Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK PENINGKATAN KAPASITAS MENGGUNAKAN CELL SPLITTING

Nama Kelas

: Aditya Prichi Rahmadani : TE-3BC

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2013

Abstraksi : Perkembangan dunia telekomunikasi sekarang ini makin pesat, banyak masyarakat yang sudah mengenal perangkat seluler untuk berkomunikasi. Hal itu menyebabkan penambahan jumlah user yang menggunakan layanan seluler yang berakibat pada penuhnya kapasitas atau daya tampung kanal untuk setiap BTS. Untuk mengatasi hal ini ada beberapa cara yang tepat untuk menambah kapasitas kanal yang tersedia, salah satunya adalah menggunakan metode Cell Splitting (pemecahan cell). Cell Splitting adalah suatu metode untuk menambah kapasitas kanal dengan cara memecah cell yang sudah ada menjadi lebih kecil. Munculnya cell kecil hasil pemecahan cel besar tadi akan menambah kapasitas kanal.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permintaan pelayanan tanpa kabel yang terus meningkat menyebabkan jumlah kanal pada suatu sel tidak cukup lagi untuk mendukung jumlah pemakai. Dengan kenyataan ini diperlukan suatu teknik perancangan selular yang dapat menyediakan kanal yang lebih banyak pada setiap unit daerah cakupan. Ada tida teknik yang digunakan untuk meningkatkan jumlah kapasitas dalam sistem selular, yaitu : 1. Pemecahan Sel ( Cell Splitting ) 2. Pembagian Sektor ( Sectoring ) 3. Pendekatan Zona Cakupan ( Coverage Zona Approaches ) Namun pada makalah ini akan membahas tentang teknik pemecahan sel (cell splitting) beserta dengan cara dan perhitungannya. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah : 1. Apa pengertian dari Cell?

2. Apa konsep yang digunakan dalam pengaturan Cell? 3. Apa pengertian dari pemecahan sel (cell splitting)? 4. Apa dampak dari penggunaan Cell Splitting? 1.3 Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui apa pengertian dari Cell. 2. Mengetahui bagaimana konsep yang digunakan pada Cell. 3. Mengetahui apa pengertian dari pemecahan sel (cell splitting). 4. Mengetahui dampak penggunaan cell splitting.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Cell Cell adalah area cakupan (coverage area) dari Radio Base Station, daerah layanan ini dibagi bagi menjadi daerah yang kecil kecil yang disebut cellular, yang sifatnya pelanggan mampu bergerak secara bebas di dalam area layanan sambil berkomunikasi tanpa terjadi pemutusan hubungan. 2.2 Konsep Cell Pembagian sel sel dalam sistem seluler dimodelkan dalam bentuk hexagonal. Tiap selnya mengacu pada satu frekuensi kanal dan masing masing tidak boleh berfrekuensi berdekatan atau bahkan sama agar tidak terjadi overlapping.

Gambar 2.1 Konsep bentuk cell

Berdasarkan jari jari sel, terdapat tiga jenis sel, yaitu : a. Sel Besar (Makro Cell). Jenis sel ini biasa digunakan pada daerah urban dimana terdapat gedung gedung tinggi dan daerah yang padat penduduk agar dapat menopang konsumsi sel sel kecil (cell splitting). Jarak sel minimal adalah 1 km dan biasanya digunakan untuk jari jari sel diatas 3 km. b. Sel Kecil (Mikro Cell). Jari jari yang digunakan untuk model sel kecil ini akurat dengan rentang 0,2 kn sampai 5 km, biasanya sekitar 3 km. karekteristik lain pada sel ini yaitu ketinggian antenna yang berkisar 4 m 50 m.

