Anda di halaman 1dari 8

PENYAKIT SARAF TEPI & OTOT (by Dr. Achdiat Agoes, S .S.!

Desember 25,2009

Pendahuluan Penyakit Saraf dan Otot adalah merupakan bagian dari penyakit saraf yang disebabkan terganggunya fungsi saraf tepi atau otot. Untuk memahami penyakit tersebut perlu dikuasai anatomi, fisiologi, biokemistri dan farmakologi sistem saraf baik pusat maupun tepi. Susunan Saraf Pusat terdiri dari Otak dan edula Spinalis sedangkan Susunan Saraf !epi terdiri dari sel saraf dan serabut"serabutnya yang dapat berasal dari otak seperti saraf kepala #saraf kranialis$ atau medula spinalis seperti radiks dan ner%i spinales. &natomi Saraf !epi yang termasuk saraf kepala meliputi '. n. olfaktorius 2. n. optikus (. n. oftalmikus ). n. trokhlearis 5. n. trigeminus *. n. abdus+ens ,. n. fasialis -. n. %estibulo+o+hlearis 9. n glossofaringeus '0.n. %agus ''.n. a++essorius '2. n. hipoglosus Saraf !epi yang termasuk saraf spinales kebanyakan bergabung men.adi satu sehingga dikenal sebagai ner%i ser%ikales, ner%i torakales, ner%i lumbales, dan ner%i sakrales. /abungan saraf tepi sema+am ini disebut .uga pleksus, sehingga dikenal pleksus ser%ikotorakales #gabungan radiks 0'"- dan !'$ dan pleksus lumbosakrales #gabungan radiks 1'"5 dan S'"5$. Patomekanisme /angguan faal pada saraf tepi dapat berasal dari gangguan biokemistri seperti terganggunya keseimbangan air dan elektrolit, inflamasi #radang$, proses keganasan, trauma dan lain sebagainya. Untuk memper+epat hantaran impuls yang berupa muatan listrik dari proksimal ke distal serabut saraf #akson$ mempunyai selubung yang disebut mielin. ielin diproduksi oleh sel S+h2ann yang membalut akson dan pada titik tertentu mempunyai takik yang disebut nodus 3an%ier.

&danya nodus 3an%ier memungkinkan hantaran listrik melon+at sehingga lebih +epat sampai ke efektor #serabut saraf eferen$, atau sebaliknya dari reseptor lebih +epat sampai ke sentral #serabut saraf aferen$. !idak semua serabut saraf bermielin, ada .uga serabut saraf yang ke+il dan pendek tidak bermielin dan saling menghubungkan sesama sel saraf di otak. Pada penyakit saraf tepi kerusakan dapat ter.adi pada akson, disebut aksonopati, atau pada mielin #mielinolisis$ dan kombinasi keduanya dapat sa.a ter.adi. Pada gangguan di akson, proses kesembuhan berlangsung lama, tidak demikian halnya bila pada mielin lebih besar kemungkinan +epat kembali seperti semula. PO14O 4514!4S &6!534O3 &7U!& Salah satu diantara penyakit saraf tepi yang populer adalah polio yang nama selengkapnya adalah poliomielitis anterior akuta. Sesuai namanya bagian yang terkena sebenarnya adalah mielum bagian anterior yang disebut .uga kornu anterior sehingga lesi yang ditimbulkan berupa kelumpuhan tipe perifer karena inti sel saraf di kornu anterior mengalami nekrosis. &kibatnya adalah serabut saraf yang terkena terutama aksonnya tidak berfungsi lagi dan otot yang dipersarafi lama kelamaan #dan proses berlangsung +epat$ men.adi atrofi. Otot yang atrofi men.adi ke+il dan ekstremitas memerlukan bantuan alat untuk dapat berfungsi kembali. !idak ada terapi khusus pada polio sehingga terapi pada penyakit ini lebih bersifat suportif. 8indari menggunakan terapi suntik pada penderita yang panas saat epidemi polio sedang ber.angkit #outbreak$ karena akan memi+u lebih banyak sel saraf yang mati. 7ehati"hatian ini .uga men.adi penting karena makin banyaknya kegiatan sueing di tengah masyarakat. Pen+egahan penyakit ini adalah dengan melaksanakan %aksinasi polio di masyarakat. /uillain 9arre Syndrome 6ama lain: '. &+ute idiopathi+ poly #radi+ulo$neuritis, 2. &+ute inflammatory #demyelinating$ polyneuropathy, (. 