Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tubaeustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid. otitis media terbagi atas otitis mediasupuratif dan non-supuratif, dimana masing-masing memiliki bentuk akut dan kronis.Otitis media akut termasuk kedalam jenis otitis media supuratif. Selain itu, terdapat juga jenis otitis media spesifik, yaitu otitis media tuberkulosa, otitis media sifilitik, dan otitismedia adhesiva.1 Otitis Media Akut OMA! merupakan peradangan sebagian atau seluruh bagian mukosa telinga tengah, tuba "usthacius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid yang berlangsung mendadak yang disebabkan oleh invasi bakteri maupun virus ke dalam telinga tengah baik secara langsung maupun secara tidak langsung sebagai akibat dari infeksi saluran napas atas yang berulang.1 #uba "usthacius adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan nasofaring yang berfungsi sebagai ventilasi, drainase sekret dan menghalangi masuknya sekret dari nasofaring ke telinga tengah.1 $revalensi kejadian OMA banyak diderita oleh anak-anak maupun bayi dibandingkan pada orang de%asa tua maupun de%asa muda. $ada bayi terjadinya OMA dipermudah oleh karena tuba "ustachius lebih pendek, lebar dan letaknya agak hori&ontal. $ada anak-anak makin sering menderita infeksi saluran napas atas, maka makin besar pula kemungkinan terjadinya OMA disamping oleh karena system imunitas anak yang belum berkembang secara sempurna.1 Otitis media pada anak-anak sering kali disertai dengan infeksi pada saluran pernapasan atas. "pidemiologi seluruh dunia terjadinya otitis media berusia 1 thn sekitar '(), sedangkan anak-anak berusia * thn sekitar +*). ,i Amerika Serikat,

diperkirakan -.) anak mengalami minimal satu episode otitis media sebelum usia * tahun dan hampir setengah dari mereka mengalaminya tiga kali atau lebih.( 1.2 Batasan Masalah /eferat ini membahas mengenai otitis media akut yang meliputi anatomi telinga, dan definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, diagnosis, pentalaksanaan, dan komplikasi otits media akut. 1.3 Tujuan Penulisan #ujuan penulisan referat ini adalah unutk memahami mengenai anatomi telinga, dan definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, diagnosis, pentalaksanaan, dan komplikasi otits media akut. 1.4 Met !e Penulisan /eferat ini disusun berdasarkan studi kepustakaan dengan merujuk ke berbagai literatur.

BAB II
2

TIN"AUAN PU#TA$A

2.1 Anat %i Telinga

0ambar 1! Anatomi #eling*

2.1.1 Telinga Luar #elinga dibagi atas telinga telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. #elinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai membran timpani. ,aun telinga terdiri dari tulang ra%an elastin dan kulit. 1iang telinga berbentuk huruf S dengan rangka tulang ra%an pada sepertiga bagian luar, sedangkan dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri dari tulang. $anjangnya kira-kira (,.-* cm.1 $ada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kelenjar serumen kelenjar keringat! dan rambut. 2elenjar keringat terdapat pada seluruh kulit liang telinga. $ada duapertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjar serumen.1

2.1.2 Telinga Tengah #elinga tengah terdiri dari membran timpani, kavum timpani, prosesus mastoideus dan tuba "ustachius.3,. Membran timpani merupakan dinding lateral kavum timpani dan memisahkan liang telinga luar dari kavum timpani. 2etebalannya rata-rata 4,1 mm .1etak membran timpani tidak tegak lurus terhadap liang telinga akan tetapi miring yang arahnya dari belakang luar kemuka dalam dan membuat sudut 3.o dari dataran sagital dan hori&ontal. ,ari umbo kemuka ba%ah tampak refleks cahaya cone of ligt!.3 Secara anatomis membrana timpani dibagi dalam ( bagian yaitu pars tensa dan pars flasida atau membran Shrapnell, letaknya dibagian atas muka dan lebih tipis dari pars tensa dan pars flasida dibatasi oleh ( lipatan yaitu plika maleolaris anterior lipatan muka!, plika maleolaris posterior lipatan belakang!.3 2avum timpani terletak didalam pars petrosa dari tulang temporal, bentuknya bikonkaf. ,iameter anteroposterior atau vertikal 1. mm, sedangkan diameter transversal (-' mm. 2avum timpani mempunyai ' dinding yaitu 5 bagian atap, lantai, dinding lateral, dinding medial, dinding anterior, dinding posterior. ' Atap kavum timpani dibentuk oleh tegmen timpani, memisahkan telinga tengah dari fosa kranial dan lobus temporalis dari otak. bagian ini juga dibentuk oleh pars petrosa tulang temporal dan sebagian lagi oleh skuama dan garis sutura petroskuama. 1antai kavum timpani dibentuk oleh tulang yang tipis memisahkan lantai kavum timpani dari bulbus jugularis, atau tidak ada tulang sama sekali hingga infeksi dari kavum timpani mudah merembet ke bulbus vena jugularis.' ,inding medial ini memisahkan kavum timpani dari telinga dalam, ini juga merupakan dinding lateral dari telinga dalam. ,inding posterior dekat keatap, mempunyai satu saluran disebut aditus, yang menghubungkan kavum timpani dengan antrum mastoid melalui epitimpanum. ,ibelakang dinding posterior kavum timpani adalah fosa kranii posterior dan sinus sigmoid. ,inding anterior ba%ah adalah lebih besar dari bagian atas dan terdiri dari lempeng tulang yang tipis menutupi arteri karotis pada saat memasuki tulang tengkorak dan sebelum
4