c. Pico Cell dimana sel ini biasanya terdapat didalam suatu gedung atau ruangan (bersifat indoor) untuk dapat menopang besarnya traffic yang terjadi di dalam gedung itu dan untuk mengatasi interferensi sinyal akibat pemantulan dari dinding gedung. 2.3 Cell Splitting Pemecahan Sel (cell splitting) adalah sebuah proses membagi bagi sebuah sel yang intensitas komunikasinya demikian padat sehingga sering terjadi pembelokan, menjadi sel sel yang wilayah cakupannya lebih kecil. Setiap sel pecahan ini masing masing memiliki BTS sendiri dengan daya pancar dan ketinggian antena yang lebih rendah. Pemecahan sel akan menaikkan kapasitas sebuah sistem selular, karena ia menambah jumlah sel dengan pola perulangan yang mengikuti pola aslinya. Dengan membentuk sel sel baru yang memiliki radius yang lebih kecil daripada sel aslinya, serta menempatkan sel sel kecil ini (yang disebut sel sel mikro) diantara sel sel yang sudah ada, kapasitas sistem akan bertambah, disebabkan oleh banyaknya kanal tambahan per satuan wilayah. Dengan metode ini maka tidak perlu adanya penambahan bandwidth seiring bertambahnya jumlah pelanggan. Misalnya saja, jika setiap sel diperkecil dengan jangkauan radius cakupan yang menjadi setengah dari radius semula, maka untuk mencakup keseluruhan wilayah dengan sel sel yang lebih kecil setengahnya ini akan dibutuhkan sekitar empat kali dari jumlah sel semula. Kondisi tersebut dapat diilustrasikan melalui gambar 2.2. Wilayah yang dicakup oleh lingkaran semacam itu adalah empat kali luas wilayah yang dapat dicakup oleh sebuah lingkaran dengan radius R/2 atau setengahnya. Peningkaran jumlah sel akan menaikkan banyaknya kelompok sel di dalam keseluruhan wilayah cakupan, yang pada gilirannya juga akan menambah banyaknya kanal, yang berarti juga kapasitas dalam wilayah cakupan tersebut. Pemecahan sel

memungkinkan sebuah sistem dikembangkan kapasitasnya, namun tidak akan mengacaukan model alokasi kanal yang dibutuhkan guna

mempertahankan nilai perbandingan perulangan kanal (Q) antara sel sel yang berkanal sama.

Gambar 2.2 Sebuah lingkaran dengan radius R yang dicakup dengan empat buah lingkaran yang beradius R/2

Metode yang digunakan pada cell splitting disebut juga sektorisasi yang biasa dilakukan pada pusat sel atau membagi pusat grup sel menjadi beberapa sel kecil agar dapat menampung semua pelanggan yang tersebar tersebut.

Gambar 2.3 Contoh sektorisasi cell splitting

Dari gambar 2.3 dapat diamati dari sel besar yang awalnya berjumlah 4, setelah dilakukan sektorisasi maka akan ada penambahan jumlah sel menjadi 6, karena pada prosesnya sel besar disektorisasi menjadi 2 buah sel lain yang lebih kecil.

Ukuran sel sel yang dipecah bergantung pada dua faktor, yaitu : 1. Aspek Radio Ukuran sebuah sel kecil (sel mikro) bergantung pada terjaminnya pengendalian cakupan radio yang baik sehingga secara akurat sel itu mampu mengenali lokasi ponsel yang terletak di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. 2. Kapasitas Prosessor Penyaklarannya Semakin kecil selnya berarti akan semakin banyak sel yang dipecah, yang berdampak semakin banyaknya peristiwa handoff yang harus ditangani. Keberhasilan penanganan handoff sangat bergantung pada kapasitas prosessornya untuk mampu melakukan ini merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan dengan faktor cakupan wilayah sel sel mikronya. Contoh Soal : Dapat diambil contoh jika gambar 2.4 dimisalkan setiap BTS menggunakan 60 kanal tanpa memandang ukuran selnya. Jika setiap sel memiliki radius 1 km dan setiap sel mikro memiliki radius 0,5 km, hitung banyaknya kanal yang digunakan dalam wilayah seluas 3 x 3 km 2 yang berpusat di sekitar A dalam kondisi : a. Tanpa menggunakan sel sel mikro b. Digunakan sel sel mikro seperti dinyatakan dalam gambar 2.4 itu. c. jika semua BTS aslinya diganti dengan sel sel mikro. Jawaban : a. Tanpa menggunakan sel sel mikro :

Radius sel sejauh 1 km menyiratkan bahwa jarak sisi sisi sel adalah 1 km. Untuk mecakup wilayah seluas 3 x 3 km2 disekitar BTS A, dibutuhkan cakupan 1,5 km, yang berarti 1,5 kali radius hexagonal ke arah bagian atas, kanan, kiri, dan bawah BTS A pada gambar 2.4. Dari gambar 2.4 terlihat bahwa wilayah seluas 3 x 3 km2 ini memuat lima BTS (A, B, C, E, F). Karena setiap BTS memiliki 60 kanal, banyak kanal secara keseluruhan tanpa adanya pemecahan sel menjadi 5x60 = 300 kanal.

