Anda di halaman 1dari 14

BAB I KONSEP DASAR DIABETES INSIPIDUS Penyunyikan sejumlah ADH yang sangat sedikit sebesar 2 nanogram dapat menyebabkan

an berkurangnya ekskresi air oleh ginjal (antidiuresis). Singkatnya, bila hormon ADH ini tidak ada, maka tubulus dan duktus koligentes hampir tidak permeabel terhadap air, sehingga men egah reabsorbsi air dalam jumlah yang signi!ikan dan karena itu mempermudah keluarnya air yang sangat banyak ke dalam urin, yang juga menyebabkan urin menjadi sangat en er. Sebaliknya, bila ada ADH, maka permeabilitas tubulus dan duktus koligentes terhadap air sangat meningkat dan menyebabkan sebagian besar air direabsorbsi se"aktu airan tubulus mele"ati duktus koligentes, sehingga air yang disimpan dalam tubuh akan lebih banyak dan menghasilkan urin yang sangat pekat.

#A# $P%&DAH'('A&).)(atar #elakang Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem sara!, mengontrol danmemadukan !ungsi tubuh. *edua sistem ini bersama+sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. ,ungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. -isalnya,medulla adrenal dan kelenjar hipo!ise posterior yang mempunyai asal dari sara! (neural). .ika keduanya dihan urkan atau diangkat, maka !ungsi dari keduakelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem sara!.Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan. Sistemendokrin mempunyai lima !ungsi umum yaitu membedakan sistem sara! dansistem reprodukti! pada janin yang sedang berkembang, menstimulasi urutan polipeptida(mis., perkembangan dan mengkoordinasi sistem reprodukti! glukagon, hormon adrenokortikotropik (A/0H), serta memeliharalingkungan internal optimal. Hormon yang larut dalam air termasuk insulin, gastrin) dankatekolamin (mis., dopamin, norepine!rin, epine!rin). Hormon yang larut dalamlemak termasuk steroid (mis., estrogen, progesteron, testosteron,glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (mis., tiroksin). Hormon yang larutdalam air bekerja melalui sistem mesenger+kedua, sementara hormon steroiddapat menembus membran sel dengan bebas.D. *arakteristik -eskipun setiaphormon adalah unik dan mempunyai !ungsi dan struktur tersendiri, namunsemua hormon mempunyai karakteristik.Hormon bekerja dalam sistem umpan balik. (oop umpan balik dapat positi! atau negati! dan memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasilingkungan optimal. Hormon mengontrol laju akti1itas selular. Hormon tidak

menga"ali perubahan biokimia. Hormon hanya mempegaruhi sel+sel yangmengandung reseptor yang sesuai, yang melalukan 2 !ungsi spesi!ik. Di sini penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai salah satu penyakit yangterjadi akibat gangguan hormone ADH(anti diureti hormon) yaitu Diabetus$nsipidus. A&A03-$ DA& ,$S$3(34$ *%(%&.A5 H$P3,$S$S A. D%,%&$S$ Hipo!isis merupakan sebuah kelenjar sebesar ka ang polong, yang terletak di dalam struktur bertulang (sela tursika) di dasar otak. Hipo!isa mengendalikan !ungsi dari sebagian besar kelenjar endokrin lainnya. Hipo!isa dikendalikan oleh hipotalamus, yaitu bagian otak yang terletak tepat diatas hipo!isa. Hipo!isa memiliki 2 bagian yang berbeda, yaitu lobus anterior (depan) dan lobus posterior (belakang). (obus anterior menghasilkan hormon yang pada akhirnya mengendalikan !ungsi2 )) *elenjar tiroid, kelenjar adrenal dan organ reproduksi (indung telur dan buah 6akar) 2) (aktasi (pembentukan susu oleh payudara) 7) Pertumbuhan seluruh tubuh. Hipo!isa posterior menghasilkan hormon yang ber!ungsi2 )) -engatur keseimbangan air 2) -erangsang pengeluaran air susu dari payudara "anita yang menyusui 7) -erangsang kontraksi rahim. #. A&A03-$ ,$S$3(34$ Hipo!isis terletak di baris ranium dalam sella tursi a yang terbentuk oleh os sphenoidale. #esarnya kira+kira )8 9 )7 9 : mm dan beratnya sekitar 8,; gram.bentuk anatomis dari hipo!isis sangat kompleks dan agar pengertian tentang susunannya ia harus ditinjau kembali sejak pembentukannya didalam embrio. *linis kita mengenal hanya 2 bagian dari hipo!isis, yakni AD%&3H$P3,$S$S (bagian anterior) dan &%'53H$P3,$S$S (bagian posterior). #erat adenohipo!isis sekitar <;= dari seluruh hipo!isis. (obus anterior atau adenohipo!isis yang berhubungan dngan hipotalamus melalui tangkai hipo!isis, lobus anterior atau neurohipo!isis sebagai lanjutan dari hipotalamus. (obus posterior kelenjar hipo!isis terutama ber!ungsi untuk mengatur keseimbangan airan. Hipofisis > 0erletak di ba"ah hipotalamus

