Anda di halaman 1dari 15

SERI PANDUAN USAIIA

:r .

t: -;1.

,:: ,

,..'

Proyek Sistem lnforrnasi lptek Nasiona! Guna Menunjang Pembangunan


Pusat Dokumentasl dan lnformasi llmiah Lembaga llmu Pengetahuan Indonesla

Jakafta, 1 999/2000

SERI PANDUAN USAHA YANG TERSEDIA:

1. Genteng sabut kelapa

2. Tepung cacing 3. Patigarut 4. Minuman segarlidah buaya 5. Tepung tempe 6. Pupukbokashi 7. Papain 8. Bubukcabai 9. Budidaya jangkik
10. Budi daya ulat sutera 11. Budidaya murbei

Penyusun Pengumpul Bahan


Pengentri

Minta Rachmawati

Fransisca Sumiyati Nurhayati


Paijah

Penyunting Perwajahan/layout Rancangan cetak Rancangan sampul

Mursi Sutarti Andy Z/Siswanto U - Endang Ernawati - R. Siswanto Utomo Slamet Rianto

Dicetak oleh UPI Press. 2000

KATA PENGANTAR

Informasi mengenai teknologi sederhana yang langsung dapat diterapkan, saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Mempertimbangln kebutuhan terse;but PDII-LPI sebagai salah satu pusat informasi yang memiliki banyak informasi mengenai teknologi sederhana, tergerak unhrk menerbitkan panduan usaha berbagai produk.

Panduan usaha

ini dikemas berdasarkan informasi

yang

dikumpulkan dari berbagai literatur. Cakupan panduan meliputi bahan baku, peralatan, cara pembuatan/budi daya, perkiraan biaya yang diperlukan, dan keuntungan yang akan diperoleh.

Terbitan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan industri skala rumah tangga, industri kecil, dan
menengah. Penyusunan panduan ini dapat terlaksana dengan biaya Proyek
Sistem Informasi lptek Nasional Guna Menunjang Pembangunan, Thhun

Anggaran 1999/2000.

Jakart4 Desember 1999

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA

PENGANITAR

DAr|IAR

ISI.............

......................:..

PENDA}IULUAN

KEGIINAAN
PROSPEK BATIAN DAN ALAT CARA PENGC,LAHAN ................... ALI'R PROSES PEMBUATAN TEPI.'NG TEMPE

I
3

4
5 5

rualrsts'sroiliolvll................
DAFTAR

PUSTAKA LAIUPIRAI{

..

il

TEPT]NGTEMPE

PENDAHULUAN
Tempe merupakan bahan makanan tradisional khas Indonesia,

yang

sudah sangat populer di kalangan masyarakat Internasional.

Dibandiagkan dengan batran makanan lain sebagai sumber protein, harga

tempe tergolong lebih murah. dan proses pembuatannya sangat sederhana. Tempe diolatr melalui ?roses fermentasi atau pemeraman biji kedelai oleh jamur Rhizopus sp. Selain mempunyai rasa khas yang enak, tekstur tempe menyerupai daging dan nilai giznya cukup tinggr,
sehinggatidak diragukan lagi kemampuannya untuk memenuhi kebuurhan

gto dil, kesehatan.


Sebagai bahan makanan, saat ini tempe menjadi salah satu makanan alternatif yang sehat dan dapat mencegah penyakit. Namun tempe tidak tahan disimpan lama karena cepat busul ketalunannya hanya 2-3 hai, saja. Untuk mengatasinya, telah dikembangkan produk olahan tempe yang hingga kini belum banyak dikenal oleh masyarakat yaitu tepung tempe. Dilihat dari segi pemasariu\ tepung tempe relatif lebih praktis sedangkan dari segi diversifikasi produk, teprrng tempe lebih mudah diolah menjadi produk lain misalnya dengan cara menambahkan pada makanan lain tanpa mengurangi cita rasa makanan tersebut. Contoh hasil olahan yang menggunakan campuran tepung tempe antara lain: kue/roti kering, bahan baku minuman instan, dan makanan bayi (bubur bayt)

KEGUNAAN
Tepung ternpe dapat menjadi salah satu sumber protein utama bagi bayi dan anak-anak dalam masa pertumbuhan,yngdapat disajikan dalam bentuk bubur atau biskuit. Selama ini memang jarang sekali atau
bahkan belum pemah ada bayi makan tempe, hal tersebut bukan karena tidak suka, tetapi karena bentuknya yang sulit untuk dimakan.

