Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Penggunaan mobile phone sudah merata diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ponsel sudah menjadi kebutuhan primer. Hampir semua kalangan sudah memiliki teknologi canggih ini. Namun adakalanya penggunaan teknologi mobile phone ini berdampak negatif yaitu dapat menganggu aktifitas manusia di tempat tertentu. Misalnya di dalam kelas, tempat ibadah, ruang rapat, perkantoran dan lain sebagainya. Sekarang ini mahasiswa telah menggunakan ponsel untuk berkomunikasi, baik dengan dosen maupun sesama mahasiswa. fitur-fitur pada ponsel pun semakin berkembang dengan adanya teknologi internet ( 3G ) yang telah menyatu dalam ponsel. Dengan fitur tersebut mahasiswa dapat mendapatkan informasi dan hiburan yang terkini baik pada media sosial network maupun sejenisnya. Mahasiswa sering kali menggunakan ponsel dalam mengakses informasi dalam bentuk hiburan dan sosial ditempat perkuliahan diwaktu pengajar mata kuliah sedang berlangsung sehingga menganggu keterfokusan mahasiswa. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan suatu perangkat Jammer untuk menahan sinyal yang masuk pada ponsel. Jammer bekerja dengan mengacak nilai frekuensi sinyal yang diterima mobile phone sehingga mobile phone tidak mendapatkan sinyal dari basestation. Setiap jammer memiliki jarak jangkauan yang berbeda-beda tergantung desain antena yang pergunakan. Antena pada jammer dapat diperluas area jangkauannya dengan cara memperbesar gain antena tersebut. Berdasarkan latar belakang diatas penulis merasa tertarik untuk melakukan analisa tentang pelumpuhan sinyal (jammer) dengan cara meneliti Rangkaian pada modul. adapun judul dari tugas akhir yang akan penulis angkat disini adalah Analisa Perangkat mobile phone jammer Pada Politeknik Lhokseumawe.

1.2

Perumusan Masalah

Permasalahan yang terkait dari proyek akhir ini adalah sebagai berikut : Bagaimana meneliti kinerja dari perangkat perangkat mobile phone jammer yang memiliki daya pancar yang sesuai dengan setiap tipe kanal frekuensi pada perangkat mobile phone jammer. 1. Bentuk dan pengaruh pada gelombang yang di pancarkan dari tiap-tiap perangkat mobile phone jammer pada band frekuensi jenis GSM, CDMA, DCS dan 3G. 2. Faktor daya pemancar perangkat mobile phone jammer terhadap melalui perhitungan penerima ( mobile phone ) Ponsel.

1.3

Pembatasan Masalah

1.3

Pembatasan Masalah

Berhubung luasnya permasalahan pada proyek akhir ini, maka penulis akan membatasi masalah tersebut, yaitu : 1. Perencanaan analisa perangkat mobile phone jammer dan penempatan pada wilayah tertentu yaitu dalam ruangan (indoor) diantara didalam kelas dan diluar ruangan terbuka (outdoor) diantara dilapangan terbuka. 2. Bagaimana teknik pengukuran model sinyal pengirim (transmitter) dari perangkat mobile phone jammer terhadap mobile phone (handphone) jenis band frekuensi GSM, CDMA, DCS dan 3G

1.4

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan proyek akhir ini adalah untuk memberikan informasi mengenai : 1. untuk mengetahui bentuk pola gelombang frekuensi yang dipancarkan melalui perangkat mobile phone jammer pada kanal frekuensi tipe GSM,CDMA,DCS dan 3G. 2. untuk mengetahui teknik pengukuran pada perangkat mobile phone jammer menggunakan data hasil perhitungan sebagai perbandingan dengan gangguan yang terjadi dari alam.

1.5

Metode Penelitian

Manfaat penelitian yang digunakan dari penulisan proyek akhir ini adalah cara sebagai berikut : 1. Studi Pustaka Studi pustaka merupakan suatu kegiatan pengumpulan data atau informasi Yang dibutuhkan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan dalam pembuatan Tugas akhir (TA) dengan cara mempelajari perangkat, belajar dari internet dan membaca data sheet komponen yang dibutuhkan untuk melengkapi kekurangan tersebut. 2. Metode observasi Metode observasi dengan cara mengadakan pengamatan langsung pada objek permasalahan kemudian mengambil suatu kesimpulan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan. 3. Metode dokumentasi Melakukan pengamatan terhadapan hasil data dan membuktikan secara teori dan praktek dilapangan. 1. Sistematika Penulisan Penulisan proyek akhir ini di susun atas 5 bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini mengemukakan latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, dan juga sistematika penulisan. BAB II : DASAR TEORI Memberikan dasar teori untuk menunjang penyelesaian masalah dalam tugas akhir ini. Teori dasar yang diberikan meliputi, pengertian perangkat jammer,

jenis-jenis frekuensi band , pengenalan bagian-bagian rangkaian dan pengsimulasian bentuk-bentuk tampilan gelombang yang akan melalui progam simulasi. BAB III : PERENCANAAN PENELITIAN DAN PENEMPATAN PERANGKAT MOBILE JAMMER Bab ini berisikan tentang penjelasan dan pembahasan dari metode perhitungan dari perangkat jammer. BAB IV : ANALISA DAN HASIL PEMBAHASAN Bab ini berisikan hasil dan pembahasan dari simulasi serta rekapitulasi hasil pengukuran free space loss dan rangkaian simulasi bentuk sinyal Output setiap rangkain pada perangkat jammer BAB V : PENUTUPAN Bab ini berisikan kesimpulan dan saran dari proyek akhir ini.

