Anda di halaman 1dari 1

Perdarahan subkonjungtiva

Disebabkan oleh rupturnya pembuluh darah kecil yang menghubungkan jarak antara episklera dan konjungtiva. Mata terlihat merah karena darah masuk ke dalam jarak yang ada tersebut. Umumnya tanda terpenting dari gangguan ini adalah adanya gangguan perdarahan. Gangguan ini tidak mempengaruhi kemampuan visual, tidak ada nyeri, serta tidak memerlukan penanganan. Yang perlu dilakukan adalah evaluasi terhadap faktor yang berperan pada gangguan ini.

lefaritis

Disebabkan oleh peradangan pada bagian kelopak mata. !erlihat berminyak dan ada luka"luka yang membentuk bisul melekat pada bagian alis mata. Mata terlihat kemerah"merahan pada bagian sklera#bagian putih mata $sklera terlihat ber%arna pink&. Penanganan dilakukan dengan kompres air hangat, menjaga kelopak mata untuk tetap higienis, dan antibiotika topikal seperti eritromisin. Untuk mengatasi gejalanya dipakai '()*D $Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs&. +ika blefaritis semakin parah atau terjadi blefaritis kronis diberikan antibiotika sistemik $biasanya tetrasiklin&.

,onjungtivitis

Disebabkan oleh pembuluh darah konjungtiva superfisial yang mengalami dilatasi sehingga terjadi hiperemia $kemerahan& dan edema pada konjungtiva. *ni merupakan gangguan yang paling sering menyebabkan kemerahan pada mata. 'yerinya terasa ringan dan ketajaman penglihatan hanya sedikit berkurang. Penyebabnya dapat berupa virus, bakteri, dan jamur. Gangguan ini dapat menyebabkan mata berair, terasa seperti ada benda asing dalam mata, dan fotofobia $silau&. iasanya penanganan dilakukan dengan pemberian antibiotika topikal okular spektrum luas, seperti sulfasetamid -./, polymi0in"bacitracin"neomycin, atau kombinasi dari trimetoprim"polimiksin.

,onjungtivitis alergi

Disebabkan oleh alergi pada bagian konjungtiva. ,ondisi ini secara ekstrim sering terjadi dan sering tertukar diagnosisnya dengan konjungtivitis infeksius Penanganannya dilakukan dengan kompres dingin, vasokonstriksi topikal, antihistamin, dan mast-cell stabilizers seperti cromolyn sodium. Glukokortikoid topikal juga bisa digunakan, tetapi pada pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi seperti glaukoma, katarak, dan infeksi sekunder. '()*D topikal seperti ketorolac tromethamine adalah alternatif yang lebih baik dibandingkan glukokortikoid topikal.

,eratitis $radang kornea&

Uveitis anterior

Glaukoma akut sudut tertutup

Disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu1 mata kering, pemakaian obat topikal, viral conjunctivitis, terpapar sinar ultraviolet, penggunaan contact lenses, blepharitis, dan abnormalitas kelopak mata. Paling sering adalah penggunaan lensa kontak dalam infeksi kornea. Penanganan paling baik adalah dengan antibiotika topikal. Disebabkan oleh peradangan sel di a2ueous humor atau pengendapan di sepanjang endotel kornea. iasanya dialami oleh orang muda atau pada usia pertengahan. Gejalanya adalah nyeri, fotofobia, dan pandangan yang kurang jelas. Gangguan ini dapat menyebabkan glaukoma, abnormalitas pupil, katarak, dan disfungsi makular. Penanganannya menggunakan glukokortikoid topikal. Disebabkan oleh peningkatan dimensi anterior"posterior dari crystalline lens yang bisa mendorong iris di depannya. Pada gangguan ini didapati pupil tidak bereaksi dengan cahaya, iris terlihat kurang tajam, dan pandangan kabur karena adanya edema. Gejala klasik yang sering terlihat adalah adanya halo#cincin di sekitar cahaya. Gangguan ini jarang terjadi sehingga sering salah diagnosis. Penanganannya adalah dengan aseta3olamid oral atau intravena, beta bloker topikal, prostaglandin, alfa"4"adrenergik agonis, dan pilokarpin untuk merangsang miosis. +ika gagal, dapat digunakan laser untuk membuat lubang di iris perifer.