter: lapisan tipis sabun akan terbentuk di jalur gas ketika bola karet ang mengandung larutan en&er sabun atau detergen ditekan( )aktu ang diperlukan oleh lapisan tipis untuk bergerak antara dua garis di buret diukur dan diubah ke laju alir ,olumetrik! "!*!* Sistim injeksi /fisiensi kolom memerlukan sampel dengan ukuran ,olume ang sesuai dimasukkan sebagai sampel dalam bentuk uap! Injeksi ang lambat atau berlebihan men ebabkan pita melebar dan resolusi ang jelek! Metode ang paling sering digunakan adalah metode s ring( ang akan meninjeksikan &airan atau sampel gas melalui diafragma karet ke ,aporiAer di atas kolom! Temperatur injeksi biasan a diba)ah >2o4 dari titik didih komponen kurang ,olatile!

*"

____________________________________________________________________

"!*!" Kolom dan O,en Terdapat dua jenis kolom pada KG( aitu kolom isian dan kolom tabung atau kapiler! A)aln a kolom isian lebih ban ak digunakan( namun sekarang penggunaan kolom kapiler lebih disukai karena lebih efisien dan &epat! $anjang kolom berkisar * 3 >2 m( terbuat dari stainless steel( gelas( silika lebur atau Teflon! Agar dapat masuk ke dalam o,en termostat( kolom biasan a dibuat bentuk koil dengan diameter *2 3 "2 &m! temperature kolom sangatlah penting( sehingga kolom diletakkan dalam sebuah o,en dengan pengatur temperature 8thermostat:! Optimum temperature kolom tergantung titik didih sampel dan tingkat pemisahan ang diinginkan! 'mumn a( temperature sama atau agak sedikit diatas temperature rata 3 rata sampel ang terelusi selama * 3 "2 menit! 'ntuk sampel ang mempun ai perbedaan titik didih jauh( biasan a elusi dilakukan dengan pemrograman temperature( sehingga temperature o,en akan naik bertahap! "!*!= %etektor %etektor ang ideal mempun ai karakteristik seperti berikut 9 sensiti,e( stabil dan mempun ai kemampu6ulangan tinggi( respon linier terhadap solute( mempun ai rentang temperature sedikitn a =22o4 dari temperatur ruang( )aktu respon &epat( handal dan mudah digunakan( tidak merusak sampel! Terdapat berma&am detektor( berikut beberapa detektor digunakan untuk KG 9 Detektor Ionisasi Nyala Sering disebut juga FI% 8 dari Flame IoniAation %ete&tor: ang merupakan dete&tor ang paling ban ak digunakan! FI% mempun ai burner atau pembakar( dan efluen dari kolom di&ampur dengan gas h drogen dan udara( kemudian din alakan dengan listrik! Keban akan sen a)a organi& ketika dipanaskan pada n ala api 7*@udara menghasilkan ion dan ele&tron ang dapat menghantarkan listrik melalui n ala tersebut! Tegangan listrik beberapa ratsu ,olt kemudian diberikan melalui ujung burner dan sebuah pengumpul elektroda diletakkan diatas n ala! 7asiln a berupa arus listrik 8#26#* A: ang kemudian diberikan ke amplifier operasional untuk kemuidan diukur! ang paling sering

*=

____________________________________________________________________

Gambar "!* %etektor FI% Bumlah ion ang dihasilkan pada pembakaran sebanding dengan jumlah &arbon atom ang terbakar( sehingga FI% merupakan alat pengukur massa( bukan konsentrasi! Ini menguntungkan karena perubahan laju alir fasa gerak tidak mempun ai pengaruh besar terhadap respon dete&tor! Gugus fungsi seperti karbonil( al&ohol( halogen dan amina tak menghasilkan ion pada n ala dan juga tidak sensiti,e terhadap gas tak mampu bakar seperti 7 *O( 4O*( SO* dan 5OC hal ini men ebabkan FI% &o&ok untuk analisis sampel organik ang terkontaminasi oleh air( oksida nitrogen atau sulfur! %etektor kondukti,itas panas %etektor kondukti,itas panas disebut juga KAT/ROM/T/R merupakan dete&tor pertama untuk kromatografi gas! Alat ini bekerja berdasarkan kondukti,itas panas dari aliran gas dikarenakan adan a analit! Alat sensor pada dete&tor berupa elemen ang dipanaskan se&ara elektrik dengan da a konstan ang temperaturn a tergantung pada kondukti,itas panas gas di dalam dete&tor tersebut! /lemen pemanas dapat terbuat dari emas( platina atau ka)at Tungsten atau termistor semikonduktor!

