Anda di halaman 1dari 12

ATHG TERHADAP WAWASAN NUSANTARA

Kelompok 7: Anissa Martina Nur Riza Maulidina Febrina Viselita Roselina Hutabarat Dwi Puspita Sari Tarina Eka Putri Galis Tresnariyas 220110090002 220110090082 220110090084 220110090100 220110090105 220110090112 220110090113

Latar Belakang

Konsep ATHG
Definisi ATHG
Sunardi (1997) mendefinisikan Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan adalah sebagai berikut : 1. Ancaman Merupakan usaha yang dilaksanakan secara konseptual melalui tindakan politik dan atau kejahatan yang diperkirakan dapat membahayakan tatanan serta kepentingan negara dan bangsa, sesuatu yang diancamkan, perbuatan mengancam. 2. Tantangan Merupakan ajakan berperang, hal atau obyek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemamapuan mengawasi masalah, rangsangan untuk bekerja lelih baik, 3. Hambatan Merupakan usaha merintangi / menghalangi proses pencapai / tujuan. 4. Gangguan ialah halangan/rintangan/godaan, segala sesuatu yang menyusahkan, hal yang menyebabkan ketidakwarasan/ ketidak normalan, hal yang menyebabkan ketidaklancaran.

Bentuk ATHG

Konsep Wawasan Nusantara


Definisi Wawawasan Nusantara Latar Belakang Pemikiran Wawasan Nusantara Hakekat, Tujuan, dan Fungsi Wawasan Nusantara Landasan Hukum Wawasan Nusantara Unsur-unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara

ATHG Terhadap Wawasan Nusantara


Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional Tantangan Implementasi
Ada berbagai tantangan dalam pelaksanaan atau implementasi wawasan nusantara yaitu antara lain: Pemberdayaan tantangan masyarakat (SDM dan kondisi nasional yang berupa pembangunan nasional yang belum merata) Dunia tanpa batas (perkembangan IPTEK seperti telekomunikasi, transportasi, dan IT) Era baru kapitalisme (kapitalisme modern) Kesadaran rakyat sebagai warga negara Indonesia.

cont ....
Prospek Implementasi
Wawasan nusatara sebagai National Vision yang mengutamakan persatuan dan kesatuan tetap valid kini dan dimasa datang akan tetap relevan dengan norma-norma global. Dalam implemntasinya, peranan daerah dan rakyat kecil perlu diperdayakan. Hal ini dapat terwujud apabila faktor-faktor dominan berikut dapat terpenuhi yaitu: Keteladanan kepemimpinan (sikap dari pemerintah pusat) Pendidikan yang berkualitas dan bermoral kebangsaan Media massa yang mampu memberikan informasi dan kesan yang positif Penegakan hukum yang adil.

KASUS

Pembukaan Kongres Rakyat Papua III di Abepura, Jayapura (17/10). TEMPO/Jerry Omona

Barat dalam Kongres Rakyat Papua III di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Jayapura, pada Rabu, 19 September lalu, dikhawatirkan bukan semata murni tindakan para simpatisan Organisasi Papua Merdeka saja.

( Sabtu, 22 Oktober 2011 | 11:42 WIB) TEMPO.CO, Jakarta -Deklarasi Negara Papua

"Tapi juga ekspresi ketidakpuasan masyarakat Papua akan Merah Putih," kata anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Helmy Fauzi, ketika dihubungi, Sabtu, 22 Oktober 2011. Menurut politikus dari Fraksi PDI Perjuangan ini, jika kekhawatirannya itu benar, maka hal itu sangat berbahaya. Seperti diketahui, dalam Kongres Rakyat Papua III, Rabu lalu, Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yeboisembut mendeklarasikan berdirinya Negara Papua Barat. Dalam acara yang diikuti sekitar 4.000 orang itu, sekaligus dilakukan pemilihan presiden dan perdana menterinya. Aksi tersebut mendorong polisi melakukan pembubaran paksa. Kericuhan pun terjadi hingga menewaskan empat orang. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, aparat kepolisian menggerebek lokasi Kongres Rakyat Papua III itu karena aksi yang mereka lakukan sudah dinilai makar. "Mereka mendirikan negara dalam negara dan tidak mengakui Presiden Republik Indonesia," kata Djoko di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dua hari lalu. Helmy pun meminta pemerintah lebih berhati-hati dalam bertindak untuk menghindari masyarakat Papua yang semakin kecewa dengan Negara Kesatuan RI. (Indra Wijaya).

