Anda di halaman 1dari 2

NAMA : WILDA SANI EKA PUTRI KELAS : IKP Reg VI A NIM : 10110086

MITOS MITOS SEPUTAR LANSIA


Menurut (Sheiera Saul,1974) dalam (Nugroho,2000) mitos mitos seputar lansia antara lain sebagai berikut.

1. Mitos Kedamaian Dan Ketenangan


Adanya anggapan bahwa para lansia dapat santai menikmati hidup,hasil kerja,dan jerih payahnya di masa muda. Berbagai guncangan kehidupan seakan akan sudah berhasil dilewati. Kenyataannya,sering ditemui lansia yang mengalami stres karena kemiskinan dan berbagai keluhan serta penderitaan karena berbagai penyakit.

Cara pencegahan :
Untuk menjaga kedamaian dan ketenangan pada lansia diperlukan dukungan dari keluarga utamanya anak anak dan orang orang terdekat. Untuk meningkatkan ketenangan bagi lansia bahwa masih ada orang orang yang peduli, menyayangi, serta dapat menimbulkan rasa masih bermanfaat bagi orang lain. 2. Mitos Konservatif Dan Kemunduran Konservatif berarti kolot, bersikap mempertahankan kebiasaan, tradisi, dan keadaan yang berlaku. Adanya anggapan bahwa para lansia itu tidak kreatif, menolak inovasi, berorientasi ke masa silam, kembali ke masa kanak kanak, sulit berubah, keras kepala, dan cerewet. Kenyataannya, tidak semua lansia bersikap dan mempunyai pikiran demikian.

Cara pencegahan :
Memperkenalkan pada lansia berbagai teknologi modern terutama alat alat yang dapat membantu mempermudah aktifitas mereka sehari hari. Misalnya, lansia yang masih menggunakan tungku untuk memasak dapat dialihkan menggunakan kompor gas agar lebih mudah. 3. Mitos Berpenyakitan Adanya anggapan bahwa masa tua dipandang sebagai masa degenerasi biologis yang disertai berbagai penyakit dan sakit sakitan. Kenyataannya, tidak semua lansia berpenyakitan. Saat ini sudah banyak jenis pengobatan serta lansia yang rajin melakukan pemeriksaan berkala sehingga lansia tetap sehat dan bugar.

Cara pencegahan :
Menerapkan pola hidup sehat sejak dini dan ketika menginjak usia dewasa tua dibiasakan olahraga secara teratur dan makan makanan yang sehat. Pada saat masuk masa lansia, tetap mempertahankan pola hidup sehat dan juga sering kontrol ke dokter. Jika terjadi sakit,hal ini memang berhubungan dengan penurunan fungsi tubuh dan proses penuaan.

4.

Mitos Senilitas Adanya anggapan bahwa para lansia sudah pikun. Kenyataannya, banyak yang masih tetap cerdas dan bermanfaat bagi masyarakat, karena banyak cara untuk menyesuaikan diri terhadap penurunan daya ingat.

Cara pencegahan :
Selalu mengingatkan pada lansia tentang beberapa hal yang akan dilakukan atau tentang hal hal yang penting. Jika perlu,dapat ditulis agar lebih memudahkan dalam mengingat. 5. Mitos Tidak Jatuh Cinta Adanya anggapan bahwa para lansia sudah tidak lagi jatuh cinta dan bergairah kepada lawan jenis. Kenyataannya, perasaan dan emosi setiap orang berubah sepanjang masa serta perasaan cinta tidak berhenti hanya karena menjadi tua. 6. Mitos Aseksualitas Adanya anggapan bahwa pada lansia hubungan seks menurun, minat, dorongan, gairah, kebutuhan, dan daya seks berkurang. Kenyataannya, kehidupan seks para lansia normal normal saja dan tetap bergairah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya lansia yang ditinggal mati oleh pasangannya, namun masih ada rencana ingin menikah lagi. 7. Mitos Ketidakproduktifan Adanya anggapan bahwa para lansia tidak produktif lagi. Kenyataannya banyak para lansia yang mencapai kematangan, kemantapan, dan produktivitas mental maupun material.

Cara pencegahan :
Kita dapat menyediakan fasilitas yang dapat membantu lansia untuk mengasah kreatifitasnya agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat tanpa harus melakukan aktifitas yang berat. Misalnya, menyediakan mesin jahit untuk lansia yang bisa menjahit. Kita tetap bisa memperkerjakan lansia hanya saja dengan porsi yang lebih ringan.