BAB II DASAR TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Konsep Dasar Perangkat Mobile Phone Jammer
Perangkat jamming dirancang berdasarkan prinsip dari Sweeper Oscillator.

Penginputan VCO (volt control oscillator) diberikan suatu sinyal berbentuk gelombang segitiga (gigi gergaji) untuk mendapatkan penyimpangan (deviasi frekuensi) sesuai dengan pemodulasian (sawtooth signal). Perangkat Perangkat mobile phone jammer adalah suatu alat yang berfungsi untuk menghalangi datangnya sinyal dari base station menuju mobile phone. Perangkat mobile phone jammer menangani sinyal frekuensi yang telah ditentukan seperti kanal frekuensi tipe GSM antara 850 950 MHz.

Gambar.2.1 Cara Kerja Perangkat Jammer Teknik Jamming adalah cara melumpuhkan komunikasi elektronik dengan cara menimpa atau menutupi sinyal dari suatu pemancar dengan sinyal lain (disebut juga sinyal atau gelombang jamming) yang mempunyai frekuensi sama dan daya atau energi yang lebih besar, sehingga penerima hanya akan mendekteksi sinyal jamming yang daya lebih besar. faktor inilah yang mengakibatkan komunikasi terganggu atau bahkan lumpuh sama sekali.(Elan Djaelani, 2010:III-22).[1]

Gambar.2.2 Block Diagram Mobile phone Jammer

2.2Perangkat Pada Mobile Jammer


Perangkat pada mobile jammer merupakan beberapa perangkat yang telah menyatu dalam bagian yang telah ditentukan sehingga alat tersebut berjalan sesuai kinerja. Fungsi perangkat dalam bagian tersebut berbeda diantara lain :

2.2.1Power Supply
Bagian ini merupakan sumber catu daya hanya untuk bagian Power Amplifier, penyaluran tegangan catuannya dan arus berasal pada regulator adaptor yang menyuplai daya ke excitter dan RF Amplifier 1. Excitter Bagian ini merupakan bagian terpenting dimana seluruh proses pembentukan pembangkitan sinyal sawtooth (gergaji/segitiga), sinyal noise (derau) dan sinyal oscilator (Voltage Control Oscilator) berasal dari bagian ini atau dalam arti kata jantung dari perangkat jammer. 1. Rangkaian Sawtooth Generator Pada bagian Rangkaian ini merupakan bagian pembentukan gelombang gigi gergaji (sawtooth) disebut juga gelombang segitiga dimana Rangkaian ini menggunakan timer 555 yang terdiri dari dua buah komparator , sebuah flip-flop , sebuah resistor pembagi tegangan. Input Threshold terhubung dengan pemicu (trigger). Komponen tambahan (eksternal) terdiri restan (resistor) dua buah dan kapasitor tambahan (capasitor extended). Cara kerja dari Rangkaian ini dimulai dari mengalirkan arus dari sumber tegangan kemudian mengisi muatan kapasitor, kapsitor pada awal mula kosong sehingga tegangan yang terletak pada kaki pin 2 pada IC 555 masih berstatus 0 V. Hal ini mengakibatkan terjadinya keluaran lower komperator menjadi high dan upper komperator menjadi low membuat keluaran flip flop menjadi low dan menjaga transistor pada kondisi off. Saat tegangan kapasitor mencapai 1/3Vcc, low er komperator berubah ke keadaan low , dan saat tegangan kapasitor mencapai 2/3Vcc,

upper komparator berubah ke keadaan high.

Gambar 2.3 Rangkaian Generator Sawtooth Keadaan ini mereset flip-flop, merubah Qd menjadi high dan mengaktifkan transistor. Selanjutnya,saat kapasitor dikosongkan, upper komperator berubah menjadi low .saat tegangan kembali mencapai 1/3 vcc, low er komperator berubah menjadi high, mengubah kondisi flip-flop sehingga Qd low dan menon-aktifkan transistor.proses pengisisan berlangsung kembali terus menerus . proses ini menghasilkan keluaran gelombang segitiga (sawtooth) dengan pengulangan tugas (Duty Cycle) bergantung pada nilai R1 dan R2.

Gambar 2.4 Sinyal Gigi Gergaji dari Rangkaian Sawtooth

1.

Rangkaian Noise Generator

Pada bagian Rangkaian ini merupakan bagian dimana penguatan dari gelombang derau (Noise) dimana pemerosesan jamming dilakukan dengan mencampurkan (summer) sinyal Derau (noise) dan sinyal gelombang segitiga (sawtooth) untuk menghasilkan penyetelan tegangan (voltage tuning) yang diperlukan VCO (volt control oscillator). Sinyal derau ini berfungsi sebagai sinyal penganggu untuk menyamarkan transmisi jamming sehingga terlihat seperti sinyal yang tak beraturan (Random signal Noise). Tanpa bagian ini jamming hanyalah gelombang carrier RF kontinu tak termodulasi.

Gambar 2.5 Rangkaian Noise Generator Noise generator yang digunakan berdasarkan pada Avalanche noise yang dihasilkan pada fenomena dadalnya dioda zener (Zener Breakdown). Pada dasarnya Noise generator terdiri dari sebuah dioda zener dengan arus balik (reverse current) kecil, sebuah buffer transistor dan IC penguat audio (Low Voltage Audio Amplifier) yang berfungsi sebgai Band-pass filter dan penguat sinyal-kecil (small-signal amplifier).

Gambar 2.6 Sinyal Keluaran dari Rangkaian Noise Generator ( Pembangkit Derau)

1.

