Anda di halaman 1dari 30

LIMBAH BAHAN BERBAHAYA BERACUN ( LIMBAH B3 ) KD IV TATAP MUKA I Limbah B3 merupakan ancaman bagi kesehatan dan lingkungan Sehingga

memerlukan penanganan dan teknik khusus untuk mengurangi atau menghilangkan bahayanya. Limbah B3 ini tidak dapat dikelola seperti mengelola sampah kota yang biasanya menggunakan kendaraan sampah, tempat pembuangan akhir atau pembakaran dengan alat pembakar sampah kota hal ini disebabkan: -Limbah B3 mengandung zat beracun yang apabila tercuci oleh air dapat mencemarkan air permukaan dan air tanah di sekitar tempat penanamannya yang akibatnya dapat menimbulkan penyakit dan dan dapat meracuni masyarakat yang menggunakan air tersebut.

- Limbah B3 dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan baik dalam pengangkutan limbah maupun di lokasi pembuangan akhir. - Limbah B3 dapat membakar kulit jika tidak ditangani dengan hatihati dan aman. - Limbah B3 dapat menghasilkan gas beracun yang dapat terhirup oleh masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi pembuangan akhir. - Limbah B3 dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan antara petugas dan masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Limbah B3 di difinisikan sebagai suatu limbah yang mempunnyai satu atau lebih sifat-sifat sebagai berikut : -Mudah meledak (explosive) - Mudah terbakar (flammable) - Menimbulkan korosi (korosif) - Pengoksidasi (oxidizers) - Menimbulkan penyakit (infections) - Beracun (Toxic)

Limbah Mudah Meledak (Eksplosive waste) Limbah ini berbahaya selama penangannya, baik pada saat pengangkutannya maupun saat pembuangannya, karena limbah jenis ini dapat menimbulkan reaksi hebat dan dapat melukai manusia serta dapat merusak lingkungan. Limbah mudah meledak dapat didefinisikan sebagai : Limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan cepat, suhu dan tekanan yang tinggi mampu merusak lingkungan sekitarnya. Contoh : a. Limbah dari pabrik yang menghasilkan bahan eksplosif b. Limbah kimia khusus dari laboratorium seperti asam piktrat (picric acid) Limbah Mudah Menyala/Terbakar (Flammable waste) Limbah ini berbahaya apabila terjadi kontak dengan buangan (gas) yang panas dari kendaraan, rokok, atau sumber api ain karena dapat menimbulkan kebakaran yang tidak terkendalikan baik di dalam kendaraan pengangkut maupun di lokasi penanaman limbah (landfill)

Limbah mudah menyala/terbakar ini didefinisikan sebagai : Limbah yang apabila didekatkan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala/terbakar dan apabila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu yang lama. Contoh umum dari limbah ini adalah : Pelarut seperti benzena, toluen atau aseton. Limbah-limbah ini berasal dari pabrik cat, pabrik tinta, dan kegiatan lain yang menggunakan pelarut tersebut; antara lain pembersihan metal dari lemak/minyak, serta laboratorium kimia. Limbah yang Menimbulkan Korosi/Karat (Corrosive waste) Limbah jenis ini berbahaya karena dapat melukai, membakar kulit dan mata terutama pekerja di lokasi pengolahan limbah atau dapat terlepas dari drum berkarat yang berisi limbah jenis ini. Limbah yang menimbulkan korosi/karat didefinikan sebagai : Sebagai limbah yang dalam kondisi asam atau basa (pH lebih kecil dari 2 atau pH lebih besar dari 12,5) dapat menyebabkan terbakar pada kulit atau dapat mengkaratkan baja.

