Anda di halaman 1dari 3

Klasifikasi Pelumas Karakteristik dan mutu pelumas di masa sekarang terus menerus mengalami proses perubahan dan pengembangan

seiring dengan tuntutan kemajuan teknologi. Mengapa demikian? Karena kemajuan teknologi tentunya menyebabkan perubahan ataupun pengembangan dalam proses desain dan konstruksi dalam mesin. Hal inilah yang turut menuntut peningkatan teknologi pelumas untuk mengimbangi spesifikasi mesin dari pabrikan. Selain itu , dewasa ini juga muncul tuntutan akan kebijakan penggantian oli yang lebih lama dalam rangka penghematan sumber daya alam dan juga pemeliharaan lingkungan, termasuk peraturan yang lebih ketat terhadap emisi mesin kendaraan. Hal-hal tersebut di atas menimbulkan kebutuhan pasar akan pelumas yang ramah lingkungan dan juga mampu menjaga mesin sehingga lebih awet. Dengan banyaknya merk pelumas yang beredar di pasaran maka kita harus jeli menentukan pilihan untuk mendapatkan pelumas yang berkualitas dengan harga ekonomis. Untuk menentukan pelumas yang berkualitas atau bermutu tidak cukup jika hanya dilihat secara kasat mata, oleh karena itu perlu diketahui spesifikasi dari pelumas tersebut. Spesifikasi disini sangat dibutuhkan karena dari data-data tersebut kita dapat mengetahui apakah kriteria dari pelumas memenuhi persyaratan dari pabrikan mesin tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai spesifikasi pelumas maupun istilah-istilah yang sering kita lihat tertulis di botol pelumas yang kita beli . .API

Service (American Petroleum Institute)

Sistem klasifikasi ini merupakan cara untuk membedakan pelumas menurut kualitas kerjanya serta kaitannya dengan jenis tugas yang dimaksud. Klasifikasi API Service ini dibagi 2 yaitu direkomendasikan untuk pelumas otomotif dalam hal ini mesin bensin yang pengapiannya menggunakan busi disebut seri S atau Spark Ignition dan untuk mesin diesel disebut seri C atau Compression Ignition.

API Service S
Dalam klasifikasi ini meliputi kontrol deposit, oil oxidation, wear, rust and corrosion. Sekarang ini hanya ada 4 (empat) klasifikasi API S yang masih ada yaitu SH, SJ, SL dan SM. Kalaupun ada klasifikasi pelumas yang baru maka tinggal menambahkan ke huruf abjad yang lebih tinggi. SH = untuk Gasoline Engine Maintenance Service 1994 Pertama klasifikasi ini direkomendasikan untuk mesin kendaraan bensin yang dibuat tahun 1994 ( yang dimaksud disini adalah tahun teknologi mesin ) Pelumas dalam kategori ini melebihi persyaratan kinerja dari API Service SG sehingga dapat digunakan pada mesin yang direkomendasikan pabrikan untuk menggunakan pelumas API Service SG ataupun kategori dibawahnya.

SJ = untuk Gasoline Engine Maintenance Service 1996 Direkomendasikan dengan tugas khusus untuk mesin kendaraan bensin yang menggunakan teknologi mesin tahun 1996. Pada kenyataan nya sampai saat ini masih banyak kendaraan yang diproduksi hingga tahun 2006 masih menggunakan teknologi mesin tahun 1996. Oleh karena itu masih sering kita jumpai pabrikan kendaraan keluaran tahun 2006 masih merekomendasikan pelumas yang memenuhi persyaratan API Service SJ. Pelumas dalam kategori ini melebihi persyaratan kinerja dari API Service SH sehingga dapat digunakan pada mesin yang direkomendasikan pabrikan untuk menggunakan pelumas API Service SH ataupun kategori dibawahnya. SL = untuk Gasoline Engine Maintenance Service 2001 Direkomendasikan dengan tugas khusus untuk mesin kendaraan bensin yang menggunakan teknologi mesin tahun 2001. Pelumas yang memenuhi persyaratan API Service SL dapat dipergunakan dimana API Service SL dan kategori di bawahnya direkomendasikan oleh pabrikan mesin. SM = Didesain untuk semua mesin otomotif yang digunakan sekarang ini sehingga bisa digunakan pada mesin yang menpersyaratkan pelumas dengan kategori di bawahnya ( SL / SJ / SH ).