Penelitian yang dilakukan oleh Prof M.P. Vaidehi dari India,


menyebutkan bahwa campuran tepung tempe dan biskuit untuk makanan

anak-anak usia

l-5 tahun (balita)

berguna untuk mempercepat

pertumbuhan dan menjaga kesehatan. Berdasarkan penelitian tersebut, pada pembuatan adonan bubur bubuk yang akan dicampur de,ngan biskuit, hanya diperlukan tepung tempe sebanyak l7-18 g. Adonan yang diperoleh akan tahan selama,3 bulan, bebas serangan kutu tepung dan lebih awet. Pemberian makanan bubur pada anak balita yang masih memerlukan protein dan energi cukup tinggi, perlu campuran 70 g bubur tepung tempe dan 30 g makanan tambatran lain. Pemberian makanan tersebut dilakukan 3 kali sehari selama 4 bulan dengan perhitungan I minggu = 7 hari. Apabila makanan tersebut diberikan selama 6 bulan berturut-turut. maka setiap minggu perlu diberi selang waktu I hari untuk makanan lain.

Komposisi kimia tepung tempe seperti yang terlihat pada tabel


berikut

Tabel

l.

Komposisi kimia tepung tempe


Berat/%olmg

Komposisi Protein

46,10/0 (bahan kering)


22,70h

Lemak Karbohidrat Kadar air


Serat makanan

rc,t%
4,loh
r,4yo

VtaminE
P

39,4m/t00 g
340,8 mgl100 g 149,0 mg/100 g 35,0 mgll00 g

Ca

Mg Na
Fe
Cu

7,5m9/1009

Zn
(Sumber: Mary Astuti, 1982)

l0,4mgll00g l,9mg/1009 1,3 mgll00g

PROSPEK
Krisis moneter yang berkepanjangan pada saat ini mengakibatkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan untuk membeli makanan yang bernilai gizi trnggi. Hal tersebut menyebabkan jumlah anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi semakin meningkat. Guna mengatasinya, salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak adalah dengan memanfaatkan tepung tempe. Bubur tepung tempe juga sangat baik untuk membantu mengatasi bayi yang menderita malnutrisi. Sebagai makanan pendamping ASI. tepung tempe perlu diperkenalkan pada masyarakat. Sampai saat ini produksi tepung tempe di pasaran belum ada, hal

tersebut merupakan peluang pasar yang masih terbuka untuk


dimanfaatkan.

BAHAN DAN ALAT


Bahan: Tempe murni dan segar

= l0 kg
3 buah

Pisau Dandang Nyrultampah Blender Termometer


Ayakan/saringan 30-80 Timbangan kue 2 Oven ukuran

Alat:

I buatr
2 buah

kg sedang Kantong Plastik ukuran I kg Cetak label/merek Stepler dan steples

mesh

I buah I buatr I buah I buatr I buah I kg


lOO0lembar

I buatr

4 1

Kegunaan serta tempat memperoleh bahan dan alat Bahan/alat


Tempe

I
i
I

Kegunaan
Bahan baku tepung
Pemotong

Ibmpatmemperoleh
Pasar tradisional Pasar tradisional Pasar tradisional

Pisau

Nyrn/tampah
Blender Dandang Ayakan/saringan Timbangankue Oven
Plastik LabeUmerek Termometer Stepler