4nfe+tious polyneuritis, ). 1andry"/uillain"9arre syndrome 5. ;ren+h Polio *. 1andry<s as+ending paralysis ,. 1andry /uillain 9arr= syndrome. /uillain"9arre syndrome #/9S$ adalah suatu penyakit otoimun yang bersifat akut. Sebenarnya .arang ditemukan, dimana sel"sel sistim imun menyerang selubung myelin saraf tepi. Saraf tepi menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan bagian tubuh lain. 7erusakan pada saraf tepi akan menimbulkan gangguan hantaran sinyal sebagai akibatnya otot akan berkurang kekuatannya, penyebab sebenarnya penyakit ini belum diketahui tetapi dapat dipi+u oleh infeksi, operasi dan %aksinasi. /e.ala pertama biasanya adalah panas atau demam yang dapat tinggi atau sedang dan pada hari ketiga diikuti oleh kelemahan dan kesemutan #gringgingen$ di kedua tungkai. 7emudian ge.ala ini akan meman.at keatas. Pada keadaan yang parah ter.adi kelumpuhan total. Penyakit ini

mengan+am nya2a bila otot pernafasan diserang. Pada keadaan seperti ini diperlukan respirator. 7eadaan yang parah akan berlangsung beberapa pekan, kemudian men.adi stabil dan membaik dengan pera2atan yang baik pula. &da pula perbaikan yang memakan 2aktu sangat lama hingga beberapa tahun. Pengobatan biasanya dilakukan dengan obat"obatan dan penggantian plasma #plasma e>+hange$. Penyakit ini termasuk kelompok penyakit neuropati perifer. &da beberapa .enis /9S, tetapi bila tidak diberi keterangan lain maka yang dimaksud adalah /9S dalam bentuk umum. 5pidemiologi 4nsidens ' atau 2 orang per '00,000 penduduk.?*@ Seringkali parah dan menun.ukkan kelumpuhan meman.at mula"mula kaki dan tungkai kemudian lengan dan tangan .uga terkena tidak terke+uali otot pernafasan dan 2a.ah. 7arena merupakan lesi saraf tepi makan refleks tendon akan menghilang. Dengan pengobatan yang segera dengan penggantian plasma maka diharapkan kesembuhan segera ter.adi. Pemberian imunoglobulin menolong. Dan .angan dilupakan pengobatan penun.ang seperti pemberian neurotropik %itamin. Sebagian besar pasen dapat pulih normal kembali. /9S .uga men.adi penyebab kelumpuhan yang tidak disebabkan oleh +edera di dunia. Patomekanisme Untuk memahami ter.adinya /9S dapat diuraikan sebagai berikut: Serabut saraf terdiri dari lembaran myelin yang membungkus akson. &kson sendiri adalah perpan.angan sel saraf yang men.ulur sampai ke bagian tubuh yang akan di persarafi oleh saraf tersebut. isalnya 6. 4s+hiadi+us mempunyai kelompok sel saraf yang terletak di +ornu anterior medula spinali segmen lumbal dan kumpulan aksonnya membentuk saraf 6. 4s+hiadi+us yang mempersarafi otot"oto tungkai #&&$. Otak adalah kumpulan sel"sel otak yang banyak sekali .umlahnya. Untuk dapat menggerakkan anggota tubuh seperti lengan dan tungkai maka dari otak sel otak tersebut akan men.ulurkan bagian sel otak yang disebut akson. &kson akan terus ber.alan sepan.ang tubuh dan men+apai organ yang ditu.unya #&&$. Otak terdiri dari dua belahan yang disebut hemisfer. 8emisfer serebri sebelah kiri erat tugasnya dengan tugas menghitung dan bi+ara bahasa sedangkan hemisfer sebelah kanan erat tugasnya dengan seni dan ketrampilan ruang. Otak mempunyai banyak lekuk untuk menghemat ruang yang akan mampu menampung 200 milyar sel otak yang terdiri dari sel otak neuron dan sel glia #&&$. A 1obus frontalis mengontrol fikiran, peren+anaan, mengorganisasikan, menyelesaikan masalah, daya ingat .angka pendek dan gerakan. A 1obus parietalis menginterpretasikan informasi sensorik, rasa, suhu, dan sentuhan. A 1obus oksipitalis memproses bayangan yang masuk melalui mata dan menghubungkan dengan memori yang tersimpan. A 1obus temporalis memproses informasi yang masuk melalui penghiduanBpen+iuman, rasa, dan suara. Cuga berperan dalam daya ingat #&&$. Serebelum terletak diba2ah otak belakang oksipital. !ugasnya menyelaraskan informasi sensor dari mata, telinga, dan otot untuk koordinasi gerak. 7erusakan menimbulkan intention tremor