Rangkaian Summer (penjumlah)

Pada bagian Rangkaian ini merupakan bagian dimana pencampuran dua buah sinyal (Signal Mixer) yaitu sinyal noise dan sinyal sawtooth dengan cara dijumlahkan menggunakan konfigurasi penjumlahan Op-amp (Summer). Selanjutnya tegangan DC (direct current) ditambahkan untuk menghasilkan keluaran (output) tegangan yang tepat dengan menggunakan Rangkaian penjepit diode (Diode Clamper). Untuk menghasilkan ketetapan waktu (time costant) RC (resistan capasistansi) sepuluh kali lebih baik lebih baik pada prioda masukannya.

Gambar 2.7 Rangkaian Summer Mixer

1.

Rangkaian Dioda Clemper

Pada bagian Rangkaian ini merupakan bagian dimana tegangan DC (Direction Current) ditambahkan agar memperoleh tegangan tuning yang diinginkan menggunakan Rangkaian penjepit dioda (Dioda Clamper) untuk menghasilkan waktu (time costantat) RC (Resitansi Capasitor) sepuluh kali lebih besar perioda masukkan.

Gambar 2.8 Rangkaian Dioda Clemper 1. Rangkaian Volt Control Osilator (VCO) Pada bagian Rangkaian ini merupakan bagian jantung dari RF-bagian. Bagian dimana perangkat yang menghasilkan sinyal RF yang akan mengganggu komunikasi. Output dari VCO memiliki frekuensi yang sebanding dengan tegangan input. pengontrol frekuensi output dengan cara mengubah tegangan input. Ketika tegangan input DC maka output adalah frekuensi tertentu, sedangkan jika input adalah gelombang segitiga, output yang dihasilkan sepanjang rentang frekuensi tertentu. 1. 2. 3. 3.

2.2.3 Driver Amplifier


Bagian ini berfungsi untuk memperkuat sinyal keluaran dari Exciter sebelum masuk ketingkatan Power Amplifier. Rangkaian Driver Amplifier merupakan sebuah penguat pita lebar (wideband) dan bekerja sebagai penguat kelas A atau linier Amplifier.

2.2.4 Power Amplifier


Power amplifier Adalah bagian terakhir yang berhubungan dengan antena, bagian ini cara Bekerjanya mirip dengan Driver Amplifier yaitu sebagai penguat daya pancar pada perangkat jamming. 2.2.5 Tx (Transmitter) Antena Pada dasarnya antena merupakan suatu sub (bagian dari) sistem telekomunikasi yang berfungsi untuk menstransformasikan gelombang terbimbing menjadi gelombang ruang bebas dan sebaliknya Seperti yang dinyatakan oleh Balanis (1982:14) Antena dapat didefinisikan sebagai sebuah piranti yang berfungsi untuk meradiasikan gelombang elektromagnetik terbimbing (guided wave) pada saluran menjadi gelombang elektromagnetik bebas diudara (free space). [2] Dalam pembahasan mengenai antena, terdapat beberapa parameter dasar dari antena yang perlu diperhatikan dalam hubunganya dengan perfoma (kinerja) dari antena tersebut. Tabel 2.1 Spesifikasi Antena Omni-Direction Electrical Specification Jarak Frekwensi 134 -174 MHz Gain -2 Hingga 0 dBi

Bandwith Polarisasi Input Impendansi Pola Radiasi Vertikal beam-width-half Power Point VSWR Kapasitas Penanganan Daya RF Input Terminal

40 MHz Vertikal 50 ohms Omni-direction 78 degrees / 78o 1:2 500 watts N-female

Parameter-parameter pada antena yang perlu diperhatikan adalah : Bentuk dan arah radiasi yang dinginkan Polarisasi yang dimiliki Frekuensi kerja Lebar bandwidth Impendansi input yang dimiliki

Gambar 2.9 Antenna helix pada Perangkat Jammer

2.3 Teknik Mobile Jammer Dalam perangkat mobile jammer terdapat beberapa teknik jamming meliputi Beberapa tipe perangkat mobile phone jammer yang telah dikembangkan, yaitu: a. Type A Device : Jammers Pada tipe ini, jammer terdiri dari beberapa osilator independen yang mengirimkan sinyal jamming yang memblokir frekuensi yang biasa digunakan untuk sebuah panggilan pada mobile phone. Perangkat mobile phone jammer tipe A merupakan perangkat mobile phone jammer aktif yang berjalan di single band 900 MHz dan efisiensi rendah. b. Type B Device : Intelligent Cellular Disablers Perangkat ini biasanya bekerja sebagai sebuah pendeteksi. Ketika mendeteksi sinyal dari base station ke mobile phone, maka sinyal base station tidak melakukan komunikasi. Proses pendeteksian dan gangguan panggilan ini dilakukan selama interval yang biasanya disediakan untuk signaling dan handshaking. c. Type C Device : Intelligent Beacon Disablers Perangkat ini bertindak sebagai beacon, yang berarti menginstruksikan setiap perangkat mobile phone dalam daerah cakupannya untuk menonaktifkan dering atau operasi lain. d. Type D Device : Direct Receive & Transmit Jammers Alat ini berperilaku seperti sebuah base station independen kecil. Jammer ini dominan dalam receiver mode-nya dan dengan cerdas memilih untuk berinteraksi dan memblokir

mobile phone secara langsung jika dalam jarak yang dekat dengan jammer. e. Type E Device : EMI Shield - Passive Jamming Jammer ini menggunakan teknik pressure Electro Magnetic Interference (EMI) untuk membuat sesuatu yang disebut Faraday cage. Faraday cage ini pada dasarnya memblokir atau memiliki attenuasi yang besar, hampir semua radiasi elektromagnetik memasuki atau meninggalkan cage. 2.4 2.4.1 Frekuensi Band Pada Mobile Jammer GSM (Global System for Mobile)