berbelok ke anterior. ,inding ini ditembus oleh saraf timpani karotis superior dan inferior yang memba%a serabut-serabut saraf simpatis kepleksus timpanikus dan oleh satu atau lebih cabang timpani dari arteri karotis interna. ,inding anterior ini terutama berperan sebagai muara tuba "ustachius. ' 2avum timpani terdiri dari tulang-tulang pendengaran yaitu maleus, inkus dan stapes, dua otot yaitu muskulus tensor timpani dan muskulus stapedius, saraf korda timpani dan saraf pleksus timpanikus. ' Saraf korda timpani merupakan cabang dari nervus fasialis masuk ke kavum timpani dari analikulus posterior yang menghubungkan dinding lateral dan posterior. 2orda timpani juga mengandung jaringan sekresi parasimpatetik yang berhubungan dengan kelenjar ludah sublingual dan submandibula melalui ganglion ubmandibular. 2orda timpani memberikan serabut perasa pada (6* depan lidah bagian anterior. Saraf pleksus timpanikus berasal dari n. timpani cabang dari nervus glosofaringeus dan dengan nervus karotikotimpani yang berasal dari pleksus simpatetik disekitar arteri karotis interna. 3 #uba eustachius disebut juga tuba auditory atau tuba faringotimpani. 7entuknya seperti huruf S. $ada orang de%asa panjang tuba sekitar *' mm berjalan ke ba%ah, depan dan medial dari telinga tengah dan pada anak diba%ah 8 bulan adalah 1-,. mm. #uba "ustachius adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan nasofaring yang berfungsi sebagai ventilasi, drainase sekret dan menghalangi masuknya sekret dari nasofaring ke telinga tengah. 3 2.1.3 Telinga Dala% #elinga dalam terdiri dari koklea yang berupa dua setengah lingkaran dan vestibuler yang terdiri dari * buah kanalis semisirkularis. 9jung atau puncak koklea disebut helikotrema, menghubungkan perilimfa skala timpani dengan skala vestibuli. 1

2analis semisirkularis saling berhubungan secara tidak lengkap dan membentuk lingkaran yang tidak lengkap. $ada irisan melintang koklea tampak skala vestibuli sebelah atas, skala timpani di sebelah ba%ah dan skala media diantaranya. Skala vestibuli dan skala timpani berisi perilimfa, sedangkan skala media berisi endolimfa. :on dan garam yang terdapat di perilimfa berbeda dengan endolimfa. ,asar skala vestibuli disebut sebagai membran vestibuli /eissner;s membrane! sedangkan dasar skala media adalah membran basalis. $ada membran ini terletak organ <orti. 1 $ada skala media terdapat bagian yang berbentuk lidah yang disebut membran tektoria, dan pada membran basal melekat sel rambut yang terdiri dari sel rambut dalam, sel rambut luar dan kanalis <orti, yang membentuk organ <orti.1 2.2 &titis Me!ia Akut 2.2.1 De'inisi Otitis media akut ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba "ustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid.1 2.2.2 E(i!e%i l gi Otitis media pada anak-anak sering kali disertai dengan infeksi pada saluran pernapasan atas. "pidemiologi seluruh dunia terjadinya otitis media pada anak berusia 1 thn sekitar '(), sedangkan anak-anak berusia * thn sekitar +*). ,i Amerika Serikat, diperkirakan -.) anak mengalami minimal satu episode otitis media sebelum usia * tahun dan hampir setengah dari mereka mengalaminya tiga kali atau lebih.2.2.3 Eti l gi Sumbatan pada tuba "ustachius merupakan penyebab utama dari otitis media. $ertahanan tubuh pada silia mukosa tuba "ustachius terganggu, sehingga pencegahan invasi kuman ke dalam telinga tengah terganggu juga sehingga terjadi