tubuh bergetar ketika akan mengambil sesuatu. 9atang Otak bertugas menghubungkan otak dengan medulla spinalis menga2asi fungsi kehidupan yang %ital seperti detak .antung, nafas dan tekanan darah. Di daerah ini pula terletak kendali tidur dan kesadaran #&&$. Struktur Dalam Otak 9erfungsi untuk emosi dan daya ingatBmemori. Dikenal sebagai system limbi+ terdiri dari pasangan"pasangan, di kedua belah otak. !halamus beker.a sebagai pintu gerbang pesan yang masuk antara otak dan medulla spinalis 8ipothalamus mengontrol emosi dan mengatur suhu, makan dan tidur. 8ippo+ampus mengirimkan ingatan untuk disimpan di tempat yang disediakan di otak dan dapat di panggil kembali bila dibutuhkan #&&$. Sel Saraf Sel Saraf memiliki dua tipe +abang yaitu neurite atau akson dan dendrite. Dendrit memba2a impuls dari luar kea rah sel dan neurite memba2a impuls dari sel kea rah luar. Sel saraf saling berhubungan dengan sesame sel saraf melalui dendrite tersebut sehingga ter+ipta komunikasi yang efeisien dan +epat sekali #&&$. Susunan Saraf t!epi Saraf tepi adalah semua saraf di tubuh keluar dari otak dan medulla spinalis. 9eker.a sebagai penghantar antara otak dan anggota tubuh. isalnya tangan menyentuh setrika panas maka seketika tangan akan ditarik karena informasi panas diba2a ke otak dan otak memerintahkan untuk menarik tangan dari setrika. 4ni hanya beberapa milidetik #&&$. 6eurotransmitters 6euron berhubungan dengan sel lain melalui impuls elektrik yang mendorong neurotransmitter lepas dari u.ung sel saraf. 6eurotransmiter lepas ke sinaps suatu +elah antara dua sel saraf dan menempel ke reseptor di sel penerima. Proses ini ter.adi berulang antara neuron ke neuron. Semuanya ini memungkinkan ter.adinya gerakan, pikiran, perasaan dan kemampuan untuk berkomunikasi #&&$. Pada /9S ter.adi gangguan pada saraf tepi sehingga kekuatan kedua tungkai dan ekstremitas dapat terkena. 7lasifikasi !erdapat enam .enis /9S yaitu: A &+ute inflammatory demyelinating polyneuropathy #&4DP$ gangguan terutama ter.adi berupa kerusakan selubung saraf myelin dari sel. A iller ;isher syndrome # ;S$ adalah .enis yang .arang karena berupa kelumpuhan yang menurun dari atas ke ba2ah .adi kebalikan dari /9S. ula"mula otot mata yang terserang sehingga ter.adi trias ophthalmoplegia, ata>ia, dan arefle>ia. &ntibodi &nti"/D'b sering di.umpai pada 90E kasus. A &+ute motor a>onal neuropathy #& &6$,?-@ atau 0hinese Paralyti+ Syndrome, menyerang motorik yaitu pada nodes of 3an%ier dan banyak #pre%alen$ di 0hina dan e>i+o. erupakan serangan auto"immune pada a>oplasm saraf tepi. Sering ter.adi pada musim tertentu dan penyembuhan lebih +epat. Pada pasen akan terdapat anti"/D'a antibodi?9@. &ntibody &nti"/D( banyak di.umpai pada & &6. A &+ute motor sensory a>onal neuropathy #& S&6$ serupa dengan & &6 hanya .uga disertai serangan pada serabut saraf sensorik dengan kerusakan aksonal. Seperti & &6 .uga disebabkan serangan oto imun terhadap aksoplasma saraf tepi. Penyembuhan lambat dan inkomplit. A &+ute panautonomi+ neuropathy imerupakan .enis yang .arang dari /9S sering disertai ensefalopati dengan mortalitas yang tinggi. 7ematian disebabkan pembesaran .antung dan

