Anda di halaman 1dari 38

I.

PENDAHULUAN
KIMIA FISIKA :
FISIKA : Sifat-sifat materi yang dimiliki oleh semua zat.
KIMIA : Sifat-sifat individu Zat.
Suatu objek yang dipelajari : SYSTEM (Sistem)
Macroscopic System : terdiri dari banyak atom atau molekul.
Microscopic System : terdiri dari satu atom atau molekul.
Macroscopic System : ditentukan oleh Suhu dan tekanan.
Microscopic System : energi kinetik, momentum (massa * kecepatan)
dan mekanik.
mikro
Makro : berlaku pula sifat-sifat pada mikro
Suhu dan Tekanan tertentu maka :
volume tertentu pula.
FUNGSI MATEMATIKA :
Dua buah variabel, independen dan dependent variable.
Independent : nilai / harga nya mudah ditentukan.
Dependent : nilai / harga nya tergantung pada independent
variable.
Fungsi dapat dinyatakan oleh : Rumus. Grafik, tabel dsb.
Contoh :
PV = nRT (1.1-1)
P = tekanan gas
V = volume gas
n = jumlah mol
T = suhu absolut
R = konstantan gas ideal.

Hukum gas ideal tidak berlaku untuk gas nyata, hukum ini hanya
berlaku untuk gas dengan tekanan rendah. Gas ideal tidak ada
dialam, hanya sebuah model dari sistem yang dirancang seperti
gas nyata.
(1.1-1)
Bentuk fungsi matematika :
P
nRT
V =
T, P, dan n variabel indepeden dan V variabel dependen.
Persamaan dapat diubah : (P variabel dependen dan V independen)
V
nRT
P =
(1.1-2)
(1.1-3)
Suatu persamaan yang terdiri dari beberapa variabel, dapat
diubah untuk menentukan variabel dependen nya.
Hukum gas ideal tidak begitu tepat untuk beberapa gas pada
beberapa kondisi menentukan beberapa fungsi lain untuk
memberikan nilai tekanan yang lebih akurat.
Dalam persamaan matematika : P = f (T, V, n)
Huruf f menyatakan suatu fungsi.
Hubungan antara P, V, T dan n disebut :
Persamaan Keadaan
Suatu fungsi dapat diwakili dengan grafik dua dimensi :
Sumbu x : satu variabel independen
Sumbu y : variabel dependen.
Menurut eksperiment tekanan gas atau cairan pada
kesetimbangan dinyatakan oleh suatu fungsi yang
tergantung pada 3 variabel.
P = P(T, V, n) (1.1-4)
Gambar 1.1 : Tekanan (P) dari gas ideal sebagai fungsi Volume (V)
pada n tetap dan berbagai suhu.
Satuan SI (System Internasional) : beberapa buku menggunakan
Satuan Inggris.
Panjang : meter (m)
Massa : kilogram (kg)
Waktu : detik (s)
Suhu : Kelvin (K)
Arus listrik : Ampere (A)
Jumlah molekul : mol (mol)
1 N (Newton) = 1 kg m s
-2
(1.1-5)

Pascal (Pa) : satuan tekanan (gaya per unit area)
1 Pa = 1 N m
-2
(1.1-6)

Satuan Energi : joule (J)
1 J = 1 N m = 1 kg m
2
s
-2
(1.1-7)

Satuan energi yang lain : Kalori (kal) : panas yang dibutuhkan
Untuk menaikkan 1 gram air sebesar 1
0
C.
1 kal = 4,184 J (1.1-8)





Satuan tekanan (bukan SI) :
1 atm = 101325 Pa (1.1-9)
760 torr = 1atm (1.1-10)
1 bar = 100000 P ( 1.1-11)


Unit terkecil zat : atom (N)
Jumlah N dalam sampel zat apapun sebanding dengan
jumlah mol zat tersebut :
N = N
Av
n (1.1-12)
N
Av
: bilangan Avogadro (Loschmidts constant)
N = 6,02214 * 10
23
mol
-1
(1.1-13)

Persamaan Gas ideal :
P
T Nk
P
T k nN
P
nRT
V
B B Av
= = = (1.1-14)
1 23
1 23
1 1
Av
B
K j 10 x 1,3807
mol 10 x 6,02214
mol K j 8,3145
N
R
k


= = =
(1.1-15)
Konstanta gas ideal = 8,3145 j K
-1
mol
-1
(Satuan SI) atau
0,082058 L atm K
-1
mol
-1