peradangan. =al-hal yang menyebabkan sumbatan pada muara tuba antara lain, infeksi saluran pernafasan, alergi, perubahan tekanan udara tiba-tiba, tumor, dan pemasangan tampon yang menyumbat muara tuba. :nfeksi Saluran $ernapasan Atas juga merupakan salah satu faktor penyebab yang paling sering. 2uman penyebab OMA adalah bakteri piogenik, seperti Streptococcus hemoliticus, =aemophilus :nfluen&ae (-)!, Staphylococcus aureus ()!, Streptococcus $neumoniae *+)!, $neumococcus. $ada anak-anak, makin sering terserang :S$A, makin besar kemungkinan terjadinya otitis media akut OMA!. $ada bayi, OMA dipermudah karena tuba "ustachiusnya pendek, lebar, dan letaknya agak horisontal.1,( 2.2.4 Pat genesis Otitis media sering dia%ali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah le%at saluran "ustachius. Saat bakteri melalui saluran "ustachius, mereka dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya sel-sel darah putih untuk mela%an bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran "ustachius menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga. >ika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu karena gendang telinga dan tulang-tulang kecil penghubung gendang telinga dengan organ pendengaran di telinga dalam tidak dapat bergerak bebas. 2ehilangan pendengaran yang dialami umumnya sekitar (3 desibel bisikan halus!. ?amun cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan gangguan pendengaran hingga 3. desibel kisaran pembicaraan normal!. Selain itu telinga juga akan terasa nyeri. ,an yang paling berat, cairan yang terlalu banyak tersebut akhirnya dapat merobek gendang telinga karena tekanannya. OMA dapat berkembang menjadi otitis media supuratif kronis apabila gejala berlangsung lebih dari ( bulan, hal ini

berkaitan dengan beberapa faktor antara lain higiene, terapi yang terlambat, pengobatan yang tidak adekuat, dan daya tahan tubuh yang kurang baik.1 2.2.) #ta!iu% OMA memiliki beberapa stadium berdasarkan pada gambaran membran timpani yang diamati melalui liang telinga luar yaitu stadium oklusi, stadium hiperemis, stadium supurasi, stadium perforasi dan stadium resolusi.1 $ada stadium oklusi tuba "ustachius perdapat gambaran retraksi membran timpani akibat tekanan negatif di dalam telinga tengah akibat absorpsi udara. Membran timpani ber%arna normal atau keruh pucat dan sukar dibedakan dengan otitis media serosa virus. terapi dikhususkan untuk membuka kembali tuba eustachius. ,iberikan obat tetes hidung =<l efedrin 4,.) dalam larutan fisiologik untuk anak @1( thn dan =<l efedrin 1) dalam larutan fisiologik untuk anak yang berumur A1( thn atau de%asa. Selain itu, sumber infeksi juga harus diobati dengan memberikan antibiotik.1 $ada stadium hiperemis, pembuluh darah tampak lebar dan edema pada membran timpani. Sekret yang telah terbentuk mungkin masih bersifat eksudat yang serosa sehingga sukar terlihat. diberikan antibiotik, obat tetes hidung, dan analgesik. Antibiotik yang diberikan ialah penisilin atau eritromisin. >ika terdapat resistensi, dapat diberikan kombinasi dengan asam klavunalat atau sefalosporin. 9ntuk terapi a%al diberikan penisilin :M agar konsentrasinya adekuat di dalam darah sehingga tidak terjadi mastoiditis yang terselubung, gangguan pendengaran sebagai gejala sisa, dan kekambuhan. Antibiotik diberikan minimal selama - hari. 7ila alergi terhadap penisilin maka diberikan eritromisin. $ada anak diberikan ampisilin 3B.4-144 mg62g77, amoksisilin 3B34 mg62g776hari, atau eritromisin 3B34 mg6kg776hari.1 $ada stadium supurasi, edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel superfisila serta terbentuk eksudat purulen di kavum timpani menyebabkan membran timpani menonjol bulging! ke arah liang telinga luar. $asien tampak sangat sakit, nadi dan suhu meningkat, serta nyeri di telinga
8