disritmia, gangguan berkeringat dan kekurangan air mata. ;otofobia, keringnya rongga hidung dan mukosa mulut, gatal, mual dan muntah sering ter.adi dan disfagia. 7onstipasi .uga dapat ter.adi yang tidak hilang dengan laksan. Dan bisa pula berganti dengan diare. /e.ala a2al biasanya lelah dan lemas seperti lethargy, fatigue, sakit kepala, dan menurunnya kemauan, malas, lalu diikuti gangguan otonomik seperti pusing bila berdiri, mata kabur, nyeri perut, diare, mata kering, dan gangguan ken+ing. Fang paling sering adalah pusing bila berdiri, gangguan gastrointestinal dan ken+ing dan gangguan berkeringat. A 9i+kerstaff<s brainstem en+ephalitis #995$, .enis lain dari /uillain"9arr= syndrome. Ditandai oleh a+ute onset ophthalmoplegia, ata>ia, gangguan kesadaran, hyperrefle>ia or 9abinski<s sign #9i+kerstaff, '95,G &l"Din et al.,'9-2$. Per.alanan penyakit monofasik atau sering relaps. /angguan patologi terutama di batang otak, pons, midbrain, dan medulla. eski pada fase a2al terlihat parah prognosis baik. Diagnosis dengan 34. Sebagian pasen 995 mempunyai hubungan dengan a>onal /uillain"9arr= syndrome, men.adi indikasi bah2a kedua penyakit ini mempunyai kesamaan. Pada /9S ter.adi gangguan pada saraf tepi sehingga kekuatan kedua tungkai dan ekstremitas dapat terkena. 7lasifikasi !erdapat enam .enis /9S yaitu: A &+ute inflammatory demyelinating polyneuropathy #&4DP$ gangguan terutama ter.adi berupa kerusakan selubung saraf myelin dari sel. A iller ;isher syndrome # ;S$ adalah .enis yang .arang karena berupa kelumpuhan yang menurun dari atas ke ba2ah .adi kebalikan dari /9S. ula"mula otot mata yang terserang sehingga ter.adi trias ophthalmoplegia, ata>ia, dan arefle>ia. &ntibodi &nti"/D'b sering di.umpai pada 90E kasus. A &+ute motor a>onal neuropathy #& &6$,?-@ atau 0hinese Paralyti+ Syndrome, menyerang motorik yaitu pada nodes of 3an%ier dan banyak #pre%alen$ di 0hina dan e>i+o. erupakan serangan auto"immune pada a>oplasm saraf tepi. Sering ter.adi pada musim tertentu dan penyembuhan lebih +epat. Pada pasen akan terdapat anti"/D'a antibodi?9@. &ntibody &nti"/D( banyak di.umpai pada & &6. A &+ute motor sensory a>onal neuropathy #& S&6$ serupa dengan & &6 hanya .uga disertai serangan pada serabut saraf sensorik dengan kerusakan aksonal. Seperti & &6 .uga disebabkan serangan oto imun terhadap aksoplasma saraf tepi. Penyembuhan lambat dan inkomplit. A &+ute panautonomi+ neuropathy imerupakan .enis yang .arang dari /9S sering disertai ensefalopati dengan mortalitas yang tinggi. 7ematian disebabkan pembesaran .antung dan disritmia, gangguan berkeringat dan kekurangan air mata. ;otofobia, keringnya rongga hidung dan mukosa mulut, gatal, mual dan muntah sering ter.adi dan disfagia. 7onstipasi .uga dapat ter.adi yang tidak hilang dengan laksan. Dan bisa pula berganti dengan diare. /e.ala a2al biasanya lelah dan lemas seperti lethargy, fatigue, sakit kepala, dan menurunnya kemauan, malas, lalu diikuti gangguan otonomik seperti pusing bila berdiri, mata kabur, nyeri perut, diare, mata kering, dan gangguan ken+ing. Fang paling sering adalah pusing bila berdiri, gangguan gastrointestinal dan ken+ing dan gangguan berkeringat. A 9i+kerstaff<s brainstem en+ephalitis #995$, .enis lain dari /uillain"9arr= syndrome. Ditandai oleh a+ute onset ophthalmoplegia, ata>ia, gangguan kesadaran, hyperrefle>ia or 9abinski<s sign #9i+kerstaff, '95,G &l"Din et al.,'9-2$. Per.alanan penyakit monofasik atau sering relaps. /angguan patologi terutama di batang otak, pons, midbrain, dan medulla. eski pada fase a2al terlihat parah prognosis baik. Diagnosis dengan 34.