Konstanta kB : konstanta Boltzmann.
Contoh soal.
Hitung berapa tekanan dalam Pa dan atm, jika 20 gr gas Neon
(diasumsikan gas ideal) pada suhu 0
0
C dan volume 22,4 L.
T= 273,15 + 0 = 273,15 K
n = (20 gr)(1 mol / 20,179 gr) = 0,9911 mol
V = (22,4 L)(1 m
3
/ 1000 L) = 0,0224 m
3
Pa 10 x 1,005 m N 10 x 1,005 m j 10 x 1,005 P
) m (0,0224
K) (273,15 mol K j mol)(8,314 (0,9911
P
nRT
P
5 - 2 - 5 3 - 5
3
-1 -1
= = =
= =
)
Dapat pula dihitung dengan menggunakan faktor konversi :
Pa 10 x 1,005 m N 10 x 1,005 m j 10 x 1,005 P
m 1
L 1000
gr 20,179
mol 1
L) (22,4
K) (273,15 mol K j gr)(8,314 (20

P
nRT
P
5 - 2 - 5 3 - 5
3
1 - 1 -
= = =
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
=
)
atm 0,9919
Pa 101325
atm 1
Pa ) 10 x (1,005 P
5
=
|
.
|

\
|
=
II. Sistem dan Keadaan sistem
Gambar 2.1 : sebuah sistem makroskopik dari suatu gas tunggal,
diletakkan dalam silinder yang dilengkapi penghisap
(piston), direndam dalam bejana dengan suhu yang dapat
diatur dan dipertahankan tetap. Volume sistem dapat
disesuaikan dengan menggerakkan piston.
Ada katub antara silinder dengan slang yang mengarah
ke atmosfer atau tangki gas.
Jika katup ditutup maka tidak ada materi yang
masuk atau keluar sistem : Sistem tertutup.

Jika katup dibuka maka materi dapat ditambahkan
atau diambil dari sistem : Sistem terbuka.

Gambar 2.1 : Sistem fluida dalam silinder dengan variabel volume.
Bagian diluar sistem disebut Lingkungan (sekeliling)
Sistem terisolasi bila :
tidak ada panas, kerja atau materi yang
masuk atau keluar sistem.

Pada contoh tersebut :
Suhu tetap
Gas : sistem
Silinder, piston, suhu tetap dibejana bagian
dari Lingkungan.
Bila sistem diisolasi sedemikian rupa sehingga tidak ada
panas yang masuk atau keluar sistem : sistem adiabatik,
dan suatu proses yang terjadi disebut : proses adiabatik.

Termodinamika membahas tentang interaksi antara system
dengan lingkungan, atau interaksi antara sistem dengan sistem
yang lain.
Interaksi : memindahkan energi melintasi pembatas / boundary.
lingkungan
boundary
Gambar 2. 2-1 : System dan
lingkungan
SYSTEM
TERISOLASI
Gambar 1.2-2 : sistem terisolasi :
Tidak ada transfer massa, panas
maupun usaha ke / dari sistem
SYSTEM TERTUTUP
Panas dan usaha/kerja
SYSTEM TERBUKA
Panas, massa dan usaha/kerja
Gambar 2.2-3 : Sistem tertutup Gambar 1.2-4 : Sistem terbuka
Tidak ada transfer massa, tetapi
ada transfer panas dan usaha
dari / ke sistem.
Ada transfer massa, panas dan
usaha dari / ke sistem.
KEADAAN TERMODINAMIS DAN FUNGSI KEADAAN
Senyawa yang ada dalam sistem : fasa padat, cair atau gas.
Fasa : sekelompok senyawa yang memiliki komposisi serba
sama atau homogen.
Gambar 2. 3: H
2
O dalam berbagai fasa.
Keadaan Gas :
Molekul-molekul (partikel) bergerak secara acak.
Jarak antar partikel relatif lebih besar dari ukuran partikel.
gaya tarik menarik antar partikel sangat kecil (diabaikan).
molekul gas bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi,
dengan arah yang lurus kesegala arah.
Molekul gas saling bertumbukan dengan mol
yang lain atau dengan dinding bejana
Menyebabkan adanya tekanan.
Vol mol gas << Vol bejana ruang kosong
antara mol. Gas mempunyai rapat yang lebih
kecil dari cairan dan padatan.
Gas lebih mudah dikompresi dan lebih mudah
Bercampur dengan gas lain (sal tidak bereaksi).
Gas sangat tergantung pada suhu dan tekanan.
Keadaan Padat :
Molekul-molekulnya tersusun sangat teratur.
Hanya dapat bervibrasi pada posisi tertentu
dan tidak bebas bergerak.
Bentuk : Kristal dan amorf.
Pada bentuk kristal molekul-molekul tersusun secara teratur.
Keadaan cair :
Molekul-molekulnya saling berdekatan tetapi tidak
bersinggungan cairan mudah mengalir.
Sifat fluiditas (mudah mengalir) ini yang membedakan
sifat cairan dengan padatan.

