Anda di halaman 1dari 4

Pendahuluan:

Biodiesel adalah bahan bakar untuk mesin diesel atau solar berbahan baku lemak hewani atau nabati yang mengandung gugus alkil ester rantai panjang. Sifat kimia biodiesel yang dihasilkan sangat bergantung pada asal bahan bakunya. Sehingga perbedaa bahan baku akan menghasilkan sifat biodiesel yang berbeda pula. Hal ini sangat berbeda dengan bioetanol yang kandungannya seragam apapun bahan bakunya. Kromatografi gas adalah suatu metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan distribusi komponen-komponen campuran diantara dua fase; diam dan gerak. Kromatografi gas merupakan metode yang dinamis untuk pemisahan senyawa-senyawa organic dalam suatu campuran. Sampel yang mudah menguap (dan stabil terhadap panas) akan bermigrasi melalui kolom yang mengandung fase diam dengan suatu kecepatan yang tergantung pada rasio distribusinya. Pada kromatografi gas, fase diam selalu ditempatkan ke dalam sebuah kolom. Fase diam ini berupa sebuah padatan (Kromatografi Gas Padat) atau berupa cairan yang ditopang oleh butir-butir halus bahan padat pendukung (Kromatografi Gas-Cair). Cara penyerapan komponen pada kromatografi gas padat merupakan proses adsorpsi sedangkan pada kromatografi cair-gas dinamakan kromatografi partisi. Analisis yang dapat digunakan pada kromatografi gas adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan membandingkan waktu retensi zat baku pembanding (standar) pada kondisi analisis yang sama. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan cara perhitungan relative dari tinggi atau luas puncak kromatogram. Umumnya kromatografi seperti adsorpsi, partisi, dan penukar ion adalah contoh dari kromatografi kolom. Pada metode kromatografi cair kinerja tinggi atau high performance liquid chromatography (HLPC) digunakan berbagai kolom tabung gelas dengan berbagai macam diameter. Partikel dengan dimensi yang bervariasi digunakan sebagai penunjang stationer. Bila dibandingkan dengan kromatografi gas cair, HLPC lebih bermanfaat untuk isolasi zat yang tidak mudah menguap, dan zat yang secara termal stabil. Spectrometer massa adalah suatu instrument yang dapat menyeleksi molekulmolekul gas bermuatan yang berdasarkan massa atau beratnya. Umumnya spectrum massa diperoleh dengan mengubah senyawa suatu sampel menjadi ion-ion yang bergerak cepat yang dipisahkan berdasarkan perbandingan massa terhadap muatan. Selain untuk penentuan struktur molekul, spectrum massa dipakai untuk penentuan analisis kuantitatif. Biasanya molekul akan ditembaki dengan berkas electron yang menghasilkan suatu ion atau fragmen ionic. Fragmen-fragmen bermuatan ini dapat dipisahkan menurut massanya.

Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk meneliti kandungan komponen asam lemak dalam minyak bahan baku biodiesel adalah metode analisis kromatografi gas. Penggunaan Kromatografi Gas dapat dipadukan dengan Spektroskopi Massa (Mass Spectroscopy). Paduan keduanya dapat menghasilkan data yang lebih akurat dalam pengidentifikasian senyawa yang dilengkapi dengan struktur molekulnya.
Tugas 2:

Bagaimana Metode GC/MS dan HLPC untuk penentuan konsenterasi komponen asamasam lemak dalam biodiesel tersebut? Enam isu penting apa saja yang akan dibahas oleh Budi dan Mega? 1. Instrumentasi Kromatografi Gas

Gambar 1. Instrumen KG

Tabel 1. Instrumen KG

No. Nama Instrumen 1. Gas Pembawa

Deskripsi Berupa tangki gas bertekanan tinggi sebahao sumber gas. Suatu pengatur tekanan digunakan untuk menjamin tekanan yang seragam sehingga laju aliran gas tetap. Gas yang biasa dipakai adalah hydrogen, argon, helium dan nitrogen. Gas pembawa harus inert, memiliki koefisien difusi sampel yang rendah, murni murah dan mudah didapat. Serta cocok untuk detector yang digunakan.

2.