GSM merupakan teknologi komunikasi digital yang bekerja pada pada frekuensi 900 MHz. Di frekuensi 900 MHz, GSM memiliki 140 slot kanal frekuensi pembawa dengan rentang nilai frekuensi uplink : 890 MHz - 915 MHz dan downlink : 935 MHz - 960 MHz. Nilai rentang frekuensi (band width) untuk tiap slotnya adalah sebesar 200 kHz. Karena penggunaan frekuensi ini tidak akan mampu memenuhi tuntutan pelanggan, mengingat pertumbuhan jumlah pelanggan yang sangat pesat, maka digunakan mekanisme frekuensi re-use, yang akan mengulang penggunaan frekuensi yang sama di suatu BTS yang memiliki jarak aman tertentu.. 2.4.2 DCS (Digital Celluler System)

GSM di frekuensi 1800 MHz biasa dikenal sebagai DCS (Digital Celluler System) 1800 atau GSM 1800 didalamnya ada 374 kanal frekuensi pembawa yang bisa digunakan untuk melayani pelanggan seluler. Kanal-kanal itu dibagi menjadi uplink : 1720 MHz - 1785 MHz dan downlink : 1805 MHz - 1880 MHz. 2.4.3 CDMA (Code Division Multiple Access)

Code Division Multiple Access (CDMA) adalah teknologi berbasis spread spectrum yang mengijinkan banyak user menempati kanal radio yang sama. Setiap data yang akan dipancarkan terlebih dahulu akan ditebar (spreading) sehingga memungkinkan adanya multiple access Sistem komuniasi CDMA ini mempunyai spesifikasi yaitu Frekuensi uplink : 869 - 894 MHz atau 1930 - 1990 MHz dan Frekuensi downlink : 824 - 849 MHz atau 1850 -1910 MHz. 2.4.4 3G (Third-Generation Technology)

Generasi ketiga, atau 3G, ditujukan untuk menjadi global standard bagi komunikasi wireless seluler. Data rate maksimum yang diperoleh pengguna bergantung pada kondisi mobilitas pengguna, yaitu sebesar 144 Kbps untuk mobile user, 386 Kbps untuk slowly moving user, dan 2 Mbps untuk stationary user dengan frekuensi uplink : 1885-2200 MHz dan Frekuensi downlink : 2135 2140 MHz . Tabel 2.1 Frequency Band Range uplink dan downlink Tipe GSM CMDA DCS 3G Uplink 890 - 915 MHz 824 - 849 MHz 1710 - 1785 MHz 1945 - 1950 MHz Downlink 935 - 960 MHz 869 - 894 MHz 1805 - 1880 MHz 2135 - 2140 MHz

2. Multimsim 8 Multisim (multi simulator) adalah program simulasi yang digunakan untuk melihat kinerja alat pada perangkat melalui simulasi Rangkaian yang digunakan perangkat tersebut. Dan juga dalam perakitan melalui sistem virtual untuk melihat kesesuaian dalam parameter-parameter yang ditentukan .Program multisim pertama kali dibuat oleh perusahaan yang bernama Electronic Workbench yang merupakan bagian dari perusahaan National instrument yang saat itu ditujukan sebagai alat bantu pengajaran didalam bidang elektronika. BAB III PERENCANAAN PENELITIAN DAN PENEMPATAN PERANGKAT MOBILE JAMMER

3.1

Perencanaan Mengenai Simulasi Perangkat Mobile Jammer

Dalam Perencanaan proyek akhir ini penelitian dilakukan dengan menggunakan simulasi pada Rangkaian pada perangkat mobile jammer melalui program simulasi multisim untuk mengetahui bentuk sinyal gelombang pada tiap-tiap bagian dari perangkat jammer tersebut . 3.2 Perencanaan Mengenai Penempatan Perangkat Mobile Jammer

Sebagai perencanaan selanjutnya dalam Proyek Akhir ini adalah penempatan perangkat mobile phone jammer pada politeknik negeri lhokseumawe untuk menghitung daya pancar dari perangkat jammer, penulis dalam hal ini menggunakan lokasi yang tepatnya di dalam area perkuliahan sebagai proyek akhirnya. 1. Penentuan Area Tertutup Dalam melakukan perhitungan di area tertutup penulis menggunakan metode perhitungan jarak daya pancar pada perangkat mobile jamming dengan menghitung kuat daya pancar terhadap mobile Phone (Hand Phone) dengan membatasi dengan media yang telah ditentukan. Melalui hasil perhitungan tersebut untuk melihat jarak daya pancaran yang dihasilkan perangkat mobile jammer terhadap serta penerima mobile phone. Perhitungan dilakukan dengan mengukur jarak jammer terhadap mobile pada area tertutup dengan mengukur luas ruang yang digunakan . 1. Penentuan Area Terbuka Dalam melakukan perhitungan di area terbuka penulis menggunakan metode perhitungan jarak daya pancar pada perangkat mobile jamming dengan menghitung kuat daya pancar terhadap mobile Phone (Hand Phone) dengan metode Line Of sight (LOS) serta membatasi dengan media yang telah ditentukan. Melalui hasil perhitungan tersebut untuk melihat jarak daya pancaran yang dihasilkan perangkat mobile jammer serta penerima terhadap mobile phone. Perhitungan dilakukan dengan mengukur jarak jammer terhadap mobile pada area terbuka. 3. Perhitungan Kekutan Sinyal Pada Hand Phone

Handphone pada umumnya menampilkan kekuatan sinyal dalam indikator grafik batang (bar) bukan angka dBm, atau yang sering disebut sebagai indikator RSSI (Receive Signal Strength

Indicator) .