Contoh : a. Sisa-sisa asam cuka, asam sulfat yang biasa digunakan dalam pembuatan baja terutama untuk membersihkan kerak dan karat. Sisa-sisa asam ini memerlukan tempat pembuangan. b. Limbah pembersih yang bersifat basa (alkaline), limbah ini dihasilkan dari kegiatan pembersihan seperti sodium hidroksida yang digunakan untuk membersihkan produk metal yang akan dicat atau dilapisi bahan lain (electroplated) Limbah Pengoksidasi (Oxidizing Waste) Limbah ini berbahaya karena dapat menghasilkan oksigen sehingga dapat mengakibatkan kebakaran. Limbah pengoksidasi didefinisikan sebagai : a. Limbah yang dapat melepaskan oksigen b. Limbah peroksida (organik) yang tidak stabil dalam keadaan suhu tinggi.

Contoh : Zat-zat kimia tertentu yang digunakan di laboratorium seperti magnesium, perklorat dan metil etil keton peroksida. Limbah yang dapat menimbulkan penyakit (Infection waste) Limbah ini berbahaya karena mengandung kuman penyakit seperti Hepatitis dan Kolera yang ditularkan pada pekerja, pembersih jalan,, dan masyarakat di sekitar lokasi pembuangan limbah. Limbah ini didefinisikan sebagai : Bagian tubuh manusia, cairan dari tubuh orang yang terkena infeksi dan limbah dari laboratorium yang terinfeksi kuman penyakit yang dapat menular. Contoh limbah jenis ini : a. Bagian tubuh manusia seperti anggota badan yang diamputasi dan organ tubuh manusia yang dibuang dari rumah sakit/klinik. b. Cairan tubuh manusia seperti darah dari rumah sakit/klinik.

c. Bangkai hewan yang ditemukan (dinyatakan resmi) terinfeksi) d. Darah dan jaringan sebagai contoh dari laboratorium. Limbah Beracun (toxic waste) Limbah ini berbahaya karena mengandung zat pencemar kimia yang beracun bagi manusia dan lingkungan. Pencemar beracun ini dapat tercuci dan masuk kedalam air tanah sehingga dapat mencemari sumur penduduk di sekitarnya dan berbahaya bagi penduduk yang menggunakan air tersebut. Selain itu, debu dari limbah ini dapat dihirup oleh para petugas dan masyarakat di sekitar lokasi limbah. Limbah beracun juga dapat terserap ke dalam tubuh pekerja melalui kulit. Limbah beracun ini biasanya didefinisikan sebagai : Senyawa kimia yang beracun bagi manusia atau lingkungan hidup, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

Contoh limbah beracun : a. Pestisida, sebagian besar pestisida yang sudah tidak diijinkan untuk digunakan bersifat beracun seperti DDT, Aldrin, dan Parathion. b. Bahan farmasi, sebagian bahan-bahan farmasi yang sudah tidak memenuhi spesifikasi atau tidak terpakai dapat bersifat beracun seperti obat anti kanker atau narkotika. c. Pelarut halogen, pelarut seperti Perchloroethylene dan Methylene Chloride yang digunakan untuk pembersihan lemak dan kegiatan lain. d. Sludge/lumpur dari pengolahan limbah cair kegiatan electro plating dan sludge/lumpur dari pengolahan air limbah dari kegiatan yang menggunakan logam berat dan Sianida.

Penghasil, Pengangkut, dan Penerima Limbah B3. Limbah B3 dihasilkan oleh berbagai kegiatan seperti industri, pertambangan , pertanian, kehutanan, dan sektor lainnya. Penghasil Limbah B3 ini disebut Generator. Penghasil limbah B3 antara lain kegiatan pengilangan minyak bumi, pemrosesan akhir logam, pempembuatan pestisida dan formulasi bahan farmasi. Penghasil limbah B3 bertanggung jawab pengelolaan limbah limbah yang dihasilkannya dengan aman. Tanggung jawab ini dimulai Sejak proses awal penggunaan B3 sampai menghasilkan limbah B3 dan membuangnya secara aman dengan menanam (landfill) , membakar atau sarana lain. Secara rinci , tanggung jawab penghasil limbah ini meliputi: a. Menganalisis dan mengevaluasi limbah yang dihasilkan b. Memperoleh izin pendaftaran khusus (lisensi) dari Gubernur