Kolom

Terbuat dari logam atau gas yang berbentuk lurus, U, atau spiral dan terdiri dari kolom kemas dan kolom kapiler. Kolom kemas terdiri dari fase cair yang tersebar pada permukaan penyangga.

3.

Suhu

Diperlukan tiga pengendali suhu yang berlainan; suhu gerbangs suntik, suhu kolom dan suhu detector.

4.

detektor

Detector digunakan untuk memunculkan sinyal listrik hasil elusi gas pembawa dari kolom. Detector dibedakan menjadi detector destruksi dan nondestruktif. Pada detektor destruktif proses deteksi berkaitan dengan destruksi komponen tersebut di dalam detektor. Oleh sebab itu setelah melintasi detektor komponen sampel sudah tidak utuh lagi.

5.

Rekorder/perekam Kromatografi gas modern menggunakan computer yang dilengkapi dengan perangkat lunak untuk digitalisasi sinyal detektor, memfasilitasi pengaturan parameter instrument, menampilkan kromatogram, merekam data kalibrasi, retensi, serta penghitungan-penghitungan statistic dan menyimpan data parameter analisis senyawa tertentu.

2. Instrumentasi Spektroskopi Massa No. Nama Instrumen 1. Sumber ion Molekul yang melewati sumber ion akan diserang oleh electron dan kemudian dipecah menjadi ion-ion positif. Tahap ini sangat penting sebab partikel harus bermuatan sebelum melalui filter. 2. Filter Berupa rangkaian elektromagnetik yang menyaring ion berdasarkan perbedaan massa. Para ilmuwan memisahkan komponen-komponen massa untuk kemudian dipilih yang mana yang boleh melanjutkan dan mana yang tidak. Filter ini kemudian menyaring ion-ion dari sumber ion ke detektor. 3. Detektor Kehadiran ion dan electron yang dalam proses dihasilkan dalam reaksi nyala mampu dideteksi. Hasil detektor akan direkam sebagai urutan puncak-puncak. Setiap puncak mewakili satu senyawa dala campuran dalam detektor. Deskripsi

Kedua alat tersebut dapat digunakan secara kombinasi supaya mendapatkan data yang akurat. Metode analisis Kromatografi gas dan Spektroskopi massa adalah dengan membaca

spektra yang terdapat pada kedua metode yang digabung tersebut. Pada spektra KG jika terdapat bahwa dari sampel mengandung banyak senyawa yang terlihat dari banyaknya puncak (peak) dalam spektra KG tersebut. Berdasarkan data, waktu retensi yang sudah diketahui dari literature bisa diketahui senyawa apa saja yang ada dalam sampel. Dalam hal ini asam lemak dapat diubah menjadi ester metilik melalui esterifikasi dengan BF3 dalam pelarut methanol. Alcohol, sterol dan senyawa hidroksi dapat diasetilasi, misalkan dengan asam asetat anhidrida dan piridin. Selanjutnya adalah dengan memasukkan senyawa yang diduga tersebut ke dalam instrumen spektroskopi massa. Hal ini dapat dilakukan karena salah satu kegunaan dari kromatografi gas adalah untuk memisahkan senyawa-senyawa dari suatu sampel. Setelah itu, didapat hasil dari spektra spektroskopi massa pada grafik yang berbeda. Informasi yang diperoleh dari kedua teknik ini yang digabung dalam instrumen KG/SM adalah tak lain hasil dari masing-masing spektra. Untuk spektra KG, informasi terpenting yang didapat adalah waktu retensi untuk tiap-tiap senyawa dalam sampel. Sedangkan untuk spektra SM, bisa diperoleh informasi mengenai massa molekul relatif dari senyawa sampel tersbut.

Kesimpulan: 1. Kromatografi gas dan spektroskopi massa dapat dikombinasikan untuk digunakan menganalisis suatu campuran. 2. Hasil berupa grafik yang didapat pada prinsipnya sama seperti kedua alat tersebut digunakan secara sendiri-sendiri.

Daftar Pustaka Khopkar, SM. 1983. KONSEP DASAR KIMIA ANALITIK. Penerbit UI Press Lie, Lianne Chyntia Caroline. 2011. Skripsi: Optimasi Metode Analisis Asam Valproat secara Kromatografi Gas. Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.