> 0erdiri dari hipo!isis anterior dan hipo!isis posterior > H$P3,$S$S A&0%5$352 memproduksi gro"th hormone (4H), adreno orti otrophi hormon (A/0H), thyroid stimulating hormone, (0SH), !olli le stimulating hormone (,SH) dan luteini6ing hormone ((H), prolaktin, thyrotropin releasing hormone > H$P3,$S$S P3S0%5$352 mengahsilkan anti diureti hormone (ADH), oksitosisin Hipotalamus mengendalikan lobus anterior (adenohipo!isa) dengan ara melepaskan !aktor atau 6at yang menyerupai hormon, melalui pembuluh darah yang se ara langsung menghubungkan keduanya. Pengendalian lobus posterior (neurohipo!isa) dilakukan melalui impuls sara!. (obus anterior menghasilkan hormon yang pada akhirnya mengendalikan !ungsi2 )) *elenjar tiroid, kelenjar adrenal dan organ reproduksi (indung telur dan buah 6akar) 2) (aktasi (pembentukan susu oleh payudara) 7) Pertumbuhan seluruh tubuh. Adenohipo!isa juga menghasilkan hormon yang menyebabkan kulit ber"arna lebih gelap dan hormon yang menghambat sensasi nyeri. Hipo!isa posterior menghasilkan hormon yang ber!ungsi2 )) -engatur keseimbangan air 2) -erangsang pengeluaran air susu dari payudara "anita yang menyusui 7) -erangsang kontraksi rahim. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipo!isa2 ). Hormon pertumbuhan (gro"th hormone) 4H? somatotropin (o ation 23tot @ tulang ,un tion 2-eningkatkan pertumbuhan dengan mempengaruhi beberapa !ungsi metabolisme seluruh tubuh, khususnya pembentukan protein 2. Prolaktin hormon adenokortikotropik (A/0H) (o ation 2*elenjar adrenal ,un tion 2mengatur sekresi beberapa hormon korteks adrenal, yang selanjutnya mempengaruhi metabolisme glukosa, protein, dan lemak. 7. Hormon stimulasi tiroid (0SH) (o ation 20iroid ,un tion 2mengatur ke epatan sekresi tiroksin oleh kelenjer tiroid, dan tiroksin selanjutnya mengatur ke epatan sebagian besar reaksi reaksi kimia seluruh tubuh A. Prolaktin (o ation 2*elenjar susu

