Anda di halaman 1dari 8

Oleh : Christophorus Birowo NIM : 1132222

Mentalitas adalah keadaan dan aktivitas jiwa (batin), cara berpikir, dan berperasaan

Tujuan pendidikan Kristen akan diurakan dalam dua bagian, yaitu: 1. Antropologis Tujuan pendidikan Kristen secara antropologis adalah memanusiakan manusia, melayani yang tidak terlayani. Tujuan pendidikan secara umum adalah mengajarkan kepada pribadi-pribadi yang sedang bertumbuh untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang merupakan bagian dari dirinya. Pendidikan Kristen hadir untuk mewartakan kabar baik dan memperlakukan manusia sbagai rupa dan gambar Allah. Pendidikan Kristen juga harus mengedepankan kasih dan keadilan Kristus di tengah-tengah kehidupan umat manusia. Kasih menjadi bagian dari kelembutan dan keadilan menjadi bagian dari ketegasan dari pendidikan Kristen.

Negara (nasionalisme)

Dalam konteks berbangsa dan bernegara maka pendidikan Kristen harus menghadirkan kasih dan keadilan di tengahtengah masyarakat. Cinta sesama dan cinta Negara menjadi bagian penting yang harus dihadirkan oleh pendidikan Kristen. Institusi, pengajar dan mahasiswa harus tunduk dan patuhan pada pemerintah sebagai bagian yang tidak dapat dielakkan dari perintah Allah (Roma 13:1-3). Siswa harus diajarkan cinta Negara dan mengabdi bagi Negara. Membangun jiwa nasionalisme, karakter bangsa, keadilan nasional dan sebagainya menjadi tanggung jawab bersama seluruh aspek bangsa demikian juga pendidikan Kristen hadir untukmenciptakan jiwa nasionalisme. Kesejahteraan, kekuatan dan kebanggaan pada bangsa sendiri di antara bangsa-bangsa lain di dunia untuk masa depan tergantung pada generasi muda bangsa yang diajar saat ini.

2. Teosentris Segala perbuatan dan tidakan harus selalu berpusat kepada Kristus. Bukti dari kepercayaan pada Kristus adalah dengan memunculkan buah roh. Buah roh menjadi indikator yang terlihat dari kehidupan orang percaya kepada Kristus, meskipun menghasikan buah roh secara sempurna dalam kehidupan manusia sesuatu yang tidak mungki. Namun, harus terus berproses dan berefleksi untuk bangkit dan menghasilkan buah yang lebih baik lagi. Jatuh bangun tentunya menjadi bagian dari proses kehidupan Kristen. Mengasihi sesama manusia merupakan bagian dari bua roh yang harus diwujudnyatakan. Institusi, guru dan siswa harus menjadi murid Kristus yang sejati yang termanifestasi dalam buah roh seperti tercantum dalam Galatia 5:22-23.

Di dalam kamus besar bahasa indonesia di jelaskan bahwa arti kata korelasi adalah suatu hubungan timbal balik atau sebab akibat. Pendidikan Kristen memiliki dampak dalam mentalitas Mahasiswa. Di karenakan pendidikan kristen membentuk mahasiswa di dalam watak ,personalitas,karakter dan sifat . Begitupun sebalik nya. Mentalitas mahasiswa juga berpengaruh dalam bagaimana ia menjalani Pendidikan Kristen yang sesuai dengan tujuan utama pendidikan kristen yang telah di jelas sebelum nya . Kedua hal ini (Mentalitas & Pendidikan Kristen) saling mempengaruhi.

Pendidikan Kristen memiliki andil penting dalam mentalitas mahasiswa . Pendidikan kristen mendorong mahasiswa dalam berkembang nya mentalitas mahasiwa yang bersifat positif baik dalam kehidupan pribadi masyrakat serta berbangsa negara. Begitupun sebalik nya , mentalitas mahasiswa yang bersifat positif mendukung perkembangan pendidikan kristen dan apliksi nya dalam kehidupan sehari . Maka dari itu Pendidikan Kristen dan Mentalitas Mahasiswa memilki korelasi satu sama lain nya

Thankyou For Your Attention May God Bless Us .