Anda di halaman 1dari 5

RIZKY ADE PUTRA 11613111 / B

REPLIKASI DNA

Biologi molekuler dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi dan organisme yang ditinjau dari struktur datau komponen penyusunnya. Biologi mulekuler juga mempelajari DNA dan RNA.

Sejarah DNA 1. Griffiths transformation experiment Dalam percobaannya digunakan bakteri S. pneumonia wild strain dan mutan strain. Streptococus pada penanaman di media membentuk koloni : Smooth Rough Vilurent Non Vilurent

Streptococcus pada penanaman media koloni Smooth : bersifat Vilurent (mematikan). Tikus hidup diinjeksikan dapat menyebabkan kematian dengan sel yang masih hidup. S.strain dipanaskan terlebih dahulu kemudian disuntikan ke tikus yang hidup. Kematian pada tikus (S.strain) Streptococcus pada penanaman media koloni Rough : bersifat Non vilurent virulent (tidak dapat menyababkan kematian pada mencit yang diinjeksikan oleh sel mutan), Tidak menyebabkan pathogen, Tidak memiliki kapsul, sehingga mencit tidak mengalami kematian (R.strain)

2.

Avery Macleod dan McCarty DNA merupakan suatu zat yang menyebabkan proses transformasi pada S.pneumoniae. Avery Macleod dan McCarty melakukan ekstraksi terhadap sel virulent kemudian menghilangkan proteinnya. Hasil ekstraksi kemudian diperlakukan dengan beberapa enzim yang menggradasi protein (tripsin dan khimotripsin) maupun enzim yang menghancurkan RNA (RNase). Ekstrak sel tersebut diperlakukan dengan enzim deoksiribonuklease yang menghancurkan DNA. Hasil ini memberikan indikasi bahwa senyawa yang menyebabkan transformasi adalah molekul DNA.

3.

Hershey and Chase Menggunakan 2 jenis virus yaitu : Tidak dilabel Dilabel

virus menginfeksi bakteri

dilabel pada DNA

yang masuk DNA

virus menginfeksi bakteri

dilabel pada protein

protein tertinggal

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa DNA yang membawa material genetik.

Asam Nukleat Tidak semua virus mempunyai DNA Adanya phospat menyebabkan DNA bermuatan negative. Nukleotida terdiri dari : 1. Satu molekul gula 2. Satu molekul fosfat 3. Basa nitrogen terdiri dari 2 jenis, Purin : A (adenin), G (guanin) ,Pirimidin : T (timin), C (sitosin).

Perbedaan DNA dan RNA perbedaan Gula Basa pirimidin Bentuk Letak Deoksiribosa Timin Rantai ganda Nucleus,kloroplas,mitokondria DNA Ribose urasil Rantai tunggal Nucleus,sitoplasma,kloroplas, mitokondria Susunan A,G,C,T A,G,C,U RNA

Hukum Chargaff A = T dan G = C A+G=T+C (contoh : A=15% maka T=15%, jadi G=35% dan C=35%) Berlaku hanya untuk rantai ganda (yang berpasangan) : RNA : mudah untuk di degradasi, jadi tidak menjadi material genetic. DNA : yang membawa materi genetik, pada DNA mengandung T kerena apabila sudah terbentuk U (urasil) susah untuk diperbaiki. DNA memutar ke kanan DNA memiliki absorbansi apabila dipanaskan maka absorbansi meningkat. Semakin besar G&C maka suhu meningkat dan jumlah ikatan hidrogennya banyak.

Replication Fork

Leading Strand : Rantai pendahulu dimulai dari 5 menuju ke 3, penambahan primer hanya sekali dan diujung Lagging Strand : Rantai pendahulu dimulai dari 3 menuju ke 5. Untaian DNA yang terletak pada sisi yang bersebrangan dengan leading strand pada garpu replikasi.

Dapat ditarik kesimpulan, bahwa Leading strand akan selesai terlebih dahulu dibandingkan dengan lagging strand.

Daftar Pustaka (referensi) :

http://books.google.co.id/books?id=dwjGlYV4t8gC&pg=PA298&dq=sifatsifat+DNA&hl=id&sa=X&ei=jtxSUo6oAsj7rAeb9IHIDA&ved=0CCsQ6AEwAA#v=onepage& q=sifat-sifat%20DNA&f=false
http://books.google.co.id/books?id=zosAg6HQAF4C&pg=PA1&dq=pengertian+biologi+molekule r&hl=id&sa=X&ei=LhlUUtaVOoa4rgeN_YDwBA&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20biol ogi%20molekuler&f=false

http://www.ut.ac.id/html/suplemen/biol4219/biol4219a/replikasi_dna/replikasi_dna.htm http://www.ut.ac.id/html/suplemen/biol4219/biol4219a/replikasi_dna/replikasi_dna.htm