,un tion 2meningkatkan perkembangan kelenjar mammae dan pembentukan susu ;. hormon luteinisasi ((H) (o ation 2$ndung telur (buah 6akar) ,un tion 2mengatur pertumbuhan gonad serta akti1itas reproduksinya. :. hormon stimulasi !olikel (,SH) (o ation 2$ndung telur (buah 6akar) ,un tion 2mengatur pertumbuhan gonad serta akti1itas reproduksinya. <. 3ksitosin (o ation 25ahim @ kelenjar susu ,un tion 2#erperan dalm proses persalinan bayi dan laktasi B. Hormon antidiuretik (1asopresin) (o ation 24injal ,un tion 2-engatur ke epatan ekskresi air ke dalam urin dan dengan ara ini membantu mengatur konsentrasi air dalam airan tubuh. ). De!inisi Diabetes $nsipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormone antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat en er (poliuri). D$A#%0%S $&S$P$D'S adalah2 Suatu penyakit yang disebabkan oleh penurunan produksi, sekresi, dan !ungsi dariAnti Diureti Hormone (ADH) serta kelainanginjal yang tidak berespon terhadap kerja ADH !isiologis, yang ditandai dengan rasahaus yang berlebihan (polidipsi) danpengeluaran sejumlah besar air kemih yangsangat en er (poliuri). Diabetes $nsipidus Sentralis (D$S), disebabkanoleh kegagalan pelepasan hormon antidiuretikyang se ara !isiologi dapat merupakankegagalan sintesis atau penyimpanan. Diabetes $nsipidus &e!rogenik (D$&), ialah diabetes insipidus yang tidak responsi! terhadap ADH eksogen (kadar ADH normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini). ETIOLOGI ) Hipotalamus mengalami kelainan !ungsi danberkurangnya produksi ADH baik total maupunparsial.

2 7

*elenjar hipo!isis posterior mengalami penurunan atau gagal melepaskan hormonantidiuretik ke dalam aliran darah. *erusakan hipotalamus atau kelenjar hipo!isaakibat pembedahan, trauma kepala, ederaotak (terutama patah tulang di dasartengkorak), tumor otak, operasi ablasi, ataupenyinaran pada kelenjar hipo!isis.

*etidakmampuan ginjal berespon terhadap kadar ADHdalam darah akibat berkurangnya reseptor atau se ond messenger (diabetes insipidus ne!rogenik). Hal inidisebabkan oleh !aktor genetik dan penyakit ginjal.

Pengaruh obat yang dapat mempengaruhi sintesis dan sekresi ADH seperti phenitoin, alkohol, lithium arbonat.

4angguan aliran darah (Aneurisma atau penyumbatan arteriyang menuju ke otak). $diopatik 2 dalam hal ini tidak ditemukan kelainan "alaupunterdapat gejala. 4ejala sering mulai pada masa bayi, tetapitidak hilang selama hidup, tanpa mengganggu kesehatandan mempengaruhi umur penderita. P%&A0A(A*SA&AA& -%D$S ) 2 7 A ) 2 7 A ; : < B Selain terapi hormone pengganti dapat juga dipakai terapi adju1ant yang se ara!isiologis mengatur keseimbangan airdengan ara 2 -engurangi jumlah air ke tubuus distaldan olle ting du t. -ema u pelepasan ADH endogen. -eningkatkan e!ek ADH endogen yangmasih ada pada tubulus ginjal. 3lahraga yang teratur 0idur yang ukup dan hindari stress *urangi makanan manis Pola makan sehat (utamakan sayur) dan minumair yang ukup. *urangi makanan mengandung garam+garaman Hindari obesitas. Hindari minum+minuman keras seperti al ohol. Hindari terrjadinya trauma kepala. idera kepala berat yang dapat menyebabkan

P%&/%4AHA& D$A#%0%S $&S$P$D'S

%tiologi ). Diabitus insipidus entral atau neurogenik.