Gambar 3.1 Indicator RSSI pada Hand Phone Terkadang hal ini tidak bisa dijadikan tolok ukur, karena fluktuasi grafik batang sulit untuk dideksripsikan ketika pengguna dalam keadaan bergerak (mobile/travels). Bagi beberapa pengguna mungkin menguntungkan untuk beralih ke indikator RSSI dan memantau kinerja perangkat mereka. Tabel 3.1 Perhitungan RSSI pada Bar Indicator Kekuatan Sinyal Dalam Indicator Batangan (bars) 1 Bars 2 Bars 3 Bars 4 Bars 5 Bars RSSI Indicator -77 atau lebih -78 dB s/d -86 dB 87 dB s/d -92 dB -93 dB s/d -101 dB -102 dB atau kurang

3. Perhitungan Redaman Ruang Bebas (Free Space Loss) Besarnya redaman ruang bebas Free Space Loss (FSL) diperlukan dalam perhitungan jarak pancar pada jammer dan nilai dari jenis frekuensi band dalam parameter serta perencanaan penempatan perangkat jammer pada luar ruangan dan dalam ruangan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: FLS dB=32.44+20logd Km+20 Log f (Mhz) (1) FLSdB=32.44 +20 log(df) (2) Dimana d adalah jarak perangkat jammer f adalah frekuensi yang bekerja pada perangkat jammer

3.5 Perhitungan Jammer Transmitter Penentuan kekuatan (power) dari jammer dengan menggunakan range penerimaan (down link) yang bekerja pada frekuensi band dapat dihitung dengan mengkakulasikan nilai frekuensi down linknya. perumusan dapat dilihat di bawah ini. Jammer = Max downlink Min downlink (3) Ada pun perhitungan untuk jamer pada tiap-tiap band frekuensi adalah sebagai berikut;

GSM Jammer CDMA Jammer DCS 3G Jammer jammer

= 960 Mhz - 935 MHz = 849 Mhz - 824 MHz = 1880 MHz - 1805 MHz = 2140 MHz - 2135 MHz

= 25 MHz = 25 MHz = 75 MHz = 5 MHz

Tabel 3.2 Frekuensi Band Range Downlink Tipe Band Frekuensi Frekuensi Downlink GSM CMDA DCS 3G 935 - 960 MHz 869 - 894 MHz 1805 - 1880 MHz 2135 - 2140 MHz Jammer (j) 25 MHz 25 MHz 75 MHz 5 MHz

serta perhitungan jarak pada perangkat jammer dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: JT=FLS- J (4) Dimana FSL adalah redaman ruang bebas (free space loss) J 3.6 adalah kekuatan jammer (jammer power) Perhitungan Daya Penerima Pada Area Tertutup dan Terbuka

Umunnya satuan daya pancar dalam perangkat jammer di tulis dalam dBm Sedangkan yang umunnya adalah Watt. Untuk mengkonversi nilai dBm ke daya (Watt) maka penyelesaiannya melalui persamaan sebagai berikut P (mw) = 10(P(dBm)/10) (5) Contoh perhitungan untuk menyelesaikan daya pancar dengan nilai hasil 30 dBm kedalam bentuk satuan watt adalah sebagai berikut.

P (mw) = 10(P(dBm)/10) P (mw) = 10(30 dBm /10) P (mw) = 10(3dBm) P (mw) = 1000 miliwatt =1 watt

sedang untuk menghitung nilai daya (watt) kedalam satuan dBm yaitu menggunakan penyelesaian rumus sebagai berikut P(dBm) = 10 log (mW)*10 (6) Contoh perhitungan untuk menyelesaikan dayadengan nilai 1 watt kebentuk satuan dBm. P(dBm) = 10 log (mW)*10 = 10 log (1000mW)*10 = 3*10 = 30 dBm

BAB IV ANALISA DAN HASIL PEMBAHASAN

4.1

Hasil Rekapitulasi Perencanaan

Secara umum pada bab ini akan membahas hasil perencanaan penempatan lokasi sebuah perangkat jammer di area perkuliahan, hasil pembahasan tersebut dijabarkan kedalam sebuah tabel yang berisi tentang hasil rekapitulasi perencanaan penempatan lokasi sebuah perangkat jammer dimana telah di perhitungkan berdasarkan parameter-parameter perencanaan di bab sebelumnya, dan pada bab ini pula akan diberikan gambaran analisis dengan cara mensimulasi Perangkat mobile phone jammer Pada tugas akhir ini. 4.2 Analisa Simulasi Pada Perangkat Jammer

Pada simulasi Rangkaian pada perangkat jammer dapat dilihat bentuk gelombang yang terbentuk pada setiap Rangkaian. Dimana setiap Rangkaian mempunyai bentuk gelombang berbeda pada pengukuran menggunakan simulasi Rangkaian. tahapan-tahapan dimana setiap gelombang yang di ukur menggunakan simulasi osiloskop untuk melihat bentuk puncak tegangan dan frekuensi secara detil. 4.2.1 Simulasi Pada Rangkaian Sawtooth Generator

Pada simulasi Rangkaian sawtooth generator terjadi pembentuk sinyal segitiga dimana bentuk tersebut terjadi diakibat dari prinsip kerja flip-flop pada Ic (intergrad circuit) 555 timer. Keadaan ini mereset flip-flop, merubah Qd menjadi high dan mengaktifkan transistor. Selanjutnya,saat kapasitor dikosongkan, upper komperator berubah menjadi low .saat tegangan kembali mencapai 1/3 vcc, low er komperator berubah menjadi high, mengubah kondisi flip-flop sehingga Qd low dan menon-aktifkan transistor.proses pengisisan berlangsung kembali terus menerus.