Sebagian pasen 995 mempunyai hubungan dengan a>onal /uillain"9arr= syndrome, men.adi indikasi bah2a kedua penyakit ini mempunyai kesamaan. /e.ala dan !anda #Signs and symptoms$ Penyakit /9S ditandai dengan gangguan kelemahan yang bersifat simetris. Pada a2alnya menyerang kedua tungkai dan kemudian berangsur"angsur naik ke lengan. Pasen biasanya mengeluh kedua tungkai terasa berat dan merasakan seperti ada beban dan perasaan gringgingen serta tebal. &da .uga rasa disestesia #numbness atau tingling$. Penyakit berlan.ut keatas dalam 2aktu beberapa .am atau hari dan kemudian otot 2a.ah dan lengan mulai lemah. Sering kali saraf otak bagian ba2ah terkena. Disebut .uga kelumpuhan tipe bulbar dan menimbulkan oropharyngeal dysphagia, dengan kesulitan menelan mengisap air liur dan sulit bernafas. Sebagian besar pasen perlu pera2atan rumah sakit # 3S$ dan sekitar (0E perlu bantuan %entilator ?''@. 7elemahan otot 2a.ah dapat ter.adi tapi otot mata .arang terkena. 9ila otot 2a.ah dan otot mata terkena maka kemungkinan besar kasus tersebut adalah Sindroma iller";isher #%arian iller";isher$. 8ilangnya sensorik biasanya berupa sensasi proprio+eption #rassa posisi$ dan arefle>ia #hilangnya refleks tendo$ tanda khas /9S. 8ilangnya sensasi nyeri dan suhu biasanya ringan. Dan semsasi nyeri bahkan bertambah pada otot yang terkena. 3asanya seperti nyeri orang yang kelelahan. 6yeri ini biasanya hilang sendiri dan dapat diobati dengan analgesi+ biasa. /angguan kandung ken+ing dapat ter.adi pula pada kasus yang parah. !etapi bersifat sementara. 9ila gangguan kandung ken+ing berlebihan perlu dipertimbangkan kelainan medulla spinalis. Demam .arang ada dan bila ada harus dipikirkan kemungkinan suatu sebab yang lain. Pada keadaan yang berat hilangnya fungsi otonom dapat ter.adi berupa tekanan darah yang naik dan turun berfluktuasi, hipotensi orthostatik dan aritmia .antung. Penyebab paralisi akut /uillain"9arr= Syndrome dapat dihubungkan dengan faktor blokade sodium +hannel di +airan spinal #+erebrospinal fluid #0S;$$. /angguan pemberian S4&D8 dapat ter.adi akibat pemberian air dan garam se+ara intra%ena yang tidak tepat. /e.alanya serupa dengan progressi%e inflammatory neuropathy.?'2@ Penyebab Semua bentuk /uillain"9arr= syndrome merupakan akibat respons immune terhadap antigen asing #seperti infeksi$ yang men.adi salah sasaran. !arget sebenarnya dari antigen tersebut diduga adalah gangliosides, suatu bahan alami yang terdapat dalam .unlah besar dalam saraf manusia. Sedangkan infeksi penyebab paling sering adalah bakteri 0ampyloba+ter .e.uni.?'(@ 6amun demikian *0E kasus tidak diketahui kuman penyebabnya, dimana diduga dapat berupa %irus influenHa atau sema+am reaksi imun terhadap %irus influenHa. &kibat serangan oto imun terhadap saraf tepi adalah kerusakan mielin selaput pembungkus saraf dan gangguan hantaran saraf.sehingga menimbulkan kelumpuhan otot dan gangguan otonomik dan sensorik. Pada kasus yang ringan akson mungkin tidak terlalu terganggu dan penyembuhan kembali +epat berlangsung dengan remielinasi. Sebaliknya pada kasus yang parah ter.adi kerusakan akson dan penyembuhan berlangsung lama. Diperkirakan -0E kasus /9S terhadi kehilangan mielinof sedangkan pada yang dua puluh persen kehilangan akson. /uillainI9arr= Syndrome tidak seperti multiple s+lerosis # S$ dan penyakit &1S #1ou /ehrig<s disease #&1S$, yang menyebabkan kerusakan otak dan medulla spinalis. Jaksin 4nfluenHa /9S dapat ter.adi meskipun .arang sebagai akibat efek samping pemberian %aksin influenHa,