tambah hebat. Apabila tekanan nanah di kavum timpani tidak berkurang, maka terjadi iskemia. ?ekrosis ini pada membran timpani terlihat sebagai daerah yang lembek dan ber%arna kekuningan. ,i tempat ini akan terjadi ruptur. Selain antibiotik, pasien harus dirujuk untuk dilakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh. Selain itu, analgesik juga perlu diberikan agar nyeri dapat berkurang. Miringotomi ialah tindakan insisi pada pars tensa membran timpani, agar terjadi drenase sekret dari telinga tengah ke liang telinga luar.1 $ada stadium perforasi, karena beberapa sebab seperti terlambatnya pemberian antibiotika atau virulensi kuman yang tinggi maka dapat menyebabkan membran timpani ruptur. 2eluar nanah dari telinga tengah ke telinga luar. Anak yang tadinya gelisah akan menjadi lebih tenang, suhu badan turun, dan dapat tidur nyenyak. sering terlihat sekret banyak keluar dan kadang terlihat sekret keluar secara berdenyut. ,iberikan obat cuci telinga =(O( *) selama *-. hari serta antibiotik yang adekuat sampai * minggu.1 $ada stadium resolusi, bila terjadi perforasi, maka sekret akan berkurang dan mengering. /esolusi dapat terjadi tanpa pengobatan bila virulensi rendah dan daya tahan tubuh baik.1 2.2.* Diagn sis 2.2.*.1 Ana%nesis $ada anak yang sudah dapat berbicara keluhan utama adalah rasa nyeri di dalam telinga, keluhan disamping suhu tubuh yang tinggi. 7iasanya terdapat ri%ayat batuk pilek sebelumnya. $ada anak yang lebih besar atau pada orang de%asa, selain rasa nyeri terdapat pula gangguan pendengaran berupa rasa penuh di telinga atau rasa kurang dengar. $ada bayi dan anak kecil gejala khas OMA ialah suhu tubuh tinggi dapat sampai *8,.o< pada stadium supurasi!, anak gelisah dan sukar tidur, tiba-tiba anak menjerit %aktu tidur, diare, kejang dan terkadang anak memegang telinga yang sakit. 7ila terjadi ruptur membran timpani, maka sekret mengalir ke liang telinga luar, suhu tubuh turun dan anak mulai tertidur dengan tenang.1
9

$ada penelitian dikatakan bah%a anak-anak dengan OMA biasanya hadir dengan ri%ayat onset yang cepat dan gejala seperti otalgia, re%el pada bayi atau balita, otorrhea, dan6atau demam',+. ,alam sebuah survei di antara *.3 anak-anak yang mengunjungi dokter untuk penyakit pernapasan, demam, sakit telinga, dan menangis yang berlebihan sering didapatkan dengan OMA 84)!. ?amun, gejala ini juga terdapat pada anak tanpa OMA -()!. 0ejala lain dari infeksi virus pernapasan atas, seperti batuk dan hidung tersumbat, sering mendahului atau menyertai OMA dan tidak spesifik juga. ,engan demikian, sejarah klinis saja tidak bisa untuk menilai adanya OMA, terutama pada anak muda.+ 2.2.*.2 Pe%eriksaan +isik Cisualisasi dari membran timpani dengan identifikasi dari perubahan dan inflamasi diperlukan untuk menegakkan diagnosis dengan pasti. 9ntuk melihat membran timpani dengan baik adalah penting bah%a serumen yang menutupi membran timpani harus dibersihkan dan dengan pencahayaan yang memadai. #emuan pada otoskop menunjukkan adanya peradangan yang terkait dengan OMA telah didefinisikan dengan baik. $enonjolan bulging! dari membran timpani sering terlihat dan memiliki nilai prediktif tertinggi untuk kehadiran OMA. $enonjolan bulging! juga merupakan prediktor terbaik dari OMA.8 2ekeruhan juga merupakan temuan yang konsisten dan disebabkan oleh edema dari membran timpani. 2emerahan dari membran timpani yang disebabkan oleh peradangan mungkin hadir dan harus dibedakan dari eritematosa ditimbulkan oleh demam tinggi. 2etika kehadiran cairan telinga bagian tengah sulit untuk menentukan, penggunaan timpanometri dapat membantu dalam membangun diagnosis.14 2.2.*.3 Pe%eriksaan Penunjang "fusi telinga tengah juga dapat dibuktikan dengan timpanosentesis penusukan terhadap gendang telinga!. ?amun pemeriksaan ini tidak dilakukan pada sembarang anak. :ndikasi perlunya timpanosentesis anatara lain OMA pada bayi berumur di ba%ah ' minggu dengan ri%ayat pera%atan intensif di rumah
10