Gambar 4.1 Sinyal Output dari Rangkaian Generator Sawtooth 4.2.2 Simulasi Pada Rangkaian Noise Generator

Pada simulasi pada Rangkaian noise generator dapat kita lihat bentuk gelombang yang dihasilkan pada keluarannya. Untuk menghasilkan Noise generator terdiri dari sebuah dioda zener dengan arus balik (reverse current) kecil, sebuah buffer transistor dan IC Penguat Audio

(Low Voltage Audio Amplifier) yang berfungsi sebgai Band-pass filter dan penguat sinyal-kecil (small-signal Amplifier).

Gambar 4.2 Sinyal Output dari Rangkaian Noise Generator 4.2.3 Simulasi Pada Rangkaian Summer

Pada simulasi Rangkaian summer dapat dilihat bagaimana sinyal sawtooth dan noise digabungkan (Mixer) atau dijumlahkan (Sum) sehingga menghasil sinyal keluaran (Output) untuk memacetkan sinyal informasi. pencampuran dua buah sinyal (Signal Mixer) yaitu sinyal noise dan sinyal sawtooth dengan cara dijumlahkan menggunakan konfigurasi penjumlahan Op-amp (Summer).

Gambar 4.3 Sinyal Output dari Rangkaian Summer 4.2.4 Simulasi Pada Dioda Clemper

Pada Simulasi Rangkaian mempunyai cara kerja untuk menghasilkan ketetapan waktu (Time Costant) RC (Resistan Capasistansi) sepuluh kali lebih baik lebih baik pada prioda masukannya. maka itu tegangan DC (Direct Current) ditambahkan untuk menghasilkan keluaran (Out Put) tegangan yang tepat dengan menggunakan Rangkaian penjepit diode (Diode Clamper).

Gambar 4.4 Sinyal Output dari Rangkaian Dioda Clemper 4.3 Perhitungan Daya Pancar Pada Perangkat Jammer

Perhitungangan dilakukan dengan menghitungan jarak daya pancar dan kuat daya pancar terhadap mobile Phone (Hand Phone) dengan membatasi dengan media yang telah ditentukan. Melalui hasil perhitungan tersebut untuk melihat jarak daya pancaran yang dihasilkan perangkat mobile jammer terhadap serta penerima mobile phone. 4.3.1.1 Perhitungan daya pancar Area Tertutup Dalam melakukan perhitungan di area tertutup, perhitungan dilakukan dengan cara mengukur luas area untuk melihat kekuatan daya pancar jarak daya pancar pada perangkat mobile jamming dengan membatasi dengan media yang telah ditentukan. 4.3.1.2 Perhitungan FSL Pada Area Tertutup Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya perhitungan dilakukan dengan menggunakan persamaan redaman ruangan bebas (free space loss) untuk mendapat nilai daya pancar dari perangkat jamer salah satu media yaitu kayu , hasil perhitungan diperlihat dibawah ini. Untuk jenis GSM path loss dB=32.44 +20logdf path loss dB=32.44 +20log(0.01 Km*960 MHz) path loss dB=32.44 +20 log(9.6) path loss dB=32.44 + 12.49

path loss dB=44.92 dB=45 dB Untuk jenis CDMA path loss dB=32.44 +20logdf path loss dB=32.44 +20log(0.01 Km*849 MHz) path loss dB=32.44 +20 log(8.49) path loss dB=32.44 + 11.04 path loss dB=44.48 dB=44 dB Untuk jenis DCS path loss dB=32.44 +20logdf path loss dB=32.44 +20log(0.01 Km*1880 MHz) path loss dB=32.44 +20 log(18.8) path loss dB=32.44 + 24.45 path loss dB=56.89 dB=57 dB Untuk jenis 3G path loss dB=32.44 +20logdf path loss dB=32.44 +20log(0.02 Km*2140 MHz) path loss dB=32.44 +20 log(21.4) path loss dB=32.44 + 27.84 path loss dB=60.28 dB=60 dB Melalui hasil perhitungan tersebut dapat lihat daya pancaran yang dihasilkan perangkat mobile jammer terhadap serta penerima mobile phone melalui tabel sebagai berikut. Tabel 4.1 Perhitungan Free Space Loss pada Indoor

Media

Jenis Band Frekuensi GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz)

Jarak 20 M 57 dB 54 dB 81 dB 88 dB 57 dB 54 dB 81 dB 88 dB 57 dB 15 M 51 dB 49 dB 69 dB 74 dB 51 dB 49 dB 69 dB 74 dB 51 dB 10 M 45 dB 44 dB 57 dB 60 dB 45 dB 44 dB 57 dB 60 dB 45 dB 5M 39 dB 38 dB 45 dB 47 dB 39 dB 38 dB 45 dB 47 dB 39 dB

Kayu

Kaca

Beton

CDMA(849 Mhz) DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz)

54 dB 49 dB 44 dB 38 dB 81 dB 69 dB 57 dB 45 dB 88 dB 74 dB 60 dB 47 dB

Maka setelah didapat nilai FSL (Free Space Loss) dapat dihitung nilai JT (Jammer Transmitter) perhitungan dapat dilihat dibawah ini.