*>

____________________________________________________________________

Kondukti,itas panas dari gas h drogen atau pun 7elium D 3 #2 E lebih besar dibandingkan kondukti,itas panas sen a)a organi&( sehingga adan a Aat organi& ang sangat ke&ilpun akan men ebabkan penurunan &ukup besar pada kondukti,itas panas di kolom effluent! Keuntungan T4% adalah sederhana( rentang kerja dinamis ang lebar( respon terhadap sepsi organi& dan anorganik dan bersifat tidak merusak sampel sehingga sampel dapat dikumpulkan setelah deteksi! %etektor Termionik %etektor 8TI%: ini selektif untuk sen a)a organik ang mengandung fosfor dan nitrogen! Respon terhadap atom fosfor #2C terhadap atom nitrogen dan hingga #2D terhadap atom &arbon! %ibanding FI% ( TI% >22 C lebih sensiti,e untuk sen a)a mengandung fosfor! %etektor TI% memiliki bentuk ang mirip FI%( efluen dari kolom di&ampur dengan h drogen( mele)ati ujung n ala dan terbakar! Gas panas mengalir disekeliling manik rubidium silikat ang dipanaskan se&ara elektrik pada #F2 0 konstan! Manik panas membentuk plasma bertemperatur D22 3 F22 4 menghasilkan arus ion ang kemudian digunakan untuk menentukan unsur ang dikandung oleh sampel! %etektor lain %etektor lain ang sering digunakan adalah fotometrik n ala dan fotoionisasi! Keduan a digunakan untuk analisis polutan air dan udara( pestisida dan produk hidrogenasi batubara! Merupakan dete&tor ang selektif untuk sulfur dan fosfor! Sen a)a lain ang dapat dianalisis adalah halogen( nitrogen( logam seorti timah putih( krom( selenium dan germanium! %etektor lain elektrokimia ang bersifat lebih selektif adalah teknik spektroskopi dan ang biasan a digabungkan langsung dengan kromatografi dan

disebut teknik hifenasi( &ontohn a adalah G4@MS atau G4@IR! "!" $emisahan pada Kromatografi Gas $emisahan ang terjadi pada kromatografi gas terjadi di kolom ang terletak di dalam o,en ang dijaga temperaturn a agar konstan selama proses pemisahan! Gaktu

*D

____________________________________________________________________

tinggal suatu analit di dalam kolom disebut dengan waktu retensi( dan tergantung pada rasio pemisahan 8partisi: ang berhubungan dengan sifat alami fasa diam! 'ntuk mendapatkan )aktu retensi ang sesuai( suatu spesi harus menunjukkan kelarutan ang baik terhadap fasa diam! %isini berlakuk prinsip -suka melarutkan suka1 dimana kata suka berarti polaritas dari solute dan dan &airan! Fasa diam polar mengandung gugus fungsi seperti 345( 64O dan 3O7! Fasa diam jenis hidrokarbon bersifat non6polar( seperti alkana! Sedangkan pol ester bersifat sangat polar! Solut ang polar termasuk alkohol( asam karboksilat dan amina+ solute ang medium polar adalah keton dan aldehida! 7idrokarbon jenuh bersifat non6polar! $olaritas dari fasa diam harus &o&ok dengan polaritas komponen sampel( dan apabila sudah sesuai maka tingkat elusi ditentukan oleh titik didih dari eluen! Faktor 3 faktor ang mempengaruhi $emisahan 9 "!"!# Rasio Pemisahan $emisahan kromatografi didasarkan atas perbedaan diaman solut dipisahkan antara fasa gerak dan fasa diam! Misal untuk solut A( kesetimbangan ang terjadi dijelaskan oleh persamaan berikut 9

Afasa gerak Afasa diam


Konstanta K pada kesetimbangan ini disebut RASIO $/MISA7A5( atau Koefisien $artisi dan didefinisikan(
K= CS CM

'ntuk 4S adalah konsentrasi molar solut di fasa diam( dan 4 M adalah konsentrasi molar fasa gerak! K sebaikn a konstan! "!"!* Waktu Retensi Gaktu retensi atau tR adalah )aktu antara injeksi sampel hingga mun&ul pun&ak solut pada detektor! Satu istilah lagi adalah )aktu mati 8dead time: atau t M aitu )aktu ang dibutuhkan oleh spesi ang tak ditahan oleh fasa diam dan bergerak mele)ati kolom! Gaktu mati memberikan ukuran laju rata 3 rata migrasi fasa gerak dan penting dalam mengidentifikasi pun&ak analit!

*H

____________________________________________________________________

.aju linier rata 3 rata migrasi solute atau


v= L tR

adalah untuk . adalah panjang kolom!

