Anda di halaman 1dari 21

Gizi Kerja _ Peningkatan Kinerja dengan Karbohidrat

Oleh: Dr. Diffah Hanim, MSi

I.PENDAHULUAN
a. Peningkatan performa /kinerja melalui modifikasi makanan telah menjadi perhatian bagi para pekerja sejak jaman dahulu. b. Partisipasi ILO/ Serikut buruh/pekerja dalam meningkatkan status gizi dan produktivitas kerja c. Walaupun gizi sudah optimal diberikan untuk setiap orang/hari namun belum memenuhi keterkaitan dengan ketahanan fisik dan performa pengaturan Karbohidrat

Kebutuhan gizi dari para pekerja akan tergantung kepada : a. usia, b. jenis kelamin, c. berat badan dan fisiologis tubuh (hamil, menyusui), d. lamanya, frekuensi dan durasi kegiatan pekerjaan e. kondisi lingkungan (terbuka/tertutup).
Perlu panduan makanan yang: a. Menu bervariasi (10 hari), b. mengandung jumlah karbohidrat yang cukup, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. c. Asupan karbohidrat dan konsentrasi glikogen berikutnya adalah faktor penentu dari kapasitas ketahanan fisik,

II. ENERGI DALAM PERFORMA PEKERJA


Kebutuhan Energi berbeda-beda menurut jenis pekerjaan. Kebutuhan energi setiap hari merupakan tingkat metabolisme istirahat (RMR), efek panas makanan, efek panas aktivitas, dan thermogenesis efektif. RMR bagi pekerja 75% dari kebutuhan energi harian

TOTAL PENGGUNAAN ENERGI


RMR : Resting Metabolic Rate / Tingkat Metabolisme Istirahat TEF : Thermic Effect of Feeding / Efek Panas Makanan TEA : Thermic Effect of Activity / Efek Panas Aktivitas AT : Adaptive Thermogenesis / Thermogenesis Efektif

Panas yang dihasilkan sebagai akibat dari energi yang digunakan untuk mencerna dan menyerap makanan disebut efek termik merupakan sebagian kecil dari kebutuhan energi harian. Efek termik makanan dalam penggunaan energi adalah thermogenesis adaptif sebagai perubahan panas yang diproduksi tanpa perubahan aktivitas fisik.

Komponen yang paling penting dari kebutuhan energi harian untuk pekerja adalah kebutuhan untuk aktivitas fisik.
Berlatih pada 30% VO2 max (asupan oksigen), pria yang memiliki berat badan 70-kg membakar 350 kcal/jam. Meningkatnya intensitas pekerjaan menjadi 80% VO2 max akan meningkatkan konsumsi energi menjadi sekitar 950 kcal/jam

ketahanan fisik pekerja yang sangat terlatih akan menggunakan oksigen rata-rata 80% VO2 max pada jarak 42 km butuh energi sebesar 0,95 kcal/kg/km, atau sejumlah 2793 kcal untuk pria yang berberat badan 70 kg. Penelitian yang mengkaji pengeluaran energi para pekerja kasar menunjukkan pemanfaatn energi antara 7000 -10.000 kcal/hari AKG dewasa perempuan =2100Kal dan laki-laki = 2300Kal

Cadangan Energi Dalam Tubuh


Cadangan energi dalam tubuh akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi (kalori) yang besar untuk kinerja pekerja. Rata-rata jumlah cadangan energi pria yang tidak gemuk dengan berat 70 km dinyatakan pada tabel slide berikut

Cadangan lemak tubuh memberikan jumlah energi terbesar yang tersedia (sekitar 80% ). Energi yang disimpan sebagai protein 40.000 kcal, tetapi pemanfaatannya terbatas. Kurang dari 10% total energi dalam bentuk karbohidrat disimpan sebagai glikogen dalam otot dan liver. Sirkulasi glukosa tersedia untuk memenuhi kebutuhan energi.

III. PEMANFAATAN SUMBER ENERGI


Pemanfaatan diukur dengan rasio pertukaran pernapasan (RER), rasio antara volume CO2 yang dikeluarkan dengan volume oksigen yang diserap oleh paru-paru per satuan waktu RER mendekati angka 1,0 mengindikasikan bahwa karbohidrat yang dikonsumsi. Lemak merupakan sumber bahan bakar utama, maka RER mendekati 0,7.