sakit, anak dengan gangguan kekebalan tubuh, anak yang tidak member respon pada beberapa pemberian antibiotik atau dengan gejala sangat berat dan komplikasi. +! 9ntuk menilai keadaan adanya cairan di telinga tengah juga diperlukan pemeriksaan timpanometeri pada pasien.1 2.2., Penatalaksanaan $engobatan OMA tergntung stadium penyakitnya. $ada stadium oklusi, penggobatan terutama bertujuan untuk membuka kembali tuba eustachius, sehingga tekanan negatif pada telinga tengah hilang, sehingga diberikan obat tetes hidung =<l efedrin 4,. ) dalam larutan fisiologik untuk anak @1( tahun, atau =<l efedrin 1 ) dalam larutan fisiologik untuk anak A 1( tahun dan pada orang de%asa. Sumber infeksi harus diobati antibiotik diberikan jika penyebabnya kuman, bukan oleh virus atau alergi Stadium $resupurasi adalah antibiotika, obat tetes hidung dan analgetika. 7ila membran timpani sudah terlihat hiperemis difus, sebaiknya dilakukan miringotomi. Antibiotik yang dianjurkan ialah dari golongan penisilin atau ampicilin. #erapi a%al diberikan penicillin intramuscular agar didapatkan konsentrasi yang adekuat di dalam darah, sehingga tidak terjadi mastoiditis yang terselubung,. 0angguan pendengaran sebagai gejala sisa dan kkekambuhan. $emberian antibiotika dianjurkan minimal - hari . 7ila pasien alergi terhadap penisilin, maka diberikan eritromisin. $ada anak, ampisilin diberikan dengan dosis .4 D 144 mg6kg77 per hari, dibagi dalam 3 dosis, atau amoksisilin 34 mb6kg77 dibagi dalam * dosis, atau eritromisin 34 mg6kg776hari $ada stadium supurasi disamping diberikan antibiotik, idealnya harus disertai dengan miringotomi, bila membran timpani masih utuh. ,engan miringotomi gejal D gejala klinis lebih cepat hilang dan ruptur dapat dihindari. $ada stadium perforasi sering terlihat sekret banyak keluar dan kadang terlihat keluarnya sekret secara berdenyut pulsasi!. $engobatan yang diberikan adalah obat cuci telinga =(O( *) selama * D . bhari serta antibiotik yang adekuat. 7iasanya sekret akan hilang dan perforasi dapat menutup kembali dalam %aktu - D 14 hari
11

$ada stadium resolusi, maka membran timpani berangsur normal kembali, sekret tidak ada lagi dan perforasi membran timpani menutup. 7ila tidak terjadi resolusi biasanya akan tampak sekret mengalir di liang telinga luar melalui perforasi membran timpani. 2eadaan ini dapat disebabkan karena berlanjutnya edema mukosa teling tengah. $ada keadaan demikian, antibiotika dapat dilajutkan sampai * minggu. 7ila * minggu setrelah pengobatan sekret masih tetap banyak, kemungkinan telah terjadi mastoiditis. 2.2.- $ %(likasi Sebelum ada antibiotik, OMA dapat menimbulkan komplikasi yaitu abses sub-periosteal sampai komplikasi yang berat seperti meningitis dan abses otak. ?amun, sekarang setelah adanya antibiotik semua jenis komplikasi itu biasanya didapatkan sebagai komplikasi dari OMS2 jika perforasi menetap dan sekret tetap keluar lebih dari satu setengah bulan atau dua bulan. 1!

