Anda di halaman 1dari 5

Nama : Andriand Siahaan NIM : H1K010033

Kelas : A

Pembahasan Alat Tangkap Ikan Trawl ( Pukat Harimau)

A. Trawl Secara Umum Trawl atau pukat harimau merupakan alat tangkap ikan modern yang telah digunakan beberapa puluh tahun yang silam. Namun tidak diketahui dengan pasti asal-usul tentang alat tangkap ini. Beberapa para ahli memprediksi trawl berasal dari Eropa Barat dan banyak digunakan di daerah pantai dan lepas pantai pada abad ke-16 dan ke-17 di sepanjang perairan pantai Prancis. Alat tangkap ini berasal dari bahasa Prancis yaitu troler dan kata trailing jika diartikan dalam bahasa Inggris mempunyai arti tarik ataupun mengelilingi seraya menarik. Trawl telah mengalami banyak perkembangan di mulai dari segi cara pengoperasian dan bentuk fisik jaring. B. Jenis-jenis Trawl a. Berdasarkan letak jaring dalam air selama dilakukan operasi penangkapan ikan ; 1. Surface trawl, yaitu trawl yang dioperasikan pada permukaan air.

2. Mide water trawl, yaitu trawl yang dioperasikan antara permukaan dan dasar perairan.

3. Bottom trawl, yaitu trawl yang dioperasikan di dasar perairan.

b. Berdasarka segi operasinya ; 1. Side trawl, yaitu trawl yang pada operasinya ditarik pada sisi kapal. 2. Stern trawl, yaiu trawl yang ditarik pada bagian belakang kapal. 3. Double rig trawl, yaitu trawl yang ditarik melalui dua rigger yang dipasang pada kedua lambug kapal. c. Berdasarkan jumlah kapal yang digunakan untuk menarik trawl ; 1. One boat trawl, yaitu trawl yang ditarik menggunakan sebuah kapal.

2. Two boat trawl, yaitu trawl yang ditarik menggunakan dua buah kapal.

d. Berdasarkan penggunaan alat untuk membuka mulut jaring ; 1. Bean trawl, yaitu trawl yang menggunakan bean. 2. Otter trawl, yaitu trawl yang menggunakan otter board untuk membuka mulut jaring. C. Teknik Operasi Penangkapan Berikut cara pengoperasian dengan menggunakan trawl ; 1. Seperti yang telah dijelaskan diatas metode penangkapan ini haruslah menggunakan kapal sebagai alat bantu untuk menarik jaring. 2. Jaring diikat dan dihubungkan dengan kapal. 3. Jaring diatur sedemikian rupa dan diletakkan sesuai tujuan penangkapan, baik itu dipermukaan atau dasar perairan. 4. Pada umumnya jaring ditarik dengan kecepatan 3-4 knot 5. Pada umumnya waktu penarikan berkiisar antara 3-4 jam. 6. Panjang warp sekitar 3-4 kali depth, pada fishing ground D. Penyebab Kegagalan Dalam Penangkapan 1. Warp terlalu panjang ataupun speed terlalu lambat atau juga hal-hal lain, maka jaring akan mengeruk lumpur. 2. Jaring tersangkut di karang atau bangkai kapal. 3. Jaring ataupun tali temali tergulung pada srew 4. Warp putus,dll. E. Kelemahan dan Kelebihan Trawl a. Kelemahan 1. Merusak ekosistem laut Karena biota laut akan rusak baik berupa karang tempat perlindungan ikan
maupun ikan kecil sampai besar disapu bersih bahkan bibit ikan semua jenis habis.

2. Merugikan nelayan kecil


Karena daerah operasional pada penangkapan ikan menggunakan trawl biasanya ikan telah habis. Sehingga nelayan-nelayan kecil akan merugi akibat minimnya hasil tangkapa n.

3. Terjadinya perselisihan antara nelayan modern dan nelayan tradisional Karena terjadinya persaingan penangkapan yang tidak sehat 4. membuat terjadi monopoli penangkapan ikan yang dilakukan oleh pemilik
kapal (BOAT ) trawl atau pukat harimau. 5. Merugikan negara, karena masih ada beberapa oknum pengusaha yang melakukan penangkapan secara ilegal untuk menghindari pajak.

b. Kelebihan 1. Efisien dalam penggunaan waktu penangkapan ikan F. Saran Jika kita melihat analisi diatas dengan mempertimbangkan kelemahan dan kelebihan dalam penggunan trawl dari berbagai sumber, cenderung mengarah ke dampak negatif dari pada positif. Menindak hal ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan ; 1. Pemerintah harus tegas dalam membuat aturan mengenai penggunaan trawl mengingat banyak sekali dampak negatif dari alat tangkap trawl. 2. Pengusaha harus lebih bijak dalam menggunakan alat tangkap ini jangan hanya mencari keuntungan semata. 3. Para nelayan tradisional harus bertindak secara cepat dan tepat atau secara bersama-bersama melakukan protes jika penangkapan bertindak semena-mena. 4. Jika memungkinkan penangkapan menggunakan trawl dapat digunakan asalkan menggunakan waktu secara periodik bukan terus-menerus. F. Kesimpulan 1. Trawl (pukat harimau) adalah alat tangkap ikan modern yang menggunakan jaring serta ditarik dengan kapal, baik itu satu kapal atau dua kapal. 2. Dari beberapa sumber yang diperoleh alat tangkap trawl memiliki banyak sekali kelemahan sehingga harus dilakukan penanganan khusus.

D. Daftar Pustaka 1. Buku : Mallawa, achmar dan sudirman.2004. Teknik penangkapan ikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2. Jurnal Firdaus, Muhamad.2010. HASIL TANGKAPAN DAN LAJU TANGKAP UNIT PERIKANAN PUKAT TARIK, TUGU DAN KELONG. Diakses pada tanggal 10/10/2011. 3. Internet : http://chfajrin.wordpress.com/2011/02/13/lestarikan-ekosistem-laut/ http://fiqrin.wordpress.com/artikel-tentang-ikan/alat-tangkap-trawl/ http://erabaru.net/nasional/50-politik/21704-jaring-trawl-rusak-terumbu-karang-dibengkulu http://mukhtar-api.blogspot.com/2011/09/trawl-marak-hnsi-bangka-minta-aparat.html