c. Mengepak dan memberi label d. Melakukan pencatatan terhadap terhadap limbah yang telah dihasilkan , disimpan dan dibuang. e. Mengirimkan limbah ke sarana Pusat Pengolahan yang resmi dengan pengangkutan yang aman atau menyimpan limbah B3 dilokasinya sendiri yang aman. f. Melakukan pengawasan terhadap limbah B3 yang disimpan dilokasinya sendiri. g. Melaporkan lepada gubernur mengenai pengolahan limbah B3 nya setiap tahun. Limbah B3 seringkali harus diangkut ke tempat sarana penyimpanan pengolahan dan pembuangan dari penghasil limbah B3. Pelaksana atau penanggung jawab kendaraan pengangkutlimbah B3 Ini disebut TRANSPORTERS.

Transporter bertanggung jawab: a. Mengangkut limbah B3 hanya dari penghasil limbah yang telah terdaftar khusus ( memiliki lisensi sebagai generator. b. Mengangkut limbah B3 secara aman menuju ke lokasi sarana pengolahan limbah B3 yang terdaftar khusus (mempunyai lisensi) sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh penghasil limbah B3. C Melakukan perawatan dan pemeliharaan kendaraan pengangkut limbah agar kondisinya tetap baik. d. Mengadakan pelatihan terhadap pengemudi. Limbah B3 seringkai dikelola di lokasi sarana pengelolaan limbah B3 yang bukan milik penghasil limbah B3 sendiri. Pengelola sarana ini disebut RECEIVER. Receiver biasanya menyediakan dan mengoperasikan sarana daur ulang limbah B3, pengelolaan limbah B3 secara fisik-kimia, penanaman (landfill), lokasi penyimpanan dan sarana pembakaran (incirerator).

Receiver bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah B3 sejak diterima dan melaksanakan kegiatan pengolahan limbah sampai kegiatan tersebut habis izin operasionalnya. Tanggung jawab receiver adalah : a. Memperoleh ijin untuk melakukan kegiatan mengelola limbah B3 dari Gubernur b. Menerima limbah B3 hanya dari penghasil limbah yang terdaftar (memiliki lisensi) c. Membuat perencanaan, membangun dan mengoperasikan serta menghentikan kegiatan pengelolaan limbah B3 secara aman berdasarkan pedoman dan standar yang ditetapkan pemerintah untuk memperkecil dampaknya terhadap lingkungan. d. Melakukan pengawasan kegiatannya untuk memastikan tidak terjadi dampak yang penting terhadap lingkungan. e. Mempersiapkan dana yang cukup untuk membiayai penanganan keadaan darurat, membersihkan lokasi dan penutupan kegiatan. f. Mengadakan pelatihan bagi petugasnya.

Sistem Pengelolaan Limbah B3 Sistem pengelolaan limbah B3 terdiri dari beberapa komponen kegiatan yang menunjang penanganan dan pembuangan limbah B3 secara aman. Komponen kegiatan ini meliputi : penyimpanan, pengangkutan, pengolahan fisik-kimia, pendaur ulangan, pembakaran (incinerator), pemadatan (solidifikasi), dan pemantapan ikatan (stabilisasi) serta penanaman (landfill). Penyimpanan Penyimpanan merupakan kegiatan penampungan sementara limbah B3 sampai jumlahnya mencukui untuk diangkut atau diolah, hal ini dilakukan dengan pertimbahngan efisiensi dan ekonomis. Limbah B3 yang dapat disimpan meliputi semua tipe limbah B3 dalam drum di dalam gudang, limbah B3 cair dalam tangki penimbunan (bulk tank), limbah B3 dalam bentuk lumpur disimpan dalam bak yang dasarnya dilapisi.