Bekerja yang berkepanjangan dengan intensitas sedang (<60% VO2 maks) menghasilkan peningkatan penyerapan dan pemanfaatan asam lemak oleh otot (sebesar 70%). Penyerapan asam lemak bebas (FFA) sebanding dengan kadar darah dan tingkat oksidasi asam lemak akan lebih baik pada pekerja Pada pekerja dengan intensitas sedang, asam amino dapat diserap dan dioksidasi oleh otot. Akan tetapi, sumbangannya terhadap kebutuhan energi kecil

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kerusakan glikogen otot. Glikogenolisis otot akan meningkat akibat dari penambahan serat. Meningkatnya sekresi adrenalin pada pekerja intensitas tinggi dapat merangsang pemanfaatan glikogen otot. Kapasitas oksidatif otot yang meningkat sebagai adaptasi terhadap jenis pekerjaan akan mengurangi glikogen.

IV. MANIPULASI MAKANAN CADANGAN DAN METABOLISME


Makanan tinggi karbohidrat (83%) rendah lemak (3%) atau makanan tinggi lemak (94%) rendah karbohidrat (4%) terhadap ketahanan fisik pekerja karbohidrat memberikan sumbangan yang lebih tinggi sebagai sumber energi dibanding pekerja yg mengkonsumsi tinggi lemak

ketahanan selama berolahraga terkait dengan penyerapan karbohidrat awal merangsang penelitian tentang sumbangan dari karbohidrat makanan terhadap cadangan glikogen otot dan efeknya terhadap ketahanan. ketahanan sebanding dengan tingkat cadangan glikogen otot pra-olahraga, dan bahwa kehabisan glikogen otot terkorelasi dengan kelelahan

Cadangan glikogen otot yang habis karena olahraga dapat dikembalikan ke tingkat sebelum olahraga dalam waktu 24 jam dengan mengkonsumsi makanan yang hampir semata-mata mengandung karbohidrat. Konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi akan dengan cepat menggantikan cadangan otot yang habis karena olahraga, sedangkan makanan protein dan lemak hanya perlahan-lahan meningkatkan resintesa glikogen. Hultman melaporkan bahwa pengisian ulang cadangan otot yang habis selama berolahraga dapat memakan waktu lebih dari satu minggu dengan makanan yang kaya akan protein dan lemak.

Pencernaan karbohidrat sebelum dan pada saat bekerja dapat memiliki efek yang medalam terhadap performa
pencernaan memuat 75g glukosa 45 menit sebelum bekerja mengakibatkan naiknya kadar glukosa darah dan hiperinsulinemia pada permulaan aktivitas Hasil ini mengganggu mobilisasi FFA dan peningkatan pemanfaatan karbohidrat untuk energi. Akibatnya, hipoglikemia dan meningkatnya tingkat pemanfaatan glikogen berkembang, yang mengakibatkan semakin cepatnya terjadi kelelahan.

Makanan tinggi kabohidrat harus dikonsumsi 3 sampai 4 jam sebelum bekerja sehingga plasma insulin dan glukosa memiliki waktu yang cukup untuk kembali ke lever. Pemberian karbohidrat selama bekerja meningkatkan konsentrasi gula darah dan mencegah penurunan plasma insulin. Glukosa darah yang tinggi karena pemberian karbohdirat selama bekerja pada 70 sampai 80% VO2 maks, menunda kelelahan dengan memperlambat kehabisan glikogen otot melalui peningkatan pemanfaatan glukosa darah.

RINGKASAN KULIAH KARBOHIDRAT


Interelasi zat gizi dapat digunakan untuk memaksimalisir potensi pekerja Pemberian ulang glikogen dapat meningkatkan cadangan glikogen cepat kelelahan, Konsumsi karbohidrat selama bekerja mempertahankan kadar glukosa sebagai sumber energi Karbohidrat sederhana akan mengisi kembali cadangan glikogen otot setara dalam waktu 24 jam, Karbohidrat kompleks lebih efektif dalam 48 jam