*elainan hipotalumus dan kelenjar pituetary posterior karena !amilial atau idiopati . Disebut diabitus insipidus primer. *erusakan kelenjar karena tumor pada area hipotalamus pituitary, trauama, proses in!eksi, gangguan aliran aliran darah, tumor metastase dari mamae atau paru di sebut diabitus insipidus sekunder. Pengaruh obat yang dapat mempengaruhi sintesis dan sekresi ADH seperti phenitoin, alkohol, lithium arbonat. ). Diabitus insipidus &ephrogenik Suatu de!e yang diturunkan. 0ubulus ginjal tidak berespon terhadap ADH Tanda dan gejala ) Poliuria 'rin yang dikeluarkan dalam jumlah yang banyak, bias men apai ;+)8 liter. 'rine sangat en er, berat jenis )88)+)88; atau ;8+288 m3smol?kg##. 2 Polidipsia 5asa haus yang berlebihan, biasanya men apai )8 iter airan tiap hari, terutama membutuhkan air dingin. 7 A ; : < Penurunan berat badan &oturia *elelahan *onstipasi Hipotensi

Patofisiologi ,ungsi utama ADH adalah meningkatkan reabsorbsi air di tubulus ginjal dan mengontrol tekanan osmotik airan e9tra selular. *etika produksi ADH menurun se ara berlebihan, tubulus ginjal tidak mereabsorbsi air, sehingga air banyak diekskresikan menjadi urine, urinenya menjadi sangat en er dan banyak ( poliuria ) sehingga menyebabkan dehidrasi dan peningkatan osmalaitas serum. Peningkatan osmolalitas serum akan merangsang hemoreseptor dan sensasi haus kortek erebral. Sehingga akan meningkatkan intake airan peroral ( polidipsi ). Akan tetapi bila mekanisme ini tidak adek"at atau tidak ada, dehidrasi akan semakin memburuk. Pada diabitus militus urine banyak mengandung

glukosa sedangkan pada diabitus insipidus urinenya sangat tidak mengandung glukosa dan sangat en er. #erikut ini adalah skema !aktor+!aktor yang mempengaruhi sekresi ADH. ,ungsi utama ADH adalah meningkatkan reabsorbsi air di tubulus ginjal dan mengontrol tekanan osmotik airan e9tra selular. *etika produksi ADH menurun se ara berlebihan, tubulus ginjal tidak mereabsorbsi air, sehingga air banyak diekskresikan menjadi urine, urinenya menjadi sangat en er dan banyak ( poliuria ) sehingga menyebabkan dehidrasi dan peningkatan osmalaitas serum. Peningkatan osmolalitas serum akan merangsang hemoreseptor dan sensasi haus kortek erebral. Sehingga akan meningkatkan intake airan peroral ( polidipsi ). Akan tetapi bila mekanisme ini tidak adek"at atau tidak ada, dehidrasi akan semakin memburuk. Pada diabitus militus urine banyak mengandung glukosa sedangkan pada diabitus insipidus urinenya sangat tidak mengandung glukosa dan sangat en er. #erikut ini adalah skema !aktor+!aktor yang mempengaruhi sekresi ADH. Casopresin arginin merupakan suatu hormon antidiuretik yang dibuat di nu leus supraoptik, para1entrikular , dan !ili!ormis hipotalamus, bersama dengan pengikatnya yaitu neuro!isin $$. Casopresin kemudian diangkut dari badan+badan sel neuron tempat pembuatannya, melalui akson menuju ke ujung+ujung sara! yang berada di kelenjar hipo!isis posterior, yang merupakan tempat penyimpanannya. Se ara !isiologis, 1asopressin dan neuro!isin yang tidak akti! akan disekresikan bila ada rangsang tertentu. Sekresi 1asopresin diatur oleh rangsang yang meningkat pada reseptor 1olume dan osmoti . Suatu peningkatan osmolalitas airan ekstraseluler atau penurunan 1olume intra1askuler akan merangsang sekresi 1asopresin. Casopressin kemudian meningkatkan permeabilitas epitel duktus pengumpul ginjal terhadap air melalui suatu mekanisme yang melibatkan pengakti!an adenolisin dan peningkatan A-P siklik. Akibatnya, konsentrasi kemih meningkat dan osmolalitas serum menurun. 3smolalitas serum biasanya dipertahankan konstan dengan batas yang sempit antara 2D8 dan 2D: m3sm?kg H23. 4angguan dari !isiologi 1asopressin ini dapat menyebabkan pengumpulan air pada duktus pengumpul ginjal karena berkurang permeabilitasnya, yang akan menyebabkan poliuria atau banyak ken ing. Selain itu, peningkatan osmolalitas plasma kan merangsang pusat haus, dan sebaliknya penurunan osmolalitas plasma akan menekan pusat haus. Ambang rangsang osmoti pusat haus lebih tinggi dibandingkan ambang rangsang sekresi 1asopresin. Sehingga apabila osmolalitas plasma meningkat, maka tubuh terlebih dahulu akan mengatasinya