Untuk jenis GSM JT=45 - 25 = 20 dBm Untuk jenis CDMA JT=44 - 25 = 19 dBm Untuk jenis DCS JT=57 - 75 = -18 dBm Untuk jenis 3G JT=60 - 5 = 55 dBm

Tabel 4.2 Perhitungan Frekuensi Band perangkat Jammer pada Out door pada jarak 10 meter

BAND FREKUENSI GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz)

Free space loss (FSL) 45 dB 44 dB 57 dB 60 dB

Kekuatan jammer (JT) 20 dBm 19 dBm -18 dBm 55 dBm

Jammer (J) -25 dB -25 dB -75 dB -5 dB

4.3.2 .1 Perhitungan daya pancar Area Terbuka Dalam melakukan perhitungan di area terbuka, perhitungan dilakukan dengan cara mengukur luas area untuk melihat kekuatan daya pancar pada perangkat mobile jamming dengan membatasi dengan media yang telah ditentukan.

4.3.2.2 Perhitungan FSL Pada Area Terbuka Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya perhitungan dilakukan dengan menggunakan persamaan redaman ruangan bebas (free space loss) untuk mendapat nilai Daya Pancar Maksimum dari perangkat jamer hasil perhitungan diperlihat dibawah ini. Untuk jenis GSM path loss dB=32.44 +20log df path loss dB=32.44 +20log(0.02 Km*960 MHz) path loss dB=32.44 +20 log(19.2) path loss dB=32.44 + 24.97 path loss dB= 57.41 dB=58 dB Untuk jenis CDMA path loss dB=32.44 +20log df path loss dB=32.44 +20log(0.02 Km*849 MHz) path loss dB=32.44 +20 log(16.98) path loss dB=32.44 + 22.09 path loss dB=54.53 dB=55 dB Untuk jenis DCS path loss dB=32.44 +20log df path loss dB=32.44 +20log(0.02 Km*1880 MHz) path loss dB=32.44 +20 log(37.6) path loss dB=32.44 + 22.45 path loss dB=81.35 dB=82 dB

Untuk jenis 3G path loss dB=32.44 +20logdf path loss dB=32.44 +20log(0.02 Km*2140 MHz)

path loss dB=32.44 +20 log(42.8) path loss dB=32.44 + 55.68 path loss dB=88.12 dB=89 dB Melalui hasil perhitungan tersebut dapat lihat daya pancaran yang dihasilkan perangkat mobile jammer terhadap serta penerima mobile phone melalui tabel sebagai berikut. Tabel 4.1 Perhitungan Free Space Loss pada Out Door

Media

Jenis Band Frekuensi GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz)

Jarak 20 M 57 dB 54 dB 81 dB 88 dB 57 dB 54 dB 81 dB 88 dB 57 dB 54 dB 81 dB 88 dB 15 M 51 dB 49 dB 69 dB 74 dB 51 dB 49 dB 69 dB 74 dB 51 dB 49 dB 69 dB 74 dB 10 M 45 dB 44 dB 57 dB 60 dB 45 dB 44 dB 57 dB 60 dB 45 dB 44 dB 57 dB 60 dB 5M 39 dB 38 dB 45 dB 47 dB 39 dB 38 dB 45 dB 47 dB 39 dB 38 dB 45 dB 47 dB

Kayu

Kaca

Beton

Maka setelah didapat nilai FSL (Free Space Loss) dapat dihitung nilai JT (Jammer Transmitter) perhitungan dapat dilihat dibawah ini.

Untuk jenis GSM JT=58 - 25 = 33 dBm Untuk jenis CDMA JT=55 - 25 = 30 dBm Untuk jenis DCS JT=82 - 75 = 7 dBm Untuk jenis 3G

JT=89 - 5 = 84 dBm

Tabel 4.3 Perhitungan Frekuensi Band perangkat Jammer pada indoor pada jarak 10 meter

BAND FREKUENSI GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz)

Free space loss (FSL) 58 dB 55 dB 82 dB 89 dB

Kekuatan jammer (JT) 33 dBm 30 dBm 7 dBm 84 dBm

Jammer (J) -25 dB -25 dB -75 dB -5 dB

4.4

Perhitungan Daya Pancar penerima pada area Terbuka Dan Tertutup

Setelah di dapat perhitungan free space loss maka dapat diketahui kekuatan daya dari perangkat jammer tersebut dengan mengkonversikan satuan daya pancar dalam satuan dBm ke watt. Untuk perhitungan kekuatan daya pancar Jammer pada area terbuka dan tertutup yaitu dapat dihitung dengan rumus yang telah dijelaskan dibab sebelumnya. Tabel 4.4 Perhitungan Daya Watt Pada Area Terbuka (Outdoor) Media Frekuensi Band GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) Kayu DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) Kaca DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) Beton DCS (1880 Mhz) Daya Pancar Area Terbuka Jarak 20M 15M 10M 05M 1.58 W 0.39 W 0.1 W 0.02 W 0.79 W 0.25 W 0.07 W 0.02 W 0.0000158 0.00001 0.004 W 0.00025 W W W 199526.23 10000 W 316.22 W 15 W W 1.58 W 0.39 W 0.1 W 0.02 W 0.79 W 0.25 W 0.07 W 0.02 W 0.0000158 0.00001 0.004 W 0.00025 W W W 199526.23 10000 W 316.22 W 15 W W 1.58 W 0.39 W 0.1 W 0.02 W 0.79 W 0.25 W 0.07 W 0.02 W 0.0000158 0.00001 0.004 W 0.00025 W W W 199526.23

199526.23 W GSM (960 MHz) 1.58 W CDMA(849 Mhz) 0.79 W 3 G (2140 Mhz) Kayu DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) 0.004 W 199526.23 W