Pengangkutan Kendaraan yang digunakan mengangkut limbah B3 dari penghasil ke penerima umumnya berupa truk, namun kadang-kadang juga kereta (api) atau kapal antar pulau. Pengangkutannya biasanya dengan mengemas limbah B3 dalam kontainer, antara lain drum berkapasitas 200 liter, drum berlapis atau kontainer pastik, bahkan untuk limbah B3 cair dalam jumlah besar digunakan tanker seperti tanker minyak. Sedangkan untuk limbah B3 padat digunakan kotak metal (lugger bax). Oleh karena sifat limbah B3 yang sangat bahaya maka pengangkutannya harus extra hati-hati karena : -Mudah meledak -Mudah terbakar -Sangat beracun - Korrosif - pengoksidasi

Definisi : 1. Penghasil limbah B3 adalah badan usaha yang menghasilkan limbah B3 dan menyimpan sementara limbah tersebut di dalam lokasi kegiatannya sebelum limbah B3 tersebut diserahkan kepada pengumpul atau pengolah limbah B3. 2. Pemanfaat limbah B3 adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pemanfaatan atas limbah B3. 3. Pengumpul limbah B3 adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengumpulan limbah B3 dari penghasil dan pemanfaat limbah B3 dengan maksud menyimpan sementara sebelum diberikan kepada pengolah limbah B3. 4. Pengolah limbah B3 adalah badan usaha yang mengoperasikan sarana pengolahan limbah B3 termasuk penimbunan akhir hasil pengolahannya, 5. Pengangkut limbah B3 adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengangkutan limbah B3.

6. Pemanfaatan limbah B3 adalah suatu proses, daur ulang dan/atau perolehan kembali dan/atau penggunaan kembali, yang mengubah limbah B3 menjadi suatu produk yang mempunyai nilai ekonomis. 7. Pengolahan limbah B3 adalah proses untuh mengubah karakteristik dan komposisi limbah B3 menjadi tidak berbahaya dan/atau tidak beracun. 8. Pengangkutan limbah B3 adalah suatu proses pemindahan limbah B3 dari menghasil ke pemanfaat dan/atau ke pengumpul dan/atau ke pengolah limbah B3 termasuk ke tempat penimbunan akhir dengan menggunakan alat pengangkut.

LIMBAH B3 KD IV TATAP MUKA II Pemerintah melakukan pengawasan terhadap limbah B3 dan perpindahannya . Oleh karena itu setiap penimbunan limbah B3 dari suatu tempat ke tempat lain harus dilengkapi dengan Dokumen limbah B3. Dokumen limbah B3 yang berisi 7 lembar terdiri dari 3 bagian: Bagian 1 : Harus diisi dan ditanda tangani oleh pengirim (penghasil pengumpul). Bagian 2 : Harus diisi dan ditanda tangani oleh pengangkut Bagian 3 : Harus diisi dan ditanda tangani oleh penerima (pengumpul, pengolah limbah, pemanfaat limbah). Bagian 1 : Pengirim limbah menandatangani dokumen untuk menyatakan bahwa pengirim telah memindahkan limbah kesuatu tujuan dengan menggunakan jasa pengangkut limbah yang sudah ditunjuk. Dokumen ini akan disimpan oleh pengangkut.

Bagian 2 : Pengangkut limbah menandatangani dokumen untuk menyatakan bahwa pengangkut telah mengambil limbah dari pengirim untuk dikirimkan kepada tujuan yang diminta. Dokumen ini dikirimkan ke BAPEDAL dari pengirim. Bagian 3 : Penerima limbah B3 menandatangani dokumen untuk menyatakan bahwa penerima telah menerima limbah dari pengirim yang menggunakan jasa pengangkut limbah yang telah ditunjuk. Dokumen ini diberikan kepada penerima, BAPEDAL, Gubernur KDH tingkat I, pengirim limbah.

Dokumen Limbah B3 Rangkap 7 Pengangkut limbah

Pengirim -Penghasil Limbah - Pengumpul Limbah


1. 2. 3. 4.

