P. 1
Penilaian Persediaan Fix-share

Penilaian Persediaan Fix-share

|Views: 6|Likes:
Dipublikasikan oleh Cahyo Priyatno

More info:

Published by: Cahyo Priyatno on Dec 05, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2014

pdf

text

original

PENILAIAN PERSEDIAAN

Oleh CAHYO PRIYATNO, SE, AK, CPMA, CA1

Sistem Akuntansi Sediaan Dasar akuntansi sediaan adalah kos, yg terdiri atas harga beli dan biaya angkut pembelian. 1) Sistem pisik atau periodik - Transaksi yg mempengaruhi kos sediaan tidak langsung dicatat ke rekening sediaan , tetapi ke rekening-rekening Pembelian, Potongan & Retur pembelian (atau dipisah menjadi potongan pembelian dan retur pembelian), dan biaya angkut pembelian. - Harga pokok pembelian baru dihitung (stock opname) dan dicatat pada akhir periode (melalui jurnal penyesuaian) 2) Sistem perpetual Semua transaksi yang mempengaruhi kos sediaan langsung dicatat ke rekening sediaan, yaitu didebit apabila bertambah dan dikredit apabila berkurang. Perhitungan pisik sediaan dilakukan untuk mencocokkan antara hasil perhitungan pisik dan saldo per catatan.

Penyesuaian hanya diperlukan apabila terjadi ketidak-cocokan.

Pentingnya Penentuan Sediaan Akhir, sebab sediaan akhir akan : - Mempengaruhi HPP - Mempengarruhi laba rugi Jika sediaan akhir salah, maka : HPP periode yang bersangkutan salah  laba salah Sediaan awal periode berikutnya salah  laba salah

LCOM Berdasarkan metode LCM ini, prosedur penilaian persediaan yang dilakukan adalah dengan memilih nilai yang terendah antara harga pokok dengan harga pasar. Metode ini diterapkan untuk menilai persediaan yang memiliki nilai di bawah cost awal yang disebabkan oleh kejadian1

Global Financial Controller PT. Moga International, Mahasiswa Magister Akuntansi Terapan (MAKSI) Universitas Gajah Mada, Independent Advisor , dan Anggota Utama Ikatan Akuntan Indonesia

sehingga perusahaan harus mengakui timbulnya kerugian tersebut. bila saldo fisik ternyata lebih besar dari jumlah unit terakhir masuk maka sisanya diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk sebelumnya. Sedangkan pada sistem perpetual pencatatan persediaan dilakukan secara terus menerus dalam kartu persediaan. Metode FIFO tidak memungkinkan perusahaan untuk memanipulasi laba. persediaan dan harga pokok penjualan akan sama pada akhir bulan terlepas dari apakah yang dipakai adalah system periodic atau perpetual. nilai persediaan akhir ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang terakhir kali masuk. NRV adalah taksiran harga jual dikurangi taksiran biaya penjualan (pemasaran) dan digunakan sebagai batas. yakni harga andaikan sediaan dibeli atau direproduksi sekarang. Pengertian harga pasar dalam LCOM adalah harga di pasar input. kerusakan dan lain sebagainya.kejadian seperti perubahan tingkat harga. Harga pasar tersebut menurut AICPA harus memenuhi dua syarat berikut : a. pertama mencatat harga pokok penjualan dan yang kedua mencatat harga pokok barang yang dijual. Tidak melebihi net realizable value (NRV) b. NRV dikurangi laba normal digunakan sebagai batas bawah. FIFO Metode ini mengasumsikan barang pertama yang dibeli adalah barang pertama yang digunakan. Dalam metode FIFO. Pada sistem ini apabila ada transaksi penjualan maka akan dijurnal dua kali. Tidak lebih rendah dari pada nilai realisasi dikurangi laba normal. Kondisi tersebut tentu akan menyebabkan kerugian perusahaan dan barang. Cara menghitung persediaan akhir adalah sebagai berikut : Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Penjualan Persediaan akhir xxx xxx + xxx xxx – xxx Metode FIFO yang didasarkan atas sistem fisik. seperti berikut ini : Kas/ Piutang Dagang xxx .

Daftar Pustaka Kieso. pencurian. Warfield. banjir. Erlangga : Jakarta . Metode harga jual eceran (retail method) Cocok dipakai oleh retailer  informasi terkait dengn setiap unit barang dagangan: Kos Harga jual eceran = retail price Dasar: hubungan matematis antara kos dan retail yang dinyatakan di dalam ratio kos terhadap harga jual eceran (cost to retail ratio). yang dinyatakan di dalam %. maka akan diasumsikan bahwa biaya dari total kuantitas yang terjual atau dikeluarkan selama satu bulan berasal dari pembelian paling akhir. Weygandt. dsb) Metode laba kotor (gross profit method) Dasar: hubungan matematis antara: harga pokok. 2002. dan penjualan. ESTIMASI Metode ini diperlukan apabila perusahaan menggunakan sistem pisik. b) % laba kotor dihitung dari hpp  hpp = 100% Metode ini cocok dipakai kalau % laba kotor konstan. a) % laba kotor dihitung dari penjualan  penjualan = 100%. atau apabila: Penyusunan laporan keuangan interim Terjadi bencana (kebakaran. namun saat ini IFRS tidak mengijinkan penggunaan metode LIFO. Jika yang digunakan adalah persediaan periodic. LIFO fisik tidak sama dengan LIFO perpetual. laba kotor.Penjualan HPP Persediaan barang LIFO xxx xxx xxx Metode LIFO menandingkan biaya dari barang-barang yang paling akhir dibeli dari pendapatan.

blogspot.Dystosalah.com PENILAIAN PERSEDIAAN DISUSUN OLEH : ANIEK WIJAYANTI SEMESTER I .

KELAS PARUH WAKTU 15 MAGISTER AKUNTASI UNIVERSITAS GAJAH MADA .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->