Tempatpotongan tempe
Penghalus tempe

Blanchinglpngukuran
Penyaring
Penimbang

Toko alat mmafr tangga Toko alat rumahtangga

Tokoalatrumah tang5a Tokoalat rumahtangga


Toko alat rumahtangga Toko alat nrmahtangga Percetakan

Pengeringtempe
Kemasan tepung

Merekperusahaan

Mengatur suhu
Steples kemesnn

Tokoalatkimia
Toko alat tulis & buku

& Steples

CARA PENGOLAIIAITI:
I
2

Tempe diiris-iris/dipotong-potong dengan ketebalan 0,5 - I cm Kernudian dikul<us dalam uap air panas pada suhu 1050C * selama

l0menit
Kemudian ditiriskan unnrk mengurangi kadar aimya dan didingrnkan

pada suhu kamar


4
5

Selanjutnya dilakukan pengeringan dengan oven pengering atzu


dengan sinar matahari

Tempe kering kemudian di blender (dihancurkan menggunakan blender) Tepung yang dihasilkan kemudian diayak dengan ayakan benrJarran

30-80 mesh, dan pekerjaan tersebut diulang-ulang sampai


memperoleh tepung tempe yang homogen. Tepung tempe siap dikemas

ALUR PROSES PEMBUATAN TEPUNG TEMPE


Tempe seger

itiri skan pada nyinr/tampah

I
Dikeringkan dengan oven atau dijemur

Tepung tempe

ANALISIS EKONOMI
Analisis ekonomi untuk skala rumah tangga dihitung dalam produksi, dengan dasar perhitungan:

I bulan

+ *

Kapasitas produksi tepung tempe 96 kglbulan Hargajual tepungtempe Rp 15.000,-/kg

= 4kgllrri

Uraiannilai
Biaya modal tetap Biaya produksi/bulan Produksi teprrng tempe Harga Pokok Produksi GfP) Hargajual Keuntungan I bulan Break Even Point (BEP) Pay Out Time (POT)

Rp

365.000,-

Rp Rp Rp

Rp 1.150.793,4kghan;96 kg/bulan
11.987,-

15,000,-

2t9.207

24kg
1.5 bulan

Rincian perhitungan analisis ekonomi di atas dapat dilihat dalam


lampiran

DAFTAR PUSTAKA

l. 2. 3. 4.

Astuti, Mary
Tepuog tempe

Yogyakarta: Universitas Gadjatr Mada, 1982


M.P. Vaidehi; Soya-maize tempe biscuits and porridge mix for the growth and health of 0-5 year children. Bangalore : University of Agricu ltural Sciences, 1 99 6 . 3 82 -3 90

Rachmawati, Minta
Tepung tempe, makanan pendamping ASI Gelanggang Rakyat, Jum'at Pon, 2l Agustus 1998

SII027l-80

LAMPIRAN RINCIAN PERHITUNGAN ANALISIS EKONOMI (Skata


Rumah Tangga)
F
iI

Dasar Perhitungan:

,
I

* * * * + A.

Bahan baku: tempe segar l0 kg/han Kapasitas produksi 4 kg tepung tempe/hari

I bulan= 24haikerJa
Kadar air tempe segar maksimal: 65
(Sumber: SII027l-80)
o/o

Harga tempe segar Rp 5.000,-/kg (Sumber: Pasar tradisional. I 999)

Produksi

Produksi tepung tempe

4kg x --hari

24han

=
bulan

96 kg/bulan

(Dianggap kadar air tempe 60%obent)

Tenrpe segar yang

diperlukan E

l0

96 kglbulan

240 kglbulan atau

l0 kg/han

r
I I I
a

B.

Perhitungan modal tctap


Junlah
llnrr
oloti Penyusutan/bln

i
I

Hlrgr
(Rp)
Pisau 3 buafr @ Rp 5000,Dandang I buah Nyrru/tampah 3 buah @ Rp 5.000,Blender l buah Termometer I buah Saringian 30-80 mesh 2 buah

(tahm)

(&)
4n
1.389

i
x

i!
I

t5.m
50.0m
15.0m

J J

t,
t..