Penerima - Pengolah limbah - Pengumpul limbah - Pemanfaat limbah Lembar 1 ditandatangani pengirim dan disimpan pengangkut limbah (warna putih) Lembar 2 ditandatangani pengangkut limbah, dikirim ke BAPEDAL (warna kuning) Lembar 3 (seperti no.2) disimpan pengirim (warna hijau) Lembar 4 ditandatangani penerima, disimpan penerima limbah (warna merah)

5. Lembar 5 (seperti no.4) dikirim ke BAPEDAL (warna biru) 6. Lembar 6 (seperti no.4) dikirim ke Gubernur KDH Tingkat I (warna krem) 7. Lembar 7 (seperti no.4) dikirim ke pengirim limbah (warna ungu) Cara Pengisian Dokumen Limbah B3 a. Dokumen Limbah B3 harus diisi dengan huruf cetak dan jelas b. Nomor 1 sampai dengan nomor 12 diisi oleh penghasil atau pengumpul limbah B3 yang mengrimkan limbah B3 ketujuan yaitu dari penghasil ke pengumpul atau ke pemanfaat atau pengolah, dan/atau dari pengumpul ke pemanfaat dan/atau ke pengolah (disesuaikan dengan kepentingannya) 1. Nama dan alamat perusahaan : Nama dan alamat jelas penghasil/pengumpul perusahaan penghasil/pengumpul limbah B3 yang mengirim limbah B3.

2. Nama dan alamat perusahaan bila : Alamat jelas lokasi pemuatan berbeda dengan alamat perusahaan limbah B3 3. Nomor penghasil : Nomor yang diberikan BAPEDAL kepada penghasil/pengumpul ketika melakukan pelaporan 4A. Jenis limbah B3 : Keterangan jenis limbah B3 seperti bentuk padat/zat/cair. 4B. Nama teknik bila ada : Sebutkan bila terdapat nama teknik limbah yang diangkut 4C. Karakteristik limbah : Karakteristik/sifat limbah seperti mudah meledak, mudah terbakar, reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, korosif, dan limbah lain. 4D. Kode limbah B3 : Kode limbah B3 pada daftar limbah B3 yang dapat pada lampiran 1,2,3 PP 19 Tahun 1994 4E. Kode UN/NA : Nomor kode limbah yang dikeluarkan PBB 4F. Kelompok kemasan : Kemasan yang digunakan misalnya drum/ kontainer.

4G. Satuan ukuran : Jumlah dan satuan ukuran per kemasan 4H. Jumlah total kemasan : Jumlah total kemasan dalam satu dokumen limbah 4I . Nomor serta jenis kontainer yang digunakan 5. - Keterangan tambahan bila limbah B3 yang diangkut tersebut terdapat dalam kode limbah misalnya D 221 slugedll. -Tidak tercantum dalam kode limbah - Mengangkut lebih dari satu kode limbah 6. Instruksi penanganan khusus : Instruksi penanganan khusus bila dan keterangan tambahan keadaan darurat yang sesuai dengan nomor pedoman penanganan kecelakaan. 7. Nomor telepon yang dapat : Nomor telepon yang harus di hudihubungi dalam keadaan bungi bila terjadi keadaan darurat darurat.

8. Tujuan pengangkutan

9. Nama

10. Tandatangan

11. Jabatan

: Tujuan pengangkutan ke pengumpul atau kemanfaatan ke pengolah , coret yang tidak perlu. : Nama penandatangan dukumen limbah B3 adalah petugas yang ditunjuk oleh penghasil atau pengumpul yang mengirim limbah B3. : Tanda tangan dari petugas yang ditun juk oleh penghasil atau pengumpul yang mengirim limbah B3. : jabatan penandatanganan di peruhaan penghasil atau pengumpul yang mengirim limbah B3.

12. Tanggal : Tanggal pengiriman limbah B3 Nomor 13 sp dengan 23 terdiri dari 3 bagian yang sama (A, B , C) untuk diisi oleh pengangkut jika pengangkutan limbah B3 berpindah alat angkut atau berpindah perusahaan pengangkut. Dengan ketentuan sebagai berikut: -Huruf A diisi oleh pengangkut (I) - Huruf B diisi oleh pengangkut (II) - Huruf C diisi oleh pengangkut (III). 13. Nama dan alamat perusahaan : Nama dan alamat lengkap pepengangkut limbah B3 ngangkut limbah B3. 14. Nomor telepon : Nomor telepon beserta kode : perusahaan pengangkut limbah B3. 15. Nomor fax : Nomor facsimile beserta kode area perusahaan pengangkut limbah B3.