Gambar 2.4 Pemecahan sel dengan 5 BTS

b. Dengan penggunaan sel mikro : Dari gambar 2.4 yang digambar ulang menjadi gambar 2.5 guna memperjelas perhitungan, terlihat bahwa BTS A dikelilingi oleh 6 sel mikro. Oleh sebab itu, jumlah keseluruhan dari BTS dalam wilayah seluas 3x3 km tersebut sama dengan 5 + 6 = 11. Karena setiap BTS

memiliki 60 kanal, jumlah keseluruhan kanal akan sama dengan 11x60=660 kanal, yang berarti kapasitasnya meningkat sebesar 2,2 kalinya kapasitas pada jawaban butir (a) diatas.

Gambar 2.5 Pemecahan sel dengan 11 BTS

c. Jika semua BTS diganti dengan sel sel mikro : Dari gambar 2.4 yang digambar ulang menjadi gambar 2.6 telihat bahwa pada wilayah seluas 3x3 km2 tersebut terdapat 5 + 12 = 17 BTS. Karena setiap BTS memiliki 60 kanal, banyaknya keseluruhan kanal menjadi 17x60 = 1020 kanal. Ini berarti peningkatan sebesar 3,4 kanal dari kapasitas semula seperti dinyatakan dalam jawaban (a) diatas.

Gambar 2.6 Pemecahan sel dengan 17 BTS

2.4 Dampak Penggunaan Cell Splitting Untuk dapat tetap mempertahankan jarak perbandingan perulangan frekuensi (D/R) dalam sistem, ada dua hal yang harus dipertimbangkan. 1. Pemecahan sel sel jelas akan mempengaruhi sel sel tetangga atau sel sel sebelahnya karena pemecahan sel menyebabkan keadaan yang tidak seimbang dalam hal pancaran daya dan jarak perulangan frekuensinya. Ini akan mendorong diperlukannya pemecahan sel sel sebelahnya. Fenomena ini disebut sebagai dampak pengerutan (ripple effect). 2. Kanal kanal tertentu harus digunakan sebagai kanal penghalang untuk menganggulangi timbulnya interferensi yang dapat mengganggu kerja sistem. Dalam tingkatan yang sama, sel sel besar dan sel sel kecil dapat diisolasi dengan memilih sekelompok frekuensi yang hanya akan digunakan di dalam sel sel yang berlokasi diantara sel sel besar di satu sisi dan sel sel kecil di sisi lainnya, dengan maksud mengeliminasi interferensi yang ditransmisikan dari sel sel besar ke sel sel kecil.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dengan pembahasan yang telah disampaikan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Cell adalah cakupan area dimana pelanggan dapat melakukan komunikasi tanpa mengalami putus sambungan. 2. Konsep cell dibentuk secara hexagonal dengan tiga tipe yaitu : makro cell, mikro cell, dan piko cell. 3. Cell splitting adalah proses pemecahan sel makro menjadi sel mikro atau piko yang bertujuan untuk menambah kapasitas kanal seluler. 4. Penggunaan cell splitting dapat mengakibatkan interferensi antar sel satu dengan yang lain jika tidak diatur dengan baik. 5. Sel sel mikro yang memiliki radius setengah dari sel asalnya, akan mengakibatkan peningkatan kapasitas sistem hampir mendekati 4 kali lipat.

DAFTAR PUSTAKA http://alfindahlan.blogspot.com/2009/03/pengertian-cell.html http://www.academia.edu/3657786/SELULER http://vitaseptiani09.blogspot.com/2013/01/v-behaviorurldefaultvmlo.html http://id.scribd.com/doc/49903463/Cell-Planning Pengantar Sistem Komunikasi Nirkabel, Sunomo