Keadaan termodinamis : kondisi makroskopis suatu sistem yang
dinyatakan dengan property / sifat / parameter
termodinamis.
Sifat termodinamis yang dipakai untuk menggambarkan sistem :
Suhu, tekanan, density, kecepatan, dan posisi.
Sistem satu fasa homogen : tertentu bila 2 sifat termodinamis
sudah tertentu.
H
2
O
sistem
P : tekanan 1 bar sistem belum tertentu,
Mis : berapa densitas air ?
Densitas air pada 1 bar berubah-ubah tergantung
Suhu, tetapi bila suhu ditentukan mis 30
0
C maka
densitas dapat tertentu pula.
Tertentu bila 2 variabel (sifat termodinamis) sudah tertentu.
(P, T)
Sifat termodinamis yang nilainya hanya tergantung pada
keadaan sistem (keadaan awal dan akhir sistem) :

Fungsi KEADAAN
(State function)
Sifat termodinamis yang nilainya tergantung pada jalannya
proses (misalnya sistem H
2
O tersebut dipanaskan sampai
suhu tertentu) :

Bukan fungsi keadaan.
Contoh :
Air yang suhunya 50
0
C diubah menjadi 30
0
C melalui 2 jalur
proses.
1 : air didinginkan sampai 10
0
C lalu dipanaskan sampai 30
0
C
2 : air dipanaskan sampai 90
0
C lalu dididinginkan sampai 30
0
C
Harga density dilihat pada tabel sesuai suhu dan tekanan air.
P = 1 bar
T = 50
0
C
= 988,037 kg/m
3
P = 1 bar
T = 10
0
C
= 999,839 kg/m
3
P = 1 bar
T = 90
0
C
= 965,321 kg/m
3
P = 1 bar
T = 30
0
C
= 995,647 kg/m
3
P, T : fungsi keadaan
H
2
O
Gambar 2.4 : Pendinginan air melalui 2 alur proses
Perubahan desity pada 2 jalur proses tersebut adalah sama :
1 : = 988,037 kg/m
3
995,647 kg/m
3
= -7,61 kg/m
3

2 : = 988,037 kg/m
3
995,647 kg/m
3
= -7,61 kg/m
3

Density tidak tergantung dari jalannya proses tapi hanya
tergantung pada keadaan sistem saat itu density fungsi keadaan.
Karena :

1
V =
Maka V (volume spesifik) :juga fungsi keadaan.
Fungsi keadaan :
V, P, T, U (Internal energy), H (enthalpy), dan S (entropy).
Sifat termodinamis : Sifat intensif dan ekstensif
Sifat intensif : tidak tergantung dari massa sistem suhu,
tekanan, density dan kecepatan.
Sifat ekstensif : tergantung dari massa sistem Volume total,
momentum, dan energi kinetik.
Jika dua sistem digabung sifat ekstensif gabungan =
jumlah dari sifat ekstensif masing-masing sistem asal.
KESEIMBANGAN TERMODINAMIS : PROSES
Suatu sistem berada dalam keseimbangan jika :
Sifat termodinamis nilainya sama di setiap
bagian sistem dan tidak ada kecenderungan
terjadinya perubahan sifat dari waktu ke waktu.
Kecenderungan terjadinya perubahan disebabkan oleh suatu
gaya dorong (driving force) sistem dalam keseimbangan
tidak ada driving force dalam bentuk apapun, semua gaya yang
bekerja pada sistem tersebut benar-benar seimbang.
Contoh :
Tekanan pada piston akan menyebabkan terjadinya tranfer
energi dalam bentuk kerja.
Perbedaan suhu akan menyebabkan terjadinya aliran panas.
Driving force berbeda perubahan yang berbeda.
Contoh :
Ketidakseimbangan gaya mekanik, seperti tekanan
pada piston menyebabkan terjadinya transfer energi
dalam bentuk kerja.
Perbedaan suhu akan menyebabkan terjadinya aliran panas.
suhu pada boundary sistem tiba-tiba naik terjadi
redistribusi hingga suhu disemua bagian sistem sama.
Sifat termodinamis suatu sistem mengalami banyak perubahan
maka sistem dalam keadaan metastabil.
Bila suatu sistem berubah dari keseimbangan
yang satu ke keseimbangan lain
jalur yang dilalui sistem : PROSES
Proses quasi equilibrium : langkah-langkah antara /
intermediate di dalam proses dekat dengan keadaan
keseimbangan.
Contoh :
Proses kompresi / ekspansi gas dalam internal
combustion engine.
JUMLAH dan UKURAN
Massa : m
Jumlah mol : n
Volume total : V
t