API Service C
Sistem klasifikasi ini hanya ada 4 kategori yang masih digunakan pabrikan dewasa ini yaitu CF , CG , CH dan CI. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing klasifikasi: * CF = untuk mesin diesel injeksi tak langsung . Untuk selanjutnya dibagi lagi menjadi CF-2 dan CF-4. API Service CF-2 adalah klasifikasi untuk mesin diesel 2 langkah sedangkan API Service CF-4 untuk mesin diesel 4 langkah tugas berat. * CG-4 = merupakan pelumas yang direkomendasikan untuk digunakan pada mesin diesel 4 langkah tugas berat dengan kecepatan tinggi . Pelumas dengan kategori ini dapat juga digunakan pada mesin yang mensyaratkan API Service CF-4. * CH-4 = merupakan pelumas yang direkomendasikan untuk mesin 4 langkah dengan kecepatan tinggi yang didesain untuk memenuhi standar emisi kendaraan yang dianjurkan. Pelumas dengan kategori ini dapat digunakan juga menggantikan tugas pelumas dengan API Service CF-4 atau CG-4. * CI-4 = direkomendasikan untuk digunakan pada mesin diesel tugas berat. Specifikasi yang diberikan menggambarkan bahwa pelumas tersebut dapat digunakan pada mesin diesel putaran cepat dan memenuhi standar emisi gas buang yang ditetapkan pada tahun 2004. Pelumas CI-4 memiliki tingkat kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan kategori di bawahnya seperti CH-4, CG-4 dan CF-4.

API Service untuk mesin bensin 2 langkah


Perlu diketahui mesin 2 langkah mempunyai sistem pelumasan yang berbeda dengan mesin 4 langkah dikarenakan pelumasan silindernya berasal dari pelumas yang dicampur dengan bensin sehingga membutuhkan pelumas yang seluruhnya harus terbakar dan dapat melumasi silinder

mesin dengan baik. Pelumas mesin 2 langkah diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya pembentukan deposit atau kotoran di dalam silinder dalam proses pembakaran pada silinder. Pada dasarnya terdapat 4 tingkatan untuk klasifikasi API Service pada mesin 2 langkah yaitu TA, TB, TC dan TD. Namun perkembangan terakhir hanya satu yang masih digunakan dan dianjurkan oleh pabrikan yaitu API Service TC agar dapat mengatasi problem macetnya ring dan lecetnya silinder. .JASO

(Japanese Automobile Standard Organization)

Spesifikasi untuk JASO dibedakan antara jenis kendaraan 2 langkah dan 4 langkah. Terdapat 3 tingkat performance untuk pelumas mesin 2 langkah antara lain FA, FB dan FC sedangkan untuk mesin 4 langkah terdapat 2 tingkatan yaitu MA dan MB. Pada awalnya semua mesin 4 langkah menggunakan pelumas dengan JASO MA, seiring dengan kebijakan ekonomis bahan bakar menyebabkan pelumas harus mengandung aditif friction modifier. Dengan adanya aditif ini menyebabkan kopling pada sepeda motor yang menggunakan jenis kopling basah sering menjadi slip dan pada akhirnya menyebabkan motor kehilangan tenaga. Karena itulah untuk memenuhi kebutuhan mesin yang menggunakan kopling basah maka JASO menetapkan spesifikasi khusus yaitu JASO MB. .SAE

(Society of Automotive Engineers, Inc.)

SAE adalah kode tingkat kekentalan oli dengan standarisasi internasional. Contoh : SAE 10w-40 angka menandakan tingkat kekentalan oli tersebut. Makin besar angkanya berarti semakin kental olinya. Huruf W sendiri singkatan dari Winter. Artinya oli tersebut memiliki angka kekentalan 10 pada suhu dingin, dan angka 40 pada suhu panas. Oli yang memiliki dua angka kekentalan disebut multigrade. Sedang yang satu angka disebut singlegrade atau monograde.