12

BAB III $E#IMPULAN

Otitis Media Akut OMA! merupakan peradangan sebagian atau seluruh bagian mukosa telinga tengah, tuba "usthacius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid yang berlangsung mendadak yang disebabkan oleh invasi bakteri maupun virus ke dalam telinga tengah baik secara langsung maupun secara tidak langsung sebagai akibat dari infeksi saluran napas atas yang berulang. ,iagnosis pasti dari OMA memenuhi semua * kriteria5 onset cepat, tandatanda efusi telinga tengah yang dibuktikan dengan memperhatikan tanda mengembangnya membran timpani, terbatas6tidak adanya gerakan membran timpani, adanya bayangan cairan di belakang membran timpani, cairan yang keluar dari telinga, tanda-tanda peradangan telinga bagian tengah, kemerahan pada membran timpani dan nyeri telinga yang mengganggu tidur dan aktivitas normal 13!. Cisualisasi dari membran timpani dengan identifikasi dari perubahan dan inflamasi diperlukan, temuan pada otoskopi menunjukkan adanya peradangan yang terkait dengan OMA, penonjolan bulging! juga merupakan prediktor terbaik dari OMA. =arus dapat membedakan antara OMA dan OM", OM" terbatas pada keadaan dimana terdapat efusi dalam kavum timpani dengan membran timpani tanpa radang. 7ila efusi tersebut berbentuk pus, membran timpani utuh dan disertai tanda radang disebut OMA. $enatalaksanaan pada OMA terdapat sebuah kriteria untuk antibakteri $era%atan atau Observasi pada Anak ,engan OMA, apabila anak @' tahun dapat diberi antibiotik %alaupun diagnosis belum pasti, usia 'bulan-(tahun kalau sudah pasti diagnosisnya OMA dapat diberi antibakteri dan kalau belum pasti bisa diberi antibakteri apabila gejala makin berat dan observasi bila gejala ringan. 9ntuk usia A(tahun, bisa diberi antibakteri bila gejala makin berat dan observasi jika gejala ringan, dan apabila diagnosis belum pasti bisa di observasi dahulu.

13

$ilihan observasi untuk OMA mengacu untuk menunda pengobatan antibakteri pada anak-anak yang dipilih untuk 3+ sampai -( jam. 2eputusan untuk mengamati atau mengobati didasarkan pada usia anak, kepastian diagnostik, dan tingkat keparahan penyakit. $ilihan pertama pemberian antibiotik pada OMA adalah dengan amoBycilin.

14

BAB I. DA+TA/ PU#TA$A

1. "fiaty AS, ?urbaiti, >enny 7, /atna ,/. 7uku Ajar :lmu 2esehatan 5 #elinga, =idung, #enggorokan 2epala 1eher. "disi keenam. >akarta E29:, (44-5 14-13, '.--3. (. ,iagnosis and management of acute otitis media. $ediatrics. (443. Available at 5 http566pediatrics.aappublications.org6content611*6.613.1.full.html *. $icture of ear anatomy. Available at 5 http566%%%.nlm.nih.gov6medlineplus6ency6article644(4--.htm 3. ,jaafar FA. 2elainan telinga tengah. ,alam5 Soepardi "A, :skandar ?, "d. 7uku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala leher. "disi kelima. >akarta5 E29:, (441. h. 38-'( .. $aparella MM, Adams 01, 1evine S<. $enyakit telinga tengah dan mastoid. ,alam5 "ffendi =, Santoso 2, "d. 7O:"S buku ajar penyakit #=#. "disi '. >akarta5 "0<, 188-5 ++-11+ '. 7erman S. Otitis media ini developing countries. $ediatrics. >uly (44'. Available from 9/15 http566%%%.pediatrics.org -. "pidemiology of acute otitis media. Available at 5 http566%%%.ncbi.nlm.nih.gov6pubmed6(-*(.18 +. ?iemela M, 9hari M, >ounio-"rvasti 2, 1uotonen >, Alho O$, Cierimaa ". 1ack of specific symptomatology in children %ith acute otitis media. $ediatr :nfect ,is >.1883G1* 5-'.D -'+ 8. $elton S:. Otoscopy for the diagnosis of otitis media. $ediatr :nfect ,is >.188+G1- 5.34D .3*

15

14. 2lein >O, Mc<racken 0= >r. :ntroduction5 current assessments of diagnosis and management of otitis media. $ediatr :nfect ,is >.188+G1- 5 .*8

16

Anda mungkin juga menyukai