Ke&epatan linier rata rata atau u adalah


u= L tM
v

7ubungan antara gerak Atau S

dan u adalah

I u X fraksi )aktu solut berada di fasa

IuX

nM ntotal

%an apabila n adalah mol maka n adalah 4M C 0M untuk fasa gerak dan 4S C 0S untuk fasa diam( maka(
v

IuX

C M VM # IuX # + C S VS @ C M V M C M VM + C S VS

%an bila dihubungkan dengan koefisien partisi sebelumn a(


v

I u X # + KV @ V S M

"!"!" Faktor Kapasitas Faktor kapasitas digunakan untuk menjelaskan laju migrasi solut dalam kolom! 'ntuk solut A( fa&tor kapasitas k1A dituliskan sebagai( k1A I
K AVS VM

penggabungan dengan laju migrasi menghasilkan(


v

IuX

# # +k J A

%an dihubungkan dengan )aktu retensi dan )aktu mati didapatkan(


L L # = x tR tM # + kJ A

*F

____________________________________________________________________

%an diatur kembali menjadi( k1A I "!"!= Faktor selektivitas Faktor selekti,itas disingkat K untuk solut A dan B men atakan rasio partisi dari solut B ang lebih kuat ditahan oleh fasa diam dibandingkan solut A ang kurang ditahan! Faktor selekti,itas untuk dua analit dalam kolom juga men atakan
KB KA tR tM tM

bagaimana kolom memisahkan kedua analit tersebut!


=

%an untuk fa&tor kapasitas akan menjadi

k JB kJA

%an dihubungkan dengan )aktu retensi dan )aktu mati menjadi(

=
"!"!> Kolom Efisiensi

( tR ) B tM ( tR ) A tM
aitu

'ntuk menentukan efisiensi kolom kromatografi dikenal * terminologi( 5 I .@7

tinggi plat teoritis 87: dan jumlah plat teoritis 85: untuk kolom sepanjang . &m! /fisiensi kolom meningkat dengan meningkatn a jumlah plat teoritis dan tinggi semakin ke&il! 7ubungan antara lebar pun&ak kromatogram dan )aktu retensi terhadap jumlah plat dan efisiensi kolom adalah(
t N = #D R W
*

'ntuk kromatogram seperti gambar berikut(

*?

____________________________________________________________________ tR

tM G

Gambar "!" 7ubungan )aktu retensi dan lebar pun&ak kromatogram "!"!D Resolusi Kolom Resolusi kolom atau Rs men atakan kemampuan kolom dalam memisahkan dua analit! $erhatikan gambar berikut(

RS =

*[ ( t R ) B ( t R ) A ] * Z = W A + WB W A + WB

/fek Faktor Kapasitas dan fa&tor Selekti,itas terhadap Resolusi

RS =

N =

# k J B # + k J B

%an terhadap jumlah plat teoritis menjadi(


N = #D R #
* S *

# + k JB kJ B

"2

____________________________________________________________________

Gambar "!= 7ubungan Resolusi dengan $emisahan analit $ada gambar pertama( analit A dan B dengan resolusi 2(H> tern ata tidak tidak terpisah dengan baik( perubahan resolusi #(2 memisahkan analit A dan B se&ara lebih baik( namun pun&ak kromatogram A dan B masih terlihat overlap! $erubahan resolusi menjadi #(> menghasilkan pemisahan ang optimal dengan han a kira 3 kira 2(" L overlap! Resolusi untuk fasa diam dapat ditingkatkan dengan memperpanjang kolom( ang akan memperban ak jumlah plat teoritis dalam kolom! Konsekuensin a( )aktu retensi jadi bertambah lama( karena semakin panjang kolom( semakin lama )aktu ang dibutuhkan untuk bergerak sepanjang kolom! Kadangkala timbul permasalahan apabila lebih dari dua komponen analit ang akan dipisahkan( terutama apabila komponen 3 komponen analit mempun ai rentang

"#

____________________________________________________________________

titik didih ang &ukup jauh pula! 4ontoh kromatogram berikut adalah ? komponen &ampuran ang terdiri dari " pasang komponen dengan koefisien distribusi berbeda dan karenan a " kapasitas faktor ang berbeda pula!

Gambar "!> $rogram temperatur untuk meningkat pemisahan $ada kromatogram 8a: kondisi diatur sedemikian rupa sehingga kapasitas faktor untuk komponen # hingga " 8k1# hingga k1": berada pada rentang optimal! Faktor untuk komponen lain jauh lebih besar dari harga optimum( sehingga pun&ak = dan > mun&ul sangat lama dan juga sangat lebar( sedangkan pun&ak D sampai ? belum mun&ul pada kromatogram ang sama hingga menit ke "2! $ada kromatogram 8b: perubahan kondisi mengoptimalkan pemisahan komponen > dan D( dan mun&uln a pun&ak kromatogram H

