Anda di halaman 1dari 3

5.a Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik ?

Jawab : Kesadaran umum: Sadar dan kooperatif Interpretasi : Normal Vital sign : Nadi 9 !" menit Interpretasi : Normal ## $%!" menit Interpretasi : Normal Su&u '()5 * Interpretasi : Subfebris +, $$5"%Interpretasi : Normal

Blefarospasme ? Blefarospasme: abnormal Blefarospasme : karena fotofobia mata berusa&a ditutup ole& palpebra .ikroorganisme menembus tear film menginfeksi kon/ungti0akon/ungti0itis

(sakit) sensasi benda asing) tergores) rasa gatal sekresi air mata 1ang mengandung antimikroba 2liso3im) Ig4) dan Ig56 dilatasi pembulu& dara& (hyperemia) untuk meningkatkan pengeluaran sel7sel radang 2neutrofil) eosinofil) basofil) limfosit) sel plasma6 1ang sering men/adi agen perusak sel radang bermigrasi dari stroma kon/ungti0a melalui epitel ke permukaan dan bergabung dengan fibrin dan mukus dari sel goblet membentuk eksudat 2kotoran kental berwarna putih kekuning-kuningan) perlengketan palpebra saat pagi &ari dan kemosis 2transudasi fibrin"protein6 proses inflamasi berlan/ut sampai ke kornea men1ebabkan visus berkurang dan rasa silau (fotofobia6 Blefarospasme 5 *. *ara 8emeriksaan ? Jawab : 8emeriksaan 0isus pada mata #uang pemeriksaan &arus dengan penerangan 9ukup

dengan

8asien duduk pada /arak 5 atau : m meng&adap lurus ;ptot1pe Snellen pandangan mata setinggi bagian tenga& dari optot1pe snellen Jika pasien memakai ka9amata"lensa kontak) maka minta pasien untuk .inta pasien untuk menutup mata 1ang satu dengan menggunakan telapak tangan atau dengan alat 2trial frame6 dimulai dari kanan. 8asien diminta untuk meli&at lurus ke depan dengan santai 8asien dipersila&kan untuk memba9a &uruf"gambar 1ang terdapat pada ;ptot1pe) dari 1ang paling besar 2dari atas6 sampai pada &uruf"gambar 1ang dapat terli&at ole& mata normal. Jika pasien &an1a dapat meli&at &uruf pada snellen 9&art dibaris 5" -) artin1a pasien &an1a dapat meli&at pada /arak 5 m 1ang pada orang normal dapat diba9a dari /arak - m 20isus 5" -6 5pabila penderita tak dapat meli&at gambar terbesar 1ang terdapat pada ;ptot1pe) maka kita mempergunakan /ari kita. 8enderita diminta untuk meng&itung /ari pemeriksa) pada /arak $ m) maka 0isus din1atakan dalam per :-. 5pabila penderita tak dapat meng&itung /ari) maka dipergunakan lambaian tangan pemeriksa pada /arak $ m. Jika penderita dapat mengindetifikasi lambaian tangan pemeriksa) maka 0isus din1atakan$"'--. 5pabila lambaian tangan tak terli&at ole& penderita) maka kita periksa 0isusn1a dengan 9a&a1a 2sinar baterai6 1ang diara&kan dari < kuadran pengli&atan. =ntuk ini maka 0isus din1atakan dalam per tak ter&ingga dengan pro1eksi sinar sala& atau benar. Bila penderita tidak dapat mengidentifikasi 9a&a1a maka 0isus nol 2N>8 ? no lig&t per9eption6 m) sampai dengan : m. Jika penderita dapat meli&at pada /arak7/arak tersebut)

melepasn1a

8emeriksaan 8in&ole: Bila responden tidak dapat melan/utkan lagi ba9aan &uruf di kartu Snellen atau kartu @ maka pada mata tersebut dipasang 8INA;>@ ,engan pin&ole responden dapat melan/utkan ba9aann1a sampai baris normal 2 -" -6 berarti responden tersebut 45N44=5N #@B#5KSI

Bila dengan pin&ole responden tidak dapat melan/utkan ba9aann1a maka disebut K5+5#5K Bila responden ,585+ memba9a sampai baris normal -" - +5N85 pin&ole maka responden tidak perlu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan pin&ole . :. Bagaimana 9ara mendiagnosis ? Jawab : a. 5namnesis 7 .ata mera& berair 7 Sakit dan ada kotoran kental berwarna puti& kekuningan 7 ,iberi obat tetes di warung 7 Ka9amata minus pada mata kiri b. 8emeriksaan fisik 7 Subfebris 7 V;S :"$ speris 7$)--) in/eksi kon/ungti0a) papil kon/ungti0a tarsalis) sekret puti& kekuningan 7 V;, :"9) pin&ole2 C 6 dikoreksi dengan speris 7-)(5 men/adi :":) in/eksi kon/ungti0a) papil kon/ungti0a tarsalis) sekret puti& kekuningan 2C6) blefarospasme. 9. 8emeriksaan penun/ang 7 8emeriksaan laboratorium 7 8emeriksaan kultur $-. @pidemiologi ? Jawab : ,i Indonesia pen1akit ini masi& ban1ak terdapat dan paling sering di&ubungkan dengan pen1akit tuberkulosis paru. 8enderita lebi& ban1ak pada anak7anak dengan gi3i kurang atau sering mendapat radang saluran nafas serta dengan kondisi lingkungan 1ang tidak &igienis .