hasil penelitian Ja++ine &d%erse 5%ent 3eporting System #J&53S$ dengan frekuensi ' per se.uta %aksin. ?'5@ &da laporan sehubungan dengan %aksinasi s2ine flu #flu babi$ maka 500 orang terkena /9S pada saat tahun '9,*. Dua puluh lima orang diantaranya meninggal akibat komplikasi gangguan paru yang parah dan menyebabkan %aksinasinya dihentikan.?'*@ 6amun, peran %aksin pada kasus tersebut tetap tidak .elas, karena /9S mempunyai insidens yang rendah di masyarakat. &da dugaan ke.adian tersebut berhubungan dengan kontaminasi bakteri pada %aksin tersebut. Pada pemberian %aksin yang terakhir * Oktober hingga 2) 6o%ember, 2009, the U.S. 0D0, J&53S reporting system, menerima laporan ) kasus dari )*.2 million dosis %aksin yang diberikan. Diagnosis Diagnosis /9S ditegakkan dengan adanya kelumpuhan yang akut, arefle>ia, tidak ada demam saat kelumpuhan, dan hasil pemeriksaan +airan spinal. 0airan spinal diperoleh dari pungsi lumbal dan pemeriksaan elektromiografi #5 /$ berupa tes hantaran saraf pada otot yang lumpuh. A 0airan spinal #+erebrospinal fluid$ Disosiasi albumino sitologis sering di.umpai berupa albumin tinggi tetapi .umlah sel tetap. Protein naik hingga '00I'000 mgBd1, tanpa disertai kenaikan .umlah sel #pleositosis$. 9ila di.umpai sel meningkat maka diagnosis /9S perlu dipertimbangkan. A 5lektrodiagnosis Pemeriksaan 5le+tromyography #5 /$ dan ner%e +ondu+tion study #60S$ dapat menun.ukkan latensi yang meman.ang dan perlambatan hantaran atau blok hantaran dan potensial aksi kompleks pada kasus demielinating. Pada kerusakan akson dapat amplitude menurun tanpa perlambatan hantaran. 7riteria Diagnosis Utama A 7elumpuhan yang progresif, simetris kedua tungkai atau disertai lengan akibat neuropati. A &refle>ia A Penyakit berlangsung lebih dari ) pekan. A ;aktor 5ksklusi sebab"sebab lain. Pendukung A 7elumpuhan yang relati%e simetris dan adanya nyeri atau rasa tebak pada tungkai yang terkena A /angguan sensori ringan A /angguan saraf fasial dan saraf otak lain A !idak ada demam A Perubahan temuan +airan spinal #0S;$ A 5lektrodiagnostik ada tanda demielinasi Diagnosis 9anding A a+ute myelopathies dengan +hroni+ ba+k pain dan sphin+ter dysfun+tion A botulism dengan hilangnya refleks pupil yang +epat A diphtheria dengan disfungsi oropharyngeal yang +epat A 1yme disease polyradi+ulitis dan kelumpuhan karena gigitan kutu #ti+k"borne$ A porphyria dengan nyeri abdomen, ke.ang, psikosis A %as+ulitis neuropatia A poliomyelitis dengan demam dan tanda meningeal A 0 J polyradi+ulitis pada pasen dengan immunokompromis

A neuropatia pada penyakit kritis A miastenia gra%is A 7era+unan dengan organofosfat, kera+unan bahan hemlo+k, thallium, atau arsen A 7elumpuhan karena %irus Kest 6ile A astrositoma spinal A Penyakit otor 6euron A Jirus Kest 6ile dapat menimbulkan penyakit neurologis yang fatal seperti ensefalitis, meningitis, /uillain"9arre syndrome, dan mielitis anterior A 5nsefalomielitis ialgik ParahBSindroma ;atig 7ronik. anagemen Pada umumnya suportif. onitor semua fungsi %ital. 8ati"hati dengan gagal nafas yang disebabkan kelumpuhan otot nafas. Pasang intubasi pada pasen dengan kapasitas %ital menurun #%ital +apa+ity #J0$ L20 mlBkg$, 6egati%e 4nspiratory ;or+e #64;$ )0 tahun, 2. ri2ayat diare sebelumnya (. adanya kelumpuhan otot nafas ). titer anti"/ ' tinggi 5. kekuatan ekstremitas atas lemah Se.arah Cean 1andry seorang dokter Peran+is menguraikan pertama kali tahun '-59. Pada '9'*, /eorges /uillain, Cean &le>andre 9arr=, and &ndr= Strohl mendiagnose dua serdadu dengan penyakit ini dimana protein +airan spinal meningkat sedangkan .umlah sel lekosit normal. Orang"orang Fang Pernah enderita /9S: ;raklin D. 3oose%elt,9aharuddin dll.