16. Nomor pendaf taran : Nomor yg diberikan Bapedal saat perusahaan Bapedal pengangkut meminta rekomendasi 17. Identitas kendaraan : Nomor polisi kendaraan atau nama kapal/ kereta/pesawat yang mengangkut limbah B3. 18. Nama : Nama jelas penanggungjawab dari perusahaan yang menandatangani dokumen limbah B3. 19. Tandatangan : Tandatangan penanggungjawab dari perusahaan pengangkut limbah B3. 20. Jabatan : Jabatan di perusahaan pengangkut dari penanggung jawab yang menandatangani dokumen limbah B3. 21. Tanggal pengangkutan : Tanggal saat diangkutnya limbah B3. 22. Tanggal tanda tangan : Tanggal saat dokumen limbah B3 ditandatangan

Nomor 23 sampai dengan nomor 26 disi oleh pengumpul/ pengangkut/ pemanfaat yang menerima limbah B3. 23. Nama dan alamat perusahaan : Nama dan alamat lengkap perusahapengolah/pengumpul an pengumpul atau pengolah yang limbah B3 akan menerima limbah B3. 24. Nomor telepon : Nomor telepon beserta kode area perusahaan pengumpul/pemanfaat/pengolah yang menerima limbah B3. 25. Nomor fax : Nomor fax beserta kode area perusahaan pengumpul/pengolah yang menerima limbah B3. 26. Nomor : Nomor pendaftaraan yang diberikan bapedal saat perusahaan pengumpul/ pemanfaat/penghasil/pengolah limbah B3.

Nomor 31 sampai dengan nomor 36 diisi setelah limbah dianalis oleh pengumpul/pengolah/pemanfaat, bila limbah B3 yang disebutkan tidak sesuai atau tidak memenuhi syarat selanjutnya akan dikembalikan kepada perusahaan penghasil limbah B3. 31. Jenis limbah B3 : Keterangan jenis limbah B3 seperti padat/cair/gas, organik/anorganik, dll. 32. Jumlah : Jumlah total kemasan dalam satu dokumen limbah B3 yang ditolak. 33. Nomor pendafta- : Nomor yang diberikan Bapedal kepada penghasil ran Bapedal ketika melakukan pelaporan (lihat nomor 3) 34. Alasan penolakan : Alasan penolakan misalnya komposisi limbah B3 atau karakteristik yang tidak sesuai dgn contoh. 35. Tandatangan : Tandatangan penanggungjawab di perusahaan pengumpul/pengolah/pemanfaat limbah B3.

SIMBOL DAN LABEL LIMBAH B3 Simbol dan label B3 menunjukkan karasteristik dan jenis limbah. Simbol dan label yang terpasang pada kemasan, gudang dan kendaraan pembawa limbah akan membuat orang-orang disekitarnya mengetahui akan adanya limbah B3 . Kemudian mereka dapat mengetahui dampak apa yang akan yang akan terjadi jika limbah tersebut lepas dari tempatnya. Suatu limbah B3 dapat mempunyai beberapa karakteristik , maka Karakteristik yang menonjol yang akan dipakai. Tetapi jika beberapa Karasteristik menunjukan kekuatan yang sama, maka limbah B3 tersebut diberi simbol dan label campuran. Supaya simbol mudah dilihat , maka ukuran simbol terkecil yang dipasang pada kemasan mempunyai ukuran 10 cm X 10 cm , sedangkan pada kendaraan pengangkut limbah b3 dan gudang tempat penyimpanan/ berukuran 25cm x25cm atau lebih besar.

Disamping itu warna simbol yang dipasang pada kendaraan pengangkut limbah B3, diberi cat berpendar (fluorescence). Simbol harus dibuat dari bahan yang tahan terhadap goresan dan tahan terhadap bahan kimia yang kemungkinan akan mengenainya. Simbol dan label untuk macam-macam limbah B3 dapat dilihat pada foto kopian berikut: