Anda di halaman 1dari 5

A.

PENDAHULUAN Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua adalah 15 minggu (minggu ke 13 hingga ke 27), dan trimester ketiga adalah 13 minggu (minggu ke 28 hingga ke 40). Untuk melakukan asuhan antenatal yang baik, diperlukan pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali perubahan fisiologis yang terkait dengan proses kehamilan. Perubahan tersebut mencakup perubahan produksi dan pengaruh homonal serta perubahan anatomi dan fisiologi selama kehamilan. Pengenalan dan pemahaman tentang perubahan fisiologis tersebut menjadi modal dasar dalam mengenali kondisi patologis yang dapat mengganggu status kesehatan ibu maupun bayi yang dikandungnya (Schramm, W. F, 2008)

B. PATOFISIOLOGI KEHAMILAN Perubahan yang terjadi pada masa kehamilan (Kenneth J. Leveno et al, 2009) : 1. SALURAN GENITAL a. Uterus Selama kehamilan, uterus berubah menjadi organ berotot yang berdinding relative tipis dan mempunyai kapasitas memadai untuk menampung janin, plasenta dan cairan amnion. Pada akhir minggu ke-12, uterus menjadi terlalu besar untuk tetap berada seluruhnya dalam panggul. Karebna semakin membesar maka uterus akan bersentuhan dengan dinding abdomen bagian depan, menggeser usus ke samping dank e atas, dan terus meninggi, hingga akhirnya hamper mencapai hati. Saat naik ke panggul, uterus biasanya mengalami rotasi ke kanan, dan dekstroorientasi ini kemungkinan besar disebabkan oleh rektosigmoid. Volume total isi pada aterm rata-rata adalah sekitar 5L, tetapi dapat mencapai 20 liter atau lebih sehingga pada akhir kehamilan kapasitas uterus mencapai 500 hingga 1000 kali lebih besar dari kapasitasnya saat tidak hamil. Sejak trimester pertama ke depan, uterus mengalami kontraksi ireguler yang normalnya tidak menimbulkan nyeri. Kontraksi ini muncul secara tidak terduga dan sporadic, dan biasanya nonritmik (kontraksi Braxton Hicks). Selama satu atau dua minggu terakhir getasi, kontraksi mungkin timbul selama 10sampai 20 menit dan sedikit banyak memperlihatkan irama yang menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman dan menyebabkan apa yang disebut sebagai persalinan palsu. Perfusi plasenta bergantung pada aliran darah uterus yang melalui arteri uterine dan ovarika. Terjadi peningkatan progresif aliran darah uteroplasenta selama kehamilan, dan nilai yang dilaporkan berkisar dari 459 hingga 650 mL/menit pada kehamilan lanjut

b. Serviks Selama kehamlan, terjadi pelunakan dan sianosis mencolok di serviks, dan kelenjarkelenjar serviks mengalami proliferasi hebat. Segera setelah konsepsi, terbentuk suatu bekuan mucus yang sangat kental yang menyumbat kanalis serviks. Pada awitan persalinan atau sebelumnya, sumbat mucus ini terlepas, dan menimbulkan bloody show. c. Ovarium Biasanya hanya satu korpus luteum kehamilan yang dapat ditemukan di ovarium wanita hamil. Korpus luteum ini kemungkinan besar berfungsi maksimal selama 6 hingga 7 minggu pertama kehamilan (4 sampai 5 minggu pascaovulasi) dan setelah itu, tidak banyak berperan dalam pembentukan progesterone. Pengangkatan korpus luteum secara bedah sebelum 7 minggu (5 minggu ascaovulasi menyebabkan penurunan cepat progresteron serum ibu, dan kemudian abortus spontan. d. Vagina dan Perineum Selama kehamilan, di kulit dan otot perineum dan vulva terjadi peningkatan vaskularisasi dan hyperemia, serta terjadi pelunakan jaringan ikat yang secara normal berlimpah jumlahnya. Sekresi yang banyak dan warna ungu khas pada vagina selama kehamilan (tanda Chadwick) terjadi akibat hyperemia. 2. KULIT Pada bulan0bulan akhir kehamilan, sering terbentuk garis-garis (stria) kemerahan yang cekung di kulit abdomen dan kadang-kadang di kulit payudara dan paha. Pada banyak wanita, garis tengah kulit abdomen menjadi sangat berpigmen, berubah warna menjadi hitam kecoklatan untuk membentuk linea nigra. Kadang timbul bercak kecoklatan ireguler disekitar wajah dan leher disebut kloasma atau melasma gravidum (mask of pregnancy), juga dapat terjadi aksentuasi pigmen dikulit genital dan ereola. Hal tersebut biasanya bisa lenyap atau paling tidak banyak berkurang setelah persalinan. Angioma berbentuk tonjolan kecil kemerahan kadang muncul di kulit, biasanya wajah, leher, dada atas, dan lengan. Ritema palmar juga mungkin ditemukan. 3. PAYUDARA Pada beberapa minggu kehamilan, wanita sering mengalami nyeri tekan dan perasaan geli di payudara mereka. Setelah bulan kedua ukuran payudara membesar dan vena-vena halus mulai terlihat di bawah kulit. Setelah beberapa bulan pertama, sering keluar suatu cairan kental kekuningan, kolostrum dari puting. 4. PERUBAHAN METABOLIK a. Pertambahan Berat Badan Sebagian bsar pertambahan berat badan dalam kehamilan disebabkan oleh uterus dan isinya, payudara, dan meningkatnya vlume darah dan cairan ekstrasel ekstravaskular. Sebagian kecil peningkatan berat badan disebabkan oleh perubahan metabolic yang menyebabkan peningkatan air sel dan pengendapan lemak dan protein baru, yang juga disebut sebagai cadangan ibu

(maternal reserves). Pertambahan berat badan rata-rata selama kehamilan adalah 12,5 kg (sekitar 25 hingga 30 pon) b. Metabolisme Air Peningkatan retensi air merupakan perubahan fisiologis normal pada kehamilan. Pada aterm, kandungan air di janin, plasenta dan cairan amnion berjumlah sekitar 3,5 L. Sebanyak 3,0 L lainnya menumouk sebagai akibat peningkatan volume darah ibu dan kuran uterus dan payudara. Edema tekanan di pergelangan kaki dan tungkai dijumpai pada cukup banyak wanita hamil normal, terutama pada sore hari. c. Metabolisme Karbohidrat Kehamilan normal ditandai oleh hipoglikemia puasa yang ringan. Setelah asupan glukosa oral, pada wanita hamil terjadi pemanjangan hiperglikemia dan hiperinsulinemia dengan peningkatan penekanan pada glucagon. d. Keseimbangan Asam Basa Seperti akan dibahas kemudian, minute ventilation meningkat selama kehamilan, dan hal ini menyebabkan alkalosis respiratorik karena penurunan PCO2 darah. Penurunan moderat bikarbonat plasma dari 26 menjadinsekitar 22 mmol/L secara parsial mengompensasi hal ini. Akibatnya, hanya terjadi peningkatan minimal pH darah. 5. PERUBAHAN HEMATOLOGIS a. Volume Darah Volume darah ibu meningkat pada trimester pertama, meningkat paling pesat pada trimester kedua, dan kemudian meningkat dengan kecepatan jauh lebih lambat pada trimester ketika hingga mendatar pada beberapa minggu terakhir kehamilan. Hipervolemia yang dipicu kehamilan juga sering berfungsi penting untuk memenuhi kebutuhan uterus yang membesar, untuk melindungi ibu dan pada gilirannya janin terhadap efek buruk gangguan aliran balik vena pada posisi telentang dan tegak dan untuk melindungi ibu terhadap efek buruk pengeluaran darah pada persalinan. b. Konsentrasi Hemoglobin dan Hematokrit Konsentrasi hemoglobin dan hematokrit sedikit menurun selama kehamilan normal. c. Hitung Leukosit Jumlah leukosit selama kehamilan berkisar dari 5000 hingga 12.000 / . Selama persalinan

dan awal nifas, baru jumlah leukosit mungkin sangat meningkat, mencapai kadar 25.000 / atau bahkan lebih, namun konsentrasi rata0ratanya adalah 14.000 hingga 16.000 / d. Koagulasi Pada kehamilan normal, terjadi peningkatan konsentrasi semua faktor pembekuan kecuali faktor XI dan XIII. 6. SISTEM KARDIOVASKULAR a. Jantung .

Seiring dengan kemajuan kehamilan, apeks jantung agak bergeser ke lateral dari posisinya dalam keadaan tidak hamil normal, dan pada radiografi dijumpai peningkatan ukuran bayangan jantung. Wanita hamil sedikit banyak mengalami efusi pericardium jinak yang dapat memperbesar siluet jantung. Selama kehamilan, kecepatan nadi saat istirahat meningkat sekitar 10 kalo/menit. b. Curah Jantung Selama kehamilan normal, tekanan darah arteri dan resistensi vascular menurun sementara volume darah, berat ibu, dan laju metabolic basal meningkat. Masing-masing faktor ini jelas dapat mempengaruhi curah jantung. 7. SALURAN NAFAS Peningkatan kesadaran akan keinginan untuk bernafas sering terjadi bahkan pada awal kehamilan. Hal tersebut dapat diraskan sebagai dispnea fisiologis diperkirakan disebabkan oleh peningkatan volume alun (tidal volume) nafas yang sedikit menurunkan PCO2 darah yang secara paradox malah menyebabkan dispnea. 8. SISTEM KEMIH Terjadi sejumlah perubahan pada system kemih akibat kehamilan. Konsntrasi kreatinin da urea dalam plasma biasanya berkurang akibat peningkatan filtrasi glomerulus zat-zat ini. Proteinuria biasanya tidak terjadi saat kehamilan, kecuali dalam konsentrasi rendah selama atau segera setelah persalinan yang berat. Hematuria, jika tidak disebabkan oleh pencemaran saat penampungan bahan, mengisyaratkan diagnosis saluran kemih. a. Hidronefrosis dan Hidroureter Normal Setelah berkembang hingga ke luar panggul, uterus berada di atas ureter dan menekan struktur ini di pinggir panggul. Pada sekitar 85% wanita hamil, dilatasi ureter lebih besar di sisi kanan. Ureter mengalami pemanjangan dan bergeser ke lateral oleh tekanan yang ditimbulkan uterus yang membesar b. Kandung kemih Selama kehamilan, terjadi pningkatan objektif frekuensi berkemih dan pengeluaran urine total harian. Sebagian besar wanita akan mengalami episode awal onkontinensia urine selama kehamilan. 9. SALURAN CERNA Seiring dengan kemajuan kehamilan, lambung dan usus tergeser oleh uterus yang membesar. Pengosongan lambung dan waktu transit di usus melambat pada kehamilan karena faktor hormone dan mekanis. 10. HATI Sebagian pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk mengetahui fungsi hati sebagian perubahannya mirip dengan yang terjadi pada pasien dengan penyakit hati. 11. KANDUNG EMPEDU

Selama kehamilan, terjadi perubahan yang cukup besar pada fungsi kandung empedu yang menyebabkan peningkatan prevalensi batu kolesterol. 12. SISTEM ENDOKRIN a. Kelenjar Hipofisis Kelenjar hipofisis membesar selama kehamilan sekitar 135 persen dibandingkan dengan keadaan tidak hamil. Selama kehamilan terjadi pembesaran sedang kelenjar tiroid akibat hyperplasia jaringan kelenjar dan peningkatan vaskularitas. Kehamilan normal biasanya tidak menyebabkan tiromegali yang bermakna sehingga setiap gondok pada kegamilan harus diteliti. b. Kelenjar Tiroid Janin Tiroid janin menjadi otonom pada sekitar 10 minggu, terjadi pematangan bertahap yang berlanjut hingga aterm. Sekama trimester pertama, janin bergantung pada tiroksin ibu. Kemudian, terjadi perpindahan minimal hormone tiroid dari kompartemen ibu ke kompartemen janin. 13. SISTEM OTONOM DAN RANGKA Lordosis progresif merupakan gambaran khas pada kehamilan normal. Lordosis yang mengompensasi posisi uterus yang membesar dibagian depan, menggeser pusat gravitasi kembali ke atas ekstremitas bawah. Selama kehamilan tahap lanjut, pasien kadang-kadang merasakan nyeri, baal, dan kelemahan di ekstremitas atas. Hal ini mungkin disebabkan oleh lordosis berlebihan dengan fleksi leher anterior dan melorotnya gelang bahu yabf pada gilirannya menyebabkan tarikan disaraf ulnaris dan medianus.

DAFTAR PUSTAKA 1. Kenneth J. Leveno et al. 2009. Williams Manual Of Obstetrics. Edisi 21. Jakarta : EGC 2. Schramm, W. F. 2008. Weighing cost and benefits of adequate prenatal care. Public Health Report, 107(6), 647-652