"*

____________________________________________________________________

dan F( namun hingga menit ke "2 pun&ak ? belum terpisahkan! Karena )aktu retensi ang panjang( pemisahan komponen analit #( *( " dan = menjadi tidak baik( tumpangsuh satu sama lain! $ermasalahan seperti ini dapat diatasi dengan menggunakan program temperatur! .aju pemanasan akan memanaskan komponen analit dalam kolom! Terlihat pada menit ke #2 terdapat = komponen analit ang telah dipisahkan hingga temperatur F2o4! $ada temperatur #*2o4 komponen analit D terpisah dimenit #F sedangkan komponen analit #2 terpisah dengan baik pada menit ke "2 pada temperatur #F2 o4 seperti terlihat pada kromatogram 8&:! "!= Aplikasi Kromatografi Gas Kromatografi gas digunakan luas untuk analisis kualitatif ada atau tidakn a suatu komponen analit di dalam suatu sampel &ampuran ang mengandung sejumlah spesi ang diketahui identifikasin a! Sebagai &ontoh( "2 atau lebih asam amino dalam hidrolisat protein dapat dideteksi dengan pasti! %engan teknik hifenasi( penggabungan dengan spektrometer massa( '0 atau IR( memungkinkan analisis untuk sampel ang tak diketahui komposisin a! $enggunaan untuk analisis kuantitatif didasarkan atas perbandingan tinggi atau luas area dari pun&ak analit( keduan a ber,ariasi se&ara linier terhadap konsentrasi! Analisis kuantitatif dilakukan dengan mempersiapkan seri larutan standar ang komposisin a mendekati komposisi sampel( misaln a etanol dengan konsentrasi > ppm hingga =2 ppm dengan rentang > ppm! Kromatogram standar kemudian didapatkan( tinggi atau luas area pun&ak digambarkan sebagai fungsi konsentrasi! Grafik haruslah berbentuk garis lurus mele)ati titik origin! Analisis kemudian didasarkan pada kur,a kalibrasi larutan standar ini! 4ara ini disebut dengan kalibrasi dengan larutan standar dan merupakan prosedur paling umum dalam analisis kuantitaif! 4ara lain ang juga sering digunakan adalah kalibrasi menggunakan standar dalam( &ara ini memberikan presisi tertinggi! 7al ini dikarenakan ketidakpastian ang timbul akibat injeksi sampel( laju alir dan ,ariasi dalam kondisi kolom diminimalkan! $ada prosedur ini( sejumlah terukur standar dalam ditambahkan ke setiap larutan standar dan juga larutan sampel! Rasio luas area pun&ak analit 8atau tinggi pun&ak: terhadap luas area 8atau tinggi pun&ak: standar dalam merupakan parameter analitikn a!

""

____________________________________________________________________

4ontoh soal 9 Analit A dan B mempun ai )aktu retensi #D(=2 menit dan #H(D" menit pada kolom sepanjang "2(2 &m! Mat ang tak ditahan mele)ati kolom dengan )aktu mati #("2 menit! .ebar pun&ak untuk A dan B adalah #(## menit dan #(*# menit! 7itunglah 9 a! Resolusi kolom b! Bumlah plat teoritis &! Tinggi plat teoritis d! $anjang kolom ang diperlukan untuk resolusi #(> e! Gaktu ang dibutuhkan untuk mengelusi analit B pada kolom ang lebih panjang! Solusi 9 a! RS = *(#H(D" #D(=2 ) @ (#(## +#(*#) = #(2D b!
#D(=2 N = #D = "=?" #(##
*

dan

#H(D" N = #D = ""?H #(*#

Nrata rata = ( "=?" + ""?H ) @ * = "==> = "(= x#2 "

&! H = L @ N = "2(2 @ "==> = F(H x#2 " cm d! k1 dan K tidak berubah ban ak dengan bertambahn a 5 dan .( sehingga mengganti 5# dan 5* terhadap resolusi akan menghasilkan(

( RS ) # ( RS ) *

N# N*

#(2D = #(>
*

"==> N*

#(> N * = "==> = D(? x#2 " #(2D

Tetapi( . I 57 I 8D(? C #2": C 8F(H C #26": I D2 &m Sehingga(

(tR )# (tR ) *
.atihan soal 9

(R ) = S # ( RS ) *

#H(D" (#(2D ) = ( t R ) * (#(>) *

( t R ) * = ">menit

"=

____________________________________________________________________

%ata berikut didapat dari kromaografi gas dengan panjang kolom =2(2 &m! Sen a)a 'dara Metilsikloheksana Metilsikloheksena Toluena 7itunglah 9 a! jumlah plat rata 3 rata b! Tinggi plat teoritis &! Resolusi antara metilsikloheksana dan metal sikloheksena d! Resolusi antara metilsikloheksana dan Toluena TR( menit #(? #2(2 #2(? #"!= G#@*( menit 6 2(HD 2(F* #(2D

">