Anda di halaman 1dari 3

Pingpong: Bom Asap dan Efek Magnus

Tulisan kali ini tentang kegiatan olahraga saya yang tak teratur, tidak rutin dan tidak kontinu. Permainan olahraga yang satu ini kerap saya mainkan dulu yaitu Pingpong, Tenis Meja atau Table Tennis. Permainan ini mulai saya gemari sejak SMP hingga kuliah tingkat satu, meskipun tak terjadwal seperti jika ikut klub olahraga, sebab saya bermain hanya di tempat yang ada meja pingpongnya, kadang di rumah teman yang punya, di sekolah walau tak ada ekstrakurikuler tapi mejanya tersedia, di halaman masjid (selain bermain badminton atau permainan Galah Asin selepas tarawih di bulan puasa), bahkan di ruang tunggu Puskesmas (hari Minggu tentunya, saat tutup atau di malam hari). h iya, komplek Puskesmas dekat rumah saya terdapat rumah dinas dokter, bidan dan mantre, yang berbaik hati sebagai warga !ukun Tetangga memperbolehkan anak"anak bermain Pingpong di saat libur.

Pingpong memang #ukup merakyat, selain $ola %oli atau $adminton, apalagi di wilayah &awa $arat' gudangnya atlet"atlet terkenal di #abang olahraga tersebut. Meja pingpong pun mudah ditemui, terutama di kantor"kantor (S ( maupun kantor korporasi besar) disediakan sebagai sarana rekreasi sekaligus olahraga. $ahkan dulu di jaman S) sering juga bermain pingpong di atas meja sekolah, kadang #ukup satu meja atau empat meja didempetkan dengan net penggaris kayu panjang dua buah dan pemukul dari tripleks dengan bentuk tak beraturan, yang penting ada gagangnya. )i waktu lain dibuat juga pemukulnya yang lebih rapi, biasanya menggunakan kayu lapis tripleks dengan ketebalan *mm, ini juga susah di#ari sebab kebanyakan rongsokan tripleks yang ditemukan punya ketebalan +mm, dipotong o,al dan diberi gagang kayu yang diserut supaya enak dipegang, kadang"kadang tripleksnya dilapis karet ban dalam mobil -untung saat itu belum ada ban tubeless- supaya mirip dengan bat pingpong resmi dan bisa membuat e.ek spin, memukul bola hingga menyintir ke arah tertentu. /ang lebih mengasyikkan adalah saat bola pingpong penyok (belum sampai pe#ah), di#elupkan ke air panas supaya tidak penyok lagi. 0alau tidak salah saat itu harga bola pingpong sekitar !p1*2, saat makanan ringan 3hiki mulai mun#ul dengan harga yang sama, terasa mahal karena dengan uang sejumlah tersebut bisa membeli 3ilok beberapa tusuk (biasanya satu tusuk + butir, dapat bonus jika menemukan cngk atau #abe rawit di dalamnya). 0reati,itas terhadap bola pingpong tidak hanya sampai sebatas itu, kadang dilempar ke lantai supaya memantul balik masuk ke rok perempuan -bwahahaha, ini mah bukan kreati,itas- bahkan jika bola pingpong pe#ah masih menjadi mainan yang terdengar membahayakan, yaitu dijadikan bom asap.

$ola pingpong digunting ke#il"ke#il lalu dibungkus -tepatnya digulung- kertas pelapis rokok (berlapis aluminium), kedua ujungnya dipilin seperti bungkus permen sampai tertutup rapat ke#uali salah satu diganjal sebatang korek api. Satu bola pingpong #ukup untuk satu kertas rokok tersebut asalkan mengguntingnya tidak terlalu run#ing"run#ing karena malah bisa menusuk kertas rokok. 4jung satu dipegang tangan kiri kemudian tangan kanan menyulut sebatang korek api dan membakar bagian tengah gulungan kertas rokok. 0ertas dan guntingan bola pingpong akan memanas hingga dirasa #ukup -lupa parameternya, sesaat setelah api mulai mun#ul- ganjalan batang korek api di ujung satu lagi segera di#abut dan menghembuslah asap putih tebal dan banyak yang bisa mengisi sebuah ruangan kelas dan kadang sampai tidak terlihat apa"apa (kelas ukuran S) 5npres tentunya). Asap tersebut #ukup berbau menyengat, dulu saya tak tahu apakah asap itu berbahaya atau tidak -sekarang pun belum tahu- tapi tentunya setelah asap keluar dari mainan"bom tersebut segera dilempar dan saya pun lari ke luar ruangan kelas. $odohnya, kenapa tidak disulut di luar kelas lalu dilempar ke dalam kelas, ya6

Permainan Tenis Meja memiliki keunikan yang harus dipelajari dan dilatih sebagai sebuah tantangan dan trik dalam bermain. $ola Pingpong seperti juga lemparan bola $isbol dan So.bol, pukulan bola Gol. dan tendangan pada sepakbola mengenal sebuah e.ek yang disebut e.ek Magnus, yaitu e.ek yang terjadi pada sebuah benda yang berputar dalam sebuah medium udara (atau #airan). Tentunya anda mengenal tendangan pisang dalam sepakbola, itu terjadi karena e.ek Magnus tersebut. Tidak termasuk lengkungan yang terjadi pada saat bola bowling menggelinding, itu terjadi karena e.ek gaya gesek bola (yang berputar) dengan lantai, disebut sebagai swing bowling. 7.ek Magnus yang terlihat pada bola pingpong saat melakukan pukulan drive sehingga bola pingpong berputar ke depan, e.ek yang dihasilkan adalah bola naik melambung namun setelah melewati net tiba"tiba menukik dan lawan harus mengembalikan bola (menahan tanpa dipukul) dengan posisi bat miring ke depan (namun pantulan bola akan menjadi polos tidak menyintir), memukul dri,e balik sehingga bola berputar sebaliknya (jika tidak tepat bola malah akan melambung jauh) atau memukul searah sintiran bola (jika tidak tepat bola tidak akan bisa terangkat ke atas net). 7.ek tersebut baru satu arah, akan lebih susah lagi jika sintiran bola miring sehingga pantulan bola bisa ke kiri atau ke kanan ke luar arena meja pingpong. Tentunya jika anda sudah sering bermain pingpong hal"hal di atas sudah tidak dipikirkan lagi, sudah menjadi gerakan re.lek dan perasaan dalam memukul bola, bahkan bola pingpong yang melun#ur #epat hanya dilihat sesaat (mengira"ngira arah dan sintiran), melihat posisi lawan dan sesaat kemudian langsung memukul. 0e#epatan proses otak, re.lek perasaan (serta ingatan) dan reaksi .isik ini belum mampu ditandingi oleh sistem komputer saat ini. Ada dua #atatan menarik dari isian 8ikipedia tentang Pingpong di atas, yaitu pada tahun 19+: dalam 0ejuaraan )unia Prague, dua pemain bertahan selama satu jam dalam merebut satu point, serta Tenis Meja ternyata sempat dilarang di 4ni So,yet dari tahun 19+2 hingga 19*2 karena dianggap membahayakan mata, saya tidak tahu apakah membahayakan karena kemungkinan sebuah smash bisa tersasar mengenai bola mata ataukah mata rusak karena melihat bola ke#il putih bergerak sangat #epat. Ada"ada saja;