Pembahasan Kasus
Suatu bangsa yang telah mendirikan suatu negara, dalam menyelenggarakan kehidupannya Negara Indonesia tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya. Pengaruh itu timbul dari hubungan timbal balik antara filosofis bangsa kita, ideologi, aspirasi serta cita-cita dan kondisi sosial masyarakat, budaya, tradisi, keadaan alam, wilayah serta pengalaman sejarah bangsa Indonesia. Pemerintah dan rakyat memerlukan suatu konsep berupa wawasan nusantara untuk menyelenggarakan kehidupannya. Wawasan ini dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia, keutuhan wilayah serta jati diri bangsa Indonesia. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar dan wilayah yang luas baik darat maupun lautan memiliki tantangan tersendiri untuk menjaga keutuhan dan persatuan serta kesatuan wilayahnya. Berbagai ancaman, hambatan, tantangan dan gangguan baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dapat mengancam keutuhan bangsa dan Negara Indonesia. Hal yang berkaitan dengan konsep wawasan nusantara serta implementasinya salah satunya mengenai gerakan separatisme yang tak kunjung usai dan menjadi salah satu sumber ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang cukup sering terjadi di Indonesia. Wawasan nusantara hendaknya diwujudkan dalan pola pikir, pola sikap dan pola perilaku setiap warga negara maupun pemerintah dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta menjadi nilai yang menjiwai segenap peraturan perundangan yang berlaku pada setiap strata di seluruh wilayah negara Indonesia. Karena itu wawasan nusantara pada hakekatnya dapat merupakan wujud semangat kebangsaan/nasionalisme orang Indonesia.

Cont...
Salah satu gerakan separatisme yang terjadi adalah adanya deklarasi Negara Papua Barat dalam Kongres Rakyat Papua III. Dalam Kongres Rakyat Papua III, Rabu lalu, Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yeboisembut mendeklarasikan berdirinya Negara Papua Barat. Dalam acara yang diikuti sekitar 4.000 orang itu, sekaligus dilakukan pemilihan presiden dan perdana menterinya. Para politikus menduga, gerakan separatisme ini dikhawatirkan bukan semata murni tindakan para simpatisan Organisasi Papua Merdeka saja melainkan juga ekspresi ketidakpuasan masyarakat Papua akan Merah Putih. Adanya gerakan separatisme ini sangat berlawanan terhadap negara yang mengutamakan persatuan dan kesatuan. Padahal disisi lain kita dapat menanggulangi dan mencegahnya dengan menyusunan pranata sosial yang didasari semangat kebersamaan, menjalin hubungan sebagai masyarakat yang demokratis, penyelenggaran otonomi daerah yang efektif dan meningkatkan koordinasi kegiatan pemerintahan dan pembangunan nasional. Berkaitan dengan masalah separatisme ini kaitannya dengan Wawasan Nusantara, penulis menawarkan solusi untuk menilik kembali kepada diri kita masing-masing harusnya setiap warga Negara Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk: Mengerti, memahami, dan menghayati hak dan kewajiban warga Negara serta hubungan warga Negara dan Negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air berdasarkan pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nuasantara Mengerti, memahami, dan menghahayati bahwa di dalam menyelenggarakan kehidupannya Negara memerlukan konsepsi wawasan nusantara, sehingga sadar sebagai warga Negara memiliki wawasan nusantara guna mencapai cita-cita dan tujuan nasional Indonesia adalah negara yang solid terdiri dari berbagai suku dan bangsa, terdiri dari banyak pulau-pulau dan lautan yang luas. Maka, Indonesia harus lebih jeli dalam memperhatikan setiap wilayah dan rakyatnya yang rawan terhadap gerakan separatisme agar Indonesia tetap merupakan satu kesatuan utuh yang berlandaskan kebhinekaan

KESIMPULAN SARAN

Terimakasih