2
J J J

a5
4.167

t: t'

t50.m0
15.0m

l,

I'

4t1
556
833 1.389

lr tt,

@Rp 10.m0,-

20.m
50.000

Timbangankue2kg = I buah Oven ukuran sedang I buah JT]MIAH


Catatan: Perhitungan tahun I 999

5
J

50.0m 365.m0

9.793

C.

Perhitungan biaya produksi/bulan (produksi 96 kg)


Tempe segar 240 kg @ np

4.000,- : Rp 960.000,Kantongplastikukuran I kg jumlah l kg = Rp 10.000,Cetak label/merek 100 lembar = Rp 5.000,Stepler dan steples = Rp 10.000,, Penyusutan alat = Rp 9.793,Sewa tempat = Rp 50.000,Biaya tnnaga kerja I orang = Rp 100.000,Bunga investasi 20% = Rp 6.000,JUMLAH
Rp 1.150.793,-

D.

Harga pokok produksi (HPP) dan Harga jual


HPP merupakan biaya produksi yang berhubungan dengan proses pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi dibagi unit yang dihasilkan

Rp 1.1s0.793,-

HPP =
96

Rp 11.987.-

Keuntungan dihitung 25 Yodai HPP, diperoleh: 25 %XRp 11.987,- = Rp 2.997,Harga

jual

Rp I1.987,-/kg + Rp 2.997 ,-

: Rp

Rp

14.984,15.000,-

E.

Perhitungan keuntungan

Penjualan

96

kg x

Rp 15.000,-

Rp 1.440.000,Rp 1.I50.793,-

Biaya Produksi

Rp
Keuntungan dalam I bulan produksi

289.207,289.207,-

= Rp

F.

Break Even Point (BEP)


BEP merupakantitik impas, dimanatotal biaya sama dengantotal penghasilan. Dengan demikian, pada titik impas tidak ada laba maupun rugi yang diterima oleh perusahaan.

Modal tetap BEPproduksi---: Harga jual

Rp 365.000,-

=24k9
Rp 15.000,-

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa


memproduksi tepung tempe akan mencapai titik impas pada tingkat penjualan 24kgdenganharga Rp 15 000,-/kg Keuntungan akan diperoleh bila dapat melampaui jumlah penjualan tersebut.

G.

Analisis waktu pengembalian modal (Pay Out Time)


Modal
Pay Out

tetap + Laba *)
Keuntungan

Rp 365.000+0

Time

Rp
= 126

289.207

*) padatitik impas,

laba:0

Jadi minimum waktu pengembalian modal 1,5 bulan

l0

TERSEDIA
Eq Seri lnfo Teknologi Tepat Guna
Berisi daftartulisan mengenai teknologi sederhana dalam berbagai bidang usaha yang dikumpulkan dari majalah, buku, kliping koran, standar, dan paten. Contoh: Ayam Buns, Cabai, Lele, Pakan Temak, Tepung lkan.

Paket lnformasi Teknologi Tepat Guna


Disajikan dalam bentuk kumpulan informasi yang dipilih dari laporan penelitian, artikel, majalah, makalah, buku, standar, dan paten. Contoh: HasilOlahan Aren, BudiDaya Bekicot, Deterien, Etanol dari Tapioka, Karbon Aktif dai Tempurung Kelapa, Makanan Temak dari Pucuk Tebu, Kelapa Sawit, Nata De Coco, Minyak Nilam, Pengolahan Coklat, dan lain-lain.

Topik/judul yang lain dnpat dipesan

seswi dengan kebutuhan anda.


INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI:
Pusat Dokumentasi dan lnformasi llmiah Lembaga llmu Pengetahuan lndonesia Jl. Jenderal Gatot Subroto 10, Jakarta 12190 P.O. Box 4298, Jakara'12O42 Telp. (021) - 5733465,52s0719 Fax. (021) -5733467

E-mail: info@pdii.lipi.go.id
Situs web PDI l-Ll Pl

http://www.pdii.lipi.go.id