Massa adalah besaran primitif tanpa definisi, bila dibagi dengan
massa molar atau berat molekul (M) = jumlah mol.
Mn m
M
m
n = =
(2.1)
Volume total (V
t
) : besaran yang merupakan panjang dipangkatkan tiga.
Volume total dapat dibagi degan massa atau jumlah mol :
mV V
m
V
V
t
t
= = Volume spesifik :
Volum molar :
nV V
n
V
V
t
t
= =
Density molar atau density spesifik didefinisikan : = V
-1


V dan : fungsi keadaan dan variabel termodinamis intensif.
V dan = f (P, T, komposisi sistem).
Contoh : massa udara di dalam ruangan 3 m x 5 m x 20 m adalah 350 kg
Hitung density, volume spesifik dan berat spesifik.
(2.2)
(2.3)
Penyelesaian :

3 2 3
3
3
N/m 11,45 ) m/s )(9,81 kg/m (1,167 .g
/kg m 0,857
1,167
1

1
V
kg/m 1,167
20 x 5 x 3
350
V
m

= = =
= = =
= = =
GAYA
Gaya (F) diturunkan dari hukum kedua Newton,
adalah massa (m) x percepatan (a).
Satuan (SI) : Newton.
a m F =
(2.4)
Satu Newton + gaya yang dikenakan pada suatu massa
sebesar 1 kg akan menyebabkan percepatan sebesar 1 m s
-2

(1 Newton = 1 kg m s
-2
)
Dalam satuan Inggris : Satu pound force (lb
f
) didefinisikan sebagai
Gaya yang dikenakan pada suatu massa sebesar 1 pound mass (lb
m
)
Akan menimbulkan percepatan sebesar 32,1740 ft/s
2
.

N 4,4482216 lb 1
(s) ) (lb (ft) ) (lb 32,1740 g
(s) (ft) 32,1740 x ) 1(lb x
g
1
) 1(lb
(2.5) a m
g
1
F
f
2 - 1 -
f m c
2 -
m
c
f
c
=
=
=
=
TEKANAN
Tekanan : gaya normal (tegak lurus) yang bekerja per satuan luas.
Jika gaya bekerja dengan membentuk sudut dengan permukaan
bidang, maka hanya komponen gaya yang tegak lurus pada bidang
itu yang digunakan dalam perhitungan gaya.
Gambar 2.5 : Gaya yang bekerja pada suatu permukaan
F
n
= komponen gaya yang tegak lurus

F
A
Gaya

A
F
lim P
n
A
A
=
A0
Satuan SI : P dlam Pascal (Pa)
1 Pa = 1 N/m
2
= 1 kg/(m.s
2
)

Alat pengukur tekanan : dead-weight gauge
Gambar 2.6 : piston diisi dengan minyak, dengan adanya
tekanan minyak cenderung akan naik. Beban diletakkan
diatas piringan sehingga tekanan tersebut diimbangi oleh
gaya berat piston dan semua beban diatasnya.
Menurut hukum Newton, maka tekanan pada minyak =
A
mg
A
F
P = =
Dengan m : massa piston, piringan / pan dan beban
g : percepatan gravitasi
A : luas penampang piston.
(2.6)
A
P
h
V=Ah
A
kolom berisi fluida
Dasar kolom mengalami tekanan akibat
adanya tekanan uap diatas fluida dan
tekanan akibat berat cairan.
Volume fluida dalam kolom :
V = A.h
Berat fluida dalam kolom :
W = g A h
Tekanan didasar kolom akibat berat fluida:
gh
A
ghA
A
W
P = = =
Jika diatas fluida ada tekanan yang bekerja,
Misalnya tekanan udara (P
udara
), maka
Tekanan tekanan total didasar kolom
(Tekanan statis fluida) =