dengan mensekresi 1asopresin yang apabila masih meningkat akan merangsang pusat haus, yang akan berimplikasi orang tersebut minum banyak (polidipsia). Se ara patogenesis, diabetes insipidus dibagi menjadi 2 yaitu diabetes insipidus sentral, dimana gangguannya pada 1asopresin itu sendiri dan diabetes insipidus ne!rogenik, dimana gangguannya adalah karena tidak responsi!nya tubulus ginjal terhadap 1asopresin. Diabetes insipidus sentral dapat disebabkan oleh kegagalan pelepasan hormone antidiuretik ADH yang merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan. Hal ini bisa disebabkan oleh kerusakan nu leus supraoptik, para1entrikular, dan !ili!ormis hipotalamus yang mensistesis ADH. Selain itu, D$S juga timbul karena gangguan pengangkutan ADH akibat kerusakan pada akson traktus supraoptikohipo!isealis dan aksin hipo!isis posterior di mana ADH disimpan untuk se"aktu+"aktu dilepaskan ke dalam sirkulasi jika dibutuhkan. D$S dapat juga terjadi karena tidak adanya sintesis ADH, atau sintesis ADH yang kuantitati! tidak men ukupi kebutuhan, atau kuantitati! ukup tetapi tidak ber!ungsi normal. 0erakhir, ditemukan bah"a D$S dapat juga terjadi karena terbentuknya antibody terhadap ADH. P%&A0A(A*SA&AA& Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya. Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat diper aya untuk diabetes insipidus adalah "ater depri1ation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. 3leh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan diukur se ara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari ;=, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik. Casopresin atau desmopresin asetat (dimodi!ikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal.0erlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan airan, pembengkakan dan gangguan lainnya. Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri. *adang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat+obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbama6epin, klo!ibrat dan

berbagai diuretik (tia6id).0etapi obat+obat ini tidak mungkin meringankan gejala se ara total pada diabetes insipidus yang berat. Pada pasien D$S dengan mekanisme rasa haus yang utuh tidak diperlukan terapi apa+apa selama gejala no turia dan poliuria tidak mengganggu tidur dan akti!itas sehari+hari. 0api pasien dengan gangguan pada pusat rasa haus, diterapi dengan penga"asan yang ketat untuk men egah terjadinya dehidrasi. Penatalaksanaan pada Diabetes $nsipidus diberikan obat yang ara kerjanya menyerupai ADH. 3bat obatan yang paing sering digunakan adalah Desmopressin yang diberikan se ara nasal spray. Pada D$& yang komplit biasanya diperukan terapi hormone pengganti. DDACP merupakan obat piihan utama untuk D$&. Selain terapi hormone pengganti dapat juga dipakai terapi adju1ant yang se ara !isiologis mengatur keseimbangan air dengan ara 2 ). -engurangi jumlah air ke tubuus distal dan olle ting du t. 2. -ema u pelepasan ADH endogen. 7. -eningkatkan e!ek ADH endogenyang masih ada pada tubulus ginjal. 3bat+obatan adju1ant yang biasa dipakai adalah 2 ). Diureti 0ia6id 2. *lorpopamid 7. *o!ibrat A. *arbama6epin P%-%5$*SAA& P%&'&.A&4 .ika kita men urigai penyebab poliuria ini adalah Diabetes $nsipidua, maka harus melakukan pemeriksaan untuk menunjang diagnosis dan untuk membedakan apakah jenis Diabetes $nsipidus yang dialami, karena penatalaksanaan dari dua jenis diabetes insipidus ini berbeda. Ada beberapa pemeriksaan pada Diabetes $nsipidus, antara lain2 ).Hi key Hare atau /arter+5obbins 2.,luid depri1ation 7.'ji nikotin Apapun pemeriksaannya, prinsipnya adalah untuk mengetahui 1olume, berat jenis, atau konsentrasi urin. Sedangkan untuk mengetahui jenisnya, dapat dengan memberikan 1asopresin sintetis, pada Diabetes $nsipidus Sentral akan terjadi penurunan jumlah urin, dan pada Diabetes $nsipidus &e!rogenik tidak terjadi apa+apa.

Manage en ) 2 7

edis 0erapi airan parenteral .ika hanya kekurangan ADH, dapat diberikan obat /lorpropamide, lo!ibrate

untuk merangsang sintesis ADH di hipotalamus. .ika berat diberikan ADH melalui semprotan hidung dan diberikan 1asopresin( larutan pteresine.

Ko pli!asi " ) 2 7 Dehidrasi berat dapat terjadi apabila jumah air yang diminum tidak adekuat *etidakseimbangan elektrolit, yaitu hiperatremia dan hipokalemia. *eadaan ini dapat menyebabkan denyut jantung menjadi tidak teratur dan dpat terjadi gagal jantung kongesti.

,ungsi utama ADH adalah meningkatkan reabsorbsi air di tubulusginjal dan mengontrol tekanan osmotik airan e9tra selular. *etika produksiADH menurun se ara berlebihan, tubulus ginjal tidak mereabsorbsi air,sehingga air banyak diekskresikan menjadi urine, urinenya menjadi sangaten er dan banyak ( poliuria ) sehingga menyebabkan dehidrasi dan peningkatan osmalaitas serum. Peningkatan osmolalitas serum akanmerangsang hemoreseptor dan sensasi haus kortek erebral. Sehingga akanmeningkatkan intake airan peroral ( polidipsi ). Akan tetapi bilamekanisme ini tidak adek"at atau tidak ada, dehidrasi akan semakinmemburuk. Pada diabitus militus urine banyak mengandung glukosasedangkan pada diabitus insipidus urinenya sangat tidak mengandungglukosa dan sangat en er.B Diabetes insipidus sentralis disebabkan oleh kegagalan pelepasanADH yang se ara !isiologis dapat merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan se ara anatomis, keadaan ini terjadi akibat kerusakan nukleussupra optik, para1entrikular dan !ili!ormis hypotalamus yang mensintesisADH. Selain itu diabetes insipidus sentral juga timbul karena gangguan pengangkutan ADH poli!isealis dan akson hipo!isis posterior dimana ADHdisimpan untuk se"aktu+"aktu dilepaskan kedalam sirkulasi jikadibutuhkan. Se ara biokimia, diabetes insipidus sentral terjadi karena tidak adanya sintesis ADH dan sintesis ADH yang kuantitati! tidak men ukupikebutuhan, atau kuantitati! ukup tapi merupakan ADH yang tidak dapat

ber!ungsi sebagaimana ADH yang normal. Sintesis neoru!isin suatu binding protein yang abnormal, juga menggangu pelepasan ADH. Selain itu didugaterdapat pula diabetes insipidus sentral akibat adanya antibody terhadapADH. *arena pada pengukuran kadar ADH dalam serum se ara radioimmunoassay, yang menjadi marker bagi ADH adalah neuro!isisn yangse ara !isiologis tidak ber!ungsi, maka kadar ADH yang normal ataumeningkat belum dapat memastikan bah"a !ungsi ADH itu adalah normalatau meningkat. Dengan demikian pengukuran kadar ADH sering kurang bermakna dalam menjelaskan pato!isiologi diabetes insipidus sentral.0ermasuk dalam klasi!ikasi /D$ adalah diabetes insipidus yang diakibatkanoleh kerusakan osmoreseptor yang terdapat pada hypotalamus anterior dandisebut CerneyEs osmareseptor ells yang berada di luar sa"ar daerah otak kelainan !ungsi hipotalamus penurunan pembentukan ADH air kemih tidak terkontrol diuresis osmotik poliuri dehidrasi polidipsi

DIAGNOSA KEPERA#ATAN ). De1isit 1olume airan berhubungan dengan dehidrasi Tujuan Kriteia hasil 2 kebutuhan 1olume airan kembali normal 2

intake output seimbang urine, berat badan dan tanda+tanda 1ital dalam batas normal. Intervensi 2

a) pantau masukan dan pengeluaran, atat "arna dan 1olume airan 5?2 memberikan perkiraan kebutuhan akan airan penganti,!ungsi ginjal, dan kee!ekti!an dari terapi yang di berikan. b) Pertahankan untuk memberikan airan paling sedikit 2;88ml?hari dalam batas yang dapat di toleransi jantung jika pemasukan airan melalui oral sudah dapat di berikan. 5?2 mempertahankan hidrasi?1olume sirkulasi ) *aji nadi peri!er,pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa 5?2 merupakan indikator dari tingkat dehidrasi ? 1olume sirkulasi yang adekuat.

d) 'kur berat badan setiap hari 5?2 memberikan hasil pengkajian yang terbaik dari status airan yang sedang berlangsung dan selanjutnya dalam memberikan airan pengganti. e) *aji tanda+ tanda 1ital 5?2 mengetahui keadaan umum pasien. 2. Perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan poliuria. Tujuan 2 pola eliminasi urin kembali normal Kriteria hasil 2 Pasien akan mengungkapkan pemahaman tentang kondisi Pasien akan mempertahankan keseimbangan masuk keluarnya urin Pasien akan mengungkapkan ? mendemostrasikan perilaku dan teknik untuk men egah retensi urin.

Intervensi a)

*aji pola berkemih seperti !rekuensi dan jumlahnya. #andingan keluaran urin dan masukan airan dan atat berat jenis urin

5?2 mengidenti!ikasi !ungsi kandung kemih (mis2 pengosongan kandung kemih, !ungsi ginjal dan keseimbangan airan. b) Palpasi adanya distensi kandung kemih dan obser1asi pengeluaran airan 5?2 dis!ungsi kandung kemih ber1ariasi, ketidakmampuan berhubungan dengan hilangnya kontraksi kandung kemih untuk merilekskan s!ingter urinarius ) Anjurkan pasien untuk minum?masukan airan (2+A ?hr) termasuk jui e yang mengandung asam askorbat 5?2 membantu mempertahan !ungsi ginjal, men egah in!eksi dan pembentukan batu d) #ersihkan daerah perineum dan jaga agar tetap kering lakukan pera"atan kateter bila perlu 5?2 menurunkan resiko terjadinya iritasi kulit?kerusakan kulit e) #erikan pengobatan sesuai indikasi seperti2 1itamin dan atau antiseptik urinarius 5?2 mempertahankan lingkungan asam dan menghambat pertumbunhan bakteri (kuman) 7. 4angguan pola tidur berhubungan dengan nokturia Tujuan + + 2 pasien bisa tidur dan mampu menentukan kebutuhan atau "aktu tidur Kriteria Hasil 2 pasien akan mampu men iptakan pola tidur yang adekuat dengan penurunan terhadap pikiran yang melayang+layang pasien akan melaporkan dapat beristirahat dengan ukup

Intervensi2 a) #erikan kesempatan untuk beristirahat?tidur sejenak, anjurkan latihan saat siang hari, turunkan akti1itas mental?!isik pada sore hari 5?2 karena akti1itas !isik dan mental yang lama mengakibatkan kelelahan yang dapat meningkatkan kebingungan, akti!itas yang terprogram tanpa stimulasi berlebihan yang meningkatkan "aktu tidur b) %1aluasi tingkat stress?orientasi sesuai perkembangan hari demi hari 5?2 peningkatan kebingungan, disorientasi da tingkah laku yang tidak kooperti! dapat malanggar pola tidur yang men apai tidur pulas ) #erikan makanan ke il sore hari, susu hangat mandi dan masase punggung 5?2 meningkatkan relaksasi dengan perasaan mengantuk d) 0urunkan jumlah minum pada sore hari. (akukan berkemih sebelum tidur 5?2 menurunkan kebutuhan akan bangun untuk pergi ke kamar mandi?berkemih selama malam hari e) Putarkan musik yang lembut atau suara yang jernih 5?2 menurunkan stimulasi sensori dengan menghanbat suara+suara lain dari lingkungan sekitar yang akan menghambat tidur nyenyak. A. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan na!su makan menurun Tujuan Kriteria Hasil 2 na!su makan pasien kembali normal 2

pasien akan menunjukkan berat badan stabil atau peningkatan berat badan sesuai sasaran dengan nilai laboraturium normal dan tidak ada tanda malnutrisi Intervensi 2

a) 0imbang berat badan tiap hari 5?2 memberikan in!ormasi tentang kebutuhan diit?kee!ekti!an terapi b) Anjurkan istirahat sebelum makan 5?2 menenangkan peristalti dan meningkatkan energi untuk makan ) Sediakan makanan dalam 1entilasi yang baik, lingkungan menyenangkan, dengan situasi tidak terburu+buru, temani 5?2 lingkungan yang menyenangkan menurunkan stress dan lebih kondusi! untuk makan d) Dorong pasien untuk menyatakan perasaan masalah mulai makan diit

5?2 keragu+raguan untuk makan mungkin diakibatkan oleh takut akanan akan menyebabkan eksaserbasi gejala e) *olaborasi dengan ahli gi6i 5?2 membantu mengkaji kebutuhan nutrisi pasien dalam perubahan pen ernaan daan !ungsi usus

#A# $CP % & ' 0 ' P *%S$-P'(A& Diabetes insipidus merupakan penyakit pada metabolisme airan penyebabnya karena kekurangan ADH. Salah satunya adalah penurunan sintesis ADH atau ketidakmampuan ginjalmenyediakan ADH. *ekurangan ADH mengakibatkan ekskresi 1olume yang banyak sehinggamenjadi sedikit. *ekurangan ADH juga dapat menimbulkan terjadinya kerusakan permeableyang hebat di tubulus distal dan terkumpulnya airan di pembuluh ginjal sehingga terjadipengeluaran airan berlebihan peningkatan (polyuri). Dehidrasi yang disertai mana diuresismasi! merangsang mengakibatkanterjadinya plasmaosmolality

osmoresptror untunkmenangkap sensasi haus dari korteks serebral. #iasanya haus ditandai adanya peningkatanintake airan untuk memelihara homeostatik airan. DA$TAR PUSTAKA Doenges.-arilynn.%, -ary ,ran es -oorhouse dan Ali e /. 4eisser.)DDD.5en ana Asuhan *epera"atan edisi7..akarta2penerbit buku kedokteran %4/ Pri e, (orriane.-.)DD;.Pato!isiologi..akarta2%4/