10000 W 0.39 W 0.25 W

316.22 W

15 W 0.02 W 0.02 W 0.00001 W 15 W

0.1 W 0.07 W 0.0000158 0.00025 W W 10000 W 316.22 W

Untuk mendapatkan daya watt (dbm) pada perangkat jammer pada area tertutup dapat diselesaikan dengan menggunakan perhitungan pada area terbuka maka didapat hasil yang telah dimasukan ketabel dibawah ini. Tabel 4.4 Perhitungan Daya Watt Pada Area Tertutup (indoor) Media Frekuensi Band GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) Kayu DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) Kaca DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) Beton DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) GSM (960 MHz) CDMA(849 Mhz) Kayu DCS (1880 Mhz) 3 G (2140 Mhz) Daya Pancar Area Tertutup Jarak 20M 15M 10M 05M 1.58 W 0.39 W 0.1 W 0.02 W 0.79 W 0.25 W 0.07 W 0.02 W 0.0000158 0.00001 0.004 W 0.00025 W W W 199526.23 10000 W 316.22 W 15 W W 1.58 W 0.39 W 0.1 W 0.02 W 0.79 W 0.25 W 0.07 W 0.02 W 0.0000158 0.00001 0.004 W 0.00025 W W W 199526.23 10000 W 316.22 W 15 W W 1.58 W 0.39 W 0.1 W 0.02 W 0.79 W 0.25 W 0.07 W 0.02 W 0.0000158 0.00001 0.004 W 0.00025 W W W 199526.23 10000 W 316.22 W 15 W W 1.58 W 0.39 W 0.1 W 0.02 W 0.79 W 0.25 W 0.07 W 0.02 W 0.0000158 0.00001 0.004 W 0.00025 W W W 199526.23 10000 W 316.22 W 15 W W

4.5 Hasil Analisa Dari hasil yang diperoleh dari pensimulasian di dapat bentuk gelombang yang berbeda pada setiap rangkaian dari perangkat jammer dan memiliki fungsi yang berbeda dalam menjammmerkan sinyal asli dari BTS serta dalam menutupi daya band frekuensi pada mobile phone dan penganalisa yang telah dilakukan dapat dilihat dari perhitungan kekuatan daya pancaran yang diperlukan untuk menutupi frekuensi asli pada mobile phone dalam perhitungan redaman ruang bebas (free space loss) melalui tempat dan media yang digunakan serta daya

pancar perangkat jammer ke penerima mobile phone.

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Setelah analisa dan hasil pembahasan, tahap selanjutnya mengambil simpulan analisa dari hasil pembahasan, adapun beberapa simpulan yang dapat diambil antara lain: 1. Berdasarkan hasil penganalisaan dapat diperoleh bentuk kerja jammer pada Setiap rangkaian mempunyai bentuk yang berbeda dalam pengolahan signal, baik pada tahapan pembangkitan gigi gergaji (sawtooth) yang berbentuk gigi gergaji , pembangkitan derau (noise generator), dan summer yang bentuk gelombang yang dihasilkan dari pengabungan sawtoth generator dan noise generator. 2. Faktor media penghalang merupakan suatu kendala yang paling berpengaruh dalam pentransmisian sinyal terhadap mobile phone dan jarak perangkat jammer menentukan pengisolasian sinyal pada area tertutup serta tempat terbuka dan daya pancar menentukan kekuatan jammer dalam jarak yang jauh . 3. Semakin besar faktor kekuatan jammer dalam penyebaran transmisi sinyal menyebabkan semakin memaksimalkan besar rugi propagasi maksimal antara dengan base station dan Mobile Phone .

5.2 Saran Agar penganalisan lebih baik maka penentuan rangkaian dan redaman bangunan sebaiknya dikembangan dengan bentuk sinyal excitter berbeda untuk menggantikan fungsi dari rangkaian pada excitter. Untuk pengembang tugas akhir selanjutnya diharapkan mengubah nilai kerja pada band frekuensi yang bekerja pada mobile ke bentuk band frekuensi yang bekerja pada TV maupun Radio untuk dapat melihat kesamaan dan perbedaan pada maupun merubah bentuk antena pada perangkat jammer tersebut. Pemasang perangkat jammer harus mengetahui dan melihat tempat pemasang bertujuan agar penggunaan jammer agar tidak merugikan pengguna selular serta petugas pelayan jasa komunikasi.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmed Jisrawi, "GSM 900 Mobile Jammer", undergrad project, JUST, 2006. Balanis, Constantine A. Antena Theory Analysis and Design, Mc Graw hill Djaelani Elan, Ruhiat Daday.pembuatan exciter untuk perangkat pemancar jamming, Pusat Penelitian Informatika-Lipi,Bandung:2008,pdf. International Edition, Canada, 1985. Jisrawi Ahmad,Nihad Dib.Gsm-900 Mobile Jammer, jordan university of science and techonology, electrical engineering departement, canada ,2005.pdf. [online]:http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe dg 5194.html. [diakses 23 februari 2013]. Sami Azzam, Ahmad Hijazi, Ali Mahmoudy. Smart Jammer For Mobile Phone Systems, P.V.D,2008. Wijaya Dwi Putra Budi , Saputro Indra Dwi Joko ,dkk, KINERJA RAGAM ANTENA UNTUK MOBILE PHONE JAMMER, Universitas Gunadarma, Bali: 2012.pdf.

[1]Elan Djaelani,pembuatan exciter untuk perngkat pemancar jamming ,Pusat Penelitian Informatika-LIPI,2010:III-22s [2] Balanis, Constantine A. Antena Theory Analysis and Design, Mc Graw hill

Anda mungkin juga menyukai