P = P
udara
+ gh (2.7)
Di atmosfer, tekanan bervariasi dengan ketinggian, Variasi
tekanan dapat dinyatakan secara matematis dengan mem-
perhitungkan keseimbangan gaya pada elemen udara, dengan
Menjumlah elemen gaya dengan arah vertikal (arah keatas positif) :

dP = - g dz (2.8)
Jika :
P = f(z)

Maka P(z) :
}
=
z
0
0
dz g P P(z)
(2.9)
Satuan P : torr : tekanan yang equivalen dengan 1 mm Hg pada 0
0
C
dan grafitasi standar = 133,322 Pa.
Dengan :
g =
Dan h bernilai positif jika arahnya kebawah.
Integrasi persamaan (2.10) mulai dari permukaan cairan dengan P = 0 :
h P =
(2.11)
Persamaan ini menunjukkan bahwa tekanan sebanding dengan elevasi,
Untuk merubah satuan tekanan dari Pa ke meter air atau milimeter
air raksa.
dh dP =
Untuk cairan konstan, jika pada persamaan (2.7) dh = dz,
maka :
(2.10)
dz
Gaya karena tekanan :
(P + dP) A
Luas A
Berat = g A dz
Gaya karena tekanan : P A
P
0
z
0
Gambar 2.8 : Ketergatungan tekanan terhadap elevasi.
Tekanan absolut = tekanan gauge + tekanan atmosferis lokal.

P
abs
= P
gauge
+ P
atm
(2.12)

Tekanan gauge negatif disebut tekanan vakum, dan gauge yang
dapat membaca tekanan negatif disebut : gauge vakum.
Misalnya Tekanan gauge = - 50 kPa tekanan vakum 50 kPa.
P
abs
= 0
P
abs
P
gauge
P
atm
P
gauge
(P negatif =
vakum)

P
abs
P
gauge
= 0

Gambar : 2.9 : hubungan antara tekanan gauge dan tekanan vakum
Contoh soal :
Sebuah dead weight gauge dengan diameter piston 1 cm
digunakan untuk mengukur tekanan dengan sangat akurat.
Suatu saat satu massa sebesar 6,14 kg (termasuk piston
dan pan) seimbang dengan tekanan yang diukur. Jika per-
cepatan grafitasi lokal = 9,82 m s
-2
, berapa tekanan gauge
yang diukur? Jika tekanan barometrik adalah sebesar
748 torr, berapa tekanan absoludnya?
Penyelesaian :
Gaya grafitasi dari piston, pan dan beban =
F = m g = (6,14 kg)(9,82 m s
-2
) = 60,295 kg m s
-2
= 60,295 N
Tekanan gauge =
kPa 767,7 Pa 767.700 m N 767.700
m )(0,01) (1/4)(
N 60,295
A
F
2
2 2
= = = =

t
Tekanan barometer = 748 torr = (748)(133,322 Pa) = 99.742,86 Pa =
99,74 kPa.
P = 767,7 kPa + 99,74 kPa = 867,44 kPa.
Density Gas
GAS IDEAL : PV = nRT P : tekanan gas (Pa)
V : Volume (m
3
)
n : jumlah mol gas (mol)
T : suhu (K)
R : konstanta gas ideal.
T R
M P

M
T R
P
(2.13)
V
m

M V
T R m
P T R
M
m
PV
M
m
n
= =
=
= = =
m : massa (gram)
M : massa molar =
Berat molekul (gr/mol)
: densitas gas (gr/l)
Berat molekul zat
(2.14)
P
RT

PV
mRT
M
RT
M
m
PV
nRT PV
= =
=
=
Menentukan M gas :
Cara Regnault :
Timbang bola gelasgas kosong (300 500 cc), T, P kamar.
Isi dengan gas X dan ditimbang.
Massa gas = massa (bola + gas) massa bola kosong.
Hitung M dengan rumus tersebut dibawah ini.
Pada T dan V tertentu density gas sebanding dengan berat molekulnya.
berubah ubah nilainya tergantung pada Suhu dan Tekanan.
Rapat uap tidak tergantung pada T, P :
2 2
2
H mol 1 massa
gas mol 1 massa
H mol n massa
gas mol n massa

sama yang volume dengan H massa
gas volume suatu massa
uap rapat
= =
=
M H
2
= 2 g/mol, maka rapat uap = 0,5 M gas